Plafon RSUD Baru Roboh, Ketua DPRD Geram: Kualitas Bangunan Dipertanyakan, Perbaikan Diminta Total

BANDUNG – YUTELNEWS.com// Sebuah insiden kerusakan fasilitas berupa robohnya atap terjadi di Rumah Sakit BEDAS Pacira salah satu gedung rumah sakit yang baru saja diresmikan. Meski bangunan tersebut tergolong baru dan belum beroperasi secara maksimal, kerusakan ini menjadi perhatian serius karena dinilai dapat membahayakan keselamatan pasien dan pengunjung.

​Dalam tinjauan langsung di lokasi, ketua DPRD kabupaten Bandung Hj.Renie Rahayu Fauzi menyatakan rasa syukurnya karena insiden robohnya atap tersebut tidak menimbulkan korban jiwa atau mengenai pasien yang sedang melintas. Namun, ia menegaskan bahwa kejadian ini tidak seharusnya terjadi pada bangunan yang baru berusia beberapa bulan.

​”Ini rumah sakit baru, harusnya memang tidak terjadi dengan adanya roboh atap. Ini yang alhamdulillah tidak menimpa pasien atau orang yang jalan,” ujarnya di lokasi pada saat peninjauan langsung bersama Kadinkes dan Kepala PUTR Kab. Bandung, Rabu 18 Maret.

Dalam kesempatanya tersebut Hj.Renie​mendeak cepat Perbaikan kepada PUTR dan Kontraktor. Saya sudah berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta Dinas Kesehatan untuk segera melakukan relokasi dan pembenahan menyeluruh. Mengingat anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan ini cukup besar, kualitas bangunan kini menjadi poin evaluasi penting bagi pihak PUTR maupun kontraktor pelaksana, katanya.

Ketua DPRD kabupaten Bandung Hj.Renie juga menyampaikan​beberapa poin utama yang menjadi catatan
​terkait kuwalitas Bangunan. Kerusakan pada gedung lama maupun baru harus segera dibereskan agar masyarakat merasa nyaman saat berobat.

Secara ​struktur geometris Rumah Sakit ini terdapat perbedaan ketinggian antara gedung depan dan belakang yang diduga memengaruhi sirkulasi angin dan ketahanan struktur atap, katanya
​Evaluasi Anggaran:

Menurutnya, dengan biaya pembangunan yang lumayan besar, ketahanan bangunan seharusnya lebih terjamin, tambah Renie.

​ ” Masyarakat diharapkan tetap tenang, sementara pihak kontraktor diminta bergerak cepat melakukan perbaikan agar pelayanan rumah sakit tidak terganggu lebih lama,” ujarnya.***

 

Yans.

Gerak Cepat Pemkab Bandung Tangani Ambruknya Pasar Soreang, Keselamatan dan Pedagang Jadi Prioritas

BANDUNG – YUTELNEWS.com// Pemerintah Kabupaten Bandung bergerak cepat menangani peristiwa ambruknya kios di Pasar Soreang dengan langsung melakukan rapat koordinasi lintas sektor dan langkah penanganan menyeluruh guna memastikan keselamatan masyarakat serta perlindungan bagi para pedagang terdampak sehari setelah kejadian, Selasa (17/03/2026). Rapat tersebut membahas langkah konkret penanganan pascabencana, mulai dari penanganan korban, evaluasi konstruksi bangunan, hingga skema perlindungan bagi pedagang.

Sebagai langkah awal, Bupati Bandung, Dadang Supriatna menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) agar segera melakukan asesmen teknis terhadap kondisi bangunan pasar secara menyeluruh. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kelayakan struktur serta mencegah potensi kejadian serupa di area lain.

Selain itu, Pemkab Bandung juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian yang tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya bangunan, termasuk melalui pengujian material dan pelibatan ahli konstruksi. Untuk menjamin keselamatan, kios terdampak untuk sementara ditutup hingga proses pemeriksaan selesai.

Bupati yang akrab disapa Kang DS tersebut menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dan meminta pihak pengelola, yaitu PT. Bangun Bina Persada (BBP) bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.

“Pengelola wajib bertanggung jawab terhadap seluruh dampak yang ditimbulkan, baik kepada korban maupun para pedagang. Kompensasi harus diberikan selama masa pemulihan karena kios tersebut merupakan sumber penghasilan mereka,” tegasnya.

Kang DS juga meminta agar pengelola segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konstruksi bangunan serta menyusun desain ulang dengan standar keselamatan yang lebih ketat. Seluruh bangunan ke depan diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) melalui asesmen DPUTR.

“Pertama, korban meninggal dunia harus ditangani secara layak. Kedua, pengelola wajib bertanggung jawab terhadap korban luka. Ketiga, pedagang yang kiosnya ambruk harus diberikan kompensasi selama masa pemulihan karena itu merupakan sumber penghasilan mereka,” tegas Kang DS.

Ia memastikan Pemkab Bandung akan terus mengawal proses penanganan secara cepat, terpadu, dan transparan, agar aktivitas masyarakat di Pasar Soreang dapat segera pulih dengan rasa aman.

Sebagai informasi, peristiwa ambruknya bagian atap (kanopi) kios terjadi pada Senin (16/03/2026) sekitar pukul 12.30 WIB di Blok III area penggilingan tepung Pasar Soreang. Sebanyak 14 kios terdampak dalam kejadian tersebut.

Insiden ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia atas nama Ade Supriatna, serta tiga orang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Selain itu, reruntuhan juga menimpa sejumlah kendaraan di sekitar lokasi.

Berdasarkan penelusuran awal, kios yang terdampak merupakan area usaha penggilingan yang dalam operasionalnya menggunakan mesin listrik maupun diesel. Aktivitas tersebut diduga menimbulkan getaran yang dalam jangka panjang berpotensi memengaruhi struktur bangunan. Namun demikian, penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

 

 

Yans.

Dikhawatirkan Kepercayaan RT/RW Runtuh Terhadap Pemkab Bandung, Insentip RT / RW Jelang Idul Fitri Tidak Cair

Bandung – YUTELNEWS.com// Kebijakan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam proses pencairan insentif RT/RW melalui Bank BJB kini tak sekadar menuai kritik, melainkan kemarahan terbuka. Program yang digadang-gadang mempermudah, justru berubah menjadi simbol kegagalan pelayanan publik yang nyata di depan mata, Jum’at (17/3/26).

Di Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, para RT/RW dipaksa “berlomba” sejak subuh. Datang pukul 06.00 WIB bukan lagi pilihan, tapi keterpaksaan. Ironisnya, setelah antre berjam-jam, banyak yang tetap tak kebagian. Hak mereka, yang seharusnya dijamin, seolah berubah menjadi undian nasib.

“Ini bukan pelayanan, ini penyiksaan secara sistem,” cetus seorang RT dengan nada geram, karena cape menunggu panggilan antrian.

Momentum menjelang Idul Fitri justru memperparah luka. Saat kebutuhan hidup melonjak, para RT/RW yang berharap pada insentif malah dipaksa pulang dengan tangan kosong. Lebih pahit lagi, ada yang harus menerima kenyataan bahwa pencairan baru bisa dilakukan setelah Lebaran. Ini sebuah ironi yang sulit diterima akal sehat.

Sorotan tajam juga menghantam Bank Bjb. Karena minimnya petugas hingga antrean mengular panjang dinilai sebagai bentuk kelalaian serius. Hanya satu kasir untuk melayani gelombang antrean? Ini bukan sekadar kurang siap, ini kegagalan manajemen pelayanan yang terang-terangan. Janji penambahan fasilitas seperti ATM hanya terdengar sebagai retorika kosong tanpa bukti di lapangan.

Belum selesai di situ, dugaan potongan administrasi makin menyulut emosi. Para RT/RW merasa “dipalak secara halus”. Oleh pihak bank. Karena dari dulu ketika insentif di distribusikan atau di cairkan oleh pemerintah desa sama sekali Tidak ada potongan, kenapa saat di cairkan di bank jadi ada pemotongan. Transparansi dipertanyakan, keadilan dipertaruhkan.

“Kalau ini dibiarkan, jangan salahkan kalau kepercayaan kami runtuh. Kami ini bekerja untuk masyarakat, bukan untuk dipersulit seperti ini,” tegas perwakilan RT lainnya.

Masalah ini diyakini bukan kasus tunggal. Indikasi persoalan serupa di berbagai wilayah Kabupaten Bandung menguatkan dugaan adanya cacat sistemik, bukan sekadar kendala teknis. Artinya, ini bukan soal antrean semata, tapi soal kegagalan kebijakan yang berdampak luas.

Lebih memprihatinkan lagi, penghasilan tetap perangkat desa hingga kini juga belum cair. Alasan klasik: administrasi. Di saat bersamaan, kebutuhan hidup tak bisa ditunda. Ketika gaji dan insentif sama-sama tersendat, wajar jika muncul pertanyaan, di mana sebenarnya letak keseriusan pemerintah dalam mengurus aparatnya sendiri?

Jika kondisi ini terus dibiarkan, dampaknya bukan hanya pada keterlambatan pencairan, tapi pada runtuhnya kepercayaan. RT/RW, yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan publik, kini justru diperlakukan seolah tidak penting.

Ini bukan lagi sekadar keluhan. Ini peringatan keras. Jika Pemerintah Kabupaten Bandung dan Bank Bjb tetap abai, maka kemarahan ini hanya tinggal menunggu waktu untuk meledak lebih luas.***

 

Yans.

Kang DS, Lepas 700 Warga Mudik Gratis, Wujud Nyata Kepedulian Terhadap Masyarakat

Bandung – YUTELNEWS.com// Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti halaman Gedung Budaya Soreang, pada Selasa (17/3/2026) sore. Ratusan warga yang akan pulang ke kampung halaman tampak tak bisa menyembunyikan senyum mereka, saat Bupati Bandung, Kang DS, hadir langsung melepas keberangkatan program mudik gratis.

Dengan sapaan hangat dan gaya khasnya yang merakyat, Kang DS terlihat menyempatkan diri menyapa satu per satu peserta mudik. Ia berbincang ringan, menyalami, bahkan mendoakan warga agar perjalanan mereka lancar hingga tiba di kampung halaman.

Bagi Kang DS, program mudik gratis bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud kepedulian nyata pemerintah terhadap masyarakat. Ia memahami betul, momen pulang kampung adalah hal yang sangat dinanti, terutama bagi mereka yang harus berjuang di perantauan sepanjang tahun.

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bandung memberangkatkan 700 pemudik menggunakan 13 bus dengan tujuan Yogyakarta dan Solo. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 500 pemudik, dan ke depan direncanakan akan terus bertambah hingga 1.000 pemudik, termasuk perluasan rute ke wilayah Jawa Timur.

Pelepasan peserta mudik gratis dilakukan langsung oleh Kang DS dalam sebuah acara yang digelar di Gedung Budaya Soreang. Momen tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan ratusan warga menuju kampung halaman dengan penuh harapan dan kebahagiaan.

Dalam pelaksanaannya, program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya Bank BJB yang turut membantu menyediakan dua unit bus guna memperkuat armada yang telah disiapkan pemerintah.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini begitu tinggi. Dalam waktu hanya 32 jam sejak pendaftaran dibuka, kuota 700 pemudik langsung terpenuhi. Hal ini menjadi bukti bahwa program mudik gratis benar-benar dinantikan dan menjadi solusi nyata bagi warga.

Selain memberikan kemudahan, program ini juga berdampak positif dalam mengurangi kemacetan lalu lintas. Jika diasumsikan para pemudik menggunakan sepeda motor, maka keberangkatan 700 orang ini setidaknya telah mengurangi sekitar 350 kendaraan roda dua di jalan selama arus mudik berlangsung.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Bandung juga menyiapkan 12 pos pengamanan mudik di sejumlah titik strategis guna memastikan perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan terkendali.

“Semoga seluruh perjalanan ini selalu dalam lindungan Allah SWT, diberikan kelancaran, keselamatan, dan kesehatan hingga sampai ke kampung halaman. Jadikan momen mudik ini sebagai waktu untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, dan kembali dengan hati yang bersih. InsyaAllah, kebahagiaan yang dirasakan hari ini akan menjadi keberkahan bagi kita semua,” ujar Kang DS dengan penuh ketulusan.****

 

 

Yans.

Wamendagri Ahmad Wiyagus: Musrenbang Kunci Perencanaan Pembangunan Daerah

Garut – YUTELNEWS.com//  Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) memiliki peran penting dan strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Garut Tahun 2027 di Pendopo Garut, Jawa Barat (Jabar), pada Senin (16/03/2026).

Menurutnya, Musrenbang menjadi forum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyelaraskan berbagai program pembangunan agar perencanaan yang dihasilkan lebih terarah dan efektif.

“Bapak-Ibu sekalian, sekali lagi bahwa Musrenbang ini penting, sangat penting dan sangat strategis karena dalam forum ini semua pemangku kepentingan ini akan melakukan penajaman, kemudian penyelarasan, kemudian juga klarifikasi program, kemudian juga kegiatan-kegiatan, sub-kegiatan yang diusulkan, kemudian disepakati oleh berbagai macam kepentingan sehingga pada tahun 2027 ini perencanaan pembangunan ini benar-benar jelas,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kualitas perencanaan sangat menentukan keberhasilan pembangunan daerah. Menurutnya, perencanaan yang baik dapat menentukan hingga sekitar 80 persen capaian tujuan pembangunan. Ia juga menilai dinamika yang muncul dalam proses Musrenbang merupakan hal yang wajar dan justru menjadi bagian penting dari proses perencanaan yang seharusnya berlangsung.

Dalam kesempatan tersebut, Wiyagus juga menekankan bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan berbagai urusan pemerintahan berjalan dengan baik, terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar bagi masyarakat.

“[Harapan kita] Musrenbang ini bisa berjalan sesuai dengan keinginan Pak Bupati tadi yang sudah dipaparkan secara detail. Sebenarnya itu adalah gambaran ketahanan daerah Kabupaten Garut yang terdiri dari berbagai macam aspek kehidupan dan cerminan dari amanah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah terkait dengan urusan pemerintah,” katanya.

Wiyagus menambahkan, keberhasilan pembangunan daerah juga ditopang oleh berbagai indikator kemajuan yang telah dicapai. Dalam hal ini, ia mengapresiasi capaian Kabupaten Garut yang dinilai memiliki tingkat daya saing daerah yang cukup tinggi, bahkan melampaui rata-rata indeks daya saing nasional. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting bagi daerah untuk semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.

Lebih lanjut, Wiyagus juga mendorong pemerintah daerah (Pemda) agar mampu memanfaatkan berbagai program strategis nasional yang telah disiapkan pemerintah pusat untuk memperkuat pembangunan daerah.

“Pemerintah pusat sudah memikirkan hal itu sebenarnya melalui beberapa program strategis nasional seperti MBG, kemudian Sekolah Rakyat, kemudian juga CKG, Cek Kesehatan Gratis, kemudian juga bagaimana meningkatkan pendapatan daerah, kemudian juga memperbanyak kesempatan bekerja bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa berbagai program tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal oleh Pemda agar dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Ini harus benar-benar ditangkap oleh kepala daerah untuk bisa memanfaatkan program strategis nasional ini ditarik ke Kabupaten Garut,” tandasnya.

Puspen Kemendagri

 

 

Yans.

Ali Syakieb Tinjau TKP Kanopi Pasar Soreang Ambruk, Sampaikan Duka dan Pastikan Penanganan Korban serta Pedagang

Bandung – YUTELNEWS.com// Bagian atap atau kanopi beton dari 13 kios di Pasar Soreang Blok III Penggilingan Tepung, Desa/Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung, ambruk sekitar pukul 12.30 WIB, pada Senin (16/03/2026).

Akibatnya satu orang pria dilaporkan meninggal dunia tertimpa material reruntuhan, sementara tiga korban lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Soreang. Selain menimpa penjual dan pengunjung pasar, ada lima kendaraan roda dua dan satu roda empat yang tertimpa reruntuhan beton.

Petugas gabungan yang menerima laporan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP). Termasuk Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb yang langsung meninjau lokasi kejadian.

Wabup Bandung menyampaikan duka cita atas kejadian ini khususnya kepada korban yang tertimp reruntungan materail bangunan.

“Kami menyampaikan turut berduka cita. Karena ada satu pria meninggal dunia dan tiga warga pengunjung pasar lainnya luka-luka akibat tertimpa material bangunan yang runtuh,” kata Wabup Ali Syakieb kepada wartawan di TKP.

Ali Syakieb menyatakan setelah meninjau lokasi, dirinya segera menjenguk keempat korban yang sedang mendapat perawatan intensif Rumah Sakit Otto Iskandar Di Nata Soreang.

Terkait penyebab runtuhnya atap kanopi beton tersebut, Ali mengatakan masih dalam proses pemeriksaan Polresta Bandung apakah terdapat unsur kelalaian atau tidak. Namun dugaan sementara, kondisi bangunan sebenarnya masih layak, hanya saja sering mendapatkan getaran yang cukup kuat yang bersumber dari mesin penggilingan.

“Cuma, kalau kita lihat sekilas kelihatannya aman-aman saja karena dibangunnya pun tahun 2020. Tapi di situ ada beberapa kios yang mengoperasikan mesin penggilingan yang menimbulkan getaran cukup kuat. Untuk hasil pastinya kita menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian,” ungkap wabup.

Sementara dari Pemkab Bandung sendiri akan segera dilakukan kordinasi antara Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Rang (DPUTR) dan pengelola Pasar Soreang juga perwakilan pedagang pasar.

“Nanti dari DPUTR akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi bangunan pasar secara keseluruhan untuk memastikan kondisinya masih dalam keadaan baik atau layak. Jangan sampai dari ambruknya atap dari beberapa kios ini merembet ke kios-kios lainnya. Kejadian ini juga menadi peringatan bagi kita semua,” imbuh Ali.

Ditanya soal nasib 13 pedagang yang kiosnya tertimpa reruntuhan materal kanopi beton ambruk itu, Ali juga menjawab hal itu akan dikordinasikan lebih lanjut antara Disdagin, pengelola dan pedagang pasar.

“Setelah bangunannya dicek oleh DPUTR dan semua dikomunikasikan lebih lanjut, di situ kita akan melihat apakah perlu adanya relokasi untuk para pedagang yang kiosnya tertimpa reruntuhan materal bangunan,” kata Ali.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono menjelaskan Polresta Bandung dibantu tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta BPBD Kabupaten Bandungn langsung melakukan upaya evakuasi dan menolong korban meninggal dan korban selamat. Termasuk mengevakuasi kendaraan roda dua dan empat yang tertimpa reruntuhan.

Selanjutnya, petugas Polresta Bandung melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan. “Korban meninggal dunia kita bawa ke rumah sakit untuk kita lakukan identifikasi kemudian akan kita autopsi penyebab meninggalnya,” ujar Kapolresta Bandung.

Sementara korban luka diketahui seorang perempuan bernama Cucu Cuningsih, warga Kampung Cipeundeuy RT 01 RW 21, Desa Soreang, dan dua anak lainnya, salah satu di antaranya di bawah umur.

Kapolresta menuturkan, petugas juga bakal mengecek kondisi kontruksi bangunan. Polresta Bandung telah berkoordinasi dengan Polda Jabar untuk ikut melakukan penyelidikan dengan pendekatan saintifik.

“Nanti kita hasil penyelidikan tentu dengan pemeriksaan ahli-ahli, ahli konstruksi dan sebagainya untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya bangunan atap kanopi beton ini,” tutur Kombes Pol Aldi.

Aldi mengatakan, penyidik akan menggandeng ahli untuk mengecek kondisi bangunan, termasuk mendengarkan keterangan para saksi.

Pihaknya mengimbau kepada pengelola pasar dan dinas terkait untuk mengidentifikasi bangunan yang rawan ambruk.

“Kami mengimbau agar diambil langkah-langkah apakah tutup sementara atau bagaimana. Jangan sampai timbul korban-korban berikutnya,” ucapnya.

“Oleh karena itu, saya minta segera ini pengelola pasar, dinas terkait yang mengambil langkah-langkah untuk mengecek kembali kondisi bangunan yang ada yang lainnya,” ujar Aldi.

Perwakilan dari pengelola Pasar Soreang, PT Bangunbina Persada, Aditia mengatakan pihaknya turut berduka atas insiden ini. Aditia menyatakan untuk sementara 13 kios yang terdampak reruntuhan tersebut akan ditutup sampai ada hasil dari proses pemeriksaan dari pihak kepolisian maupun DPUTR.

“Untuk kondisi konstruksi kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan terkait kelayakan bangunan demi keselamatan para pedagang dan pengunjung pasar. Tapi yang pasti kami akan melakukan segala sesuatunya untuk penyelesaian permasalahan ini, termasuk memperhatian hak-hak para pedagang yang meninggal maupun luka-luka,” ujar Aditia.(*)

 

Yans.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tegaskan Larang Aktivitas Penyapu Koin di Jembatan Sewo, Siapkan Kompensasi untuk warga.

Indramayu – YUTELNEWS.com// Aktivitas penyapu koin di kawasan Jembatan Sewo yang berada di perbatasan Kabupaten Indramayu dan Subang menjadi sorotan serius menjelang arus mudik Lebaran tahun ini. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Gubernur Dedi Mulyadi secara tegas meminta agar kegiatan tersebut dihentikan karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kawasan yang kerap disebut “Jembatan Sewo” selama ini dikenal sebagai lokasi tempat sejumlah warga menyapu koin yang dilempar pengendara. Namun aktivitas tersebut dianggap berpotensi mengganggu kelancaran dan keselamatan arus lalu lintas, khususnya saat lonjakan kendaraan pemudik menuju kampung halaman.

Melalui himbauannya, Dedi Mulyadi meminta Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk segera melakukan pendataan terhadap para penyapu koin yang selama ini beraktivitas di sekitar jembatan tersebut. Pendataan itu nantinya menjadi dasar untuk penyaluran kompensasi atau bantuan agar mereka tidak lagi beroperasi di lokasi tersebut.

“Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas, terutama saat arus mudik Lebaran yang biasanya dipadati kendaraan,” demikian disampaikan dalam himbauan yang menjadi perhatian publik.

Menurut sejumlah pihak, keberadaan penyapu koin memang kerap menimbulkan risiko bagi pengendara. Selain membuat kendaraan melambat secara tiba-tiba, aktivitas tersebut juga memicu pengendara berhenti atau melempar koin yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

Langkah tegas Gubernur Jawa Barat ini pun mendapat dukungan dari jajaran kepolisian, termasuk Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu yang menilai kebijakan tersebut penting untuk menjaga keselamatan para pemudik.

Polisi menilai, menjelang Lebaran intensitas kendaraan di jalur pantura dipastikan meningkat drastis. Karena itu, berbagai potensi gangguan lalu lintas, termasuk aktivitas penyapu koin di sekitar jembatan, perlu diantisipasi sejak dini.

Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan arus mudik di wilayah perbatasan Indramayu–Subang dapat berlangsung lebih aman dan lancar, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan yang kerap mengintai pengguna jalan di kawasan tersebut.

 

 

Yans.

Kabar Baik di Bulan Ramadhan, Ratusan Lansia dan Warga Miskin Ekstrem Terima Bansos Rp600 Ribu di Sedanau

NATUNAYUTELNEWS.COM ||
Kabar baik hadir di bulan suci Ramadhan bagi masyarakat di wilayah Sedanau dan sekitarnya. Bantuan sosial (bansos) bagi kategori lanjut usia (lansia) dan masyarakat miskin ekstrem mulai disalurkan melalui Kantor Pos Sedanau.

Bantuan tersebut merupakan program bantuan sosial pemerintah yang disalurkan secara nasional kepada masyarakat penerima manfaat, termasuk di Kabupaten Natuna.

Penyaluran dilaksanakan pada Senin (16/3/2026) di Kantor Pos Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, mulai pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Bantuan yang disalurkan melalui Kantor Pos Sedanau tersebut mencakup tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bunguran Barat, Kecamatan Pulau Tiga, dan Kecamatan Pulau Tiga Barat.

Kepala Kantor Pos Sedanau, Dian Safutra, menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan sesuai data resmi yang diterima pihak kantor pos.

“Jumlah penerima bantuan kategori lansia sebanyak 101 orang, sedangkan kategori kemiskinan ekstrem sebanyak 36 orang untuk tiga kecamatan yang dilayani Kantor Pos Sedanau,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp200 ribu per bulan yang dicairkan per triwulan.

“Sehingga masyarakat menerima Rp600 ribu per orang dalam satu kali pencairan,” tambahnya.

Untuk pengambilan bantuan, penerima wajib membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Jika diwakilkan oleh anak, maka harus berada dalam satu Kartu Keluarga (KK). Apabila tidak satu KK, bantuan akan diantarkan langsung oleh petugas pos ke rumah penerima.

Diharapkan bantuan tersebut dapat membantu kebutuhan masyarakat, terutama di bulan suci Ramadhan.

(Red: Darmansyah, Kabiro Natuna – Yutelnews.com)

Menhub dan Gubernur Jabar Tinjau Kesiapan Mudik di Garut, Ratusan Kusir Delman dan Penarik Becak Terima Kompensasi

Kab. Garut – YUTELNEWS.com// Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Garut dalam rangka meninjau kesiapan jalur mudik sekaligus menyerahkan Kompensasi Bantuan Gubernur kepada pengemudi kendaraan tidak bermotor. Kegiatan ini dipusatkan di Mapolres Garut, Jalan Jend. Sudirman, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Sabtu (14/03/2026).

Langkah tersebut dilaksanakan guna memastikan kelancaran arus lalu lintas di jalur nasional dan provinsi yang kerap mengalami penyumbatan akibat aktivitas kendaraan tradisional saat puncak arus mudik Lebaran.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa selama masa puncak mudik, operasional delman dan becak di jalur utama akan diliburkan sementara. Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan kompensasi sebesar Rp200.000,- per hari bagi setiap pengemudi.

Tercatat sebanyak 483 kendaraan tradisional yang terdiri dari 477 delman dan 6 becak yang biasa beroperasi di ruas jalan nasional dan provinsi wilayah Garut mendapatkan bantuan ini.

“Kegiatan ini bertujuan mempermudah dan memperlancar tugas dari kementerian Perhubungan dan Mabes Polri, sehingga jalur yang berpotensi menimbulan kamacetan bisa melintas dengan lancar. Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak ekonomi karena ada uang yang berputar di masyarakat sekaligus memberikan dampak kebagiaan bagi mereka,” tutur Dedy Mulyadi.

Sementara itu, Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Gubernur Jawa Barat tersebut. Menurutnya, program ini tidak hanya memperlancar mobilitas pemudik, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi para pelaku transportasi tradisional.

Disisi lain, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa wilayahnya telah siap menyambut lonjakan pemudik. Melalui koordinasi intensif bersama Kapolres Garut, seluruh instansi telah menjalankan fungsinya, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan hingga penyiapan fasilitas kesehatan.

“Jalur mudik sudah sepenuhnya bisa dilewati, bahkan jalur alternatif yang berlubang telah selesai diperbaiki. Kamu juga sudah mempersiapkan Pos Terpadu di empat titik utama, yaitu Pamengpeuk, Cisewu, Garut Kota, dan Malangbong,” tegas Bupati Garut.

Bupati menambahkan bahwa momentum mudik ini harus dimanfaatkan sebagai ajang promosi daerah.

“Ini kesempatan langka. Warga Garut yang akan memberikan penilaian terhadap kondisi Garut sekarang. Ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin supaya mereka memberikan kesan _(impression)_ yang baik sehingga kedepan mereka mengajak teman mereka untuk berkunjung ke Garut,” tambahnya.

Detail Kesiapan Fasilitas di Jalur Mudik Garut Tahun 2026:

1. PUPR: Penuntasan perbaikan jalan berlubang di jalur utama dan alternatif.
2. Dishub: Pemasangan dan pemeliharaan lampu penerangan jalan.
3. Dinas Kesehatan: Penyiagaan Puskesmas di sepanjang jalur mudik selama 24 jam.
4. Fasilitas Umum: Penyiapan rest area dan penjagaan kebersihan lingkungan secara masif.

 

Yans.

Gerak Cepat! Pulang Umrah, Kang DS Langsung Temui Warga Terdampak Banjir Bandang di Desa Panyadap Solokanjeruk

BANDUNG – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna langsung bergegas turun ke lapangan tinjau lokasi banjir bandang di Kampung Puja RT 03/RW 04 Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung, pada Minggu (15/03/2026).

Kang DS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna, gerak cepat turun langsung ke lokasi banjir bandang ini sesaat usai melaksanakan ibadah umrah dari Tanah Suci Makkah dan Madinah Arab Saudi.

Bencana banjir bandang yang terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam bada magrib itu menyebabkan dinding tembok bangunan 4 rumah milik warga jebol dan mengalami kerusakan berat. Selain itu sebanyak 47 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat luapan Sungai Cisunggalah tersebut.

Bencana banjir bandang itu akibat jebolnya tanggul atau tembok penahan aliran air Sungai Cisunggalah sepanjang 4 meter dan tinggi 1 meter, sehingga luapan air sungai menerjang permukiman padat penduduk. Selain jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah, banjir bandang tersebut disebabkan karena dangkalnya aliran Sungai Cisunggalah. Sementara aliran air mengalir deras setiap terjadi turun hujan deras di hulu Sungai Cisunggalah tersebut.

Bupati Kang DS mengungkapkan bahwa setelah pulang dari melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci Makkah dan Madinah langsung berkunjung ke Kampung Puja Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk, karena beberapa hari sebelumnya terjadi banjir bandang dari luapan Sungai Cisunggalah.

“Kondisi Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk yang berbatasan dengan Desa Bojong Kecamatan Majalaya ini kondisinya hampir mirip atau sama. Kalau tidak ada langkah-langkah strategis, saya yakin tidak akan ada penyelesaian dan akan tetap terjadi banjir bandang dan tetap ada rumah warga yang terkena atau terdampak,” tutur Kang DS di sela-sela kunjungannya.

Kang DS menegaskan kalau ini dibiarkan terus-menerus, artinya ada pembiaran. “Maka saya selaku Bupati menginstruksikan kepada Pak Kadis PUTR (Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) untuk berkoordinasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citarum,” katanya.

Bupati Kang DS menegaskan ada empat langkah yang akan dilakukan untuk menanggulangi ancaman banjir bandang yang kerap terjadi di Desa Panyadap dan Desa Bojong tersebut.

Pertama, melakukan pengerjaan menurunkan sedimentasi atau endapan tanah di aliran penampang Sungai Cisunggalah tersebut. Pengerjaannya akan dilakukan pasca-Lebaran atau satu Minggu setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

“Jangka pendeknya harus ada normalisasi Sungai Cisunggalah secara manual. Kalau menggunakan alat berat, saya pikir ini akan sulit untuk bermanuver back-hoe. Ini salah satu langkah yang harus ditangani dan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Langkah kedua, kata Kang DS, berdasarkan rapat Musdes (Musyawarah Desa) Kepala Desa dengan warga sekitar, setelah ada laporan dari camat setempat.

“Hasil Musdes itu sudah ada kesepakatan dan setuju bahwa lebar aliran Sungai Cisunggalah kembali ke semula, yaitu 8 meter. Kalau seandainya di sini ada warga yang menggunakan lahan sungai, maka secara otomatis harus sadar diri dan jangan sampai kami mengambil langkah-langkah. Ini solusi yang kedua, sehingga normalisasi ini wajib untuk dilakukan,” ujarnya.

Dalam penataan aliran Sungai Cisunggalah ini ada keterkaitan APBD maupun APBN melalui BBWS Citarum, Kang DS minta kepada camat Minggu depan atau besok segera untuk rapat dengan warga yang ada di Kecamatan Solokanjeruk.

“Rapat tersebut untuk menunjuk orang yang dipercaya untuk melakukan program pentahelix. Karena memang kita tidak bisa menggunakan APBD sendiri, kadang-kadang harus segera dan sebagainya. Seperti wilayah-wilayah lainnya, kami sudah lakukan,” ujarnya.

Kang DS mencontohkan bahwa pihaknya sudah melaksanakan program pentahelix normalisasi Sungai Citarik di Kecamatan Cicalengka, dan Kecamatan Cikancung, kemudian normalisasi Sungai Cikeruh di Kecamatan Rancaekek sudah selesai.

“Rancaekek sekarang tidak banjir lagi. Dayeuhkolot, sekarang sudah berkurang. Cidawolong Majalaya sudah tidak banjir lagi,” ujarnya.

Untuk melaksanakan normalisasi Sungai Cisunggalah, Kang DS minta kekompakan tokoh masyarakat di Kecamatan Solokanjeruk.

“Dan saya kemarin ketemu dengan Kang Haji Cucun (Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal) di Saudi Arabia. Beliau akan fokus bersama-sama dengan masyarakat,” tuturnya.

Bupati Bedas menegaskan bahwa langkah pentahelix ini harus segera dilakukan. Seperti penanganan jembatan, kalau menggunakan APBD birokrasinya terlalu panjang.

“Tapi kalau pentahelix bisa dibongkar dan dipasang secara langsung, sehingga nantinya Pak Kades bisa koordinasi seperti apa. Teknis segala macamnya insya Allah saya akan berikan arahan. Tapi semuanya bisa terselesaikan dan tidak ada masalah. Program pentahelix ini adalah langkah ketiga,” ungkapnya.

Langkah keempat, kata Kang DS, jembatan di atas aliran Sungai Cisunggalah harus ditinggikan. “Kalau jembatan yang menuju permukiman warga tidak ditinggikan, ya tetap akhirnya jebol kembali lagi ke warga,” ucapnya.

Kang DS mengungkapkan bahwa inti dari pelaksanaan kunjungan kerja ke lokasi banjir bandang itu, mengajak kepada seluruh masyarakat Desa Panyadap untuk kerja sama.

“Bukan pemerintah saja. Tapi semua. Tidak mungkin ini diselesaikan oleh pemerintah saja. Karena ini harus bersama-sama, termasuk warga masyarakat kesadarannya. Jangan sampai kebiasaan atau rutin terjadi banjir bandang hingga rumah warga jebol dan sebagainya, kita diam,” tuturnya.

“Mudah-mudahan dengan hikmah bulan puasa Ramadan ini, dengan rasa kepekaan kita. Solidaritas kita. Dengan empati kita antar sesama, ini akan terus tumbuh dan terwujud dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Bupati Bandung pun memohon doanya kepada banyak pihak, dan penanggulangan banjir bandang di Desa Panyadap itu akan diselesaikan secara bersama-sama dengan BBWS Citarum.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada camat dan kepala desa setempat. Kang DS juga berharap kepada DPUTR, BPBD dan Kabag Kesra untuk terus mengawal. Dengan harapan para korban banjir bandang itu untuk segera dibantu.

Solusi lainnya bisa dengan cara revitalisasi total normalisasi Sungai Cisunggalah yang dilakukan pemerintah dengan dukungan dari masyarakat sekitar. Selain itu dengan cara melebarkan aliran sungai ke semula yaitu 8 meter, yang saat ini lebarnya rata-rata sekitar 3-4 meter sehingga debit air disaat mengalir deras tidak tertampung. Akibatnya, aliran air sungai meluap dan menggenangi permukiman warga sekitar.

Tak hanya pelebaran penampang aliran sungai, juga harus segera dibarengi pengerjaan pengerukan endapan lumpur untuk memperlancar aliran air dan meminimalisir luapan air ke permukiman masyarakat. Mengingat saat ini, endapan lumpur di aliran sungai itu sudah mencapai sekitar 1,5 meter.

Peninjauan Bupati Bandung ke lokasi banjir bandang itu didampingi Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bandung Wahyudin, Kepala DPUTR Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ruli Hadiana, Dinas Sosial, Dispakan, Kabag Kesra Kabupaten Bandung Asep Hadian, dan jajaran perangkat daerah lainnya. BBWSC juga turut hadir dalam peninjauan Bupati Bandung ke lokasi banjir bandang tersebut. ***

 

 

Yans.

Bedas Pisan! Insan Pers Kolaborasi Dengan RW 04 Mulyasari Gandasari, Ngabuburit Bareng’ Si Cepot, Berbagi Takjil dan Santunan Anak Yatim.

Bandung – YUTELNEWS.com// Kampung Mulyasari RW 04 Desa Gandasari menggelar acara Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim pada bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. di Lapangan Toktak Sebelah Mesjid Umar Bin Khattab.”Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kepedulian sosial, dihadiri oleh pengurus wilayah, tokoh masyarakat, serta para Ketua RT, Insan Pers.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua PWI Kabupaten Bandung H.Asep Syahrial yang diwakili Apih Igun yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu di lingkungan RW 04 Kampung Mulyasari, Desa Gandasari, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung . padab Sabtu (14/03/2026)

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan menjadi berkah bagi kita semua di bulan yang penuh rahmat ini,” ujar Apih Igun

Di tempat yang sama, Ketua RW 04, Dadang Ongky juga dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif Karang taruna RW 04 dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Saya sangat bangga dengan semangat gotong royong warga RW 04, terutama Karang taruna yang terus aktif dalam kegiatan sosial. Semoga kebaikan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ucapnya ketua Rw Dadang Ongky

Sementara Kades Gandasari Rizal Solihin, juga memberikan pernyataan mengenai pentingnya kolaborasi antara Karang taruna, Masyarakat dan pemerintah, awak media dalam menciptakan lingkungan yang harmonis.

“Sinergi antara Karang taruna, masyarakat pengurus wilayah, dan warga sangat penting untuk membangun lingkungan yang peduli dan solid. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya,” ujar Rizal Solihin.

Pada sore di kampung Mulyasari terasa berbeda. Menjelang waktu berbuka puasa, tawa dan tepuk tangan warga pecah saat tokoh wayang Cepot tampil dalam gelaran “Cepot Ngabuburit”,

Kegiatan yang digelar di Kampung Mulyasari RW 04 itu menjadi bagian dari penguatan Ekosistem budaya hiburan, pertunjukan tersebut memadukan seni, dakwah, dan refleksi spiritual Ramadhan.

Dalang Yuda Deden Kosasih Sunarya menghidupkan suasana lewat dialog khas Sunda yang sarat pesan moral. Materi pertunjukan mengangkat pentingnya budaya dan nilai-nilai Islam yang saling menguatkan dan melengkapi dalam kehidupan masyarakat.

Acara ini diakhiri dengan pembagian santunan kepada 28 anak yatim piatu se-Rw 04 serta Tausiyah bersama yang dipimpin oleh Ustad Jahrudin

Kehadiran para tokoh masyarakat dan pengurus wilayah menambah kekhidmatan acara ini, menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masih sangat kuat di tengah masyarakat.

 

Yans.

Mendagri Tito Karnavian Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak

Cilegon -MYUTELNEWS.com// Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung kesiapan arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Jumat (13/3/2026). Peninjauan ini dilakukan bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta pejabat terkait lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, Mendagri bersama rombongan meninjau langsung fasilitas pelayanan di pelabuhan, termasuk ruang penumpang di Kapal Ferry yang akan berangkat menuju Pelabuhan Bakauheni. Mendagri juga sempat berdialog dengan sejumlah calon pemudik untuk menanyakan tujuan perjalanan mereka.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan transportasi penyeberangan menjelang periode mudik Lebaran yang diperkirakan akan mengalami lonjakan penumpang. Pelabuhan Merak menjadi salah satu titik utama mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan dari Pulau Jawa menuju Sumatera.

Usai peninjauan lapangan, Mendagri bersama para menteri dan pejabat terkait mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Arus Mudik Lebaran Tahun 2026 yang digelar di Dermaga Eksekutif Pelabuhan ASDP Merak, Banten.

Dalam keterangannya kepada media, Menko PMK Pratikno mengatakan, pemerintah menargetkan pelaksanaan mudik tahun ini dapat berjalan aman, lancar, nyaman, dan selamat. “Kami baru saja menyelenggarakan rakor dan peninjauan di Pelabuhan Merak. Targetnya tentu saja adalah agar mudik ini aman, lancar, nyaman, dan selamat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, arus mudik diperkirakan mulai terjadi sekitar 18 Maret 2026, sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 29 Maret 2026. Meski demikian, pemerintah berharap pergerakan pemudik dapat tersebar di beberapa hari agar tidak menumpuk pada waktu tertentu. Terlebih rentang waktu mudik tahun ini relatif panjang karena adanya akhir pekan, kebijakan flexible working arrangement bagi ASN, cuti bersama, serta berdekatan dengan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.

“Oleh karena itu, dengan rentang yang panjang ini, kami mengharapkan ada distribusi mudik tidak tertumpuk di hari tertentu,” ujarnya.

Pratikno menambahkan, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai persiapan, termasuk menghadirkan sejumlah inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan mudik. Tahun sebelumnya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan mudik dinilai sangat tinggi dan diharapkan dapat meningkat pada tahun ini.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam mengantisipasi berbagai potensi kendala, termasuk faktor cuaca. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta untuk terus bersinergi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Ini adalah kerja kita bersama supaya mudik dan arus balik nanti berjalan dengan aman, nyaman, lancar, dan selamat,” pungkasnya.

Puspen Kemendagri

 

 

Yans.

Kadishub Hilman Kadar, Siagakan 259 Personel di 12 Posko, Kawal Perjalanan Masyarakat Arus Mudik Lebaran

Bandung – YUTELNEWS.com// Jelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung menyiapkan langkah pengamanan dengan menurunkan 259 personel untuk terlibat dalam Operasi Pengamanan Lebaran 2026.

Ratusan petugas tersebut merupakan bagian dari 1.700 personel gabungan lintas instansi yang akan bertugas selama 16 hari, mulai 14 hingga 29 Maret 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Hilman Kadar diruang kerjanya mengatakan bahwa pengerahan ratusan personel tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, Tuturnya Jumat 13 Maret 2026.

Menurutnya, sejumlah jalur strategis akan menjadi fokus pengawasan petugas, terutama ruas jalan yang selama ini kerap mengalami lonjakan volume kendaraan saat musim mudik. Kawasan Nagreg dan Cileunyi menjadi dua titik utama yang mendapat perhatian khusus karena merupakan jalur penghubung penting menuju wilayah selatan Pulau Jawa.

Selain jalur utama, Kata Hilman Dishub Kabupaten Bandung juga mengantisipasi meningkatnya mobilitas kendaraan menuju kawasan wisata. Wilayah Soreang, Ciwidey, dan Pangalengan yang diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas kendaraan selama masa libur Lebaran, Tegasnya.

Untuk menunjang pengamanan tersebut, Dishub Kabupaten Bandung mendirikan sekitar 10 hingga 12 posko pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis. Sementara itu, posko induk direncanakan berada di kawasan Nagreg yang selama ini dikenal sebagai salah satu simpul utama arus mudik di Jawa Barat.

Tidak hanya jalur utama, pengawasan juga akan dilakukan di sejumlah jalur alternatif yang sering dimanfaatkan pengendara untuk menghindari kepadatan lalu lintas. Beberapa di antaranya adalah jalur Ibun menuju Kamojang, jalur Cijapati, serta jalur Cukang Monteng, Ujar Kadishub.

Hilman Kadar menambahkan, pihaknya juga melakukan sejumlah langkah pendukung guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Upaya tersebut meliputi peningkatan Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa jalur alternatif serta pengecekan kondisi rambu-rambu lalu lintas agar tetap berfungsi dengan baik.

Apabila terjadi lonjakan volume kendaraan di titik tertentu, petugas di lapangan akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional, khususnya di lokasi yang berpotensi menimbulkan kemacetan atau bottle neck.

Ia juga mengungkapkan bahwa arus mudik tahun ini diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, dengan puncak kepadatan kendaraan diprediksi berlangsung pada H-5 hingga H-2 Lebaran.

“Melalui berbagai langkah ini, kami berharap perjalanan masyarakat yang melintas di wilayah Kabupaten Bandung selama masa mudik dapat berjalan dengan aman, tertib, dan nyaman,” ujar Hilman Kadar.***

 

Yans.

Dinkes Kabupaten Bandung, Upaya Cegah Penyebaran TBC, Gencarkan Skrining Kesehatan Masyarakat.

Bandung – YUTELNEWS.com// Upaya pencegahan penyebaran penyakit menular terus diperkuat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung melalui kegiatan skrining kesehatan masyarakat, khususnya untuk mendeteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC).

Kegiatan skrining TBC tersebut dilaksanakan bersama UPT Puskesmas Solokan Jeruk di Desa Solokan Jeruk, Kecamatan Solokan Jeruk, pada Jumat (13/3/2026).

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat yang terlihat dari tingginya partisipasi warga dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Solokan Jeruk Rahmatullah Mukti Prabowo bersama jajaran Dinas Kesehatan serta pemerintah Desa Solokan Jeruk.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmatullah menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Menurutnya, upaya pencegahan penyakit menular perlu dilakukan secara terpadu agar masyarakat dapat hidup lebih sehat.

“Kolaborasi dalam mendukung program pemerintah daerah bersama para stakeholder merupakan bentuk komitmen bersama, khususnya dalam upaya pencegahan penyakit agar masyarakat Solokan Jeruk dapat hidup lebih sehat,” ujarnya.

Melalui kegiatan skrining ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara langsung guna mengetahui kondisi kesehatannya, terutama terkait kemungkinan terpapar penyakit TBC yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Solokan Jeruk, Dedeh, menyampaikan bahwa kegiatan skrining merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam upaya pengendalian penyakit menular di masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa meskipun jumlah kasus TBC di wilayah Kecamatan Solokan Jeruk relatif rendah, upaya pencegahan tetap harus dilakukan secara optimal.

“Walaupun jumlah kasus TBC di Kecamatan Solokan Jeruk relatif sedikit,

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung atas arahan Bupati Bandung terus mendorong upaya pencegahan agar penyakit menular ini dapat dikendalikan sejak dini,” ungkapnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan tersebut juga disertai dengan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyakit menular serta pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya penyakit menular serta pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan skrining ini mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat.

Hal tersebut terlihat dari tingginya antusiasme warga yang datang untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan.

“Alhamdulillah, minat masyarakat untuk mengikuti skrining TBC sangat tinggi.

Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan,” katanya.

Melalui kegiatan skrining yang dilakukan secara berkala, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung berharap upaya pengendalian serta pemantauan kasus penyakit menular dapat dilakukan secara lebih efektif.

Dengan langkah preventif dan edukatif tersebut, diharapkan angka kasus TBC dapat terus ditekan sehingga masyarakat Kabupaten Bandung dapat hidup lebih sehat serta terhindar dari berbagai penyakit menular.

 

Yans.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Ungkap Jumlah Penduduk RI Sebanyak 288 Juta Jiwa per Akhir 2025

Jakarta – YUTELNEWS.com// Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi mengungkapkan data kependudukan bersih semester II tahun 2025. Berdasarkan data tersebut, jumlah penduduk Indonesia per 31 Desember 2025 tercatat sebanyak 288.315.089 jiwa.

Jumlah itu mengalami kenaikan sebanyak 1.621.396 penduduk dibandingkan dengan rilis semester I tahun 2025.“Dibandingkan dengan semester I per 30 Juni 2025, penduduk Indonesia bertambah kurang lebih 1,6 juta,” ujar Teguh dalam acara Rilis Data Kependudukan Bersih Semester II Tahun 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta,pada Kamis (12/03/2026).

Ia merinci, jumlah penduduk tersebut terbagi menjadi dua, yakni 145.498.082 penduduk laki-laki dan 142.816.997 penduduk perempuan. Dengan demikian, jumlah penduduk Indonesia masih didominasi oleh laki-laki.Teguh menambahkan, berdasarkan data yang sama, sebaran penduduk di Indonesia terbanyak berada di Pulau Jawa dengan angka 55,81 persen.

Sementara itu, posisi kedua berada di Pulau Sumatera dengan angka 21,88 persen.Sedangkan jumlah penduduk berdasarkan agama, ungkap Teguh, didominasi oleh agama Islam dengan angka 87,15 persen.

Sementara itu, penduduk yang menganut agama Kristen sebesar 7,37 persen, Katolik 3,07 persen, Hindu 1,66 persen, Buddha 0,69 persen, Konghucu 0,03 persen, serta penganut kepercayaan 0,034 persen.

Sementara itu, Teguh juga memaparkan jumlah penduduk berdasarkan status perkawinan per semester II tahun 2025. Data tersebut merinci 131 juta jiwa belum kawin, 137 juta jiwa telah kawin, 5 juta jiwa cerai hidup, dan 14 juta jiwa cerai mati.“Artinya sebenarnya penduduk di Indonesia lebih banyak yang sudah atau pernah menikah,” ujar Teguh

.Dalam kesempatan yang sama, Teguh juga menguraikan jumlah penduduk usia produktif, yakni usia 15–64 tahun, di Indonesia. Jumlah tersebut mencapai 199 juta jiwa atau 69,03 persen dari total penduduk.“Kalau kita melihat usia produktif 69,03 persen, inilah kita bersyukurnya.

Bahwasanya sampai tahun 2030 sekian yang namanya bonus demografi. Tinggal bagaimana kita mengoptimalkan usia produktif tersebut,” kata dia.Teguh menekankan, penerbitan rilis data kependudukan ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa Kemendagri melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil melakukan rilis data kependudukan dalam dua semester, yakni semester I pada 30 Juni dan semester II pada 31 Desember.“Kenapa perlu dirilis? Data kependudukan itu digunakan untuk semua keperluan, basis semuanya. Apakah itu pelayanan publik, maupun apa pun juga,” tandas Teguh.

 

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.