Bupati Kang DS: Gerakan Pangan Murah Untuk Menstabilkan Harga Sembako di Kabupaten Bandung

BANDUNGYUTELNEWS.com// Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung kembali melaksanakan Gerakan Pangan Murah atau GPM di Masjid Al Syifa Sapan Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Jumat (6/3/2026).

Gerakan pangan murah yang diinisiasi oleh Pemkab Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispakan) dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung serta bekerja sama dengan sejumlah mitra usaha penyedia atau produsen kebutuhan pangan ini disambut antusias oleh ratusan hingga ribuan warga dari 14 RW di Desa Tegalluar tersebut.

Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Permanawati, Kepala Dispakan Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama dan Plt. Kepala Disperdagin Kabupaten Bandung Dicky Anugrah hadir langsung pada pelaksanaan gerakan pangan murah tersebut.

Bupati Bandung pun meninjau langsung antusias warga masyarakat yang berburu kebutuhan pokok pangan untuk persediaan di bulan suci Ramadan 1447 ini. Masyarakat juga terlihat senang dan bahagia karena bisa mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga lebih murah dan terjangkau dari harga pasar.

Bupati Dadang Supriatna mengatakan kegiatan gerakan pangan murah yang dilaksanakan di Masjid Al Syifa Sapan itu, pemerintah kepada para penerima manfaat memberikan diskon Rp20 ribu/kupon setiap pembelian bahan kebutuhan pokok.

“Kita menyiapkan hampir 2.500 paket yang diberikan untuk warga masyarakat Desa Tegalluar dan sekitarnya. Melalui kegiatan gerakan pangan murah ini semoga bisa membantu program ataupun kebutuhan masyarakat terutama sembilan bahan pokok yang saat ini sangat dibutuhkan,” kata Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna di sela-sela kegiatan gerakan pangan murah dan pemberian santunan kepada anak yatim di Sapan.

Kang DS mengatakan kegiatan gerakan pangan murah ini terus dilakukan untuk bisa menjaga inflasi di wilayah Kabupaten Bandung, dan bukan hanya di Kecamatan Bojongsoang saja.

“Tetapi gerakan pangan murah ini disebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Bandung,” katanya.

Termasuk kegiatan serupa dilaksanakan di kediaman Wakil Ketua DPR RI H. Cucun Ahmad Syamsurijal di Solokanjeruk Kabupaten Bandung pada Rabu (4/3/2026).

“Gerakan pangan murah ini kita terus lakukan. Mudah-mudahan dengan adanya gerakan pangan murah ini akan bisa menstabilkan harga sembako di Kabupaten Bandung,” katanya.

Usai melaksanakan gerakan pangan murah, Kang DS didampingi Bunda Bedas Hj. Emma Dety Dadang Supriatna secara rutin atau setiap tahun membagikan zakat mall kepada anak-anak yatim sebagai penerima manfaat dari bantuan sosial tersebut.

“Alhamdulillah kami (pembagian zakat mall ini), setiap tahun rutin atau setiap akhir Ramadan saya selalu ketemu dengan anak-anak yatim piatu, fakir miskin, termasuk jompo. Alhamdulillah hari ini kita sudah berikan untuk santunannya. Dan itu dari zakat mall saya, zakat keluarga dan insya Allah diberikan kepada 1.063 orang yang tersebar di 14 RW di Desa Tegalluar. Dulu hampir 1.800 orang, sekarang tinggal 1.063 orang,” tutur Kang DS.

Bupati Bedas berharap program gerakan pangan murah ini bisa membantu masyarakat sekitar. Sebelumnya pada hari kemarin, pihaknya telah memberikan sembako untuk seluruh masyarakat Desa Tegalluar karena sudah rutinitas dilaksanakan setiap tahun di bulan suci Ramadan.

“Semoga berkah, semua amal-amal dan langkah ikhtiar kita selalu diberikan perlindungan dan keberkahan serta pahala dari Allah SWT. Aamiin yra. Doakan kami dalam hal mengemban tugas ini selalu ada dalam lindungan Allah SWT. Aamiin yra,” pungkasnya.**

(Yans.)

Bupati H.Zukri Hadiri Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Nasional 2026 di Pekanbaru

PELALAWANYUTELNEWS.com ||
Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM mengikuti Apel Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional Tahun 2026 yang digelar di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kamis (5/3/2026).

Apel kesiapsiagaan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dan dihadiri Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, jajaran TNI/Polri, BPBD, para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Riau, serta unsur Forkopimda dan pihak swasta.

Dalam amanatnya, Menko Polkam RI menyampaikan bahwa apel kesiapsiagaan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di Provinsi Riau yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah rawan karhutla.

Beliau menegaskan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga hubungan yang seimbang antara manusia dan alam, karena setiap tindakan manusia terhadap lingkungan akan berdampak langsung terhadap kondisi alam di masa mendatang.

Menurut Menko Polkam Djamari Cahiago, apel kesiapsiagaan karhutla nasional ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi simbol kesiapan seluruh elemen bangsa dalam menjaga dan merawat kekayaan alam Indonesia.

Usai mengikuti kegiatan tersebut, Bupati Pelalawan H. Zukri menyampaikan bahwa upaya pencegahan karhutla memerlukan kerja sama semua pihak, baik pemerintah daerah, Forkopimda, maupun masyarakat.

“Kita harus bersama-sama mencegah terjadinya karhutla. Pemerintah daerah bersama Forkopimda perlu terus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dampak buruk kebakaran hutan dan lahan, terutama menjelang musim kemarau tahun 2026 ini.“ ujar Bupati.|| AS

Terkuak! Bocah di Medan Diduga Dianiaya, Kepala Berdarah dan Gigi Copot

MEDANYUTELNEWS.com || Kasus dugaan kekerasan terhadap anak kembali menggemparkan Kota Medan. Seorang bocah dilaporkan mengalami luka di bagian kepala hingga berdarah serta kehilangan gigi setelah diduga mengalami penganiayaan.

Peristiwa tersebut kini telah dilaporkan secara resmi ke Polrestabes Medan dan tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi (STPL) pada 1 Maret 2026.

Laporan dibuat oleh Dhayalen (40), seorang wiraswasta yang berdomisili di Jalan Biduk No.65, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan. Dalam laporannya, ia melaporkan dugaan kekerasan terhadap anak yang diduga dilakukan oleh seorang perempuan bernama Putri Sapraswati Dewi.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan pelapor kepada pihak kepolisian, peristiwa dugaan kekerasan itu terjadi pada Senin, 15 Desember 2025 sekitar pukul 13.00 WIB di Jalan Tanah Tinggi, Kompleks SDH 1 Blok 32B, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

Saat kejadian, korban diketahui sedang bermain di rumah bersama adiknya. Tiba-tiba korban menangis sehingga terlapor keluar dari dapur menuju ruang depan.

Terlapor kemudian diduga memukul korban pada bagian pipi hingga terjatuh. Ketika korban mencoba bangkit, terlapor kembali diduga menginjak kepala korban hingga terbentur lantai dan mengeluarkan darah.

Pelapor mengaku sempat berupaya membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, namun menurut pengakuannya, terlapor melarang korban dibawa berobat.

Tidak hanya itu, dugaan kekerasan kembali terjadi pada 25 Februari 2026. Korban disebut mengalami pemukulan hingga gigi bagian atas sebelah kanan copot dan berdarah. Selain itu korban juga mengalami bengkak serta memar pada bagian pelipis dan paha.

Atas kejadian tersebut, pelapor akhirnya membuat pengaduan resmi ke Polrestabes Medan dengan dugaan pelanggaran Pasal 80 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Pihak kepolisian menyatakan laporan telah diterima dan proses penyelidikan akan dilakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap anak serta peran masyarakat dalam melaporkan setiap bentuk kekerasan agar dapat segera ditangani oleh aparat penegak hukum.

(Red: Darmansyah)

Sumber :Harian.co.id

Perkuat Sinergitas, Kejati sulsel MOU Dengan Pengadilan Tinggi Makassar

YUTELNEWS.com –  MAKASAR || Dalam mewujudkan Peradilan yang humanis oleh karena itu Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) memperkuat sinergitas penegakan hukum melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Pengadilan Tinggi Makassar tentang Kolaborasi Inovasi Layanan Saksi Prima.

yang dilaksanakan di Baruga Adhyaksa Kejati Sulsel, Rabu (4/3/2026) yang  dirangkaikan dengan peluncuran buku berjudul “KUHAP Baru: Tantangan dan Harapan”.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, S.H., M.H., dan Ketua Pengadilan Tinggi Makassar, YM Dr. Hj. Nirwana, S.H., M.Hum. Turut hadir memberikan apresiasi secara virtual, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum), Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.Hum.

Dalam sambutannya, Kajati Sulsel Dr. Didik Farkhan Alisyahdi menekankan bahwa saksi adalah aset vital bagi jaksa dalam melakukan pembuktian perkara. Namun, ia menyadari bahwa selama ini hak-hak saksi sering terabaikan dan kerap mengalami situasi yang kurang baik, seperti ketidakpastian jadwal pemanggilan dan sidang yang tidak bertepatan, hingga ketersediaan ruang tunggu yang belum memadai.

“Inovasi Layanan Saksi Prima ini hadir untuk memastikan saksi mendapatkan perlakuan yang layak dan nyaman saat menunggu persidangan. Berkat kerja sama yang baik dengan Pengadilan Negeri dan Kejari, kita telah berhasil mewujudkan suatu ruangan khusus bagi para saksi,” ujar Didik Farkhan.

Untuk menyiasati keterbatasan ruang di beberapa daerah, Kajati Sulsel mendorong langkah kolaboratif yang lebih luas. “Bagi yang terbatas ruangannya, kami meminta seluruh Kejari untuk memfasilitasi dengan Pemerintah Daerah guna dibangunkan atau dibuatkan ruang saksi yang representatif di setiap Pengadilan Negeri. Terima kasih kepada Ketua PT Makassar dan jajaran dalam mendukung inovasi ini,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pengadilan Tinggi Makassar, Dr. Hj. Nirwana, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif Kejati Sulsel. Ia mengakui keterbatasan anggaran sering menjadi kendala bagi pihak pengadilan untuk menyediakan fasilitas tersebut.

“Ini adalah terobosan luar biasa untuk penegakan hukum. Kami meminta seluruh Ketua Pengadilan Negeri (PN) untuk memberikan perhatian khusus pada kenyamanan saksi, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan dan anak,” tegas Dr. Hj. Nirwana.

Sementara itu, Jampidum Prof. Dr. Asep Nana Mulyana memberikan apresiasi dan pujian atas terobosan pelayanan saksi yang dilakukan di wilayah Sulawesi Selatan. Menurutnya, koneksi antara Kajati dan Ketua Pengadilan Tinggi Makassar dalam menghadirkan inovasi serentak ini merupakan sebuah momentum spesial yang baru pertama kali ia saksikan.

“Dengan hadirnya fasilitas dan ruang khusus ini, saksi akan merasa nyaman memberikan keterangan di pengadilan. Bahkan yang menarik, dalam layanan ini juga disisipkan edukasi mengenai tata cara dan sopan santun di persidangan,” ungkap Jampidum.

Prof. Asep menambahkan bahwa inovasi tersebut selaras dengan upaya menjaga marwah persidangan yang juga digagas oleh Komisi Yudisial dan Sekjen Mahkamah Agung. 

“Saya pernah mengunjungi beberapa tempat di berbagai negara, ruang sidang adalah hal yang sakral. Inovasi di Sulsel ini merupakan langkah nyata menuju peradilan yang lebih beradab serta akan meminimalisir kejadian yang membuat sidang tidak kondusif,” tegasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Hukum Unhas, Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H, M.A.P., Wakajati Sulsel Prihatin, Wakil Ketua PT Makassar Muh. Damis, jajaran Hakim Tinggi, para Asisten, serta seluruh Ketua PN dan Kepala Kejaksaan Negeri se-Sulawesi Selatan. 

(ABG)

Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0624/Kabupaten Bandung dan Warga Cipelah Tuntaskan 82 Persen Pembangunan Jalan Beton

BANDUNGYUTELNEWS.com// Semangat kebersamaan antara anggota Satgas TMMD Reguler Ke-127 Kodim 0624/Kabupaten Bandung dan warga Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, terus menggelora meski di tengah suasana Ramadan. Pembangunan jalan beton sepanjang 1.500 meter kini telah mencapai progres 82,3 persen.

Pada Senin (02/03/2026), sejak pukul 08.00 WIB, personel TNI bersama masyarakat melaksanakan pemasangan bekisting dan perataan beskos di Kampung Simpang Babakan Garut, Desa Cipelah. Pekerjaan difokuskan pada titik 100 hingga 200 meter sebagai bagian dari tahapan pengecoran jalan.

Komandan Satgas TMMD Reguler Ke-127, Letkol Kav Samto Betah, S.Hub.Int., menegaskan bahwa kekompakan antara prajurit dan warga menjadi kunci percepatan pembangunan.

Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini jalan beton yang telah terealisasi mencapai 1.254 meter dari total target 1.500 meter.

“Meski menjalankan ibadah puasa, semangat gotong royong tidak surut. Justru kebersamaan ini semakin mempererat hubungan TNI dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa,” ungkapnya.

Program TMMD Reguler Ke-127 Tahun 2026 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” Implementasi tema tersebut terlihat nyata dalam kolaborasi pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Pembangunan jalan beton ini diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi warga, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Desa Cipelah yang mayoritas warganya berprofesi sebagai petani.

Dengan progres yang terus menunjukkan peningkatan signifikan, Satgas TMMD optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Jalan yang hampir rampung ini diyakini menjadi langkah awal perubahan positif bagi Desa Cipelah dan wilayah sekitarnya.

(Yans.)

Tegalluar Diproyeksikan Jadi Kecamatan, Kawasan KCIC Dorong Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

BANDUNGYUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna memimpin rapat koordinasi (rakor) penataan desa sekaligus persiapan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) di Rumah Dinas Bupati, pada Senin (02/03/2026).

Berdasarkan izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Musyawarah Desa (Musdes) PAW dijadwalkan pada 2 hingga 25 April 2026 di 10 desa yang mendapat dukungan Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Estimasi pelantikan kepala desa terpilih akan dilaksanakan pada awal Mei dengan pengamanan dari Satpol PP dan Kesbangpol.

Dalam penataan wilayah, Bupati Bandung menginstruksikan percepatan pemekaran dengan target 70 desa yang telah disepakati melalui hasil Musdes untuk segera ditindaklanjuti.

“Upaya ini perlu dipercepat, karena rasio penduduk setiap desa saat ini mencapai 13.323 jiwa, atau 2,3 kali lipat dari syarat minimal regulasi. Ini juga sejalan dengan target Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mencapai rasio layanan ideal 10.000 penduduk per desa,” ujar Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna.

Transformasi desa menjadi kelurahan difokuskan pada wilayah yang memiliki kriteria ekonomi perkotaan, seperti Desa Margaasih. Meski terdapat dinamika aspirasi lokal, Kang DS menegaskan bahwa hasil kajian teknis menjadi dasar utama untuk mengantisipasi kewajiban belanja pegawai sebesar 30 persen pada tahun 2027.

“Hal ini bertujuan agar struktur organisasi pemerintahan desa menjadi lebih efisien dan profesional,” ujarnya.

Selain itu, terbentuknya Kecamatan Tegalluar diproyeksikan akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di sekitar stasiun KCIC (Kereta Cepat Indonesia–China). Kawasan strategis seluas 3.600 hektare tersebut merupakan integrasi dari lima wilayah kecamatan melalui kolaborasi lintas sektoral.

“Seluruh proses dipastikan akan melalui audit Inspektorat untuk menjamin legalitas dan kepastian hukum,” pungkasnya.

(Yans.)

Prestasi Membanggakan, Kejari Gowa Sabet Juara 1 Ajang Pildacil Pelita  Ramadhan

YUTELNEWS.comSULSEL || Kejati Sulsel resmi membuka Lomba pildacil dengan Tema Pelita Ramadhan dan di ikuti sekitar 46 peserta dari berbagai daerah, kegiatan ini mewakili tiap Kejaksaan Negeri di wilayah hukum

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan lomba tersebut dan resmi ditutup oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Selasa (3/2), pukul (17.30) Wita yang dirangkaikan dengan acara buka bersama dan pengumuman

pemenang Lomba Pildacil bertempat di Aula Kejaksaan Tinggi Sulawesi selatan.

Adapun penutupan lomba pildacil dan buka bersama dihadiri oleh

● Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman,

● Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi,

● Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahadjo,

● Ketua Pengadilan Tinggi Makassar, YM Dr. Nirwanah,

● Pangkodau II, Marsda TNI M. Untung Suropati

● perwakilan Forkopimda lainnya.

Hadir pula BUMN/BUMD pendukung acara diantaranya

● Bank BRI, BNI, Mandiri, Bank Sulselbar, Bulog dan Pelindo.

● Dari internal Kejati Sulsel hadir lengkap

● Wakajati Sulsel, Prihatin,

● Ketua Wilayah IAD Sulsel

● para asisten, kajari dan seluruh pegawai.

Adapun daftar para pemenang pada Lomba pildacil dengan Tema Pelita Ramadhan

pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, antara lain :

Kategori Usia 06–10 Tahun:

• Juara 1: Muhammad Rafandra Aldebaran Sofyan (Kabupaten Gowa)

• Juara 2: Aisyah Afiqa Alfan (Kabupaten Wajo)

• Juara 3: Nur Aisyah Aqilah Asdar (Kabupaten Bone)

• Harapan 1: Ahmad Idh Mubarak (Kabupaten Bantaeng)

• Harapan 2: Muhammad Alfatir Akram (Kabupaten Sidenreng Rappang)

Kategori Usia 11–15 Tahun:

• Juara 1: Shakila Khayyira Rezky (Kota Makassar)

• Juara 2: Aliyatul Husna Yunus (Kabupaten Wajo)

• Juara 3: Akifah Naila Faiqihah (Kabupaten Luwu Timur)

• Harapan 1: Ahmad Tsaqib Ilham (Kabupaten Barru)

Harapan 2: Hashifah (Kabupaten Jeneponto)

Kategori Video Profile Pildacil:

Juara 1: Kabupaten Jeneponto

 Juara 2: Kabupaten Kepulauan Selayar

Juara 3: Kabupaten Pinrang

Disamping itu , Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Dr. Didik Farkhan

Alisyahdi, S.H., M.H dalam sambutannya ia menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi serta bangga atas

antusiasme dari seluruh peserta yang didampingi oleh orang tuanya dari berbagai daerah dan ucapan terimakasih yang sebesar besarnya kepada seluruh pihak yang telah mensuport kegiatan pildacil hingga sukses terkhusus untuk panitia lomba yang telah menciptakan kualitas lomba yang luar biasa kegiatan ini menunjukkan betapa pentingnya pembinaan generasi sejak dini dalam menguatkan pemahaman agama dan

karakter bangsa. 

Sebagai Harapan agar kegiatan seperti Pildacil Pelita Ramadhan dapat terus

digelar secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak peserta dan menciptakan

Calon Dai yang berkualitas dan bertalenta dimasa depan.

Terpisah Gubernur Sulsel Andi Sudirman sulaiman dalam sambutannya menyatakan

kekagumannya atas inisiatif Kejati Sulsel. Ia bahkan berseloroh merasa “cemburu”

karena Kejaksaan sukses menggelar kegiatan pembinaan mental yang sangat

menyentuh masyarakat.

“Luar biasa apa yang dilakukan Kejaksaan. Inilah yang diharapkan masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi, kami dari Pemprov Sulsel akan menambah hadiah bagi para

pemenang: Juara 1 mendapatkan hadiah Umrah, Juara 2 motor listrik, dan Juara 3

serta seterusnya mendapatkan sepeda,” ujar Andi Sudirman yang disambut tepuk

tangan riuh.

Untuk peraih prestasi yang membanggakan raih Juara 1 pada Lomba Pildacil Pelita Ramadhan dari Perwakilan akilan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Gowa, paparnya. 

Kegiatan lomba berlangsung

secara intensive selama dua hari, Pildacil Pelita Ramadhan yang digelar oleh Kejaksaan

Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan yang dimulai tanggal 2 hingga 3 Maret 2026, bertempat di lingkungan Kejaksaan

Tinggi Sulawesi Selatan.

Lanjut Lomba Pildacil Pelita Ramadhan digelar dalam dua kategori

usia, yakni Kategori 1 untuk usia 6–10 tahun dan Kategori 2 untuk usia 11–15 tahun,

dengan tujuan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, meningkatkan pemahaman

Al-Qur’an, dan membentuk karakter generasi muda yang taat serta berakhlak mulia di

bulan suci Ramadhan.

Muhammad Rafandra Aldebaran Sofyan, 10 tahun, siswa SDIT Al-Fityan Gowa yang

saat ini masih duduk di kelas 4 SD berhasil menyabet podium tertinggi untuk Kategori 1 usia (6–10 tahun), Rafandra merupakan putra dari pasangan Ibu Rahmiati Saleh dan Bapak Sofyan Damanhuri.

Rafandra ditunjuk secara khusus oleh pihak Kejari Gowa untuk menjadi perwakilan siswa dari Alftyan untukmengikuti lomba Pildacil Pelita Ramadhan Kejati Sulsel setelah

melalui proses seleksi internal. Selama beberapa waktu sebelumnya, Rafandra telah mempersiapkan diri dengan matang, dibimbing oleh pendamping dari sekolah alftyan dan keluarga, untuk mengikuti kompetisi yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman,

memberikan langsung penghargaan kepada para pemenang. Untuk Juara 1, termasuk

Rafandra, gubernur menyerahkan hadiah istimewa berupa paket umroh sebagai bentuk

apresiasi atas prestasi yang diraih dan sekaligus motivasi bagi generasi muda.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Gowa Bambang Dwi Murcolono, S.H., M.H.

mengungkapkan kegembiraannya atas prestasi yang diraih oleh Rafandra dari sekolah

SDIT Al-Fityan Gowa Yang mewakili Kejari Gowa menyatakan bahwa kemenangan ini

merupakan buah dari kerja keras, dukungan keluarga, dan pembinaan intensif dari

seluruh pihak di Kejari Gowa. “Kami sangat bangga atas pencapaian Rafandra sebagai

Juara 1. Ini bukan hanya prestasi individu, tetapi juga refleksi komitmen kami dalam

mendukung generasi muda di bibit untuk menghasilkan Dai kedepannya, tutupnya dalam siaran Pers melalui Kepala Seksi Intelejen Kejari Gowa Andi Ardiaman, S.H. M.H.                   

(Ab Algfr)

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Dampingi Wakil Ketua DPR RI Dalam Acara Reses Masa Sidang III Tahun 2025-2026 di Jalak Harupat

BANDUNGYUTELNEWS.com// Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi SH dampingi Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PKB, H. Cucun Ahmad Syamsurijal, pada kegiatan Reses III Tahun Sidang 2025–2026 di Gimnasium Sijalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada Senin (02/03/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam tema “Silaturahim Ramadan” itu dihadiri ribuan kader PKB dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung dan sekitarnya.

Dalam hj Renie Rahayu Fauzi mengatakan bahwa kesempatan reses yang dilakukan Wakil Ketua DPR. RI H. Cucun Ahmad Syamsurijal, selain kang Haji Cucun bertemu masyarakat Kabupaten Bandung di Wilayah Pemilihan ( Dapil) 1 dan 2.

Kesempatan tersebut pula, Kata Renie menjadi Ajang bagi dirinya selaku Ketua DPRD Kabupaten Bandung untuk bertemu dan bertatap muka langsung dengan warga di Wilayah Pemilihan satu dan Dua Kabupaten Bandung, Ujarnya.

Alhamdulillah, saya bisa bersilaturahmi langsung dengan masyarakat Davil 1 dan 2 wilayah Kabupaten Bandung.

Semoga hal ini menjadi amal ibadah kita, apalagi saat ini di bulan Suci Ramadhan, apa yang kita lakukan mudah mudahan bermanfaat bagi Masyarakat Kabupaten Bandung, Tutupnya. 

(Yans.)

Apel Pagi Lanud RSA Natuna Tegaskan Kesiapsiagaan dan Integritas Prajurit

NATUNAYUTELNEWS.com
Kepala Dinas Operasi Lanud Raden Sadjad (Kadisops Lanud RSA) Kolonel Pnb Dion Aridito, S.T., M.M., menyampaikan penekanan Komandan Lanud Raden Sadjad pada apel pagi di Base Ops, Lanud RSA Natuna, Kab. Natuna, Provinsi Kepri, Senin (2/3/2026).

Komandan Lanud RSA Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., mengingatkan seluruh personel untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaksanakan tugas jaga pangkalan selama 24 jam demi menjaga keamanan lingkungan satuan.

Peringatan keras disampaikan terkait penyalahgunaan narkoba. Pimpinan menegaskan bahwa narkoba merupakan pelanggaran serius dan tidak boleh didekati oleh personel Lanud RSA dalam bentuk apa pun.

Selanjutnya personel juga diminta menjaga kebersihan lingkungan kerja dan rumah dinas, serta mengembangkan apotek hidup sebagai bagian gaya hidup sehat keluarga anggota satuan.

Arahan ditutup dengan pesan agar seluruh personel tetap menjaga semangat pengabdian, kedisiplinan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas menjaga wilayah udara perbatasan NKRI. 

(Bani)

‎DPD LDII Kabupaten Lima Puluh Kota Gelar Program Kegiatan Amaliah Ramadhan Berbagi Takjil

YUTENEWS.com
‎Lima Puluh Kota, 28 Februari 2026 — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Lima Puluh Kota melaksanakan kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat sekitar dan pengguna jalan labuah kareta simpang taeh guguak pada Sabtu, 28 Februari 2026, yang bertempat di depan Mushola Al-Khadijah Jorong Guguak Nagari Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota.

‎Kegiatan ini merupakan bagian dari semangat sosial berbagi dalam bentuk program amaliah warga LDII dalam momentum bulan suci Ramadan untuk banyak bersedekah. Ratusan paket takjil dibagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa yang dimulai dari pukul 17.00 WIB, para pengurus tampak membagikan takjil secara tertib kepada pengendara roda dua, roda empat, serta warga sekitar. Masyarakat menyambut kegiatan tersebut dengan antusias dan penuh rasa syukur.

‎Ketua DPD LDII Kabupaten Lima Puluh Kota H. Muhammad Ridha Ilahi, S.Pt, didampingi jajaran pengurus dan generusnya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang masih dalam perjalanan saat menjelang waktu berbuka puasa, menumbuhkan semangat sedekah dan mempererat ukhuwah Islamiyah serta mempererat hubungan silaturahmi antara organisasi dan masyarakat.

‎“Berbagi takjil ini adalah wujud nyata kepedulian sosial warga LDII kepada sesama. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ujarnya

‎Alhamdulillah kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, melibatkan pengurus, muda-mudi generus serta warga LDII setempat. Selain berbagi takjil, DPD LDII Kabupaten Lima Puluh Kota juga berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosial, dakwah, dan pembinaan generasi muda secara berkelanjutan.

‎DPD LDII Kabupaten Lima Puluh Kota berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari kontribusi positif organisasi dalam mendukung terciptanya masyarakat yang religius, rukun, dan harmonis.

(wartawan : Yori Despianto)

Kang DS, Wujudkan Senyum Ratusan Anak Yatim Piatu , Ajak Belanja Pakaian Lebaran di Jogja Soreang

BANDUNGYUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dadang Supriatna (Kang DS) mengajak 100 anak yatim piatu berbelanja pakaian Lebaran di Pusat Perbelanjaan Jogja Soreang, Kabupaten Bandung, pada Minggu (01/03/2026).

Dalam kegiatan tersebut, setiap anak mendapatkan voucher belanja senilai Rp500.000 untuk membeli pakaian dan makanan favorit mereka sesuai pilihan masing-masing.
Kang DS mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian agar anak-anak yatim piatu dapat merasakan kebahagiaan menyambut Hari Raya Idulfitri seperti anak-anak lainnya.

“Saya ingin melihat kebahagiaan mereka dan merasakan belanja di pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan masing-masing seperti anak lainnya,” ujar Kang DS.

Suasana haru dan bahagia tampak jelas saat anak-anak bebas memilih celana, sepatu, kaos, pakaian muslim, jilbab, sandal, hingga makanan favorit mereka tanpa dibatasi pilihan.

Beberapa di antara mereka bahkan terlihat bingung saat memilih barang, karena mengaku belum pernah merasakan pengalaman berbelanja langsung di pusat perbelanjaan. Selama ini, jika menerima pakaian Lebaran, mereka hanya menerima pemberian tanpa bisa menentukan model, ukuran, maupun warna sesuai keinginan.

Ahmad, salah satu anak yatim piatu, mengaku sangat bahagia bisa membeli baju lebaran sesuai seleranya.

“Terima kasih Pak Bupati. Kenangan ini tidak akan terlupakan. Pak Bupati orang tua pertama yang membawa saya belanja pakaian ke pusat perbelanjaan sesuai keinginan saya, jenis dan modelnya,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kang DS didampingi pimpinan dan pengurus BAZNAS Kabupaten Bandun turut membantu anak-anak memilih pakaian yang sesuai ukuran, warna, dan corak yang mereka sukai.

Kang DS mengaku merasakan kebahagiaan tersendiri melihat raut wajah anak-anak yang antusias dan ceria saat berbelanja kebutuhan lebaran.

Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk komitmen dan kepedulian agar anak-anak yatim dapat merasakan kebahagiaan menyambut Idulfitri seperti anak-anak lainnya yang didampingi orang tua.

“Saya ingin melihat kebahagiaan mereka. Mereka juga harus merasakan suasana belanja di pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan masing-masing seperti anak lainnya. Belanja bersama anak-anak istimewa ini sudah kami lakukan selama dua tahun. Insya Allah ke depan jumlahnya akan terus bertambah,” jelasnya.

Ia berharap, pada Ramadhan 2027 mendatang, semakin banyak anak yatim piatu yang dapat merasakan kebahagiaan serupa.

(Yans.)

Larangan Sekolah Swasta Menghalangi Siswa Ikut Ujian Karena SPP dan Uang Buku Tegas Diatur dalam Undang-Undang

YUTELNEWS.comBATAM 1 Maret 2026 – Pengumuman dari sebuah sekolah swasta di Batam yang melarang siswa mengikuti ujian STS besok karena belum melunasi SPP, uang buku, dan PPDB memicu kekhawatiran orang tua. Pesan ini dikirim ke seluruh orang tua atau wali murid.

Padahal, aturan tegas sudah menetapkan bahwa sekolah swasta dilarang keras menghalangi siswa ikut ujian atau mengenakan sanksi akademik hanya karena tunggakan pembayaran.

Dasar Hukum

UUD 1945 Pasal 28B Ayat 1 – Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan.

UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 5 – Setiap warga negara berhak atas pendidikan bermutu.

PP No. 48 Tahun 2008 Pasal 52 huruf h – Pungutan pendidikan tidak boleh dikaitkan dengan syarat ujian atau kelulusan.

Permendikbud No. 44 Tahun 2012 Pasal 11 huruf b – Pungutan, termasuk SPP dan uang buku, tidak boleh menghalangi hak siswa ikut ujian, terutama bagi yang tidak mampu secara ekonomi.

Masalah pembayaran merupakan urusan administrasi antara sekolah dan orang tua dan tidak boleh menghalangi hak siswa ikut ujian.

Sanksi Bagi Sekolah yang Melanggar

UU No. 20 Tahun 2003 – Pelanggaran dapat dikenai sanksi administratif berupa teguran tertulis, pembekuan izin operasional, hingga pencabutan izin pendirian sekolah.

Peraturan lain yang relevan – Jika melanggar hukum lain atau menyebabkan kerugian, sekolah juga bisa dikenakan sanksi perdata atau pidana sesuai ketentuan berlaku.

Tempat Pengaduan

Orang tua atau wali murid yang mengalami hal ini dapat mengadu ke:

Dinas Pendidikan setempat

Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui laman ult.kemdikbud.go.id atau posko-pengaduan.itjen.kemendikdasmen.go.id

(Tim Media)

Sinergitas Polsek Pondok Gede dan Jajaka Jatiwaringin Antisipasi Kenakalan Remaja Saat Sahur Ramadhan 1447 H, Tanpa Keterlibatan Satpol PP.

KOTA BEKASIYUTELNEWS.com || Semangat kebersamaan di bulan suci Ramadhan 1447 H terlihat nyata di wilayah Jatiwaringin. Dalam upaya mengantisipasi kenakalan remaja saat malam hingga menjelang sahur, Polsek Pondok Gede menggandeng Jajaka Jatiwaringin untuk turun langsung menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolsek Pondok Gede, Bambang, memimpin patroli sahur bersama jajaran personel kepolisian.
Kegiatan ini turut didampingi oleh Bhabinkamtibmas Jatiwaringin Bripka Wardoyo, Kanit Binmas Iptu Prasetyo, serta Kanit Lantas AKP Parlan, bersama anggota lainnya.
Patroli menyasar sejumlah titik rawan yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya remaja pada malam hari.

Fokus utama adalah mencegah potensi tawuran, balap liar, penggunaan petasan berlebihan, serta konvoi kendaraan yang dapat mengganggu ketenangan warga yang tengah beristirahat dan mempersiapkan sahur.

Dengan pendekatan humanis dan dialogis, aparat bersama pemuda memberikan imbauan agar para remaja tidak terlibat dalam aktivitas negatif. Kehadiran polisi yang bersinergi dengan elemen pemuda ini menjadi pesan kuat bahwa menjaga keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Menariknya, dalam kegiatan patroli sahur tersebut tidak terlihat keterlibatan anggota Satpol PP. Seluruh pengamanan sepenuhnya dilakukan oleh jajaran Polsek Pondok Gede bersama Jajaka Jatiwaringin.

Hal ini menunjukkan kesiapan serta komitmen kepolisian dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah secara mandiri dan solid.
Warga menyambut positif langkah cepat tersebut. Banyak orang tua merasa lebih tenang karena aparat aktif melakukan pengawasan di jam-jam rawan.

Di sisi lain, keterlibatan Jajaka Jatiwaringin menjadi contoh bahwa pemuda dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan suasana Ramadhan yang aman dan kondusif.

Melalui sinergitas yang kuat dan patroli rutin selama bulan suci, Polsek Pondok Gede berharap potensi kenakalan remaja dapat ditekan secara signifikan. Ramadhan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang menjaga harmoni sosial.

Dengan kebersamaan dan komitmen yang terbangun, malam-malam sahur di Pondok Gede diharapkan tetap aman, tertib, dan penuh keberkahan sepanjang Ramadhan 1447 H.

(Wowo)

Setiap Ramadan Polsek Pondok Gede Hadir Saat Sahur, Peran Satpol PP Pondok Gede Kembali Jadi Sorotan.

KOTA BEKASIYUTENEWS.com || Setiap datangnya bulan suci Ramadan, pola pengamanan wilayah di Pondok Gede seakan berulang.

Saat masyarakat terlelap dan waktu sahur semakin dekat, aparat kepolisian justru mulai bergerak menyisir jalanan dan lingkungan permukiman.

Polsek Pondok Gede melalui para Bhabinkamtibmasnya konsisten hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tahun demi tahun tanpa jeda.

Di bawah koordinasi Polres Metro Bekasi Kota, patroli dini hari digelar bersama Mitra Polri Pamwil dan Linmas Jati Cempaka. Titik-titik rawan tawuran remaja, konvoi motor liar, hingga gangguan ketertiban umum menjadi perhatian utama.

Pendekatan yang dilakukan bukan sekadar pembubaran, melainkan dialogis dan persuasif, agar potensi konflik bisa dicegah sebelum membesar.
Warga merasakan langsung dampaknya.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah sunyi malam Ramadan memberi rasa aman yang nyata.

Mereka tidak hanya datang ketika ada kejadian, tetapi aktif mencegah, menegur dengan bijak, serta membangun komunikasi dengan para orang tua dan tokoh masyarakat.
Namun refleksi tahunan juga kembali mencuat.

Sebagai unsur penegak Peraturan Daerah (Perda) Pemerintah Kota Bekasi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pondok Gede dinilai belum terlihat maksimal dalam pengamanan sahur. Dari tahun ke tahun, sebagian warga menilai keterlibatan Satpol PP dalam patroli terpadu masih minim.
Kesan “alergi” turun ke tengah masyarakat pun muncul dalam perbincangan warga.

Padahal, tugas menjaga ketertiban umum dan menegakkan Perda merupakan mandat yang melekat pada Satpol PP sebagai perangkat daerah. Momentum Ramadan, yang setiap tahunnya menghadirkan potensi gangguan kamtibmas di jam rawan, seharusnya menjadi ruang kolaborasi lintas instansi.

Polsek Pondok Gede bersama Pamwil dan Linmas Jati Cempaka telah menunjukkan konsistensi kehadiran setiap sahur Ramadan.

Kini publik berharap ada sinergi yang lebih utuh, agar seluruh unsur pemerintah daerah turut hadir secara nyata.
Karena pada akhirnya, keamanan bukan sekadar kewenangan struktural, melainkan tanggung jawab moral kepada masyarakat. Ramadan datang setiap tahun, dan harapan warga pun tetap sama: seluruh aparat, tanpa terkecuali, berdiri bersama menjaga ketenangan sahur dan menciptakan kamtibmas yang benar-benar kondusif.

(Wowo / YB)

Polsek Pondok Gede Selalu Hadir Beda atas Peran Satpol PP sebagai Penegak Perda Kota Bekasi.

YUTELNEWS.comKOTA BEKASI ||Ramadhan selalu menjadi momentum introspeksi, bukan hanya bagi individu, tetapi juga bagi institusi yang mengemban amanah publik.

Saat masyarakat terbangun menjelang sahur, berharap suasana tenang dan aman, aparat keamanan pun menjalankan tugasnya menjaga ketertiban lingkungan.
Di wilayah Jatirahayu dan sekitarnya, Bhabinkamtibmas Polsek Pondok Gede di bawah naungan Polres Metro Bekasi Kota, Aipda Putra bersama Linmas, konsisten hadir di tengah masyarakat. Patroli dini hari, pemantauan titik rawan, hingga pendekatan dialogis kepada remaja menjadi langkah nyata mencegah potensi tawuran dan gangguan kamtibmas saat sahur.
Kehadiran itu bukan simbolis.

Warga melihat langsung upaya yang dilakukan, merasakan dampaknya, dan memberikan apresiasi. Dalam sunyi malam Ramadan, langkah-langkah patroli menjadi bukti bahwa keamanan adalah kerja nyata, bukan sekadar wacana.
Namun refleksi publik tak berhenti di sana.

Sebagai unsur penegak Peraturan Daerah (Perda) Pemerintah Kota Bekasi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memiliki mandat jelas dalam menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Peran tersebut bukan hanya administratif, melainkan operasional di lapangan.

Sebagian warga Pondok Melati mempertanyakan sejauh mana keterlibatan Satpol PP dalam pengamanan sahur selama Ramadhan.

Mereka menilai, sebagai penegak Perda Kota Bekasi, Satpol PP seharusnya menjadi bagian aktif dalam patroli terpadu, terutama pada momentum rawan seperti dini hari menjelang sahur.

Istilah “mandul” yang beredar di tengah masyarakat lebih mencerminkan rasa kecewa atas ekspektasi yang belum terpenuhi.

Bukan semata-mata serangan, tetapi cermin harapan agar seluruh unsur pemerintah kota hadir secara nyata dan terkoordinasi.

Ramadan mengajarkan nilai tanggung jawab dan evaluasi diri. Jika satu unsur telah bergerak, maka unsur lainnya diharapkan tidak absen.

Keamanan lingkungan bukan hanya domain kepolisian atau Linmas, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh perangkat pemerintah daerah.

Sebagai penegak Perda Pemerintah Kota Bekasi, Satpol PP memiliki posisi strategis dalam memastikan aturan berjalan dan ketertiban terjaga.

Masyarakat tentu berharap ada sinergi yang lebih kuat, kehadiran yang lebih terasa, dan langkah konkret yang menjawab kebutuhan warga.

Karena pada akhirnya, rasa aman bukan dibangun dari struktur jabatan, melainkan dari keberanian untuk hadir dan bertindak.

Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk memperkuat komitmen bersama—agar keamanan dan ketertiban bukan hanya slogan, tetapi kenyataan yang dirasakan setiap warga Kota Bekasi.

{Wowo / YB}

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.