Musim Kemarau Ancam Kesehatan, WHO Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

YUTELNEWS.COM – Musim kemarau yang ditandai dengan suhu panas dan kondisi udara kering berpotensi menimbulkan berbagai dampak terhadap kesehatan masyarakat. Organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), mengingatkan bahwa cuaca panas ekstrem tidak boleh dianggap sepele.

Berdasarkan publikasi resmi WHO bertajuk “Heat and Health”, paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari dehidrasi, gangguan pernapasan, hingga kondisi serius seperti heatstroke yang berpotensi mengancam jiwa.

WHO juga menegaskan bahwa kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta penderita penyakit kronis memiliki risiko lebih tinggi terhadap dampak musim panas.

“Paparan suhu tinggi yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko kematian dan memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada,” demikian disampaikan WHO dalam rilis resminya.

Beragam Dampak yang Perlu Diwaspadai

Sejumlah dampak kesehatan yang umum terjadi saat musim kemarau antara lain:

Dehidrasi akibat kurangnya asupan cairan

Gangguan pernapasan karena meningkatnya debu dan polusi

Masalah kulit akibat paparan sinar matahari berlebih

Risiko keracunan makanan karena suhu tinggi

Antisipasi dan Imbauan WHO

Sebagai langkah pencegahan, World Health Organization memberikan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat:

Memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi

Menghindari aktivitas berat di bawah terik matahari, terutama siang hari

Menggunakan pelindung seperti topi, pakaian tertutup, dan tabir surya

Menjaga kebersihan makanan dan minuman

Memastikan lingkungan tetap sejuk dan memiliki ventilasi yang baik

Memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan

Perlu Peran Bersama

WHO juga menekankan pentingnya peran pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau, termasuk penyediaan air bersih, edukasi kesehatan, serta kesiapan layanan medis.

Seiring meningkatnya suhu global akibat perubahan iklim, kejadian panas ekstrem diperkirakan akan semakin sering terjadi. Oleh karena itu, langkah antisipatif dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan di tengah musim kemarau.

Sumber:
World Health Organization (WHO), Heat and Health (2024) dan rilis “How summer heat impacts health and how to #KeepCool” (2025)

(Editor: Darmansyah | Yutelnews.com)

Dinkes Kabupaten Bandung, Upaya Cegah Penyebaran TBC, Gencarkan Skrining Kesehatan Masyarakat.

Bandung – YUTELNEWS.com// Upaya pencegahan penyebaran penyakit menular terus diperkuat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung melalui kegiatan skrining kesehatan masyarakat, khususnya untuk mendeteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC).

Kegiatan skrining TBC tersebut dilaksanakan bersama UPT Puskesmas Solokan Jeruk di Desa Solokan Jeruk, Kecamatan Solokan Jeruk, pada Jumat (13/3/2026).

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat yang terlihat dari tingginya partisipasi warga dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Solokan Jeruk Rahmatullah Mukti Prabowo bersama jajaran Dinas Kesehatan serta pemerintah Desa Solokan Jeruk.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmatullah menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Menurutnya, upaya pencegahan penyakit menular perlu dilakukan secara terpadu agar masyarakat dapat hidup lebih sehat.

“Kolaborasi dalam mendukung program pemerintah daerah bersama para stakeholder merupakan bentuk komitmen bersama, khususnya dalam upaya pencegahan penyakit agar masyarakat Solokan Jeruk dapat hidup lebih sehat,” ujarnya.

Melalui kegiatan skrining ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara langsung guna mengetahui kondisi kesehatannya, terutama terkait kemungkinan terpapar penyakit TBC yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Solokan Jeruk, Dedeh, menyampaikan bahwa kegiatan skrining merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam upaya pengendalian penyakit menular di masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa meskipun jumlah kasus TBC di wilayah Kecamatan Solokan Jeruk relatif rendah, upaya pencegahan tetap harus dilakukan secara optimal.

“Walaupun jumlah kasus TBC di Kecamatan Solokan Jeruk relatif sedikit,

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung atas arahan Bupati Bandung terus mendorong upaya pencegahan agar penyakit menular ini dapat dikendalikan sejak dini,” ungkapnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan tersebut juga disertai dengan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyakit menular serta pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya penyakit menular serta pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan skrining ini mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat.

Hal tersebut terlihat dari tingginya antusiasme warga yang datang untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan.

“Alhamdulillah, minat masyarakat untuk mengikuti skrining TBC sangat tinggi.

Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan,” katanya.

Melalui kegiatan skrining yang dilakukan secara berkala, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung berharap upaya pengendalian serta pemantauan kasus penyakit menular dapat dilakukan secara lebih efektif.

Dengan langkah preventif dan edukatif tersebut, diharapkan angka kasus TBC dapat terus ditekan sehingga masyarakat Kabupaten Bandung dapat hidup lebih sehat serta terhindar dari berbagai penyakit menular.

 

Yans.

Grand Launching SPPG Karang Tengah: Kades Agung Pratama Putra dan Gesty Probowati W,S.I.P,PMSi Komitmen Sukseskan Program MBG

 YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Desa Karang Tengah resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Grand launching ini berlangsung meriah dan dihadiri Kepala Desa Karang Tengah, Agung Pratama Putra, S.I.P., Gesty Probowati, W,S.I.P, PMSi unsur pemerintah, pengelola program, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga.kamis ( 12/3/2026 )

Peluncuran SPPG merupakan langkah strategis yang diambil pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Program MBG diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi secara optimal sekaligus mendorong pertumbuhan sehat, cerdas, dan berkualitas bagi generasi muda di Desa Karang Tengah.

Dalam sambutannya, Kades Agung Pratama Putra menekankan pentingnya program MBG sebagai investasi masa depan.

“Program ini adalah langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Kehadiran SPPG memastikan anak-anak kita mendapatkan gizi yang optimal, sehingga mereka dapat tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Kades Agung juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal yang mendukung program ini. Ia menilai bahwa partisipasi warga dalam penyediaan bahan baku makanan menjadikan program MBG lebih efektif dan berdampak langsung pada ekonomi lokal.

Gesty Probowati W,S.I.P,Pmsi menambahkan, keberhasilan program MBG sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak.

“Keterlibatan UMKM dan warga sekitar dalam penyediaan bahan pangan menjadikan program ini tidak hanya menyehatkan anak-anak, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi desa. Ini membuka peluang usaha baru sekaligus memberdayakan masyarakat lokal,” jelasnya.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan program prioritas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan gizi yang baik.

Program ini dirancang untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan asupan nutrisi seimbang, sebagai fondasi tumbuh kembang yang sehat.

Selain manfaat kesehatan, program MBG juga berpotensi meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang. Dengan adanya SPPG, masyarakat di Desa Karang Tengah dapat belajar memilih makanan yang sehat, bergizi, dan bermanfaat bagi perkembangan anak-anak.

Melalui peluncuran SPPG ini, pemerintah desa bersama semua pihak berharap program MBG berjalan efektif dan berkelanjutan. Dukungan penuh dari kepala desa, pengelola program, tokoh masyarakat, dan warga membuat Desa Karang Tengah optimis mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Dengan langkah ini, Desa Karang Tengah siap menjadi contoh desa peduli gizi dan pendidikan anak, sekaligus menghadirkan dampak positif bagi kesehatan masyarakat dan ekonomi lokal.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Pelantikan Ketua TP PKK Desa Pawenang Periode 2025–2030, Kades Hilman Nulhakim Tegaskan Komitmen Bangun Desa dari Keluarga

YUTELNEWS.com | Sukabumi ,Pemerintah Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi menggelar pelantikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Pawenang periode 2025–2030 dengan suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Jum’at ( 13/2/2026 )

Pelantikan tersebut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta jajaran kader PKK. Momentum ini menjadi awal penguatan peran perempuan dalam mendukung pembangunan desa berbasis keluarga.

Kepala Desa Pawenang, Hilman Nulhakim, dalam sambutannya menegaskan bahwa TP PKK merupakan mitra strategis pemerintah desa dalam menjalankan program pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap kepengurusan baru agar mampu bekerja solid, inovatif, dan berdampak langsung bagi warga.

“PKK adalah garda terdepan dalam membangun ketahanan keluarga. Pemerintah desa siap bersinergi dan mendukung setiap program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tegas Hilman.

Ketua TP PKK Desa Pawenang yang baru dilantik juga menyampaikan komitmennya untuk mengoptimalkan 10 Program Pokok PKK, mulai dari penguatan nilai-nilai Pancasila, peningkatan kualitas kesehatan keluarga, pencegahan stunting, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan UMKM desa.

Dengan pelantikan ini, diharapkan sinergi antara Pemerintah Desa Pawenang dan TP PKK semakin kuat dalam mewujudkan keluarga yang mandiri, sehat, dan sejahtera di Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi periode 2025–2030.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Gerak Sehat dari Balik Jeruji: Warga Binaan Lapas Kelas IIA Pekanbaru Gelar Senam Bersama

YUTELNEWS.comPEKANBARU || Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mengikuti kegiatan senam bersama yang dilaksanakan di lapangan dalam Lapas, Jumat pagi (06/02/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kebugaran jasmani serta meningkatkan kesehatan fisik dan mental warga binaan.

Senam bersama tersebut diikuti oleh ratusan warga binaan dengan penuh antusias yang dipandu oleh instruktur dan didampingi oleh petugas Lapas. Gerakan senam dipandu secara teratur dengan tetap memperhatikan keamanan dan ketertiban. Suasana kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, melalui Kepala Seksi Binadik Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Angki Setyo Andrianto menyampaikan bahwa kegiatan senam rutin merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Selain menjaga kesehatan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan disiplin, kebersamaan, serta pola hidup sehat selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas.

Melalui kegiatan positif seperti senam bersama, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan yang humanis, sekaligus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan kondusif.

(Desi Kabiro)

Reses Perdana DPRD Kabupaten Sukabumi 2026, Faisal Akbar Awaludin Serap Aspirasi Sosial dan Dorong UHC Tuntas

YUTELNEWS.com – Sukabumi ,Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Pemilihan (Dapil) III, Faisal Akbar Awaludin, melaksanakan Reses ke-1 Tahun Sidang 2026 pada Kamis (5/2/2026) yang digelar di Kampung Salakopi RT 01/04, Desa Lembursawah, sebagai momentum menyerap langsung aspirasi masyarakat di wilayah pemilihannya.

Dalam kegiatan reses tersebut, Faisal mengungkapkan bahwa mayoritas aspirasi yang disampaikan masyarakat, termasuk para tim sukses yang telah puluhan tahun berjuang bersama dirinya, didominasi persoalan sosial. Isu yang paling banyak mencuat antara lain BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang tidak aktif, pelayanan kesehatan, serta kebutuhan pembangunan posyandu.

“Saya tekankan kepada masyarakat yang hadir, aspirasi yang masuk saat ini mayoritas berkaitan dengan persoalan sosial. Seperti BPJS PBI yang tidak aktif dan kebutuhan posyandu. Semua itu akan saya teruskan langsung ke dinas terkait,” ujar Faisal.

Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi yang membidangi pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, pariwisata, dan kepemudaan, Faisal menegaskan komitmennya untuk tetap fokus memperjuangkan aspirasi yang sejalan dengan tugas pokok dan fungsi komisinya agar realisasi dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Aspirasi masyarakat memang ada juga yang menyangkut irigasi dan jalan. Namun untuk saat ini saya ingin tetap di rel saya, fokus di Komisi IV. Soal pembangunan fisik seperti jalan dan irigasi biarlah komisi lain yang membidangi. Kita saling menguatkan sesuai tugas masing-masing,” tegasnya.

Ke depan, Faisal berharap Kabupaten Sukabumi dapat terus bergerak menuju daerah yang lebih baik dan sejahtera. Ia secara khusus mendorong percepatan Universal Health Coverage (UHC) agar kepesertaan BPJS Kesehatan benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Saya sangat mendorong agar UHC segera tercapai. Kalau kepesertaan BPJS sudah aktif semua, masyarakat tidak akan pusing lagi saat berobat. Ke depan, visi misi berobat gratis cukup pakai KTP bisa benar-benar berjalan,” ungkapnya.

Menurut Faisal, kebijakan berobat gratis menggunakan KTP merupakan program yang sangat mulia dan wajib direalisasikan.

“Masa di Kabupaten Sukabumi tidak bisa? Ini visi misi yang harus kita perjuangkan bersama. Kesehatan masyarakat adalah prioritas utama,” pungkasnya.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi)Reses Perdana DPRD Kabupaten Sukabumi 2026, Faisal Akbar Awaludin Serap Aspirasi Sosial dan Dorong UHC Tuntas

YUTELNEWS.com – Sukabumi ,Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Pemilihan (Dapil) III, Faisal Akbar Awaludin, melaksanakan Reses ke-1 Tahun Sidang 2026 pada Kamis (5/2/2026) yang digelar di Kampung Salakopi RT 01/04, Desa Lembursawah, sebagai momentum menyerap langsung aspirasi masyarakat di wilayah pemilihannya.

Dalam kegiatan reses tersebut, Faisal mengungkapkan bahwa mayoritas aspirasi yang disampaikan masyarakat, termasuk para tim sukses yang telah puluhan tahun berjuang bersama dirinya, didominasi persoalan sosial. Isu yang paling banyak mencuat antara lain BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang tidak aktif, pelayanan kesehatan, serta kebutuhan pembangunan posyandu.

“Saya tekankan kepada masyarakat yang hadir, aspirasi yang masuk saat ini mayoritas berkaitan dengan persoalan sosial. Seperti BPJS PBI yang tidak aktif dan kebutuhan posyandu. Semua itu akan saya teruskan langsung ke dinas terkait,” ujar Faisal.

Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi yang membidangi pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, pariwisata, dan kepemudaan, Faisal menegaskan komitmennya untuk tetap fokus memperjuangkan aspirasi yang sejalan dengan tugas pokok dan fungsi komisinya agar realisasi dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Aspirasi masyarakat memang ada juga yang menyangkut irigasi dan jalan. Namun untuk saat ini saya ingin tetap di rel saya, fokus di Komisi IV. Soal pembangunan fisik seperti jalan dan irigasi biarlah komisi lain yang membidangi. Kita saling menguatkan sesuai tugas masing-masing,” tegasnya.

Ke depan, Faisal berharap Kabupaten Sukabumi dapat terus bergerak menuju daerah yang lebih baik dan sejahtera. Ia secara khusus mendorong percepatan Universal Health Coverage (UHC) agar kepesertaan BPJS Kesehatan benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Saya sangat mendorong agar UHC segera tercapai. Kalau kepesertaan BPJS sudah aktif semua, masyarakat tidak akan pusing lagi saat berobat. Ke depan, visi misi berobat gratis cukup pakai KTP bisa benar-benar berjalan,” ungkapnya.

Menurut Faisal, kebijakan berobat gratis menggunakan KTP merupakan program yang sangat mulia dan wajib direalisasikan.

“Masa di Kabupaten Sukabumi tidak bisa? Ini visi misi yang harus kita perjuangkan bersama. Kesehatan masyarakat adalah prioritas utama,” pungkasnya.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi)

Jaga Kebugaran dan Kedisiplinan, Ratusan Warga Binaan Lapas Pekanbaru Semangat Ikuti Senam Pagi

YUTELNEWS.comPEKANBARU ||Pagi yang cerah menyelimuti Lapas Kelas IIA Pekanbaru pada Jumat (30/01/2026). Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) memadati lapangan utama untuk mengikuti kegiatan senam pagi rutin. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya pemenuhan hak kesehatan bagi para warga binaan.

Di bawah pengawasan ketat dari Regu Pengamanan (Rupam) dan petugas dari seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), para warga binaan tampak antusias mengikuti instruksi gerakan dari instruktur. Selain untuk menjaga imunitas tubuh, kegiatan ini menjadi instrumen penting dalam memelihara kedisiplinan dan keteraturan hidup di dalam Lapas.

Kegiatan senam ini merupakan agenda wajib yang dilaksanakan secara rutin setiap minggunya, tepatnya pada hari Jumat dan Sabtu. Seluruh warga binaan diwajibkan berpartisipasi guna memastikan kondisi fisik mereka tetap prima selama menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjaga kesehatan lingkungan Lapas melalui aktivitas fisik.

“Kesehatan adalah modal utama bagi warga binaan untuk mengikuti program pembinaan lainnya dengan baik. Melalui senam rutin ini, kita berupaya menjaga imunitas mereka tetap stabil dan memberikan energi positif, sehingga suasana di dalam Lapas tetap kondusif dan produktif,” ujar Yuniarto.

Manfaat dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh para peserta. Andri, salah satu warga binaan yang turut berkeringat di lapangan, mengaku sangat menantikan momen senam pagi ini setiap pekannya.

“Badan terasa lebih segar dan pikiran jadi lebih tenang kalau sudah olahraga begini. Ini juga jadi kesempatan kami untuk menghirup udara segar dan bergerak aktif bersama teman-teman yang lain,” ungkap Andri.

Dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berharap dapat membentuk pribadi warga binaan yang tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga memiliki kedisiplinan tinggi sebagai bekal saat kembali ke masyarakat nantinya.

(Desi Kabiro)

Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Lanud RSA Natuna Laksanakan Olahraga

Natuna – Yutelnews.com ||
Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (Lanud RSA) Natuna melaksanakan olahraga bersama di Hanggar Lanud RSA, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (6/1/2026).

Kegiatan tersebut diikuti Komandan Lanud RSA Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., para Kepala Dinas, Dansatrad 201 Ranai, dan Perwira Lanud RSA dan Skadron Udara 52.

Olahraga bersama diawali dengan apel pagi, dan dilanjutkan pemanasan yang dipandu Seksi Pembinaan Jasmani dan Kemiliteran (Sie Binjaskemil) Dispers Lanud RSA.

Selanjutnya, personel melaksanakan olahraga umum meliputi latihan teknis lapangan indoor, bola voli, futsal, bulu tangkis, dan bola basket sesuai minat masing-masing.

Olahraga rutin ini bertujuan menjaga kebugaran fisik dan daya tahan tubuh personel, terutama menghadapi perubahan cuaca di wilayah Natuna.

(Bani)

Diduga Management RS Elisabet Langgar UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan

YUTELNEWS.com / Management Rumah Sakit (RS) Elisabet Batam Kota diduga Langgar UU tentang kesehatan Rumah Sakit. Kejadian tersebut saat salah satu pasien korban Laka Lantas meminta surat rujukan. Sehingga Proses rujukan pasien korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam Kota menjadi sorotan publik. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 27 Desember 2025, dan mencuat pada Senin, 29 Desember 2025.

Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media di lapangan, salah satu korban laka lantas dalam kondisi kritis dilarikan ke RS Santa Elisabeth Batam Kota untuk mendapatkan penanganan medis awal.

Walaupun Pihak rumah sakit disebut telah memberikan pelayanan awal kepada pasien, Namun, karena keterbatasan dokter spesialis dan peralatan medis, pihak rumah sakit berencana merujuk pasien ke rumah sakit lain yang dinilai memiliki fasilitas lebih memadai, yakni RS Bunda Halimah.

Persoalan muncul saat proses rujukan hendak dilakukan. Pihak keluarga pasien mengaku diminta untuk melunasi terlebih dahulu biaya perawatan yang telah berjalan sebelum pasien dapat dirujuk.

Padahal, menurut keterangan keluarga, kasus tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas yang proses klaim Jasa Raharja sedang dalam pengurusan.

“Ini kan kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja sedang kami urus. Kami mohon kebijakan agar pasien bisa segera dirujuk karena kondisinya kritis,” ujar pihak keluarga kepada awak media.

Sementara itu, salah satu perawat di RS Santa Elisabeth Batam Kota menyampaikan bahwa pelayanan medis telah diberikan dan terkait pembayaran merupakan kebijakan internal rumah sakit.

Dan ketika salah satu Pihak Keluarga Meminta tentang pernyataan secara tertulis, bahwa ternyata  harus pembayaran terlebih dahulu.

“Kalau kita berikan bayarkan langsung,”ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebelum rujukan dilakukan dan terekam oleh awak media.

Setelah keluarga melihat situasi pasien yang tidak ingin dipublikasikan namanya dalam pemberitaan, salah satu keluarganya melakukan peminjaman uang pada saat itu untuk pembayaran dengan nominal Rp4.500.000 lebih supaya pihak rumah sakit bisa mengeluarkan rujukan. Terlihat jelas Rumah Sakit Elisabeth lebih mementingkan uang daripada nyawa seorang pasien yang terbaring di rumah sakit.

Berharap kepada Kepala Dinas Kesehatan dan khususnya untuk Dewan Perwakilan Rakyat untuk melakukan tindakan terhadap pihak rumah sakit biar perilaku seperti ini tidak terjadi lagi karena ini sudah kesekian kali terjadi di Rumah Sakit Kota Batam ini, namun rumah sakit yang melakukan hal tersebut belum mendapatkan tindakan yang serius.

Situasi ini mendapat perhatian awak media yang menjalankan fungsi kontrol sosial, dengan mengacu pada sejumlah regulasi pelayanan kesehatan, di antaranya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Rumah Sakit.

Merujuk pada Diduga Management RS Elisabet Langgar UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan menggantikan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, rumah sakit wajib memberikan pelayanan gawat darurat bagi pasien dalam kondisi darurat medis tanpa memandang status pembayaran di awal. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, perlindungan bagi masyarakat, serta mengatur kewenangan dan tanggung jawab tenaga kesehatan.

Redaksi menegaskan bahwa pemberitaan ini disampaikan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial pers dan membuka ruang seluas-luasnya bagi hak jawab serta klarifikasi dari seluruh pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih melakukan konfirmasi dan klarifikasi resmi dari manajemen RS Santa Elisabeth Batam Centre serta keterangan dari Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya. /Rls -Red

Bersambung..

Pelayanan Prima RSUD Pemangkat Mendapat Apresiasi Masyarakat

Yutelnews.com
Sambas – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pemangkat, Kabupaten Sambas, kembali mendapat penilaian positif dari masyarakat atas kualitas pelayanan kesehatannya. Pada Jumat, 19 Desember 2025, sekitar pukul 09.00 WIB, pelayanan yang diberikan kepada pasien dinilai sangat baik, profesional, dan humanis.

Hasil konfirmasi langsung kepada beberapa pasien menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi. Di antaranya adalah pasien penderita penyakit gondok atas nama Julia, pasien dengan gangguan paru-paru, serta pasien yang mengalami patah tulang. Para pasien tersebut menyampaikan rasa syukur dan menyatakan bahwa pelayanan yang mereka terima berjalan dengan lancar, cepat, dan penuh perhatian.

Tenaga medis dan staf rumah sakit dinilai sigap dalam menangani pasien, mulai dari proses pendaftaran hingga tindakan medis. Sikap ramah, komunikasi yang jelas, serta ketepatan dalam pelayanan menjadi poin utama yang dirasakan langsung oleh pasien dan keluarga.

Apresiasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sambas dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Dengan pelayanan yang terus dijaga dan ditingkatkan, RSUD Pemangkat diharapkan mampu menjadi fasilitas kesehatan yang semakin dipercaya dan diandalkan oleh masyarakat Kabupaten Sambas dan sekitarnya.
Reporter ,bani

Anggota DPRD Propinsi Agung Yansusan ST, S.Ag, Turut Hadir Dukung Program Gizi, Pencegahan Stanting

Bandung – YUTELNEWS com|| Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat kembali melaksanakan program Pemberian Paket Protein Hewani sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan stunting di wilayah Jawa Barat. Kali ini kegitan tersebut berlangsung di Aula Desa Cangkuang Kulon Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. pada Kamis (20/11/2025).

Menariknya dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Agung Yansusan ST, S.Ag, MUD dari Fraksi Partai Golongan Karya yang hadir memberikan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah dalam menekan angka stunting.

Dalam kesempatan itu, masyarakat menerima paket pangan berisi protein hewani seperti susu, telur, dan produk peternakan lainnya. Program ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak pada masa pertumbuhan dan mencegah risiko gagal tumbuh sejak dini.

Anggota DPRD Provinsi Agung Yansusan ST, S.Ag menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, hingga perangkat desa menjadi kunci keberhasilan program.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DKPP Jawa Barat atas konsistensinya menjalankan program gizi untuk masyarakat.

Jadi kegitan ini datang dari APBD provinsi yang berupa penambahan. Namun, sebelumnya tidak ada tapi kita komisi II karena merasa Kabupaten Bandung ini salah satu target prioritas untuk pementasan stunting diminta ada tambahan nya,” terangnya

“Nah, akhirnya alhamdulilah disetujui oleh dinas untuk bisa di titik ini, jadi harapannya ini tidak susten cuma ngasih sekarang untuk sekian minggu,” jelasnya

Kegitan tersebut, imbuh Agung, tadi ada edukasi juga kesadaran dari pemerintah setempat kecamatan, desa menduplikasi program yang sama bahkan yang lebih inovatif bagaimana caranya tidak ada yang stunting lagi

“Mohon juga temen temen wartawan kalau bikin konten atau berita tolong bikin berita atau konten betapa pentingnya protein hewani dalam asupan makanan sehari hari. Saya optimis dengan keseriusan seperti ini bisa terus menekan angka stunting,” Tukasnya

 

Yans.

Peluang Besar Superlife, Konsumsi Stem Cell (STC30) Selain Dapat Money juga untuk Kesehatan dan Kesembuhan

YUTELNEWS.com | Pentingnya kita Konsumsi Stem Cell (STC30), Beberapa Manfaat untuk kesehatan dan kesembuhan mulai dari Benjolan di Leher, Stroke, Kanker, Pesakit Buah Pinggang dan Lainnya. Selain itu dengan Join Superlife maka akan mendapatkan Income sehingga menjadi Usahawan dan Jutawan.

Berikut Manfaatnya

Konsumsi Stem Cell (STC30) Untuk Kesehatan dan Kesembuhan

Stem Cell Bekerja dalam 6 Cara,

  • Meremajakan Sel Tua,
  • menggandakan Sel baik,
  • memulihkan sel sakit,
  • menggantikan sel mati,
  • memperbaiki sel rusak,
  • membersihkan darah dan mengembalikan fungsi normal tubuh

Kelebihan SCC+ (STC30) :

  • Menangani perut buncit
  • Mengawal obesiti
  • Mengelakkan Kanser Kolon
  • Memperbaiki Sistem Kolon,

Peluang ini yang Sakit bisa sembuh, yang Susah bisa Senang, dan yang Miskin Bisa Kaya!

Tunggu apalagi “Join maka akan mendapatkan income fantasti”

Untuk informasi Marketing Play, Konsultasi dan Keuntungan Join,

Hub Admin 0822 8305 1202

Gmail : yutelnews@gmail.com

Salah satu Produk Superlife

“Superlife Sangat Super Berjuang Selama Ada Nyawa”

Bupati Kang DS Gerak Cepat Bantu Warga Penderita Tumor Rahim 12 CM

YUTELNEWS.com | Banyak warga yang kurang diuntungkan dengan kebijakan BPJS Kesehatan. Meski bertahun-tahun menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan rutin membayar iuran bulanan tanpa pernah menggunakan fasilitasnya, ketika kondisi ekonomi menurun dan iuran tertunggak, peserta justru menghadapi kendala saat membutuhkan layanan kesehatan.

Kasus serupa terjadi di Kabupaten Bandung. Salah satunya dialami oleh Novianti Safitri, warga Kecamatan Pameungpeuk. Ia menderita tumor berukuran 12 cm di rahimnya. Namun, karena status kepesertaan BPJS Kesehatannya tertunda akibat tunggakan iuran, ia tidak dapat segera mendapatkan penanganan medis.

Mendengar keluhan tersebut, Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang akrab disapa Kang DS, langsung turun tangan membantu. Dengan kepedulian dan respon cepatnya, Kang DS melunasi tunggakan iuran BPJS Kesehatan Novianti sehingga kepesertaannya kembali aktif.

Berbekal kepesertaan yang telah aktif, Novianti akhirnya dapat segera menjalani pemeriksaan dan pengobatan lanjutan tanpa kendala administrasi. Hasil pemeriksaan USG menunjukkan bahwa tumor berukuran 12 cm di rahimnya tersebut harus segera dioperasi agar nyawanya dapat terselamatkan.

Melalui pesan singkat, Novianti dan keluarganya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Bandung.

“Terima kasih Pak Bupati Bandung atas bantuan nyata yang telah diberikan kepada saya. Ya Allah, semoga Pak Bupati selalu diberi kesehatan, panjang umur, dan rezeki yang melimpah. Rasanya seperti mimpi mendapat pertolongan ini,” ungkapnya haru.

Kang DS menegaskan bahwa pemerintah daerah dan Aparatur Sipil Negara (ASN) harus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam hal pelayanan kesehatan.

“ASN harus selalu hadir untuk masyarakat, terutama dalam hal kesehatan. Tidak boleh ada warga Kabupaten Bandung yang kesulitan berobat hanya karena kendala administrasi. Kesehatan masyarakat adalah prioritas utama kami,” tegas Kang DS.

Kejadian ini menegaskan komitmen Kang DS dalam mewujudkan Kabupaten Bandung yang Lebih Bedas (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera), di mana masyarakat senantiasa mendapatkan perlindungan dan pelayanan yang layak.

Yans.

TB Kelenjar Derita Syamsuddin, ALPENA Ajak Warga Natuna Bergerak Bersama

NatunaYUTELNEWS.com
Sedanau, 25 September 2025 —
Aliansi Peduli Natuna (ALPENA) yang dipimpin oleh Rahayu Christinawati melakukan kunjungan sosial ke Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kamis (25/9). Kunjungan tersebut ditujukan untuk memberikan perhatian khusus kepada Syamsuddin, warga Kelurahan Sedanau, Jalan Pusara RT 03 RW 04, seorang pegawai honorer kantor Camat Bunguran Barat yang tengah berjuang melawan penyakit serius.

Syamsuddin didiagnosa menderita A18-2 Tuberculous Peripheral Lymphadenopathy atau yang lebih dikenal dengan TB Kelenjar, yaitu penyakit TBC yang menyerang kelenjar getah bening. Kondisi ini ditandai dengan pembengkakan pada leher, nyeri, serta melemahkan kondisi tubuh. Sejak tahun 2023, Syamsuddin telah menjalani operasi di RS Awal Bros Batam akibat pembengkakan pada leher bagian kanan.

Usai operasi tersebut, Syamsuddin sebenarnya diwajibkan menjalani kontrol lanjutan untuk memastikan pemulihan berjalan baik. Namun karena keterbatasan ekonomi serta faktor geografis yang sulit, kewajiban itu tidak dapat dilaksanakan. Dari Sedanau menuju Batam melalui jalur laut membutuhkan waktu hingga dua hari perjalanan, sementara jalur udara yang hanya memakan waktu sekitar satu jam tidak mampu ia tempuh karena keterbatasan biaya.

Akibat kondisi ini, penyakit Syamsuddin kembali kambuh pada Agustus 2025 dengan pembengkakan di sisi kiri leher yang semakin membesar hingga September.

“Tujuan ALPENA adalah membantu proses tindak lanjut pengobatan Syamsuddin, mulai dari rujukan ke RSUD Natuna hingga kembali ke RS Awal Bros Batam untuk operasi dan selanjutnya menjalani kemoterapi dua kali dalam sebulan,” ungkap Rahayu.

Dalam kunjungan tersebut, Rahayu bersama tim juga menyampaikan perihal izin dinas Syamsuddin kepada pihak Kecamatan Bunguran Barat. Pertemuan dilaksanakan sekitar pukul 13.45 WIB dan diterima langsung oleh Sekcam Bunguran Barat, Said Sukrillah, S.Pd.I., didampingi Kasi PMD (Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Kecamatan Bunguran Barat, Hadi Suarsa.

Sekcam Said Sukrillah menegaskan bahwa pihak kecamatan akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Natuna, khususnya melalui BKPSDM dan Dinas Kesehatan, agar mekanisme izin dinas serta proses rujukan medis Syamsuddin dapat berjalan sesuai aturan dan tidak terkendala waktu.

Keterangan serupa juga disampaikan dr. Ari, dokter Puskesmas Sedanau, saat bertemu Rahayu pada hari yang sama. Menurut dr. Ari, kondisi Syamsuddin sudah mengkhawatirkan dan memerlukan tindakan operasi segera.

Berdasarkan koordinasi, Syamsuddin akan dirujuk terlebih dahulu ke RSUD Natuna untuk perawatan awal, sebelum kemudian diteruskan ke RS Awal Bros Batam hingga proses pengobatan tuntas.

Selain itu, ALPENA bersama pihak terkait di Sedanau berencana menggelar donasi dan penggalangan dana guna membantu biaya operasional pengobatan Syamsuddin. Kegiatan ini akan berlangsung dalam dua hari ke depan.

Dukungan pemerintah kecamatan Bunguran Barat sangat besar terhadap aksi sosial ALPENA ini. “Harapan kita bersama, semoga segala urusan dimudahkan, dan saudara kita Syamsuddin dapat segera sembuh,” ujar Rahayu.

Dengan suara bergetar, Syamsuddin menyampaikan ucapan terima kasih saat diwawancarai awak media Yutelnews.
“Terima kasih banyak kepada semua pihak yang sudah peduli. Saya hanya bisa berdoa semoga Allah membalas kebaikan semuanya. Saya berharap bisa sembuh, agar bisa kembali bekerja dan mengabdi untuk masyarakat,” ungkap Syamsuddin.

Bagi masyarakat yang ingin membantu secara langsung, donasi dapat disalurkan melalui rekening pribadi Syamsuddin:
Bank BPD Kepri, Nomor Rekening: 152 21 00816, a.n. Syamsuddin.

Setiap uluran tangan, sekecil apa pun, akan sangat berarti untuk meringankan beban biaya pengobatan dan memberi harapan kesembuhan bagi beliau. Mari bersama kita wujudkan kepedulian nyata untuk sesama.

Red: Darmansyah Kabiro Natuna Yutelnews.com

Kasus AIDS di Batam Jadi Peringatan bagi Generasi Muda Natuna

Yutelnews.com – Natuna
Batam – Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh Batampos.co.id, Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat sebanyak 105 kasus Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) sepanjang Januari hingga Agustus 2025. Data ini menunjukkan kelompok usia produktif menjadi yang paling terdampak, khususnya mereka yang berada di usia 25–49 tahun.

Kelompok usia produktif tercatat 68 kasus atau sekitar 65 persen dari total. Disusul usia 20–24 tahun sebanyak 17 kasus (16 persen), dan usia di atas 50 tahun 16 kasus (15 persen). Sementara itu, remaja 15–19 tahun 3 kasus (3 persen), anak 5–14 tahun 1 kasus (1 persen), dan balita di bawah 4 tahun tidak ditemukan kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menekankan pentingnya perhatian terhadap kelompok usia produktif. “Usia produktif adalah kelompok yang aktif dalam kegiatan sosial dan ekonomi. Sangat penting bagi mereka memahami pencegahan HIV/AIDS dengan benar,” ujarnya.

Rilisan ini menjadi peringatan penting bagi anak-anak Natuna yang menuntut ilmu atau bekerja di Batam. Orang tua di Natuna diimbau untuk lebih proaktif dalam mengingatkan anak-anaknya agar selalu waspada terhadap risiko kesehatan. “Peran orang tua sangat vital. Jangan ragu untuk terus berbicara, memberi arahan, dan menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat, menjauhi perilaku berisiko, serta rutin memeriksakan kesehatan,” tambahnya. Pesan ini menjadi pengingat bahwa perhatian dan komunikasi keluarga dapat menjadi benteng pertama dalam melindungi anak-anak dari ancaman penyakit berbahaya.

Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) terus digalakkan untuk mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat, sekaligus menekan angka penularan HIV/AIDS. Didi menambahkan, “Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial sangat besar dalam membentuk pemahaman yang baik. Semakin cepat seseorang mengetahui kondisinya, semakin besar peluang penanganan bisa dilakukan dengan tepat.”

Dengan kesadaran bersama, angka kasus AIDS di Batam dapat ditekan. Rilisan ini juga menjadi pengingat bagi generasi muda Natuna untuk selalu menjaga kesehatan dan perilaku aman.

Harapan kita bersama di Natuna adalah agar daerah ini bebas dari ancaman penyakit berbahaya. Oleh karena itu, diharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna memberi arahan kepada Dinas Kesehatan Natuna untuk memantau keluar-masuknya anak-anak Natuna melalui pelabuhan dan bandara, terutama mereka yang telah lama beraktivitas di Batam, agar tetap terlindungi dari risiko penyakit ini.

Data dan informasi angka kasus dikutip dari: Rangga Yuliandra – Batampos.co.id
Reporter: Rengga Yuliandra – Yutelnews.com Natuna
(Red: Darmansyah)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.