Lurah Muda Pasawahan Gandung Audi, Ukir Prestasi Gemilang : Sabet Juara 3 Anugerah Gapura Sri Baduga Jabar

KAB BANDUNG – YUTELNEWS com|| Di tengah gemerlap Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Selasa (30/12/2025) malam, sorak sorai kebahagiaan membahana ketika nama Kelurahan Pasawahan dipanggil sebagai pemenang ketiga dalam Anugerah Sri Baduga.

Gandung Audi, Lurah Pasawahan Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, naik panggung menerima penghargaan Anugerah Gapura Sri Baduga Desa dan Kelurahan Tingkat Jawa Barat 2025.

Bukan sekadar penghargaan, tapi Kelurahan Pasawahan juga berhak menerima hadiah fantastis yakni uang hadiah sebesar Rp 6 miliar.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyerahkan langsung mahkota juara ketiga itu kepada Gandung, Lurah muda yang baru lima bulan menjabat. Meski terbilang pendatang baru, Gandung mampu membuktikan diri sebagai pemimpin visioner.

“Alhamdulillah, meski baru lima bulan menjadi Lurah Pasawahan, tapi kami sudah bisa berprestasi di tingkat Jawa Barat. Ini semua berkat kerja keras tim dan dukungan warga Pasawahan,” ujar Gandung dengan mata berbinar.

Tak lupa, Lurah milenial itu juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna dan jajaran Pemkab Bandung terutama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Camat Dayeuhkolot serta kerja keras jajaran Pemerintahan Kelurahan Pasawahan dan dukungan semua warga Pasawahan.

“Bisa meraih juara di tingkat provinsi dan menyisihkan 645 kelurahan lain se-Jawa Barat adalah kebanggaan tersendiri,” tambahnya.

Menurutnya, penilaian penghargaan ini berdasarkan inovasi serta penilaian berbagai bidang. Namun bagi Pasawahan Dayeuhkolot, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri di tengah permasalahan banjir, ternyata masih mampu meraih prestasi.

Di balik kebanggaan akan prestasi bergengsi tersebut, Lurah Gandung tak lupa akan tantangan yang dihadapi Kelurahan Pasawahan. Banjir dan sampah masih menjadi momok yang menghantui.

“Dana Rp 6 miliar ini rencananya akan kami gunakan untuk mengatasi masalah banjir dan sampah. Kami akan berkolaborasi dengan Pentahelix Dayeuhkolot. Ini adalah komitmen kami untuk Pasawahan yang lebih baik,” ungkap Gandung.

Prestasi Kelurahan Pasawahan ini menjadi bukti bahwa inovasi dan kolaborasi mampu membawa perubahan positif, bahkan di tengah keterbatasan.

Gandung berharap, keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi desa dan kelurahan lain di Jawa Barat untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Selain Kelurahan Pasawahan, untuk kategori desa, Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi juga berhasil menjadi Pinunjul Dua (Juara Kedua) Anugerah Gapura Sri Baduga Tingkat Jabar dan berhak mendapat hadiah Rp 7 miliar.

Kepala Desa Cibiru Wetan Hadian Supriatna mengatakan hadiah itu akan digunakan untuk modal percepatan pembangunan dan kemajuan desa ke depannya.

“Kami sangat bersyukur bisa mengharumkan nama Kecamatan Cileunyi dan Kabupaten Bandung di tingkat provinsi. Semua ini tidak mungkin tercapai tanpa dedikasi dari setiap anggota tim pemerintahan desa dan partisipasi aktif seluruh masyarakat yang selalu mendukung setiap program pembangunan yang kami laksanakan,” ucap Hadian.

Hadiah yang diberikan tidak hanya berupa bantuan keuangan, tetapi juga akan didukung dengan program pendampingan dan pembinaan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengoptimalkan potensi desa yang telah terbukti memiliki kapasitas unggul.

Program Gapura Sri Baduga bertujuan mendorong semangat kompetisi sehat antar desa dan kelurahan dalam meningkatkan kualitas pembangunan daerah, sekaligus mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat di tingkat desa/kellurahan sebagai ujung tombak pembangunan nasional.

Anugerah Gapura Sri Baduga Tingkat Jabar 2025 ini diikuti oleh ratusan desa dan kelurahan se-Jawa Barat. Penilaian dilakukan melalui serangkaian tahapan yang ketat dan objektif oleh tim dewan juri yang terdiri dari para ahli dan praktisi pembangunan dari berbagai bidang.

Pemenang dipilih berdasarkan capaian kinerja yang terukur, inovasi yang diterapkan, serta dampak positif.

 

 

Yans

Ketua DPD Partai Nasdem Irmaizar Hadiri Acara Konsolidasi Partai NasDem di Padang Sumatera Barat

PADANG, YUTELNEWS.COM —Partai NasDem mengadakan konsolidasi di Sumatra Barat untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat dan meningkatkan elektabilitas pada, Selasa (30/12/2025).

Anggota DPR RI, M Shadiq Pasadigoe menekankan pentingnya mendengarkan suara rakyat melalui reses bukan hanya sebagai agenda formal,” ucap M Shadiq Pasadigoe.

Sinergi antara anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, serta semua level struktural Partai NasDem, dari DPW hingga DPC, sangat ditekankan.

Selanjutnya Shadiq mengajak kader Partai NasDem di Sumatra Barat untuk aktif membantu masyarakat terutama yang terdampak bencana,” ucapnya

Fadly Amran, Ketua DPW Partai NasDem Sumatra Barat, mengapresiasi komitmen Shadiq dalam membangun komunikasi dan konsolidasi dengan semua struktur partai,” ungkap Ketua DPW Nasdem Fadly Amran.

Ketua DPD Nasdem Kota Payakumbuh Irmaizar mengatakan dengan diadakannya Konsolidasi yang diadakan dikota Padang, ini juga untuk mempererat hubungan silahturahmi antar sesama partai Nasdem dan menyatukan VISI/ MISI sesuai Mandat Ketua UMUM DPP Partai Nasdem Surya Paloh.

Kegiatan diakhiri dengan dialog untuk menyerap aspirasi masyarakat yang akan dirangkum dalam laporan tertulis lengkap.

Partai NasDem berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat Sumatra Barat yang sedang dalam proses pemulihan pascabencana.

(MD)

Kelurahan Pasawahan Persembahkan Anugrah Penghargaan Gapura Sri Baduga untuk Kabupaten Bandung,Terus Berinovasi

KAB.BANDUNG – YUTELNEWS com|| Pemkab Bandung meraih dua penghargaan Anugerah Gapura Sri Baduga Desa dan Kelurahan Terbaik Tingkat Jawa Barat 2025, yang digelar di Sasana Budaya Ganesha ITB, Selasa 30 Desember 2025 malam.

Pertama, penghargaan Desa Terbaik diraih oleh Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi sebagai Desa Berkinerja Terbaik dengan predikat “Pinunjul Kadua” (Juara Kedua).

Kemudian untuk kategori Kelurahan Terbaik diraih oleh Kelurahan Pasawahan Kecamatan Dayeuhkolot sebagai Kelurahan Berkinerja Terbaik dengan predikat “Pinunjul Katilu” (Juara Ketiga) Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Raihan prestasi ini membuktikan optimisme Bupati Bandung Dadang Supriatna yang sebelumnya meyakini Desa Cibiru Wetan dan Kelurahan Pasawahan bakal jadi juara tiga besar di Anugerah Gapura Sri Baduga Jabar.

Bupati yang akrab disapa Kang DS itu beralasan, Desa Cibiru Wetan sudah memiliki prestasi tingkat nasional dengan menyandang predikat Desa Percontohan Antikorupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Juni 2022.

Dengan penerapan sistem Keterbukaan Informasi Publik (KIP) melalui aplikasi Simpel Desa dan Balai Desa, Cibiru Wetan berhasil meraih penilaian dengan skor 96,16, yang menempatkannya pada Kategori Istimewa Desa Percontohan Antikorupsi KPK.

Oleh karena itu, Kang DS menyampaikan apresiasi atas pencapaian Desa Cibiru Wetan maupun Kelurahan Pasawahan yang menjadi bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi seluruh elemen masyarakat Desa Cibiru Wetan dan Kelurahan Pasawahan dalam membangun desa dan kelurahannya.

“Semoga juara kedua yang diraih Desa Cibiru Wetan dan juara ketiga yang diraih Kelurahan Pasawahan di Anugerah Gapura Sri Baduga Tingkat Jabar ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bandung untuk terus berkarya, berinovasi, meningkatkan kualitas pembangunan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bandung,” harap Kang DS.

Lurah Pasawahan Gandung Audi mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan oleh semua pihak sehingga Kelurahan Pasawahan bisa meraih juara ketiga kelurahan terbaik tingkat Jawa Barat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Bandung atas arahan dan bimbingannya, Camat Dayeuhkolot dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung, serta seluruh masyarakat Kelurahan Pasawahan atas dukungan dan kerjasamanya,” ujar Lurah Gandung.

Menurutnya, penghargaan tersebut akan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Kelurahan Pasawahan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan di seluruh wilayah Kelurahan Pasawahan.

“Kami tidak menyangka akan meraih juara ketiga kelurahan terbaik tingkat Jawa Barat. Ini adalah pencapaian luar biasa. Kami persembahan Anugerah ini untuk seluruh masyarakat Kelurahan Pasawahan,” kata Gandung Audi.

Anugerah Gapura Sri Baduga adalah penghargaan Pemprov Jabar untuk mengapresiasi kinerja pemerintahan desa dan kelurahan di Jawa Barat yang telah berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat partisipasi masyarakat, serta membangun lingkungan yang bersih, maju, dan sejahtera.

Ada beberapa aspek yang dinilai dari setiap desa dan kelurahan pada ajang ini. Mulai dari tata kelola pemerintahan, perekonomian, kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial masyarakat, partisipasi warga, ketentraman dan ketertiban hingga masalah kebersihan.

Dengan diraihnya peringkat 3 besar Anugerah Gapura Sri Baduga, Desa Cibiru Wetan dan Kelurahan Pasawahan semakin membuktikan diri sebagai salah satu desa dan kelurahan terbaik di Provinsi Jawa Barat.

Prestasi bergengsi ni diharapkan dapat memberikan dampak positif dan memotivasi desa dan kelurahan lainnya di Kabupaten Bandung untuk terus meningkatkan pelayanan, pembangunan hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.(**)

 

Yans.

Pemdes Pawenang Tuntaskan Penyaluran BLTS Kesra untuk 196 KPM, Kades Aa Iing Tegaskan Komitmen Hadir untuk Warga

Yutelnews.com//

Nagrak ,Pemerintah Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat. Sebanyak 196 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra) yang digelar di Aula Desa Pawenang, Selasa.

Penyaluran bantuan berlangsung tertib dan lancar, dengan pengawasan langsung dari aparatur desa guna memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang berhak. Sejak pagi, ratusan warga tampak antusias mendatangi aula desa untuk menerima hak mereka.

Kepala Desa Pawenang Aa Hilman Nurhakim, yang akrab disapa Aa Iing, menegaskan bahwa BLT Kesra bukan sekadar bantuan tunai, tetapi bentuk kehadiran negara melalui pemerintah desa di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih penuh tantangan.

“BLT Kesra ini kami salurkan secara transparan dan tepat sasaran. Harapan kami, bantuan ini dapat meringankan beban kebutuhan harian masyarakat, terutama warga yang benar-benar membutuhkan,” tegas Aa Iing.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Desa Pawenang berkomitmen untuk terus mengawal setiap program sosial agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa pemerintah desa hadir, bekerja, dan peduli. Ini bukan hanya soal bantuan, tapi soal keadilan sosial,” tambahnya.

Sejumlah warga penerima manfaat mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. Di tengah naiknya harga kebutuhan pokok, BLT Kesra dinilai sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

Dengan tersalurnya BLT Kesra kepada 196 KPM, Pemdes Pawenang berharap roda ekonomi warga dapat terus bergerak dan kesejahteraan masyarakat desa semakin meningkat.

# Pawenang Mencrang #

 

Reporter  : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Bupati Bandung Kang DS Bersama Danlanud Bertakziyah ke Rumah Duka Atlet Terjun Payung yang Wafat di Laut Pangandaran

Bandung – YUTELNEWS com|| Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna bertakziyah ke rumah duka atlet terjun payung Purn Korpasgat TNI AL Rusli, di Komplek Cingcin Permata Indah Kecamatan Soreang, Selasa (30/12/2025) malam.

Bandung Bupati Bandung bersama Komandan Lanud Sulaiman Marsma TNI Eko Sujatmiko, didampingi Ketua KONI Kabupaten Bandung Yana Suryana dan Ketua KONI Jawa Barat M Budiana menyampaikan duka cita atas wafatnya almarhum saat mengikuti Kejuaraan Daerah Terjun Payung yang digelar Pengurus Terjun Payung FASI Jawa Barat, pada Senin 30 Desember 2025 sekitar pukul 10.50 WIB.

Selain almarhum Rusli, satu lagi atlet bernama Purn Korpasgat Widiasih masih dalam pencarian yang dinyatakan hilang. Sementara tiga atlet lainnya sudah selamat.

Ketua KONI Kabupaten Bandung Yana Suryana mengatakan kelima atlet tersebut merupakan atlet Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) Kabupaten Bandung di bawah naungan KONI Kabupaten Bandung.

“Kami dari jajaran KONI Kabupaten Bandung menyampaikan duka cita yang mendalam berbela sungkawa atas wafatnya almarhum Pak Rusli, atlet terjun payung asal Kabupaten Bandung yang wafat saat sedang bertugas sebagai atlet di Kejurda Terjun Payung di Pangandaran,” kata Ketua KONI Kabupaten Bandung Yana Suryana seusai bertakziyah.

Lebih lanjut Yana menuturkan kronologis kejadian, kelima penerjun asal Kabupaten Bandung itu bertolak dari Bandara Nusawiru Pangandaran menggunakan Pesawat Cessna 185 Genesa Dirgantara, untuk melakukan penerjunan 4-Way Formation Skydiving dari ketinggian 9000 feet.

Kelima atlet Purnawirawan Korpasgat tersebut antara lain Rusli, Widiasih, Kudlori, Karni dan Mustafa. Awalnya, tim melakukan formasi terjun dengan cukup baik. Namun saat pendaratan, dari 5 penerjun, 3 berhasil mendarat di pesisir pantai yaitu Mustofa (Cameramen), Kudlori dan Karni.

“Dua atlet lainnya tidak berhasil mendarat dengan sempurna, di mana satu penerjun atas nama Rusli ditemukan Tim SAR Laut dalam kondisi sudah meninggal dunia di tengah Laut Batukaras Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, dan satu lagi penerjun aWidiasih masih dalam proses pencarian tim SAR Laut,” tutur Yana. Menurutnya, almarhum Purn Korpasgat Rusli akan dikebumikan hari ini Rabu 31 Desember 2025.

 

 

Yans

Melonjak Tajam, Pemkab Bandung Raih Peringkat 3 Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Jawa Barat 2025

Bandung – YUTELNEWS com|| Pemkab Bandung meraih Juara Ketiga Kategori Badan Publik (Pemkab) Informatif di ajang Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2025 yang digelar Komisi Informasi Jawa Barat, di Sasana Budaya Ganesha ITB, Selasa 30 Desember 2025.

Bupati Bandung Dadang Supriatna selaku Pembina PPID Kabupaten Bandung mengaku sangat bangga dan bersyukur atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, capaian peringkat ketiga di ajang Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tingkat Provinsi Jawa Barat ini merupakan sebuah kebanggaan besar bagi Pemerintah Kabupaten Bandung,” ucap Bupati Bandung dalam keterangan resminya.

Menurut bupati, llonjakan dari peringkat 11 ke peringkat 3 bukanlah hal yang mudah dan ini menunjukkan bahwa kerja keras, konsistensi, serta komitmen seluruh jajaran dalam membangun keterbukaan informasi publik benar-benar membuahkan hasil yang nyata.

Bupati Kang DS menegaskan, prestasi ini menjadi penyemangat sekaligus tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik ke depan.

“Prestasi ini bukan akhir, melainkan motivasi bagi kami untuk terus bergerak lebih maju,” tandasnya.

Kang DS berharap budaya keterbukaan, transparansi dan akuntabilitas dapat semakin mengakar di seluruh perangkat daerah demi meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PPID Kabupaten Bandung beserta seluruh jajaran PPID Pelaksana, sehingga proses monitoring dan evaluasi dapat dilalui dengan sangat baik dan membawa Kabupaten Bandung meraih peringkat 3 terbaik di Jawa Barat.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada PPID Kabupaten Bandung serta seluruh PPID pelaksana yang telah bekerja dengan penuh dedikasi, disiplin dan semangat kolaborasi,” ucap Kang DS.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bandung Teguh Purwayadi selaku PPID Kabupaten Bandung menyampaikan rasa bangga dan haru atas capaian tersebut.

Menurutnya prestasi di bidang KIP ini membanggakan mengingat adanya peningkatan yang signifikan di mana pada KIP Jabar 2024, Pemkab Bandung berada di peringkat 11.

“Alhamdulillah, dengan peringkat ketiga di ajang penghargaan KIP Jabar 2025 ini artinya melesat dari tahun 2024 yang masih di peringkat 11,” ucap Teguh Purwayadi saat mendampingi Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menerima secara langsung penghargaan.

Teguh menyatakan capaian ini menjadi lompatan yang sangat berarti yang semakin menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bandung dalam memperkuat tata kelola keterbukaan informasi publik yang transparan, akuntabel dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kami sangat bangga dengan capaian ini. Peringkat 3 merupakan hasil dari proses panjang, kerja keras dan kesungguhan seluruh tim PPID dalam memenuhi setiap tahapan monitoring dan evaluasi. Ini membuktikan bahwa komitmen yang dijalankan secara konsisten tidak pernah mengkhianati hasil,” ungkapnya.

Kadiskominfo mengakui keberhasilan tersebut tidak lepas dari pendampingan Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat atas pendampingan, arahan dan evaluasi yang diberikan sepanjang proses monitoring dan evaluasi. Pembinaan ini sangat membantu kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan keterbukaan informasi publik,” ucapnya.

Secara khusus pihaknya pun memberikan apresiasi kepada pimpinan Komisi Informasi Jabar. “Terima kasih kami sampaikan kepada Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat, Bapak Husni Farhani Mubarak atas dukungan dan pembinaannya. Capaian ini menjadi pemicu semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas keterbukaan informasi publik Kabupaten Bandung di masa yang akan datang,” tandas Teguh.

Prestasi ini diharapkan dapat semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap Pemkab Bandung serta menjadi fondasi untuk peningkatan kualitas keterbukaan informasi publik yang berkelanjutan.

Anugerah Keterbukaan Informasi Publik merupakan hasil dari rangkaian kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilakukan Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat sepanjang tahun 2025. Tahapan monev meliputi sosialisasi, pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ), verifikasi, visitasi dan uji publik, hingga penilaian akhir yang diumumkan melalui anugerah.

Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator utama, antara lain pengumuman informasi publik, penyediaan dokumen informasi, pengembangan website, kelembagaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), pengadaan barang dan jasa, serta aspek evaluasi seperti kualitas dan jenis informasi, komitmen organisasi dan digitalisasi layanan informasi.(*)

 

 

Yans

 

 

 

Yans.

Kabupaten Bandung Raih Juara 2 dan 3 Anugerah Gapura Sri Baduga Desa dan Kelurahan Tingkat Jawa Barat

Bandung – YUTELNEWS com|| Pemkab Bandung merebut dua penghargaan Anugerah Gapura Sri Baduga Desa dan Kelurahan Tingkat Jawa Barat 2025, yang digelar di Sasana Budaya Ganesha ITB, Selasa 30 Desember 2025.

Kedua anugerah yang diraih antara lain Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung sebagai Desa Berkinerja Terbaik dengan predikat “Pinunjul Kadua” (Juara Kedua). Kemudian Kelurahan Pasawahan Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung sebagai Kelurahan Berkinerja Terbaik dengan predikat “Pinunjul Katilu” (Juara Ketiga) Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Raihan prestasi ini membuktikan optimisme Bupati Bandung Dadang Supriatna yang sebelumnya meyakini Desa Cibiru Wetan dan Kelurahan Pasawahan bakal jadi juara tiga besar di Anugerah Gapura Sri Baduga Jabar.

Bupati Kang DS beralasan, Desa Cibiru Wetan sudah memiliki prestasi tingkat nasional dengan menyandang predikat Desa Percontohan Antikorupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Juni 2022.

Dengan penerapan sistem Keterbukaan Informasi Publik (KIP) melalui aplikasi Simpel Desa dan Balai Desa, Cibiru Wetan berhasil meraih penilaian dengan skor 96,16, yang menempatkannya pada Kategori Istimewa Desa Percontohan Antikorupsi KPK.

Oleh karena itu, Kang DS menyampaikan apresiasi atas pencapaian Desa Cibiru Wetan yang menjadi bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi seluruh elemen masyarakat Desa Cibiru Wetan dalam membangun desa.

“Semoga juara kedua yang diraih Desa Cibiru Wetan di Anugerah Gapura Sri Baduga Tingkat Jabar ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bandung untuk terus berkarya, berinovasi, meningkatkan kualitas pembangunan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bandung,” harap Kang DS.

Kepala Desa Cibiru Wetan Hadian Supriatna mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan oleh semua pihak.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Bandung atas arahan dan bimbingannya, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung, Pemerintah Kecamatan Cileunyi, serta seluruh masyarakat Desa Cibiru Wetan atas dukungan dan kerjasamanya. Penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan di desa,” tutur Hadian.

Anugerah Gapura Sri Baduga adalah penghargaan Pemprov Jabar untuk mengapresiasi kinerja pemerintahan desa dan kelurahan di Jawa Barat yang telah berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat partisipasi masyarakat, serta membangun lingkungan yang bersih, maju, dan sejahtera.

Ada beberapa aspek yang dinilai dari setiap desa dan kelurahan pada ajang ini. Mulai dari tata kelola pemerintahan, perekonomian, kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial masyarakat, partisipasi warga, ketentraman dan ketertiban hingga masalah kebersihan.

Dengan diraihnya peringkat 3 besar Anugerah Gapura Sri Baduga, Desa Cibiru Wetan semakin membuktikan diri sebagai salah satu desa terbaik di Provinsi Jawa Barat. Prestasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Desa Cibiru Wetan.

 

Yans

Pastikan Proses Penyidikan Berjalan Lancar, Kejati Sulsel Cekal Mantan Pj Gubernur BB dan 5 Orang Lainnya Terkait Korupsi Bibit Nanas.

Yutelnews.com, Sulsel –Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) mengambil langkah tegas dalam penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bibit nanas pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2024.


Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr Didik Farkhan Alisyahdi secara resmi telah mengajukan permohonan pencegahan bepergian ke luar negeri (cekal) kepada Jaksa Agung Muda Intelijen terhadap enam orang yang dinilai berkaitan erat dengan perkara pengadaan bibit nanas yang berpotensi merugikan keuangan negara.


“Langkah pencekalan ini diambil untuk memastikan proses penyidikan berjalan lancar dan mencegah kemungkinan para pihak tersebut mempersulit atau melarikan diri ke luar negeri di tengah proses hukum yang sedang kami intensifkan,” kata Didik Farkhan di Kejati Sulsel, Selasa (30/12/2025).


Identitas Pihak yang Dicekal


Berdasarkan dokumen permohonan No: R-2708/P.4/Dip.4/12/2025, identitas para pihak yang diajukan pencekalan adalah sebagai berikut (inisial):


Sdr. BB (Laki-laki, 54 Tahun), Pekerjaan: PNS/Mantan Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel.Sdr. HS (Laki-laki, 51 Tahun), Pekerjaan: PNS pada Pemprov Sulsel.Sdr. RR (Perempuan, 35 Tahun), Pekerjaan: PNSSdri. UN (Perempuan, 49 Tahun), Pekerjaan: PNS.Sdri. RM (Perempuan, 55 Tahun), Pekerjaan: Wiraswasta (Direktur Utama PT. AAN).Sdr. RE (Laki-laki, 40 Tahun), Pekerjaan: Karyawan Swasta.


Perkembangan Penyidikan


Sebelum pengajuan cekal ini, Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulsel telah melakukan pemeriksaan maraton terhadap mantan Pj Gubernur Sulsel, BB, pada Rabu (17/12/2025). Pemeriksaan tersebut berlangsung selama kurang lebih 10 jam guna mendalami kebijakan terkait proyek pengadaan bibit nanas senilai Rp.60 miliar.


Penyidik menduga adanya praktik penggelembungan harga (mark-up) serta indikasi pengadaan fiktif. Status keenam orang yang dicekal saat ini masih sebagai saksi. Tim penyidik terus mendalami proses perencanaan dan penganggaran pengadaan bibit nanas tersebut.


Sebelumnya penyidik Pidsus Kejati Sulsel telah:


Melakukan penggeledahan di Kantor Dinas TPHBun, BKAD, serta kantor rekanan.Menyita ratusan dokumen kontrak dan bukti transaksi keuangan.Memeriksa lebih dari 20 orang saksi dari unsur birokrasi, swasta, hingga kelompok tani.


Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini secara transparan dan profesional demi menyelamatkan keuangan negara dan memastikan integritas tata kelola pemerintahan di Sulawesi Selatan. (Abu Algifari)

Mendagri Tito Karnavian: Libatkan Semua Pihak, Pemerintah Kerahkan Seluruh Upaya Tangani Bencana Sejak Awal

Banda Aceh – YUTELNEWS com||Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah (Pemda) sejak awal telah mengerahkan berbagai upaya dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan bencana. Hingga kini, pemulihan pascabencana di wilayah terdampak terus dipercepat, terutama di daerah yang kondisinya masih berat.

Mendagri menjelaskan, secara nasional terdapat 52 kabupaten/kota terdampak bencana banjir dan longsor. Dari jumlah tersebut, 18 berada di Aceh, 18 di Sumatera Utara, dan 16 di Sumatera Barat. Berkat kerja keras seluruh pihak, sebagian besar wilayah menunjukkan pemulihan yang signifikan.

“Berkat kecepatan dan juga kerja keras dari semua pihak, baik pusat maupun daerah, dan masyarakat dan semua pihak yang terlibat, sampai saat ini kita melihat bahwa sudah banyak terlihat pemulihan di Aceh,” ujar Mendagri saat Rapat Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana di Kota Banda Aceh, Aceh, Selasa (30/12/2025).

Namun demikian, Mendagri menekankan masih terdapat sejumlah daerah yang membutuhkan perhatian serius. Di Aceh, kata dia, beberapa wilayah yang masih memerlukan percepatan pemulihan antara lain Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Pidie Jaya. “Yang paling berat adalah Tamiang, karena Tamiang pemerintahnya belum berjalan efektif, dan kemudian ekonominya juga belum jalan maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, di Sumatera Utara, dari 18 daerah terdampak kini tersisa lima daerah yang masih perlu penanganan lebih lanjut, yakni Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Kota Sibolga. Adapun di Sumatera Barat, dari 16 daerah terdampak, tiga daerah yang menjadi prioritas perhatian adalah Agam, Padang Pariaman, dan Tanah Datar.

Ia mengungkapkan, upaya percepatan yang perlu dilakukan saat ini adalah pembersihan lumpur maupun puing-puing sisa banjir dan longsor. Pembersihan ini harus betul-betul dimobilisasi. Saat ini, baik TNI maupun Polri telah menambah personel untuk membantu proses pembersihan. Langkah ini dibarengi dengan upaya menghidupkan kembali roda pemerintahan, terutama di Aceh Tamiang.

“Jadi Tamiang ini memang harus betul-betul ‘diserang’, ‘dikeroyok’ rame-rame, supaya secepat mungkin bangkit,” ujarnya.

Selain pembersihan, lanjutnya, perlu juga percepatan pendataan terhadap rumah yang mengalami kerusakan mulai dari kategori ringan, sedang, hingga berat. Data ini dibutuhkan untuk memastikan pemberian bantuan tepat sasaran. “Kalau kita bisa mendapatkan data yang sudah direkonsiliasi, ini yang perlu mungkin, siapa yang melakukan ini? Saran kami yang melakukan ini adalah BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Karena BNPB akan membayarkan,” ujarnya.

Pemerintah juga tengah menyiapkan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hilang. Sementara itu, bagi masyarakat yang rumahnya rusak ringan atau sedang akan diberikan bantuan uang untuk melakukan perbaikan. Ia menekankan kecepatan penyaluran bantuan ini penting karena akan mengurangi jumlah pengungsi.

Selain itu, bagi rumah yang rusak berat, pemerintah menyediakan hunian sementara (huntara) atau bantuan biaya sewa sembari menunggu pembangunan huntap selesai. Pemerintah juga menyiapkan bantuan biaya hidup, perabot rumah tangga, hingga dukungan pemulihan ekonomi bagi warga terdampak, termasuk petani yang sawahnya rusak.

Di sisi lain, guna mempercepat pembersihan wilayah dan menghidupkan kembali roda pemerintahan desa di Aceh Tamiang, Mendagri akan mengirimkan 1.000 lebih praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). “Kami akan mengirimkan juga, 1.100 praja IPDN. Jadi kami anggap ini adalah, KKN (Kuliah Kerja Nyata) buat mereka. Masuk kurikulum. Tugas mereka utama adalah, satu bulan, dari tanggal 3 [Januari 2026] nanti, … untuk menghidupkan pemerintahan,” tandas Mendagri.

Sebagai informasi, rapat tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama jajaran pimpinan dan anggota DPR RI, serta sejumlah menteri dan kepala lembaga. Mereka antara lain Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, serta Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Hadir pula Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah bersama bupati/wali kota di Provinsi Aceh.

Puspen Kemendagri

 

Yans

Kepala Desa Soreang Hendra, Datangi Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat di Soreang, Yang Mengakibatkan Banjir Menerjang Warga

Kab.Bandung – YUTELNEWS com|| Kepala Desa Soreang, Hendra, bersama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua RW, dan tokoh masyarakat, langsung menggeruduk proyek Pembangunan Sekolah Rakyat yang sedang dibangun di Kampung Cipetir RW 15. Tindakan ini diambil setelah muncul laporan serius terkait banjir yang menyerang warga akibat proyek SR yang telah berjalan beberapa minggu lalu.

Dampak banjir terswbut yang mengkhawatirkan menyerang warga RT 03 RW 14 dan RW 15 Kampung Bandawa serta Cipetir. Para ketua RW 14 dan RW 15 kemudian melaporkan langsung ke kepala desa bapak Hendra, bahwa sebelum proyek tersebut dimulai, belom pernah terjadi banjir yang sampai ke rumah . Namun, sejak adanya proyek beroperasi, setiap kali hujan deras, rumah-rumah warga menjadi terendam banjir.

Berangkat dari laporan warga tersebut, Kades Hendra langsung mengumpulkan aparatur desa, tokoh masyarakat, dan para ketua RW/Rt untuk langsung mendatangi lokasi proyek. Di sana, dia juga mengakui ketidaktahuan tentang keadaan proyek pembangunan SR ini sudah berjalan. “Surat pemberitahuan ada beberapa minggu lalu yang diserahkan Pak RW 14, tapi saya tidak tahu keadaan proyeknya sudah seperti ini,” ungkapnya.

Kades Hendra pun menyampaikan bahwa keluhan warga masyarakat yang terdampak banjir akibat adanya proyek tersebut kepada Dani yang selaku penanggungjawab dari pelaksana proyek tersebut, ” mohon maaf Pak Dani saya datang bersama warga mau sampaikan keluhan warga yang ada di RW 14 dan RW 15 Bandawa yang mengeluhkan rumahnya trrdampak banjir,karena katanya sebelum proyek ini ada rumahnya tidak pernah kebanjiran,maka dari itu saya mohon agar menjadi bahan evaluasi dari pihak pelaksana proyek”,katanya.

Lebih lanjut, Kades Hendra juga menegaskan bahwa perizinan proyek bukan ranah kewenangannya, namun menekankan pentingnya koordinasi awal. “Pihak pelaksana seharusnya berkoordinasi terlebih dahulu dengan aparatur setempat dan mensosialisasikan proyek,” katanya. Tujuannya adalah agar masyarakat dan pelaksana dapat memahami dampak lingkungan yang mungkin terjadi, serta melakukan antisipasi dan minimalisasi sejak awal.

Selama kunjungan pemerintahan desa dan para tokoh, masyagakat, Dani juga selaku penanggungjawab pihak ketiga menyampaikan bahwa kasus banjir akan menjadi perhatian utama. “Kita akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencari solusi agar proyek dapat dilaksanakan tanpa dampak lingkungan seperti yang diminta Kades Hendra,” jelas Dani.

 

Yans

Wamendagri Wiyagus Imbau Pemda Lakukan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Basah

Jakarta – YUTELNEWS com|| Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mengimbau seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk segera melakukan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan darurat bencana hidrometeorologi basah. Wiyagus menilai, kesadaran mitigasi merupakan upaya proaktif yang dapat dilakukan masyarakat dan Pemda untuk mengurangi dampak serta kerugian akibat bencana.

“Antisipasi bencana hidrometeorologi basah di daerah, tadi sudah dijelaskan oleh Kepala BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) secara detail, ini tolong benar-benar dipedomani oleh seluruh kepala daerah dan diikuti detik per detik bila perlu, karena ini dinamikanya sangat cepat sekali,” katanya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Basah yang berlangsung secara virtual dari Jakarta, Senin (29/12/2025).

Wiyagus menegaskan, guna mengantisipasi dampak bencana alam dalam eskalasi besar, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian juga telah menginstruksikan beberapa langkah kebijakan bagi Pemda. Langkah itu di antaranya kepala daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) diminta melakukan apel siaga bencana melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan stakeholder seperti Palang Merah Indonesia (PMI) agar penanganan dapat berlangsung cepat jika terjadi bencana.

Selain itu, Pemda yang curah hujannya cukup tinggi diminta segera mendata dan memitigasi wilayah-wilayah yang rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor. “Masyarakat yang ada di daerah rawan banjir, longsor, agar direlokasi sejak awal, tidak menunggu terjadi bencana, ini penting,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Wiyagus, Pemda diharapkan dapat melakukan pencegahan dini untuk mengantisipasi terjadinya bencana. Kepala daerah juga perlu menyosialisasikan, mengedukasi, serta melakukan simulasi tanggap bencana guna meningkatkan respons masyarakat. Kemudian menentukan langkah-langkah kesiapsiagaan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana hidrometeorologi.

“Beliau (Mendagri) menekankan bahwa rentetan kejadian ini harus menjadi alarm keras bagi seluruh jajaran pemerintahan daerah sehingga kita tidak mendadak,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wiyagus mengimbau kepala daerah agar menyiapkan logistik dan peralatan yang memadai untuk mendukung layanan penanggulangan bencana. Kepala daerah juga harus melakukan pemantauan secara cermat dan berkelanjutan untuk mengetahui situasi terkini.

“Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ini sangat intens menginformasikan situasi terkini terkait dengan perubahan cuaca. Jangan lupa, segera disosialisasikan dan disebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat dengan menggunakan media elektronik,” jelasnya.

Terakhir, kepala daerah diharapkan agar melakukan pemantauan dan perbaikan infrastruktur serta normalisasi sungai sebagai upaya pengendalian banjir dan tanah longsor. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) yang tidak pernah lelah, untuk mengingatkan kita semua agar bisa mengantisipasi dan melakukan penanggulangan jika bencana itu benar terjadi,” pungkasnya.

Rapat tersebut dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Menko PMK Pratikno, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, serta sejumlah kepala daerah.

Puspen Kemendagri

 

 

Yans.

Kapolda Jabar : Kamtibmas Sepanjang Tahun 2025 Dinilai Tetap Kondusif.

Bandung – YUTELNEWS com|| Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Barat sepanjang tahun 2025 dinilai tetap kondusif. Hal itu disampaikan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan dalam paparan evaluasi akhir tahun Polda Jabar, Senin (29/12/2025)

Kapolda Jabar menyebut stabilitas keamanan dapat terjaga meski Jawa Barat menghadapi dinamika sosial dan ekonomi yang cukup tinggi. Menurutnya, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting.

“Secara umum situasi kamtibmas Jawa Barat masih terkendali dan kondusif,” kata Rudi dalam keterangannya. Ia menegaskan Polri terus mengedepankan langkah pencegahan dan deteksi dini.

Data Polda Jabar mencatat jumlah tindak pidana sepanjang 2025 mencapai 38.520 perkara. Angka tersebut naik sekitar dua persen dibandingkan tahun 2024.

Kapolda Jabar menilai kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan dapat dikendalikan. “Kenaikan ini lebih banyak disumbang kejahatan konvensional,” ujarnya.

Rudi menjelaskan kejahatan konvensional seperti pencurian dan penganiayaan masih mendominasi laporan masyarakat. Namun demikian, kejahatan transnasional justru mengalami penurunan signifikan.

Sepanjang 2025, Polda Jabar hanya mencatat 12 perkara kejahatan transnasional. Jumlah tersebut menurun jauh dibandingkan tahun sebelumnya.

Kapolda Jabar menyebut penurunan itu mencerminkan efektivitas penguatan pengawasan wilayah dan kerja sama lintas sektor. Ia menilai langkah tersebut perlu terus diperkuat.

Selain itu, kejahatan yang berimplikasi kontinjensi juga menunjukkan tren penurunan. Kondisi tersebut menandakan stabilitas sosial di Jawa Barat relatif terjaga.

“Keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” tutup Kapolda Jabar.

Bandung, 30 Desember 2025

Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar.

Yans.

Kang DS Komitmen Perkuat Kaderisasi Ulama Desa untuk Pemulasaraan Jenazah yang Layak

KAB. BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung kembali mempertegas komitmennya dalam penguatan kapasitas ulama dan masyarakat melalui program Kaderisasi Ulama Berbasis Desa. Program ini diadakan di Pondok Pesantren Al Huda, Cicalengka, Selasa (30/12/2025) dan dihadiri oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna (Kang DS), Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, Camat Cicalengka, serta Ketua MUI Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini mengutamakan pelatihan pemulasaraan jenazah yang bertujuan untuk memastikan agar setiap desa di Kabupaten Bandung memiliki kader yang terlatih dalam mengurus jenazah warganya. Hal ini menjadi sangat penting mengingat pemulasaraan jenazah adalah kebutuhan mendasar yang pasti dibutuhkan oleh seluruh penduduk, baik laki-laki maupun perempuan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana menjelaskan bahwa pemahaman tentang pemulasaraan jenazah ini telah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak di Kabupaten Bandung.

“Berdasarkan data, dalam 1.000 jiwa populasi rata-rata ada 3-4 orang yang meninggal per tahun. Jika di sebuah desa yang memiliki populasi sekitar 10.000 jiwa maka ada sekitar 30 hingga 40 jenazah yang harus dipulasara setiap tahunnya, sedangkan kader yang memiliki kompetensi untuk melakukan pemulasaraan jenazah sangat terbatas. Tentu ini akan menjadi masalah besar. Oleh sebab itu, MUI Desa memainkan peran penting dalam memastikan pelatihan ini sampai ke seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Bupati Bandung, Kang DS menyampaikan bahwa program ini berakar dari pengalaman pribadinya ketika menjabat sebagai kepala desa. Saat itu, ia menyaksikan langsung sebuah tragedi ketika seorang warganya meninggal dunia dan tidak memiliki kemampuan finansial untuk membeli kain kafan. Insiden ini menjadi titik balik yang mengilhami Kang DS agar memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa depan dengan menyediakan kader terlatih di setiap desa.

“Kejadian itu membuat saya bertekad untuk memastikan bahwa setiap desa memiliki kader yang mampu mengurus jenazah. Ini bukan hanya urusan bapak-bapak, tapi juga ibu-ibu karena pemulasaraan jenazah adalah kebutuhan bersama yang harus dipenuhi,” jelas Kang DS

Sejak diluncurkan pada November lalu, program Kaderisasi Ulama Berbasis Desa ini telah melibatkan 4.886 peserta yang tersebar di berbagai desa di Kabupaten Bandung. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam pemulasaraan jenazah sesuai syariat Islam, sekaligus memperkuat pengetahuan keagamaan setiap kader agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Kang DS juga menegaskan bahwa Pemkab Bandung akan terus berkomitmen untuk mendukung program ini meskipun anggaran daerah mengalami penurunan.

“Kami berkomitmen agar dukungan pemerintah untuk insentif guru ngaji dan kegiatan keagamaan tidak akan berkurang meskipun tahun depan dana transfer ke daerah (TKD) kita berkurang hampir 1 triliun, tapi doakan juga agar pendapatan asli daerah (PAD) kita tahun depan bisa naik sebab alokasi dana kegiatan tersebut dibiayai sepenuhnya oleh PAD Kabupaten Bandung,” jelas Kang DS.

Kang DS juga mengajak masyarakat untuk mengisi malam pergantian tahun dengan doa bersama di masjid-masjid dan menghindari perayaan yang hanya bersifat hura-hura.

“Lebih baik kita mengisi malam tahun baru dengan doa bersama dan ceramah yang menyejukkan, daripada kegiatan yang tidak bermanfaat,” pungkasnya.

Kegiatan roadshow Kaderisasi Ulama Berbasis Desa ini merupakan tindak lanjut dari program serupa yang telah dilaksanakan di beberapa wilayah sebelumnya, termasuk di Gedung Ormas Islam dan Pesantren Al Ihsan Baleendah. Acara di Cicalengka ini juga menjadi bukti keseriusan Pemkab Bandung dan MUI dalam membekali kader ulama di tingkat desa, memastikan bahwa setiap warga Kabupaten Bandung dapat menerima pemulasaraan jenazah yang layak sesuai dengan ajaran Islam.

 

 

Yans

Wujud Nyata Kepedulian Kang DS, Lakukan Kunjungan Ke Satuan Pendidikan Baik Tingkat SD maupun SMP

Kab.Bandung – YUTELNEWS com||Wujud nyata kepedulian dan Perhatian Bupati Bandung Dadang Supriatna, saat ini tengah melakukan Road Show ke seluruh wilayah dan Rayon satuan Pendidikan yang ada di Kabupaten Bandung.

” Untuk pertama kalinya Kang DS sapaan akrab Bupati Bandung singgah di SDN Sapan 1 dan 2 Kecamatan Bojongsoang, “.

Kali ini Kang DS melakukan kunjungan kerjanya di Wilayah Soreang dan Rayon 3 SMP, dengan mengambil tempat di SMP 1 Soreang Kabupaten Bandung.

Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan pentingnya penanaman karakter sejak usia dini sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. Pesan tersebut disampaikannya dalam kunjungan kerja sekaligus deklarasi moral pada kegiatan evaluasi proses pembelajaran tiga muatan lokal di Kabupaten Bandung, yang berlangsung di SMP Negeri 1 Soreang, Selasa (30/12/2025).

Bagi Kang DS, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan ruang pembentukan manusia seutuhnya. Ia menekankan bahwa pendidikan dasar merupakan fase paling menentukan, karena pada masa inilah anak-anak mulai mengenal nilai, rasa aman, serta makna dihargai sebagai manusia.

“Apa yang dialami anak di pendidikan dasar akan membekas hingga dewasa. Pendidikan menengah dan atas hanyalah pengembangan dari fondasi yang telah dibangun sejak awal,” ujar Kang DS.

Berangkat dari keyakinan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung secara konsisten memperkuat pendidikan 3 muatan lokal yang berpijak pada nilai-nilai kebangsaan, budaya, dan spiritualitas. Tiga pilar utama yang terus dikembangkan meliputi pendidikan moral Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, pelestarian budaya dan bahasa Sunda, serta penguatan pendidikan keagamaan melalui pembiasaan mengaji dan menghafal Al-Qur’an.

Komitmen tersebut, lanjut Kang DS, akan diperkuat melalui kebijakan baru mulai tahun 2026. Kepala sekolah dan guru diwajibkan hadir lebih awal sebelum siswa datang, bukan semata untuk mengawasi, tetapi untuk menyambut. Melalui budaya 3S yaitu Sapa, Senyum, dan Salam, sekolah diharapkan menjadi ruang yang ramah, aman, dan penuh empati.

“Kita ingin anak-anak merasa disambut, bukan dihakimi. Ketika mereka merasa diperhatikan dan disayangi, potensi perundungan dan kenakalan bisa ditekan secara alami,” tuturnya.

Menurut Kang DS, pendekatan persuasif dan humanis jauh lebih efektif dalam membangun karakter dibandingkan pendekatan yang semata-mata bersifat represif. Nilai-nilai yang dibiasakan di sekolah diyakini akan tumbuh menjadi kebiasaan hidup yang terbawa hingga ke rumah dan lingkungan sosial anak.

Dalam kesempatan itu, Kang DS juga menyinggung hasil survei Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang menunjukkan bahwa capaian kemampuan membaca Al-Qur’an di Kabupaten Bandung masih berada di angka 23 persen. Temuan tersebut menjadi bahan refleksi sekaligus pemicu untuk melakukan perbaikan secara sistematis.

Menurut survei UPI anak anak siswa sekolah kabupaten Bandung dalam hal pengetahuan ilmu Al Qur’an baru mencapai 23 persen kata dalam tiga kategori, mulai dari yang baru mengenal Iqra, yang telah lancar membaca Al-Qur’an, hingga yang sudah menghafal.

Dengan hasil survei tersebut yang mayoritas penduduk kabupaten Bandung beragama Islam. Tentunya kami pemerintah daerah menargetkan sedikitnya mencapai 80 persen anak-anak mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, bahkan memahami maknanya.

“Ini bukan sekadar soal kemampuan membaca, tetapi tentang membangun akhlak, ketenangan batin, dan karakter yang kuat,” ujarnya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemkab Bandung akan terus menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan Universitas Pendidikan Indonesia guna merumuskan langkah-langkah strategis berbasis kajian akademik. Seluruh kebijakan ini dirancang untuk mulai diterapkan secara menyeluruh pada 2026 sebagai bagian dari ikhtiar jangka panjang membentuk generasi yang berkarakter, berbudaya, dan berakhlak mulia.

Kang DS menyampaikan harapan yang mendalam agar dunia pendidikan di Kabupaten Bandung benar-benar menjadi ruang yang memanusiakan anak. Ia optimistis, pendidikan yang dibangun dengan keteladanan, kehangatan, dan nilai-nilai moral yang kuat akan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual.

“Jika sekolah mampu menghadirkan rasa aman, kasih sayang, dan nilai-nilai kebaikan sejak dini, maka kita sedang menyiapkan generasi masa depan yang tangguh. Dari ruang-ruang kelas inilah, Indonesia Emas 2045 kita bangun bersama,” ***

Yans.

Terkesan Kebal Hukum, Warga Pertanyakan Status ‘Gopal’ yang Diduga Pengedar Sabu Di Sei Toras

Yutelnews.com -LABUHANBATU SELATAN – Kinerja Aparat Penegak Hukum (APH) di wilayah Labuhanbatu Selatan kini menjadi sorotan tajam. Masyarakat di Dusun Sei Toras, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Kampung Rakyat, mempertanyakan mengapa seorang pria berinisial R alias Gopal, yang diduga kuat sebagai pengedar narkotika jenis sabu, hingga kini masih bebas berkeliaran. Selasa, (30/12/2025)

Dugaan keterlibatan R alias Gopal bukanlah tanpa dasar. Informasi yang dihimpun dari masyarakat dan salah satu muatan media menyebutkan bahwa nama R alias Gopal sempat mencuat dalam pengembangan kasus penangkapan seorang pengedar bernama Ags di wilayah Tanjung Medan beberapa waktu lalu.

Dalam pemeriksaan tersebut, diduga kuat bahwa narkotika jenis sabu yang diedarkan oleh Ags bersumber dari Gopal. Namun, meski Ags telah diamankan, Gopal justru tetap melenggang bebas dan terus menjalankan aktivitas ilegalnya di Sei Toras, Desa Tanjung Mulia.

Pertanyaan Besar Masyarakat: “Ada Apa?”

Kebebasan Gopal menimbulkan spekulasi dan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Warga merasa ada kejanggalan dalam proses penegakan hukum karena sang pemasok utama (bandar) belum juga tersentuh.

“Kami heran, Ags sudah ditangkap dan jelas menyebut sumber barangnya, tapi Gopal kok masih aman-aman saja? Ada apa dengan penegakan hukum kita? Jangan sampai ada kesan dia kebal hukum,” ungkap seorang tokoh pemuda setempat dengan nada kecewa.

Berdasarkan informasi lapangan, terduga pengedar R alias Gopal dilaporkan sekarang sering terlihat menjalankan aktivitasnya di dua lokasi utama. Selain berpindah-pindah, ia kerap terlihat nongkrong dan diduga melayani pembeli di Barak Ajoon. Tak hanya itu, sebuah rumah kosong di kawasan Simpang Waterintek juga disinyalir menjadi titik aman bagi pelaku untuk mengedarkan sabu.

“Dia sering ada di Barak Ajoon atau di rumah kosong dekat Simpang Waterintek itu. Aktivitasnya sudah sangat terang-terangan dan membuat kami sebagai orang tua merasa sangat terancam,” ungkap warga yang memberikan informasi.

Masyarakat mendesak Kapolres Labuhanbatu Selatan untuk mengevaluasi kembali pengembangan kasus Ags Tanjung Medan dan segera memerintahkan Satres Narkoba menciduk R alias Gopal, Kehadirannya di Sei Toras dianggap sebagai bom waktu yang terus merusak mental warga desa.

“Kami butuh aksi nyata, bukan sekadar penangkapan kurir kecil. Kami minta APH segera menangkap Gopal untuk membuktikan bahwa Polri tidak tebang pilih dalam memberantas narkoba,” tegas warga.

Anshori Pohan

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.