Kepala Desa Pawenang Hilman Nulhakim Ucapkan Marhaban ya Ramadhan, Ajak Warga Perkuat Iman dan Kebersamaan

YUTELNEWS.com | Sukabumi Pawenang ,Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kepala Desa Pawenang, Hilman Nulhakim, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Desa Pawenang. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ajakan kepada seluruh warga untuk menyambut bulan penuh berkah dengan hati yang bersih, penuh keikhlasan, dan semangat memperbaiki diri. Selasa ( 17/2/2026 ),

Kepala Desa Pawenang, Hilman Nulhakim, menuturkan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Bulan ini menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

“Marhaban ya Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa 1447 Hijriah. Semoga kita semua diberikan kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa dan seluruh amalan di bulan suci ini,” ujar Hilman Nulhakim.

Ia menambahkan, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk membersihkan hati, menjaga lisan, serta memperbaiki hubungan antar sesama. Menurutnya, suasana Ramadhan harus dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat solidaritas sosial, dan menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan Desa Pawenang.

Kepala Desa Pawenang juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci. Ia berharap kegiatan ibadah seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan.

Selain itu, Pemerintah Desa Pawenang berkomitmen mendukung setiap kegiatan positif yang digelar masyarakat selama Ramadhan. Dukungan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun desa yang religius, harmonis, dan penuh kepedulian terhadap sesama.

“Semoga Ramadhan tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh warga Desa Pawenang. Mari kita jadikan bulan suci ini sebagai momentum memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian sosial,” tutup Kepala Desa Pawenang, Hilman Nulhakim.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai religius yang semakin kuat, masyarakat Desa Pawenang diharapkan dapat menjalani Ramadhan dengan penuh khidmat dan menjadikannya sebagai ladang amal untuk meraih keberkahan.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Marhaban Ya Ramadan 1447 H, Ketua UKA GROUP H. Uka Tegaskan Kebangkitan Iman dan Solidaritas Masyarakat

YUTELNEWS.com | Sukabumi ,Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Ketua UKA GROUP, H. Uka, menyampaikan ucapan Marhaban Ya Ramadan kepada seluruh umat Muslim, khususnya masyarakat Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya. Selasa ( 17/2/2026 ),

Dalam pernyataannya, H. Uka mengungkapkan rasa syukur karena kembali dipertemukan dengan bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan.

Ia menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum penting untuk membangkitkan keimanan dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Marhaban Ya Ramadan. Semoga kita semua diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa, serta mampu meningkatkan kualitas diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar H. Uka.

Menurutnya, esensi Ramadan terletak pada kemampuan setiap individu dalam mengendalikan diri, menjaga sikap dan ucapan, serta mempererat tali silaturahmi. Nilai kesabaran, kejujuran, dan tanggung jawab harus semakin diperkuat dalam kehidupan sehari-hari, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagai pimpinan UKA GROUP, H. Uka juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan amanah dalam setiap aktivitas, termasuk dalam dunia usaha. Ia berharap semangat Ramadan dapat menjadi landasan moral untuk membangun kepercayaan serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum mempererat persatuan dan kebersamaan. Dengan solidaritas yang kokoh, berbagai tantangan sosial diyakini dapat dihadapi dengan lebih baik.

Menutup pernyataannya, H. Uka berharap Ramadan 1447 H membawa keberkahan, kedamaian, serta memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.

“Semoga bulan suci ini menjadi jalan bagi kita semua untuk meningkatkan iman dan mempererat solidaritas,” pungkasnya.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Pengangkatan Prof. Bahtiyar Efendi, Langkah Strategis IKAMA Menuju Organisasi Modern

YUTELNEWS.com | Madura ,Struktur Kepengusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) periode 2025-2030 resmi diumumkan.Selasa ( 17/2/2026 )

H. Muhammad Rawi kembali dipercaya menduduki posisi Ketua Umum. Hal ini berarti, untuk kali ketiga, pria yang akrab disapa Abah ini menakhodai organisasi IKAMA.

Di posisi Sekretaris Jenderal, didapuk H. Hanafi. Sedangkan tugas Bendahara Umum diemban H. Ach. Arif Efendi.
Guna memperkuat reorganisasi, IKAMA juga mengangkat Profesor Bahtiyar Efendi sebagai Dewan Pakar.

Abah H. Muhammad Rawi mengungkapkan terima kasih atas kepercayaan dari seluruh anggota IKAMI kepada dirinya untuk kembali memimpin organisasi.

“Dengan dibentuknya kepengurusan yang baru, kami ingin menegaskan soliditas internal organisasi, sekaligus menjadi momentum konsolidasi menuju peran yang lebih strategis. Tentunya tidak hanya bagi warga Madura, tetapi juga dalam kontribusi nyata terhadap dinamika sosial dan pembangunan nasional,” ungkapnya, Senin (16/2/2026).

Dirinya mengajak seluruh anggota untuk bahu-membahu membesarkan organisasi, untuk bisa berkiprah dan memberikan manfaat kepada masyarakat luas.

“Tentunya, pengurus tidak bisa bergerak sendiri. Butuh dukungan, masukan, dan kritik membangun dari seluruh anggota, agar kiprah organisasi bisa dirasakan,” tuturnya.

Profesor Bahtiyar Efendi selaku Dewan Pakar IKAMA menyambut baik reorganisasi yang dilakukan Ikatan Keluarga Madura. Menurutnya, hal ini dapat memotivasi anggota untuk bisa berbuat maksimal bagi organisasi.

“Selain itu, tentunya diharapkan melalui reorganisasi ini semakin menjadi magnet bagi keluarga besar Madura di manapun berada untuk ikut bergabung, sehingga makin menguatkan pondasi organisasi dan silaturahmi,” tutur Prof. Bahtiyar.

Dikatakannya, warga Madura tersebar di seluruh penjuru nusantara. Dengan bergabung di IKAMA diharapkan warga Madura di perantauan tidak melupakan tanah kelahiran dan bisa ikut membangun kampung halaman.

“IKAMA aktif dalam bidang pembangunan dan sosial. Mudah-mudahan warga Madura bisa terus berkiprah ikut memajukan kampung halaman dan wilayah tempatnya berdomisili sekarang,” tuturnya.

Sekjen, H. Hanafi menambahkan kepengurusan baru akan memprioritaskan empat sektor utama, yakni pendidikan, penguatan ekonomi, sosial kemasyarakatan, serta pendampingan hukum.

“Fokus tersebut dirancang sebagai layanan konkret organisasi bagi anggota maupun masyarakat luas, dengan pendekatan inklusif tanpa membedakan latar belakang etnis,” katanya.

Pada sektor pendidikan, katanya lagi, IKAMA menargetkan pengembangan lembaga pendidikan formal dan nonformal, baik di dalam maupun luar negeri.

“Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membuka akses pendidikan yang lebih merata, khususnya bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan kesempatan,” tuturnya.

Di bidang ekonomi, penguatan peran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) menjadi strategi utama dalam membangun jaringan ekonomi berbasis komunitas.

“Model kolaborasi antarwilayah diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi anggota sekaligus menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara pada sektor sosial, kepedulian organisasi telah diwujudkan melalui aksi kemanusiaan berskala nasional.

“DPP IKAMA tercatat menyalurkan bantuan senilai Rp750 juta bagi korban bencana di Sumatera dan Aceh, serta Rp300 juta untuk korban bencana di Kabupaten Cianjur,” paparnya.

“Bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong DPW IKAMA di seluruh Indonesia, termasuk kontribusi signifikan dari DPW IKAMA Arab Saudi senilai Rp80 juta,” imbuhnya.

Pada aspek hukum, IKAMA menegaskan komitmennya menghadirkan layanan pendampingan hukum gratis melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH), baik dalam proses litigasi maupun nonlitigasi.
“Program ini ditujukan untuk memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan,” katanya.

“Periode 2025–2030 harusmana menjadi fase penguatan peran organisasi agar lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman, sekaligus memperkuat posisi IKAMA sebagai organisasi sosial yang aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

SUBUH BERDARAH! Sepasang Suami Istri Jadi Korban Begal Golok di Pakuwon Parungkuda

YUTELNEWS.com. /Aksi kejahatan jalanan kembali mencoreng rasa aman warga Kabupaten Sukabumi. Sepasang suami istri menjadi korban pembegalan bersenjata tajam di Jalan Pakuwon, Parungkuda, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.

Korban berinisial F bersama istrinya saat itu hendak berangkat ke Pasar Parungkuda untuk mencari nafkah. Namun perjalanan mereka berubah menjadi tragedi ketika sebuah Yamaha Vixion warna biru memepet kendaraan yang mereka tumpangi.

Pelaku dengan brutal mengacungkan golok panjang dan melakukan pengejaran. Dalam upaya menyelamatkan diri, korban menarik gas, namun pelaku terus memburu hingga bacokan mengenai punggung kanan korban. Tidak berhenti di situ, motor korban ditendang hingga pasangan suami istri tersebut terjatuh ke aspal.

Dalam kondisi terluka dan syok, sepeda motor Honda Vario putih bernopol F 2995 OQ milik korban langsung dibawa kabur pelaku.

Luka Fisik dan Trauma Mendalam

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Saat ini kondisinya dilaporkan membaik dan menjalani pemulihan di rumah. Meski demikian, trauma akibat kejadian tersebut masih membekas, terutama karena peristiwa itu terjadi saat mereka hendak mencari rezeki di waktu subuh.

Alarm Keras Keamanan Dini Hari

Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa jalur Pakuwon-Parungkuda merupakan titik rawan pada jam-jam tertentu, terutama dini hari yang minim penerangan dan sepi aktivitas.

Masyarakat mendesak aparat kepolisian untuk meningkatkan patroli rutin pada rentang waktu 02.00–05.00 WIB, memperketat pengawasan di titik rawan, serta segera mengungkap dan menangkap pelaku.

Subuh seharusnya menjadi waktu penuh harapan, bukan menjadi saksi bisu aksi kekerasan di jalanan. Warga berhak merasa aman, terlebih saat berjuang mencari nafkah bersama keluarga.

Wowo : Sumber Kontributor Dede

Bupati H.Zukri Bersama Sultan Pelalawan X Ziarah ke Makam Sultan Pelalawan Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H

Pelalawan – Yutelnews.com ||
Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM bersama Sultan Pelalawan X, Assayyidis Syarif Kamaruddin Haroen Tengku Besar Pelalawan melaksanakan Ziarah Makam Sultan Pelalawan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Majelis Belimau Sultan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, yang dilaksanakan di Kecamatan Pelalawan, Minggu (15/2/2026). Adapun Makam Sultan Pelalawan ini berada di lingkungan Masjid Hibbah.

Dalam prosesi tersebut, Bupati Pelalawan mengikuti rangkaian doa bersama serta tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu Kesultanan Pelalawan, bersama Sultan Pelalawan X Assayyidis Syarif Kamaruddin Haroen Tengku Besar Pelalawan dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Tengku Zulfan, serta sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Pelalawan, tokoh adat, serta tokoh masyarakat.

Pada kesempatan itu, Bupati Zukri menyampaikan bahwa ziarah makam Sultan memiliki makna penting sebagai pengingat sejarah dan perjuangan para pendiri negeri, sekaligus menjadi momentum refleksi diri menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan.

“Melalui ziarah ini kita mendoakan para pendahulu sekaligus mengambil nilai keteladanan dari perjuangan mereka dalam membangun negeri.” ujarnya.

Bupati juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya serta religi yang telah diwariskan secara turun-temurun di Kabupaten Pelalawan.

Ziarah Makam Sultan Pelalawan berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan hingga seluruh rangkaian doa selesai dilaksanakan.|| AS

Menyambut Bulan Suci Ramadhan Bupati Zukri Hadiri Rangkaian Tradisi Belimau Sultan di Pelalawan

Pelalawan – Yutelnews.com ||
Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM menghadiri rangkaian prosesi adat Belimau Sultan dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Minggu (15/2/2026).

Prosesi ini dilaksanakan bersama Sultan Pelalawan X Assayyidis Syarif Kamaruddin Haroen Tengku Besar Pelalawan dan dihadiri Anggota DPD RI Abdul Hamid, unsur Forkopimda Kabupaten Pelalawan, sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Lembaga Adat Melayu Riau, tokoh adat, serta tokoh masyarakat.

Kegiatan adat yang menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Pelalawan tersebut dipusatkan di Istana Sayap Pelalawan, kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan menuju Tepian Sungai Kampar, tepatnya di anjungan yang telah disiapkan di wilayah Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawa, yakni kawasan yang memiliki nilai historis sebagai pusat Kerajaan Pelalawan.

Kehadiran Bupati Zukri dalam prosesi ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan terhadap pelestarian adat dan budaya Melayu yang sarat nilai religius, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke Makam Sultan Kerajaan Pelalawan yang dilaksanakan pada pagi hari, dilanjutkan dengan makan beradat di Ruang Tamu Istana Sayap Pelalawan, sebelum kemudian mengikuti puncak prosesi adat Mandi Belimau Sultan di tepian Sungai Kampar.

Bupati Zukri menyampaikan bahwa tradisi Belimau Sultan bukan sekadar seremoni budaya, melainkan memiliki makna spiritual sebagai sarana penyucian diri lahir dan batin menjelang Ramadan.

“Melalui prosesi ini kita diingatkan untuk membersihkan diri, mempererat silaturahmi, serta mempersiapkan diri agar dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih khusyuk.” ujarnya.

Bupati juga berharap tradisi adat seperti Belimau Sultan terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang memperkuat identitas daerah sekaligus memperkokoh nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Prosesi berlangsung khidmat dan penuh antusiasme masyarakat yang turut menyaksikan jalannya rangkaian adat hingga selesai dilaksanakan.|| AS

Peringati HPN 2026, Insan Pers Kabupaten Bandung Gelar Aksi Sosial Bagi Masyarakat Desa Gandasari,Katapang dan Pangalengan

Bandung – YUTELNEWS.com // Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, insan pers Kabupaten Bandung menggelar kegiatan bakti sosial di dua titik lokasi berbeda pada hari ini. Dalam kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian wartawan terhadap kondisi masyarakat di lapangan.

​Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung, aksi sosial ini diawali di Desa Gandasari, Kecamatan Katapang. Di lokasi tersebut, sebanyak 250 paket sembako dibagikan kepada orang tua jompo dan warga yang membutuhkan.
​Aksi serupa berlanjut di Desa Tribakti Mulya ,Kecamatan Pangalengan di mana jumlah bantuan bertambah berkat dukungan donatur lain dari Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) Citeureup yang memberikan paket tambahan berupa mi instan.

​”Kami ingin rekan-rekan wartawan lebih menjiwai tugas mereka di lapangan dengan melihat langsung kondisi masyarakat. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi berkah menjelang Ramadan,” ujar H. Asep Sahrial .

H.Asep Sahrial yang akrab di sapa kang Awing juga menjelaskankan, Selain warga lanjut usia, bantuan juga disalurkan kepada para pengemudi ojek pangkalan yang ditemui di lokasi.

Pemberian ini didasari atas apresiasi terhadap peran pengemudi ojek dalam membantu mobilisasi masyarakat, meskipun tidak semuanya memiliki kondisi ekonomi yang berkecukupan.

​Menindaklanjuti aksi hari ini, Kang Awing juga menegaskan, insan pers Kabupaten Bandung berencana untuk mengadakan kegiatan pembagian takjil selama bulan Ramadhan mendatang. Target bantuan tersebut direncanakan menyasar sekitar 300 orang di wilayah Kabupaten Bandung,” ujar Awing.

Dalam kesempatan yang sama kepala Dusun 3 Desa Tribaktimulya bapak Andi menyampaikan ​banyak terima kasih kepada rekan media semuanya pada Hari Pers Nasional tahun 2026 yang sudah memberikan bakti sosial kepada warga masyarakat Desa Tribaktimulya yang membutuhkan.

“Bahwa bantuan ini sangat berarti dan dirasakan manfaatnya oleh warga yang sedang mengalami kesulitan ekonomi,” katanya.

Ia juga berharap sinergitas antara media, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dapat terus terjalin dengan baik demi kesejahteraan masyarakat luas.

​”Insyaallah mereka merasa terbantu oleh program bakti sosial yang dilaksanakan oleh rekan-rekan media Kabupaten Bandung.

Saya juga berterima kasih mewakili pemerintah desa kepada segenap rekan media yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung dan Dinas terkait,” pungkasnya.***



Yans.

Sinergi Membangun Daerah : PRIMA Citeurep Dukung Aksi Sosial Insan Pers Kabupaten Bandung di Desa Tribakti Mulya

BANDUNG – YUTELNEWS.com // Organisasi Pemuda keagamaan Perhimpunan Remaja Mesjid (Prima) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan insan pers dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Bandung.
Hal ini disampaikan oleh Pembina Prima Citeureup Dayeuhkolot Ustad Setiadi, di sela-sela acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung yang berlangsung di Desa Tribakti Pangalengan, pada Senin (16/02/2026).

​Kegiatan yang berlangsung di Desa Tribakti Mulya, Kecamatan Pangalengan tersebut diisi dengan aksi sosial pembagian sembako kepada masyarakat setempat. Acara ini juga sekaligus menjadi momentum menyambut bulan suci Ramadhan melalui kolaborasi nyata antara jurnalis dan organisasi kepemudaan.

​ Dalam kehadirannya, Ustad Setiadi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas undangan kolaborasi dari Insan Pers PWI. Ia menilai peran pers sangat krusial dalam kemajuan daerah.

​”Kami sangat mendukung acara tersebut guna untuk lebih meningkatkan hubungan antara pers dan masyarakat, serta bersinergi dalam pembangunan di Kabupaten Bandung,” ujar Setiadi.

​Ia juga menambahkan bahwa sejauh ini hubungan antara Prima dan insan pers di Kabupaten Bandung berjalan sangat harmonis dan saling mendukung.

Dirinya menekankan ​Komitmen Sosial dan Lingkungan, ​Selain berpartisipasi dalam bakti sosial HPN, Prima juga tengah bersiap melaksanakan serangkaian aksi nyata lainnya.

Setiadi mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, Prima akan fokus pada kegiatan bantuan kemanusiaan dan lingkungan.

Dirinya menjelaskan ada ​beberapa agenda prioritas Prima meliputi dalam ​penanganan banjir dimana ini melakukan aksi bantuan dalam rangka penanganan banjir di wilayah Dayeuhkolot.

Selain itu ada ​Kegiatan prioritas Lingkungan melaksanakan berbagai aktivitas bertema lingkungan hidup secara berkesinambungan dalam Sinergi Pentahelix untuk memperkuat kerja sama lintas sektor untuk membantu program-program pemerintah dan kebutuhan masyarakat.

​Menutup pembicaraannya, Setiadi berharap agar kegiatan sosial seperti yang dilakukan Insan Pers PWI ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk membantu meringankan beban masyarakat.



Yans.

Wartawan Natuna Somasi Akun Anonim, Diduga Cemarkan Profesi

NATUNAYUTELNEWS.com || Gabungan organisasi profesi wartawan di Kabupaten Natuna resmi melayangkan somasi kepada pemilik akun anonim di grup WhatsApp “Berita Natuna–Grup CCTV-Nya Masyarakat Natuna”. Somasi dilayangkan atas dugaan pencemaran kehormatan profesi wartawan dan potensi pelanggaran UU ITE.

Gabungan organisasi yang terdiri dari Persatuan Wartawan Indonesia, Persatuan Jurnalis Natuna, Ikatan Wartawan Online Indonesia, dan Serikat Media Siber Indonesia menilai pernyataan akun anonim pada 14 Februari 2026 mengandung tudingan yang merendahkan profesi wartawan.

Somasi bernomor 001/WARTAWAN NATUNA/II/2026 tertanggal 16 Februari 2026 itu ditembuskan kepada admin grup WhatsApp serta Kasat Reskrim Polres Natuna.

Dalam surat somasi disebutkan, pernyataan akun anonim tersebut berpotensi melanggar Pasal 27A jo. Pasal 45 ayat (4) serta Pasal 28 UU ITE sebagaimana diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2024.

Gabungan organisasi wartawan menuntut klarifikasi terbuka, permohonan maaf, serta penjelasan dan pembuktian atas tudingan yang disampaikan. Tenggat waktu 3 x 24 jam diberikan untuk menunjukkan itikad baik. Jika diabaikan, langkah hukum akan ditempuh melalui pengaduan resmi hingga laporan polisi.

Para ketua organisasi wartawan menegaskan, somasi bukan bentuk anti kritik, melainkan upaya menjaga marwah profesi pers serta memastikan ruang digital tetap beretika dan bertanggung jawab.

Red: Darmansyah, Kabiro Natuna Yutelnews.com

Jelang Ramadan 1447 H, Ketua TP PKK Kabupaten Sukabumi Siti Eni Nuraeni Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Kepedulian

YUTELNEWS.com | Sukabumi ,Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Ketua TP PKK Kabupaten Sukabumi, Siti Eni Nuraeni, menyampaikan ucapan Marhaban Ya Ramadan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Dalam keterangannya, ia mengajak seluruh umat Muslim untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

“Marhaban ya Ramadan. Mari kita sambut bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini dengan hati yang bersih, niat yang tulus, serta semangat untuk mempererat kebersamaan,” ungkapnya.

Siti Eni Nuraeni menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membangun karakter keluarga yang lebih harmonis, memperkuat nilai kesabaran, serta menumbuhkan rasa empati di tengah masyarakat.

Sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Sukabumi, ia juga mendorong seluruh kader PKK hingga tingkat desa untuk terus aktif dalam kegiatan sosial, berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan, serta menjadi penggerak dalam menciptakan suasana Ramadan yang penuh kedamaian.

Menurutnya, keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berdaya. Oleh karena itu, Ramadan harus menjadi momentum untuk memperkokoh ketahanan keluarga serta mempererat hubungan antarwarga.

“Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi kita semua, memperkuat persatuan, dan menjadikan Kabupaten Sukabumi semakin religius, harmonis, serta sejahtera,” tutupnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Ramadan 1447 H diharapkan menjadi titik awal lahirnya energi positif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Gabungan organisasi wartawan di Kabupaten Natuna resmi melayangkan somasi terhadap akun anonim yang diduga menyerang kehormatan profesi dan melanggar ketentuan UU ITE.”

YUTELNEWS.com
NATUNA – Gabungan organisasi profesi wartawan di Kabupaten Natuna yang terdiri dari PWI, PJN, IWOI, dan SMSI resmi melayangkan somasi kepada pemilik akun anonim di grup WhatsApp “Berita Natuna-Grup CCTV-Nya Masyarakat Natuna” atas dugaan penyerangan kehormatan profesi wartawan dan potensi pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Somasi bernomor 001/WARTAWAN NATUNA/II/2026 tersebut disampaikan pada 16 Februari 2026. Tembusan surat telah diterima oleh admin grup WhatsApp, Sayed Mukhtarhadi (Abib Jong), serta Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Natuna, Iptu Richie Putra.

Dalam surat itu, gabungan organisasi wartawan menilai pernyataan akun anonim tertanggal 14 Februari 2026 mengandung frasa yang menyerang kehormatan profesi, termasuk penyebutan “oknum wartawan abal-abal” dan tudingan bahwa wartawan merusak serta menghambat pembangunan.

Organisasi wartawan menegaskan bahwa pernyataan tersebut berpotensi melanggar Pasal 27A jo. Pasal 45 ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Pasal 28 UU ITE yang mengatur larangan penyebaran informasi yang dapat menimbulkan kebencian, permusuhan, atau merugikan pihak lain melalui media elektronik.

Dalam somasi juga ditegaskan bahwa gabungan organisasi wartawan menuntut agar pihak yang bersangkutan memberikan klarifikasi secara terbuka, menyampaikan permohonan maaf, serta membuktikan atau secara jelas menyebutkan pihak yang dimaksud sebagai “oknum” dalam pernyataan tersebut. Apabila tuduhan tersebut tidak dapat dibuktikan atau tidak disertai penjelasan yang jelas, maka pernyataan dimaksud dinilai sebagai tuduhan tanpa dasar yang berpotensi melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Gabungan organisasi wartawan memberikan waktu 3 x 24 jam kepada pihak yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi. Apabila dalam tenggat waktu tersebut tidak terdapat itikad baik, organisasi wartawan menyatakan akan terlebih dahulu menyampaikan aduan resmi kepada aparat penegak hukum sebagai langkah awal penanganan perkara. Jika dari proses aduan ditemukan unsur pidana yang memenuhi ketentuan hukum, maka langkah tersebut akan ditingkatkan menjadi Laporan Polisi secara resmi sesuai prosedur yang berlaku.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Natuna, Muhammad Rapi, menegaskan bahwa somasi tersebut bukan bentuk anti kritik. “Kami terbuka terhadap kritik. Namun tuduhan tanpa dasar yang menyerang kehormatan profesi tidak dapat dibiarkan. Ini soal menjaga marwah pers,” ujarnya.

Ketua Persatuan Jurnalis Natuna, Roy Parlin Sianipar, menyatakan bahwa ruang digital harus dijaga sebagai ruang yang sehat dan bertanggung jawab. “Kebebasan berpendapat dilindungi, tetapi tidak boleh digunakan untuk mendeligitimasi profesi tanpa bukti,” katanya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Natuna, Baharullazi, menyebut penggunaan akun anonim untuk menyerang profesi berpotensi menjadi preseden buruk bagi demokrasi lokal. “Jika ini dibiarkan, maka ruang publik akan dipenuhi narasi yang tidak akuntabel,” tegasnya.

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Natuna, Doni Papilius, menambahkan bahwa langkah somasi merupakan upaya proporsional sebelum ditempuh jalur hukum. “Kami memilih langkah hukum yang terukur dan sesuai prosedur. Kami berharap ada klarifikasi dan penyelesaian yang baik,” ujarnya.

Gabungan organisasi wartawan menegaskan, mereka berdiri untuk menjaga independensi pers dan profesionalisme jurnalistik di daerah, serta memastikan ruang publik tetap beretika dan berimbang. (Bani)

Sambut Ramadan 1447 H, Teddy Setiadi Ajak Warga Sukabumi Perkuat Iman, Tebar Kepedulian, dan Rajut Kebersamaan

YUTELNEWS.com | Sukabumi,Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, Teddy Setiadi, mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut bulan penuh berkah tersebut dengan kesiapan lahir dan batin.

Menurutnya, Ramadan bukan hanya agenda rutin tahunan umat Islam, melainkan momentum istimewa untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki akhlak, serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa kualitas Ramadan seseorang tidak hanya diukur dari ibadah ritual semata, tetapi juga dari perubahan sikap dan kepedulian sosial.

“Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, ini adalah waktu yang tepat untuk membersihkan hati, menahan amarah, memperbaiki hubungan antarsesama, serta meningkatkan empati kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Teddy.

Politisi dari Partai Gerakan Indonesia Raya tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga aparatur pemerintahan, untuk bersama-sama menciptakan suasana Ramadan yang aman, damai, dan penuh kebersamaan.

Menurutnya, semangat gotong royong dan budaya berbagi harus semakin digelorakan, baik melalui kegiatan sosial, santunan, maupun aksi nyata membantu
tetangga dan lingkungan sekitar.

“Ramadan adalah momentum memperkuat solidaritas. Mari kita jadikan bulan suci ini sebagai ajang mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan semangat saling membantu,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan antarwarga agar suasana Ramadan tetap kondusif dan penuh kedamaian. Dengan kebersamaan, ia optimistis masyarakat Sukabumi mampu melewati berbagai tantangan dan terus bergerak menuju kemajuan.

Teddy berharap, semangat Ramadan 1447 H mampu melahirkan pribadi-pribadi yang lebih religius, masyarakat yang lebih peduli, serta lingkungan yang semakin harmonis.

“Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan untuk kita semua, memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan menjadikan Sukabumi semakin aman, nyaman, dan sejahtera,” pungkasnya.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Media Mabes Bharindo Santuni 50 Anak Yatim dan Jompo, Teguhkan Semangat “Dengan Berbagi Indahnya Persaudaraan”

YUTELNEWS.com | Sukabumi,Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Aula Kantor Mabes Bharindo di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 69, Kp. Citoke, RT 04/023, Cipanas, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Senin (16/02/2026) sekira pukul 13.00 WIB.

Di tempat inilah Media Mabes Bharindo menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim dan kaum jompo dengan mengusung tema “Dengan Berbagi Indahnya Persaudaraan.” Sebanyak 50 orang penerima manfaat hadir dan menerima bantuan dengan penuh rasa syukur.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni sosial, melainkan wujud nyata kepedulian insan pers terhadap masyarakat yang membutuhkan. Sejak awal acara, para tamu undangan, pengurus, serta relawan tampak berbaur hangat bersama anak-anak yatim dan para lansia. Doa bersama dan penyerahan santunan menjadi momen yang paling menyentuh, diiringi rasa haru dari para penerima.

Kaperwil Jawa Barat Media Mabes Bharindo, Sony Sadikim, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen moral dan sosial lembaga yang dipimpinnya.

“Kami ingin menegaskan bahwa Media Mabes Bharindo bukan hanya hadir untuk menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi sosial. Tema ‘Dengan Berbagi Indahnya Persaudaraan’ bukan sekadar slogan, melainkan komitmen kami untuk terus menebar manfaat. Selama kami masih diberi ruang dan kemampuan, kegiatan santunan seperti ini akan terus kami lakukan,” tegas Sony Sadikim.

Ia juga menambahkan bahwa kepedulian sosial harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tanggung jawab individu atau lembaga tertentu.

“Persaudaraan itu indah ketika diwujudkan dalam aksi nyata. Hari ini kita berbagi dengan 50 anak yatim dan jompo, ke depan kami berharap lebih banyak pihak yang tergerak untuk ikut serta. Karena sejatinya, keberkahan sebuah lembaga bukan hanya dari besar namanya, tetapi dari seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat,” tambahnya penuh semangat.

Kegiatan santunan ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar yang berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Media Mabes Bharindo membuktikan bahwa berbagi bukan soal jumlah, melainkan tentang ketulusan dan komitmen untuk terus merawat nilai-nilai persaudaraan di tengah masyarakat

Reporter :Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Di Duga Dinas PUTR Kabupaten Nias Utara Kurang Pengawasan Terhadap Pekerjaan Pemeliharaan Jalan Lombuza,ua – Sawo Nias Utara diKerjakan Asal jadi

Nias utaraYUTELNEWS.com Sangat disayangkan jika pekerjaan yang dilakukan oleh Rekanan Nama perusahaan CV Tiga Putra Direktur, Agustinus Zega ini, gegara kurangnya pengawasan Dinas PUTR Kabupaten Nias Utara Dengan Anggaran,,,(Dua miliar seratus enam puluh enam juta dua ratus dua puluh ribu sembilan puluh) terhadap proyek kegiatan pembangunan Rehabilitasi jembatan dan pekerasan jalan juga struktur pekerasan beton,juga penyusunan batu di kawat Bronjong yang kurang sesuai spesifikasi dan pekerjaan lainnya.

Di duga pekerjaan tersebut di lakukan asal jadi atau tidak sempurna dengan apa yang di harapkan warga setempat,juga tokoh masyarakat, untuk mendapatkan kepastian aduan masyarakat, beberapa awak media pers Dan LSM turun langsung melihat kondisi pekerjaan tersebut, dan terlihat jelas pemasangan besi atau pelekatan las ada hanya satu dua titik las di tiap tiap siku siku besi atau tidak menyeluruh di penuhi cucuk api las, penahanan kekuatan besi H panjang dan bukan hanya itu ujung besi H sebelah kiri dan kanan pemasangan nya jauh berbeda,bukan hanya itu pembangunan tembok ujung dan tembok penahan tengah jembatan penahan besi H masih di pakai beton lama yang sebelumnya yang di dikuatirkan cepat rapuk dan hancur karena kualitas bangunan sebelumnya sudah di makan usia. Tidak selesai sampai itu beberapa awak media pers Dan LSM melihat kondisi pekerjaan pembangunan tembok penahan atau kawat Bronjong yang isian nya batunya di buat batu kecil pecah yang bisa di cungkil, pakai tangan pun bisa lepas dari kawat jaringan Bronjong tersebut. Begitu juga dengan drenase (parit betonnya) masih terpakai sebagaian beton lama dan campuran semen pasangan untuk pelekatan batu diduga tidak sesuai dengan yang diharapkan sangat terlihat jelas dengan warna beton drenase parit tersebut juga memakai semen bermerek murah seperti semen (merah putih, semen bermerek dinamik) yang seharusnya paling tidak semen bermerek semen Padang yang kualitasnya bagus dari semen bermerek murah.

Dengan demikian dari Hasil pemantauan di lapangan Awak media Pers dan LSM meminta tanggapan dari salah satu pihak masyarakat termasuk tokoh masyarakat untuk mendapatkan tanggapan mereka menyatakan bahwa mereka juga sangat kecewa dengan proses penanganan proyek yang memakan atau memakai Dana kurang lebih 2 miliar tersebut, dengan tidak adanya kualitas bangunan untuk jangka panjang dan di kuatirkan cepat rusak. Dan juga beberapa masyarakat mengatakan program proyek ini di miliki oleh kepala dinas PUTR kab Nisut sedang Rekanan hanyalah yang menjalankan perintah dari pada kepala dinas PUTR kab Nisut Tersebut, masyarakat juga menilai adanya praktik kong kali kong dengan rekan pemborong nya dengan mengurangi kualitas bangunan tersebut.

Dengan demikian tanggapan masyarakat untuk pemerintah kabupaten Nias Utara juga propinsi Sumatera juga pusat supaya pekerjaan proyek kegiatan pembangunan Rehabilitasi jembatan dan pekerasan jalan juga struktur pekerjaan pekerasan beton dan pekerjaan lainnya jangan menjadi ajang lahan keuntungan dari pihak terkait guna memperoleh keuntungan yang lebih besar. Karena itu hak rakyat dari pajak yang dipungut dari masyarakat.
(Tim red)

Narasi “Wartawan Abal-Abal” di Media Sosial Tuai Reaksi Keras Insan Pers

NATUNAYUTELNEWS.com || Sebuah akun media sosial bernama Anna Chapman menuai sorotan publik setelah melontarkan narasi terkait kontrol sosial terhadap pembangunan infrastruktur. Dalam unggahannya, akun tersebut menggunakan istilah “wartawan abal-abal” serta menyinggung rezim sebelumnya dengan tudingan praktik korupsi.

Narasi yang beredar luas di ruang publik tersebut dinilai tidak mengarah pada individu tertentu, melainkan menggeneralisasi profesi wartawan secara menyeluruh. Penggunaan diksi yang bersifat stigmatis itu dipandang berpotensi menimbulkan kegaduhan, memicu ketegangan, serta menciptakan energi negatif di kalangan insan pers, tidak hanya di Natuna, tetapi juga dapat berdampak pada wartawan di berbagai daerah lainnya.

Empat organisasi pers yang ada di Natuna menilai pernyataan tersebut telah mencederai marwah, kehormatan, dan integritas profesi jurnalistik. Mereka menegaskan bahwa kritik terhadap pembangunan dan kontrol sosial merupakan bagian sah dari demokrasi, namun penyampaian opini yang menggeneralisasi profesi pers dinilai tidak etis, tidak berimbang, dan berpotensi menyesatkan opini publik.

Sebagai sikap bersama, keempat organisasi wartawan di Natuna menyatakan komitmennya untuk menempuh jalur hukum agar pihak yang melontarkan narasi tersebut dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum. Langkah ini dipandang sebagai upaya konstitusional untuk menegakkan etika komunikasi publik serta menjaga wibawa pers sebagai pilar demokrasi.

Pemberitaan terkait persoalan ini sebelumnya telah dimuat oleh Metroindonesia.co.id sebagai bagian dari dinamika informasi di ruang publik.

Sementara itu, saya selaku salah satu awak media Yutelnews menyatakan merasa tersenggol secara moral atas narasi yang berkembang. Penyebutan istilah yang menggeneralisasi profesi wartawan dinilai berpotensi mencederai martabat insan pers yang selama ini menjalankan tugas jurnalistik berdasarkan kode etik, prinsip profesionalisme, dan tanggung jawab sosial.

Sebagai bagian dari komunitas pers, saya menyatakan sependapat dan mendukung penuh langkah empat organisasi wartawan Natuna yang memilih penyelesaian melalui jalur hukum. Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi solusi objektif dan berkeadilan, sehingga persoalan ini dapat diselesaikan sesuai mekanisme hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sekaligus menjaga iklim demokrasi yang sehat dan beradab.

Red: Darmansyah, Kabiro Natuna Yutelnews.com

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.