, ,

PRIMA Lamajang Pentas,Meroket! Hari Santri di Masjid Miftahul Jannah: Gebyar Ilmu,Amal dan Semangat Juang Tampa Henti.

Bandung —YUTELNEWS com|| Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Masjid Miftahul Jannah, Kampung Lamajang, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (22/10/2025).

Ratusan santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jamaah berkumpul memperingati Hari Santri Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) Desa Citeureup.

Kegiatan tersebut berlangsung meriah namun tetap khidmat. Selain memperingati Hari Santri, acara ini juga memperkuat silaturahmi antara santri, remaja masjid, dan pemerintah daerah.

Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, hadir secara langsung untuk memberikan sambutan sekaligus menyampaikan pesan inspiratif kepada para santri muda.

Dalam sambutannya, Ali menekankan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, momen ini harus menjadi titik balik bagi santri untuk menunjukkan kiprah nyata di masyarakat.

“Atas nama Bapak Bupati dan Pemerintah Kabupaten Bandung, saya mengucapkan selamat Hari Santri Nasional 2025,” kata Ali Syakieb. “Hari ini bukan hanya tentang peringatan, tetapi tentang gerakan dan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa sejarah perjuangan bangsa tidak lepas dari peran para santri dan ulama. Karena itu, ia berharap santri masa kini mampu menjaga nilai perjuangan tersebut dengan semangat yang sama.

“Banyak tokoh bangsa berawal dari pesantren, termasuk Bupati Bandung sekarang. Itu bukti bahwa pendidikan santri mampu membentuk karakter pemimpin,” ujarnya.

Kemudian, Ali mengajak para santri untuk memperkuat keimanan sekaligus mengasah keterampilan hidup. Ia percaya, santri yang beriman kuat akan siap menghadapi tantangan zaman.

“Kalau agama kita kuat, sejauh apa pun melangkah, arah hidup tetap jelas,” ucapnya. “Saya ingin santri di Kabupaten Bandung tumbuh sebagai agen perubahan dan penggerak kemajuan daerah.”

Selain itu, Ali juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung program pemerintah. Menurutnya, pembangunan tidak akan berhasil tanpa partisipasi warga.

“Jangan serahkan semua urusan kepada pemerintah. Masyarakat perlu ikut bergerak, membaca visi pembangunan, dan berkontribusi secara aktif,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PRIMA Desa Citeureup, Rasyid Syawaludin, menilai Hari Santri menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan antara santri, ulama, dan masyarakat.

“Santri dan ulama sejak dulu berjuang bersama merebut kemerdekaan. Sekarang saatnya kita bersatu kembali untuk membangun Kabupaten Bandung yang lebih Bedas,” ujar Rasyid.

Ia menambahkan bahwa PRIMA terus berupaya menciptakan kegiatan positif bagi remaja masjid. Melalui program pembinaan dan pengabdian, PRIMA mendorong santri agar berperan aktif dalam kegiatan sosial dan dakwah.

“PRIMA ingin mencetak generasi yang cerdas, religius, dan peduli terhadap lingkungannya. Semangat kebersamaan seperti ini perlu terus kita jaga,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Rasyid juga berharap pemerintah daerah terus mendukung kegiatan santri di tingkat desa. Dengan dukungan bersama, ia yakin para santri akan berkembang menjadi sumber daya unggul di masa depan.

Di sisi lain, Ketua DKM Masjid Miftahul Jannah, Ustad Adi Setiadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta. Ia mengaku bangga karena kegiatan tersebut berjalan lancar dan mendapat perhatian dari berbagai pihak.

“Kami bersyukur karena kegiatan ini berhasil menggugah semangat masyarakat. Dukungan Wakil Bupati memberi motivasi baru bagi para santri,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan Hari Santri tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga menanamkan tanggung jawab sosial di kalangan generasi muda.

“Kami berharap para santri terus belajar dan berkontribusi bagi bangsa. Mereka calon pemimpin yang akan menjaga nilai-nilai Islam dan persatuan,” tambahnya.

Selanjutnya, H. Tri Hermanto, selaku pembina PRIMA, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan keagamaan di tingkat desa.

“Kehadiran Wakil Bupati memberi energi baru bagi santri. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh agama Abah Ayi mengungkapkan rasa bangga terhadap kekompakan warga. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan santri mencerminkan kekuatan sosial yang luar biasa.

“Kami senang karena pemerintah tidak hanya hadir di kota, tetapi juga datang langsung ke masyarakat desa. Ini bukti kepedulian yang patut diapresiasi,” katanya.

Setelah seluruh sambutan selesai, panitia melanjutkan acara dengan pelantikan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Citeureup oleh MUI Kecamatan Dayeuhkolot.
Pelantikan berlangsung khidmat dan diakhiri dengan doa bersama untuk kemajuan Kabupaten Bandung.

Dengan demikian, peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Desa Citeureup tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan. Para santri, tokoh agama, dan masyarakat berkomitmen melanjutkan perjuangan para ulama melalui dakwah, pendidikan, dan pengabdian sosial.

Ali Syakieb menutup pesannya dengan ajakan penuh harapan. “Santri adalah penjaga moral bangsa. Jika mereka bergerak bersama, Kabupaten Bandung pasti semakin Bedas — Bangkit, Edukatif,, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera,” tuturnya.

Yans.

Forum Wartawan Kebangsaan Usulkan Resuffle Kabinet

Jakarta – YUTELNEWS com|| Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan reshuffle terhadap 10 menteri dengan tingkat kepuasan publik terendah berdasarkan hasil Survei Index Politica yang mengevaluasi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran.
Demikian hasil diskusi FWK di Kantor Harian Suara Merdeka, di Tebet, Jakarta Selatan Rabu siang (22-10-2025).

Koordinator Nasional FWK Raja Palindungan Pane menyampaikan hasil diskusi FWK: bahwa 10 (sepuluh) menteri dari Kabinet Merah Putih tersebut perlu segera diganti untuk memperkuat efektivitas pemerintahan, meningkatkan kredibilitas kebijakan publik, dan memperbaiki persepsi masyarakat terhadap kabinet.

“Reshuffle bukan sekadar pergantian posisi, tapi momentum untuk memperbaiki tata kelola, menegakkan disiplin kerja, dan menumbuhkan kembali kepercayaan publik terhadap pemerintahan,” kata Raja menyampaikan hasil diskusi FWK.

Mengutip hasil survei Indeks Politica, kesepuluh Menteri atau pejabat setingkat menteri dengan tingkat kepuasan publik terendah adalah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo 15,23%, Menteri Hukum dan HAM Natalius Pigai 16,68%, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana 17,56%, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia 18,85%, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian 19,65%, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait 20,35%, Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Yandri Susanto 21,12%, Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Nasbi 22,45%, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandi 23,75% dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid 34,34%.

Selain mengevaluasi kinerja menteri, survei Index Politica juga memotret program-program prioritas yang paling diminati masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menempati posisi teratas dengan dukungan tertinggi publik sebanyak 25,34% disusul Pemeriksaan kesehatan gratis sebesar 12,35% dan Bantuan Subsidi Upah 10,70%. Sedangkan program Koperasi Desa Merah Putih hanya mendapat 4,65%.

FWK menilai temuan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memberikan apresiasi tinggi terhadap program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar rakyat, seperti gizi, pemeriksaan kesehatan gratis dan bantuan subsidi upah. “Program Makan Bergizi Gratis terbukti mendapat dukungan publik tertinggi. Pemerintah perlu memperkuat pengawasan dan meningkatkan standar keamanan pangan untuk mencegah kasus keracunan di sekolah,” ujar Raja menjelaskan hasil diskusi FWK yang dihadiri 12 jurnalis senior.

Sementara Direktur Eksekutif Indeks Politica Denny Charter mengungkapkan, survei Index Politica dilaksanakan pada 1–10 Oktober 2025 terhadap 1.600 responden pada 34 provinsi Indonesia dengan metode wawancara dan penarikan sampel menggunakan cara multistage random sampling dengan margin of error ±1,6% dan tingkat kepercayaan 95%. Sampel adalah warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah dan terdaftar di Daftar Pemilih Tetap dan bukan anggota TNI-Polri dan gender pria sebanyak 50% dan wanita 50%. “Hasil wawancara sampel ternyata 90,8% mengetahui kegiatan yang sudah atau sedang dilakukan Presiden Prabowo melalui me BIdia massa. Dan sebanyak 83,5% menyatakan puas dengan kinerja Prabowo,” kata Denny menjelaskan hasil Survei Index Politica.***

 

Yans.

Ketua KONI Targetkan 100 Medali Emas Porprov 2026

Bandung – YUTELNEWS com|| Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) yang diselenggarakan tahun 2026, kini sudah memasuki Babak Kualifikasi (BK). Salah satu cabang olahraga yang melaksanakan BK Porprov itu adalah cabang Drum Band. Cabor yang yang hanya diikuti oleh 11 kabupaten dan kota se Jabar ini, tua rumahnya Kabupaten Bandung. BK cabor ini diselenggarakan di Plaza Upakarti Komplek Pemkab. Bandung, mulai Selasa (21/10/25) hingga Rabu (22/10/2025).

Sebagai tuan rumah, Kabupaten Bandung sudah otomatis sudah langsung mendapatkan tiket untuk Porprov tahun 2026 di Bogor.

Ketua Umum KONI Kabupaten Bandung, H. Yana Suryana S.Pd.I yang hadir di lokasi perlombaan mengaku memberikan dukungan penuh kepada tim Drum Band Kabupaten Bandung yang tengah berlomba tersebut.

Dia menegaskan medali emas untuk kabupaten Bandung di multi event olahraga empat tahunan itu harus diraih. Dia menegaskan enggan kehilangan medali emas di Porprov nanti.

“Kita pada Porprov lalu mendapatkan medali emas, karenanya untuk Porprov nanti di Bogor, kita harus membuktikan kembali bahwa Drum Band akan menunjukkan yang terkaik dengan meraih medali emas. Karena pada Porprov sebelumnya tahun 2022, kita mencanangkan 3 medali emas, namun yang diraih 1 medali emas 1 perak dan 1 perunggu,” terang Ustad Persib, sapaan akrab Ketua KONI Kabupaten Bandung ini.

Dia percaya, asuhan tangan dingin pelatih PDBI Kabupaten Bandung akan kembali mendulang emas untuk Porprov mendatang, sehingga target KONI One Hundred Medalion atau Raihan 100 medali emas akan tercapai.

“Ya karena memang kita punya target menggapai juara umum dengan mendulang 100 medali emas. Karena itu Haqul yakin saja bahwa cabor lainnya juga akan menunjukkan yang terbaik di Porprov mendatang,” tukasnya.

BK Cabor Drum Band ini mengusung materi Lomba Ketahanan dan Ketepatan Berbaris (LKKB). Para peserta dinilai ketahanan fisik dan ketepatan berbarisnya dengan menempuh rute perjalanan sepanjang 8 KM dengan mengambil Start dan Finish di Upakarti Komplek Pemda Kabupaten Bandung. Kemudian dengan melalui lintasan pada jalur rute di sepanjang jalan Raya Al- Fathu dan Jalan Baru, desa Sadu kecamatan Soreang.

“Sebenarnya target kami untuk Cabor Drum Band ini bisa 3 medali emas,” tambahnya.

Dia mengaku bangga kabupaten Bandung ditunjuknya tuan rumah Babak Kualifikasi Porprov 2026 cabor PDBI ini.

Ketua Umum Persatuan Drum Band Indonesia Jawa Barat, Doni Wiranata Kusumah mengatakan materi lomba Drum Band hari ini adalah LKKB sepanjang 8 KM. Kabupaten dan kota yang berlomba adalah Kabupaten/Kota Bekasi, Kabupaten/Kota Bogor, kota Depok, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kabuoaten Karawang, kabupaten Garut, kabupaten Cirebon dan tuan rumah, Kabupaten Bandung.

Hari pertama sudah dilaksanakan materi Lomba Baris Berbaris (LBB) dan Rabu, (22/10) akan dilanjutkan dengan materi Lomba LBJP (Lomba Berbaris Jarak Pendek) yang berlangsung di Stadion Jalak Harupat, kecamatan Kutawaringin.

“Dari 11 kontingen Kabupaten/Kota ini, akan memperebutkan sebanyak 8 tim yang lolos ke Porprov saja. Jadi untuk tuan rumah sudah jelas langsung dapat tiket Porprov 2026 nanti, ” kata Doni.

Dia berharap kegiatan BK PDBI Porprov ini berjalan lancar, sehingga seluruh kontingen dapat mengikuti perlombaannya dengan penuh semangat.

“Saya berharap seluruh atlet dalam keadaan sehat dan lancar dalam mengikuti BK Porprov dengan baik,” pungkasnya.

 

Yans

Museum Pendidikan Nasional UPI Akan Menjalin Kerjasama Dengan Fakultas Arkeologi Cairo University dan The National Museum of Egyptian Civilization Mesir.

Bandung – YUTELNEWS com|| Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia UPI, gelar karya pada ajang Innovation Expo 2025 yang diselenggarakan di Gedung Achmad Sanusi Universitas Pendidikan Indonesia, Selasa 21 Oktober 2025.

Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Lely Yulifar, M. Pd., mengemukakan keikutsertaan Museum yang dipimpinnya dalam Innovation Expo tahun ini untuk lebih mendekatkan museum tidak hanya kepada civitas akademika UPI tetapi juga kepada masyarakat luas. Pada ajang ini, kami tampilkan karya inovatif berupa proyek digitalisasi koleksi museum dan hasil riset yang kami laksanakan dalam beberapa tahun terakhir ini.

Salah satu yang kami tampilkan adalah film dokumenter tentang sosok R.A.A. Martanagara Sang Pembaharu Bandung, serta PAA. Soeria Atmadja, Sang Pemakmur Sumedang. Hasil riset mendalam kami tampilkan dalam bentuk film dokudrama, yang memadukan sejarah lokal, teknologi digital, dan pembelajaran interaktif melalui video dokumenter dari dua tokoh penting dalam sejarah Sumedang pada era kolonial, ujar Guru Besar UPI asal Ciamis ini.

Kami juga telah berhasil membuat serial dokudrama “Bisnis, Asmara, dan Isola” dari sosok pembangun dan pemilik Vila Isola, Dominique Willem Berretty (1891-1934). Berretty adalah sosok yang memadukan ambisi, cinta, dan kemewahan dalam satu kehidupan penuh warna. Sebagai pendiri dan pemilik Villa Isola dan kantor bertia Aneta, ia menjelma menjadi simbol modernitas dan kemajuan komunikasi di Hindia Belanda.

Kisah Berretty ini dimulai dari riset mendalam kepada keluarga Berretty di Portugal dan Belanda, lalu pengumpulan benda-benda koleksi dan surat surat bersejarah, hingga dokumentasi film yang mengkombinasikan antara media cetak, teknologi digital, dan konten edukatif. Inilah inovasi baru dalam menikmati sejarah yang lebih interaktif, inspiratif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui kolaborasi dengan PT Rumah Media Interaksi, Production House (PH) yang dipimpin duo Billy, Billy dan Billy Muhammad kami berhasil melahirkan inovasi yang menjembatani memori masa lalu dengan teknologi masa kini. Inovasi ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dapat menghidupkan kembali kisah masa lalu melalui sentuhan teknologi masa kini serta artificial intelligence, ungkap Prof. Lely.

Tidak berhenti sampai di situ, sebagai bentuk inovasi dalam penyajian informasi sejarah, karya ini dilengkapi dengan bookmark interaktif dan aplikasi android berbasis Augmented Reality (AR). Melalui aplikasi ini, pengunjung dapat memindai (scan) bookmark untuk menonton langsung video dokumenter dalam bentuk virtual yang imersif dan menarik. Inilah yang kami sajikan kepada para pengunjung Museum Pendidikan Nasional.

Dalam waktu dekat, Museum Pendidikan Nasional UPI akan menjalin kerjasama melalui kolaborasi riset dengan Fakultas Arkeologi Cairo University dan The National Museum of Egyptian Civilization, Mesir. Komunikasi intensif telah kami lakukan dengan kedua lembaga itu melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan, KBRI Kairo Mesir. Semua itu kami lakukan untuk mengubah wajah museum di era digital. Alhamdulillah, jumlah pengunjung museum kami lebih dari 50.000 orang setiap tahunnya, tutup Prof. Lely.(**)

 

Yans

, , ,

Bandung Raya Net ,Genjot Wartawan Pra UKW diRancaekek,Rileks Hadapi Ujian, Nyatakan Untuk Layak

Bandung – YUTELNEWS com|| Redaksi dan Rekan rekan wartawan Bandungraya.net mengadakan Pra Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Warung Euceu, Jalan Raya Rancaekek–Majalaya, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Kegiatan berlangsung pada hari Senin (20/10/2025)

Acara ini bertujuan memperkuat kesiapan wartawan sebelum mengikuti UKW di Indramayu. Bandung Raya Net menghadirkan dua narasumber dari PWI Jawa Barat, yaitu Drs. H. Suherlan dan H. Agus Dinar. Keduanya membagikan pengalaman sekaligus memberi motivasi.

Pemimpin Redaksi Bandung Raya Net, H. Awing, menilai kegiatan ini sangat penting. Ia ingin seluruh peserta memahami teknis dan etika sebelum menghadapi ujian kompetensi.

“Kami ingin rekan-rekan punya bekal yang cukup. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan pelaksanaannya berjalan lancar,” kata Awing.

Peserta mendengarkan penjelasan pemateri dengan antusias. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi selama kegiatan berlangsung.

Melalui pelaksanaan Pembekalan Pra Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ini kita berharap para pekerja media di Kabupaten Bandung dapat terus meningkatkan kompetensinya,” ujar H.Awing

Persoalan kompetensi wartawan, tambah H.Awing merupakan hal mendasar bagi wartawan dalam menjalankan tugasnya. Mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang akurat dan layak dipercaya di tengah era sosial media dan keterbukaan informasi

Anggota Dewan Kehormatan PWI Jabar sekaligus penguji UKW PWI Pusat, Drs. H. Suherlan, mengingatkan peserta agar tidak takut mengikuti ujian. Ia menegaskan bahwa UKW hanya menguji kemampuan yang sudah mereka jalani setiap hari.

“UKW bukan hal menakutkan. Jalani dengan senang hati karena yang diuji adalah pekerjaan wartawan sehari-hari,” ujar Suherlan.

Ia juga meminta peserta memperdalam kembali dasar-dasar profesi sebelum pelaksanaan UKW.

“Pelajari Kode Etik Jurnalistik, Undang-Undang Nomor 40, dan pedoman media siber. Jika memahami itu, peserta akan lebih siap,” tambahnya.

Sementara itu, H. Agus Dinar, dari bidang Advokasi PWI Jawa Barat, menegaskan pentingnya pemahaman hukum dan etika dalam pekerjaan wartawan. Ia menyebut pengetahuan tersebut menjadi pelindung saat bertugas di lapangan.

“Pra UKW membantu teman-teman memperkuat pemahaman terhadap aturan main. Wartawan yang memahami kode etik dan undang-undang pasti lebih aman,” jelas Agus Dinar.

Ia juga mengingatkan agar peserta tetap tenang menghadapi ujian. Menurutnya, materi UKW sesuai dengan pekerjaan wartawan sehari-hari.

“Kata ‘uji’ sering membuat grogi. Padahal UKW hanya menilai kemampuan yang biasa wartawan lakukan. Jadi hadapi dengan tenang dan percaya diri,” ujarnya.

Kegiatan berjalan lancar hingga selesai. Para peserta merasa lebih siap menghadapi UKW setelah mendapatkan bimbingan dari para pemateri.

Bandung Raya Net berkomitmen meningkatkan profesionalisme wartawan di Bandung Raya. Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap setiap wartawan dapat bekerja lebih terarah, beretika, dan berintegritas.***

 

Yans.

Kang DS: Stabilitas Fiskal Jadi Kunci di Tengah Penurunan TKD

BANDUNG – YUTELNEWS com|| Untuk menjaga kestabilan fiskal, Bupati Bandung menyebutkan pemerintah daerah akan menyesuaikan skema anggaran, termasuk penyesuaian tunjangan kinerja (tukin) ASN.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang akrab disapa menegaskan bahwa stabilitas fiskal daerah menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Bandung menjelang akhir tahun 2025. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Bulanan Pemerintah Kabupaten Bandung, pada Senin (20/10/2025) di Gedung Moh. Toha, Soreang.

Menurutnya, perubahan drastis dalam skema APBD akibat pengurangan dana transfer ke daerah (TKD) perlu segera diantisipasi.

“Kita lihat Kabupaten Bandung awalnya memiliki belanja Rp7,6 triliun, kini berkurang karena DAK tidak masuk di tahun 2025. PAD yang ditargetkan Rp2,2 triliun baru tercapai Rp1,4 triliun per 17 Oktober, jadi masih ada Rp800 miliar yang belum didapat,” jelasnya.

Ungkap Kang DS, Kabupaten Bandung sebenarnya memiliki tukin tertinggi di Bandung Raya. Tapi dengan kondisi fiskal sekarang, kita harus realistis dan melakukan penyesuaian selama empat bulan ke depan,” tegasnya.

Kang DS juga mengingatkan potensi pengurangan TKD pada tahun 2026 yang diproyeksikan berkurang sekitar Rp945 miliar.

“Kalau tidak ada inovasi, daerah bisa kolaps. Karena itu saya minta seluruh kepala dinas dan camat untuk bergerak cepat dan kreatif dalam menggali potensi pendapatan,” ujar orang nomor satu di Kabupaten Bandung tersebut.

Diakhir sambutannya Kang DS kembali menegaskan komitmennya untuk memberikan reward berbasis kinerja.

“Saya tidak ingin mempersulit ASN. Tapi saat fiskal kita berat, semua harus tertib. Siapa yang berkinerja baik akan saya beri penghargaan,” Pungkasnya ****

 

Yans

Antisipasi Banjir Susulan,PRIMA, Berkalanjutan Peduli di Masyarakat Dalam Pemasangan Bronjong .

Bandung – YUTLNEWS com || Antisipasi banjir susulan, (PRIMA) Perhimpunan Remaja Masjid Lamajang Peuntas , tunjukan komitmennya berkelanjutan dalam memberikan bantuan berkelanjutan penanganan bencana kedaruratan dilingkungan lamajang pentas desa citeurep,Kecamatan dayeuhkolot,Kabupaten Bandung. untuk meminimalisir terjadinya banjir. pada Sabtu, (18/10/2025).

Dalam Kegiatan tersebut Prima terus menerus hadir dalam pemasangan bronjong untuk menahan tepian sungai Cigeude merupakan sebuah kepedulian sosial dari kelompok PRIMA (Perhimpunan Remaja Mesjid), dimana kelompok ini merupakan Organisasi kepedulian terhadap masyarakat, kepemudaan di bidang keagamaan, sosial dan juga dalam hal seni budaya.

Anggota PRIMA secara kompak dan suka rela melakukan pemasangan Bronjong ini untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat lamajang Peuntas di rt 03 rw 17, pasalnya bantaran sungai cigeude ini beberapa waktu lalu sempat jebol dan viral mengakibatkan banjir bandang

Walaupun sudah mendapatkan penanganan dari Pemerintahan Kabupaten Bandung, pemasangan Geobok untuk menahan tanggul di bantaran sungai yang jebol, pada saat ini belum maksimal karena volume ketinggiannya kurang, sehingga masyarakat masih was-was karena air masih masuk ke wilayah pemukiman padat penduduk.

Saat ini Puluhan anggota Prima tengah berupaya melakukan pemasangan bronjong di tiga titik di lingkungan Kp.Lamajang Peuntas rt 03 Rw17. Sekitar 100 meteran dan diperlukan 60 Bronjong saat ini yang dibutuhkan, secara bertahap pemasangan Bronjong ini sedang dikerjakan untuk lebih meningkatkan kekuatan tanggul di bantaran sungai.

Kegiatan yang berlangsung mendapatkan apresiasi dari semua unsur lapisan masyarakat, begitupun dengan ketua Rw 17 dan para ketua Rt 03 yang sangat bangga atas kehadiran organisasi Prima selalu peduli melakukan bantuan di wilayah Desa citeurep yang rawan banjir ini.

Sebagai ketua Rw Tatang Hermawan mewakili masyarakat sangat mengucapkan banyak berterima kasih , karena apa yang dilakukan oleh anggota Prima sangat luar biasa dan berarti bagi masyarakat lamajang pentas .

Kami mewakili warga masyarakat rw 17 lamajang pentas mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari (PRIMA) Himpunan Remaja Masjid khususnya untuk tokoh dayeuhkolot Bapak Tri Rahmanto sebagai pembina PRIMA yang selalu memberikan support dan bantuannya,” ucapnya ketua Rw Tatang.

Lebih lanjut, kami berharap bahwa lingkungan wilayah Rw17, kedepannya bisa meringankan terbebas dari bencana banjir, dimana pada saat ini kita juga sangat mendukung rencana pemerintah akan melaksanakan pembangunan di wilayah desa citeurep bantaran sungai Cigeude lamajang pentas ini.

Kami bersama masyarakat akan mengikuti dan sangat mendukung rencana tersebut, yang mana pada waktu lalu telah di adakan sosialisasi rencana tersebut. Kita semua saat ini menunggu dan mudah-mudahan bisa cepat terealisasi,” tukasnya.

 

Yans.

Bupati Kang DS: Program KDMP dan MBG Menumbuhkan Ekonomi Kerakyatan

BANDUNG – YUTELNEWS com|| Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna instruksikan para Kepala Desa, Ketua Koperasi Desa Merah Putih, Ketua BUMDes, dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa roadshow ke setiap dusun untuk mengetahui pasti potensi apa saja yang ada di lapangan.

Pernyataan Bupati Dadang Supriatna ini saat melaksanakan roadshow kunjungan kerja dan rapat konsolidasi Koperasi Merah Putih di Aula Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung, pada Rabu (14/10/2025).

“Tanya potensi apa saja yang ada di masing-masing dusun. Pak RT dan Pak RW dilibatkan untuk mendata potensi apa saja yang ada di lingkungan masyarakat,” katanya.

Usai roadshow ke setiap kecamatan di Kabupaten Bandung, Bupati Bandung selaku Ketua Satgas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kabupaten Bandung akan melaksanakan roadshow ke setiap desa hingga dusun.

Kata Bupati Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, saat melaksanakan roadshow ke setiap dusun, para Ketua RT untuk mendata berapa orang warga yang belum punya pekerjaan.

“Masih menganggur, tetapi punya keinginan untuk bekerja,” ujarnya sambil mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami sayuran atau berbagai jenis tanaman yang bisa dikonsumsi.

Di hadapan para peserta rapat konsolidasi, kata Kang DS, berbicara KDMP erat kaitannya dengan program strategis nasional MBG (Makan Bergizi Gratis).

“KDMP ini lahir untuk mensuport program MBG. Untuk itu, KDMP yang sudah berjalan bisa memenuhi kebutuhan MBG,” ucapnya.

Ia menyebutkan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang ada di masing-masing kecamatan, tidak berbasis desa, tapi berbasis kecamatan. Artinya, seluruh KDMP berhak dan boleh untuk mensuplai MBG yang ada di masing-masing kecamatan.

“Saya akan mengeluarkan Surat Instruksi Bupati tentang Kerja Sama Antara KDMP dengan MBG. KDMP harus siap untuk memenuhi kebutuhan MBG. Saya mencatat ada 29 item kebutuhan SPPG di dapur MBG itu. Mulai dari beras, daging, sayur mayur, buah-buahan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Kang DS juga berharap kepada para pengurus KDMP untuk memperhatikan dan mempersiapkan lima komponen ini. Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan paham tentang digitalisasi. Kedua, big data; ketiga, riset and development; keempat, institusi yang kuat, dan kelima mengelola keuangan (anggaran) dengan baik.

“Kedepan saya berharap kalau sudah selesai pendataan di masing-masing dusun, baik eksisting yang sudah ada maupun rencana proyeksi yang akan digarap, contohnya disaat tidak punya kolam bisa dengan cara membuat bioflok untuk budidaya ikan,” ujarnya.

Bupati Bedas menyebutkan satu dapur MBG itu rata-rata membutuhkan 40 bioflok. Untuk membuat bioflok, katanya, ada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung, untuk menyiapkan anggaran.

Kang DS mencontohkan KDMP Pulosari Kecamatan Pangalengan yang sudah berjalan, diproyeksikan pendapatan bersih bisa mencapai Rp 1,6 miliar per tahun. Desa bisa mendapatkan keuntungan dari SHU (Sisa Hasil Usaha) sebesar 20 persen atau sekitar Rp 320 juta.

Bupati mengatakan bahwa untuk modal usaha KDMP bisa menggunakan ADPD (Alokasi Dana Perimbangan Desa) dari APBD Kabupaten Bandung.

“Tetapi dengan catatan, melalui musyawarah desa di masing-masing desa,” harapnya.

Melalui program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto ini, kata Kang DS, maka akan terjadi ekonomi inklusif, ekonomi kerakyatan, dan uang akan berputar di rakyat.

“Karena program presiden ini sebagai bentuk kanyaah ke rakyat. Tumbuhnya ekonomi kerakyatan, sesuai harapan Presiden,” harapnya.

“Program MBG ini tidak kurang dari Rp 5,4 triliun setahun. Ini dihitung dari 361 dapur MBG, dan 1,263 juta jiwa penerima manfaat. Dari Rp5,4 triliun, tidak kurang dari Rp3,4 triliun untuk belanja kebutuhan bahan makanan,” imbuhnya.

Bupati menyebutkan koperasi ini dari oleh untuk anggota koperasi. Pada tahun 2026, Bupati Bandung akan menyiapkan penyertaan modal untuk minimal 100 desa/KDMP.

“Setiap desa akan diberi Rp100 juta bagi KDMP yang sudah jalan. Saya siapkan Rp10 miliar ini berupa penyertaan modal untuk KDMP tahun 2026,” katanya.

Bupati berujar, desa juga bisa menambah penyertaan modal, tetapi berdasarkan musdes (musyawarah desa). Nantinya desa mendapatkan keuntungan dari usaha KDMP untuk membangun di lingkungan desa masing-masing.

“Euweuh anu bisa di jero beuteung, nu penting urang daek ikhtiar, daek diajar, kudu bodo alewoh. Ulah bodo katotoloyo. Teu ngarti, api-api ngarti,” ucapnya dalam bahasa Sunda.

Kang DS berharap pengurus KDMP ada yang paham tentang IT (Informasi dan Teknologi), dan paham mengurus keuangan.

“Saya ingin masyarakat sejahtera. Jika KDMP berjalan, saya yakin angka pengangguran bakal menurun. Masyarakat bakal sejahtera. Dengan adanya KDMP bisa sukses untuk pembangunan di desa masing-masing,” katanya.**

Yans

Gerakan Serentak,Pemkab Bandung ‘Sikat’ Reklame Ilegal, Satgas Geruduk Soreang dan Katapang!

Bandung – YUTELNEWS com|| Pemerintah Kabupaten Bandung secara kontinue terus menunjukkan ketegasannya terhadap para pelaku usaha yang memasang papan reklame tanpa izin.

Melalui Satgas Kepatuhan Pajak dan Retribusi serta Pengawasan dan Pengendalian Perizinan, penertiban reklame ilegal kembali digelar, pada Kamis (16/10/2025).

Kegiatan hari kedua ini menyasar dua kecamatan, yakni Soreang dan Katapang, dengan total lima titik strategis yang menjadi fokus penertiban.

Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Satpol PP, Dishub, unsur TNI-Polri, serta Kejaksaan Negeri Bale Bandung, bergerak sejak pagi menyusuri ruas-ruas jalan utama.

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran di antaranya Jl. Raya Soreang–Banjaran depan belokan arah Polresta Bandung, Jl. Raya Gading Tutuka (Sekarwangi), Jl. Ciluncat depan Kantor Kecamatan Cangkuang, bundaran Tugu Strawberry Soreang–Kopo, dan bundaran Warung Lobak.

Langkah tegas ini merupakan kelanjutan dari operasi sebelumnya yang telah dilakukan di beberapa titik strategis, termasuk kawasan Stadion Si Jalak Harupat, Exit Tol Soroja, dan Perempatan Gading Soreang.

Kepala Bidang Penegakan Satpol PP Kabupaten Bandung, Muhammad Rizki, SH, M.Si, mengatakan penertiban tersebut merupakan bagian dari operasi pengawasan terhadap reklame yang belum mengantongi Perizinan Bangunan Gedung (PBG).

“Hari ini kami fokus di Kecamatan Soreang dan Katapang. Ini merupakan kegiatan kedua, dan akan terus dilakukan hingga Desember mendatang. Kami terus memperbarui data untuk memastikan semua titik pelanggaran teridentifikasi,” ujar Rizki di sela kegiatan.

Menurut Rizki, reklame yang tidak berizin bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi membahayakan masyarakat karena tidak melalui uji kelayakan konstruksi.

“Banyak reklame liar dibangun tanpa perhitungan kekuatan struktur. Kalau roboh saat angin kencang, risikonya besar. Kalau sudah berizin, otomatis ada pengawasan teknis, termasuk standar keamanan,” jelasnya.

Dalam operasi kali ini, Satgas juga memasang spanduk peringatan dan segel resmi pada papan reklame yang terindikasi melanggar. Pemasangan itu dilakukan sebagai langkah awal sebelum dilakukan tindakan pembongkaran.

“Kita berikan kesempatan kepada para pengusaha untuk segera menyesuaikan dan mengurus perizinan sesuai ketentuan. Tapi kalau tetap bandel, kami akan tindak tegas sesuai aturan,” tegas Rizki.

Pemkab Bandung menegaskan bahwa era pemasangan reklame tanpa izin telah berakhir.

Pemerintah berharap seluruh pelaku usaha dapat lebih tertib dan kooperatif dalam mengurus izin, karena selain berdampak pada estetika kota, reklame berizin juga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab Bandung serius menata ruang publik agar lebih tertib, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.***

 

Yans.

H Tarya Witarsa DPRD Komisi C DPRD Sambut Baik Paguyuban Magot: Soroti Inovasi Pengolahan Sampah, dan Dorong Pemerintah Maksimalkan Potensi Ekonomi Sirkular

BANDUNG –YUTELNEWS com|| Jajaran Komisi C DPRD Kabupaten Bandung menerima audiensi Paguyuban Magot Kabupaten Bandung di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Soreang, pada Selasa (14/10/2025). Kehadiran para pegiat pengolahan sampah inovatif ini menjadi momentum penting bagi DPRD untuk meninjau langsung langkah-langkah kreatif dalam menangani isu sampah organik di wilayah Kabupaten Bandung, sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, H. Tarya Witarsa, menyambut baik inisiatif Paguyuban Magot yang memanfaatkan media magot untuk mengolah sampah organik menjadi pakan ternak dan pupuk organik. “Kehadiran mereka merupakan bentuk nyata pengolahan sampah yang berpotensi menjadi ekonomi sirkular. Upaya ini bisa menjadi solusi strategis dalam penanganan sampah yang selama ini masih menjadi isu penting di Kabupaten Bandung,” ujar H Tarya.

Dalam pertemuan tersebut, hadir juga Kabid Sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung. Komisi C mendorong Dinas lingkungan hidup untuk lebih serius mendukung pengolahan sampah, khususnya melalui kolaborasi dengan Paguyuban Magot. ” Menurut Tarya, keterlibatan komunitas kreatif seperti ini sangat membantu pemerintah daerah dalam membangun sistem pengolahan sampah yang ramah lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.***

Yans

Kang DS: Implementasi Visi Misi Dikolaborasikan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran

Jakarta – YUTELNEWS com|| Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna tampil menjadi narasumber pada Leadership Forum:
Pilar Nusantara Penopang Asta Cita: “Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran dari Perspektif
Daerah”.

Leadership Forum ini digelar CNN Indonesia di Studio 2 CNN Indonesia (Gedung Trans TV Lt.Ground Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (14/10/2025).

Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin menjadi narasumber pada bahasan Menerjemahkan Asta Cita: Kepemimpinan Lokal dan Inovasi Daerah.

Di hadapan Menteri Dalam Negeri RI M. Tito Karnavian dan sejumlah pejabat dari Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi DKI Jakarta dan pejabat pemerintahan lainnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan paparannya mendukung Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Bupati Dadang Supriatna mengungkapkan visi misi dan rencana aksi pada pemerintahannya di Kabupaten Bandung. Karena Pemilunya lebih awal, dan Pilkada dilaksanakan pada bulan November 2024, artinya para kepala daerah harus mengadopsi visi misi presiden terpilih.

“Sehingga kami dalam menentukan visi misi, ini seluruhnya masuk pada visi misi Pak Presiden. Sehingga dalam implementasinya kami tidak mengalami kesulitan. Hampir 40 persen dari misi kami ada lima itu yang sesuai dengan delapan Asta Cita itu sesuai semuanya,” ujarnya.

Meski demikian, Bupati Bandung mengucapkan syukur alhamdulillah walaupun kondisi saat ini ada transisi sistem yang dilakukan oleh pemerintah pusat, tetapi pemerintah daerah berusaha semaksimal mungkin sehingga roda pemerintahan tidak stag.

“Karena tujuan pemerintah yang utama itu ada tiga hal yang harus kita persiapkan. Pertama adalah bagaimana untuk bisa memberikan kesejahteraan untuk masyarakat. Kedua, meningkatkan pelayanan, yang ketiga membuat aman dan tentram. Ini tentu tugas pokok utama pemerintah,” tuturnya.

Dadang Supriatna mengatakan, dalam implementasi melaksanakan visi misi Presiden, ia tidak mengalami kesulitan karena semua alat negara sudah berada di tiap-tiap daerah.

“Tinggal kolaborasi dengan TNI-Polri, sudah selesai,” katanya.

Untuk menuju Asta Cita, disebutkan, ada program yang sifatnya penugasan langsung dari Presiden, yang notabene pemerintah daerah tidak bisa menolak karena program prioritas yang harus disukseskan.

“Sehingga tugas pemerintah daerah dalam hal ini, diminta ataupun tidak diminta sudah menjadi kewajiban. Karena selaku pembina langsung adalah Pak Mendagri, sehingga apa yang dilakukan Pak Presiden maka pemerintah daerah harus bisa mendukung dan mensuport bahkan mensukseskannya,” tuturnya.

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna mengungkapkan bahwa ia tidak mengalami kesulitan karena selalu komunikasi dan konsolidasi, sehingga program-program yang diberikan Presiden tidak ada hambatan di lapangan.

“Kami pemerintah daerah harus bisa menjalankan tugas pokok selaku kepala daerah. Salah satunya mensukseskan program pemerintah pusat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kang DS menjelaskan bahwa Kabupaten Bandung adalah daerah terluas dan terpadat penduduknya kedua di Jawa Barat. Penduduk 3,8 juta jiwa, luas wilayah 174 ribu hektare, dengan sumber daya alam yang sangat luar biasa.

Ia menjelaskan, Kabupaten Bandung mempunyai lahan pertanian dan juga mempunyai sumber daya manusia di antaranya 77 ribu petani. Selain itu ada beberapa destinasi wisata, sehingga sumber daya alam ini bisa memberikan kontribusi.

“Kita lihat perbandingan dan perkembangan pada tahun 2021, pengunjung ke Kabupaten Bandung baik domestik maupun internasional itu sekitar 2 juta pengunjung. Kemarin Desember 2024 mencapai 7 juta pengunjung. Artinya, keindahan di Kabupaten Bandung sangat prospek dan sangat diminati baik domestik maupun internasional,” ujarnya.

Bupati Bedas mengatakan, program Presiden betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat, walaupun secara faktual merasa kebingungan adanya pengurangan tentang TKD (Transfer ke Daerah). Tetapi kalau TKD ini dikonversikan, contoh Kabupaten Bandung saat ini tahun 2026 akan mengalami pengurangan sekitar Rp1 triliun. Dari Rp3,6 triliun, jadi Rp2,6 triliun, secara sekilas memang bingung.

“Tetapi kalau dikonversikan dengan program Pak Presiden, contohnya program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Saya hitung dari 361 titik dapur MBG, itu sekitar 1,253 juta jiwa penerima manfaat dikonversikan dengan uang mencapai Rp5,4 triliun,” jelasnya.

Kang DS mengungkapkan bahwa pemerintah daerah ada yang melaksanakan sesuai dengan visi misi lokal. “Visi kami adalah mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera (BEDAS), maju berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Kang DS mengungkapkan ada tiga program prioritas yang sifatnya penting, dan sangat dinantikan manfaatnya oleh masyarakat. Di antaranya, program MBG (Makan Bergizi Gratis) dan setelah dihitung Kabupaten Bandung potensi penerima manfaatnya 1,253 juta jiwa atau dihitung per dapurnya 3.000 sampai 3.500 jiwa.

“Ada 361 titik dapur. Dan ada daerah tertinggal, dalam artian daerah terjauh, perbatasan Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Cianjur misalnya. Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung dengan Bandung Barat, Kabupaten Bandung dengan Sumedang,” jelasnya.

Kemudian dikolaborasikan dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sehingga dua program ini tidak bisa dipisahkan.

Ia mengatakan dampak program MBG mengurangi angka pengangguran. Pertama, menambah pengusaha baru, selaras dengan program Pemkab Bandung setiap tahunnya akan menciptakan 10.000 wirausaha muda dan lapangan kerja.

“Setelah dihitung angka pengangguran di Kabupaten Bandung yang saat ini 6,32 persen, artinya hampir 123.000 jiwa masyarakat Kabupaten Bandung sampai saat ini belum mempunyai pekerjaan,” ujarnya.

Namun realitasnya, lanjut Kang DS, dengan masuknya program MBG di Kabupaten Bandung justru terbantu. Salah satu contoh setiap dapur itu membutuhkan 47 tenaga relawan dan dikali 361 titip dapur MBG, sehingga sekitar 18.000 orang masyarakat Kabupaten Bandung sudah bisa bekerja.

Untuk itu, kata dia, pemerintah harus hadir bagaimana masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan. “Nah kita berikan edukasi dan modal. Kita ada program pinjaman bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan. Kenapa ini dihadirkan, karena bank emok masih ada di lapangan. Pinjol masih merajalela, ini harus hadir pemerintah,” ujarnya.

Menghadapi Indonesia Emas 2045, kata Kang DS, tidak lepas dari lima hal. Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan paham digitalisasi. Maka pemerintah harus hadir bagaimana untuk meningkatkan sumber daya manusia.

Ketiga, riset and development. Kajian dan inovasi ini penting, sehingga belanja isu ini penting. Solusinya seperti apa, sehingga riset and development ini salah satu acuan untuk bisa melakukan suatu program yang disesuaikan dengan visi misi daerah.

“Tentunya setiap daerah memiliki visi misi yang berbeda,” katanya.

Keempat, institusi yang kuat. Tentu, mental ini penting. Integritas penting, karena suatu program tidak akan sukses kalau karakter dan mental tidak mumpuni.

“Sehingga organisasi yang kuat perlu ditingkatkan, harus ada kekompakan, kerja sama yang baik dan kolaborasi,” ujarnya.

Kelima, pengelolaan keuangan yang baik. Program sebagus apapun, kalau pengelolaan keuangan tidak baik, pasti pemeriksaan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) tidak WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).

“Saya mengajak kepada seluruh komponen masyarakat mari kita manfaatkan program yang konkrit untuk kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai,” tutupnya.**

 

Yans

Anggota DPRD Dadang Hemayana S.I.P ,Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Solusi Tepat Penguatan Ekonomi Desa.

Bandung – YUTELNEWS com|| Dalam Rangka upaya mendorong percepatan program strategi nasional Bapak Presiden Prabowo Program koperasi Desa Merah Putih (KDKMP ) hari ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung,Fraksi PKB Dadang Hemayana S.IP.Mendampingi Bapak Bupati Bandung Dr.H.Dadang Supriatna,SIp.MSI.Dalam Rangka Roadshow kunjungan kerja dan Rapat Koordinasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di tiga kecamatan Yaitu Kecamatan Banjaran, Kecamatan Pamemumpeuk dan Arjasari di dampingi langsung Para (OPD) Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, Pada selasa (14/10/2025).

Kegiatan ini,dalam hal Silaturahim pemantapan untuk menerima dan menampung usulan dan kesiapan terbentuk nya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Setiap Desa Masing -masing di tiga kecamatan Banjaran, Pameumpeuk Dan Kecamatan Arjasari

Dalam kesempatan nya Dadang Hemayana S.I.P, menyampaikan pentingnya penguatan ekonomi rakyat, terutama yang tinggal di desa .Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 Program Koperasi Desa Merah Putih (Kop des Merah Putih) di luncurkan sebagai strategi nasional untuk membangun ekonomi kerakyatan yang inklusif, berkelanjutan dan modern, berlandaskan semangat gotong-royong.

Koperasi merah putih (KMP) merupakan solusi tepat, Sebagai upaya penguatan ekonomi desa,Dalam mengelola ekonomi secara mandiri yang di distribusikan dan di pasarkan hasil kerja perseorangan atau kelompok yang di kelola oleh masyarakat desa, Sehingga akan terjadi peningkatan perputaran penguatan ekonomi Desa.

Alhamdulillah hari ini, kami selaku legislator DPRD Fraksi FKB bersama jajaran pemerintahan Desa, kecamatan dan pemerintahan daerah kabupaten Bandung, Bisa Mendampingi kunjungan Kerja Bapak Bupati Bandung, ini merupakan suatu komitmen kita bersama, Dalam mendukung dan keseriusannya percepatan koperasi merah putih berjalan secara maksimal, cepat dan tepat KMP Desa di Kabupaten Bandung.

Namun kami menyampaikan harapannya dengan adanya pertemuan dan kunjungan secara langsung, mudah-mudahan penggerak dan para pengurus Koperasi merah putih desa, merasa termotivasi dan semangat menjalankan nya, Sehingga bisa mendorong,mengajak warga masyarakatnya untuk bergabung di Koperasi merah putih Desa nya masing-,masing, agar program (KMP ) koperasi merah putih akan mudah dan cepat berjalan dengan baik.”pungkasnya.

 

Yans

Kang DS Realisasikan Pembangunan Jalan Rusak Kini Jadi Mulus, Lewat Dana Panas Bumi, Warga: Terima Kasih Pak Bupati!

Bandung – YUTELNEWS com|| Warga Kampung Babakan Anyar RW 02, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, kini bisa tersenyum lega. Pasalnya, jalan rabat beton yang sudah lama dinantikan akhirnya rampung dibangun.

Warga menyambut gembira pembangunan tersebut. Jalan yang sebelumnya rusak parah, kini sudah mulus dan nyaman dilalui kendaraan.

Salah seorang warga, Sandi, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Pemerintah Desa Sukamanah serta Bupati Bandung, Dadang Supriatna.

“Dulu mah jalannya rusak pisan, berbatu dan licin, apalagi kalau hujan becek banget. Mau bawa orang sakit ke rumah sakit juga susah,” ujar Sandi saat ditemui di lokasi, pada Senin (13/10/2025).

“Sekarang alhamdulillah jalannya sudah bagus. Terima kasih buat Pemerintah Desa dan khususnya Pak Bupati Dadang Supriatna. Kami warga sangat terbantu,” lanjutnya.

Sandi juga berharap dengan kondisi jalan yang sudah baik, perekonomian warga bisa lebih meningkat. Pasalnya, jalan yang bagus akan memudahkan akses pengangkutan hasil pertanian.

“Warga di sini mayoritas petani sayur. Dengan jalan seperti ini, insyaallah lebih mudah kirim hasil panen ke pasar,” tambahnya.

Kepala Desa Sukamanah, Asep Hasan, mengatakan pembangunan jalan tersebut bersumber dari dana bonus produksi panas bumi tahun 2025 yang diberikan oleh Star Energy Geothermal.

“Kami berterima kasih kepada Pak Bupati Dadang Supriatna atau Kang DS yang sudah memperjuangkan realisasi dana bonus panas bumi ini. Salah satunya dipakai untuk bangun jalan di Kampung Babakan Anyar,” ujarnya.

Menurut Asep, dana tersebut dialokasikan untuk beberapa titik strategis di wilayah Desa Sukamanah yang memang sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur.

Berikut ini rincian pembangunan yang sudah direalisasikan:
Jalan Rabat Beton, berlokasi: Kampung Babakan Anyar RW 02 dan Kampung Mekar Mulya RW 12, Panjang: 250 meter, Lebar: 2,5 meter, Tebal: 10 cm, dengan Anggaran: Rp195 juta

Pembangunan Jalan Gang di 4 Dusun
Dimulai dari RW 03 Dusun 1Panjang: 500 meter Lebar: 1,2 meter, Tebal: 8 cm dengan Anggaran: Rp150.822.900 dan Finishing Kantor Desa Sukamanah, Anggaran: Rp195 juta

Asep Hasan berharap, pembangunan ini bisa berdampak positif dan langsung dirasakan oleh seluruh warga, serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan infrastruktur yang representatif.

“Mudah-mudahan warga bisa menikmati manfaatnya, mobilitas jadi mudah, ekonomi juga ikut meningkat,” ucapnya.***

Yans

Bupati Bandung Kang DS Kembali Roadshow ke Majalaya dan Ibun, Dorong Percepatan Operasional KMP

BANDUNG – YUTELNEWS com|| Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna kembali melaksanakan roadshow untuk mendorong percepatan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, pada Senin (13/10/2025).

Roadshow dalam rangka kunjungan kerja dan rapat koordinasi Koperasi Merah Putih (KMP) itu digelar di Aula Kecamatan Majalaya. Para Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Ketua BUMDes asal Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Ibun hadir pada pelaksanaan Roadshow Bupati Dadang Supriatna itu.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Bandung Dindin Syahidin, Kabag Tata Pemerintah Kabupaten Bandung Gugum Gumilar, Camat Majalaya Rofiran, Camat Ibun Akhmad Rifa’i, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah lainnya turut hadir pada rapat koordinasi KMP tersebut.

Bupati Bandung Dadang Supriatna turut memberikan arahan kepada para Kepala Desa, Ketua Koperasi Merah Putih, Ketua BPD, dan Ketua BUMDes untuk mensukseskan program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Bandung. Sesuai hakekat dan karakter koperasi adalah dari, oleh dan untuk anggota koperasi.

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna turut menjelaskan kondisi atau perkembangan Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Bandung saat ini.

“Setelah saya melakukan kunjungan hampir 24 kecamatan, tentu pariatif ada yang sudah berjalan, tapi presentasenya baru sekitar 5%. Ada yang persiapan kurang lebih 10% dan memang kalau sudah berjalan secara bergerai semua juga sudah siap,” ujar Kang DS dalam keterangannya.

“Namun secara operasional ini masih pariatif, sehingga saya sengaja roadshow ke masing-maisng kecamatan dihadiri dengan para Kepala Desa, Ketua Koperasi Desa Merah Putih, Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih, ada BPD, ada juga BUMDes,” imbuhnya.

Bupati Kang DS berharap koperasi ini betul-betul bisa berjalan secara maksimal karena di Kabupaten Bandung sumber daya alamnya sudah mumpuni dan sudah tersedia.

“Tinggal bagaimana kreativitas dan inovasi dari Ketua Koperasi Desa Merah Putih, dan Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih, dan masyarakat berbaur, sehingga akan menumbuhkembangkan potensi-potensi yang ada di masing-masing desa. Koperasi sebagai obtaker dan suplai, sehingga para pengusaha ataupun para petani dan juga para pelaku usaha UMKM di masing-masing desa bisa terwadahi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini,” tuturnya.

Kang DS mengatakan, bahwa pihaknya selaku pemerintah daerah, dan ia selaku Ketua Satgas akan fokus bagaimana Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bandung betul-betul bisa berjalan dengan baik. Tentunya dalam proses operasionalnya antara Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih ini berkolaborasi dengan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang berada di 361 dapur rencananya yang tersebar di Kabupaten Bandung.

“Dengan harapan hasil produksi (pertanian, budidaya ikan maupun hal lainnya) yang dihasilkan masyarakat di tampung oleh koperasi dan disuplai kepada dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) yang ada di masing-masing kecamatan. Ini artinya bahwa ekonomi kerakyatan ini bisa berputar,” harapnya.

Bupati Bandung mengatakan bahwa uang yang akan turun ke Kabupaten Bandung dalam program MBG itu tidak kurang dari Rp5,4 triliun per tahun.

“Kalau ini dimaksimalkan, maka ekonomi sirkularnya akan luar biasa. Ini akan terjadi perputaran selama 1 tahun mencapai Rp5,4 triliun. Sehingga saya akan fokus mengawal kolaborasi antara Koperasi Merah Putih dengan MBG-nya,” tuturnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini turut mengungkapkan program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto, yaitu Sekolah Rakyat.

“Sekolah rakyat ini yang tentu luar biasa juga dan juga sudah ada sekolah rintisan yang saat ini sudah ditampung di kawasan Si Jalak Harupat,” ujarnya.

Kang DS berharap dengan adanya Koperasi Merah Putih ini akan terjalin gotong royong dan seluruh masyarakat, karena karakter hakekat daripada koperasi itu dari oleh untuk anggota.

“Saya berharap masyarakat harus bangkit kembali, sehingga masyarakat harus mempunyai inovasi, dan kreatifitas karena melalui Koperasi Merah Putih ini juga akan membuka lapangan pekerjaan atau usaha baru. Sehingga insya Allah angka pengangguranpun akan menurun dan berkurang, laju pertemuan ekonomi pun akan meningkat,” ujarnya.

Kang DS mentargetkan dalam waktu dua bulan kedepan atau Desember 2025, sebanyak 270 Koperasi Desa Merah Putih dan 10 Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Bandung betul-betul bisa berjalan dengan harapan.

“Insya Allah, saya akan kejar dalam waktu dua bulan kedepan, sehingga Desember 2025 mendatang bisa selesai. Sehingga Januari 2026 bisa berjalan sesuai dengan harapan dan kita bisa running,” pungkasnya.**

 

Yans

Kades Marga Mukti Apresiasi Program Bonus Produksi Bupati Bandung, 12 Titik Jalan Kini Dibangun.

Bandung -YUTELNEWS com|| Kepala Desa Marga Mukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, H. Odang Kusnadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Bandung, Dadang Supriatna, atas terealisasinya pembangunan jalan hotmix yang bersumber dari program bonus produksi panas bumi tahun 2025.

Menurut Odang, pembangunan jalan tersebut dilaksanakan di 12 titik wilayah Desa Marga Mukti. Dari jumlah itu, 11 titik menggunakan hotmix dan 1 titik lainnya berupa rabat beton.

Lima di antaranya bahkan merupakan jalan dari nol ( Tanah Merah) yang sebelumnya belum pernah tersentuh program pembangunan apa pun.

“Lima titik ini betul-betul dari nol, dari tanah. Kalau musim hujan becek, kalau kemarau berdebu. Alhamdulillah tahun ini insyaallah jalannya akan bagus dan mulus,” ujar Kades Odang saat ditemui di Desa Marga Mukti, pada Senin (13/10/2025).

Selain meningkatkan akses antarwilayah, pembangunan tersebut juga menjadi bukti nyata pemanfaatan dana bonus produksi panas bumi yang sebagian besar dikembalikan kepada desa-desa penyangga di sekitar proyek energi panas bumi Wayang Windu, Star Energy Geothermal Pangalengan.

Desa Marga Mukti menjadi salah satu penerima manfaat program itu. Beberapa titik jalan kini mulai dikerjakan, di antaranya:

Kampung Rancamanyar, dengan volume panjang 160 meter dan lebar 3 meter,anggaran Sekitar Rp.90 juta menggunakan anggaran dari satu titik lokasi.

Kampung Los Cimaung, dengan volume panjang 420 meter dan lebar 2,3 meter, menggunakan anggaran sekitar Rp 170 juta per titik.

“Sesuai arahan Bapak Bupati, sebagian besar bonus produksi tahun ini kita alokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan. Alhamdulillah masyarakat menyambut baik program ini,” katanya.

Odang menuturkan, program ini berdampak besar bagi masyarakat desa, terutama dalam memperlancar mobilitas warga dan mendukung kegiatan ekonomi lokal.

“Transportasi masyarakat jadi lebih mudah. Kami atas nama Pemerintah Desa dan warga Marga Mukti mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Dadang Supriatna. Program bonus produksi ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Odang.

Ia menambahkan, keberlanjutan program seperti ini menjadi wujud nyata komitmen Pemkab Bandung dalam membangun daerah hingga ke pelosok desa.

“Insyaallah Kabupaten Bandung akan semakin Bedas.,” pungkasnya.***

 

Yans

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.