Kabupaten Bandung Ranking 1 se-Jawa Barat Penilaian MCSP KPK RI 2025 dan Zero Korupsi

Bandung – YUTELNEWS com || Kabupaten Bandung merebut peringkat tertinggi se-Jawa Barat, dalam penilaian Monitoring, Controlling, and Surveillance for Prevention (MCSP) atau Sistem Penilaian Integritas (SPI) dari KPK RI tahun 2025 dengan nilai 94%.

Bahkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK RI menilai di Pemkab Bandung tidak ada temuan fakta korupsi atau zero fact. Dengan nilai sebesar itu Kabupaten Bandung juga menjadi peringkat keempat di tingkat nasional.

Prestasi menunjukkan komitmen kuat Pemkab Bandung melalui Inspektorat dalam peningkatan integritas dan pencegahan korupsi, dengan skor terus meningkat dari tahun ke tahun. Sejak 2022, Kabupaten Bandung mendapat nilai 84% atau masuk Zona Hijau. Kemudian meningkat lagi menjadi 92% di tahun 2023 dan menjadi 93% tahun 2024.

Hal ini menunjukkan tata kelola pemerintahan yang terus membaik dengan terus memperkuat integritas dan sistem pencegahan korupsi.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengaku bersyukur atas capaian ini yang berarti menunjukkan komitmen tinggi Kabupaten Bandung dalam pencegahan korupsi yang patut dibanggakan.

“Alhamdulillah, Kabupaten Bandung menjadi ranking keempat nasional dan rangking kesatu di Jawa Barat dan alhamdulillah juga Kabupaten Bandung, zero fat korupsi berdasarkan survei SPI KPK RI,” ucap Bupati Bandung Dadang Supriatna saat peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) tingkat Kabupaten Bandung, di Grand Sunshine Soreang, Jumat 12 Desember 2025.

Namun menurutnya capaian tersebut bukanlah akhir, melainkan titik tolak untuk mewujudkan Kabupaten Bandung sebagai wilayah bebas korupsi.

Sebab dengan diraihnya predikat ini, Kabupaten Bandung memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi pilot project atau percontohan bagi kabupaten/kota lain dalam hal pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Korupsi bukan sekadar tindak kejahatan biasa, melainkan kejahatan luar biasa (extraordinary crime), yang membutuhkan penanganan luar biasa pula,” tandas Bupati Dadang Supriatna.

Dadang menegaskan, kejahatan ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tapi juga menimbulkan kesenjangan sosial, dan menghambat pembangunan.

Oleh karena itu, lanjut Bupati Bedas, tanggal 9 Desember ditetapkan sebagai Hari Anti Korupsi Sedunia untuk meningkatkan kesadaran publik dan memperkuat komitmen bersama dalam pemberantasan korupsi.

Menurut Kang DS, di Kabupaten Bandung peringatan Hakordia ini tidak hanya menjadi bentuk akuntabilitas atas langkah-langkah pemberantasan  korupsi yang telah dilakukan.

“Tetapi juga sebagai momentum untuk menyatukan langkah bersama seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas,” tegasnya.

Melalui peringatan Hakordia, Bupati Kang DS mengajak kepada seluruh masyarakat, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam gerakan anti korupsi. Yaitu dengan menyebarkan dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk bersama-sama menciptakan Kabupaten Bandung yang bebas korupsi, transparan, dan akuntabel. Mari kita jadikan peringatan Hakordia ini sebagai pengingat bahwa kejujuran, integritas, dan transparansi adalah pondasi utama dalam membangun pemerintahan yang bersih dan berdaya saing. Bersama, kita bangun Kabupaten Bandung lebih Bedas, bersih dan berintegritas,” seru bupati (*)

 

Yans.

Menggalang Filantropi Media Massa…

Oleh: Mohammad Nasir.

Wartawan, Peserta diskusi Forum Wartawan Kebangsaan (FWK), Direktur Dana Kemanusiaan Kompas (2009- 2017), dan mantan Ketua PWI Peduli Pusat.

DISKUSI mingguan Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) di Jakarta, Rabu (10/12) lalu, masih memperbincangkan nasib para korban bencana di Sumatera.

Duka, kesedihan, dan kepedihan korban bencana banjir dan longsor Sumatera, masih menggelayut dalam pikiran para wartawan senior yang sedang berdiskusi hari itu.

Seperti dikutip DetikNews, Jumat (12/12/2025) bencana Sumatera merusak 1.200 fasilitas umum, 219 fasilitas kesehatan, 581 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung kantor, serta 498 jembatan.

Korban meninggal menjadi 990 orang, 222 lainnya masih dinyatakan hilang. Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hari Jumat (12/12/2025), korban luka bertambah menjadi 5.400 orang. Ada 52 kabupaten/kota terdampak bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

“Kita ikut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya banyak korban bencana di Sumatera,” kata Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane mengawali diskusi.

Banyak pertanyaan yang mengemuka dalam diskusi. Langkah apa yang sekiranya bisa dilakukan untuk menolong para korban?

Bagaimana pertolongan bisa sampai, dan bagaimana bisa membangun kembali hunian para korban, fasilitas umum, jalan, dan jembatan yang rusak diterjang banjir bandang?

Bahkan sampai pada titik kesimpulan, FWK yang didorong oleh pendirinya, Hendry Ch. Bangun (Mantan Wartawan Senior Harian Kompas dan Wakil Ketua Dewan Pers) akhirnya sepakat mendesak pemerintah mendirikan badan rehabilitasi bencana untuk Sumatera, dengan tujuan segera dilaksanakan rehabilitasi semua yang hancur akibat bencana.

Mengapa wartawan begitu peduli bencana? Sejak dulu wartawan itu “DNA”nya, memang peduli terhadap kepentingan umum. Itu syarat utama menjadi wartawan.

Naluri mereka berkelana membela kepentingan publik, termasuk nasib rakyat dan bangsa. Wartawan membela kebenaran, manusia dan kemanusiaan.

Model kepedulian yang diberikan orang media biasanya pemberitaan dengan penuh empati. Mengutip pendapat Pendiri Harian Kompas Jakob Oetama (27 September 1931 – 9 September 2020) dalam sebuah rapat redaksi, pemberitaan media adalah bagian dari Company Social Responsibility (CSR) perusahaan media.

Namun demikian Harian Kompas dengan arahan Jakob Oetama juga mendirikan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK), sebagai filantropi media massa. Di DKK pak Jakob sebagai Ketua Dewan Pengawas.

Bahkan beberapa kali Pak Jakob ikut turun langsung ke lapangan memantau persiapan proyek pembangunan hasil bantuan pembaca dan masyarakat pasca bencana tsunami di Aceh pada Desember 2004.

Secara diam-diam pak Jakob juga memantau jumlah dana bantuan yang masuk dari pembaca dan masyarakat.

Ketika DKK membuka penerimaan bantuan dana, beberapa kali Pak Jakob Oetama meminta laporan kami mengenai dana bantuan yang masuk dan perbandingannya dengan media lain yang juga sama-sama membuka penerimaan bantuan untuk bencana.

Ketika kami jelaskan, dana bantuan yang masuk melalui Harian Kompas lebih besar dari yang lain, pak Jakob lega. Kami tahu bagi Pak Jakob bukan soal jumlah uangnya, tetapi tingkat kepercayaan (trust).

Jumlah dana yang masuk itu sebagai indikator kepercayaan publik, termasuk pembaca. “Kita masih dipercaya,” katanya singkat.

Pak Jakob berkali-kali dalam rapat internal Kompas, mengajak semua jajaran redaksi dan bisnis melipat-gandakan kepercayaan publik.

Filantropi Media Massa

Biasanya, di luar pemberitaan, wartawan patungan untuk memberi bantuan korban bencana. Mula-mula bantuan dari kantung wartawan masing-masing, kemudian membuka “dompet” untuk pembaca yang ingin menyalurkan bantuan.

Pihak yang disebut sebagai pembaca media ini sangat luas, mulai pribadi-pribadi hingga perusahaan, industri, dan bank-bank, dan bahkan pemerintah.

Banyak perusahaan atau redaksi media massa kemudian mendirikan filantropi media massa. Lembaga ini sebagai perpanjangan media dalam menyapa langsung kepada pembaca dan masyarakat melalui kegiatan penyaluran bantuan sosial dan kemanusiaan tanpa membeda-bedakan latar belakang seperti suku dan agama.

Kalau saja semua filantropi media massa bergabung dan saling menyampaikan informasi, kekuatan gerakan sosial kemanusian dari sektor media akan signifikan.

Kode Etik Filantropi Media Massa yang dikeluarkan oleh Dewan Pers melalui Peraturan Dewan Pers Nomor 2/Peraturan-DP/III/2013 sudah cukup untuk menjadi pedoman media massa yang mengoperasikan filantropi.

Salah satu poin penting dalam kode etik filantropi tersebut, bahwa rekening bank untuk menampung penggalangan dana ini juga harus terbuka untuk pemeriksaan keuangan oleh lembaga yang berkompeten.

Semua perusahaan media boleh mendirikan filantropi media massa. Akan tetapi ketika media berniat membangun lembaga filantropi dan menghimpun dana untuk bantuan kemanusiaan, diperlukan tekat yang kuat. Karena konsekuensinya berat, bekerja keras di lokasi bencana, bertanggung jawab dalam penyaluran, transparansi dan pemberitaan.

Pemberitaan menjadi penting karena berita merupakan bentuk pertanggungjawaban terhadap publik. Dalam pemberitaan harus dilaporkan apa yang disumbangkan, berapa nilainya, dan dari mana asalnya.

Kalau sudah siap dengan niat dan tekat kuat, kumpulkan sejumlah orang yang peduli terhadap kemanusiaan. Orang-orang yang sudah terkumpul akan ditempatkan di posisi-posisi yang diperlukan untuk menjalankan roda organisasi sosial kemanusiaan itu.

Posisi yang harus diisi adalah Dewan Pengawas, Dewan Pengurus (Ketua, Sekretaris, dan Bendahara), Bidang Informasi dan Komunikasi, Bidang Pengkajian, Bidang Rehabilitasi, Sub Bidang Proyek Bangunan, Bidang Penerimaan dan Distribusi Bantuan Tanggap Darurat, dan Dokumentasi.

Setelah itu membentuk lembaga filantropi media massa, dibuat lah badan hukumnya, dibuat akte notarisnya. Namanya terserah kesepakatan pengurus atau pendiri.

Sebutkan tujuan pendirian, dan bantuan apa saja yang akan diberikan setelah penggalangan dana? Siapa yang akan menjadi sasaran penerima manfaat bantuan? Korban bencana?

Apakah juga akan membiayai pendidikan anak sekolah dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi? Membantu kemiskinan? Atau kah akan menyalurkan bantuan pengobatan orang sakit yang sangat membutuhkan?

Tetapkan saja, sesuai kesanggupan lembaga, misalnya lembaga ini memberi bantuan kepada korban bencana baik di tingkat bantuan tanggap darurat maupun rehabilitasi.

Perlu diketahui ada istilah-istilah yang menuntut pelaksanaan nyata. Seperti istilah filantropi, istilah ini berarti penggalangan dana dari luar instansi lembaga untuk disalurkan sebagai bantuan sosial, kebencanaan, dan kegiatan kemanusiaan.

Lembaga filantropi diwajibkan menyebutkan dari mana dana yang sedang disalurkan. Penyebutan dilakukan di depan publik ketika acara penyerahan.

Atau ditulis pada layar (backdrop), misalnya “Dana Kemanusiaan Kompas Bekerja Sama dengan Bank Mandiri menyalurkan bantuan kepada masyarakat korban bencana Sumatera”.

Atau disebutkan lebih spesifik kalau ada permintaan dari pihak penyumbangnya. Misalnya, “Penyaluran Bantuan CSR BRI bekerja sama dengan Dana Kemanusiaan Kompas”.

Atau kalau sumbangan berupa bangunan rumah atau gedung fasilitas umum, ketika penandatangan prasasti pihak penyumbang, mungkin dengan jumlah terbesar (sesuai kesepakatan) diberi penghormatan untuk menandatangai bersama pihak pengelola filantropi.

Jadi dengan cara bersama-sama saat penyaluran bantuan akan lebih transparan kepada publik. Ini bukan persoalan pencitraan, tetapi memberi contoh yang baik, siapa tahu ada yang mengikutinya.

Dan, dalam pemberitaan di media, para penyumbang harus disebutkan, kecuali ada permintaan tidak diberitakan dari penyumbang.

Penyaluran bantuan pangan atau bangunan seperti itu sudah banyak dilakukan oleh filantropi media massa selama ini. Seperti Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) SCTV- Indosiar, Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas,
dan Dompet Dhuafa Harian Republika, juga sudah mempraktikkan transparansi laporan semacam itu.

Yang juga perlu diperhatikan adalah penggalangan dana, penyaluran dana bantuan dilaksanakan secara utuh, aman, dan tepat sasaran.

Diperbolehkan, penggunaan dana bantuan untuk biaya operasional penyaluran, honor pelaksana, dan akomodasi selama pelaksana bertugas.

Penggunaan sebagian dana bantuan untuk operasional penyaluran bantuan sesuai Pasal 7 tentang Dana Operasional Kode Etik Filantropi Media Massa yang dikeluarkan Dewan Pers.

Kesiagaan dan Kecermatan

Untuk kesiagaan, setiap terjadi bencana, lembaga filantropi harus tahu dan segera menugaskan anggotanya untuk memantau lewat berbagai saluran informasi. Mencari tahu setiap perkembangan dan kebutuhan apa yang diperlukan para korban, apakah makanan, obat-obatan, atau pakaian, termasuk selimut.

Bekerja sama dengan instansi setempat, seperti kantor Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan bahkan kepala desa/lurah setempat, dan pos pengungsian, adalah suatu keharusan.

Jangan sampai kegiatan pemberian bantuan menjadi masalah. Dihentikan aparat setempat karena tidak ada koordinasi.

Kalau bantuannya besar, mungkin saja berkoordinasi dengan bupati atau wali kota setempat. Ini penting, untuk diketahui, dan untuk pengaturan pemerataan bantuan.

Memanfaatkan jaringan kerja di wilayah bencana penting untuk melancarkan penyaluran bantuan, serta mencari tahu perkembangan terakhir, dan apa yang dibutuhkan oleh korban.

Bidang pengkajian dan assessment lembaga filantropi dituntut bekerja teliti ketika melakukan survei pada tahap persiapan penyaluran bantuan. Baik tahap penyaluran bantuan tanggap darurat maupun tahap rehabilitasi.

Data, termasuk surat-surat pendukungnya harus diketahui semuanya oleh bidang pengkajian. Bahkan harus juga sepengetahuan pihak berwenang setempat kalau kita akan menyalurkan bantuan.

Soal ketelitian merupakan hal penting. Ketika tim survei persiapan memberi bantuan rehabilitasi rumah, tim bidang pengkajian harus cari tahu secara detil, rumah yang akan dibangun kembali itu di atas tanah siapa, statusnya bagaimana?

Sebab kalau sudah terlanjur membangun, lalu ada masalah, bangunan yang didirikan di atas tanah milik orang lain atau tanah negara itu bisa dibongkar. Sementara rumah itu dibangun dengan dana bantuan. Maka bantuan untuk kemanusiaan itu menjadi sia-sia.

Jangan sampai salah bantuan tidak berguna, karena yang disalurkan adalah titipan orang lain. Lembaga filantropi harus amanah, dapat dipercaya.

Ayo kita galang kekuatan filantropi media massa untuk membantu korban bencana. (**)

Yans.

Irvan Ahmad: Penghargaan WBTb Jadi Motivasi Lestarikan Warisan Budaya Kabupaten Bandung,Kebanggaan Daerah dan Penggerak Ekonomi Kreatif.

KAB BANDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung diwakili Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Bandung Irvan Ahmad, menerima Penghargaan Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) dalam malam puncak Pekan Kebudayaan Daerah Jawa Barat tahun 2025 di Kota Cirebon, Sabtu (13/12/2024) malam.

Tahun ini Pekan Kebudayaan Daerah mengangkat tema Mapag Pajajaran Anyar : Caruban Nagari Pangripta Budaya yang bertujuan untuk menggali, melestarikan, dan memperkenalkan nilai-nilai budaya dari tiga wilayah budaya Jawa Barat yaitu Sunda Priangan, Melayu Betawi, serta Kacirebonan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, Irvan Ahmad mengatakan Pemkab Bandung menerima penghargaan atas ditetapkannya empat objek wisata warisan budaya tak benda di Kabupaten Bandung yaitu Borondong Ketan Ibun, Mapag Ménak, Rujak Ciherang, serta Opak Linggar Rancaekek.

“Alhamdulillah penghargaan dan capaian ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, pelaku budaya, serta masyarakat yang konsisten menjaga dan melestarikan warisan leluhur. Kami sangat bersyukur dengan ditetapkannya empat warisan budaya tak benda asal Kabupaten Bandung,” ujar Irvan kepada awak media, Minggu (14/12/2025).

Irvan menegaskan penetapan warisan budaya tak benda ini menjadi tanggung jawab bersama agar warisan budaya tak benda Kabupaten Bandung terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi muda.

“Ini adalah kesempatan untuk mengenali langsung warisan budaya di Kabupaten Bandung khususnya untuk generasi muda karena merekalah yang akan meneruskan budaya kita ini,” katanya.

Ia menambahkan, penetapan WBTB diharapkan tidak hanya menjadi simbol kebanggaan daerah, tetapi juga mampu mendorong penguatan identitas budaya serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di Kabupaten Bandung.

Penetapan WBTB tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap nilai sejarah, tradisi, serta kearifan lokal yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Bandung.

“Dengan diraihnya penghargaan ini, Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung untuk terus melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal sebagai bagian penting dari jati diri dan identitas Kabupaten Bandung,” ujar Irvan. (**)

 

Yans.

DPD APSI dan ABUJAPI Jatim Gelar Latihan Menembak Peringati HUT Satpam ke-45

Yutelnews.com||Porong, Sidoarjo — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Pengamanan (Satpam) ke-45, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Jawa Timur bersama Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Jawa Timur menggelar kegiatan latihan menembak.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Tembak Wira Satya Legawa, Kompi 3 Yon A Pelopor Satbrimob Polda Jawa Timur, Jalan Bhayangkari No. 117, Desa Juwetkenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, pada Minggu (14/12/2025).
Latihan menembak ini diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari anggota Satuan Pengamanan (Satpam) serta perwakilan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, disiplin, serta profesionalisme Satpam dalam mendukung tugas-tugas pengamanan.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Jatim AKBP Sutiono, S.Pd., Kasibinlat Subdit Binsatpam/Polsus Ditbinmas Polda Jatim I Ketut Madia, S.Sos., Ketua Panitia HUT Satpam ke-45 Mentari Rizkika Maharani, S.H., CCD, CPLA, Ketua Pelaksana Latihan Menembak Adi Prasetyo, serta jajaran panitia lainnya.
Sebelum pelaksanaan latihan, seluruh peserta terlebih dahulu menerima arahan dan pembekalan dari AKBP Sutiono dan Ketua Panitia. Arahan tersebut menekankan pentingnya disiplin, keselamatan, serta kepatuhan terhadap prosedur standar dalam setiap sesi latihan menembak.
Pada akhir kegiatan, diumumkan para pemenang latihan menembak. Juara pertama diraih oleh Dwi Crisna dari BUJP PT Badra, juara kedua oleh Didit Nur dari BUJP PT Birawidha, dan juara ketiga diraih oleh Heras Patty dari BUJP PT Metro Multi Powerindo.
Ketua Pelaksana, Adi Prasetyo, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap melalui latihan bersama ini, sinergi antara Satpam dan BUJP semakin solid serta mampu meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas pengamanan di lingkungan kerja masing-masing.(Boedipras)

Pendiri LSM Bungoeng Lam Jaroe Memohon Kepada DPRK Langsa Jangan Mati Suri dan Memejamkan Mata Terhadap PDAM yang Beberapa Hari Ini Padam

Pendiri LSM Bungoeng Lam Jaroe Memohon Kepada DPRK Langsa Jangan Mati Suri dan Memejamkan Mata Terhadap PDAM yang Beberapa Hari Ini Padam

YUTELNEWS.Com | KOTA LANGSA – Aktivis Zulfadli.S.sos.l. MM sekaligus pendiri LSM BUNGOENG LAM JAROE meminta kepada DPRK Langsa selaku wakil rakyat jangan mati suri terhadap air PDAM yang sudah lama padam di Kota Langsa,

“Seharusnya DPRK Langsa menekan kan Direktur PDAM agar dapat bisa memutar otak mencari solusi agar air PDAM bisa hidup kembali jangan terima pasrah saja seperti tidak merasa bersalah, ingat kita itu punya otak untuk berfikir bukan ada otak cuman tingal duduk-duduk saja, kalau begitu banyak orang yang bisa jadi direktur PDAM,” ujar Zul dengan tegas.

Lanjut Zulfadli kembali, apabila penyebabnya listrik di Kota Langsa mati memangnya genset pengganti listrik padam apa memang tidak ada dan kalau pun rusak tentunya harus ada cadangan, jangan taunya menikmati hasil PAD daerah saja yang pandainya tapi solusi tidak ada disaat masyarakat Kota Langsa membutuhkan.

“Ingat ya PDAM itu berdiri sudah pada masa Belanda dulu tinggal kita yang menjalankan saja susahnya minta ampun jadi buat apa ada DPRK Langsa kalau hanya menikmati hasil gaji PAD Kota Langsa saja, lebih baik DPRK Langsa di bubarkan saja karena rugi membayar gaji DPRK Langsa dan masyarakat Kota Langsa harus cerdas,” jelasnya.

DPR Kota Langsa itu sebenarnya honor daerah gaji mereka di bayar pakai PAD di daerah jadi wajar-wajar saja masyarakat Kota Langsa menuntut kinerja wakil rakyatnya,” tandas Zulfadli dengan nada kesal.

(Red) 

 

Bulatan Suara Muswil: Hendri Nahkodai DPW PWMOI Kepri

YUTELNEWS.com | Musyawarah Wilayah (Muswil) Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resmi menetapkan Dr. C. Hendri, S.Si., M.E sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PWMOI Kepri. Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam forum Muswil yang digelar di Kantor batam center. Sabtu 13 Desember.

Pemilihan secara aklamasi terjadi setelah seluruh peserta Muswil sepakat memberikan mandat kepemimpinan kepada Dr. C. Hendri, yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta visi kuat dalam membangun organisasi pers yang profesional dan berintegritas.

Ketua Panitia Muswil PWMOI Kepri, Mitra Julias Tama, menyampaikan bahwa proses Muswil berjalan lancar, demokratis, dan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

“Forum Muswil secara bulat menetapkan Dr. C. Hendri sebagai Ketua DPW PWMOI Kepri secara aklamasi. Ini merupakan hasil kesepakatan bersama peserta yang memiliki hak suara,” ujar Mitra.

Dr. C. Hendri dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa PWMOI Kepri menjadi organisasi pers yang solid, independen, dan mampu menjawab tantangan perkembangan media digital.

“Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Ke depan, PWMOI Kepri harus semakin profesional, bersatu, dan berperan aktif dalam menjaga marwah jurnalistik,” kata Hendri.

Muswil PWMOI Kepri juga menjadi momentum konsolidasi internal organisasi setelah dinamika yang cukup intens menjelang pelaksanaan Muswil. Dengan terpilihnya ketua baru, PWMOI Kepri diharapkan dapat segera menyusun kepengurusan lengkap dan program kerja strategis untuk periode mendatang.

Kegiatan Muswil dihadiri oleh pengurus PWMOI tingkat provinsi dan kabupaten/kota, panitia Muswil, calon ketua, peserta pemilik suara./ Rls

Pasca Bencana di Banda Aceh Terlihat Bantuan dari Pemerintah Sangat Lambat

Yutelnews.com – Banda Aceh
“Penanganannya lambat, sangat lambat. Sampai saat ini masih ada kita dengar daerah yang terisolir dan masyarakat yang kesulitan mendapatkan bantuan,” ungkap Wali Nanggroe.Sabtu.13.12.2025

Dirinya juga mengaku geram ketika mengetahui helikopter yang dikirim ke Aceh untuk menangani bencana, hanya sekitar empat unit. Padahal, menurut Wali Nanggroe, Aceh membutuhkan puluhan pengerahan heli, termasuk untuk menangani bencana di Sumut dan Sumbar.

Wali Nanggroe mengatakan dirinya telah menghubungi dan dihubungi sejumlah pihak negara luar, seperti Tiongkok, Singapore, Rusia, hingga Uni Emirat Arab terkait bantuan untuk penanganan bencana di Aceh. Namun, bantuan untuk belum bisa direalisasikan dikarenakan Pemerintah Pusat hingga kini belum meningkatkan status bencana di tiga provinsi ini sebagai bencana nasional.

“Jadi mereka belum bisa masuk, karena pemerintah pusat belum membuka “pintu”. Yang bisa masuk bantuan ke Aceh dari negara luar itu cuma dari konsulat atau kedutaan yang sudah ada di dalam Indonesia, itu bantuannya terbatas,” ujar Wali nanggroe. “Padahal negara-begara tetangga terdekat sudah banyak yang bersiap membantu Aceh, tapi tidak dibuka “pintu”, dengan Rusia juga kami sudah kontak (telpon),” tambah Wali.

Wali Nanggroe juga mengaku heran ketika dua kali Presiden Prabowo Subianto ke Aceh hanya berkunjung ke wilayah yang tidak terlalu para terdampak bencana. Dirinya juga mengatakan tidak ada pihak manapun yang memberi tahu kunjungan presiden ke Aceh.

“Ada staf saya tanya nggak diundang dampingi Presiden di Aceh?, saya bilang saya tidak ada kabar apa-apa. saya tidak diberi tahu kedatangan Presiden ke Aceh. Dua kali datang, dua kali tidak ada kabar,” sebut tokoh Aceh yang menandatangani perjanjian damai Aceh di Helsinki ini.

“Berkunjungnya juga ke daerah yang tidak terlalu parah. Mungkin beliau (Presiden) tidak salah, tetapi bawahannya salah memberi masukan, sehingga kunjungan dan penanganannya lambat,” tambah Wali Nanggroe.

“Jadi Aceh bisa berhubungan langsung dengan luar negeri. Hanya saja, Aceh tidak bisa membuka hubungan diplomatik formal, seperti membuka kedutaan. Kalau ekonomi, pendidikan dan kebudayaan termasuk kemanusiaan dan lingkungan itu boleh. Kami juga sudah melakukannya, dengan menjalin kerja sama pendidikan dengan Singapore dan Rusia, dimana Aceh bekerja sama dengan berbagai universitas di sana. Itu juga didampingi KBRI dan atas nama Indonesia,” jelas Wali Nanggroe.

“Maka, terkait bantuan hibah luar negeri dan bantuan kemanusiaan itu boleh, terutama untuk bencana, karena Aceh memiliki kewenangan, namun tetap sepengetahuan Pemerintah Pusat. Terkait mekanismenya bagaimana, tinggal dilakukan komunikasi antara Pemerintah Aceh dan DPRA dengan Pemerintah Pusat, terkait pihak luar yang ingin membantu Aceh,” tambah Wali Nanggroe.

“Jika tidak percaya ini diperbolehkan, silakan tanya ke Uni Eropa. Ujung-ujungnya nanti duduk di meja runding lagi,” tambah Wali lagi.

wasalam.

husaini. rambo

Menggebrak Jawa Barat, Kecamatan Cibadak Raih Penghargaan Bergengsi di 2025

YUTELNEWS.com – Sukabumi ,Prestasi gemilang ditorehkan Kecamatan Cibadak di penghujung tahun 2025. Kecamatan ini sukses menembus 16 besar kecamatan berkategori tinggi se-Jawa Barat dalam Penilaian Sinergitas Kinerja Kecamatan Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025, dan menerima penghargaan langsung dari Gubernur Jawa Barat.

Capaian tersebut bukan diraih secara instan. Dari ratusan kecamatan yang ada di Jawa Barat, hanya 16 kecamatan terbaik yang dinilai mampu menunjukkan kinerja sinergis, kolaboratif, dan berkelanjutan. Kecamatan Cibadak menjadi salah satu di antaranya.

Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa sinergi lintas sektor di Cibadak bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui kerja nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan, peningkatan pelayanan publik, serta pemberdayaan masyarakat.

Camat Cibadak, Mulyadi, menyampaikan bahwa keberhasilan ini lahir dari arahan strategis Bupati Sukabumi, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah, serta pembinaan berkelanjutan dari seluruh Perangkat Daerah Kabupaten Sukabumi.

Ini adalah hasil gotong royong bersama. Mulai dari pejabat struktural kecamatan, Forkopimcam Cibadak, hingga seluruh lintas sektor yang selama ini solid dan bergerak seirama,” ujar Mulyadi.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar piagam prestasi, melainkan menjadi pemicu semangat agar seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri. Justru sebaliknya, Cibadak dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta menjaga ritme kolaborasi yang telah terbangun dengan baik.

“Penghargaan ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus bersinergi dengan seluruh stakeholder demi mewujudkan Sukabumi Mubarakah menuju Jabar Istimewa,” tambahnya.

Di tengah tantangan birokrasi dan meningkatnya ekspektasi masyarakat, Kecamatan Cibadak berhasil membuktikan diri sebagai kecamatan yang adaptif, solid, dan berprestasi. Capaian ini layak menjadi kebanggaan bersama sekaligus role model bagi kecamatan lain di Kabupaten Sukabumi.



Reporter: Mirna
(Kabiro Sukabumi)

Pimpinan Redaksi Media RajaNews: Saat Listrik Mati, Sinyal pun Ikut Padam Masa Perusahaan Raksasa Telkomsel Tak Mampu Siapkan Genset

Pimpinan Redaksi Media RajaNews: Saat Listrik Mati, Sinyal pun Ikut Padam Masa Perusahaan Raksasa Telkomsel Tak Mampu Siapkan Genset

YUTELNEWS.com | KOTA LANGSA – Keluhan warga terhadap Telkomsel kembali memuncak. Setiap kali listrik padam di Kota Langsa dan Aceh Timur, jaringan Telkomsel ikut hilang tanpa perlawanan. Situasi ini terasa semakin menyesakkan karena terjadi di tengah kondisi bencana di beberapa wilayah Aceh, ketika komunikasi justru sangat diperlukan untuk koordinasi dan keselamatan warga.

Pimpinan Redaksi RajaNews, Said Yan Rizal mengaku bingung sekaligus kesal. Baginya, perusahaan sebesar Telkomsel semestinya mampu memastikan jaringan tetap hidup melalui pasokan listrik cadangan di setiap Base Transceiver Station (BTS).

“Begitu lampu mati, sinyal Telkomsel ikut padam. Kami sudah sangat kecewa. Telkomsel perusahaan besar dengan keuntungan triliunan, tapi masa siapkan genset saja tidak sanggup…..? Masyarakat bayar mahal, pelayanan malah makin turun,” ungkapnya.

“Pimred menekankan bahwa dalam situasi darurat seperti sekarang, fungsi komunikasi bukan lagi soal kenyamanan, melainkan kebutuhan mendesak untuk keselamatan dan koordinasi. Ia menilai hilangnya jaringan saat listrik padam menunjukkan lemahnya antisipasi,” jelasnya.

“Ketika bencana, jaringanlah yang paling dibutuhkan. Bagaimana kami menghubungi keluarga? Bagaimana koordinasi bantuan? Ini bukan permintaan mewah, ini kebutuhan dasar,” tegasnya.

Warga lainnya pun menyampaikan keluhan serupa, mempertanyakan kesiapan Telkomsel dalam memenuhi standar layanan komunikasi yang stabil. Mereka mendesak perusahaan segera memperbaiki sistem cadangan daya agar BTS tetap berfungsi meski listrik padam berhari hari.

Hingga berita ini diterbitkan, Telkomsel belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab gangguan ataupun langkah perbaikan yang akan dilakukan.

(Red)

Johor Perkuat Konektivitas dan Sinergi Investasi

YUTELNEWS.com |Delegasi Badan Pengusahaan (BP) Batam yang dipimpin Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis mengunjungi Johor Bahru, Malaysia, Rabu (10/12/2025).

Kegiatan ini dihelat dalam upaya memperkuat sinergi kawasan dan memperluas peluang kolaborasi investasi di dalam ekosistem Singapore–Johor–Riau (SIJORI).

Adapun genda utama kunjungan berlangsung di Invest Malaysia Facilitation Centre Johor (IMFC-J), Carnelian Tower, Forest City, yang merupakan pusat layanan terpadu yang dibentuk Pemerintah Malaysia itu menjadi rujukan dalam pengelolaan fasilitasi investasi, khususnya di Johor yang kini diproyeksikan sebagai bagian dari Johor–Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ).

Fary menyatakan kunjungan tersebut tidak dimaksudkan sebagai penjajakan kerja sama formal, melainkan sebagai upaya membangun sinergi kebijakan antarkawasan.

“Batam dan Johor berada dalam satu ekosistem ekonomi yang saling terhubung. Yang kami dorong adalah bagaimana sinergi ini dapat menjadi kolaborasi yang realistis dan saling menguatkan dalam kerangka SIJORI,” kata Fary.

Dalam pertemuan dengan manajemen IMFC-J, delegasi Batam mencermati bagaimana layanan satu pintu dijalankan secara terintegrasi, mulai dari perizinan, insentif fiskal, hingga koordinasi lintas lembaga.

Pendekatan ini dinilai berkontribusi pada kecepatan realisasi investasi Johor di tengah persaingan kawasan.

Senior Vice President IMFC-J, Adny Jaffedon Ahmad, menyambut baik langkah BP Batam memperkuat hubungan kawasan.

“Kami menyambut baik komitmen BP Batam dan berharap kerja sama ini dapat menghasilkan manfaat konkret bagi kedua belah pihak,” ujar Adny.

Dalam diskusi, isu ketenagakerjaan muncul sebagai salah satu pembahasan penting. Kebutuhan tenaga kerja di Johor terus meningkat sejalan dengan perkembangan industrinya, sedangkan Batam telah didukung sumber daya manusia industri yang cukup matang.

Menurut Fary, peluang tersebut perlu dikelola secara hati-hati agar memberikan nilai tambah bagi kedua wilayah.

“Konektivitas tenaga kerja perlu dibangun dalam kerangka yang jelas dan saling menguntungkan, sehingga menciptakan nilai tambah bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

Selain ketenagakerjaan, konektivitas kawasan turut menjadi sorotan, termasuk rencana penguatan pelayaran RORO Batam–Johor.

Jalur ini dipandang sebagai prasyarat penting agar integrasi ekonomi SIJORI didukung oleh arus logistik dan mobilitas yang efisien.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke kawasan pengembangan Forest City. Regional Vice President Forest City, Syarul Izam menyambut Fary dan rombongan di Forest City International Clubhouse.

Di sana, ia memberikan paparan mengenai rencana pembangunan kawasan Forest City.

Dalam paparannya, Forest City menampilkan penerapan skema Special Financial Zone (SFZ) yang menawarkan insentif fiskal, kepastian regulasi, serta infrastruktur terintegrasi untuk menarik sektor-sektor bernilai tambah seperti jasa keuangan, pariwisata premium, dan logistik.

Fary menilai pengalaman Johor dalam mengelola SFZ dapat menjadi bahan perbandingan kebijakan bagi Batam.

“Tidak semua model bisa diterapkan secara langsung, tetapi ada pelajaran penting tentang kepastian regulasi dan konsistensi kebijakan yang relevan untuk Batam,” katanya.

Di tengah persaingan investasi regional, kunjungan ini mencerminkan upaya BP Batam membangun pendekatan yang lebih terbuka dan komparatif.

Dalam ekosistem SIJORI, Batam, Johor, dan Singapura berada dalam posisi yang saling bersaing sekaligus saling bergantung, menjadikan sinergi kawasan sebagai kebutuhan untuk mengembangkan kedua daerah.

Batam, 13 Desember 2025

Kepala Biro Umum, M. Taofan

Website: bpbatam.go.id

Email: humas@bpbatam.go.id

X: @bp_batam

Facebook: BIFZA

Instagram: BPBatam

Youtube: BPBatam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tri Rahmanto Pantau Progres Pembangunan Pintu Jembatan Sukabirus Melintasi Sungai Cigede , Upaya Tanggulangi Banjir

BANDUNG – YUTELNEWS com|| Ketua Panitia Pentahelix Tri Rahmanto, berupaya monitoring untuk Percepatan Penanganan Banjir Dayeuhkolot, terus memantau berbagai upaya infrastruktur penanggulangan banjir, termasuk pembangunan pintu jembatan sukabirus yang melintasi Sungai Cigede. Upaya ini menjadi bagian dari langkah komprehensif untuk mengatasi masalah banjir kiriman yang kerap melanda kawasan kecamatan Dayeuhkolot setiap musim hujan. pada sabtu 13/12/2025.

Sebelumnya, warga di desa Citeureup dan sekitarnya kerap merasakan dampak banjir akibat sumbatan saluran oleh sampah dari hulu Sungai Cigede. Pembangunan pintu jembatan berbahan besi, yang diimplementasikan oleh Bupati Bandung Kang DS melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kabupaten Bandung, direncanakan sebagai solusi untuk menahan arus air dan mencegah luapan ke permukiman warga. Selain itu, normalisasi saluran yang bermuara ke Sungai Cigede juga dilakukan untuk memperlancar aliran air.

Ketua Panitia Pentahelix, Tri Rahmanto, yang juga aktif sebagai tokoh masyarakat, telah beberapa kali turun langsung ke lapangan untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai rencana. “Kita tidak boleh berhenti bergerak. Setiap langkah kecil untuk mengurangi resiko banjir berarti banyak bagi kesejahteraan warga,” ujar Tri Rahmanto dalam monitoring cek lokasi.

Meskipun masih dalam proses, warga telah menyampaikan rasa lega dan apresiasi terhadap upaya tersebut. “Sebelumnya, setiap hujan deras kita harus waspada. Sekarang, dengan pembangunan pintu jembatan dan perbaikan saluran, harapan kita semakin besar agar banjir berkurang,” ungkap ade warga RW 17 Citeureup.

Perlu dicatat bahwa penanganan banjir di Dayeuhkolot juga membutuhkan kolaborasi lintas sektoral. Meskipun Pentahelix terus berusaha menyatukan elemen pemerintah, warga, akademisi, dan perusahaan. Ketua Panitia Pentahelix Tri Rahmanto tetap optimis dan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan membebaskan Dayeuhkolot dari banjir.

Upaya infrastruktur penanggulangan banjir di Dayeuhkolot juga mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bandung yang telah mengalokasikan anggaran khusus di APBD 2026, termasuk untuk pembangunan dua jembatan baru di atas Sungai Cigede, Sukabirus. Kedua jembatan itu diharapkan tidak hanya mempermudah akses masyarakat tetapi juga berkontribusi dalam menekan resiko banjir.” tukasnya.

 

Yans.

Kolaborasi BP Batam bersama Bappenas – Pemkot Surabaya: Bahas Strategi Pengembangan Wilayah

YUTELNEWS.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) dan Pemeritah Kota Surabaya kolaborasi menggelar Rapat Kerja (Raker).

Kegiatan ini dilaksanakan di Whiz Luxe Hotel Spazio, Surabaya pada hari Kamis s.d. Jum’at, 11 s.d. 12 Desember 2025 yang dihadiri oleh para pegawai BP Batam .

Mengangkat tema “Strategi Pengembangan Wilayah Prioritas KPBPB Batam yang Partisipatif dan Berkelanjutan Dalam Rangka Mendukung Visi BP Batam”, raker ini menjadi langkah strategis demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan untuk periode 2025-2029.

Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rapat kerja ini merupakan wadah untuk menyatukan visi dan langkah bersama demi terwujudnya BP Batam yang partisipatif dan berkelanjutan dalam mendorong pembangunan wilayah KPBPB Batam lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Pada hari pertama, para peserta diberikan paparan oleh narasumber kompeten yakni dari Koordinator Wilayah Sumatera 1 Kementerian PPN/Bappenas, Aditya Widya Pradipta dan Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Kawasan Herritage Tunjungan Surabaya bagian dari Pakuwon Group pada hari kedua yang didampingi oleh Sutandi Purnomosidi selaku Direktur Pakuwon Group.

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur, Mouris Limanto, jajaran Pejabat Tingkat II, III, dan IV di lingkungan BP Batam. (CM/Red)

Surabaya, 12 Desember 2025

Kepala Biro Umum

Badan Pengusahaan Batam

M. Taofan

Website: bpbatam.go.id

Email: humas@bpbatam.go.id

X: @bp_batam

Facebook: BIFZA

Instagram: BPBatam

Youtube: BPBatam

Polsek Cikalongwetan Laksanakan Apel Pagi Siaga Serentak Peringatan Hari ACAB Sedunia

YUTELNEWS.com | Kab. Bandung Barat – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan personel, Polsek Cikalongwetan melaksanakan Apel Pagi Siaga Peringatan Hari ACAB (All Cop Bastard) Sedunia secara serentak pada Sabtu, (13/12/2025), pukul 07.00 WIB, bertempat di wilayah hukum Polsek Cikalongwetan.

Apel pagi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M., didampingi Iptu Agus Suhahendi selaku Kanit Samapta dan Aiptu Harianto, serta diikuti oleh seluruh personel Polsek Cikalongwetan.

Dalam arahannya, Kapolsek Cikalongwetan menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah hadir dan melaksanakan apel pagi dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, apel pagi merupakan bagian penting dalam pembinaan personel sekaligus sarana pengecekan kesiapan anggota sebelum melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Apel pagi ini bukan sekadar rutinitas, tetapi sebagai bentuk kesiapan dan kedisiplinan kita sebagai anggota Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar AKP Deden Indrajaya.

Kapolsek juga menyampaikan arahan dari Kapolres Cimahi agar seluruh personel senantiasa mengedepankan sikap humanis dalam setiap pelaksanaan tugas, terlebih saat ini memasuki musim penghujan.

Personel Bhabinkamtibmas diminta untuk aktif melakukan koordinasi dan komunikasi dengan masyarakat di wilayah binaan masing-masing guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas maupun dampak cuaca ekstrem.

“Saya tekankan kepada seluruh anggota untuk selalu hadir di tengah masyarakat dengan sikap humanis, responsif, dan peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar,” tambahnya.

Selain itu, Kapolsek menegaskan pentingnya kedisiplinan kehadiran personel dalam setiap apel, kecuali bagi anggota yang sakit atau melaksanakan dinas luar yang tetap harus dilaporkan secara administratif.

Ia juga mengingatkan personel yang melaksanakan pengaturan lalu lintas pagi agar menjalankan tugas sesuai dengan surat perintah yang telah ditetapkan demi kelancaran aktivitas masyarakat.

Kegiatan apel pagi siaga berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Polsek Cikalongwetan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dengan mengusung semangat “Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas”, Polsek Cikalongwetan terus berupaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dien Yoyo. 

Rutan Kelas IIA Batam Jalin Koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam Dalam Rangka Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

YUTELNEWSINDO.com | Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Batam jalin koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Batam sebagai bagian dari upaya peningkatan kewaspadaan dan pengamanan menjelang Perayaan Hari Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026. (09/12)

Koordinasi ini dilaksanakan menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan mengenai petunjuk, arahan, dan informasi penting dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Kegiatan silaturahmi sekaligus penyampaian permohonan bantuan pengawasan ke Rutan Kelas IIA Batam mendapat sambutan baik dari pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam. Rombongan Rutan Kelas IIA Batam disambut langsung oleh Drs. Azman, MP., selaku Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam. Beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif Rutan Kelas IIA Batam yang terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui koordinasi lintas instansi.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat aspek keamanan, terutama dalam pencegahan dan penanganan potensi risiko kebakaran selama periode perayaan hari besar keagamaan tersebut.

Melalui sinergi ini, Rutan Kelas IIA Batam berkomitmen untuk memastikan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh Warga Binaan petugas, serta masyarakat sekitar menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. /Red

Dansat Brimob Polda Riau Tanam Pohon di Kabupaten Agam, Pulihkan Alam Pasca Banjir Bandang

Pekanbaruyutelnews.com ||
Dalam upaya memulihkan kembali lingkungan pasca banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Agam, Dansat Brimob Polda Riau memimpin langsung kegiatan penanaman pohon di daerah terdampak, Langkah ini merupakan bagian dari dukungan penuh terhadap program Green Policing yang dicanangkan Kapolda Riau, sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kelestarian alam dan pencegahan bencana.
Jumat (12/12/2025)

Puluhan pohon ditanam di sejumlah titik rawan longsor dan kawasan yang mengalami kerusakan ekosistem akibat terpaan banjir.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memulihkan kondisi alam, tetapi juga mengurangi risiko bencana serupa di masa yang akan datang dengan memperkuat struktur tanah, meningkatkan daya serap air, serta mengembalikan vegetasi yang hilang.

Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K. menyampaikan bahwa aksi ini adalah wujud konkret pelaksanaan instruksi Kapolda Riau dalam menggerakkan Green Policing, yaitu mengedepankan kepedulian lingkungan dalam setiap tugas kepolisian.

“Program Green Policing bukan hanya gerakan menanam pohon, tetapi komitmen untuk menjaga keberlanjutan alam. Dengan menanam pohon di wilayah terdampak banjir, kami berharap masyarakat dapat melihat bahwa Polri hadir tidak hanya saat bencana, tetapi juga dalam proses pemulihan jangka panjang,” ujarnya.

Kegiatan tersebut melibatkan sinergi antara personel Brimob dan masyarakat setempat, Kolaborasi ini menciptakan suasana kebersamaan dan optimisme di tengah proses bangkitnya warga dari musibah. Penanaman pohon menjadi simbol harapan baru bahwa kehidupan di Agam akan kembali pulih dan lebih kuat.

Warga mengapresiasi langkah tersebut, menyebut kehadiran Brimob Polda Riau sebagai bentuk kepedulian yang memberi kekuatan moral bagi masyarakat. Implementasi program Green Policing di lapangan menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan adalah bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat.|| AS

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.