Panen Raya Jagung, Bupati Tegaskan Mendukung Swasembada Pangan Dan Petani Sejahtera

YUTELNEWS.com | Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Forkopimda memanen jagung di Kampung Cigombong, Desa/Kecamatan Warungkiara, Kamis, 5 Juni 2025. Panen Raya ini dilaksanakan serentak se Indonesia. Di mana, Polri menjadi fasilitator terwujudnya semua ini

Bahkan, sebelum pelaksanaan panen raya serentak kuartal II, Forkopimda Kabupaten Sukabumi mendengarkan sambutan Presiden RI H. Prabowo Subianto secara virtual.

Di dalam sambutannya, Presiden RI H. Prabowo Subianto mengatakan, produksi pangan di Indonesia mulai menunjukan hal yang luar biasa. Bahkan, Indonesia bisa melihat masa depan dengan gembira.

“Beberapa saat lalu, kita melihat keberhasilan di bidang pertanian, terutama di produksi beras. Keberhasilan ini sangat luar biasa di tengah negara lain yang kesulitan beras. Sekarang kita panen raya jagung,” ujarnya.

Melihat berbagai keberhasilan tersebut, Presiden Prabowo optimis Indonesia akan swasembada pangan. Bahkan bisa menjadi lumbung pangan dunia.

“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau tidak bisa produksi makanan sendiri. Ini kunci kemerdekaan. Jangan hanya Indonesia, namun seluruh provinsi di Indonesia pun harus swasembada pangan,” ucapnya

Oleh karena itu, apa yang sudah dicapai harus diperkuat. Termasuk jagung di 2026 diusahakan untuk tidak impor lagi.

“2026 Indonesia sudah tak impor jagung lagi. Apalagi jika melihat produksi jagung di kuartal I,” ungkapnya.

Di dalam keberhasilan tersebut, harus sejalan dengan kesejahteraan para petani. Apalagi, tujuan semua ini agar Indonesia menjadi bangsa yang mandiri.

“Penghasilan petani pun harus ikut meningkat. Mereka harus hidup dengan baik,”tegasnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, panen jagung yang dilaksanakan bersama Polres Sukabumi ini merupakan dukungan swasembada pangan. Di mana, panen jagung kali ini baru sekitar satu hektare.

“Untuk di tempat ini baru satu hektare. Belum di tempat lainnya di Kabupaten Sukabumi,” bebernya.

Melalui program yang diinisiasi Presiden Prabowo ini, dirinya berharap swasembada pangan terwujud dan para petani sejahtera.

“Selain swasembada pangan, kita juga berharap penghasilan para petani bisa meningkat,” harapnya

Kapolres Sukabumi AKBP Samian menambahkan, hasil panen jagung kali ini sangat luar biasa. Termasuk dari sisi kuantitas dan kualitasnya.

“Dalam satu hektare menghasilkan jagung dengan kualitas cukup bagus,” pungkasnya.

Reporter : Mirna

Pelajar, Mahasiswa, Ormas Hingga TNI Polri Ikuti Aksi Mageri Segoro dan Bersihkan Sampah Plastik di Jepara

YUTELNEWS.com | Polres Jepara | Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2025, 300 peserta dari berbagai elemen masyarakat se-Kabupaten Jepara melakukan penanaman magrove di Pantai Tanggultlare, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Kamis (5/6/2025).

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur, seperti aparat Kepolisian Resor (Polres) Jepara, jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, TNI, Bhayangkari, komunitas lingkungan, relawan, organisasi masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan warga pesisir.

Sebelum melakukan penanaman para peserta mengikuti apel bersama, membersihkan sampah plastik, dan menanam 3.000 bibit mangrove jenis Rhizophora di kawasan pesisir.

Langkah ini merupakan bagian dari program restorasi ekosistem. Selain memperingati momen lingkungan hidup global, kegiatan tersebut ditujukan untuk membangun kesadaran kolektif terhadap bahaya polusi plastik di lautan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyatakan bahwa isu polusi plastik harus dijawab dengan tindakan konkret. Ia hadir mewakili Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit).

“Pada kegiatan bertema global Ending Plastic Pollution, yang di Indonesia kita respons dengan semangat nasional Hentikan Polusi Plastik, kita diingatkan pada tantangan besar lingkungan akibat sampah plastik yang makin mengkhawatirkan,” ujarnya.

Menurut Gus Hajar, sapaan akrabnya, pemerintah daerah telah mendorong pengurangan penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah dan mendaur ulang sampah.

“Saya mengajak kita semua untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mendukung program daur ulang, dan mengedukasi lingkungan sekitar agar bersama-sama menjaga bumi dari polusi plastik,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan solusi inovatif yang ramah lingkungan.

Pemerintah berharap langkah ini bisa menjadi bagian dari perubahan pola hidup masyarakat secara menyeluruh.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kabag Ops Kompol Sutono menyampaikan apresiasi yang sangat besar atas kegiatan yang dilaksanakan ini dan menyampaikan rasa terima kasih atas peran serta para mahasiswa, pelajar, masyarakat dan instansi lainnya yang menyemarakkan peringatan Hari Besar Lingkungan Hidup 2025.

“Semoga peringatan Hari Besar Lingkungan Hidup 2025 ini mampu memberi kesadaran masyarakat tentang isu-isu lingkungan, serta menjadi wadah kolaborasi antara masyarakat global dengan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup,” ucapnya.

(Singgih)

Kapolres Lahat Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Triwulan II Secara Virtual

Lahat sumsel – YUTELNEWS.com
Kikim barat Pada hari kamis 05 juni 2025,,bertempat di PT.SMS desa Wono Rejo Kec.Kikim Barat, Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto SIK. MIK, menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Triwulan II Tahun 2025 yang digelar secara virtual melalui aplikasi Zoom.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional yang digagas oleh Kepolisian Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian dan upaya menjaga stabilitas pangan masyarakat.

Panen raya dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kabupaten Lahat, dengan melibatkan unsur Forkopimda, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para kelompok petani lokal.

Dalam sambutannya, Kapolres Lahat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam mendukung ketahanan pangan melalui budidaya jagung, serta berharap agar hasil panen ini dapat lebih meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Lahat.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen Polri untuk terus hadir dan berperan aktif dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian.

Giat Panen Raya Panen Jagung serentak Kwartal II secara Zoom dihadiri langsung oleh bapak Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto, Kapolri Jendral Pol. Listyio Sigit Prabowo MSi, menteri pertanian, Panglima TNI, ka Bulog, dan Forkopinda Provinsi Kalimantan Barat, dan sekaligus peresmian Gudang Bulog di 12 provinsi.dengan ini di sampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia yang bekerja sebagai petani , kedepannya di harapkan agar dapat meningkatkan hasil atau kualitas pertanian baik berupa beras, jagung dan perikanan serta peternakan supaya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat umumnya rakyat Indonesia.”””( Abd / Asm / wan )

Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra Tegaskan Pentingnya Pembahasan Tiga Ranperda Dalam Rapat Paripurna

KOTA PAYAKUMBUH, YUTELNEWS.COM —Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, menegaskan pentingnya membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diajukan oleh Pemko Payakumbuh.

Ketiga Ranperda tersebut adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029 Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024 dan Penanaman Modal.

Menurut Wirman, Ranperda ini menjadi fondasi bagi masa depan Kota Payakumbuh dan akan mempengaruhi kebijakan, pengelolaan keuangan, dan investasi,” Ucap Wirman.

Wirman juga menjelaskan bahwa RPJMD 2025–2029 merupakan rencana pembangunan untuk lima tahun ke depan yang harus realistis,” Ujarnya.

Ia menginginkan perencanaan yang tidak hanya ambisius tetapi juga terukur dan berdampak bagi masyarakat. Pelibatan publik dalam proses perencanaan diharapkan dapat meningkatkan transparansi,” Tambah Wirman.

Terkait APBD 2024, Wirman mengapresiasi Pemko Payakumbuh yang meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Ketua DPRD Wirman mengingatkan pentingnya evaluasi belanja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tata kelola keuangan yang baik,” Ucapnya.

Untuk Ranperda Penanaman Modal, Wirman meminta pembaruan regulasi karena Perda yang ada sudah tidak relevan. Ia ingin memastikan regulasi yang baru memberikan kepastian hukum dan mendukung investasi yang berkualitas. Keberhasilan regulasi ini tergantung pada implementasi dan pengawasan di lapangan,” Pinta Ketua DPRD Wirman.

Wirman berkomitmen untuk mengawasi pembahasan Ranperda ini bersama OPD terkait dan berharap dapat menghasilkan kebijakan yang berdampak positif bagi Payakumbuh,” Ungkapnya.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menekankan bahwa Ranperda ini adalah tanggung jawab Pemko dalam memenuhi kebutuhan pembangunan. Ia berharap agar Ranperda ini dibahas secara mendalam dengan masukan dari DPRD,” Kata Zulmaeta.

Selanjutnya, DPRD akan melanjutkan rapat paripurna untuk membahas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap ketiga Ranperda.

(Hms DPRD Payakumbuh)

(MMD)

Diskusi Tipis di Kopi Andani: Menuju Jepara MULUS, Dimulai dari Kesadaran Kolektif

Yutelnews.com – Jepara
Senja belum sempurna tenggelam ketika aroma kopi robusta khas pegunungan Muria mulai menyapa hidung kami. Suasana di Kopi Andani, yang terletak tidak jauh dari pusat kota Jepara, seperti biasa hangat dan penuh obrolan. Namun malam ini, ada yang berbeda. Di salah satu sudut, diskusi kecil tapi dalam mulai menggeliat. Topiknya tak lain: bagaimana mewujudkan Visi Jepara MULUS—Maju, Unggul, Lestari, Unggul dan Sejahtera.
“Ide besar tak akan pernah tumbuh kalau akarnya lemah,” ujar seorang penggerak komunitas budaya sambil menyeruput kopinya. *“Akar masalah kita di Jepara bukan soal kurangnya potensi, tapi lemahnya kesadaran kolektif.”*
Semua mengangguk pelan. Kalimat itu menggambarkan kenyataan yang selama ini dirasa tapi tak banyak dibahas. Jepara adalah daerah kaya: budaya, alam, sejarah, dan SDM-nya luar biasa. Tapi apa yang membuat semua itu belum bisa bergerak serempak?

*Belum Terjalinnya Kolaborasi Masyarakat*

Salah satu peserta diskusi mengangkat persoalan bahwa masyarakat Jepara masih banyak yang berjalan sendiri-sendiri. “Kita ini ibarat potongan puzzle yang belum pernah dirangkai,” katanya. Usaha mikro, komunitas seni, nelayan, petani, bahkan birokrasi lokal—semuanya punya peran masing-masing, tapi belum saling terkoneksi dalam satu misi besar.

*Minimnya Kesepahaman Kolektif*

Tak hanya kolaborasi, diskusi pun menyentuh pentingnya kesepahaman kolektif. Visi besar Jepara MULUS tidak bisa diwujudkan hanya oleh pemerintah atau elite politik. Dibutuhkan pemahaman yang sama dari seluruh lapisan masyarakat: bahwa kemajuan daerah adalah tanggung jawab bersama. Tanpa kesepahaman ini, masyarakat akan cenderung reaktif, bukan proaktif.

*Lemahnya Penghargaan terhadap Budaya dan Kearifan Lokal*

“Coba lihat, berapa banyak orang tua yang masih mengajarkan tembang dolanan atau cerita rakyat Jepara kepada anak-anak mereka?” celetuk seorang budayawan. Lemahnya penghargaan terhadap budaya dan kearifan lokal membuat identitas Jepara kian memudar. Padahal budaya adalah fondasi, bukan sekadar hiasan masa lalu. Tanpa budaya, pembangunan akan kering dan kehilangan arah.

*Kurangnya Rasa Memiliki*

Dan akhirnya, semua sepakat: rasa memiliki adalah kunci. Ketika masyarakat merasa Jepara adalah bagian dari dirinya, maka mereka akan menjaga, membangun, dan merawatnya. Tapi ketika rasa memiliki ini luntur, maka semua program sebesar apapun hanya akan jadi proyek semu tanpa keberlanjutan.
Diskusi malam itu memang “tipis”—tanpa moderator, tanpa papan tulis, tanpa struktur. Tapi justru karena itu, kata-kata mengalir jujur. Tak ada basa-basi. Semua ingin perubahan, tapi perubahan itu harus dimulai dari dalam: dari kesadaran setiap warga Jepara.
Sebelum bubar, seseorang berbisik, *“Kalau Jepara ingin MULUS, maka kita harus mulai menyamakan hati, bukan sekadar menyusun visi.*” Kami pun tertawa kecil, lalu berdiri, membayar kopi, dan pulang—dengan pikiran yang tak lagi sesederhana ketika datang.

(Singgih)

Panen Raya Jagung, Bupati Tegaskan Mendukung Swasembada Pangan Dan Petani Sejahtera

Sukabumi – Yutelnews.com ,Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Forkopimda memanen jagung di Kampung Cigombong, Desa/Kecamatan Warungkiara, Kamis, 5 Juni 2025. Panen Raya ini dilaksanakan serentak se Indonesia. Di mana, Polri menjadi fasilitator terwujudnya semua ini

Bahkan, sebelum pelaksanaan panen raya serentak kuartal II, Forkopimda Kabupaten Sukabumi mendengarkan sambutan Presiden RI H. Prabowo Subianto secara virtual.

Di dalam sambutannya, Presiden RI H. Prabowo Subianto mengatakan, produksi pangan di Indonesia mulai menunjukan hal yang luar biasa. Bahkan, Indonesia bisa melihat masa depan dengan gembira.

“Beberapa saat lalu, kita melihat keberhasilan di bidang pertanian, terutama di produksi beras. Keberhasilan ini sangat luar biasa di tengah negara lain yang kesulitan beras. Sekarang kita panen raya jagung,” ujarnya.

Melihat berbagai keberhasilan tersebut, Presiden Prabowo optimis Indonesia akan swasembada pangan. Bahkan bisa menjadi lumbung pangan dunia.

“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau tidak bisa produksi makanan sendiri. Ini kunci kemerdekaan. Jangan hanya Indonesia, namun seluruh provinsi di Indonesia pun harus swasembada pangan,” ucapnya

Oleh karena itu, apa yang sudah dicapai harus diperkuat. Termasuk jagung di 2026 diusahakan untuk tidak impor lagi.

“2026 Indonesia sudah tak impor jagung lagi. Apalagi jika melihat produksi jagung di kuartal I,” ungkapnya.

Di dalam keberhasilan tersebut, harus sejalan dengan kesejahteraan para petani. Apalagi, tujuan semua ini agar Indonesia menjadi bangsa yang mandiri.

“Penghasilan petani pun harus ikut meningkat. Mereka harus hidup dengan baik,”tegasnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, panen jagung yang dilaksanakan bersama Polres Sukabumi ini merupakan dukungan swasembada pangan. Di mana, panen jagung kali ini baru sekitar satu hektare.

“Untuk di tempat ini baru satu hektare. Belum di tempat lainnya di Kabupaten Sukabumi,” bebernya.

Melalui program yang diinisiasi Presiden Prabowo ini, dirinya berharap swasembada pangan terwujud dan para petani sejahtera.

“Selain swasembada pangan, kita juga berharap penghasilan para petani bisa meningkat,” harapnya

Kapolres Sukabumi AKBP Samian menambahkan, hasil panen jagung kali ini sangat luar biasa. Termasuk dari sisi kuantitas dan kualitasnya.

“Dalam satu hektare menghasilkan jagung dengan kualitas cukup bagus,” pungkasnya.


Reporter : Mirna

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II 2025 Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Sukabumi – Yutelnews.com ,Wakil Bupati Sukabumi H.Andreas menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2025, hari ini Kamis 5 Juni, di Kampung Tugu RT 2 RW 12, Desa Selawangi, Kec. Sukaraja.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut oleh Polri dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan produktif bersama masyarakat.

Diketahui Panen raya jagung adalah hasil kolaborasi antara Polri dengan para petani lokal dan pemerintah daerah yang telah berlangsung sejak awal tahun.

Jumlah lahan yang ditanami Jagung di Kp Tugu yaitu 1,5 Ha dan diproyeksikan menghasilkan sekitar 7 Ton jagung siap panen

Wakil Bupati mengatakan Panen Raya jagung serentak Kuartal II ini menjadi bukti pedulinya pemerintah dan institusi Polri dalam mendorong kemandirian pangan di Kabupaten Sukabumi.

” Panen raya ini merupakan buah dari Kolaborasi yang baik dari berbagai unsur terkait khususnya dibidang Pertanian, ini merupakan hasil kerja nyata yang tentunya dapat menguatkan Program Ketahanan Pangan” ungkapnya

Masih dikatakan Wabup, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyambut baik program ini sebagai simbol kerja keras ,ketekunan dan semangat gotong royong para Petani, dalam situasi tantangan global yang tidak menentu, perubahan Iklim hingga dinamika harga pangan dunia.

” Kita bersyukur petani kita tetap tangguh, Produktif dan terus berinovasi Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua dan menjadi Inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai Pertanian” tegasnya

Acara Panen Raya secara Nasional dihadiri Oleh Presiden RI H. Prabowo Subianto di Lanud Harry Hadisoemantri, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Kegiatan panen raya jagung serentak kuartal II ini disiarkan secara Virtual ditingkat nasional.


Reporter : Mirna

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025: Bupati Dadang Supriatna Ungkapkan Empat Langkah Kelola Sampah, Ini Penjelasannya.

Bandung – YUTELNEWS.com|| Pemerintah Kabupaten Bandung dengan jajaran Forkopimda, para OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan berbagai unsur melaksanakan Apel Bersama dan Aksi Bersih Sampah Dalam Rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025 di Taman Air Citarum Harum atau Oxbow Bojongsoang Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, pada kamis (05/06/2025).

Hadir pula unsur dari jajaran TNI, Polri, BBWS Citarum, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Badega Lingkungan, Bandung Bedas Bersih Sampah, Pramuka, Karang Taruna, dan para pegiat lingkungan lainnya. Sebanyak 225 peserta yang hadir pada kegiatan tersebut.

Aksi bersih sampah dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kabupaten Bandung 2025 dengan tema “Hentikan Polusi Plastik”. Dengan spirit lebih Bedas saatnya kita menjadi pahlawan bagi lingkungan ini diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung.

Usai melaksanakan apel bersama yang dipimpin Bupati Bandung Dadang Supriatna langsung melaksanakan penanaman pohon jenis duren, nangka dan jenis tanaman lainnya di kawasan Oxbow Bojongsoang.

Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Inf Tinton Amin Putra, perwakilan Polresta Bandung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Asep Kusumah, Camat Bojongsoang Asep Kurniawan, Camat Baleendah Eef Syarif Hidayatullah turut mendampingi Bupati Bandung.

Usai penanaman pohon, Bupati Dadang Supriatna bersama jajaran Forkopimda dan OPD Kabupaten Bandung serta jajaran Forkopimcam Bojongsoang dan Baleendah memungut sampah plastik yang terapung dan mengendap di Oxbow Bojongsoang.

Tumpukan atau endapan sampah yang berhasil diangkat atau ditarik dari Oxbow Bojongsoang itu kemudian dimasukkan ke dump truk untuk kemudian dilakukan pengolahan lanjutan sampah tersebut.

Pada sambutannya, Bupati Bandung Dadang Supriatna turut memberikan apresiasi dalam pelaksanaan Apel Bersama dan Aksi Bersih Sampah Dalam Rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025 dengan tema “Hentikan Polusi Plastik”.

Menurutnya, berbicara lingkungan banyak hal yang harus disampaikan. Kabupaten Bandung dengan luas wilayah 174 ribu hektare dan penduduk 3,8 juta jiwa menghasilkan sampah 1.282 ton per hari.

“Ini menjadi PR kita bersama,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan sampah itu, Bupati Dadang turut mengapresiasi para pegiat peduli lingkungan, mereka merupakan bagian dari pahlawan lingkungan.

“Ini komunitas yang sangat luar biasa. Saya sangat apresiasi atas peran kinerja dan kolaborasi selama ini,” ucapnya.

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna mengatakan penanganan sampah merupakan kewajiban bersama. Ia berharap bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 ini harus lebih meningkatkan lagi inovasi dan semangat.

“Sampah harus selesai. Harus zero waste, harus betul-betul bisa terwujud di Kabupaten Bandung. Bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Tapi tanggung jawab kita bersama,” harapnya.

Kang DS mengungkapkan bahwa dirinya sudah menemukan inovasi-inovasi baru dari persoalan sampah di hulu sampai hilir selesai.

“Saat ini baru menyelesaikan 80-90 persen. Mudah-mudahan tahun depan target 90 persen selesai. Tiga tahun kemudian betul-betul bisa 100 persen selesai penyelesaian sampah,” tuturnya.

Gerakan penanganan sampah, disebutkan Bupati Bedas, ada empat langkah. Pertama sampah dikelola di rumah masing-masing, yaitu setiap rumah memiliki LCO (Lubang Cerdas Organik).

“LCO ini berfungsi untuk membuang sampah organik. Tidak dibuang ke TPS, tapi di buang di LCO depan rumah masing-masing. Ini bisa dijadikan kompos dan sebulan sekali bisa dibongkar,” ujarnya.

Kedua, pengelolaan sampah di tingkat RW. Dengan cara dipilah dan dipilih, sehingga ia mengucapkan terima kasih kepada karang taruna yang sudah bergerak.

“Plastik bekas botol atau air mineral dipilah. Termasuk karton dipilah. Tapi yang dipilah jangan yang jadi uang saja. Semua harus dilakukan penertiban,” katanya.

Ketiga, di tingkat desa bank sampah. Ia berharap kepada para kepala desa di Kabupaten Bandung benar-benar fokus. Sebab dari sampah bisa mendapatkan rumah, motor dan mobil, dan dari sampah bisa berangkat melaksanakan ibadah haji ke Makkah Arab Saudi.

“Konsepnya itu di bank sampah. Warga bisa memiliki tabungan di bank sampah, dari sampah yang di kelola di bank sampah di tingkat desa,” ucapnya.

Kang DS sudah menemukan inovasi pengolahan sampah dengan kapasitas 10 ton per jam, kemudian bisa menghasilkan RDF (Refuse Derived Fuel). Setelah menghasilkan RDF, maka RDF ini dijual ke perusahaan yang biasa menggunakan batu bara.

“Dari sisa residu, maka ada pembakaran incenerator. Saat ini saya sudah menemukan pembakaran sampah yang biasa mengeluarkan asap atau karbon, saat ini kami sudah menemukan bisa menghancurkan karbon dan mengeluarkan oksigen,” jelas Kang DS.

“Ini temuan warga Kabupaten Bandung dan kapasitasnya lagi ditingkatkan. Saya ingin ke Pak Kadis, ini launchingnya pada pertengahan bulan Juni 2025. Ini fokus kita dalam penyelesaian sampah. Ini terwujud dan dibantu pahlawan lingkungan, saya yakin selesai urusan sampah. Tidak membuang sampah ke sungai, dan ini edukasi yang harus kita lakukan,” imbuhnya.

Kedepan dalam penanganan sampah, kata dia, ada rencana MoU (Memorandum of Understanding) yang dilaksanakan lima daerah yang disaksikan BBWS Citarum, Dandim 0624/Kabupaten Bandung dan sejumlah pihaknya.

Ia menyebutkan dalam penanganan sampah regional harus ada peran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya mengenai anggaran.

“Mari kita bicarakan. Saya tidak mau berwacana. Saya ingin karya nyata untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Bandung,” katanya.

Bupati mengatakan bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini banyak PR yang harus dilakukan. Bukan hanya persoalan sampah, tetapi pepohonan adalah salah satu sumber oksigen yang setiap hari dinikmati.

“Maka dengan mengeluarkan Surat Instruksi Bupati Bandung No 2 tahun 2022, setiap yang mau menikah harus memberikan dua pohon. Kendaraan roda dua tujuh pohon, kendaraan roda empat 25 pohon. Siswa baru dua pohon, ibu yang baru melahirkan tanam dua pohon,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini berharap Gerakan Peduli Penanaman dan Pemeliharaan Pohon Kesayangan (Gep4k Sayang) perlu ditingkatkan kembali.

“Di Kertasari hampir 2000 hektare, saya minta ke Badega Lingkungan untuk mengawal program ini. PDAM sudah mempersiapkan pohon yang akan ditanam di Kertasari dan Pacet,” katanya.

Ia juga berharap pemberian karangan bunga untuk diganti dengan pohon. Ini akan lebih manfaat, dibandingkan dengan karangan bunga yang disimpan di depan rumah akan jadi sampah.

“Karangan bunga diganti pohon akan lebih manfaat dan ditanam di depan rumah masing-masing,” harapnya.

Menurutnya, lingkungan milik bersama. Ketika lingkungan sehat, masyarakat pun sehat.

“Kalau sudah bersih sampahnya, sehat lingkungan, insya Allah kita akan terbawa sehat,” katanya.

Ia berharap melalui Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, masyarakat Kabupaten Bandung sehat jasmi dan rohani untuk mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih Bedas.

“Program yang kita luncurkan betul-betul berpihak kepada kepentingan masyarakat Kabupaten Bandung. Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia, mari kita bersama terlibat dan aktif untuk menjaga dan memelihara dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup,” tuturnya.

Sementara itu Kepala DLH Kabupaten Bandung Asep Kusumah dalam sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kabupaten Bandung ini berdasarkan instruksi Bupati Bandung No 5 tahun 2025.

“Kita harus mengurangi sampah plastik. Tidak menimbulkan sampah plastik baru atau zero waste,” harapnya.

Ia menyebutkan sampah plastik di sungai sebagai sumber bencana, sehingga masyarakat diminta untuk mengurangi plastik dan tidak membuang sampah ke sungai.

“Sampah plastik di sungai sumber bencana,” ujarnya.**



Yans.

Peduli Sesama Di Hari Idul Adha 1446 H /2025 M. PT Cosmo Technology Membagikan Delapan Hewan Kurban

Cibadak – Yutelnews.com ,Peduli Sesama Di Hari Idul Adha 1446 H / 2025 M PT Cosmo Technology Membagikan 8 Hewan Kurban Ke Delapan Ke Rwan, yaitu Desa Batununggal 7 Rw Dan Desa Lembur Sawah 1 Rw Di Jl. Batununggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis, (5/6/2025).

Kegitan Pemberian Hewan Kurban di Berikan Secara Simbolis dari PT Cosmo Technology perwakilan Management Perusahaan Menyerahkan Hewan Kurban Kepada Camat Cibadak Mulyadi S,pdi Kp,M,si Dan Kepada Kades Batununggal Mulyadi Sebagai Wujud nyata Kepedulian perusahaan Terhadap Lingkungan Sosialnya.


Ujang Gunawan Selaku HRD Cosmo Technology Mengatakan Kepada Media Suluhnusantara.News PT Cosmo technology Selalu Rutin Setiap Tahunnya ada 8 ekor kambing yang di bagikan kepada Setiap 8 Ke Rwan jadi Setiap Rw 1 Kambing,” Ucap Ujang Gunawan

Perusahaan juga menekankan pentingnya kualitas hewan kurban yang diberikan. Semua hewan telah melalui proses pemeriksaan kesehatan yang ketat untuk memastikan layak dikurbankan sesuai denganu ketentuan syariat Islam.


Idul Adha 1446 H/ 2025 M menjadi momen refleksi dan berbagi, dan perusahaan memanfaatkannya sebagai sarana untuk mempererat hubungan dengan masyarakat serta membangun semangat gotong royong. Program ini juga selaras dengan misi perusahaan untuk menjadi bagian dari solusi sosial dan ekonomi di wilayah Sukabumi.

“Kami percaya, perusahaan yang besar adalah perusahaan yang tumbuhu bersama masyarakatnya. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi semuanya,” tutupnya.

Dengan semangat berbagi dan kepedulian sosial yang tinggi, PT. Cosmo technology berharap dapat terus berkontribusi positif bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi dan menjadi inspirasi bagi perusahaan lainnya.

“Masih Ujang Gunawan Harapan Kedepannya Di Hari Idul Adha 1446 H / 2025 M Ini Mudah Mudahan Hewan Kurban Dari PT Cosmo technology Ini dapat Bermanfaat bagi Masyarakat Sekitar,” Pungkasnya.


Reporter : Mirna

Anggota DPRD H. Lutfi Hizba Rusdiman Hadiri Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tasikmalaya

YUTELNEWS.com | Tasikmalaya,- Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, H. Lutfi Hizba Rusdiman, turut menghadiri prosesi pelantikan Bupati H Cecep Nurul Yakin S.Pd.M.AP dan Wakil Bupati H Asep Sopari AL-Ayubi SP..M.I.P Tasikmalaya yang di berlangsung di Gedung Pakuan Bandung, pada Rabu 04/06/2025.

Dalam kesempatan tersebut, H. Lutfi menyampaikan harapannya agar kepemimpinan bupati dan wakil bupati yang baru dapat membawa perubahan positif dan akselerasi pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya lebih maju.

“Kami dari DPRD kabupaten Tasikmalaya siap bersinergi dan mengawal program -program kerja bupati dan wakil bupati demi kesejahteraan masyarakat Tasikmalaya,” ujar H. Lutfi kepada awak media usai pelantikan.

Acara pelantikan berlangsung khidmat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan instansi turut hadir memberikan ucapan selamat dan dukungan kepada pemimpin daerah yang baru di Lantik,” pungkasnya.

Yans.

Pengkab Bandung Hingga Saat ini Menunjukkan Komitmen Nyata Dalam Membantu Warga Yang Terdampak Bencana

YUTELNEWS.com | Bandung,- Pengkab Bandung melalui Kecamatan Dayeuhkolot Drs Asep Suryadi M.K.P, yang di wakili Kasosbud kecamatan Sri Mahadewi dan berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga Desa Dayeuhkolot dan Desa Citeurep yang sedang menghadapi kesulitan akibat banjir. Kamis (05/06/2025).

Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok warga yang terdampak dan memberikan sedikit kelegaan di tengah situasi yang sulit. ” Pemkab Bandung berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memberikan dukungan yang diperlukan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Proses penyaluran bantuan dilakukan dengan tertib dan transparan. Pemerintah Desa dan Kecamatan berperan aktif dalam mendata dan mendistribusikan bantuan kepada warga yang berhak menerimanya. Hal ini memastikan bantuan sampai dengan tepat sasaran dan terhindar dari penyimpangan.

– Data dan Rincian Bantuan

Jenis Bantuan : Beras

Jumlah Total : 1.000 karung

Jumlah perkarung : 5 kilogram (1 karung)

Desa Penerima : Desa Citeurep dan Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung

Sumber Bantuan: Cadangan Pangan Pemerintah (CPP)

Selain bantuan beras, Pemkab Bandung juga berencana untuk memberikan bantuan lain yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak banjir. Pemerintah daerah terus berupaya terus untuk memulihkan kondisi masyarakat dan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam ini. Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak positif dan membantu warga Desa Dayeuhkolot dan Citeureup untuk bangkit kembali.

Ke depannya, Pemkab Bandung melalui kecamatan Dayeuhkolot Kasosbud akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Peningkatan sistem peringatan dini dan rencana kontijensi bencana akan menjadi fokus utama untuk meminimalisir dampak bencana di masa mendatang. Dengan kerjasama semua pihak, diharapkan Kabupaten Bandung dapat lebih tangguh dalam menghadapi tantangan bencana alam.

Yans.

Kades Lubuk Kembang Bunga Diduga Lakukan Pungli Terhadap Petani Sawit di TNTN Capai Miliaran Rupiah

YUTELNEWS.com | Dugaan praktik korupsi kembali mencoreng wajah pemerintahan desa di Kabupaten Pelalawan, Riau. Ir H. Rusi Chairus Slamet, selaku Kepala Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, diduga kuat melakukan pungutan liar (pungli) terhadap petani kelapa sawit yang mengelola lahan secara ilegal di dalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TN Tesso Nilo), kawasan konservasi yang seharusnya steril dari aktivitas perkebunan.

Pungli ini dilakukan dengan cara memungut Rp100 per kilogram dari setiap tandan buah segar (TBS) sawit yang dihasilkan para petani. Praktik ini disebut telah berlangsung lama dan melibatkan banyak petani kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil kebun mereka.

“Kami ini petani kecil, mas. Untung kami tidak seberapa, tapi masih juga dipotong seratus rupiah per kilo. Tolong bongkar ini. Kami sangat dirugikan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Jika dihitung secara konservatif, pungutan ini menghasilkan uang dalam jumlah fantastis. Misalnya, seorang petani dengan 10 hektare lahan sawit bisa menghasilkan :

10 hektar × 20.000 kg/hektar × Rp100/kg = Rp20.000.000 per tahun per petani.

Dengan ribuan hektare kebun sawit ilegal di dalam TN Tesso Nilo, potensi dana yang terkumpul diduga mencapai miliaran rupiah setiap tahun. Mirisnya, dana ini bukan disetorkan ke kas desa atau digunakan untuk kepentingan masyarakat, melainkan diduga kuat mengalir ke kantong pribadi sang kepala desa.

Saat dikonfirmasi, Kades Lubuk Kembang Bunga membantah tuduhan ini. “Itu hoaks. Mungkin kalau dulu sempat ada wacana dari kelompok tani. Tapi secara pribadi saya tidak pernah meminta,” ujarnya singkat. Rabu (4/6).

Praktik pungli ini tidak hanya mencerminkan tindak pidana korupsi, tetapi juga menjadi bagian dari rantai perusakan lingkungan. TN Tesso Nilo adalah kawasan konservasi yang dilindungi, rumah bagi gajah Sumatera dan spesies lain yang terancam punah.

Pungli terhadap hasil sawit dari lahan ilegal di kawasan tersebut secara tidak langsung mendorong dan melegitimasi kegiatan perambahan hutan, yang jelas-jelas melanggar hukum.

Peraturan yang berpotensi dilanggar adalah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Pungli dikategorikan sebagai bentuk pemerasan atau penipuan. Ancaman hukumannya penjara 4 – 20 tahun dan denda hingga Rp1 miliar. UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih.

Perbuatan ini mencoreng integritas pejabat publik dan termasuk bentuk penyalahgunaan wewenang. UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam. Meskipun bukan pelaku perusakan langsung, sang kepala desa ikut melanggengkan aktivitas ilegal dalam kawasan konservasi.

Ketua Aliansi Jurnalis Anti Rasuah (AJAR) Perwakilan Riau, Amri Koto, menegaskan bahwa kejaksaan dan kepolisian harus segera bertindak.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Informasi dari lapangan sangat jelas, kepala desa diduga melakukan pungli bernilai miliaran rupiah. Kami mendesak Kejari Pelalawan untuk segera memanggil, memeriksa, dan memproses secara hukum.”

Amri menambahkan, penyelidikan tidak boleh berhenti hanya pada satu individu. “Harus diusut tuntas. Siapa saja yang menerima aliran dana, siapa yang menutup mata, dan bagaimana jaringan pungli ini bisa berjalan begitu lama di kawasan hutan konservasi nasional.” tegasnya.

Atas peristiwa ini demi tercapainya penegakan hukum yang adil dan memulihkan Kerugian Negara, pelakunya harus ditangkap, dan diadili. Kasus ini menjadi bukti bahwa praktik korupsi dan pembiaran terhadap perambahan hutan berjalan beriringan. Penegak hukum tidak boleh ragu menindak tegas, tanpa pandang bulu.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera memeriksa aliran dana hasil pungli. Mengungkap semua pihak yang terlibat. Menyita aset hasil kejahatan. Mengadili pelaku dengan transparan dan terbuka untuk publik. Tidak ada tempat bagi pejabat yang memeras rakyat kecil dan menggadaikan lingkungan demi kepentingan pribadi.| AS

Semangat Warga Sedanau Membasmi Sampah Plastik dalam Aksi Bersih Lingkungan Sedunia

YUTELNEWS.com | Natuna – Udara pagi di Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, terasa lebih segar pada Kamis, 5 Juni 2025. Hari itu, semangat masyarakat berkobar dalam aksi nyata membersihkan lingkungan, mengikuti instruksi Kepala Daerah Kabupaten Natuna dalam rangka memperingati Hari Bersih Lingkungan Sedunia.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk jajaran Forcopimcam, instansi pemerintah, TNI Koramil 03/Sedanau, Posal Sedanau, Polsek Kecamatan Bunguran Barat melalui Bhabinkamtibmas, organisasi masyarakat, kepala lingkungan, RW, RT, serta masyarakat setempat. Semua bersatu dalam satu tujuan: mengurangi polusi plastik dan menjaga ekosistem tetap lestari.

Sebelum turun ke lapangan, seluruh elemen masyarakat mengikuti upacara pemberitahuan di halaman Kantor Kecamatan Bunguran Barat pada pukul 07:30 WIB. Upacara ini dipimpin langsung oleh Camat Haidir, yang menegaskan bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat.

Dengan penuh semangat, warga Sedanau bergerak ke titik-titik yang telah ditentukan, menyisir jalanan, pesisir pantai, dan area pemukiman. Kantong-kantong sampah plastik yang tadinya berserakan perlahan terkumpul, menciptakan pemandangan yang jauh lebih asri dan bersih.

“Mari kita jadikan kebersihan sebagai budaya, bukan sekadar program tahunan,” ujar seorang warga yang turut serta dalam aksi tersebut. Harapan besar disampaikan kepada pemerintah daerah agar tidak hanya menghadirkan program, tetapi juga menyediakan dukungan berupa sarana dan prasarana kebersihan yang memadai.

Kegiatan ini tidak sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menguatkan solidaritas sosial dan kesadaran akan pentingnya menjaga alam. Dengan komitmen yang kuat, masyarakat Sedanau berharap gerakan ini terus berlanjut dan menjadi kebiasaan yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

(Darmansyah)

Kirab Budaya Dalam Rangka Sedekah Bumi Desa Batealit Tahun 2025

YUTELNEWS.com | Pemdes Desa Batealit menggelar acara Kirab Budaya bertema kita lestarikan adat budaya sebagai wujud nguri-uri tradisi leluhur kita. Kegiatan ini di gelar dalam rangkaian acara Sedekah Bumi Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Rabu siang (4/6/2025) bertempat di halaman rumah Petinggi Desa Batealit, Ali Asikin.

Acara dibuka dengan penampilan Tari Yapong dari sanggar seni Desa Batealit.

Acara Kirab Budaya ini diikuti oleh segenap warga dari 20 RT dan 4 RW serta dihadiri oleh Petinggi Desa, Perangkat Desa, Ketua RT, Ketua RW, Forkopimcam Batealit, BPD, LKD (Lembaga Kemasyarakatan Desa), Linmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tomas, Toga, Petinggi Desa di Kecamatan Batealit, dan warga masyarakat sekitar.

Kirab Budaya juga menampilkan kesenian tradisional Reog yang dipimpin oleh Sugiyono Ketua Grup Reog Desa Batealit serta gunungan hasil bumi.

Dalam sambutannya Petinggi Desa Batealit, Ali Asikin mengucapkan terimakasih kepada semua warga masyarakat desa dan para pihak yang sudah mendukung kegiatan Sedekah Bumi Tahun 2025 Desa Batealit.

“Sedekah bumi merupakan wujud rasa syukur kita kepada Tuhan YME atas limpahan rejeki, kesehatan, kesejahteraan, dan kemakmuran bagi warga masyarakat desa sekaligus melestarikan adat tradisi warisan leluhur,” pungkasnya.

(Singgih)

Siti Eni Nuraeni Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 M

Yutelnews.com//

Sukabumi – Siti Eni Nuraeni Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di wilayah  Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya, Kamis, (5/6/2025).

Siti Eni Nuraeni menyampaikan harapan agar momentum Idul Adha 1446 H/2025 M ini menjadi pengingat tentang pentingnya keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Atas nama pribadi dan Grup Uka Kabupaten Sukabumi, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah / 2025 M. Semoga nilai-nilai pengorbanan dan ketulusan Nabi Ibrahim AS menjadi teladan dalam membangun kehidupan masyarakat yang adil, gotong royong, dan berbudaya,” ujar Siti Eni Nuraeni

Perayaan Idul Adha juga menjadi momen strategis bagi Kabupaten Sukabumi untuk memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan Ukhuwah Islamiah Dan Saling Maaf Memaafkan Sesama Umat Muslim.

Siti Eni Nuraeni berharap semangat berkurban dapat mempererat ikatan persaudaraan antar sesama serta menjadi inspirasi untuk terus berbagi, peduli, dan berbuat baik,” pungkasnya.

Reporter : Mirna

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.