Kang DS Dorong PKK Jadi Garda Terdepan Pembangunan Masyarakat dan Peran Strategis Kader.

Bandung — YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dr HM Dadang Supriatna (Kang DS) menegaskan bahwa PKK dan Posyandu merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan berbagai program pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Ketua TP PKK dan TP Posyandu Kecamatan se-Kabupaten Bandung, Jumat (27/03/2026), di Gedung Dewi Sartika, Soreang.

“Tanpa dukungan PKK dan Posyandu, program pemerintah belum tentu bisa berjalan optimal. PKK juga dapat menjadi corong informasi dalam menyosialisasikan program-program pemerintah kepada masyarakat,” ujar Kang DS.

Ia mengucapkan selamat kepada para Ketua TP PKK Kecamatan yang telah dan akan dilantik, serta berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

Kang DS juga menyoroti pentingnya peran kader PKK yang jumlahnya mencapai sekitar 28 ribu orang di Kabupaten Bandung. Ia meminta seluruh kecamatan untuk melakukan pendataan secara menyeluruh, termasuk memastikan keaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Saya minta tidak ada kader PKK yang kepesertaan BPJS kesehatannya tidak aktif,” tegasnya.
Wa

Selain itu, ia menyampaikan rencana kehadiran Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) pada 14 April 2026 mendatang, terkait program bantuan rumah layak huni bagi masyarakat Kabupaten Bandung.

“Insya Allah Kabupaten Bandung akan mendapatkan bantuan rumah layak huni sekitar 5.000 unit. Ini penting, karena keberhasilan program PKK juga ditunjang oleh ketersediaan rumah yang layak huni bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati menegaskan pentingnya peran strategis PKK dan Posyandu dalam mendukung program pembangunan pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Emma menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan amanat dari berbagai regulasi, di antaranya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2020 serta Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.

“PKK dan Posyandu memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan program-program prioritas pemerintah, baik pusat maupun daerah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa PKK dan Posyandu merupakan dua pilar utama dalam pembangunan keluarga dan masyarakat. Melalui 10 Program Pokok PKK, upaya peningkatan kualitas hidup keluarga terus didorong di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi hingga lingkungan hidup.

Sementara itu, Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendukung Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum linmas), serta sosial.

Emma juga mengingatkan agar seluruh pengurus TP PKK dan TP Posyandu dapat menjalankan tugas dengan mengedepankan prinsip kemitraan, keswadayaan, serta semangat gotong-royong.

“Saya berharap seluruh potensi yang ada di Kabupaten Bandung dapat dioptimalkan, termasuk menjalin kemitraan dengan berbagai OPD dan lembaga untuk mendukung pelaksanaan program,” katanya.

Selain itu, ia mendorong agar dilakukan pemetaan terhadap program prioritas pemerintah, seperti ketahanan pangan, peningkatan ekonomi masyarakat, pemberian makanan bergizi bagi anak, serta peningkatan pelayanan sosial dasar.

Dalam kesempatan tersebut, Emma juga menegaskan pentingnya nilai integritas, kepedulian, keteladanan, dan semangat gotong royong bagi para Ketua TP PKK dan TP Posyandu dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.

“Kita harus menjadi teladan dalam menggerakkan masyarakat serta selalu mendahulukan kepentingan bersama,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Emma mengajak seluruh pihak untuk bergerak bersama dalam mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih maju.

“Mari kita bergerak bersama untuk Bandung lebih Bedas,” tutupnya.

 

Yans.

Sidak Pasca Usai Lebaran, Bupati Bandung Kang DS, Tekankan Optimalisasi PAD dan Kejelasan Aset Daerah

Bandung – YUTELNEWS.com// Hari pertama masuk kerja usai libur dan cuti bersama Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, pada Rabu (25/03/2026), Bupati Bandung, Dadang Supriatna didampingi Wakil Bupati, Ali Syakieb dan Sekretaris Daerah, Cakra Amiyana melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bandung di Komplek Pemkab Bandung, Jalan Al Fathu, Soreang.

Dalam sidak tersebut, Bupati menerima paparan terkait capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga saat ini, PAD dari sektor pajak dan retribusi telah mencapai sekitar Rp1,2 triliun dari target sebesar Rp6,2 triliun.

Selain itu, dana transfer ke daerah dari pemerintah pusat tercatat sekitar Rp770 miliar. Peningkatan aktivitas wisata selama libur Lebaran juga dinilai turut berkontribusi terhadap penerimaan daerah.

“Kita berharap dan optimistis dapat melaksanakan pembangunan di Kabupaten Bandung secara maksimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkab Bandung menargetkan alokasi sekitar Rp300 miliar dari PAD untuk pembangunan infrastruktur, terutama yang mendukung program strategis nasional, seperti akses jalan menuju objek wisata, dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih.

Bupati yang akrab disapa Kang DS ini juga menyampaikan apresiasi kepada para wajib pajak yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kepatuhan membayar pajak dan retribusi.

“Saya berharap Bapenda terus melakukan optimalisasi dan memaksimalkan peningkatan pendapatan daerah demi keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Bandung,” tegasnya.

Saat sidak di Bapenda, rombongan disambut Kepala Bapenda, Erwan Kusumah Hermawan beserta jajaran. Sementara di BKAD, rombongan diterima Kepala BKAD, Yana Rosmiana bersama para pejabat terkait.

Di BKAD, Kang DS menyoroti pentingnya pendataan aset daerah secara akurat, khususnya aset tanah dan bangunan yang jumlahnya mencapai ribuan titik.

“Jika ada tanah darat atau lahan terlantar, alangkah baiknya dimanfaatkan untuk menanam sayuran seperti wortel, tomat, cabai, dan lainnya guna mendukung program MBG,” ujarnya.

Selain itu, Kang DS juga mempertanyakan status aset tanah milik Pemkab Bandung di kawasan Arcamanik, Kota Bandung yang saat ini telah berkembang menjadi kawasan perumahan, lapangan golf, dan pacuan kuda.

“Saya akan menanyakan kepada Pemprov Jawa Barat terkait status tanah seluas 67,5 hektare milik Pemkab Bandung yang sebelumnya dititipkan. Jika sudah ada proses tukar guling atau lainnya, saya ingin mengetahui dokumen dan kejelasannya,” tegasnya.

Berdasarkan informasi, luas tanah di kawasan Arcamanik yang semula tercatat sekitar 100 hektare, kini tersisa kurang lebih 76,5 hektare.

Dengan capaian dan potensi yang ada, Kang DS optimistis pembangunan di Kabupaten Bandung akan tetap berjalan dengan baik, selama kondisi fiskal daerah tetap terjaga dan stabil.

 

Yans.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj.Renie Rahayu Fauzi S.H, Hadiri Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H, Tekankan Kebersamaan dan Efisiensi Anggaran

Bandung – YUTELNEWS.com// Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj Renie Rahayu Fauzi S.H., menghadiri kegiatan halal bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Bandung di Dome Bale Rame,pada  Rabu (25/03/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Bandung, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran anggota DPRD kabupaten bandung, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung.

Momentum halal bihalal yang bertepatan dengan hari pertama masuk kerja pasca libur Lebaran ini berlangsung sederhana, namun penuh makna. Tanpa jamuan makan dan seremoni berlebihan, kegiatan difokuskan pada silaturahmi serta saling memaafkan antar sesama ASN.

Dalam keterangannya, Renie menegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan fondasi moral sebelum kembali menjalankan tugas pelayanan publik.

“Alhamdulillah hari ini kita mulai kembali bekerja. Sebelum itu, kita bersilaturahmi dan saling memaafkan. Ini penting agar tidak ada lagi ganjalan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, usai menjalani ibadah Ramadan selama satu bulan penuh, momentum halal bihalal menjadi waktu yang tepat untuk membersihkan hati sekaligus memperkuat sinergi kerja di lingkungan birokrasi.

Menariknya, pelaksanaan tahun ini mengedepankan prinsip efisiensi anggaran. Tidak disediakannya hidangan menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam mengelola anggaran secara lebih bijak dan bertanggung jawab.

“Ini sangat sederhana, bahkan tanpa hidangan. Ini bentuk penghormatan terhadap efisiensi. Yang utama adalah nilai silaturahmi dan ketulusan untuk saling memaafkan,” tegasnya.

Renie juga mengapresiasi langkah pimpinan daerah yang turun langsung menyapa para ASN. Menurutnya, hal tersebut menjadi perubahan positif yang mencerminkan kepemimpinan yang lebih dekat dan humanis.

“Biasanya ASN yang datang ke pimpinan, sekarang justru pimpinan yang turun langsung. Ini bentuk keteladanan dan kedekatan yang patut diapresiasi,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa kesederhanaan tidak mengurangi esensi halal bihalal. Justru dengan pendekatan yang lebih substansial, semangat kebersamaan, integritas, dan komitmen pelayanan publik semakin diperkuat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung.

 

 

Yans.

Yana Rosmiana, Defisit TKD Sebesar Rp975 Miliar, Untuk Menutup Kekurangan UPT Menjadi Motor Penggerak

Bandung – YUTELNEWS.com//  Pemerintah Kabupaten Bandung tengah melakukan langkah strategis untuk mengoptimalkan aset Daerah guna menutupi kekurangan pendapatan. Hal ini ditegaskan kepala BKAD, Yana Rosmiana, S.H.,,M.H, saat menerima kunjungan mendadak (sidak) Bupati Bandung ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) untuk memantau realisasi pendapatan dan belanja daerah, Rabu 25 Maret 2026.


​Dalam kesempatanya tersebut, dirinya menjelaskan bahwa optimalisasi aset kini menjadi prioritas utama Bupati Bandung. Saat ini, terdapat sekitar 2.500 bidang aset milik pemerintah daerah yang rencananya akan dimaksimalkan pemanfaatannya.

​”Selain melalui proses sertifikasi, pemanfaatan aset ini akan kita optimalisasi dalam tahap-tahap rencana kerja kedepan,” ujar Yana Rosmiana.


Yana juga menyebutkan​Salah satu rencana kerja yang sedang digodok adalah pengadaan mobil listrik untuk operasional di area perkantoran. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah berencana membangun stasiun pengisian daya (charging station) di lingkungan kantor Pemkab Bandung, katanya.

​Terkait kendala di lapangan, kepala BKAD Yana Rosmiana mengakui masih ada ketidaksesuaian administrasi aset yang tercatat di berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

​”Ada beberapa aset yang tercatat di SKPD, nanti kalau tidak sesuai dengan tugas dan fungsinya (tupoksi), akan kita tarik. Kita sesuaikan dengan tata ruang dan kebutuhan agar pemanfaatannya maksimal,” tambahnya.

​Menutup Defisit TKD Sebesar Rp975 Miliar langkah agresif dalam mengelola aset ini dipicu oleh adanya pengurangan nilai Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) atau pendapatan daerah yang mencapai kurang lebih Rp975 miliar.

​Guna menambal kekurangan dana tersebut, pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemanfaatan Aset tengah diproses. UPT ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam menghasilkan dana tambahan melalui pengelolaan aset-aset yang selama ini belum tergarap optimal, ujar Yana.***

 

 

Yans.

Halal Bihalal Pemkab Bandung : Ribuan ASN Padati Dome Balerame, Bupati Tekankan Esensi Tanpa Seremoni

Bandung – YUTELNEWS.com//  Ribuan aparatur sipil negara (ASN) memadati Dome Balerame, kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, pada Rabu (25/03/2026), dalam gelaran halal bihalal pasca-Idulfitri 1447 Hijriah.

Kehadiran para pejabat dan ASN dari berbagai perangkat daerah itu memperlihatkan soliditas internal birokrasi, sekaligus menjadi momentum refleksi pelayanan publik.

Acara tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung, menegaskan kuatnya sinergi lintas lembaga di tingkat daerah dalam menjaga stabilitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Sejak pagi, suasana Dome Balerame tampak tertib dan khidmat. Para ASN mengenakan pakaian serba putih dengan bawahan hitam, menciptakan pemandangan seragam yang mencerminkan kesederhanaan sekaligus kekompakan.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat undangan resmi Sekretariat Daerah bernomor 400.14.1.3/9402/0579A/UMUM tertanggal 17 Maret 2026 yang ditujukan kepada para kepala dinas, kepala badan, hingga pejabat struktural di lingkungan Setda.

Dalam sambutannya, Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa halal bihalal tahun ini tidak boleh sekadar menjadi rutinitas seremonial tahunan.

Ia mengajak seluruh ASN untuk memaknai Idulfitri sebagai titik balik peningkatan integritas dan kualitas pelayanan publik.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bandung, kami mengucapkan minal aidzin wal faidzin. Ibadah kita belum sempurna jika belum diakhiri dengan habluminannas, saling memaafkan,” ujar Dadang.

Ia juga mengungkapkan capaian penghimpunan zakat fitrah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di lingkungan Pemkab Bandung yang mencapai sekitar Rp90 miliar.

Menurutnya, angka tersebut mencerminkan meningkatnya kepedulian sosial sekaligus kesadaran spiritual para ASN.

Lebih jauh, Dadang menekankan bahwa sebagai pejabat publik, ASN dituntut untuk menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang profesional dan berintegritas.

“Momentum Idulfitri ini harus menjadi penguat keimanan dan ketakwaan, yang diwujudkan dalam kinerja nyata. Kita adalah pelayan masyarakat, bukan sekadar aparatur administratif,” tegasnya.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan musafahah atau saling bersalaman antara pimpinan daerah, Forkopimda, dan para ASN.

Suasana hangat dan penuh keakraban pun terasa, menegaskan pesan utama yang ingin dibangun: menghapus sekat, mempererat silaturahmi, dan memperkuat komitmen pelayanan.

Dengan kemasan yang lebih sederhana namun sarat makna, halal bihalal tahun ini menjadi penegasan bahwa reformasi birokrasi tidak hanya berbicara soal sistem, tetapi juga tentang nilai—integritas, kebersamaan, dan tanggung jawab kepada publik.***

 

 

Yans.

Aksi Nyata Kepala Desa Bersama Pengurus Rw 12 Serta Para Ketua Rt, Perumahan Sanggar Mas Lestari, kompak tingkatkan Kamtibmas Siskamling.

Bandung – YUTELNEWS.com// Ronda malam yang di laksanakan di perumahan sanggar mas lestari Rt 03 Rw 12 Desa Tarajusari adalah kegiatan menjaga keamanan jelang hari Idul fitri 1447 hijriah yang di lakukan pengurus Rw bersama para ketua Rt setempat secara bergiliran bersama warga nya.

Ronda malam ini sebagai bentuk kegiatan gotong royong yg di lakukan masyarakat sanggar mas lestari untuk melakukan keamanan, ketertiban dan kondisivitas lingkungan dari berbagai ancaman, baik ancaman kejahatan seperti pencurian,perkelahian, maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat( kamtibmas) lainnya.

Hal itu di ungkapkan oleh Kades Tarajusari , Kecamatan banjaran, Kabupaten Bandung, Uli mulia, usai keliling di perumahan sanggar mas lestari sekaligus pos penjagaan ronda Rt 03 ,Rw 12. pada kamis 19/03/2026.dini hari.

di katakan nya , kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat tali silahturohim sesama warganya.
untuk kegiatan ronda malam ini bertujuan menciptakan suasana pemukiman yang aman,nyaman dan tenteram. selain itu yang paling utama adalah untuk memperkuat tali silahturohmi sesama warga. dengan ronda malam , warga yang tidak kenal menjadi kenal, yang sudah kenal menjadi semakin akrab dan saling satu dengan yang lainnya,” ungkap kades Uli Mulia , yang di aminin sekretaris Rw dan para ketua Rt.

kades Uli Mulia juga menjelaskan, dalam ronda malam menjelang Idul Fitri tersebut, seluruh petugas ronda terlihat komplit, pengurus Rw beserta para ketua Rt di sanggar mas lestari, tiap Rt mengirim pengurus ronda , jadi tiap malam jadi terisi.

Lebih lanjut kades juga menjelaskan dengan kekompakan nya sangat terlihat, maka saya yakin keamanan lingkungan perumahan sanggar mas semakin meningkat, karenanya saya mohon yang jaga malam untuk ronda agar saling mengingatkan bahwa keamanan lingkungan harus di wujudkan di perumahan sanggar mas lestari Rt 03, Rw 12 ,” beber kades uli.

Sementara itu, Ketua Rt 03 Dani Ramdani pun menjelaskan, poin penting terkait tujuan ronda malam adalah meningkat kan keamanan, mencegah tindak kriminalitas, mulai dari pencurian motor, perampokan dan gangguan ketertiban lain nya, hususnya pada malam hari.

Ia juga sampaikan pula bahwa dengan ronda malam ini sebagai salah satu wujud solidaritas, yakni mempererat tali silahturohim,persaudaraan dan kepedulian sosial antarwarga,” tambah nya.

Bahkan lanjut nya, sinergi lingkungan, sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam siskamling untuk menjaga lingkungan tempat tinggal.
‘ Maka ronda malam ,warga bisa mendekteksi dini dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan di wilayah masing2.

Pada intinya untuk kegiatan ronda malam adalah aktivitas keamanan yang di lakukan warga secara bergantian untuk menjaga dan memantau keamanan lingkungan sekitar., terutama pada malam hari.

Jadi di perumahan sanggar mas lestari Rt 03 Rw 12 ini, tidak hanya melibatkan pengurus Rw dan para ketua Rt saja. tetapi juga dari semua warga turut mensupot, ikut di libatkan jaga malam oleh pengurus rw dan ketua Rt. ” Saya selaku ketua Rt dan pengurus Rw , ucapkan terimakasih kepada kepala desa bapak Uli Mulia yang sudah memberikan kami arahan tur amanah jaga malam dengan sebaik baik nya kepada kami,” pungkasnya.

 

 

Yans.

Kapolsek Majalaya Pimpin Lansung Apel Gabungan, Siagakan Personel, Pengamanan Malam Takbiran Idul Fitri 1447 H Diperketat

Bandung – YUTELNEWS.com// Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Majalaya menggelar apel gabungan lintas instansi guna memperkuat pengamanan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah, pada Jumat (20/03/2026) sore.

Apel yang berlangsung di wilayah Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung ini menjadi langkah strategis dalam memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif menjelang Hari Raya.

Kegiatan tersebut melibatkan unsur Forkopimcam, TNI-Polri, Satuan Brimob Polda Jawa Barat, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta elemen masyarakat seperti Pokdar Kamtibmas, RAPI, hingga organisasi kemasyarakatan Islam.

Kapolsek Majalaya, Kompol Suyatno, S.Pd.I., M.M., menegaskan bahwa apel gabungan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan seluruh unsur dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Pengamanan malam takbiran menjadi prioritas kami. Melalui apel ini, kita satukan kekuatan agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan takbiran tahun ini difokuskan di masjid dan lingkungan masing-masing, tanpa adanya takbir keliling. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

“Walaupun takbir keliling tidak diperbolehkan, kami tetap melakukan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan yang dapat mengganggu ketertiban,” tegasnya.

Selain itu, tingginya aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan menjelang Lebaran juga menjadi perhatian serius aparat. Lonjakan pengunjung dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan.

“Masih banyak masyarakat berbelanja kebutuhan Lebaran. Ini menjadi potensi kerawanan, sehingga patroli dan pengawasan di titik-titik rawan kami maksimalkan,” tambah Suyatno.

Pengamanan akan difokuskan pada pusat keramaian, jalur lalu lintas, serta lokasi ibadah. Personel gabungan juga disiagakan untuk mencegah tindak kriminalitas dan menjaga situasi tetap kondusif sepanjang malam takbiran.

Sementara itu, Danramil 2404/Majalaya Kapten Inf. Purwanto menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen dalam menjaga keamanan wilayah.

“Pengamanan ini bukan hanya tugas aparat, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat. Sinergi adalah kunci utama menciptakan situasi yang aman,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan potensi kerawanan yang kerap muncul saat malam takbiran, seperti kerumunan pemuda hingga aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Forkopimcam Majalaya memastikan pengamanan dilakukan secara terpadu dengan pendekatan preventif dan humanis.

Seluruh personel akan disebar ke titik-titik strategis guna menjamin keamanan masyarakat.

Di akhir keterangannya, Kapolsek Majalaya turut menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada masyarakat.

“Atas nama pribadi dan institusi, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.

Dengan pengamanan yang terkoordinasi, diharapkan perayaan Idul Fitri di wilayah Majalaya dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat.**

 

Yans.

Kepala UPD DALDUK PK Kecamatan Dayeuhkolot Wahidatun Nikmah Bersama Jajaran, Mengucapkan Selamat ” Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah “

Bandung – YUTELNEWS.com// Kepala UPD Dalduk PK Pengendalian Penduduk dan pembangunan keluarga Kecamatan Dayeuhkolot, Wahidatun Nikmah bersama jajaran mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat, khususnya yang terlibat dalam program-program keluarga berencana dan pengendalian penduduk di Kecamatan Dayeuhkolot,Kabupqten Bandung.

Kepala UPD Dalduk Wahidatun Nikmah menyampaikan harapan agar momentum kemenangan ini dapat menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan, dan meningkatkan kebersamaan antarumat beragama. “Semoga dengan datangnya “Hari Raya Idul Fitri” , kita semua diberikan kekuatan untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh petugas dan mitra kerja yang telah bersama-sama menjalankan tugas di bidang keluarga berencana, mulai dari penyuluhan, pelayanan, hingga pengendalian penduduk sesuai dengan norma, standar, prosedur, dan kriteria yang berlaku. “Tanpa dukungan semua pihak, program-program yang kita laksanakan tidak akan berjalan dengan optimal,” tambahnya.

Untuk itu yang akan datang lagi, Kepala Upd dalduk Wahidatun Nikmah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas cakupan program kesehatan reproduksi remaja, serta memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak guna mencapai target pengendalian penduduk yang telah ditetapkan.

 

Yans.

Mentri Agama Menetapkan 1 Syawal 1447 H, Berdasarkan Sidang Isbat Jatuh pada Hari Sabtu 21 Maret 2026

Jakarta – YUTELNEWS.com//  Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diambil dalam Sidang Isbat yang digelar bersama para ulama, pakar astronomi, dan perwakilan organisasi Islam.

Penetapan tersebut didasarkan pada hasil hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pemantauan langsung) yang dilakukan di 117 titik di seluruh Indonesia. Hasilnya, tidak ada satu pun laporan yang menyatakan hilal terlihat, Hal tersebut disampaikannya melalui Pidato Resmi Mentri Agama Indonesia, Pada Kamis Malam 19 Maret 2026.

Sidang Isbat dihadiri berbagai unsur penting, di antaranya perwakilan Komisi VIII DPR RI, Majelis Ulama Indonesia, pimpinan ormas Islam, serta lembaga terkait seperti BMKG, BRIN, dan Institut Teknologi Bandung.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan, sidang isbat merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin kepastian waktu ibadah umat Islam sekaligus menjaga persatuan. “Sidang ini menjadi ruang musyawarah antara pemerintah, ulama, dan para ahli dalam menentukan awal bulan Hijriah yang menyangkut kepentingan umat secara luas,” ujarnya.

Berdasarkan data hisab, posisi hilal di Indonesia berada pada ketinggian antara 0 derajat 54 menit hingga 3 derajat 7 menit, dengan sudut elongasi antara 4 derajat 32 menit hingga 6 derajat 6 menit. Angka tersebut belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Kondisi itu diperkuat hasil rukyat di lapangan yang menyatakan hilal tidak terlihat di seluruh titik pemantauan, dari Aceh hingga Papua.

“Karena hilal tidak terlihat dan tidak memenuhi kriteria, maka disepakati 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” tegas Menteri Agama.

Dengan penetapan ini, umat Islam di Indonesia akan melaksanakan Hari Raya Idul Fitri secara serentak pada tanggal tersebut.***

 

 

Yans.

Bulan Ramadhan Tindak Menjadi Halangan Bagi Penjual Miras di Wilayah Desa Gandasari.

Bandung – YUTELNEWS.com// Sebagaimana digaungkan Wakil Ketua DPR RI H. H Cucun Ahmad Syamsurijal juga Bupati Bandung H. Dadang Supriatna dalam setiap event event yang digelar bersama masyarakat kabupaten Bandung.

” Kabupaten Bandung harus Zero Judol ( Judi Online) dan peredaran Miras, Pereangi Judol dan Peredaran Miras “,

Sangat menggelitik bila peredaran Miras yang dipandang tidak jauh dari Komplek Pemda Kabupaten Bandung, berjalan dengan lancar dan Aman meski di Bulan Ramadhan.

Hal ini memicu kemarahan warga sekitar ” Pasalnya Aparat setempat terkesan diam dan tutup mata dengan peredaran Miras tersebut.

Akhirnya ketegangan di Desa Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, kian memuncak, pada Kamis (19/3/2026)

Setelah peringatan resmi soal maraknya peredaran minuman keras (miras) tak kunjung direspons aparat penegak hukum (APH), warga kini bersiap turun langsung. Bahkan, aksi orasi di lokasi pedagang miras disebut akan digelar malam ini.

Sebelumnya telah mengingatkan adanya potensi gangguan ketertiban menjelang Idul Fitri 1447 H/2026 M akibat peredaran miras, melalui Surat pemberitahuan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Desa Gandasari tertanggal 19 Maret 2026.

Dalam surat tersebut, masyarakat, terutama pengurus DKM, majelis taklim, hingga remaja masjid, diajak ikut menjaga keamanan lingkungan di titik-titik rawan.

Bahkan surat tersebut secara resmi ditembuskan kepada sejumlah pihak berwenang, yakni Camat Katapang, Kapolsek Katapang, Danramil Arjasari, Kepala Desa Gandasari, MUI Kecamatan Katapang, DMI Kecamatan Katapang, serta para Ketua RW se-Desa Gandasari.

Namun, di balik ajakan tersebut, tersirat kondisi yang jauh dari kondusif. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pemerintah desa telah melaporkan persoalan ini kepada aparat. Ironisnya, hingga kini belum terlihat adanya tindakan yang diambil dan nyata.

Ketiadaan respons itu kini berbuah reaksi keras dari masyarakat. Sejumlah warga menyatakan tidak akan tinggal diam. Mereka bahkan mengancam akan mendatangi langsung lokasi yang diduga menjadi titik penjualan miras untuk melakukan aksi orasi pada malam hari.

“Kalau aparat tidak bergerak, masyarakat yang akan bergerak. Ini demi menjaga lingkungan kami,” ujar salah satu warga dengan nada tegas.

Jika tidak segera diantisipasi aksi massa yang dipicu kekecewaan terhadap lambannya penanganan bisa berujung pada gesekan, bahkan tindakan di luar kendali

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun aparat terkait lainnya untuk langkah penanganan.

Padahal, dengan adanya tembusan resmi kepada berbagai pihak tersebut, seharusnya potensi gangguan ini sudah dapat diantisipasi sejak dini.

Kini publik menunggu, apakah aparat akan segera turun tangan, atau justru membiarkan situasi berkembang tanpa kendali? Hingga Hukum Adat warga sekitar yang bertindak. ***

 

Yans.

Gertaman Jadi Inovasi Cerdas: Bupati Bandung Kang DS dan Wakil BGN Soni Sonjaya, Panen Sayuran dari Lahan Tak Produktif

Bandung – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya secara resmi melaksanakan panen perdana program Gerakan Tanami Halaman (Gertaman) di areal Rumah Dinas Bupati, komplek Pemkab Bandung, pada Kamis (19/03/2026).

Keduanya memanen berbagai komoditi sayuran, seperti pakcoy, seledri, bayam, kangkung, dan ubi jalar, sebagai wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan daerah.

Dalam kesempatan itu, Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya mengapresiasi langkah terobosan Bupati Dadang yang meluncurkan program Gertaman di seluruh wilayah Kabupaten Bandung.

Program ini menurutnya, merupakan langkah cerdas untuk mengoptimalkan lahan pekarangan rumah atau kantor yang tidak produktif dengan ditanami berbagai komoditi bernilai ekonomi dengan waktu panen yang singkat.

Sony menilai program ini sangat bermanfaat untuk memperkuat gerakan ketahanan pangan dan membantu suplai kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Bandung.

“Inovasi ini layak dicontoh dan dikembangkan oleh daerah lain, karena hasil panen Gertaman dapat disalurkan ke SPPG sehingga mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar. Inovasi Pak Bupati luar biasa,” ujar Sony Sonjaya di sela-sela panen perdana.

Selain dapat mensuplai kebutuhan MBG untuk dapur SPPG sekitar, lanjut Sony, masyarakat juga mendapatkan penghasilan tambahan dari penjualan sayuran tersebut.

Oleh karena itu, kata Sony, jika dijalankan secara serius dan konsisten, program Gertaman ini dapat rutin memasok kebutuhan MBG sekaligus berperan menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Dadang Supriatna mengungkapkan, Gertaman secara resmi baru diluncurkan pada 23 Desember 2025 lalu di Kantor Kecamatan Soreang. Program ini bertujuan mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto dan MBG di Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah setelah dilaunching 23 Desember lalu, hari ini kita bisa melaksanakan panen perdana bersama Bapak Wakil Kepala BGN. Hasil panennya luar biasa,” jelas Bupati Dadang Supriatna.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu menyebut gerakan Gertaman ini adalah ikhtiar dan upaya nyata Pemkab Bandung untuk membangun kemandirian pangan keluarga di Kabupaten Bandung.

“Sejak awal diluncurkan, gagasannya adalah memanfaatkan lahan pekarangan tidak produktif untuk ditanami tanaman bernilai ekonomi dan waktu panennya singkat. Minimal untuk memenuhi kebutuhan pribadi, kalau surplus nanti bisa dijual di KDMP untuk support MBG,” tutur Bupati yang akrab disapa Kang DS.

Ia kembali mengajak masyarakat untuk menangkap peluang program MBG yang memiliki perputaran uang hingga Rp 5,4 triliun per tahun di daerah tersebut.

“Saya optimistis nanti hasil panen masyarakat juga akan memenuhi kebutuhan MBG karena kebutuhan MBG sangat besar,” ujarnya.

Berbagai komoditi tanaman, seperti cabai merah, cabai rawit, wortel, kol, pakcoy, bayam, dan terong, ditanam dalam program ini. Pemilihan komoditi didasarkan pada kebutuhan pasar dan potensi adaptasi tanaman di pekarangan.

Bupati Dadang mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bandung untuk berpartisipasi aktif dalam Gertaman guna mencapai kemandirian pangan dan stabilitas ekonomi keluarga.

“Mari kita bersama-sama memanfaatkan halaman rumah kita untuk ditanami tanaman dan sayuran yang produktif. Dengan begitu, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi daerah,” ajak Bupati.(**)

 

Yans.

H Cucun Ahmad Syamsurijal, Tinjau Langsung Posko Mudik, Apresiasi Penanganan Arus Mudik di Nagreg, Imbau Pemudik Jaga Keselamatan

Bandung – YUTELNEWS.com// Wakil Ketua DPR RI H Cucun Ahmad Syamsurijal mengapresiasi kinerja jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung dalam menangani arus mudik Lebaran, khususnya di titik rawan kemacetan seperti Cileunyi dan Nagreg.

Ia menyebut, perbaikan tata kelola lalu lintas di kawasan Nagreg menunjukkan hasil positif berkat sinergi antara kepolisian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung. Menurutnya, upaya tersebut menjadi pembelajaran dari tahun ke tahun dalam mengurai kepadatan kendaraan.

“Biasanya di Nagreg ini dari tahun ke tahun menjadi titik kemacetan. Alhamdulillah sekarang mengalami perbaikan tata kelola manajemen lalu lintas. Ini hasil sinergi kepolisian dan Dishub,” kata Cucun saat memantau arus mudik di Posko Induk Dishub Kabupaten Bandung, pada Rabu (18/03/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun hingga H-3 Lebaran, tercatat lebih dari 71 ribu kendaraan melintas di jalur tersebut pada pukul 11.00 hingga 14.00 WIB. Ia memprediksi jumlah tersebut akan terus meningkat dan berpotensi menyentuh angka sekitar 115 ribu kendaraan, seperti yang terjadi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam kapasitasnya sebagai pimpinan DPR RI, Cucun mengimbau para pemudik untuk selalu menjaga kondisi fisik dan mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan.

Ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama agar para pemudik dapat berkumpul bersama keluarga saat Hari Raya Idulfitri dalam kondisi selamat.

“Para pemudik harus menjaga stamina dan tertib berlalu lintas supaya bisa sampai tujuan dengan selamat, karena keluarga sudah menunggu,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi kehadiran posko pelayanan mudik yang menyediakan berbagai fasilitas bagi masyarakat, mulai dari bantuan saat cuaca hujan hingga pembagian takjil saat waktu berbuka puasa.

Menurutnya, kehadiran petugas di lapangan mencerminkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Menanggapi masih tingginya jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor, Cucun mengakui bahwa perjalanan dengan kendaraan roda dua memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian masyarakat.

Namun demikian, ia tetap mengingatkan pentingnya keselamatan dalam berkendara, terutama mengingat tingginya risiko kecelakaan.

“Kalaupun tetap menggunakan kendaraan roda dua, harus betul-betul menjaga keselamatan dan disiplin berlalu lintas,” tegasnya.

 

Yans.

Sekda Cakra Amiyana,Tegaskan Surat Undangan Salat Idul Fitri Hari Jumat Hoaks, Tanda Tangan Dicatut

Bandung – TUTELNEWS.com// Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, memastikan bahwa surat undangan pelaksanaan Salat Idul Fitri pada hari Jumat yang beredar di masyarakat dengan nomor surat : 400.14.1.3/9399/0576A tertanggal 17 Maret 2026 adalah hoaks.

Ia menegaskan tidak pernah mengeluarkan surat tersebut. Nama dan tanda tangannya telah dicatut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Surat itu tidak benar. Tanda tangan saya dicatut dan ini merupakan penyalahgunaan kewenangan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Polresta Bandung saat ini tengah melakukan penelusuran untuk mengungkap pihak yang menyebarkan informasi tersebut.

Cakra mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya, terutama terkait penetapan hari besar keagamaan.

Ia juga menegaskan, pelaksanaan Salat Idul Fitri di Kabupaten Bandung tidak akan ditentukan secara sepihak, melainkan mengacu pada keputusan resmi pemerintah pusat.

Sebelumnya, Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyatakan bahwa penetapan 1 Syawal menunggu hasil sidang isbat dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

“Sekali lagi saya tegaskan, surat yang beredar itu tidak benar. Saya tidak pernah mengeluarkan undangan Salat Idul Fitri pada hari Jumat. Masyarakat jangan percaya, itu hoaks,” tutup Cakra.***

 

Yans.

Kang DS dan Kapolresta Bandung Pastikan Pengamanan Mudik Siap, Pos Lembur Kaheman Jadi Inovasi Layanan

Bandung – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna bersama jajaran Forum Koordinasi Perangkat Daerah (Forkopimda) melaksanakan monitoring jalur mudik dan Posko Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya, dalam rangka Peringatan Hari Raya Idul Fitri 1447 H di Wilayah Kabupaten Bandung, Rabu (18/03/2026).

Bupati Bandung mengapresiasi Pos PAM Utama atau Pos Pelayanan Terpadu Operasi Ketupat Lodaya Polresta Bandung di Darmaga Sunda Nagreg bangunan posnya mengangkat kearifan lokal berupa rumah bilik bambu, dengan nama pos Lembur Kaheman.

“Pos Pam Lembur Kaheman Polresta Bandung ini merupakan inovasi dengan mengangkat kearifan lokal dan budaya Sunda. Para pemudik bisa beristirahat dulu di pos ini kalau kelelahan di jalan dan ada pagelaran panggung hiburan seni budaya dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung,” kata bupati.

Ia berpesan kepada para pemudik bila merasa lelah di jalan untuk beristirahat dulu sejenak di pos pengamanan maupun pos-pos yang ada.

Sementara itu terkait volume kendaraan arus mudik yang melintasi Jalur Nagreg pada H-3 Hari Raya Idul Fitri 1447 H menurut Bupati Dadang Supriatna mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pada tahun H-3 ini, total volume kendaraan sudah mencapai 67 ribu unit kendaraan, meningkat sekitar 10% dari tahun lalu yang sebanyak 60 ribu kendaraan,” sebut Kang DS, sapaan bupati.

Karena itu ia optimistis jalur mudik di wilayah Kabupaten Bandung bakal berjalan lancar dan tertib, dengan melibatkan 1.778 pesonil pengaman dari unsur Polri-TNI termasuk Dinas Perhubungan dan personil gabungan.

“Para petugas ini siap memberikan kenyamanan untuk para pemudik di mana sampai saat ini situasi dan kondisi arus mudik berjalan lancar, aman terkendali,” ujarnya.

Kang DS menandaskan Pemkab Bandung siap melayani seluruh pemudik maupun arus balik nanti yang melintasi wilayah Kabupaten Bandung.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono menyatakan kesuksesan penanganan arus mudik dan balik tidak hanya bergantung kepada pihak kepolisian saja, melainkan hasil sinergi antara semua pihak yang terlibat termasuk unsur Forkompimda.

“Kami dari kepolisian enggak mungkin melakukannya sendirian, tanpa ada dukungan semua pihak. Jadi kami berterima kasih kepada Pak Bupati dan semua jajaran Forkopimda atas dukungannya, sehingga kita bisa melaksanakan tugas dengan baik, terutama dalam melayani masyarakat yang melaksanakan mudik,” kata Kapolresta Bandung.

Meski pada H-3 volume kendaraan yang melintasi Jalur Nagreg menuju arah Tasikmalaya dan Garut mengalami peningkatan, naumn Kapolresta belum menyebut peningkatan ini merupakpuncak arus mudik.

“Kemungkinan puncak arus mudik terjadi besok (Kamis) malam, meski malam ini sudah mulai meningkat volumenya,” tukas Kombes Pol Aldi.(*)

 

Yans.

Kang DS Evaluasi dan Perkuat Kualitas Bangunan RSUD Bedas Pacira Pasca Insiden Plafon

Bandung – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dr HM Dadang Supriatna meninjau langsung kondisi RSUD Bedas Pacira menyusul adanya laporan kerusakan plafon akibat angin kencang yang terjadi pada Rabu, (18/03/2026). Peninjauan tersebut dilakukan bersama jajaran terkait, termasuk Dinas PUTR, Dinas Kesehatan, serta pimpinan DPRD Kabupaten Bandung.

Dalam keterangannya, Bupati Bedas tersebut menyampaikan bahwa kerusakan plafon tersebut dipicu oleh faktor alam, mengingat wilayah Pacira merupakan kawasan yang cukup rentan terhadap cuaca ekstrem, khususnya angin kencang. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi pengingat penting akan perlunya penyesuaian material bangunan terhadap kondisi lingkungan setempat.

“Ini murni karena faktor alam. Kita tahu wilayah Pacira ini cukup rentan terhadap angin kencang, dan sehebat apa pun kita, kalau sudah berbicara kondisi alam tentu ada batasnya,” ujarnya.

Meski terjadi kerusakan pada bagian plafon, Bupati yang akrab disapa Kang DS ini memastikan bahwa secara keseluruhan kondisi bangunan RSUD Bedas Pacira masih kuat dan layak digunakan. Hal ini dibuktikan dengan telah terpenuhinya Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sebelum operasional, serta hasil pemeriksaan yang menyatakan bangunan aman dari sisi konstruksi, fasilitas, dan kualitas pekerjaan.

“Secara keseluruhan bangunan ini kuat dan sudah memenuhi standar. Sebelum operasional juga sudah dicek dan dinyatakan layak fungsi,” tambahnya.

Sebagai langkah cepat penanganan, perbaikan telah dilakukan, termasuk oleh pihak pelaksana pembangunan sebelumnya sebagai bentuk tanggung jawab, meskipun masa kontrak telah berakhir. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bandung akan melakukan peningkatan kualitas material, khususnya pada bagian eksterior dengan penggunaan bahan yang lebih tahan terhadap kelembapan dan cuaca, seperti GRC, guna meningkatkan daya tahan bangunan.

Selain itu, Kang DS menyebutkan bahwa Pemkab Bandung tengah menyiapkan anggaran untuk mendukung pemenuhan sertifikasi kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan operasional RSUD Bedas Pacira dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kami juga akan segera menganggarkan untuk sertifikasi BPJS Kesehatan, supaya operasional rumah sakit ini bisa lebih optimal dalam melayani masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa RSUD Bedas Pacira memiliki potensi untuk dikembangkan tidak hanya sebagai fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari kawasan yang memiliki daya tarik wisata, mengingat lokasinya yang berada di area strategis.

Pemerintah Kabupaten Bandung memastikan kejadian ini menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas pembangunan ke depan, terutama dalam menyesuaikan spesifikasi bangunan dengan kondisi alam di wilayah tersebut.

 

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.