Mentri Agama Menetapkan 1 Syawal 1447 H, Berdasarkan Sidang Isbat Jatuh pada Hari Sabtu 21 Maret 2026

Jakarta – YUTELNEWS.com//  Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diambil dalam Sidang Isbat yang digelar bersama para ulama, pakar astronomi, dan perwakilan organisasi Islam.

Penetapan tersebut didasarkan pada hasil hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pemantauan langsung) yang dilakukan di 117 titik di seluruh Indonesia. Hasilnya, tidak ada satu pun laporan yang menyatakan hilal terlihat, Hal tersebut disampaikannya melalui Pidato Resmi Mentri Agama Indonesia, Pada Kamis Malam 19 Maret 2026.

Sidang Isbat dihadiri berbagai unsur penting, di antaranya perwakilan Komisi VIII DPR RI, Majelis Ulama Indonesia, pimpinan ormas Islam, serta lembaga terkait seperti BMKG, BRIN, dan Institut Teknologi Bandung.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan, sidang isbat merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin kepastian waktu ibadah umat Islam sekaligus menjaga persatuan. “Sidang ini menjadi ruang musyawarah antara pemerintah, ulama, dan para ahli dalam menentukan awal bulan Hijriah yang menyangkut kepentingan umat secara luas,” ujarnya.

Berdasarkan data hisab, posisi hilal di Indonesia berada pada ketinggian antara 0 derajat 54 menit hingga 3 derajat 7 menit, dengan sudut elongasi antara 4 derajat 32 menit hingga 6 derajat 6 menit. Angka tersebut belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Kondisi itu diperkuat hasil rukyat di lapangan yang menyatakan hilal tidak terlihat di seluruh titik pemantauan, dari Aceh hingga Papua.

“Karena hilal tidak terlihat dan tidak memenuhi kriteria, maka disepakati 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” tegas Menteri Agama.

Dengan penetapan ini, umat Islam di Indonesia akan melaksanakan Hari Raya Idul Fitri secara serentak pada tanggal tersebut.***

 

 

Yans.

Gertaman Jadi Inovasi Cerdas: Bupati Bandung Kang DS dan Wakil BGN Soni Sonjaya, Panen Sayuran dari Lahan Tak Produktif

Bandung – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya secara resmi melaksanakan panen perdana program Gerakan Tanami Halaman (Gertaman) di areal Rumah Dinas Bupati, komplek Pemkab Bandung, pada Kamis (19/03/2026).

Keduanya memanen berbagai komoditi sayuran, seperti pakcoy, seledri, bayam, kangkung, dan ubi jalar, sebagai wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan daerah.

Dalam kesempatan itu, Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya mengapresiasi langkah terobosan Bupati Dadang yang meluncurkan program Gertaman di seluruh wilayah Kabupaten Bandung.

Program ini menurutnya, merupakan langkah cerdas untuk mengoptimalkan lahan pekarangan rumah atau kantor yang tidak produktif dengan ditanami berbagai komoditi bernilai ekonomi dengan waktu panen yang singkat.

Sony menilai program ini sangat bermanfaat untuk memperkuat gerakan ketahanan pangan dan membantu suplai kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Bandung.

“Inovasi ini layak dicontoh dan dikembangkan oleh daerah lain, karena hasil panen Gertaman dapat disalurkan ke SPPG sehingga mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar. Inovasi Pak Bupati luar biasa,” ujar Sony Sonjaya di sela-sela panen perdana.

Selain dapat mensuplai kebutuhan MBG untuk dapur SPPG sekitar, lanjut Sony, masyarakat juga mendapatkan penghasilan tambahan dari penjualan sayuran tersebut.

Oleh karena itu, kata Sony, jika dijalankan secara serius dan konsisten, program Gertaman ini dapat rutin memasok kebutuhan MBG sekaligus berperan menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Dadang Supriatna mengungkapkan, Gertaman secara resmi baru diluncurkan pada 23 Desember 2025 lalu di Kantor Kecamatan Soreang. Program ini bertujuan mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto dan MBG di Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah setelah dilaunching 23 Desember lalu, hari ini kita bisa melaksanakan panen perdana bersama Bapak Wakil Kepala BGN. Hasil panennya luar biasa,” jelas Bupati Dadang Supriatna.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu menyebut gerakan Gertaman ini adalah ikhtiar dan upaya nyata Pemkab Bandung untuk membangun kemandirian pangan keluarga di Kabupaten Bandung.

“Sejak awal diluncurkan, gagasannya adalah memanfaatkan lahan pekarangan tidak produktif untuk ditanami tanaman bernilai ekonomi dan waktu panennya singkat. Minimal untuk memenuhi kebutuhan pribadi, kalau surplus nanti bisa dijual di KDMP untuk support MBG,” tutur Bupati yang akrab disapa Kang DS.

Ia kembali mengajak masyarakat untuk menangkap peluang program MBG yang memiliki perputaran uang hingga Rp 5,4 triliun per tahun di daerah tersebut.

“Saya optimistis nanti hasil panen masyarakat juga akan memenuhi kebutuhan MBG karena kebutuhan MBG sangat besar,” ujarnya.

Berbagai komoditi tanaman, seperti cabai merah, cabai rawit, wortel, kol, pakcoy, bayam, dan terong, ditanam dalam program ini. Pemilihan komoditi didasarkan pada kebutuhan pasar dan potensi adaptasi tanaman di pekarangan.

Bupati Dadang mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bandung untuk berpartisipasi aktif dalam Gertaman guna mencapai kemandirian pangan dan stabilitas ekonomi keluarga.

“Mari kita bersama-sama memanfaatkan halaman rumah kita untuk ditanami tanaman dan sayuran yang produktif. Dengan begitu, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi daerah,” ajak Bupati.(**)

 

Yans.

H Cucun Ahmad Syamsurijal, Tinjau Langsung Posko Mudik, Apresiasi Penanganan Arus Mudik di Nagreg, Imbau Pemudik Jaga Keselamatan

Bandung – YUTELNEWS.com// Wakil Ketua DPR RI H Cucun Ahmad Syamsurijal mengapresiasi kinerja jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung dalam menangani arus mudik Lebaran, khususnya di titik rawan kemacetan seperti Cileunyi dan Nagreg.

Ia menyebut, perbaikan tata kelola lalu lintas di kawasan Nagreg menunjukkan hasil positif berkat sinergi antara kepolisian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung. Menurutnya, upaya tersebut menjadi pembelajaran dari tahun ke tahun dalam mengurai kepadatan kendaraan.

“Biasanya di Nagreg ini dari tahun ke tahun menjadi titik kemacetan. Alhamdulillah sekarang mengalami perbaikan tata kelola manajemen lalu lintas. Ini hasil sinergi kepolisian dan Dishub,” kata Cucun saat memantau arus mudik di Posko Induk Dishub Kabupaten Bandung, pada Rabu (18/03/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun hingga H-3 Lebaran, tercatat lebih dari 71 ribu kendaraan melintas di jalur tersebut pada pukul 11.00 hingga 14.00 WIB. Ia memprediksi jumlah tersebut akan terus meningkat dan berpotensi menyentuh angka sekitar 115 ribu kendaraan, seperti yang terjadi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam kapasitasnya sebagai pimpinan DPR RI, Cucun mengimbau para pemudik untuk selalu menjaga kondisi fisik dan mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan.

Ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama agar para pemudik dapat berkumpul bersama keluarga saat Hari Raya Idulfitri dalam kondisi selamat.

“Para pemudik harus menjaga stamina dan tertib berlalu lintas supaya bisa sampai tujuan dengan selamat, karena keluarga sudah menunggu,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi kehadiran posko pelayanan mudik yang menyediakan berbagai fasilitas bagi masyarakat, mulai dari bantuan saat cuaca hujan hingga pembagian takjil saat waktu berbuka puasa.

Menurutnya, kehadiran petugas di lapangan mencerminkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Menanggapi masih tingginya jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor, Cucun mengakui bahwa perjalanan dengan kendaraan roda dua memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian masyarakat.

Namun demikian, ia tetap mengingatkan pentingnya keselamatan dalam berkendara, terutama mengingat tingginya risiko kecelakaan.

“Kalaupun tetap menggunakan kendaraan roda dua, harus betul-betul menjaga keselamatan dan disiplin berlalu lintas,” tegasnya.

 

Yans.

Aksi Sosial Ketua DPC PDI-Perjuangan Siska juga Anggota DPRD Limapuluh Kota

KABUPATEN 50KOTA, YUTELNEWS.COM —Siska, anggota DPRD Limapuluh Kota dari PDI Perjuangan, menunjukkan dedikasi nyata kepada masyarakat dengan melakukan aksi sosial yang signifikan menjelang Idulfitri 1447 H pada, Senin (16/03/2026).

Siska menyalurkan 1.550 paket bantuan pangan, termasuk minyak goreng, bawang merah, gula, sirup, dan ayam potong, selama tiga hari dari 16 hingga 18 Maret 2026.

Bantuan tersebut sepenuhnya berasal dari dana pribadi Siska, tanpa menggunakan anggaran negara.

Ia menekankan bahwa jabatan politiknya adalah amanah dan bertujuan untuk mendengarkan suara masyarakat, bukan hanya untuk kenyamanan di parlemen,” ucap Siska.

Meskipun merupakan satu-satunya anggota perempuan dari PDI Perjuangan di DPRD, Siska tetap aktif berjuang untuk kepentingan masyarakat dan infrastruktur.

Ia berkomitmen untuk terus berkarya dan mendengarkan rakyat dengan tulus,”ujarnya.

Warga setempat salah satu warga mengungkapkan kekagumannya terhadap Siska yang proaktif mendatangi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui aksi sosial dan dedikasi kepada rakyat, Siska membuktikan bahwa politik seharusnya berfokus pada kesejahteraan masyarakat, bukan hanya kekuasaan.

(MD)

Ketua DPRD Wirman Putra Lakukan Kegiatan Buka Puasa Bersama Partai Golkar di Payakumbuh 

KOTA PAYAKUMBUH, YUTELNEWS.COM —Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, memanfaatkan bulan Ramadan untuk mempererat hubungan antar kader Partai Golkar melalui buka puasa bersama.

Wirman Putra mengajak kader untuk melakukan refleksi dan tetap solid di bulan Ramadan,” ujarnya.

Kegiatan buka puasa ini bukan hanya rutin, tetapi juga untuk memperkuat komunikasi dan konsolidasi internal partai.

Soliditas kader sangat penting untuk kekuatan Partai Golkar dari tingkat kota hingga kelurahan.

Kader diajak aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah dengan fokus pada pengabdian kepada masyarakat.

Kehadiran Ketua DPD Golkar Payakumbuh dan pengurus lainnya menambah kehangatan acara.

Wirman berharap momentum Ramadan dapat meningkatkan komitmen kader untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, sehingga keberadaan Partai Golkar dirasakan manfaatnya,” harap Wirman Putra.

Kebersamaan diharapkan bisa mendorong langkah lebih jauh untuk pembangunan daerah.

(MD)

Pentingnya Silaturahmi Menjelang Idul Fitri di DPRD Kota Payakumbuh

KOTA PAYAKUMBUH, YUTELNEWS.COM —Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, menekankan pentingnya menjaga hubungan baik di lingkungan DPRD menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah pada,

Wirman Putra menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin menjelang Idul Fitri,” ucapnya.

Suasana Ramadan dianggap sebagai momen untuk memperkuat kekeluargaan antara pimpinan, anggota, dan sekretariat DPRD.

Kegiatan buka puasa bersama diadakan untuk meningkatkan silaturahmi dan kebersamaan di antara anggota dewan.

Ia menyatakan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam menjalankan tugas, dan tidak mengurangi rasa kekeluargaan,” kata Wirman Putra.

Wirman berharap masyarakat Payakumbuh menjalani sisa Ramadan dengan baik dan merayakan Idul Fitri dengan sehat dan bahagia,” harapannya.

Masyarakat yang mudik diingatkan untuk menjaga keselamatan dan mematuhi aturan lalu lintas.

Wirman mengundang masyarakat untuk datang ke rumah dinasnya dalam acara open house pada hari pertama Idul Fitri,” ungkap Wirman Putra.

Wirman Putra mengajak semua pihak untuk memanfaatkan sisa waktu Ramadan dengan baik dan memperkuat silaturahmi, serta mengingatkan keselamatan saat mudik,” ujarnya.

(MD)

Wamendagri Ahmad Wiyagus: Musrenbang Kunci Perencanaan Pembangunan Daerah

Garut – YUTELNEWS.com//  Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) memiliki peran penting dan strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Garut Tahun 2027 di Pendopo Garut, Jawa Barat (Jabar), pada Senin (16/03/2026).

Menurutnya, Musrenbang menjadi forum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyelaraskan berbagai program pembangunan agar perencanaan yang dihasilkan lebih terarah dan efektif.

“Bapak-Ibu sekalian, sekali lagi bahwa Musrenbang ini penting, sangat penting dan sangat strategis karena dalam forum ini semua pemangku kepentingan ini akan melakukan penajaman, kemudian penyelarasan, kemudian juga klarifikasi program, kemudian juga kegiatan-kegiatan, sub-kegiatan yang diusulkan, kemudian disepakati oleh berbagai macam kepentingan sehingga pada tahun 2027 ini perencanaan pembangunan ini benar-benar jelas,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kualitas perencanaan sangat menentukan keberhasilan pembangunan daerah. Menurutnya, perencanaan yang baik dapat menentukan hingga sekitar 80 persen capaian tujuan pembangunan. Ia juga menilai dinamika yang muncul dalam proses Musrenbang merupakan hal yang wajar dan justru menjadi bagian penting dari proses perencanaan yang seharusnya berlangsung.

Dalam kesempatan tersebut, Wiyagus juga menekankan bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan berbagai urusan pemerintahan berjalan dengan baik, terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar bagi masyarakat.

“[Harapan kita] Musrenbang ini bisa berjalan sesuai dengan keinginan Pak Bupati tadi yang sudah dipaparkan secara detail. Sebenarnya itu adalah gambaran ketahanan daerah Kabupaten Garut yang terdiri dari berbagai macam aspek kehidupan dan cerminan dari amanah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah terkait dengan urusan pemerintah,” katanya.

Wiyagus menambahkan, keberhasilan pembangunan daerah juga ditopang oleh berbagai indikator kemajuan yang telah dicapai. Dalam hal ini, ia mengapresiasi capaian Kabupaten Garut yang dinilai memiliki tingkat daya saing daerah yang cukup tinggi, bahkan melampaui rata-rata indeks daya saing nasional. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting bagi daerah untuk semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.

Lebih lanjut, Wiyagus juga mendorong pemerintah daerah (Pemda) agar mampu memanfaatkan berbagai program strategis nasional yang telah disiapkan pemerintah pusat untuk memperkuat pembangunan daerah.

“Pemerintah pusat sudah memikirkan hal itu sebenarnya melalui beberapa program strategis nasional seperti MBG, kemudian Sekolah Rakyat, kemudian juga CKG, Cek Kesehatan Gratis, kemudian juga bagaimana meningkatkan pendapatan daerah, kemudian juga memperbanyak kesempatan bekerja bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa berbagai program tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal oleh Pemda agar dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Ini harus benar-benar ditangkap oleh kepala daerah untuk bisa memanfaatkan program strategis nasional ini ditarik ke Kabupaten Garut,” tandasnya.

Puspen Kemendagri

 

 

Yans.

Menhub dan Gubernur Jabar Tinjau Kesiapan Mudik di Garut, Ratusan Kusir Delman dan Penarik Becak Terima Kompensasi

Kab. Garut – YUTELNEWS.com// Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Garut dalam rangka meninjau kesiapan jalur mudik sekaligus menyerahkan Kompensasi Bantuan Gubernur kepada pengemudi kendaraan tidak bermotor. Kegiatan ini dipusatkan di Mapolres Garut, Jalan Jend. Sudirman, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Sabtu (14/03/2026).

Langkah tersebut dilaksanakan guna memastikan kelancaran arus lalu lintas di jalur nasional dan provinsi yang kerap mengalami penyumbatan akibat aktivitas kendaraan tradisional saat puncak arus mudik Lebaran.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa selama masa puncak mudik, operasional delman dan becak di jalur utama akan diliburkan sementara. Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan kompensasi sebesar Rp200.000,- per hari bagi setiap pengemudi.

Tercatat sebanyak 483 kendaraan tradisional yang terdiri dari 477 delman dan 6 becak yang biasa beroperasi di ruas jalan nasional dan provinsi wilayah Garut mendapatkan bantuan ini.

“Kegiatan ini bertujuan mempermudah dan memperlancar tugas dari kementerian Perhubungan dan Mabes Polri, sehingga jalur yang berpotensi menimbulan kamacetan bisa melintas dengan lancar. Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak ekonomi karena ada uang yang berputar di masyarakat sekaligus memberikan dampak kebagiaan bagi mereka,” tutur Dedy Mulyadi.

Sementara itu, Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Gubernur Jawa Barat tersebut. Menurutnya, program ini tidak hanya memperlancar mobilitas pemudik, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi para pelaku transportasi tradisional.

Disisi lain, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa wilayahnya telah siap menyambut lonjakan pemudik. Melalui koordinasi intensif bersama Kapolres Garut, seluruh instansi telah menjalankan fungsinya, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan hingga penyiapan fasilitas kesehatan.

“Jalur mudik sudah sepenuhnya bisa dilewati, bahkan jalur alternatif yang berlubang telah selesai diperbaiki. Kamu juga sudah mempersiapkan Pos Terpadu di empat titik utama, yaitu Pamengpeuk, Cisewu, Garut Kota, dan Malangbong,” tegas Bupati Garut.

Bupati menambahkan bahwa momentum mudik ini harus dimanfaatkan sebagai ajang promosi daerah.

“Ini kesempatan langka. Warga Garut yang akan memberikan penilaian terhadap kondisi Garut sekarang. Ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin supaya mereka memberikan kesan _(impression)_ yang baik sehingga kedepan mereka mengajak teman mereka untuk berkunjung ke Garut,” tambahnya.

Detail Kesiapan Fasilitas di Jalur Mudik Garut Tahun 2026:

1. PUPR: Penuntasan perbaikan jalan berlubang di jalur utama dan alternatif.
2. Dishub: Pemasangan dan pemeliharaan lampu penerangan jalan.
3. Dinas Kesehatan: Penyiagaan Puskesmas di sepanjang jalur mudik selama 24 jam.
4. Fasilitas Umum: Penyiapan rest area dan penjagaan kebersihan lingkungan secara masif.

 

Yans.

Kehadiran Tim Urai Motor Senyum Polda Jabar Dipuji Wakapolri, Layak Jadi Contoh Nasional

Karawang, Jabar – YUTELNEWS.com// Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., memberikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Daerah Jawa Barat atas berbagai inovasi yang dilakukan dalam pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran.

Melalui Pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 tahun ini seperti kehadiran Tim urai motor senyum yang digagas Direktorat Lalulintas Polda Jabar.

Pujian tersebut disampaikan saat Wakapolri melakukan pengecekan langsung di Pos Terpadu KM 57 yang menjadi salah satu titik strategis pemantauan arus kendaraan.

Menurutnya, langkah-langkah yang diambil Polda Jawa Barat menunjukkan kesiapan dan kreativitas dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Wakapolri menilai berbagai inovasi yang diterapkan oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia dalam menghadapi Operasi Ketupat.

Mulai dari kesiapan posko terpadu, sistem pemantauan arus kendaraan, hingga koordinasi antarinstansi yang berjalan dengan baik.

Ia menegaskan bahwa strategi yang dilakukan tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga mengedepankan pelayanan humanis kepada para pemudik.

Terdapat 5 inovasi yang dihadirkan Polda Jabar mendukung layanan 110 dengan melakukan pemasangan spanduk Call Center 110 secara masif di seluruh Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), Pos Terpadu, serta di berbagai titik keramaian di 23 wilayah hukum Polda Jabar.

Selain itu, Polda Jabar juga menghadirkan Hotline Mudik Polda Jabar yang menyediakan berbagai informasi penting bagi pemudik, seperti update arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 1447 H, akses CCTV lalu lintas di Kota Bandung dan jalur tol, informasi lokasi Posko Ketupat Lodaya 2026, hingga informasi BBM dan bengkel mobile.

Polda Jabar juga menyediakan berbagai fasilitas layanan mudik di pos-pos pengamanan dan pelayanan untuk membantu masyarakat selama perjalanan.

Selain itu, masyarakat yang meninggalkan rumah saat mudik dapat memanfaatkan layanan penitipan kendaraan gratis di kantor kepolisian.

Di sisi lain, seluruh Polres di wilayah Polda Jabar juga mendirikan pos tematik yang memberikan pelayanan khusus sesuai kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing, serta menghadirkan program layanan mudik gratis bagi masyarakat.

Inovasi lainnya adalah kehadiran Motor Senyum Polda Jabar, yaitu tim pengurai kepadatan arus lalu lintas di jalur tol, arteri, maupun kawasan objek wisata.

Tim ini tidak hanya membantu mengurai kemacetan, tetapi juga memberikan pelayanan tambahan kepada masyarakat, seperti membagikan takjil saat waktu berbuka puasa, menyalurkan BBM bagi kendaraan yang kehabisan bahan bakar, serta mengantar montir apabila terdapat kendaraan yang mengalami kerusakan di jalan.

Dengan berbagai inovasi tersebut, diharapkan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran dapat berjalan lebih lancar serta memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan humanis kepada masyarakat.

Yans.

Sekdako Drs H Rida Ananda, M.Si Bukber Bersama OPD, Tahfiz, Pramuka, Komunitas serta Masyarakat Sekitar

KOTA PAYAKUMBUH, — YUTELNEWS.COM — Sekda Rida Ananda ajak Kepala OPD dan Tokoh masyarakat sekitar berbuka puasa bersama pada, Minggu (15/03/2026).

Acara diadakan bertempat di rumdin Sawah Padang sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah atau OPD hadiri acara buka puasa bersama, di awali dengan penyampaian sepatah kata dari Sekda, acara selanjutnya ramah tamah

Di samping itu Rida juga mengundang perwakilan dari beberapa orang tokoh masyarakat, Tahfiz, komunitas dan juga yang berada di kelilingi rumah dinasnya, terlihat hadir perwakilan ibu ibu pengajian dan juga Ninik Mamak Bundo kandung

Dalam sambutannya Sekda Rida Ananda mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada undangan yang hadir karena telah meluangkan waktu buka bersama di rumah,” ucapnya.

Selanjutnya beliau menyampaikan bahwasanya kegiatan buka puasa bersama dibulan suci ramadhan ini rutin halnya setiap tahun ia langsungkan,” ucap Rida Ananda.

Kami juga (Sekda Rida Ananda) mengundang sekurangnya 200 orang kerumahnya sesuai dengan nazar beliau bersama istrinya, Alhamdulillah mereka semua senang ujarnya sambil sumringah,” ujarnya.

Kami mohon doanya selalu untuk bisa terus berbuat dan membantu meringankan beban masyarakat, apalagi di masa masa sulit seperti saat sekarang ini. mudah mudahan kami terus Allah SWT berikan kesehatan pintanya

Di penghujung acara sebelum masuk waktu berbuka, kembali Rida meminta support dan kerjasamanya kepada seluruh OPD agar bisa bersama sama membangun kota Payakumbuh lebih maju kedepannya.

Di temani Asisten Sekdako dan Kepala OPD serta perwakilan tokoh masyarakat sekitar Rida Ananda menikmati hidangan yang telah tersedia, tampak keakraban di antara mereka.

(MD)

Ketum LSM Naga Sukma Ahmad Sobur (Bah Ucuy) Bagikan Bantuan Kepada Anak Yatim Piatu Jelang Idulfitri

Kab.Garut – YUTELNEWS.com// Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Naga Sukma, Ahmad Sobur panggilan akrab nya Bah Ucuy, melakukan kegiatan berbagi dengan anak yatim piatu di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kegiatan yang dilakukan pada hari Jumat Berkah ini bertujuan untuk memberikan semangat dan dukungan kepada anak-anak yang kurang beruntung menjelang hari raya.pada jumat 13/03/2026.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Sobur menyerahkan paket bantuan yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, serta perlengkapan kebersihan pribadi. Selain itu, juga diberikan santunan uang tunai untuk membantu keperluan anak yatim piatu dalam menyambut hari raya.

“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap sesama, terutama anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian lebih. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban dan membuat mereka merasakan kebahagiaan Hari Raya Idulfitri,” ujar Ahmad Sobur.

Salah satu Anak yatim piatu pun yang telah menerima bantuan tersebut menyampaikan dengan rasa ucap terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh Bah Ucuy ketua umum LSM Naga Sukma. Kegiatan berbagi ini dihadiri juga oleh tokoh masyarakat serta beberapa pengurus LSM dan relawan yang turut membantu dalam proses pendistribusian bantuan.” tukasnya.

 

Yans.

Mendagri Tito Karnavian Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak

Cilegon -MYUTELNEWS.com// Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung kesiapan arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Jumat (13/3/2026). Peninjauan ini dilakukan bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta pejabat terkait lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, Mendagri bersama rombongan meninjau langsung fasilitas pelayanan di pelabuhan, termasuk ruang penumpang di Kapal Ferry yang akan berangkat menuju Pelabuhan Bakauheni. Mendagri juga sempat berdialog dengan sejumlah calon pemudik untuk menanyakan tujuan perjalanan mereka.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan transportasi penyeberangan menjelang periode mudik Lebaran yang diperkirakan akan mengalami lonjakan penumpang. Pelabuhan Merak menjadi salah satu titik utama mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan dari Pulau Jawa menuju Sumatera.

Usai peninjauan lapangan, Mendagri bersama para menteri dan pejabat terkait mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Arus Mudik Lebaran Tahun 2026 yang digelar di Dermaga Eksekutif Pelabuhan ASDP Merak, Banten.

Dalam keterangannya kepada media, Menko PMK Pratikno mengatakan, pemerintah menargetkan pelaksanaan mudik tahun ini dapat berjalan aman, lancar, nyaman, dan selamat. “Kami baru saja menyelenggarakan rakor dan peninjauan di Pelabuhan Merak. Targetnya tentu saja adalah agar mudik ini aman, lancar, nyaman, dan selamat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, arus mudik diperkirakan mulai terjadi sekitar 18 Maret 2026, sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 29 Maret 2026. Meski demikian, pemerintah berharap pergerakan pemudik dapat tersebar di beberapa hari agar tidak menumpuk pada waktu tertentu. Terlebih rentang waktu mudik tahun ini relatif panjang karena adanya akhir pekan, kebijakan flexible working arrangement bagi ASN, cuti bersama, serta berdekatan dengan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.

“Oleh karena itu, dengan rentang yang panjang ini, kami mengharapkan ada distribusi mudik tidak tertumpuk di hari tertentu,” ujarnya.

Pratikno menambahkan, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai persiapan, termasuk menghadirkan sejumlah inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan mudik. Tahun sebelumnya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan mudik dinilai sangat tinggi dan diharapkan dapat meningkat pada tahun ini.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam mengantisipasi berbagai potensi kendala, termasuk faktor cuaca. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta untuk terus bersinergi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Ini adalah kerja kita bersama supaya mudik dan arus balik nanti berjalan dengan aman, nyaman, lancar, dan selamat,” pungkasnya.

Puspen Kemendagri

 

 

Yans.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Ungkap Jumlah Penduduk RI Sebanyak 288 Juta Jiwa per Akhir 2025

Jakarta – YUTELNEWS.com// Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi mengungkapkan data kependudukan bersih semester II tahun 2025. Berdasarkan data tersebut, jumlah penduduk Indonesia per 31 Desember 2025 tercatat sebanyak 288.315.089 jiwa.

Jumlah itu mengalami kenaikan sebanyak 1.621.396 penduduk dibandingkan dengan rilis semester I tahun 2025.“Dibandingkan dengan semester I per 30 Juni 2025, penduduk Indonesia bertambah kurang lebih 1,6 juta,” ujar Teguh dalam acara Rilis Data Kependudukan Bersih Semester II Tahun 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta,pada Kamis (12/03/2026).

Ia merinci, jumlah penduduk tersebut terbagi menjadi dua, yakni 145.498.082 penduduk laki-laki dan 142.816.997 penduduk perempuan. Dengan demikian, jumlah penduduk Indonesia masih didominasi oleh laki-laki.Teguh menambahkan, berdasarkan data yang sama, sebaran penduduk di Indonesia terbanyak berada di Pulau Jawa dengan angka 55,81 persen.

Sementara itu, posisi kedua berada di Pulau Sumatera dengan angka 21,88 persen.Sedangkan jumlah penduduk berdasarkan agama, ungkap Teguh, didominasi oleh agama Islam dengan angka 87,15 persen.

Sementara itu, penduduk yang menganut agama Kristen sebesar 7,37 persen, Katolik 3,07 persen, Hindu 1,66 persen, Buddha 0,69 persen, Konghucu 0,03 persen, serta penganut kepercayaan 0,034 persen.

Sementara itu, Teguh juga memaparkan jumlah penduduk berdasarkan status perkawinan per semester II tahun 2025. Data tersebut merinci 131 juta jiwa belum kawin, 137 juta jiwa telah kawin, 5 juta jiwa cerai hidup, dan 14 juta jiwa cerai mati.“Artinya sebenarnya penduduk di Indonesia lebih banyak yang sudah atau pernah menikah,” ujar Teguh

.Dalam kesempatan yang sama, Teguh juga menguraikan jumlah penduduk usia produktif, yakni usia 15–64 tahun, di Indonesia. Jumlah tersebut mencapai 199 juta jiwa atau 69,03 persen dari total penduduk.“Kalau kita melihat usia produktif 69,03 persen, inilah kita bersyukurnya.

Bahwasanya sampai tahun 2030 sekian yang namanya bonus demografi. Tinggal bagaimana kita mengoptimalkan usia produktif tersebut,” kata dia.Teguh menekankan, penerbitan rilis data kependudukan ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa Kemendagri melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil melakukan rilis data kependudukan dalam dua semester, yakni semester I pada 30 Juni dan semester II pada 31 Desember.“Kenapa perlu dirilis? Data kependudukan itu digunakan untuk semua keperluan, basis semuanya. Apakah itu pelayanan publik, maupun apa pun juga,” tandas Teguh.

 

Yans.

UMKM Kepulauan 3T Minta Perhatian Pemerintah, Perdagangan Digital Dinilai Gerus Ekonomi Daerah

NATUNAYUTELNEWS.COM ||
Perkembangan perdagangan digital melalui berbagai platform marketplace membawa perubahan besar terhadap pola belanja masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Natuna.

Kemudahan akses, harga yang kompetitif, serta beragam pilihan produk membuat platform digital semakin diminati masyarakat. Kondisi ini juga dirasakan oleh masyarakat di wilayah kepulauan yang kini semakin mudah mendapatkan berbagai kebutuhan tanpa harus bepergian ke kota besar.

Di satu sisi, kehadiran marketplace memberikan manfaat karena masyarakat dapat memperoleh barang dengan harga yang relatif lebih murah serta proses pembelian yang lebih praktis.

Namun di sisi lain, kondisi tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah kepulauan, khususnya wilayah kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Sebelum perkembangan marketplace begitu pesat, para pedagang lokal biasanya melakukan perjalanan ke kota-kota besar untuk membeli barang dagangan yang kemudian dijual kembali di daerahnya. Aktivitas tersebut menciptakan perputaran ekonomi lokal yang cukup kuat karena uang hasil belanja masyarakat tetap beredar di daerah yang sama.

Kini pola tersebut mulai berubah. Sebagian masyarakat memilih berbelanja langsung melalui marketplace karena faktor harga dan kemudahan. Akibatnya, sejumlah pelaku usaha lokal mengaku mengalami penurunan omzet, bahkan tidak sedikit yang terpaksa menghentikan usahanya karena kesulitan bersaing.

Salah seorang pelaku UMKM di wilayah kepulauan Kabupaten Natuna yang enggan disebutkan namanya mengaku perubahan pola belanja masyarakat sangat terasa dalam beberapa tahun terakhir.

“Sekarang masyarakat lebih banyak belanja lewat marketplace. Harga yang ditawarkan sering lebih murah karena barang langsung dari luar daerah. Sementara kami pedagang di sini harus menanggung biaya transportasi yang cukup besar untuk mendatangkan barang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat sejumlah pedagang kecil mulai kesulitan mempertahankan usahanya.

“Kalau keadaan seperti ini terus berlangsung tanpa ada dukungan atau kebijakan yang membantu UMKM daerah, dikhawatirkan banyak usaha kecil yang tidak mampu bertahan,” katanya.

Fenomena ini memunculkan kekhawatiran bahwa perputaran uang di daerah kepulauan semakin berkurang, karena sebagian transaksi ekonomi terjadi melalui platform digital yang pusat operasionalnya berada di luar daerah.

Meski demikian, secara regulasi pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk melarang keberadaan platform digital. Perdagangan elektronik merupakan bagian dari sistem ekonomi nasional yang diatur oleh pemerintah pusat melalui lembaga seperti Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Karena itu, sejumlah kalangan menilai solusi yang lebih realistis bukanlah melarang marketplace, melainkan mencari kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara perkembangan ekonomi digital dan keberlangsungan usaha masyarakat lokal.

Beberapa langkah yang dinilai dapat menjadi solusi antara lain memperkuat program digitalisasi UMKM, memberikan pelatihan pemasaran online bagi pedagang daerah, membantu pelaku usaha lokal masuk ke marketplace, serta memperbaiki sistem distribusi dan logistik di wilayah kepulauan agar produk lokal dapat bersaing dengan produk dari luar daerah.

Di tengah pesatnya perkembangan perdagangan digital, para pelaku usaha kecil di wilayah 3T juga menyampaikan harapan kepada pemerintah pusat agar kondisi ekonomi masyarakat di daerah kepulauan turut menjadi perhatian.

Harapan tersebut disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar pemerintah dapat melihat secara langsung dampak perubahan pola perdagangan terhadap usaha kecil di wilayah terluar Indonesia.

Kondisi tersebut juga terlihat dari semakin berkurangnya aktivitas sejumlah kios dan toko kecil di beberapa wilayah di Kabupaten Natuna. Sejumlah pelaku usaha mengaku kini harus mencari cara baru untuk mempertahankan usahanya di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang semakin beralih ke platform digital.

Para pelaku UMKM berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang mampu melindungi dan memperkuat ekonomi masyarakat daerah, sehingga perkembangan platform digital tetap berjalan tanpa mengganggu keberlangsungan usaha kecil di daerah.

Bagi daerah kepulauan seperti Kabupaten Natuna, perputaran ekonomi lokal menjadi faktor penting bagi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, perhatian pemerintah pusat diharapkan mampu menghadirkan solusi yang adil dan berpihak pada penguatan ekonomi daerah 3T.

Dengan kebijakan yang tepat, masyarakat berharap kemajuan teknologi dan perdagangan digital dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal, sehingga daerah-daerah terdepan Indonesia tidak tertinggal dalam pembangunan dan kesejahteraan.

Para pelaku UMKM di daerah kepulauan juga berharap suara dan kondisi yang mereka alami dapat menjadi perhatian pemerintah pusat, sehingga kebijakan ekonomi nasional mampu memberikan ruang yang adil bagi pelaku usaha kecil di wilayah terdepan Indonesia.

(Editor: Darmansyah – Kabiro Natuna Yutelnews.com)

Bupati Bandung Sampaikan Kabar Gembira: SE Mendikdasmen Terbit, Honor Guru P3K PW Bisa Dibayar Lewat Dana BOSP

Bandung -YUTELNEWS.com//  Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna kembali menyampaikan kabar gembira bagi para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (P3KPW) Guru dan Tenaga Kependidikan, setelah sebelumnya mehnyampaikan kabar baik bahwa (P3KPW) akan segera menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 2026.

Kali ini kabar gembira yang disampaikan setelah dirinya menerima Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Nomor 6 tahun 2026 tentang Pelaksanaan Relaksasi Pembiayaan Komponen Honor Guru dan Tenaga Kependidikan Non Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tahun 2026.

“Alhamdulillah, perjuangan meraih hasil. Turunnya SE Mendagri ini menjadi berkah buat seluruh kepala daerah se-Indonesia,” ucap Bupati Dadang Supriatna yang juga menjabat Ketua Harian Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dalam keterangan resminya, Kami (12/3/2026).

Dengan turunnya SE Mendagri ini, kata bupati, maka honor untuk guru dan tenaga kependidikan Non ASN dapat dibiayai dari sumber Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tahun 2026.

“Dengan diizinkannya dana BOSP bisa digunakan untuk menghonor guru P3K PW, maka ini menjadi sebuah solusi yang kami perjuangkan sejak awal demi peningkatan kesejahteraan guru di Kabupaten Bandung. SE Mendagri ini menjadi pedoman untuk bisa menggaji guru P3K Pw dari dana BOSP,” imbuh Kang DS, sapaan Dadang Supriatna.

Dengan dapat dibiayai dari BOSP, maka honorarium untuk guru tenaga P3K PW dan tenaga kependidikan tidak akan terlalu membebani APBD lagi. Bahkan dapat memungkinkan honor untuk guru P3K PW akan mengalami kenaikan dari yang saat ini sebesar Rp500 ribu.

“Setelah terbitnya SE Mendagri ini, kami akan segera mengajukan usulan relaksasi honor dengan penggunaan Dana BOSP untuk honor guru dan tenaga kependidikan P3KPW ke Kemendikdasmen,” ujar Kang DS.

Di dalam SE Mendagri tersebut dinyatakan, dalam rangka menjamin keberlangsungan layanan pendidikan pada satuan pendidikan serta memperhatikan kondisi fiskal Pemerintah Daerah yang belum sepenuhnya memungkinkan pengalokasian pembiayaan honor guru dan tenaga kependidikan ASN yang diangkat berdasarkan Keputusan Menpan RB Nomor 16 Tahun 2025 tentang PPPK PW melalui APBD secara optimal, maka diperlukan kebijakan relaksasi terbatas.

Terbatas dalam artian hanya berlaku untuk Tahun Anggaran 2026 saja, bersifat sementara dan tidak dimaksudkan sebagai kebijakan permanen. Kebijakan iin juga diberikan kepada Pemerintah Daerah yang menyampaikan pernyataan kondisi fiskal dan rencana penguatan penganggaran melalui APBD.

Pemerintah Daerah juga tetap berkewajiban mengalokasikan anggaran pendidik dan tenaga kependidikan melalui APBD sesuai kewenangannya.

Relaksasi ini diberikan untuk memastikan tidak terjadinya gangguan layanan pendidikan, dengan tetap menjaga prinsip akuntabilitas, kepatuhan hukum, dan penguatan tanggung jawab Pemerintah Daerah dalam penganggaran pendidikan.

Surat Edaran Mendikdasmen ini dimaksudkan sebagai pedoman pemberian relaksasi penggunaan Dana BOSP untuk pembiayaan komponen honor guru dan tenaga kependidikan bagi ASN yang diangkat berdasarkan Keputusan Menpan RB Nomor 16 Tahun 2025 tentang P3K PW.

“SE ini ditujukan guna menjamin keberlangsungan proses pembelajaran; dan memberikan kepastian administratif atas penggunaan Dana BOSP,” demikian isi SE Mendikdasmen.

Di Kabupaten Bandung sendiri ada 4.360 tenaga P3K PW yang terdiri dari 2.379 guru, 1.941 tenaga kependidikan, dan 40 tenaga administrasi di Disdik. Selama ini mereka berperan penting dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidikan di Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan, usulan penggunaan dana BOSP untuk honor guru P3KPW tersebut muncul di tengah kondisi fiskal daerah yang mengalami tekanan. Tahun ini, terjadi penurunan transfer dana pusat (TKD) hingga kurang lebih Rp1 triliun, sehingga ruang fiskal daerah menjadi lebih terbatas.

Sebelumnya, pembayaran honor guru dan tenaga kependidikan paruh waktu sepenuhnya harus ditanggung melalui APBD Kabupaten Bandung.

Pemkab Bandung mengalokasikan anggaran pembayaran selama 14 bulan, termasuk gaji ke-13 dan ke-14 dengan total Rp47,978 miliar. Rinciannya, bidang SD sebesar Rp37,415 miliar (3.479 orang) dan bidang SMP sebesar Rp10,563 miliar (841 orang). Skema yang diberlakukan saat ini menyesuaikan kemampuan fiskal daerah, di antaranya bagi guru yang sudah menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan yang belum menerima TPG.

Selain itu, kebutuhan untuk jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan selama 12 bulan mencapai Rp8,891 miliar, sehingga total kebutuhan anggaran untuk pendidik dan tenaga kependidikan paruh waktu mencapai Rp56,869 miliar. Sementara itu, total ketersediaan anggaran di bidang SD dan SMP saat ini sebesar Rp46,368 miliar, sehingga terdapat selisih kebutuhan anggaran sekitar Rp10,501 miliar.

Sejak 2021, Pemkab Bandung juga telah memberikan sejumlah perlindungan bagi guru, antara lain melalui kepesertaan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan serta jaminan kematian.(*)

 

 

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.