Kang DS Sidak Awal Tahun Dinas Pendidikan, Tegaskan Budaya Disiplin, ASN Kunci Peningkatan Mutu Sekolah

KAB. BANDUNG — Bupati Bandung,Dr HM Dadang Supriatna (Kang DS) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. pada Senin (05/01/2026). Sidak tersebut dilakukan sebagai langkah awal tahun kerja untuk memastikan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN), khususnya di lingkungan Dinas Pendidikan.

Dalam kesempatan itu, Kang DS menegaskan bahwa disiplin kerja merupakan fondasi utama dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan. Selain menyoroti kedisiplinan, Kang DS juga melakukan peninjauan terhadap mutu kurikulum serta mengevaluasi kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga pengajar sebagai unsur penting dalam sistem pembelajaran.

“Disiplin itu bukan hanya soal hadir tepat waktu, tapi juga tentang tanggung jawab, komitmen, dan keteladanan. Kalau aparatur dan pendidik sudah disiplin, maka kualitas pendidikan pasti akan meningkat,” tegas Kang DS.

Kang DS menekankan pentingnya peran kepala sekolah dan guru sebagai teladan di lingkungan pendidikan. Ia mengingatkan agar para pendidik hadir lebih awal sebelum siswa datang ke sekolah. Menurutnya, hal tersebut bukan hanya berkaitan dengan disiplin, tetapi juga bertujuan membangun hubungan emosional yang positif antara guru dan peserta didik.

“Guru dan kepala sekolah harus menjadi contoh. Datang lebih awal, menyambut siswa dengan ramah, memberi rasa aman dan nyaman sejak mereka melangkah ke sekolah,” ujarnya.

Salah satu upaya sederhana namun bermakna yang ditekankan Kang DS adalah membiasakan guru menyambut siswa dengan salaman sebelum memasuki kelas. Pendekatan humanis tersebut diyakini mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.

“Hal kecil seperti menyambut siswa dan bersalaman bisa membangun ikatan emosional yang kuat. Ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat,” kata Kang DS.

Lebih lanjut, Kang DS menyampaikan bahwa suasana sekolah yang hangat dan penuh perhatian juga menjadi langkah preventif dalam meminimalisasi kasus perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang sehat, bebas dari rasa takut, dan penuh dengan nilai-nilai saling menghargai.

Dalam sidak tersebut, Kang DS juga berdialog langsung dengan jajaran Dinas Pendidikan untuk menyerap berbagai masukan terkait tantangan penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Bandung, mulai dari pemerataan kualitas guru, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga penguatan manajemen sekolah agar lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Kang DS menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan sektor pendidikan secara berkelanjutan, baik melalui peningkatan kualitas SDM, pembaruan sistem pembelajaran, maupun penguatan karakter peserta didik sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Melalui sidak ini, Kang DS berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Bandung terus meningkat seiring dengan penguatan disiplin, profesionalisme, inovasi, serta keteladanan seluruh insan pendidikan demi mewujudkan generasi Bandung yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

 

Yans.

Sekolah SDN 05 Kota Payakumbuh Laksanakan Pagi Ceria Dengan Upacara Bendera Hari Pertama Masuk Sekolah

KOTA PAYAKUMBUH, YUTELNEWS.COM —Pada hari pertama masuk sekolah semester genap 2026, Kepala Sekolah SDN 05 Yulianti di Payakumbuh melaksanakan Upacara bendara instruksi dari Kemendiknas.

Kegiatan Pagi Ceria dan Upacara Bendera dimulai pada pukul 07’00 wib waktu setempat pada, Senin (05/01/2026).

Kemendiknas melalui Kemendikbud kota payakumbuh memerintahkan setiap kepala sekolah agar Pagi Ceria dan Upacara Bendera dilaksanakan secara serentak di seluruh sekolah untuk jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan menengah.

Yulianti menyampaikan,” Kegiatan mencakup senam, upacara bendera, doa berdasarkan agama, dan menyanyikan lagu “Hari Baru” untuk membangun semangat kebersamaan,” kata Yulianti.

Selanjutnya Materi pendukung serta Surat Edaran terkait dapat diakses melalui laman resmi Kemendikdasmen. Kegiatan diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat, kemudian dilanjutkan dengan Upacara Bendera dan doa, ditutup dengan menyanyikan lagu “Hari Baru”.

Yulianti menegaskan,” pentingnya semangat dan cita-cita untuk anak-anak dalam memasuki semester kedua. Ia juga menyampaikan pesan untuk saling menghormati antara siswa dan guru sebagai kunci keberhasilan,” tegasnya.

Dengan demikian Yulianti juga mengucapkan,” Materi senam dan lagu “Hari Baru” tersedia secara online untuk mendukung pelaksanaan kegiatan,” ucapnya .

Yulianti mengatakan,” Hari pertama masuk sekolah di 2026 dimulai dengan kegiatan yang meriah dan penuh semangat, untuk menumbuhkan rasa optimisme di antara siswa dan guru,” ujar Yulianti.

(MD)

Apel Perdana Awal Tahun 2026 Digelar di Kecamatan Cikalongwetan

YUTELNEWS.com | Kabupaten Bandung Barat – Mengawali aktivitas kerja di awal tahun 2026, Kecamatan Cikalongwetan menggelar apel perdana bersama seluruh unsur instansi se-Kecamatan Cikalongwetan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, pada awal Januari 2026. Senin, (5/1/2026).

Apel perdana ini diikuti oleh berbagai unsur, di antaranya DP2KBP3A, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Puskesmas Cikalongwetan dan Rende, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) pertanian, serta seluruh karyawan Kecamatan Cikalongwetan.

Apel dipimpin langsung oleh Sekretaris Kecamatan Cikalongwetan, Dadang Romansyah, yang dalam arahannya menekankan pentingnya meningkatkan kedisiplinan, sinergi, dan semangat pelayanan kepada masyarakat di awal tahun kerja.

“Kegiatan apel perdana ini menjadi momentum untuk menyatukan komitmen seluruh perangkat dan instansi agar dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat Cikalongwetan sepanjang tahun 2026,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin koordinasi yang semakin solid antar instansi, sehingga program-program pemerintah di tingkat kecamatan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Apel berlangsung dengan tertib dan khidmat, serta menjadi simbol kesiapan seluruh aparatur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di tahun 2026.

Dien Yoyo

Kepala Sekolah  SMP N 1 Pesanggaran Kab, Banyuwangi Pembangunan Musholla dan Toilet Melakukan Pungli Berkedok Sumbangan ke Wali Murid

YUTELNEWS.com | Banyuwangi – Diduga pungutan berkedok sumbangan masih sering dilakukan di sekolah-sekolah di wilayah kabupaten Banyuwangi kemungkinan besar hal itu dilatar belakangi oleh ketidak cukupan biaya pendidikan yang tidak tercover oleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Senen 05/01/2026.

Lebih lanjut, belakangan ini tim media menerima informasi dari salah satu orang tua siswa yang bersekolah di SMP Negeri pesanggaran Kabupaten banyuwangi tentang adanya dugaan pungutan tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 pesanggaran Kabupaten banyuwangi Soejarno saat di konfirmasi lewat aplikasi wa shaap oleh seorang media selalu bungkam dan tidak ada respon sehingga berita ini di tayangkan.

Pembangunan musholla dan toilet di SMP Negeri 1 pesanggaran Kabupaten banyuwangi memicu perdebatan di kalangan wali murid. Di satu sisi, sekolah mengharapkan dukungan untuk meningkatkan fasilitas. Namun, di sisi lain, muncul keberatan terkait permintaan sumbangan yang dianggap memberatkan.

Seorang wali murid yang identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, ” Kami diundang ke sekolah untuk menerima hasil belajar siswa. Namun, wali kelas menyampaikan rencana pembangunan musholla dan toilet di belakang sekolah.”

Wali murid tersebut menambahkan, sekolah meminta sumbangan antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. “Saya merasa keberatan dengan nominal yang ditentukan. Sebagai keluarga kurang mampu, padahal pada saat itu juga dirinya sudah menyampaikan kepada gurunya keluarga saya kurang mampu dan anak saya, tapi pihak guru tetap saja menyampaikan sudah mengisi formulir kesanggupan Rp100 ribu sampai 200 rb aja,” ujarnya.

“Sumbangan seharusnya sukarela, tanpa paksaan nominal atau waktu. Mengapa yang seharusnya dibantu, malah dimintai sumbangan dengan nominal?” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 pesanggaran Kabupaten banyuwangi Soejarno saat di konfirmasi lewat aplikasi wa shaap oleh seorang media selalu bungkam dan tidak ada respon sehingga berita ini di tayangkan.

Kepala sekolah menjelaskan, dana sumbangan digunakan untuk pembangunan musholla dan toilet fasilitas . “Tahap kesatu meliputi peningkatan dan penyambungan fasilitas. Kami harapkan dukungan agar tahap ini segera selesai,” tambahnya.

Soejarno menegaskan, sekolah tidak menentukan nominal sumbangan. “Kami tidak menentukan nominal, semua disesuaikan kemampuan masing-masing. Yang terpenting adalah partisipasi dan dukungan,” jelasnya.

Kepala Sekolah juga menekankan transparansi pengelolaan dana. “Dana tidak hanya untuk fisik, tetapi juga peningkatan kualitas pendidikan, termasuk penataan lingkungan sekolah. Kami berkomitmen menggunakan dana sebaik mungkin demi kemajuan sekolah dan melibatkan komite sekolah dalam setiap keputusan,” tegasnya.

Sekolah juga memberikan perhatian khusus kepada siswa melalui program PIP. “Saat ini, yang menerima bantuan PIP. Kami berharap bantuan ini memotivasi mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” pungkasnya.

Menanggapi keluhan wali murid soejarno menjelaskan, “Sumbangan memang ada, namun nominal Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu bukanlah ketetapan sekolah, melainkan perhitungan RAB pembangunan musholla dan toilet. adalah estimasi waktu pembangunan, bukan batasan pembayaran.”

Soejarno menambahkan, sekolah tidak akan menagih wali murid yang sudah mengisi formulir. “Jika dalam formulir tertulis Rp100 ribu hingga 200 rb namun hanya mampu memberi Rp100 ribu, itu tidak masalah. Kami tidak akan menagih kekurangannya, hanya menghimbau jika ada rezeki lebih,” jelasnya.

 

(Red)

TPST TKK Desa Pangauban Resmi Beroperasi ,Siap Kelola 5 Ton Sampah Perhari

Kab.Bandung – Pemerintah kabupaten Bandung Melalui Pemerintah Kecamatan Katapang meresmikan pendirian Tempat Pengolahan Sampah InceneratorTerpadu di TKK (Taman Kopo Katapang) Desa Pangauban

Dengan peresmian itu diharapkan Desa Pangauban Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung bisa menjadi percontohan desa – desa pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung Jawa Barat

Camat Katapang Rahmat Hidayat mengapresiasi inovasi warga Desa Pangauban yang berhasil mengubah persoalan sampah menjadi sebuah peluang. Ia mengungkapkan, langkah yang dilakukan Desa Pangauban menjadi contoh pengelolaan sampah di tingkat kabupaten Bandung. pada Senin (05/01/2026)

“Kalau semua desa melakukan hal yang sama, sampah tidak akan jadi beban besar di TPA. Kita tahu anggaran sampah terbatas, jadi desa harus kreatif dan mandiri, seperti desa Pangauban” katanya.

Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk menjadikan Desa Pangauban sebagai model percontohan, serta mendorong desa dan kecamatan lain belajar langsung ke desa tersebut.

Menurut Camat Katapang Rahmat Hidayat TPST bukan hanya bisa menjaga kebersihan, melainkan juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat

Camat Katapang Rahmat Hidayat mengucapkan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkolaborasi bersama sehingga TPST Teknologi Incenerator desa Pangauban dapat terwujud dan mulai beroperasi pada hari ini. Keberadaan TPST inscurator ini akan memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung”katanya

Menurutnya, upaya tersebut sebagai wujud komitmen Pemkab dalam upaya pengelolaan sampah mandiri sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sesuai filosofi BEDAS Bangkit Edukatif Dinamis,Agamis dan Sejahtera Sehingga penanganan sampah harus dikelola bersama dengan serius, supaya lingkungan yang lestari dapat diwariskan kepada anak cucu dan meningkatkan nilai ekonomi serta potensi strategis lainnya jika dikelola dengan baik.

“Kehadiran TPST Incenerator di Desa Pangauban adalah sebuah langkah penting dalam upaya kita mengatasi permasalahan sampah yang semakin kompleks di Kabupaten Bandung Dengan beroperasinya TPST ini, kita berharap pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung lebih efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Permasalahan sampah adalah tantangan besar yang harus di hadapi bersama. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan pesatnya pertumbuhan ekonomi, volume sampah di Kabupaten Bandung terus meningkat. Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan, kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

.Sementara Kepala Desa Pangauban Enep Rusna Sutiadi mengatakan, program pengelolaan sampah ini sampai sekarang di resmikan proses perjalanan panjang selama 2 tahun. Dalam prosesnya, warga dilibatkan langsung.

Menurut Enep keberhasilan program ini adalah kemauan dan partisipasi warga dan menjadi model percontohan pengelolaan sampah di tingkat desa. yang Alhamdulillah per hari bisa sampai 5 ton untuk pembakaran sampah’ Maka dari itu, ia mengapresiasi peran aktif masyarakat yang menginisiasi pengelolaan sampah secara mandiri, tanpa menunggu program dari kabupaten.

“Kami berharap, desa-desa mampu mengalokasikan anggaran untuk mengelola sampah di tingkatnya masing-masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan, langkah ini menjadi hal yang penting untuk dilakukan, mengingat pertumbuhan industri di wilayah Katapang juga kian meningkat. kehadiran TPST Inscurator di Desa Pangauban memberi semangat bagi desa lain untuk memprioritaskan pengelolaan sampah di daerahnya masing-masing.
“Desa Pangauban bisa jadi role model untuk seluruh Kabupaten Bandung,” tegasnya.

 

Yans

Transformasi PAUD Nagrak Dimulai! 6 TK dan 10 Kober Terima Bantuan Digitalisasi Tahap I

YUTELNEWS.comSukabumi Upaya pemerintah dalam mendorong transformasi pendidikan anak usia dini terus menunjukkan hasil nyata. Sebanyak 16 lembaga PAUD di Kecamatan Nagrak, terdiri dari 6 TK dan 10 Kober, resmi menerima bantuan Digitalisasi Tahap I dari Kementerian Pendidikan.

Bantuan tersebut berupa Interactive Flat Panel (IFP) yang telah lebih dulu diterima, dan hari ini kembali diperkuat dengan penyaluran laptop yang dibagikan langsung oleh perusahaan rekanan resmi yang ditunjuk kementerian. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PAUD agar lebih modern, interaktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Penilik PAUD Kecamatan Nagrak, H. Surya Miharja, S.Pd, MM, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas perhatian pemerintah terhadap lembaga PAUD di wilayahnya.

“Sebagai Penilik PAUD Kecamatan Nagrak, saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan digitalisasi ini. Meski belum semua lembaga menerima, bantuan ini sangat berarti untuk meningkatkan mutu pembelajaran PAUD,” ungkap H. Surya.

Namun demikian, ia juga menyampaikan harapan besar agar 53 lembaga PAUD lainnya yang belum tersentuh bantuan dapat segera menyusul.

“Saya berharap di tahun 2026, sebanyak 53 lembaga PAUD yang belum menerima bantuan bisa segera mendapatkan fasilitas digitalisasi yang sama, demi pemerataan kualitas pendidikan anak usia dini,” tegasnya.

Program digitalisasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menyiapkan generasi emas sejak usia dini, sekaligus memperkecil kesenjangan fasilitas pendidikan antar lembaga.

Dengan dukungan teknologi, PAUD di Kecamatan Nagrak kini selangkah lebih maju menuju pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berdaya saing di era digital.



Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Anggota DPRD Kabupaten Bandung Dadang Hemayana S.I.P, Hadiri Pernikahan Warga, Doakan Kebaikan Semangatkan Sinergi.

Kab.Bandung – YUTELNEWS com|| Suasana penuh kehangatan dan keceriaan memenuhi lokasi pernikahan salah satu warga Banjaran, Kabupaten Bandung, yang berlangsung pada hari Senin pagi hingga sore ini. Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah kehadiran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung H Dadang Hemayana S.I.P beserta istri dan Camat Banjaran Kasta Wiguna yang turut meramaikan acara penting dalam hidup pasangan muda tersebut.

Anggota DPRD Dadang Hemayana S.I.P , datang sebagai tamu undangan, tetapi juga sebagai perwakilan yang membawa harapan dan dukungan dari lembaga perwakilan rakyat kepada masyarakat. Mereka tiba di lokasi acara sekitar pukul 12.30 WIB, disambut dengan senyum hangat oleh keluarga kedua mempelai.pada senin 05/01/2026.

Setelah prosesi upacara pernikahan yang dilaksanakan sesuai dengan adat dan agama yang dianut pasangan berlangsung dengan khidmat, anggota DPRD mengambil kesempatan untuk menyampaikan ucapan selamat secara langsung kepada mempelai pria dan wanita.

Anggota DPRD H Dadang Hemayana,pun menyampaikan bahwa pernikahan bukan hanya momen kebahagiaan pribadi bagi pasangan, tetapi juga merupakan langkah penting dalam membangun pondasi keluarga yang kuat – salah satu pilar utama kemajuan masyarakat dan daerah.

“Kita melihat bahwa setiap pernikahan adalah sebuah cerita baru, sebuah keluarga yang nantinya akan menjadi bagian dari tulang punggung pembangunan Kabupaten Bandung. Kami berharap pasangan ini dapat menjalani hidup bersama dengan penuh kasih, saling menghargai, dan selalu menjaga keharmonisan dalam rumah tangga,” ucap anggota DPRD H Dadang.

Selain ucapan selamat, mereka juga menyampaikan bahwa lembaga DPRD Kabupaten Bandung selalu berkomitmen untuk mendengar suara masyarakat dan mengupayakan program-program yang bermanfaat bagi kesejahteraan warga, termasuk dalam hal pembinaan keluarga . Mereka mengajak keluarga besar mempelai dan tamu undangan untuk terus mendukung program-program pembangunan daerah dan menjaga persatuan serta kesatuan antarwarga.

Keluarga besar mempelai dan tamu yang menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran anggota DPRD, yang mereka anggap sebagai bentuk kedekatan lembaga negara dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Lebih lanjut ,Keluarga dan kedua mempelai, Witarya dan Imas Dini Maryani ,yang merupakan warga tetap di Kecamatan Banjaran , mengungkapkan rasa bangga dan bahagia karena acara pernikahan bisa dihadiri oleh perwakilan rakyat daerah serta bapak Camat Banjaran. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak anggota DPRD,Bapak Camat Banjaran, Kehadiran beliau-beliau bukan hanya membuat acara ini lebih berarti, tetapi juga memberikan semangat bagi kami untuk terus berkontribusi positif bagi daerah,” ucap kedua mempelai.

Pada akhir acara, anggota DPRD Dadang Hemayana beserta Istri, serta Camat Banjaran Kasta Wiguna dan kedua mempelai, berfoto bersama sebagai kenang-kenangan. Mereka juga menyampaikan doa terakhir agar pasangan selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam setiap langkah hidupnya. Sebelum pulang, mereka berjanji akan terus mengawasi perkembangan masyarakat di wilayah tersebut.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa hubungan antara lembaga perwakilan rakyat dengan masyarakat tidak hanya terbentuk melalui rapat dan program pembangunan, tetapi juga melalui partisipasi dalam momen-momen penting kehidupan warga, yang memperkuat ikatan emosional dan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakatnya,”tukasnya.

 

Yans.

 

Yans.

Pemdes Cangkuang Wetan Dorong Kolaborasi Pentahelix, Gebyarkan Semangat Gotong Royong Bersihkan Lingkungan sebagai Benteng Pertama Cegah Banjir

Bandung – YUTELNEWS com|| Merespons potensi ancaman banjir yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat saat musim hujan tiba, Pemerintah Desa (Pemdes) Cangkuang Wetan mengambil langkah konkret dengan menggerakkan seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan pentahelix. Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan yang digelar pada hari Minggu ini tidak hanya menjadi aksi pembersihan fisik, melainkan juga sebagai upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kelestarian alam untuk keberlangsungan hidup generasi mendatang.pada minggu 04/01/2025.

Dalam konsep pentahelix yang diterapkan desa cangkuangwetan ini, kolaborasi dibangun melalui Konsep yang kerap digunakan dalam pembangunan berkelanjutan ini diadaptasi oleh Pemdes Cangkuang Wetan untuk menangani permasalahan lingkungan dan risiko bencana yang sering menghantui wilayah mereka.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini diikuti oleh pemerintah desa, Karang taruna,warga, lebih dari ratusan peserta yang berasal dari berbagai kalangan – mulai dari anak anak,ibu-ibu,bapak2 hingga lansia yang masih memiliki semangat gotong royong tinggi. Lokasi pembersihan difokuskan pada titik krusial yang menjadi pemicu terjadinya genangan dan banjir, yaitu saluran air utama yang menghubungkan kawasan pemukiman dengan Sungai Citarum hilir, parit pengaliran air hujan, serta yang sering menjadi tempat penumpukan sampah.

Kepala Desa Cangkuang Wetan, Bapak Asep Kusmiadi S.IP, menjelaskan bahwa ide untuk menggerakkan program pentahelix ini muncul setelah melihat bahwa upaya pembersihan lingkungan yang hanya dilakukan oleh pihak pemerintah desa saja tidak memberikan hasil yang maksimal. “Kita sadar bahwa permasalahan lingkungan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Sejak awal tahun lalu, kami mulai melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk membangun sinergi yang kuat membantu kami melakukan survei dan analisis tentang pola aliran air serta titik-titik rawan banjir di desa,” ujarnya saat memberikan arahan pada awal kegiatan.

“Kami melihat bahwa jika banjir terjadi, tidak hanya masyarakat yang dirugikan, tetapi juga usaha kami akan terpengaruh. Oleh karena itu, kami dengan senang hati mendukung program ini, untuk ikut serta dalam gotong royong.

Tidak berhenti hanya pada kegiatan satu hari saja, Pemdes Cangkuang Wetan juga telah merencanakan program berkelanjutan dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah banjir. Rencana tersebut meliputi pembentukan kelompok penjaga lingkungan di setiap RT, penyelenggaraan pelatihan pengelolaan sampah secara berkala, serta kerja sama berkelanjutan dengan semua pihak dalam konsep pentahelix untuk melakukan pemantauan kondisi lingkungan secara rutin.

Kades Asep Kusmiadi ,pun menambahkan bahwa langkah selanjutnya adalah melakukan evaluasi bersama seluruh pihak yang terlibat untuk melihat efektivitas program ini dan mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki. “Kita berharap bahwa program pentahelix ini tidak hanya menjadi acara satu kali, tetapi bisa menjadi budaya baru bagi masyarakat Cangkuang Wetan. Kita ingin menciptakan desa yang bersih, sehat, dan aman dari bencana, serta menjadi contoh bagi desa-desa lain di sekitar kita,” tutupnya dengan penuh semangat.

Pada akhir kegiatan, seluruh peserta berkumpul untuk berfoto bersama dan berbagi cerita tentang pengalaman mereka selama mengikuti gotong royong. Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan terasa sangat kental di antara mereka, menjadi bukti bahwa kolaborasi yang kuat antar berbagai elemen masyarakat mampu menghasilkan perubahan yang nyata dan berdampak positif bagi kehidupan bersama,”tukasnya.

 

Yans.

Pemdes Cangkuang Wetan Gebyar Laksanakan Kerja Bakti Dukung Program Pentahelix Penanganan Banjir

Bandung – YUTELNEWS com|| Pemerintahan Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung kompak bergotong royong dalam kegiatan kerja bakti. Kegiatan ini dilakukan dalam upaya kebersihan lingkungan diwilayah Desa.

Kegiatan yang berlangsung difokuskan pada upaya pelestarian lingkungan desa yang bersih, bebas Sampah dan banjir. Kerja bakti dimulai sejak pagi hari dimana warga masyarakat berkumpul langsung di titik lokasi kegiatan.

Dalam kegiatan ini ada beberapa kelompok dalam pelaksanaan kegiatannya termasuk membersihkan selokan dan saluran air untuk mencegah banjir dan menjaga kebersihan lingkungan dan pembersihan rumput di sepanjang jalan desa dan area terbuka lainnya.

Kepala Desa Cangkuang Wetan Asep Kusmiyadi, S.Pd.l., M.Pd, menyampaikan, Selain membersihkan selokan warga juga membersihkan sampah yang berserakan di sekitar jalan desa. Sampah-sampah tersebut kemudian dikumpulkan dan diangkut ke tempat pembuangan akhir.

“Kegiatan ini menunjukkan kesadaran dan komitmen warga Desa Cangkuang Wetan dalam menjaga kebersihan lingkungan mereka. Antusiasme dan semangat warga Desa dalam kerja bakti ini patut diapresiasi. Mereka bekerja sama dengan penuh sukarela demi mewujudkan lingkungan desa Cangkuang yang bersih, sehat, dan nyaman,” ungkap Kades.

Kepala Desa Cangkuang Wetan mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas partisipasi aktif seluruh warga yang mana selama 5 tahun ini sudah rutin melaksanakan kerja bakti atau Jumsih (jum’at bersih).

Saya berharap kegiatan gebyar kerja bakti ini dapat terus dilaksanakan dan menginspirasi desa-desa lain untuk melakukan hal serupa dalam mendukung program Pentahelik Penagan banjir diwilayah Dayeuhkolot.

Kerja bakti ini bukan hanya sekadar kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat rasa kebersamaan antar warga.

” Dengan lingkungan yang bersih dan hubungan sosial yang harmonis, diharapkan Desa Cangkuang Wetan dapat terus berkembang dan menjadi tempat tinggal yang nyaman bebas dari banjir bagi seluruh warganya,” tukas Kades Asep.

Yans

Warga Cangkuang Kulon Peduli Lingkungan Bersih , Dorong Program Pentahelix Mencegah Banjir

BANDUNG — YUTELNEWS com|| Warga Rw 17 Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, menggelar kegiatan peduli lingkungan, dorong Pentahelix sebagai upaya penanganan sampah sekaligus pencegahan banjir, pada Minggu (04/01/2026).

Kegiatan gotong royong tersebut diikuti warga secara serentak setelah informasi disampaikan melalui grup WhatsApp serta pemberitahuan langsung dari rumah ke rumah. Warga membersihkan lingkungan permukiman dan selokan di wilayah masing-masing.

Ketua Rw 17 Desa Cangkuang Kulon, Sudarminto, mengatakan kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Antusiasme warga dinilai cukup tinggi dan pelaksanaan gotong royong berjalan lancar.

“Alhamdulillah, warga sangat antusias. Selain lingkungan menjadi bersih, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi antar warga,” ujar Sudarminto saat ditemui di Kantor Rw 17.

Ia menambahkan, pihak Rw juga telah menyediakan sejumlah tong sampah untuk mendorong kebiasaan memilah sampah. Namun demikian, kesadaran warga dalam pemilahan sampah dinilai masih perlu ditingkatkan.

Setelah terkumpul, sampah diangkut oleh petugas kebersihan menggunakan truk milik pemerintah daerah. Meski demikian, ketua rw Sudarminto mengungkapkan adanya kendala pada proses pembuangan akhir sampah ke TPA Sarimukti akibat tingginya biaya operasional.

“Biaya operasional cukup mahal. Bahkan pengeluaran bulanan bisa meningkat hingga tiga kali lipat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dusun II Desa Cangkuang Kulon, Ginanjar, menyampaikan bahwa kegiatan Pentahelix telah dilaksanakan di sejumlah Rt, Rw di wilayah desa cangkuangkulon. Ia mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat dalam mendorong program tersebut.

“Alhamdulillah, kegiatan Pentahelix sudah berjalan di beberapa Rt,Rw. Kami berharap langkah ke depan bisa lebih rutin dilakukan untuk mengurangi sampah dan mencegah banjir,” ujarnya saat ditemui di Kantor Desa Cangkuang Kulon.

Ginanjar juga menyoroti meningkatnya partisipasi generasi muda dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan anak muda menjadi modal penting bagi keberlanjutan program kebersihan lingkungan.

“Sekarang bukan hanya orang tua, anak-anak muda juga ikut harus terlibat. Ini sangat positif untuk keberlanjutan kegiatan ke depan,” pungkasnya.

 

Yans.

Bedas Pisan! Warga Dayeuhkolot Kompak Kerja Bakti, Inisiasi Pentahelix Banjir Tuai Apresiasi

KAB. BANDUNG – YUTELNEWS com|| Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Dayeuhkolot serta jajaran pemerintahan desa dan kelurahan se-Kecamatan Dayeuhkolot melaksanakan kegiatan Gebyar Kerja Bakti massal secara serentak,pada Minggu (04/01/2026).

Kerja Bakti massal ini diikuti oleh ribuan warga di 4 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Dayeuhkolot yakni Desa Citeureup, Sukapura, Cangkuang Kulon, Cangkuang Wetan dan Kelurahan Pasawahan.

Ketua Pentahelix Penanganan Banjir Dayuhkolot Tri Rahmanto mengatakan Gebyar Kerja Bakti ini dilaksanakan untuk mengantisipasi banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Dayeuhkolot akibat intensitas hujan tinggi saat ini.

Program Kerja Bakti Massal ini juga merupakan program terobosan Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot guna membangun partisipasi masyarakat untuk bersama-sama menangani atau minimal mengurangi permasalahan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot.

“Alhamdulillah kegiatan Kerja Bakti Serentak dapat terlaksana dengan lancar dan sesuai rencana. Namun sangat disayangkan hanya Desa Dayeuhkolot yang tidak melaksanakan kerja bakti tersebut,” ujar Tri Rahmanto.

Tri mengaku sangat gembira melihat antusiasme masyarakat yang secara kompak bergotong royong mengikuti Kerja Bakti Serentak dengan kesadaran mereka sendiri. Sejak pagi, tua-muda, laki-laki-perempuan sudah berkumpul di jalan protokol desa dan kelurahan masing-masing.

Masyarakat yang dipimpin oleh Kepala Desa, Lurah dan para Ketua RW-nya bersama Panitia Pentahelix Dayeuhkolot, bahu membahu membersihkan saluran drainase, selokan, memunguti sampah dan mengangkat sedimentasi lumpur yang memenuhi saluran air.

Tak hanya itu, masyarakat juga dengan semangat membersihkan rumput dan sampah di sepanjang jalan desa dan area publik lainnya. Alhasil, selokan dan drainase tampak bersih dari sampah dan sedimentasi setelah dibersihkan.

“Setelah dibersihkan oleh masyarakat aliran air di selokan dan drainse menjadi lancar dan tidak tersumbat. Semoga kerja bakti ini bukan hanya membuat lingkungan menjadi bersih dan sehat, tapi juga membuat lingkungan bebas dari banjir,” tutur Tri Rahmanto.

Semangat Bedas terlihat di setiap titik Kerja Bakti. Di Kelurahan Pasawahan misalnya. Ratusan warga kompak turun ke jalan dan selokan untuk membersihkan saluran air dan selokan yang mampet akibat tumpukan sampah dan sedimentasi lumpur.

Bahkan warga secara swadaya berinisiatif memperbaiki gorong-gorong yang rusak dan seringkali menyebabkan aliran air tersumbat sehingga menyebabkan permukiman warga tergenang banjir.

Lurah Pasawahan Gandung Audi mengaku sangat mengapresiasi kekompakan dan partisipasi masyarakat Kelurahan Pasawahan dalam Kerja Bakti Massal tersebut.

Gandung bahkan turun langsung untuk ikut mengangkut sampah, mengeruk lumpur dari selokan dan kotor-kotoran bersama masyarakat Kelurahan Pasawahan.

“Kami sangat berterima kasih atas partisipasi aktif seluruh warga. Dengan semangat gotong royong, kami yakin masalah banjir ini dapat segera ditangani. Kami siap mendukung program Pentahelix untuk menangani banjir di Dayeuhkolot ini,” ujar Gandung.

Antusiasme serupa juga ditunjukkan warga Desa Cangkuang Wetan. Selain membersihkan selokan, warga juga membersihkan sampah yang berserakan di sekitar jalan desa. Sampah tersebut kemudian dikumpulkan dan kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Kepala Desa Cangkuang Wetan Asep Kusmayadi mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas partisipasi aktif seluruh warga yang mana selama 5 tahun ini sudah rutin melaksanakan kerja bakti atau Jumsih (jum’at bersih).

“Kegiatan Kerja Bakti ini menunjukkan kesadaran dan komitmen warga Desa Cangkuang Wetan dalam menjaga kebersihan lingkungan mereka. Antusiasme dan semangat warga dalam kerja bakti ini patut diapresiasi,” ujar Kades Asep.

“Mereka bekerja sama dengan penuh sukarela demi mewujudkan lingkungan desa Cangkuang yang bersih, sehat, dan bebas banjir,” tambah Kades.

Asep berharap kegiatan Gebyar Kerja Bakti yang diinisiasi Panitia Pentahelix Dayeuhkolot ini dapat terus dilaksanakan dan menginspirasi desa-desa lain untuk melakukan hal serupa dalam mendukung program Pentahelik Penanganan Banjir di wilayah Dayeuhkolot.

Ketua Pentahelix Tri Rahmanto kembali menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Camat Dayehkolot, Para Kades, Lurah serta seluruh masyarakat Dayeuhkolot yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan Gebyar Kerja Bakti tersebut.

“Keberhasilan penanganan banjir di Kecamatan Dayehkolot tidak hanya bergantung kepada Panitia Pentahelix, namun diperlukan adanya kolaborasi dengan semua stakeholder termasuk masyarakat sendiri. Jika kompak seperti ini kami optimistis dapat menyelesaikan permasalahan banjir ini,” tegas Tri.

Di samping itu, Tri memohon do’a dan dukungan dari seluruh pihak karena mulai Januari 2026 ini berbagai program Pentahelix untuk menangani banjir Dayeuhkolot akan segera dilaksanakan.

“Kerja bakti ini adalah pemanasan. Tapi kita sudah curi start istilahnya. Sebelumnya kami juga sudah melakukan upaya normalisasi saluran drainase dan selokan di beberapa titik,” jelasnya.

“Namun gongnya nanti kita mulai di pertengahan Januari ini dengan normalisasi sungai dan program lainnya. BBWS, PUTR dan Pentahelix akan turun langsung. Mohon do’a dan dukungan dari seluruh masyarakat Dayeuhkolot,” ungkap Tri. (**)

Yans.

Semangat Bedas,Gotong Royong Warga Palasari : Perbaiki Gorong -Gorong, Cegah Banjir, dan Bikin Lingkungan Makin Asri!

Kab.Bandung – YUTELNEWS com|| Warga RW 03 Palasari Kelurahan Pasawahan, bergotong-royong memperbaiki gorong-gorong yang rusak. Inisiatif ini tidak hanya atasi banjir, tapi juga mempererat silaturahmi dan menciptakan lingkungan lebih bersih.

Semangat bedas gotong royong masih membara di tengah masyarakat kecamatan. Di RW 03 Palasari,Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, warga bahu -membahu memperbaiki gorong-gorong yang rusak, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan infrastruktur setempat.pada minggu (04/01/2026).

Kerusakan gorong-gorong sudah lama dirasakan warga, menyebabkan aliran air tersumbat terutama saat musim hujan.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan banjir dan kerusakan jalan. Menyadari pentingnya fungsi gorong-gorong, warga RW 03 Palasari bersepakat melakukan perbaikan secara swadaya.

Perbaikan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai bapak -bapak, ibu-ibu, hingga para pemuda.

Warga bekerja sama membersihkan gorong-gorong dari sampah dan lumpur, memperbaiki bagian rusak, serta memperkuat struktur agar lebih tahan lama.

Menurut Ketua RW 03 Palasari, Bapak Gunawan Dwipayana SE, kegiatan ini adalah wujud nyata kebersamaan dan kepedulian warga terhadap lingkungan.

“Kami sangat bersyukur atas partisipasi aktif seluruh warga. Dengan semangat gotong royong, kami yakin masalah kerusakan gorong-gorong dapat segera teratasi,” ujarnya.

Selain memperbaiki gorong-gorong, warga juga menata lingkungan sekitar dengan mengeruk lumpur dan membersihkan sampah. Langkah ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Kepala Kelurahan pasawahan, Bapak Gandung Audi S.STP, mengapresiasi inisiatif warga.

“Pemerintah kelurahan pasawahan akan terus mendukung kegiatan positif masyarakat. Semangat bedas gotong royong ini diharapkan terus terjaga dan ditingkatkan,” katanya.

Kegiatan perbaikan gorong-gorong ini tidak hanya mengatasi masalah banjir dan kerusakan jalan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Semangat bedas,untuk gotong royong RW 03 Palasari patut menjadi contoh bagi seluruh masyarakat sekecamatan dan Kabupaten Bandung.

Yans.

Kejari Gunungsitoli Diminta Buka ke Publik Aliran Uang Korupsi Dana Desa Tuhegeo II TA 2023….Harap Jangan Tembang Pilih

GunungsitoliYUTELNEWS.com
Kejaksaan Negeri Gunungsitoli didesak agar segera mengungkap tuntas secara terbuka pihak-pihak yang terlibat mengalir uang korupsi Dana Desa Tuhegeo II, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli Tahun 2023 dengan kerugian keuangan negara mencapai Rp500 Juta.

Dengan kerugian negara mencapai Rp500 juta, ini jelas pukulan berat bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Hal ini disampaikan warga bernisial YL kepada wartawan. Sabtu (03/01/2026)

Pada kasus tersebut adanya satu tersangka dan telah ditahan oleh kejaksaan Negeri Gunungsitoli berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : PRINT- 14/L.2.22/Fd.1/09/2025 tanggal 24 September 2025.

Diketahui, dari hasil penyelidikan dan penyidikan pihak Kejaksaan menemukan alat bukti bahwa tersangka RG telah melakukan penarikan uang Dana Desa di Bank dengan tidak sesuai ketentuan yakni tidak berdasarkan SPP. Tidak segera melakukan pembayaran kegiatan kepada pihak ketiga setelah uang di cairkan namun justru meminjamkannya kepada orang lain.

“Kita meminta Kejari Gunungsitoli untuk transparan dalam penanganan proses hukum kasus “Dana Desa Tuhegeo II” agar segera untuk mengungkap secara terbuka ke publik pihak pihak yang terlibat menerima aliran dana dari kegiatan dana desa tersebut, “tegasnya.

Bukan hanya itu, ianya juga menyerukan agar proses hukum kasus Dana Desa Tuhegeo II tidak tebang pilih dan dilakukan secara profesional serta bebas intervensi pihak manapun. Dimana, keterangan dan bukti dari tersangka RG dapat dijadikan petunjuk bagi Penyidik untuk menyeret siapa saja pihak-pihak yang ikut terlibat menikmati uang itu.

“Jika ada pihak lain yang ikut serta terlibat agar segera ditetapkan tersangka supaya proses hukum berjalan jelas dan tidak berlarut-larut karena korupsi adalah kejahatan luar biasa yang merampas hak-hak masyarakat, khususnya di desa, “ujarnya.

Sebelumnya, melalui siaran pers Ya’atulo Hulu mengatakan, RG telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Negara (RUTAN) Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Klas II B Gunungsitoli.

RG disangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana, ujarnya.

Kasus ini masih dalam proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus korupsi pengelolaan keuangan desa tersebut.
(Ed.)

Kadis DLH Kota Batam Mati Fungsi Diminta segera Ganti

YUTELNEWS.com / Sebanyak Lima unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) BP Batam dikerahkan untuk memadamkan kobaran api dengan kepulan asap sangat tebal di area PT Logam Internasional Jaya (LIJ), Sei Lekop, Sagulung, Batam, pada Sabtu (27/12/2025). https://youtube.com/shorts/f3JXCrhEXJA?si=cZIoqTt_vc6x6y8i.

Tim media pun telah melakukan konfirmasi kepada DPRD Kota Batam Komisi III dinilai Bungkam.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan apakah pengerahan Damkar tersebut dilakukan atas permintaan pihak perusahaan atau berdasarkan laporan masyarakat?

Namun, pihak Damkar BP Batam membenarkan pengerahan lima unit kendaraan pemadam. “Iya Pak, yang ke TKP pemadam BP Batam ada 4 unit, ada juga bantuan dari Pemko pos Tembesi,” ujar seorang petugas saat dikonfirmasi melalui WhatsApp layanan pengaduan Damkar Batam di nomor +62 811-6060-113.

Sementara itu, manajemen PT LIJ yang dikonfirmasi via WhatsApp tidak memberikan respons.

Perusahaan daur ulang ini juga sedang tersandung kasus impor limbah elektronik yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Dikutip dari Batamnow, Sebanyak 407 dari 877 kontainer adalah milik PT LIJ yang terindikasi berisi limbah B3 dan ditahan oleh Penegak Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Bea dan Cukai (BC) Batam di Dermaga Utara Pelabuhan Terminal Peti Kemas Batu Ampar sejak September lalu.

Limbah impor dari Amerika Serikat yang diperuntukkan bagi perusahaan daur ulang tersebut telah diperintahkan untuk dire-ekspor, meski perintah itu belum diindahkan hingga mendekati batas waktu 12 Januari 2026.

Diduga keras, sejumlah limbah elektronik tersebut telah dibakar di area perusahaan, yang juga mengindikasikan pelanggaran berbagai peraturan perundang-undangan.

DLH Kota Batam Bungkam

Lalu, apakah dugaan pembakaran itu telah ditangani Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam?

Dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kepala Dinas LH Kota Batam, Herman Rozie, tidak merespons alias bungkam.

Padahal, menurut Ketua DPP Kepri LI-Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara, Panahatan SH, berdasarkan peraturan perundang-undangan, DLH ditetapkan sebagai pengawas lingkungan hidup yang bertanggung jawab terkait lingkungan hidup di Kota Batam.

“Sehemat kami begitu, tapi tolong tanyakan Wali Kota Batam untuk lebih pastinya,” katanya.

Dasar Hukum dan Kewajiban DLH

Lebih jauh Panahatan menjelaskan, tindakan yang harus dilakukan DLH Kota Batam terkait dugaan ini merujuk pada:

Pasal 69 UU No. 32 Tahun 2009 tentang PPLH yang secara tegas melarang pembakaran limbah, baik B3 maupun non-B3, karena dapat menghasilkan pencemaran udara.

Peraturan Pemerintah tentang Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non-B3, yang menyatakan pembakaran di luar fasilitas berizin adalah pelanggaran serius, terlebih jika melibatkan limbah B3.

Untuk pemeriksaan awal, tambahnya, DLH harus mengusulkan dan melimpahkan berkas perkara kepada penegak hukum (Kepolisian) untuk diproses secara pidana.

Ancaman pidananya diatur dalam:

Pasal 98 UU PPLH: Penjara 3-10 tahun dan denda Rp 3 – Rp 10 miliar.

Pasal 99: Ancaman pidana bagi perusak lingkungan karena kelalaian.

Pasal 100: Sanksi dapat dikenakan kepada pengurus/direksi perusahaan, termasuk pidana denda yang lebih berat dan pencabutan izin usaha.

Namun, Herman Rozie sebagai pejabat publik Pemko Batam yang diyakini memahami transparansi informasi, tetap bungkam atas kasus ini.

Aktivitas pembakaran sempat meresahkan warga sekitar. Kepulan asap tebal disertai bau menyengat dilaporkan mengganggu pernapasan dan menyebabkan mata perih hingga radius hampir satu kilometer di kawasan Sei Aleng, Kelurahan Sei Binti.

“Baunya sangat menyengat dan pernapasan terganggu. Bahkan sebelum kepulan asap muncul, sempat terdengar suara ledakan,” ujar Syamsun Yusuf, Ketua RT 03 Sei Binti.

Sedikitnya tiga RT terdampak, yakni RT 01, RT 02, dan RT 03.

Seorang warga yang mendatangi lokasi menuturkan, pekerja perusahaan menyampaikan bahwa pembakaran dilakukan secara sengaja. Warga menduga material yang dibakar adalah limbah elektronik seperti baterai, kabel, dan komponen lainnya.

Masyarakat pun mempertanyakan apakah pembakaran ini dilakukan untuk menghilangkan barang bukti limbah B3 yang sedang dalam proses penyidikan.

Konfirmasi DPRD Komisi III Bungkam

Tim media pun telah melakukan konfirmasi kepada pihak DPRD Komisi III melalui Pak Walfentius yang merupakan pemilik PT Gomal Sukses (Limbah B3) di Kawasan Otorita Batam namun tidak ditanggapi.

Tak hanya Pemko Batam, BP Batam juga dinilai bungkam dan tidak memberikan perhatian terhadap kejadian yang mencemari lingkungan ini.

Sampai berita ini dipublikasikan, tim media masih melakukan konfirmasi kepada BP Batam, Pemko Batam, Pihak Perusahaan, BP Batam, dan APH. /Red

Sumber Batamnews

Pakai Atribut Ormas, Pelaku Pencurian Makanan Ringan Dipastikan Bukan Anggota GRIB Jaya

YUTELNEWS.com – Sukabumi ,Pelaku pencurian makanan ringan yang sempat viral di media sosial karena mengenakan atribut GRIB Jaya, dipastikan bukan anggota organisasi GRIB Jaya Kabupaten Sukabumi. Fakta tersebut terungkap setelah dilakukan klarifikasi oleh pihak desa dan pengurus GRIB Jaya.

Peristiwa pencurian terjadi di sebuah warung di Kampung Kadupugur RT 004/003, Desa Sukadamai, Kecamatan Ciantayan, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (2/1/2026) sekira pukul 12.00 WIB, bertepatan dengan waktu salat Jumat.

Pemilik warung, Usep (50), menuturkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat. Saat dirinya berada di dalam warung, ia melihat dua orang dengan gerak-gerik mencurigakan.

“Pas saya lihat, salah satu pelaku sudah ambil kopi dua dus lalu langsung lari. Saya kejar, motornya saya tendang sampai jatuh. Yang satu melawan, yang satunya lagi kabur ke arah Palabuhanratu,” ujar Usep.

Usep juga mengungkapkan bahwa warungnya kerap menjadi sasaran pencurian, mulai dari tabung gas hingga beras. Menurutnya, pelaku kerap memanfaatkan situasi sepi saat pemilik warung melaksanakan salat Jumat.

Sementara itu, Kepala Desa Sukadamai, Rudi Hartanto, membenarkan adanya penangkapan salah satu pelaku oleh warga.

“Kami mendapat laporan warga bahwa satu pelaku sudah diamankan dan dibawa ke kantor desa sekira pukul 13.00 WIB. Untuk menghindari tindakan kekerasan karena warga sudah berkumpul, kami langsung mengamankan pelaku dan menyerahkannya ke Polsek Cibadak,” jelas Rudi.

Dari keterangan korban, pelaku yang diamankan diketahui mencuri kopi yang sudah sempat dibawa kabur.

Klarifikasi tegas datang dari Sekretaris GRIB Jaya Kabupaten Sukabumi, Endan Sukmawan. Ia menegaskan bahwa pelaku sama sekali bukan anggota GRIB Jaya, meski saat kejadian mengenakan atribut organisasi tersebut.

“Kami sangat kecewa dan merasa dirugikan. Setelah kami klarifikasi, pelaku bukan anggota GRIB Jaya. Dia hanya membeli baju GRIB secara online dan tidak memiliki KTA. Anggota resmi GRIB wajib memiliki Kartu Tanda Anggota,” tegas Dani.

Dani menyebut, tindakan pelaku telah mencoreng nama baik organisasi dan menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Kami akan meminta pelaku membuat klarifikasi terbuka dan video permintaan maaf untuk meng-counter video yang sudah terlanjur viral. Ini penting agar publik tahu bahwa GRIB Jaya tidak ada kaitannya dengan tindakan kriminal tersebut,” tambahnya.

GRIB Jaya Kabupaten dan Kota Sukabumi menegaskan komitmennya untuk menjaga nama baik organisasi serta mendukung penuh proses hukum terhadap pelaku pencurian.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.