BANDUNG – YUTELNEWS.com ||Bupati Bandung, Dr HM Dadang Supriatna menghadiri agenda Qiro’ah Al-Qur’an Bulan Ramadhan (QORMA) dan buka puasa bersama Keluarga Besar PC Fatayat NU Kabupaten Bandung di Masjid Agung Al-Fathu, pada Sabtu (28/02/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan spiritual di bulan suci Ramadhan. Dalam kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Kang DS menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam membangun umat serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
“Ramadhan ini bukan hanya momentum meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun umat. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Perlu dukungan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk Fatayat NU,” ujar Kang DS.
Ia menyampaikan, capaian pembangunan Kabupaten Bandung terus menunjukkan progres positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung telah mencapai angka 75,70, dengan realisasi rencana aksi visi-misi sebesar 74 persen.
“Alhamdulillah IPM Kabupaten Bandung sudah mencapai 75,70 dan realisasi program visi-misi 74 persen. Ini adalah hasil kerja bersama. Ke depan, saya ingin Fatayat NU menjadi garda terdepan dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga, menjaga ketahanan pangan, serta mendukung penurunan stunting di Kabupaten Bandung,” tambahnya.
Kang DS juga mengapresiasi peran aktif Fatayat NU dalam kegiatan sosial dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, sinergi yang dibangun tidak hanya berdampak pada penguatan spiritual, tetapi juga mendukung berbagai program strategis daerah, mulai dari pemberdayaan UMKM, penanganan stunting, hingga peningkatan literasi digital di tingkat akar rumput.
“Perempuan adalah pilar ketahanan keluarga. Ketika perempuan berdaya, ekonomi keluarga kuat, pendidikan anak terjaga, dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Karena itu, pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dalam pembangunan Kabupaten Bandung,” tegasnya.
Semangat tersebut selaras dengan misi Kabupaten Bandung dalam mencetak sumber daya manusia yang berakhlak, berkarakter, serta menjunjung tinggi kesetaraan gender melalui pemberdayaan perempuan.
Dalam kesempatan yang sama, Kang DS turut menyampaikan sejumlah program kolaboratif yang dapat dimanfaatkan masyarakat, di antaranya:
1. Pendidikan Berkelanjutan, melalui akses Beasiswa BESTI untuk jenjang perguruan tinggi serta program PKBM bagi warga yang ingin memperoleh ijazah SMP/SMA;
2. Ekonomi Mandiri, melalui fasilitas dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan untuk modal usaha UMKM.
3. Kesehatan dan Gizi, melalui pembangunan RS Cimenyan serta sinergi program Makan Bergizi (MBG) guna mendukung generasi sehat dan cerdas;
4. Ketahanan Pangan, melalui Gerakan Tanam di Halaman (Gertaman) untuk memperkuat kedaulatan pangan keluarga.
Di akhir sambutannya, Kang DS menyampaikan bahwa pada momentum Ramadhan ini, Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong penguatan kolaborasi seluruh elemen masyarakat guna mewujudkan masyarakat yang lebih berdaya, mandiri, dan sejahtera.
(Yans.)






“Pesantren kilat ini adalah ruang pembinaan akhlak dan karakter Islami. Dari masjid inilah diharapkan lahir generasi yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam akidah, dan indah dalam akhlak,” ujarnya.
1.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh menjadi cahaya dalam kehidupan mereka. Semoga anak-anak semakin mencintai shalat, dekat dengan Al-Qur’an, berbakti kepada orang tua, serta istiqamah dalam kebaikan,” ungkap salah seorang guru pendamping.
Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap Ramadhan.
Kegiatan Pesantren Kilat Remaja Sedanau ini juga turut disponsori oleh
Berkat sinergi dan dukungan berbagai pihak tersebut, kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan penuh keberkahan. Pesantren kilat ini diharapkan menjadi wasilah lahirnya generasi muda Sedanau yang unggul, beriman, berakhlak mulia, serta istiqamah dalam ibadah, sebagai bekal membangun masa depan yang diridhai Allah SWT.

Kegiatan kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Bunguran Barat, Iptu Raja Oloan Furba, didampingi jajaran personel bersama Bhayangkari Ranting Bunguran Barat. Kehadiran institusi kepolisian ini menjadi representasi komitmen Polri dalam mengedepankan pendekatan humanis, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Bantuan sosial yang disalurkan secara khusus diperuntukkan bagi para lanjut usia (lansia) yang membutuhkan. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Iptu Raja Oloan Furba kepada para penerima manfaat sebagai simbol kepedulian institusional dan perhatian terhadap kelompok masyarakat rentan secara sosial maupun ekonomi.
Dalam keterangannya, Kapolsek menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan implementasi nilai pengabdian dan tanggung jawab moral kepolisian terhadap masyarakat.
Warga penerima bantuan menyampaikan apresiasi dan rasa haru atas perhatian yang diberikan. Ucapan terima kasih dan doa dipanjatkan agar keluarga besar Polsek Bunguran Barat senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalankan tugas dan pengabdian.

Kegiatan tersebut merupakan program rutin Pemerintah Kecamatan Bunguran Barat yang dilaksanakan setiap bulan suci Ramadhan dengan mengunjungi masjid-masjid yang ada di wilayah Kecamatan Bunguran Barat. Safari Ramadhan dipimpin langsung oleh Camat Bunguran Barat,
Kehadiran Danposal Sedanau dalam kegiatan ini menjadi wujud dukungan TNI Angkatan Laut terhadap program pemerintah kecamatan sekaligus mempererat kedekatan dengan masyarakat. Momentum Safari Ramadhan juga mencerminkan sinergitas antara unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah, khususnya selama bulan suci Ramadhan.
Dalam sambutannya,
Partisipasi Danposal Sedanau,
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh 
Workshop menghadirkan Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., jajaran Pejabat Utama Polda Kepri, unsur DPRD Provinsi Kepri, Pemerintah Provinsi, serta elemen masyarakat sipil. Forum ini menjadi momentum konsolidasi, evaluasi kinerja, dan sinkronisasi kebijakan dalam memperkuat implementasi regulasi pemberantasan TPPO.
Dalam paparannya, unsur Pemerintah Provinsi menegaskan bahwa TPPO merupakan kejahatan transnasional dan pelanggaran HAM serius yang memerlukan respons komprehensif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Penguatan regulasi daerah dan optimalisasi Gugus Tugas menjadi instrumen kunci dalam mempersempit ruang gerak pelaku.
Data Simfoni PPA Tahun 2025 mencatat 185 perempuan menjadi korban kekerasan. Fakta ini menjadi alarm kolektif bahwa perlindungan perempuan dan anak harus diperkuat melalui pendekatan preventif, represif, dan rehabilitatif secara simultan. Unit PPA Polda Kepri terus menjadi leading sector dalam penanganan kasus.
Melalui penguatan Gugus Tugas TPPO 2026, diharapkan terbangun orkestrasi kerja yang solid, responsif, dan adaptif guna mewujudkan Kepulauan Riau yang aman, humanis, dan zero tolerance terhadap perdagangan orang.
Audiensi yang berlangsung di ruang kerja Kapolda Kepri itu turut dihadiri jajaran Pejabat Utama Polda Kepri serta pejabat struktural Kanwil DJP Kepri. Pembahasan difokuskan pada konsolidasi kelembagaan, penguatan koordinasi teknis, serta optimalisasi penerimaan negara melalui langkah penegakan hukum yang profesional dan akuntabel.
Kapolda Kepri menyampaikan bahwa Kepulauan Riau sebagai kawasan strategis ekonomi dan wilayah perbatasan membutuhkan stabilitas kamtibmas yang terjaga secara berkelanjutan. Soliditas antarinstansi, menurutnya, menjadi fondasi dalam menjaga kepercayaan investor serta mendukung akselerasi pembangunan daerah.
Pertemuan berlangsung konstruktif dan menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi strategis, menjaga stabilitas keamanan daerah, serta mendorong optimalisasi penerimaan negara di Provinsi Kepulauan Riau.




