Ketua Rw 03 Palasari Gunawan, Cetak Sejarah Baru, Resmikan Kantor Rw Yang Di Idamkan Masyarakat Selama-Lama.

Kab.Bandung – YUTELNEWS com|| Ketua RW 03 Palasari Gunawan mencatat momen bersejarah ketika kantor RW yang telah lama diidamkan warga akhirnya secara resmi diresmikan. ” Acara yang diisi dengan semangat kebanggaan dan kegembiraan seluruh warga ini menjadi bukti kerja keras bersama antara aparat RW, tokoh masyarakat, dan warga setempat dalam mewujudkan harapan bersama untuk fasilitas publik yang lebih baik. pada senin 29/12/2025.

Acara dimulai pukul 09.30 WIB di halaman kantor Rw baru dengan upacara tahlilan dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama lokal, sebagai tanda syukur atas terwujudnya impian yang telah dirindukan selama bertahun-tahun. Seiring dengan bunyi gong yang dimukulkan oleh Ketua RW 03 Palasari, Gunawan, “ini momen sejarah baru bagi Warga wilayah palasari Rw 03 tersebut pun tercipta.

“hari ini adalah hari yang sangat berharga bagi kita semua. Kantor RW yang kita dambakan selama ini akhirnya ada. Ini bukan hanya milik aparat RW, tapi milik seluruh warga RW 03 Palasari . Ini bukti nyata bahwa jika kita bersatu, tidak ada yang tidak mungkin dicapai,” ujar Iwan Setiawan dengan nada emosional saat pembukaan acara.

Sejarah permintaan akan adanya kantor RW , dimulai sejak sepuluh tahun yang lalu, ketika warga mulai menyadari bahwa di palasari Rw 03 keinginan mempunyai adanya kantor Rw , yang dulu tidak adanya Kantor Rw. Banyak warga mengajukan usulan kepada aparat Rw untuk membangun kantor Rw, namun keterbatasan anggaran menjadi hambatan utama.

Tetapi adanya ketua Rw baru Gunawan, ia tidak ingin menyerah, sebagai Ketua Rw Gunawan bersama warga nya kemudian melaksanakan berbagai upaya untuk mengumpulkan dana. Mereka mengadakan acara kerja bakti bersama, dan bahkan menghubungi lembaga swadaya masyarakat serta tokoh bisnis lokal untuk meminta dukungan. Setiap warga juga berpartisipasi dengan cara memberikan bantuan tenaga kerja sukarela selama proses pembangunan.

Kantor Rw baru yang dibangun dengan luas persegi memiliki desain yang modern dan fungsional. Fasilitas yang disediakan meliputi ruang pelayanan publik yang luas, ruang rapat untuk pertemuan warga, ruang penyimpanan dokumen dengan sistem keamanan, dan juga ruang tamu untuk tamu yang datang. Lantai dasar dirancang agar mudah diakses oleh warga dengan disabilitas, sedangkan halaman depan dibuat sebagai tempat berkumpul .

“Saya sudah lama tinggal di sini, dan selama ini kita tidak pernah punya kantor RW yang benar-benar memadai. Sekarang lihat, kantornya cantik dan lengkap. Ini bukti bahwa generasi muda sekarang lebih tangguh dan memiliki tekad yang kuat untuk memperbaiki lingkungan kita,” ujar Neng sri sambil mengusap air mata bahagia.

Dalam acara resmikan tersebut, Lurah Pasawahan, Gandung Audi, bersama jajaran juga hadir untuk memberikan dukungan dan apresiasi. Dalam pidatonya, beliau menyatakan bahwa upaya warga Rw 03 Palasari menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mewujudkan fasilitas publik melalui kerja sama bersama.

“Kita sering mendengar keluhan tentang kurangnya fasilitas, tapi di sini warga tidak hanya mengeluh, mereka bertindak. Ini adalah contoh yang luar biasa yang harus ditiru oleh seluruh warga Kelurahan Pasawahan. Pemerintah akan selalu mendukung upaya semacam ini,” jelas Lurah Gandung Audi.

“Kantor ini tidak hanya untuk bertugas aparat, tapi juga untuk semua warga. Kita akan menyelenggarakan pelatihan, lokakarya, dan acara bersama di sini. Tujuan kita adalah membuat warga Rw 03 Palasari menjadi wilayah yang sejahtera, harmonis, dan penuh semangat,” tegasnya.

Dengan terwujudnya kantor Rw yang diidamkan, warga menyatakan bahwa mereka siap untuk bekerja bersama lebih erat dalam membangun wilayah yang lebih baik. Semua berharap bahwa ini adalah awal dari perubahan yang lebih besar, di mana Rw 03 Palasari akan menjadi contoh wilayah yang maju dan sejahtera di Kelurahan Pasawahan.” pungkasnya.

 

Yans.

Bedas Pisan! Kantor RW 03 Palasari Program PSPKB ,Berjalan Lancar, Warga Apresiasi Ucapan Terimakasih Bupati Bandung Kang DS

Kab.Bandung – YUTELNEWS com|| Bupati Bandung Dr HM.Dadang Supriatna pada tahun anggaran 2025 lebih fokus kepada peningkatan Infrastruktur ,Salah satunya pembuatan kantor RW, Jalan gang yang ada diwilayah palasari Rw03 Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada senin 29/12/2025.

Dalam setiap moment dan kesempatan Bupati H Dadang Supriatna baik saat pertemuan dengan pada pimpinan OPD, Camat, serta Kepala Desa, Kepala Kelurahan, Ia selalu menyampaikan, bahwa pemkab Bandung tengah fokus terhadap peningkatan infrastruktur serta pembangunan Pelayanan Masyarakat.

Kali ini apresiasi disampaikan warga Palasari. yang sangat mengapresiasi dan ucapkan rasa terima kasih kepada Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna atas terealisasinya pembangunan kantor Rw 03 plasari, Kelurahan Pasawahan,telah rampung.

Ungkapan terima kasih tersebut disampaikan secara langsung oleh Ketua Rw 03 Palasari Bapak Wawan warga setempat lewat pemerintah kelurahan “Terima kasih kepada Bupati Bandung Bapak Dr.H.M.Dadang Supriatna ,S.Ip.M.Si atas pembangunan kantor Rw dan jalan gangtelah rampung.

Disampaikan pula kepada kepala Kelurahan pasawahan Bapak Gandung, serta Ketua Lpm Om Pipik, beserta jajajaran, pasalnya Pembangunan kantor Rw dan jalan gang tersebut termasuk kepedulian pemerintah kelurahan pasawahan terhadap lingkungan dan masyarakatnya , serta sangat disambut antusias oleh warga, karena selama ini kondisi jalan gang, sudah bolong2, serta Palasari Rw 03 tidak mempunyai kantor Rw ,yang selalu , menjadi kendala bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

“Dengan adanya perbaikan jalan gang dan kantor Rw tersebut, warga berharap akses kantor Rw dan jalan gang ini menjadi lebih baik untuk kepentingan masyarakat.

Salah satu warga Palasari yang bernama Dudi mengatakan, pembangunan kantor Rw dan jalan gang ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati H Dadang Supriatna. Sekarang pembangunan kantor dan jalan ini, khususnya masyarakat akan lebih bermangpaat lagi ” ujarnya.

“Semoga ini menjadi kebaikan Bapak Bupati Bandung H Dadang Supriatna sering panggilan akrab nya Kang DS,Semoga Allah SWT membalasnya,

Mudah mudahan atas kerja sama dan sinergi antara pemerintah daerah,Pemerintah Kelurahan Pasawahan dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang merata.

“Pembangunan kantor Rw dan jalan gang di pqlasari kelurahan pasawahan ini adalah wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara ini, Lurah Pasawahan Gandung , menyatakan kami Pemerintah kelurahan akan terus mendorong agar pembangunan infrastruktur bisa dirasakan secara merata di seluruh wilayah Kelurahan pasawahan

Ia juga berharap agar masyarakat dapat menjaga dan memelihara kantor Rw dan jalan gang ,yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Pembangunan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk merawatnya,” tambahnya.

Dengan terealisasinya pembangunan kantor Rw dan jalan gang ini, masyarakat palasari optimistis aktivitas ekonomi, sosial di wilayah mereka akan semakin lancar dan berkembang.”tukasnya.

Yans.

Usai Direvitalisasi, Bupati Bandung Kang DS, Resmikan SDN Sapan 1, SDN Sapan 2 dan SDN Cipamokolan 4

KAB. BANDUNG – YUTELNEWS com|| Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna melaksanakan peresmian bangunan baru SDN Sapan 1, SDN Sapan 2 dan SDN Cipamokolan 4 yang digelar di lingkungan SDN Sapan 1 Jalan Raya Sapan No.79 Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, pada Senin (29/12/2025).

Usai meresmikan pembangunan tiga sekolah baru SDN itu, Bupati Bandung menyaksikan pelaksanaan “Deklarasi Moral Kepala Sekolah Menuju Indonesia Emas 2045” melalui Kegiatan Evaluasi Proses Pembelajaran 3 Muatan Lokal di wilayah Kabupaten Bandung. Para kepala sekolah pun langsung menandatangani deklarasi tersebut di atas spanduk yang sudah disiapkan, sebagai bentuk komitmen mereka dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan pelaksanaan peresmian SDN Sapan 1, SDN Sapan 2 dan SDN Cipamokolan 4 Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung ini hasil kolaborasi antar revitalisasi dari program Presiden dengan program revitalisasi Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Setelah kita kolaborasikan, ternyata hasilnya sangat kelihatan ada perbedaan yang sangat luar biasa dibanding dengan sebelumnya,” kata Kang DS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna dalam keterangannya.

Sebelumnya, lanjut Kang DS, tiga sekolah ini ruangannya tidak jelas, tempat atau lapangan upacara tidak ada, tempat bermain anak tidak ada dan toilet pun tampak kumuh.

“Hari ini alhamdulillah secara bertahap bahwa SDN Sapan 1, SDN Sapan 2 dan SDN Cipamokolan 4 ini sudah selesai kita revitalisasi. Alhamdulillah, termasuk toilet sudah direvitalisasi dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa yang ada di sekolah tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, pengadaan toilet itu satu toilet berbanding 50 siswa. Misalnya, kalau di sekolah ini ada 300 siswa, artinya harus ada enam pintu toilet, dan antara toilet laki-laki dan perempuan di pisah.

“Nanti akan kita tertibkan semua sekolah di Kabupaten Bandung,” katanya.

Lebih lanjut Bupati Kang DS mengungkapkan, ia sebelumnya bercita-cita pada tahun 2026 menganggarkan sebesar Rp 400 miliar untuk revitalisasi pembangunan fisik gedung sekolah di Kabupaten Bandung. Karena ada pengurangan TKD atau (transfer ke daerah), akhirnya tinggal Rp 100 miliar dan ada pengurangan anggaran sebesar Rp 300 miliar pada tahun 2026.

“Tapi saya upayakan lagi dari potensi yang mana dan sambil berjalan, nanti di perubahan mudah-mudahan kita akan tambah lagi Rp 100 miliar,” harapnya.

Untuk pembangunan sapras (sarana prasarana), Kang DS sebelumnya sudah merencanakan dalam lima tahun kedepan sebesar Rp 2 triliun untuk kebutuhan pembangunan fisik sapras sekolah di Kabupaten Bandung tersebut.

“Saya bagi dalam lima tahun kedepan itu sebesar Rp 400 miliar per tahun, dengan adanya pengurangan TKD, jujur saya merasa terganggu dalam perencanaan revitalisasi sekolah maupun kebutuhan sapras lainnya. Maka nanti kita akan penyesuaian RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) karena ini sudah masuk RPJMD. Dengan adanya pengurangan ini otomatis mengganggu,” ujarnya.

Meski demikian, Kang DS akan terus mengupayakan, walaupun dari TKD ini berkurang, tapi minimal dari Mendikdasmen (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah) RI ini masuk melalui program revitalisasinya. Sehingga rencana dan cita-cita seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Bandung bisa selesai dalam kurun waktu lima tahun kedepan bersamaan dengan program Presiden.

Lebih lanjut Kang DS berharap dari jumlah 1.258 Sekolah Dasar di Kabupaten Bandung ini semua bisa revitalisasi, terutama untuk sekolah-sekolah yang saat ini memang layak dan sifatnya urgent harus segera diperbaiki.

“Nanti kita akan lihat sekolah mana yang kira-kira lebih parah, dibandingkan dengan di antara sekolah yang ada. Memang kita akui bahwa Sekolah Dasar di Kabupaten Bandung ini masih perlu ada revitalisasi,” ujarnya.

Kang DS juga turut mengucapkan menghaturkan terima kasih kepada Presiden yang sudah merevitalisasi sekolah-sekolah yang tentunya sama seperti yang tadi. Bahkan baik dengan sapras maupun dengan kelengkapan utilitas dan sebagainya.

“Termasuk mungkin ada alat revitalisasi yang akan diberikan untuk Sekolah-sekolah Dasar,” katanya.

“Tentu, saya sangat menyambut baik program Pak Presiden ini. Mudah-mudahan ini bisa berkelanjutan dan tentunya saya optimis dengan adanya kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi. Walaupun pemerintah provinsi kewenangannya SMA, tapi kali-kali lirik lah Sekolah Dasar. Tentunya, bukan hanya tanggung jawab Kabupaten Bandung saja, tapi seluruh APBD Provinsi Jawa Barat juga ikut membantu APBD Kabupaten Bandung. Apalagi yang namanya kewajiban,” imbuhnya.

Kang DS kembali mengucapkan terima kasih kepada Presiden melalui APBN atau pemerintah pusat yang sudah mengucurkan anggaran ke Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Tentu kami akan terus mengakses sekolah dan jumlah sekolah yang kiranya perlu dibantu,” katanya.

Bupati Bandung pun titip pesan kepada para kepala sekolah dengan adanya pelaksanaan “Deklarasi Moral Kepala Sekolah Menuju Indonesia Emas 2045” yang disampaikan secara bersama-sama oleh para kepala sekolah asal Gugus 8 Kabupaten Bandung, yang meliputi Kecamatan Bojongsoang, Ciparay, Pacet dan Kecamatan Kertasari.

“Yang tentunya, bukan hanya deklarasi hanya diucap saja. Tapi itu untuk diimplementasikan. Saya instruksikan dan sekaligus akan saya lombakan. Mulai tahun 2026, kepala sekolah yang menjadi ranking pertama hingga tiga besar, saya akan berangkatkan umrah ke Tanah Suci Makkah Arab Saudi,” tuturnya.

Penghargaan itu akan diberikan dengan berbagai syarat yang harus dilaksanakan oleh para kepala sekolah maupun guru-gurunya. Pertama, bagi kepala sekolah dan gurunya yang datang sebelum siswa siswinya hadir di sekolah.

“Baik mengadakan sapa, salam dan sebagainya. Sehingga secara emosional antara kepala sekolah dengan guru ini dekat dengan siswa dan siswinya,” harapnya.

Bupati mencontohkan sekolah di Medan, ada salah satu sekolah menjadi juara internasional karena menggunakan pembentukan karakternya adalah menyapa dan salam kepada anak-anak didiknya.

“Sehingga terbangun chemistry, terbangun emosional sehingga tidak ada perundungan, tidak ada lagi seorang siswa campelak ke gurunya. Hal itu tidak terjadi,” ungkapnya.

Ia berharap untuk membangun emosional itu dimulai di sekolah, karena pendidikan dasar adalah pendidikan karakter yang harus dikawal secara serius.

Ini Isi “Deklarasi Moral Kepala Sekolah Menuju Indonesia Emas 2045”.

Pemimpin Ikrar;
“Apakah Saudara-saudara Kepala Sekolah bersedia mengikrarkan komitmen moral kepemimpinan Pendidikan?“
Peserta;
“Bersedia“
Pemimpin Ikrar;
“Ikuti dan ucapkan ikrar ini dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab“
Peserta; (serentak)
Kami Kepala Sekolah di Kabupaten Bandung, sebagai Pemimpin Pembelajaran dan Penanggungjawab Satuan Pendidikan, dengan penuh kesadaran, kejujuran dan tanggungjawab moral, menyatakan Deklarasi Moral Kepala Sekolah sebagai komitmen kepemimpinan Pendidikan menuju terwujudnya Kabupaten Bandung yang Lebih Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera, Maju dan Berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045, berikrar;

1. Menjunjung tinggi nilai Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Etika Kepemimpinan, serta menjadi teladan integritas, kejujuran dan tanggungjawab di satuan pendidikan.

2. Menjamin Hak Peserta Didik atas Pendidikan yang Aman, Inklusif dan Bermutu, serta menolak segala bentuk kekerasan, perundungan, diskriminasi dan praktek tidak bermartabat.

3. Memimpin Pembelajaran dan Menguatkan Profesionalisme Guru serta Tenaga Kependidikan, melalui pembelajaran sepanjang hayat, refleksi diri, inovasi pembelajaran dan budaya belajar yang berkarakter, literat dan bernalar kritis.

4. Mengelola Sekolah secara Transparan, Akuntabel dan Patuh Regulasi, termasuk pengelolaan keuangan, data, sumber daya dan layanan Pendidikan.

5. Membangun Kolaborasi dan Ekosistem Pendidikan yang Berkelanjutan, dengan orang tua, masyarakat dan pemangku kepentingan.

Demikian ikrar ini kami ucapkan untuk diwujudkan dalam tindakan nyata.**

 

Yans.

Mendagri Minta Pemda Percepat Pendataan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera

Jakarta – YUTELNEWS com|| Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) segera mengumpulkan dan menyelaraskan data kerusakan rumah warga terdampak bencana di wilayah Sumatera. Pendataan yang cepat dan akurat dinilai menjadi kunci utama percepatan penyaluran bantuan serta pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak.

Instruksi tersebut disampaikan Mendagri saat Rapat Lanjutan Pembahasan Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Pascabencana di Wilayah Sumatera yang digelar secara daring dari Jakarta, Minggu (28/12/2025).

Mendagri menjelaskan, pemerintah telah menetapkan tiga kategori kerusakan rumah akibat bencana, yakni rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat, termasuk rumah yang hilang. Untuk rumah dengan kategori rusak ringan dan sedang, pemerintah akan menyalurkan bantuan tunai agar masyarakat dapat segera memperbaiki rumah dan kembali menempatinya.

Sementara itu, bagi rumah rusak berat atau hilang, pemerintah menyiapkan pembangunan hunian melalui tahapan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Pembangunan huntara akan dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Daya Anagata Nusantara (Danantara), sedangkan huntap dibangun oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Mendagri menegaskan, percepatan penanganan sangat bergantung pada kelengkapan dan kecepatan data yang dikumpulkan di daerah. Oleh karena itu, Pemda diminta menjadi ujung tombak pendataan hingga tingkat paling bawah.

“Kita bisa tentukan yang [kategori rusak] ringan dan sedang, [datanya harus] by name by address. Itu [harus] sudah betul-betul clear. Meskipun kita paham namanya bencana yang cukup luas seperti ini, ada yang di gunung-gunung dan lain-lain [pasti sulit]. Paling tidak data yang sementara ini, kecepatan ini untuk data baseline dulu,” tandas Mendagri.

Selain Pemda, pendataan juga dilakukan secara paralel oleh BNPB melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Seluruh data tersebut akan direkonsiliasi sebagai dasar penyaluran bantuan dan pengambilan keputusan anggaran secara tepat sasaran.

Sebagai informasi rapat tersebut turut dihadiri Menteri PKP Maruarar Sirait, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Kepala BNPB Suharyanto, serta pihak terkait lainnya.

Puspen Kemendagri

 

Yans.

Kang DS Ajak PKK Perkuat GERTAMAN dan Doa Bersama Ahir Tahun Jadi Penguat Sinergi Pemkab Bandung

KAB. BANDUNG — YUTELNEWS com|| Peran TP PKK Kabupaten Bandung semakin menguat sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan Gerakan Tanami Halaman (GERTAMAN). Komitmen ini ditegaskan dalam kegiatan Pengajian Bulanan dan Doa Bersama Akhir Tahun 2025, pada Senin (29/12/2025), di Gedung Moh. Toha, Soreang yang dirangkaikan dengan penyerahan simbolis bantuan kebencanaan dari Bank BJB melalui Pemerintah Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi dan doa bersama untuk memohon pertolongan, perlindungan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bandung, agar daerah ini senantiasa diberikan keselamatan, kekuatan, serta kemampuan untuk pulih dan bangkit dari berbagai tantangan, termasuk bencana alam, serta memasuki tahun 2026 dengan harapan dan optimisme baru.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna menyampaikan bahwa PKK memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan pangan keluarga sekaligus menopang kesiapan daerah menghadapi pelaksanaan Program MBG tahun 2026.

“Kabupaten Bandung tahun depan akan memiliki 361 dapur SPPG untuk Program MBG dengan sasaran sekitar 2,5 juta jiwa. Nilai ekonominya mencapai Rp5,6 triliun dan bisa menyerap 18 ribu tenaga kerja. Ini peluang besar. PKK yang telah bekerja sama dengan Dinas Pertanian melalui GERTAMAN bisa menjadi pemasok bahan pangan untuk SPPG. Hanya kader PKK yang tanggap dan siap menjalankan ini,” tegas Bupati yang akrab disapa Kang DS.

Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Bandung untuk terus memperkuat PKK sebagai garda terdepan pembangunan keluarga.

“Saya berusaha agar anggaran PKK tidak dikurangi karena PKK adalah garda terdepan. Terbukti, inflasi Kabupaten Bandung kini berada di posisi ke-4 terbaik nasional karena stabilitas kebutuhan pokok terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati menekankan bahwa GERTAMAN bukan hanya gerakan lingkungan, tetapi menjadi strategi nyata PKK dalam mendukung agenda nasional ketahanan gizi.

“Melalui GERTAMAN, kita dorong keluarga lebih berdaya, halaman rumah menjadi sumber pangan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi UMKM keluarga. Ini kontribusi nyata PKK dalam menyukseskan MBG,” ujar Emma.

Ia menambahkan, menyongsong 2026, PKK mengajak seluruh kader untuk memperkuat tiga pilar utama gerakan: keluarga berdaya, generasi sehat, dan kader modern.

“Generasi sehat harus kita siapkan dari keluarga, lewat penguatan posyandu agar anak-anak bebas stunting. Kader modern harus siap belajar teknologi agar PKK tetap relevan dan adaptif,” tambahnya.

Kegiatan yang diisi dengan pengajian bersama KH. Sofyan Yahya ini sekaligus menjadi ruang penguatan moral dan spiritual seluruh kader PKK serta masyarakat, dengan harapan Kabupaten Bandung ke depan semakin tangguh, sejahtera, sehat, dan berdaya saing, serta senantiasa berada dalam lindungan dan ridho Allah SWT.

 

Yans.

Personel Polsek Dayeuhkolot Laksanakan Pengamanan Pemberangkatan Perwakilan Serikat Pekerja ke Kantor Gubernur Jabar

Kab.Bandung – YUTELNEWS com || Personel Polsek Dayeuhkolot beserta Babinsa melaksanakan kegiatan pengamanan dan pengawalan pemberangkatan perwakilan Pengurus Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) se-Wilayah Kecamatan Dayeuhkolot yang akan mengikuti Rapat Pleno Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025, mulai pukul 10.30 WIB hingga selesai, bertempat di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Pengamanan dilakukan guna memastikan kelancaran, keamanan, dan ketertiban selama proses pemberangkatan menuju Kantor Gubernur Provinsi Jawa Barat.

Adapun jumlah perwakilan yang diberangkatkan sebanyak 25 orang, terdiri dari 18 orang dari Pengurus Pimpinan Unit Kerja SP TSK SPSI dan 7 orang dari SP RTMM SPSI (Ceres).

Teknis pemberangkatan dilakukan dari dua titik kumpul, yakni perwakilan SP TSK SPSI berkumpul di depan PT Hakatex, Jalan Moch. Toha KM 5,6, sedangkan SP RTMM SPSI (Ceres) berkumpul di PT Ceres, Jalan Moch. Toha No. 92–94, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot.

Selanjutnya seluruh peserta bergabung dengan perwakilan SP/SB dari wilayah Pameungpeuk, kemudian bergerak bersama menuju Monumen Juang Kota Bandung dan dilanjutkan ke Kantor Gubernur Provinsi Jawa Barat dengan menggunakan kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pengawalan aspirasi terkait Rapat Pleno Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat mengenai penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota Tahun 2026.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR melalui Kapolsek Dayeuhkolot selaku Kapos Pam, AKP Triyono Raharja, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pihak kepolisian hadir untuk memberikan pengamanan maksimal demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

“Polsek Dayeuhkolot melaksanakan pengamanan dan pengawalan guna memastikan kegiatan pemberangkatan perwakilan serikat pekerja berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, serta sebagai bentuk pelayanan Polri dalam menjamin keamanan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi,” ujar AKP Triyono Raharja.

 

Yans.

Bhabinkamtibmas/Bhabinsa Desa Dayeuhkolot Laksanakan Sambang Kamtibmas dan Monitoring Penyaluran BLTS Kesejahteraan Rakyat 2025

Kab. Bandung — YUTELNEWS com|| Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif sekaligus memastikan penyaluran bantuan sosial berjalan tertib dan tepat sasaran, Bhabinkamtibmas Desa Dayeuhkolot, Aiptu Dadang Suryana, melaksanakan kegiatan sambang kamtibmas serta monitoring penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesejahteraan Rakyat Tahun 2025.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Gedung Serba Guna Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Dadang Suryana melakukan sambang dan silaturahmi kamtibmas kepada warga masyarakat Desa Dayeuhkolot, sekaligus memantau langsung proses penyaluran BLTS dari Kementerian Sosial Republik Indonesia kepada 383 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Masing-masing KPM menerima bantuan tunai sebesar Rp900.000,- (sembilan ratus ribu rupiah).

Adapun sasaran kegiatan meliputi petugas Pos Indonesia, petugas Puskesos Desa, serta warga masyarakat penerima bantuan, guna memastikan seluruh tahapan penyaluran berjalan aman, lancar, dan transparan.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi yang baik antara Polri dengan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, damai, sejuk, dan kondusif. Selain itu, sambang kamtibmas juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara Bhabinkamtibmas, petugas Puskesos, petugas Pos Indonesia, serta masyarakat sebagai mitra Polri.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR, melalui Kapolsek Dayeuhkolot AKP Triyono Raharja, S.I.K., M.H., selaku Kapos Pam, menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk penyaluran bantuan sosial, merupakan bentuk pelayanan dan pengawasan agar kegiatan berjalan tertib, aman, serta tepat sasaran.

“Kegiatan ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman serta memastikan bantuan pemerintah dapat diterima masyarakat yang berhak secara transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi implementasi Program Kapolri Transformasi Menuju Polri PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Yans.

Jalan Kampung Tarajusari Mulus, Warga Apresiasi Kinerja Bupati Bandung Kang DS dan Dinas PUTR Kabupaten Bandung.

Kab.Bandung – Bupati Bandung Dr HM.Dadang Supriatna pada tahun anggaran 2025 lebih fokus kepada peningkatan Infrastruktur Jalan yang ada diwilayah jlan Kampung Rw 11 , Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, pada kamis 25/12/2025.

Dalam setiap moment dan kesempatan Bupati H Dadang Supriatna baik saat pertemuan dengan pada pimpinan OPD, Camat, serta Kepala Desa Ia selalu menyampaikan, bahwa pemkab Bandung tengah fokus terhadap peningkatan infrastruktur Jalan dan Gang-gang, serta pembangunan Pelayanan Masyarakat.

Kali ini apresiasi disampaikan warga Desa Tarajusari Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. yang sangat mengapresiasi dan ucapkan rasa terima kasih kepada Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna dan Kepala Dinas PUTR Kabupaten Bandung Dr Ir H Zeis Zultaqawa ST. M.M. atas terealisasinya pembangunan jalan Kampung Rw 11 tarajusari Desa Tarajusari menjadi mulus.

Ungkapan terima kasih tersebut disampaikan secara langsung oleh Warga Tarajusari dan warga setempat lewat pemerintah desa “Terima kasih kepada Bupati Bandung Bapak Dr.H.M.Dadang Supriatna ,S.Ip.M.Si atas pembangunan jalan Raya Kampung tarajusari di wilayah kecamatan banjaran.

Disampaikan pula kepada kepala Desa Tarajusari bapak Uli Mulia beserta jajajaran, pasalnya Pembangunan jalan tersebut termasuk kepedulian pemerintah desa tarajusari terhadap lingkungan dan masyarakatnya , serta sangat disambut antusias oleh warga, karena selama ini kondisi jalan yang selalu hujan lebat pasti banjir, menggeunang, menjadi kendala bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

“Dengan adanya perbaikan jalan terswbut, warga berharap akses jalan kampung tarajusari ini menjadi lebih lancar dan mendorong pertumbuhan ekonomi, “.

Salah satu warga Desa Tarajusari mengatakan, pembangunan jalan kampung ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati H Dadang Supriatna. Sekarang pembangunan jalan kampung ini, khususnya masyarakat akan lebih berkembang lagi ” ujarnya.

“Semoga ini menjadi kebaikan Bapak Bupati Bandung dan Kepala Dinas PUTR Kabupaten Bandung Semoga Allah SWT membalasnya,

Mudah mudahan atas kerja sama dan sinergi antara pemerintah daerah,Pemerintah Desa dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang merata.

“Pembangunan jalankampung di Desa Tarajusari ini adalah wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kami Pemerintah Desa akan terus mendorong agar pembangunan infrastruktur bisa dirasakan secara merata di seluruh wilayah desa tarajusari.

Ia juga berharap agar masyarakat dapat menjaga dan memelihara jalan yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Pembangunan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk merawatnya,” tambahnya.

Dengan terealisasinya pembangunan jalan kampung ini, masyarakat Desa Tarajusari optimistis aktivitas ekonomi, sosial dan pendidikan di wilayah mereka akan semakin lancar dan berkembang.”tukasnya.

 

Yans

Pemdes Tarajusari ,Perkuat Akses Warga dan Dongkrak Aktivitas Ekonomi, Jalan Lingkungan Kampung Tarajusari Jadi Mulus.

Kab.Bandung – YUTELNEWS com|| Pemerintah Desa (Pemdes) Tarajusari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun infrastruktur dasar desa. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut direalisasikan melalui kegiatan pengecoran jalan lingkungan di Kampung Rw 11 Desa Tarajusari , yang dilaksanakan pada Kamis (25/12/2025).

Pengecoran jalan ini menjadi bagian dari program pemerataan pembangunan desa sekaligus upaya meningkatkan kualitas akses dan mobilitas masyarakat. Jalan yang sebelumnya belum beraspal kini berubah menjadi jalur yang lebih layak, bersih, mulus dan nyaman untuk dilalui warga dalam menjalankan aktivitas

Pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk perhatian terhadap aspek keselamatan dan kesejahteraan masyarakat serta para pekerja di lapangan.

Kepala Desa Tarajusari Uli Mulia , menyampaikan bahwa pembangunan jalan lingkungan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang telah lama diharapkan. Menurutnya, kondisi jalan yang baik menjadi salah satu faktor utama dalam menunjang aktivitas sosial dan ekonomi warga.

“Pengecoran jalan di wilayah kampung Rw 11 desa tarajusari ini merupakan kebutuhan mendesak masyarakat dan menjadi prioritas pemerintah desa. Jalan yang layak akan mempermudah mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil usaha, serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” ujar kades uli.

Kades Uli pun menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan tidak hanya berdampak pada kemudahan transportasi, tetapi juga memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk kelancaran usaha kecil, akses pendidikan, serta pelayanan sosial lainnya.

Lebih lanjut, Kades Uli juga menegaskan bahwa setiap program pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Desa Tarajusari selalu mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat.

“Kami berkomitmen melaksanakan pembangunan desa secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, masyarakat dilibatkan. Kami juga berharap warga ikut menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun ini, karena pembangunan desa bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah warga Kampung Tarajusari mengaku bersyukur dengan terealisasinya pengecoran jalan lingkungan tersebut. Mereka menilai kondisi jalan yang kini menjadi mulus sangat membantu aktivitas harian, terutama saat musim hujan yang sebelumnya sering menimbulkan genangan air dan licin.

Dengan rampungnya pengecoran ini, akses jalan di Kampung Tarajusari kini menjadi lebih aman dan nyaman bagi pejalan kaki maupun pengendara pengguna jalan.

Selain meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, keberadaan jalan hasil pengecoran ini juga diharapkan mampu meningkatkan nilai wilayah serta mendorong percepatan pembangunan desa secara menyeluruh.

Kepala Desa Tarajusari Uli Mulia, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak akan berhenti sampai di sini. ” Ke depan, berbagai program pembangunan lainnya akan terus dilanjutkan sesuai dengan skala prioritas dan kebutuhan masyarakat, demi mewujudkan Desa Tarajusari yang maju, tertata, dan sejahtera.” tukasnya.

Yans.

Pemerintah Hadir di Tengah Masyarakat untuk Saling Menguatkan, Peduli dan Membantu Untuk Pulih Bersama.

KAB. BANDUNG -YUTELNEWS com|| Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung dengan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan kegiatan pagelaran seni budaya “Harmoni Budaya Bedas” dengan tema “Merajut Budaya untuk Pulih Bersama dan Bangkit Kembali” di Desa Wargaluyu Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, pada Minggu (28/12/2025).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung ini turut dilaksanakan trauma healing kebudayaan, pemberian bantuan, penyerahan administrasi kependudukan berupa KTP, Kartu Keluarga, dan kartu kematian kepada warga korban bencana longsor di Kampung Condong Desa Wargaluyu.

Pada rangkaian Pagelaran Seni Budaya Harmoni Budaya Bedas itu juga turut dilaksanakan senam Bedas, seni budaya wayang golek atraktif, kreasi budaya menari bersama, kaulinan barudak, angklung interaktif dan kegiatan lainnya. Selain itu dilaksanakan pula gerakan penanaman pohon di kawasan longsor Arjasari tersebut.

Pagelaran Harmoni Budaya Bedas itu dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana mewakili Bupati Bandung Dadang Supriatna.

Pada kesempatan itu turut hadir sejumlah kepala dinas, para camat, jajaran Forkopimcam Arjasari, kepala desa setempat dan tokoh masyarakat, seniman, budayawan, dan para pihak lainnya.

Bupati Bandung Dadang Supriatna atau Kang DS melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana mengungkapkan kejadian bencana yang terjadi di Indonesia, bukan hanya terjadi Kabupaten Bandung saja. Melainkan terjadi pula di beberapa wilayah lainnya, seperti di Sumatra Utara, DI Aceh dan Sumatra Barat.

“Bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah itu termasuk bencana alam yang sangat besar,” ucap Cakra Amiyana dalam sambutannya.

Selain memiliki keindahan alam, Cakra Amiyana menegaskan, Kabupaten Bandung ini merupakan wilayah yang mempunyai potensi risiko bencana cukup tinggi.

“Harus kita waspadai. Yang penting bagaimana kita bisa menyeimbangkan kondisi lingkungan ini dengan kondisi perekonomian. Jangan sampai kondisi ekonomi mengganggu keberlanjutan lingkungan hidup,” ujarnya.

Demikian juga di Kecamatan Arjasari ini, lanjut Cakra Amiyana, beberapa waktu lalu ada kejadian bencana longsor dan menyebabkan tiga korban meninggal akibat tertimbun longsor.

Ia mengungkapkan dengan adanya bencana longsor itu menjadi pembelajaran bagi semua pihak, bahwa kedepan harus lebih waspada dan lebih antisipatif dalam menanggulangi kejadian bencana.

“Setelah kejadian bencana ini, kita harus melakukan trauma healing kepada warga yang terdampak bencana longsor tersebut,” ujarnya.

Cakra Amiyana mengucapkan rasa empati dan keprihatinan yang mendalam kepada seluruh warga yang terdampak bencana longsor Arjasari tersebut.

“Kami mendoakan kepada keluarganya diberikan kekuatan, ketabahan dan berharap segera pulih, baik secara fisik maupun psikologis,” katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar agar lebih cepat dalam proses pemulihan.

“Kita saling menguatkan dan saling menopang dalam menghadapi cobaan,” ujarnya.

Lebih lanjut Cakra Amiyana mengatakan turut disampaikan pesan-pesan edukasi kebencanaan, selain mengajak kepada banyak pihak untuk menumbuhkan suasana yang hangat dan penuh harapan.

“Terutama warga yang terdampak bencana longsor yang membutuhkan perhatian dan penguatan secara profesional,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh perangkat daerah atau kepala dinas, seniman, budayawan, relawan serta komunitas yang telah bersinergi menghadirkan kegiatan ini. Termasuk komunitas lingkungan yang peduli dalam upaya pemulihan pascabencana longsor Arjasari tersebut.

Pemkab Bandung terus berupaya untuk memberikan perhatian kepada warga yang terdampak longsor, mulai dari trauma healing, pemberian bantuan sosial, hingga memberikan layanan administrasi kependudukan.

“Sebanyak 28 kepala keluarga yang terdampak longsor Arjasari mendapatkan bantuan sewa rumah selama tiga bulan. Kita juga melakukan assessment terhadap semua hal, di antaranya kondisi rumah maupun kondisi fasilitas sosial dan fasilitas umum yang ada di kawasan tersebut,” tuturnya.

Cakra Amiyana mengajak kepada masyarakat Kabupaten Bandung untuk sama-sama menjaga keseimbangan lingkungan alam yang harus dirawat. Yaitu melalui gerakan penanaman pohon, dengan melibatkan Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup.

“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah, tapi juga masyarakat, lembaga pendidikan maupun komunitas lainnya,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk saling menguatkan, saling peduli dan saling membantu.

“Semoga melalui kegiatan ini tumbuh semangat baru untuk bangkit, pulih dan membangun Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera),” pungkasnya.**

Yans.

Agus Yasmin Puji Langkah Bupati Bandung Kang DS: Dapur MBG, Koperasi Merah Putih, hingga Penanganan Bencana, Buktikan Talenta Pimpin Ditengah Keterbatasan Anggaran

KAB BANDUNG – YUTELNEWS com !! Politisi senior asal Kabupaten Bandung, Agus Yasmin atau yang akrab disapa Kang AY menyatakan jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Bandung mengalami dinamika luar biasa di penghujung tahun 2025.

Meski demikian, Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Wakil Bupati Ali Syakieb serta jajaran aparatur Pemkab Bandung dinilai terus bekerja keras untuk melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh.

“Namun, adanya efisiensi pemerintah pusat atau transfer keuangan daerah (TKD) sebesar hampir Rp 1 triliun, tentu berdampak signifikan bagi Kabupaten Bandung, sehingga penyusunan APBD dilakukan dengan lebih cermat dan tepat, hanya untuk kegiatan prioritas dan urusan wajib,” tutur Kang AY kepada awak media, Minggu (28/12/2025).

Dalam kondisi seperti ini, menurutnya, wajar jika Bupati dan Wakil Bupati mengurangi kegiatan-kegiatan dalam langkah keseharian.
Namun Kang DS selaku Bupati dan Kang Ali sebagai Wakil Bupati, nampaknya tidak terpengaruh oleh pengurangan anggaran tersebut.

Mereka tetap Bedas berkegiatan, turun ke masyarakat dan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Langkah-langkah Kang Ds yang #lebihbedas, lanjut Kang AY, tetap terlihat, seperti dalam upaya menguatkan pemerataan Dapur MBG, Koperasi Merah Putih, dan penuntasan Sekolah Rakyat sebagai program unggulan Presiden RI di Kabupaten Bandung.

Berdasarkan pengamatannya, dengan penuh kesungguhan Kang DS memetakan pemerataan dapur MBG agar perbaikan gizi generasi emas dapat mencapai sasaran. Bahkan, secara nyata, upaya kehadiran Dapur MBG diperkuat dengan berdirinya Koperasi Merah Putih untuk menjadi penopang sirkulasi ekonomi riil di masyarakat.

“Di penghujung tahun ini, Kang DS juga mengoptimalkan pekarangan rumah dengan mengajak masyarakat menanam pohon sayuran, sebuah gerakan yang dapat meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga sekaligus menjaga inflasi,” jelas mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung ini.

Langkah tersebut yang sebelumnya juga ditopang dengan berbagai gerakan seperti operasi pasar murah, pembagian senbako bagi masyarakat rentan, berhasil dilakukan oleh Kang DS, sehingga inflasi di Kabupaten Bandung terkendali bahkan cenderung turun.

“Talenta kepemimpinan yang mampu menangkap peluang di tengah tantangan tidaklah mudah jika niat tidak ikhlas dalam melayani masyarakat,” ungkap Kang AY lagi.

Ia menilai meskipun sebagian orang tidak puas, hal ini bukan karena kinerja Kang DS dan Kang Ali Syakieb tidak baik, melainkan karena super aktifnya kepemimpinan pasangan sejati Kang DS dan Ali Syakieb dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk penanganan kemanusiaan terutama bencana.

Ia menyebut, dalam setiap bencana yang terjadi, Kang DS selalu hadir lebih awal dan berbuat semaksimal mungkin agar lingkungan segera pulih dan kehidupan masyarakat segera membaik. Bahkan, seringkali Kang DS menginap di daerah bencana.

Dalam bidang lingkungan hidup, Bupati Bandung tegak lurus dengan Gubernur Jawa Barat untuk melakukan evaluasi atas tambang yang tidak berizin dan perumahan yang melanggar LSDI atau Perda Tata Ruang.

“Saya melihat setiap langkah ini dipersembahkan untuk menguatkan visi dan misi dalam implementasi yang nyata. Semoga kita semua dapat semakin baik dalam peran serta kenegaraan, Kabupaten Bandung menjadi Lebih Bedas di segala aspek, dan para pemimpin kita diberi kekuatan yang konsisten dan ikhlas melayani masyarakat,” tutur Agus Yasmin. (**)

 

Yans.

Kang DS, Akan Tebar Langsung 5,2 Juta Bibit Pohon Melalui Pesawat, Karena Lokasi Terjal, Ajak Warga Cintai LingkunganAtasi Hutan Gundul

Kab.Bandung – YUTELNEWS com|| Upaya pemerintah Kabupaten Bandung dalam menangani Hutan yang gundul bukan hanya kehilangan pepohonannya, tetapi juga kehilangan suara kehidupan.

Dari kegelisahan itulah Bupati Bandung Dadang Supriatna melangkah melakukan ikhtiar pemulihan dengan menyiapkan 5,2 juta bibit biji-bijian untuk menghidupkan kembali hutan-hutan yang meranggas di Kabupaten Bandung.

Bagi Bupati Bandung yang akrab disapa Kang DS, hutan adalah penyangga kehidupan, tempat air bermula, tanah bertahan, dan manusia bergantung. Ketika hutan rusak, ancaman banjir dan longsor menjadi nyata. Karena itu, upaya penghijauan ini bukan sekadar program, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan alam dan keselamatan masyarakat.

Yang membuat langkah ini bernilai lebih, jutaan bibit tersebut lahir dari partisipasi para pelajar tingkat SD hingga SMP. Dari ruang-ruang kelas, tumbuh kesadaran bahwa menjaga alam adalah tugas bersama. Di tangan anak-anak itu, benih kecil disemai dengan harapan besar, bahwa masa depan harus diwariskan dalam keadaan lebih hijau, Ujarnya pada Jumat 26 Desember 2025.

Karena medan hutan yang terjal dan sulit dijangkau, penyebaran bibit akan dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat. Cara ini dipilih agar kawasan yang selama ini sunyi dari sentuhan manusia tetap memiliki kesempatan untuk kembali bernapas. Dari langit, benih-benih harapan akan jatuh ke bumi, menunggu waktu untuk tumbuh, Jelasnya.

“Ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi menanam kesadaran,” Tagas Kang DS.

Hutan yang kita jaga hari ini adalah penyangga kehidupan esok hari. Kalau alam kita rawat dengan sungguh-sungguh, maka alam pun akan menjaga kita dan anak cucu kita di masa depan, tuturnya.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan bahwa pelestarian hutan bukan sekadar wacana, melainkan perjalanan panjang yang dimulai dari kepedulian, dijaga dengan konsistensi, dan diwariskan sebagai amanah kehidupan. Dari udara, harapan ditebar, untuk hutan yang kembali hijau, dan masa depan yang lebih lestari, pungkas Kang DS.***

 

 

Yans.

Usut Tuntas Pihak PTPN dan Petani Berdasi Pangalengan, Jangan Biarkan Lingkungan Pangalengan Hancur

Bandung — YUTELNEWS com|| Lemahnya tindakan yang dilakukan pihak Kepolisian terhadap para Petani Berdasi, yang bertindak sebagai Donatur dan pemodal di Kawasan PTPN Pangalengan ini memicu pihak Mabes Polri sebaiknya turun langsung dalam menyikapi kasus yang terjadi.

” Meski sempat viral di berbagai media sosial dan media cetak, elektronik dan online ” Para Bos bos masih bebas berkeliaran tanpa ada tindakan yang nyata baik dari Kepolisian Polresta Bandung maupun Polda Jabar.

“Warga meminta kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bisa turun langsung ke Pangalengan Kabupaten Bandung “.

Kasus alih fungsi lahan perkebunan teh menjadi area pertanian di wilayah Pangalengan terus menuai sorotan publik.

Pasalnya meski aparat penegak hukum telah menetapkan enam tersangka, tapi perkara tersebut dinilai belum sepenuhnya menyentuh aktor utama, termasuk pihak yang diduga membiayai dan mengoordinasikan perusakan kebun teh dalam skala luas.

Seiring terjadinya alih fungsi lahan tersebut, dampak sosial dan lingkungan mulai dirasakan langsung oleh para pekerja kebun dan masyarakat sekitar.

Salah seorang pemetik teh, Elis (45 thn) warga kp. Tirtasari Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan mengaku sangat sedih atas rusaknya kebun teh yang selama ini menjadi sumber penghidupan ribuan warga.

“Saya merasa sedih dengan adanya pengalihan lahan perkebunan teh dijadikan lahan pertanian. Dampaknya sangat luas bagi karyawan dan masyarakat,” katanya pada Kamis (25/12/2025)

Elis menjelaskan, setelah terjadinya perusakan kebun teh, wilayah Kampung Lakbong sempat dilanda banjir.

“Setelah kebun dirusak, pernah terjadi banjir di Kampung Lakbong. Dulu tidak pernah seperti itu,” ucapnya.

Ia berharap agar lahan yang telah rusak dapat dipulihkan kembali. “Harapan saya kebun ini dikembalikan lagi menjadi kebun teh,” imbuhnya.

Menurut Elis, luas lahan kebun teh yang dialihfungsikan mencapai lebih dari 150 hektare. Ia juga mengungkap adanya dugaan keterlibatan pihak internal.

“Ada oknum pengurus perkebunan yang bermain dengan para perusak tanah kebun tersebut,” tukasnya.

Pernyataan senada disampaikan oleh Nanang, karyawan kebun teh di Afdelling Cinyiruan, Sektor Tirtasari, yang telah bekerja lebih dari 35 tahun.

Ia mengaku sangat terpukul melihat kebun teh yang selama ini menjadi tumpuan hidup keluarganya kini rusak.

“Saya sedih sekali. Dari kebun teh ini saya bisa makan dan menyekolahkan anak,” jelas Nanang.

Ia menuturkan bahwa bekerja di perkebunan teh telah menjadi bagian dari sejarah keluarganya lintas generasi.

“Dari buyut, kakek, nenek, semuanya bekerja di kebun teh ini,” katanya.

Lebih jauh, Nanang mengungkap fakta penting terkait pelaku perusakan.

“Yang merusak lahan teh itu bukan karyawan kebun, tetapi masyarakat sekitar yang diperintah oleh oknum pengusaha,” ucapnya.

Menurutnya, para pekerja kebun justru menjadi pihak yang paling dirugikan akibat alih fungsi lahan tersebut.

Sejalan dengan itu, Dayat, karyawan kebun lainnya, berharap agar penegakan hukum tidak berhenti pada pelaku lapangan semata.

“Saya berharap oknum perkebunan dan pengusaha yang memodali alih fungsi lahan teh ini diproses sesuai hukum yang berlaku sampai ke akar-akarnya,” imbuhnya.

Selain itu, dari kalangan generasi muda, Eva, seorang Gen Z yang orang tuanya bekerja di perkebunan teh, juga mengungkapkan kesedihannya.

“Saya bisa sekolah sampai tamat karena hasil kerja orang tua di kebun teh ini. Jadi sangat sedih melihat kebun teh dirusak,” tuturnya.

Kendati demikian, hingga kini masyarakat menilai proses hukum masih belum sepenuhnya transparan.. Dengan tuntutan publik yang semakin menguat, para pekerja kebun dan warga sekitar berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas.

Dugaan keterlibatan oknum pengusaha, termasuk pihak-pihak yang diduga membiayai dan membekingi perusakan kebun teh tersebut.

Selain itu, mereka juga mendesak agar dilakukan pemulihan fungsi lahan untuk mencegah kerusakan ling

 

 

Yans.

Rombongan Bupati Bandung Kang DS dan Ketua DPRD Hj Reni,Tiba di Geraja Katolik Santo Martinus Sulaiman

Kab.Bandung -YUTELNEWS com||  Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung melakukan monitoring kesiapan pengamanan dan kelancaran pelaksanaan ibadah menjelang perayaan Natal 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan di gereja di wilayah lapangan udara Sulaiman Margahayu pada Rabu (24/12/2025).

Monitoring dilakukan bersama Kapolresta Bandung,serta Ketua DPRD Kabupaten Bandung para OPD sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani yang akan melaksanakan ibadah Natal.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan tentunya ini menjelang natal yang rutin dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten Bandung yang mana dari hari Senin sudah gelar pasukan dan mereka mengajak melaksanakan Nataru, tentunya malam ini malam natal yang mungkin setiap tempat tempat ibadah gereja sedang berlangsung ibadah”, ucapnya

Lanjut Bupati Bandung yang akrab disapa kang DS, pemerintah daerah dan forkopimda ada pak Kapolresta,ada Danlanud, Ketua DPRD,para OPD hadir dalam rangka memberikan situasi aman dan kondusif tentu dalam kesempatan ini kami atas nama pemerintah kabupaten Bandung mengucapkan selamat natal 2025 semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan dan berkah,dan tentunya selalu ada dalam Lindungan Tuhan yang maha kuasa” tuturnya.

Hasil pemantauan menunjukkan persiapan di gereja-gereja yang dikunjungi telah berjalan dengan baik dan matang. Tercatat, terdapat dua gereja yang menjadi lokasi peninjauan langsung oleh rombongan.

“Alhamdulillah, dari hasil monitoring hari ini semuanya berjalan lancar. Ada dua gereja yang kami tinjau dan persiapannya cukup matang. Mudah-mudahan pelaksanaan ibadah Natal dapat berjalan khidmat dan lancar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Bandung menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama Forkopimda berkomitmen penuh untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Natal 2025 berlangsung” Ujarnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauziah menuturkan semoga perayaaan Natal yang tengah dilakukan umat Ktistriani diberikan kelancaran.

” Selamat Hari Natal 2025, bagi yang merayakannya, Damai senantiasa melindungi kita semua, dan semoga Kabupaten Bandung Damai terkendali tidak terjadi hal hal yang kita harapkan, ” Tandasnya.

Kami juga akan selalu mengingatkan kepada seluruh warga masyarakat kabupaten Bandung, termasuk Umat Kristiani agar senantiasa selalu wasapada dengan Kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Bila terjadi bencana dimanapun, segera mencari tempat yang lebih amat agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, Pungkasnya.***

 

 

Yans.

Mendagri Minta Pemda Gaspol Realisasikan APBD untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta – YUTELNEWS com|| Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) mengejar target realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjelang akhir tahun anggaran. Ia menegaskan bahwa realisasi belanja pemerintah merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Target pendapatan tentunya diharapkan bisa 100 persen atau mendekati itu, kalau ada misalnya [pendapatannya] lebih, itu pasti prestasi. Dan kemudian belanja juga diharapkan bisa didorong tinggi,” ujar Mendagri pada Rapat Evaluasi Realisasi APBD Tahun 2025 bersama seluruh kepala daerah yang berlangsung secara virtual dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Mendagri mengungkapkan, belanja pemerintah yang tinggi akan membuat peredaran uang di masyarakat meningkat, sehingga daya beli dan konsumsi rumah tangga pun menguat. Konsumsi rumah tangga ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, belanja pemerintah juga menjadi stimulus bagi sektor swasta agar dapat terus bergerak.

Ia mengatakan, sektor swasta penting diperhatikan karena merupakan salah satu pendukung pertumbuhan ekonomi selain belanja pemerintah. Hal ini termasuk peran sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Daerah yang swastanya hidup itu pasti pertumbuhan ekonominya akan tinggi, dan kemudian PAD-nya (Pendapatan Asli Daerah) juga akan bisa bertambah,” ujarnya.

Berdasarkan data per 30 November 2025, Mendagri mengungkapkan total realisasi pendapatan provinsi, kabupaten, dan kota mencapai Rp1.200 triliun atau 88,35 persen. Sementara itu, total realisasi belanja provinsi, kabupaten, dan kota mencapai Rp1.082 triliun atau 75,43 persen.

Ia berharap angka tersebut terus meningkat mengingat capaian total realisasi pendapatan seluruh daerah per 31 Desember 2024 mencapai Rp1.367 triliun atau 97,29 persen. Begitu pula dengan capaian total realisasi belanja seluruh daerah pada periode yang sama sebanyak Rp1.365 triliun atau 91,72 persen. “Mudah-mudahan saja di akhir Desember nanti angkanya lebih baik lagi, lebih tinggi,” ujarnya.

Mendagri membeberkan daerah dengan realisasi APBD tertinggi hingga terendah. Ia mengapresiasi daerah yang realisasi APBD-nya terbilang memuaskan serta mengingatkan daerah yang realisasinya masih rendah agar melakukan upaya peningkatan.

Adapun 10 daerah di tingkat provinsi dengan realisasi pendapatan tertinggi yaitu Bali, Kalimantan Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Maluku Utara, Jawa Timur, Papua Selatan, Kalimantan Barat, Papua Barat Daya, dan Sumatera Barat. Di tingkat kabupaten, yakni Sumbawa Barat, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Tanah Bumbu, Banjar, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Bojonegoro, Batang, dan Tana Tidung. Sementara di tingkat kota, yaitu Banjarbaru, Banjarmasin, Denpasar, Solok, Pekalongan, Bukittinggi, Payakumbuh, Tangerang Selatan, Kediri, dan Tangerang.

Sementara itu, 10 daerah dengan realisasi pendapatan terendah di tingkat provinsi yakni Riau, Papua Pegunungan, Sulawesi Tengah, Bengkulu, Maluku, Kalimantan Utara, Papua Barat, Lampung, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Tengah. Di tingkat kabupaten, yaitu Halmahera Barat, Aceh Tenggara, Halmahera Utara, Manggarai Timur, Sorong Selatan, Yalimo, Kuantan Singingi, Sorong, Pulau Taliabu, dan Lingga. Adapun di tingkat kota, yakni Dumai, Lubuklinggau, Bandar Lampung, Lhokseumawe, Langsa, Sorong, Ternate, Kupang, Sabang, dan Tual.

Di sisi lain, 10 daerah dengan realisasi belanja tertinggi di tingkat provinsi yaitu Jawa Barat, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Barat, Jawa Tengah, Bali, Papua Pegunungan, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat. Di tingkat kabupaten, yakni Mamberamo Tengah, Jayawijaya, Probolinggo, Bengkayang, Melawi, Deiyai, Waropen, Tangerang, Buleleng, dan Gorontalo Utara. Sementara di tingkat kota, yaitu Sukabumi, Banjar, Serang, Sawahlunto, Cimahi, Yogyakarta, Banda Aceh, Jambi, Semarang, dan Pariaman.

Sedangkan untuk 10 daerah dengan realisasi belanja terendah di tingkat provinsi, yakni Papua Tengah, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Papua Selatan, Kalimantan Utara, DKI Jakarta, Papua Barat, dan Jambi. Untuk tingkat kabupaten terendah, yaitu Kutai Barat, Badung, Sorong Selatan, Pulau Taliabu, Dogiyai, Teluk Bintuni, Tana Tidung, Barito Utara, Mappi, dan Kepulauan Aru. Sementara di tingkat kota, yakni Subulussalam, Bandar Lampung, Gunungsitoli, Pagaralam, Pematangsiantar, Lubuklinggau, Tarakan, Bontang, Bengkulu, dan Lhokseumawe.

Puspen Kemendagri

 

 

Yans

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.