Kepala UPTD Dalduk PK Kecamatan Dayeuhkolot Wahidatun Nikmah : Hari Ibu Momentum Menguatkan Peran Perempuan dalam Keluarga dan Pembangunan Daerah

Kab.Bandung – YUTELNEWS com|| Kepala UPTD Dalduk PK Kecamatan Dayeuhkolot Hj Wahidatun Nikmah , menyampaikan ucapan ” Selamat Hari Ibu” yang diperingati setiap tanggal 22 Desember. Peringatan Hari Ibu tahun 2025 yang jatuh pada Senin (22/12/2025) dimaknai sebagai momentum refleksi sekaligus penghormatan atas peran strategis perempuan, khususnya para ibu, dalam membangun keluarga, masyarakat dan bangsa.

Menurut hj Wahidatun Nikmah, keberadaan seorang ibu memiliki makna yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia. Ibu tidak hanya berperan sebagai sumber kasih sayang, tetapi juga menjadi pendidik pertama dan utama yang menanamkan nilai-nilai moral, etika, tanggung jawab, serta semangat pengabdian kepada generasi penerus bangsa.

“Ibu bukan hanya sumber kasih sayang, tetapi juga sosok pendidik pertama yang menanamkan nilai, etika, dan semangat pengabdian sejak dini. Dari tangan seorang ibu lahir generasi yang menentukan masa depan bangsa,” ujar hj Wahidatun.

Sebagai perempuan sekaligus Kepala Uptd Dalduk Pk Kecamatan Dayeuhkolot hj Wahidatun Nikmah, menegaskan bahwa kekuatan dan ketangguhan seorang ibu memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang berkarakter, berdaya saing, serta berakhlak mulia. Ia meyakini bahwa kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang berawal dari pendidikan dalam keluarga.

Hj Wahidatun Nikmah juga menekankan bahwa peran ibu dan perempuan saat ini tidak lagi terbatas pada lingkup domestik. Seiring perkembangan zaman, perempuan semakin aktif berkontribusi di berbagai sektor, termasuk pendidikan, sosial, ekonomi, hingga pemerintahan dan pengambilan kebijakan publik.

“Peran ibu tidak berhenti di rumah. Perempuan juga berkontribusi nyata dalam pembangunan, dalam dunia kerja, sosial kemasyarakatan, bahkan dalam pengambilan keputusan strategis demi kemajuan daerah,” tuturnya.

Ia menilai, keterlibatan perempuan dalam pembangunan daerah merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan keadilan gender serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Hj Wahidatun pun mendorong agar perempuan kabupaten bandung, khususnya di Kecamatan dayeuhkolot , terus diberi ruang, kesempatan, dan dukungan yang setara untuk mengembangkan potensi diri.

Dalam momentum Hari Ibu ini, Hj Wahidatun Nikmah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih menghargai, mendukung, dan melindungi peran perempuan, baik di lingkungan keluarga maupun di ruang publik. Menurutnya, dukungan terhadap perempuan berarti turut memperkuat fondasi bangsa.

“Menghargai peran ibu dan perempuan berarti kita sedang memperkuat masa depan bangsa. Karena dari ibu yang kuat, lahir generasi yang tangguh dan berdaya saing,” katanya.

Menutup pernyataannya, Kepala Uptd Dalduk PK Kecamatan dayeuhkolot, hj Wahidatun Nikmah tersebut menyampaikan harapan agar peringatan Hari Ibu tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya peran perempuan dalam seluruh aspek kehidupan.

“Selamat Hari Ibu ” . Semoga perempuan Kabupaten Bandung senantiasa diberikan ruang, kesempatan, dan dukungan untuk terus berkarya, berdaya, dan mengabdi bagi bangsa serta daerah tercinta,” pungkasnya.

Yans.

Kadisdik Kabupaten Bandung Asep Kusumah, Buka Anugerah Literasi Leksam BEDAS 2025

Bandung – YUTELNEWS com|| Anugerah Literasi Leksam Bedas Tingkat SMP/MTs Kabupaten Bandung tahun 2025 digelar di Gedung Moch Toha Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Sabtu (20/12/2025).

Anugerah Literasi ini diselenggarakan oleh Leksam Bedas untuk memberikan berbagai penghargaan dan anugerah kepada insan literat Kabupaten Bandung.

Leksam Bedas ini adalah Literasi, Edukasi, Keluarga, Sekolah, Anak dan Masyarakat yang Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera, sesuai dengan visi Bupati Bandung Dadang Supriatna.

Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah kegiatan ya pada hari ini ada Anugerah literasi alexamedaz tahun 2025 tentu ini salah satu konsistensi dari kolaborasi multi pihak bagaimana budaya literasi kemampuan literasi ini menjadi salah satu pilar untuk menuju Indonesia emas 2045″ucapnya

Leksam sendiri sudah memasuki tahun keempat nanti ini salah satu potensi yang kita miliki ya Mitra strategis untuk untuk penguatan budaya literasi dan ini mencakup tidak hanya siswa tapi juga keluarga sekolah dan masyarakat yang mudah-mudahan kabupaten Bandung kalau kita lihat bagaimana dari hasil tantangan selama 10 bulan ada 10 tantangan yang diikuti oleh anak-anak kita begitu bisa lihat hari ini kualitas Raihan prestasi yang sangat membanggakan”terang kadis

Lanjut Asep,bahkan tadi kita ada satu yang saya sampaikan duta literasi budaya itu sudah di tingkat nasional ya ada neng Haura dari Cangkuang

Harapan saya ,tentu tadi disampaikan bahwa dunia pendidikan ini investasi yang sangat strategis dan Pak Bupati terus memberikan penegasan terkait dengan inklusivitas kita untuk bisa terus membuka ruang kerja sama kolaborasi berbagi peran dan tanggung jawab dengan semua stakeholder yang terkait jadi tidak hanya pihak pemerintah Daerah atau dinas pendidikan

Dan disitu ada peran orang tua juga serta ada peran media, ada peran para praktisi pemerhati yang tentu menjadi kekuatan kita untuk bisa terus membangun kabupaten Bandung yang lebih Bedas Lagi”pungkasnya ***

 

 

Yans.

Kang DS Tekankan Pembinaan Generasi Muda Berkarakter dan Peduli Sosial pada 906 Kader PMR se-Kabupaten Bandung

KAB. BANDUNG – YUTELNEWS com|| Kegiatan Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA) Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2025 digelar di Awana Resort Ciwidey, Kecamatan Rancabali, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 906 kader PMR dari jenjang Muda, Madya, dan PMR Wira tingkat SD, SMP, hingga SMA se-Kabupaten Bandung, sebagai ajang pembinaan karakter, kepemimpinan, dan penguatan jiwa kemanusiaan bagi generasi muda.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna menegaskan bahwa Palang Merah Remaja merupakan aset strategis dalam membentuk generasi muda yang peduli, berkarakter, dan berjiwa sosial tinggi.

“Cuaca dingin hari ini menjadi saksi bahwa PMR Kabupaten Bandung masih peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Dari PMR inilah nilai kepedulian sosial, kedisiplinan, kerja sama, dan semangat kerelawanan ditanamkan sejak dini,” ujar bupati yang akrab disapa Kang DS.

Ia menilai, nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini, di mana generasi muda dituntut tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan sosial.

Mengusung tema “Membangun Ekosistem Pembinaan PMI yang Terstruktur, Sistematis, dan Berkesinambungan di Lingkungan PMI Menuju Kabupaten Bandung yang Lebih Bedas”, JUMBARA ini disebut sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun pembinaan PMR yang berkelanjutan, terarah, dan terintegrasi dengan dunia pendidikan serta pembangunan daerah.

“Sejalan dengan visi Kabupaten Bandung yang Lebih Bedas, saya berharap PMR menjadi garda terdepan dalam membangun generasi muda yang berakhlak, empati, tangguh, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung juga menyerahkan secara simbolis 1 unit ambulans operasional kepada PMI Kabupaten Bandung. Bantuan ini merupakan bentuk sinergi dan dukungan Pemkab Bandung dalam penguatan layanan kemanusiaan, khususnya di bidang kesehatan, kebencanaan, dan penanganan situasi darurat.

“Saya berharap ambulans ini dapat digunakan secara profesional untuk meningkatkan pelayanan PMI kepada masyarakat Kabupaten Bandung,” tambah Kang DS.

Sementara itu, Wakil Ketua PMI Provinsi Jawa Barat, Kombes Pol. (Purn.) H. Ruhanda menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung terhadap PMI.

“Kami sangat bangga karena dukungan Pak Bupati terhadap PMI luar biasa. Ini menjadi contoh sinergi pemerintah daerah dengan organisasi kemanusiaan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan PMR sebagai kader palang merah masa depan. Menurutnya, PMR harus dibekali keterampilan kepalangmerahan sesuai jenjang pendidikan, serta nilai-nilai akhlak dan budi pekerti yang berkarakter, termasuk nilai-nilai kesundaan.

“Kegiatan JUMBARA ini menjadi sarana evaluasi pembinaan PMR sekaligus wadah silaturahmi untuk berbagi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah masing-masing,” jelasnya.

 

Yans.

Permohonan Revisi SK Penganggaran Magang SMKN 1 Bunguran Barat Karena Terjadi Maladministrasi Penginputan

YUTELNEWS.comNatuna.
SMKN 1 Bunguran Barat kembali menegaskan permohonan revisi terhadap Surat Keputusan (SK) penganggaran program magang siswa yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. SK tersebut dinilai tidak sesuai dengan pengajuan awal yang telah disepakati bersama pihak sekolah, orang tua, dan peserta didik—terutama bagi siswa yang berasal dari wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Pihak sekolah menjelaskan bahwa besaran anggaran yang seharusnya diterima oleh setiap siswa adalah Rp10.000.000, sesuai hasil musyawarah dan dokumen pengajuan resmi. Namun, dalam SK yang diterbitkan Disdik Kepri, jumlah tersebut berubah drastis menjadi hanya Rp1.000.000 per siswa akibat maladministrasi dalam proses penginputan oleh bagian terkait.

Pihak Sekolah Sudah Mengingatkan Sejak Awal

Kepala SMKN 1 Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Kasyifal Gammy Thaib, S.Kom, saat dikonfirmasi Yutelnews.com pada Minggu, 30 Desember 2025 pukul 22.45 WIB, menegaskan bahwa pihak sekolah telah berulang kali mengingatkan bagian penginputan di Disdik Kepri agar memastikan data anggaran masuk dengan benar sesuai rincian pengajuan.

“Sejak awal pengajuan, kami sudah beberapa kali mengingatkan pihak penginputan di Dinas Pendidikan Kepri agar memastikan data kami masuk dengan benar. Namun SK yang keluar justru tidak sesuai. Kami menerima SK tersebut sebagai keputusan administratif, tetapi kami memohon agar dilakukan penyesuaian kembali sesuai pengajuan resmi,” jelas Kepsek.

Beliau menambahkan bahwa sekolah tidak mempermasalahkan SK yang sudah terbit, namun sangat berharap adanya revisi dan penerbitan ulang sebelum memasuki anggaran tahun 2026, mengingat siswa SMKN 1 Bunguran Barat telah menjalani magang tiga bulan di Batam dengan biaya mandiri.

Orang Tua Siswa Terbebani Biaya Pribadi

Salah satu orang tua siswa yang meminta namanya dirahasiakan menyampaikan kekecewaannya.

“Kalau memang bantuan ini bukan program pemerintah, mungkin dari awal kami yang tidak mampu sudah memilih anak kami magang di kampung saja. Tapi ini program resmi vokasi dan wajib untuk kelulusan. Biaya tiga bulan kami tanggung sendiri, berat bagi kami di daerah 3T,” ujarnya.

Ia berharap tambahan anggaran dapat segera disesuaikan, karena keputusan tersebut sangat menentukan kelancaran pendidikan anak-anak mereka.

Desakan Orang Tua di Lapangan Agar Pemerintah Lebih Memperjuangkan Prioritas Pendidikan

Di lapangan, beberapa orang tua siswa yang ditemui awak media turut menyampaikan desakan agar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau lebih serius memperjuangkan program pendidikan yang sudah ditetapkan sebagai prioritas, terutama untuk daerah 3T.

Menurut mereka, program magang vokasi bukan hanya kegiatan biasa, tetapi bagian penting dari peningkatan kualitas SDM daerah. Karena itu, mereka berharap tidak ada lagi kesalahan administratif yang dapat merugikan siswa dan keluarga.

“Kami berharap pemerintah Kepri betul-betul memperjuangkan program ini. Kalau sudah menjadi prioritas pendidikan, mestinya tidak ada lagi kekeliruan yang membuat anak-anak kami terhambat. Kami hanya meminta hak yang sudah diajukan sekolah sesuai prosedur,” ungkap salah satu wali murid.

Sejumlah orang tua juga menegaskan bahwa kelancaran program vokasi sangat bergantung pada ketepatan administrasi serta komitmen pemerintah dalam memastikan anggaran tersalurkan sesuai kebutuhan riil.

Permintaan Percepatan Revisi dan Pencairan

Pihak sekolah dan orang tua siswa berharap:

Revisi SK selesai paling lambat pertengahan Desember,

Tambahan anggaran sesuai pengajuan awal dapat dicairkan sebelum tahun anggaran 2026,

Kesalahan administratif seperti ini tidak terulang kembali, khususnya bagi sekolah-sekolah di wilayah 3T.

Mereka juga meminta dukungan dari anggota DPRD Natuna–Anambas untuk mengawal proses revisi SK tersebut, mengingat dampaknya langsung menyentuh kelancaran pendidikan generasi muda di wilayah terluar Indonesia.

Redaksi : Darmansyah – Kabiro Natuna, Yutelnews.com

309 Kepala Sekolah Resmi Dilantik, Bupati Dadang Supriatna: Jam 06.30 Sudah Harus Ada di Sekolah, Tekankan Disiplin Keteladanan!

Bandung – YUTELNEWS com|| Bupati Bandung, Dr HM Dadang Supriatna, melantik 309 kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Bandung. Pelantikan digelar di Gedung Moch. Toha, Komplek Pemda Soreang, pada Jumat (28/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Bupati Dadang yang akrab disapa Kang DS mengatakan pelantikan ini dilakukan lebih cepat karena banyak sekolah yang mengalami kekosongan kepala sekolah. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu proses belajar mengajar.

“Kami mempercepat pelantikan karena banyak sekolah yang mengalami kekosongan kepala sekolah. Jangan sampai kegiatan pembelajaran terganggu,” kata Kang DS.

Ia menjelaskan, Pemkab Bandung sebelumnya mengusulkan hampir 500 calon kepala sekolah kepada Kementerian PAN-RB, BKN, dan Kemendagri. Namun baru 309 orang yang telah memperoleh persetujuan dan dapat dilantik. Sisanya masih menunggu penyelesaian administrasi di tingkat kementerian.

Dalam arahannya, Kang DS menegaskan pentingnya keteladanan dan kedisiplinan bagi para kepala sekolah. Ia meminta kepala sekolah dan guru hadir di sekolah mulai pukul 06.30 WIB.

“Saya ingin kepala sekolah memberi contoh. Jam setengah tujuh sudah ada di sekolah. Guru juga begitu. Biasakan ada salam dan interaksi, supaya terbangun kekompakan,” ujarnya.

Menurut Kang DS, kedisiplinan tersebut penting agar siswa memiliki figur yang bisa ditiru dalam aktivitas belajar maupun perilaku sehari-hari.

Ia juga meminta kepala sekolah aktif menyukseskan berbagai program pendidikan, termasuk program BKN. Kepala sekolah diminta terus berkomunikasi dengan pengawas sekolah, SPBG, dan pihak terkait lainnya.

“Jangan sampai ada siswa yang tertinggal program. Informasi harus sampai,” tegasnya.

Kang DS menambahkan, sekolah harus mampu menjalankan seluruh program dari pemerintah pusat maupun daerah. Adapun calon kepala sekolah yang belum dilantik masih menunggu rekomendasi teknis dari BKN dan akan menyusul pada gelombang berikutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan langkah strategis untuk mengisi kekosongan jabatan yang cukup banyak.

“Alhamdulillah, Pak Bupati telah melantik 309 kepala sekolah. Ini kebijakan strategis karena memang banyak posisi yang kosong dan harus segera terisi,” ujar Asep.

Ia menjelaskan bahwa proses administrasi sudah dilakukan bersama Kemendikdasmen, MENPAN, hingga BKN. Namun beberapa jabatan masih menunggu persetujuan teknis sehingga belum dapat dilantik.

Asep mengatakan, kepala sekolah yang baru dilantik kini memikul dua tugas pokok: sebagai pemimpin pembelajaran dan sebagai manajer satuan pendidikan. Kedua peran itu harus dijalankan secara optimal.

“Perencanaan pendidikan harus matang. Kepala sekolah juga harus memahami aturan dana BOS, revitalisasi, dan lainnya. Kalau aturan dijalankan dengan baik, program akan berjalan lancar,” tuturnya.

Asep mengungkapkan, pelantikan ini juga bertujuan mengurangi sekolah yang sebelumnya dikelola satu kepala sekolah untuk dua lembaga. Meski begitu, masih ada beberapa posisi yang akan segera diisi setelah proses administrasi selesai.

Bupati Dadang menyimpulkan bahwa pelantikan ini merupakan langkah penting untuk memperkuat kepemimpinan sekolah dan meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Bandung.***

 

Yans.

Mahasiswa Binus Bandung, Lakukan Workshop, Dizital Business Innovation, Pengelolaan Musim Tanam di Era Modern.

Bandung – YUTELNEWS com|| Panenku, platform digital yang berfokus pada edukasi dan pencatatan budidaya pertanian, Tim Dizital business innovation, Mochamad Iqbal Mutaqin, mohamad Yunus, Muhamad Naufal Divadha, menggelar workshop bertajuk “Digital Farming: Cara Cerdas Mengatur Musim Tanam” berlangsung di Bandung. pada minggu 23/11/2025.

Kegiatan ini menghadirkan peserta dari kalangan mahasiswa.
Dalam workshop ini, Panenku memperkenalkan konsep Digital Farming, sebuah pendekatan yang memanfaatkan teknologi untuk membantu petani mengatur jadwal tanam, memprediksi musim, mencatat pertumbuhan tanaman,? serta melakukan perawatan secara lebih terukur.

Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi solusi dari berbagai tantangan pertanian saat ini, seperti musim yang sulit diprediksi, keputusan budidaya yang masih mengandalkan intuisi, dan minimnya akses informasi modern.

Para peserta workshop mendapatkan pemahaman mendalam dari tim ,mengenai empat fitur utama Panenku, yaitu:
1,Kalender Tanam dan Panen Digital
2.Pengingat Jadwal Perawatan
3.Artikel Edukasi Pertanian dan Perikanan
4.Konsultasi Tanaman & Ikan melalui WhatsApp

Ketua tim workshop ,Mochamad Iqbal Mutaqin, pun menyampaikan bahwa teknologi ini, bukan untuk menggantikan petani, namun justru untuk memperkuat kemampuan petani dalam mengambil keputusan yang lebih tepat dan efisien.

Dengan adanya digital farming, petani dan pemula kini bisa merencanakan penanaman sampai pemanenan dengan lebih pasti, Workshop ini merupakan langkah awal Panenku untuk memperkenalkan cara baru bertani yang modern, mudah dan tetap ramah bagi pemula,” ujar Mochamad Iqbal Mutaqin.

Melalui kegiatan workshop , Panenku ini berharap semakin banyak para generasi muda di Jawa Barat yang tertarik mengadopsi teknologi dalam dunia pertanian, sehingga produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian dapat terus lebih meningkat,” pungkasnya.

 

Yans.

Panggung UMKM Anak Muda Binus Bandung Hadir Meriahkan di Little Twinkle Market 2025.

Bandung – YUTELNEWS com|| Little Twinkle Market 2025 menghadirkan suasana meriah dengan rangkaian tenant kreatif yangdikurasi dari berbagai kategori, mulai dari fashion, kuliner, hingga handmade crafts.

Deretan tenantnya cukup lengkap dan representatif terhadap kreativitas anak muda Bandung, dimulai dari By Reina sebagai tenant fashion, diikuti oleh Eat Humb dengan menu burger khasnya, Maneflo yang membawa fresh bouquet flower, Bunny Tale dengan koleksi crochet lucu, The Men U yang menyajikan dessert manis, Pouchie yang menawarkan beragam pouch unik, ChunckleChow sebagai pilihan dessert tambahan,

Crearuff Studio dengan produk art & craft seperti keychain anime, Miuka Blooms yang membawa sentuhan florist modern, hingga Pineda Cavelinyang menghadirkan koleksi fashion dan women footwear. Kombinasi tenant-tenant ini membuat para pengunjung punya banyak pilihan untuk eksplor belanja, sekaligus menikmati karya kreator muda lokal.

Selain bazaar, Little Twinkle Market 2025 juga diperkaya dengan rangkaian workshop dan sharing session yang dirancang untuk membuka wawasan sekaligus memberi pengalaman langsung bagi para peserta. Workshop diisi oleh berbagai brand dan komunitas, termasuk dua Media yang berkolaborasi dengan Verrohaus yang membahas raw denim dan jeans, Limbous dengan materi kreatif khas mereka, serta Panenku yang membawa edukasi seputar brand-building dan sustainability.

Kehadiran workshop ini bikin acara nggak cuma jadi tempat belanja, tetapi juga ruang belajar yang relevan buat mahasiswa dan pelaku UMKM muda. Dukungan sponsor ini turut membantu menghidupkan acara, mulai dari bank BJB, Emina, Kisera,Aloysnack, hingga Maneflo. Berbagai aktivitas seperti mini games, promo, dan menjadi diskon spesial membuat suasana pasar kreatif ini makin engaging, terutama bagi mahasiswa Binus Bandung angkatan B26 yang menjadi mayoritas pengunjung.

Meski sempat diterpa hujan deras, acara tersebut tetap berjalan kondusif dengan antusiasme para pengunjung yang konsisten. Dengan kolaborasi tenant yang beragam, workshop yang insightful, dan partisipasi komunitas muda, Little Twinkle Market 2025 ini, berhasil menjadikan ruang berkumpul yang hangat bagi UMKM dan kreator lokal.

Event ini tidak hanya menampilkan produk, tapi juga menunjukkan semangat kolaborasi, kreativitas, dan energi positif dari generasi muda Bandung yang terus berkembang di dunia industri kreativ.” pungkasnya.

Yans.

H. Dadan Ramdani: SMP Islam Al-Munawwaroh Sapan Siap Lahirkan Generasi Cerdas dan Berdaya Saing

BANDUNG – YUTELNEWS com|| Yayasan Al-Munawwaroh Sapan yang beralamat di Kampung Sapan RT 005 RW 006, Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Islam Al-Munawwaroh serta Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Al-Munawwaroh untuk Tahun Ajaran 2026/2027.

Melalui program pendidikan terpadu, Yayasan Al-Munawwaroh menghadirkan konsep sekolah dan pesantren yang menekankan adab, ilmu, dan Al-Qur’an, dipadukan dengan kurikulum nasional dan program pembentukan karakter santri.

Adapun Program Unggulan SMP Islam Al-Munawwaroh Sapan antara lain : Boarding School berbasis adab dan Al-Qur’an, Program tahfidz dengan target 3 juz, Pembelajaran Kurikulum Merdeka, Public speaking (Conversation & Muhadatsah)

Sementara Program Unggulan Pondok Pesantren antara lain : Tahfidzul Qur’an, Kajian kitab kuning salafiyah, Pembelajaran Bahasa Arab & Inggris, Pembinaan akhlak dan kedisiplinan

Selain itu, para santri juga mengikuti berbagai kegiatan kepesantrenan seperti muhadatsah, muhadoroh, tadarrus, sorogan kitab, hingga kegiatan kebersihan dan pembiasaan ibadah.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Munawwaroh, H Dadan Ramdani S.Ag, M.Pd mengatakan Yayasan Al-Munawwaroh menyediakan ruang kelas yang nyaman, masjid, aula, asrama putra-putri, kantin, dapur umum, lapangan olahraga, serta layanan makan tiga kali sehari.

“Dengan biaya terjangkau dan kualitas pendidikan terjamin, Yayasan Al-Munawwaroh Sapan berkomitmen melahirkan generasi berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing,” ujar H Dadan Ramdani.

Pria jebolan Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya ini menambahkan Pondok Pesantren Al-Munawwaroh Sapan membuka kesempatan bagi para calon santri untuk bergabung dalam lingkungan pendidikan yang membentuk karakter disiplin, memadukan pengetahuan agama dan pengetahuan umum.

Selain itu, kata Dadan, para pengajar di Ponpes Al-Munawwaroh Sapan merupakan para almuni dari beberapa Ponpes yang terkenal di Jawa Barat seperti Pondok Pesantren Cipasung, bahkan lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Selain SMP Islam Al-Munawwaroh, untuk tahun 2026 Pondok Pesantren Al-Munawwaroh Sapan juga menerima pendaftaran untuk jenjang RA Al-Munawwaroh dan DTA Al-Munawwaroh.

Bagi para orang tua yang berminat untuk mendaftarkan anaknya masuk ke Ponpes Al-Munawwaroh Sapan bisa menghubungi langsung nomor kontak : 082117484555, 081223169396, 082117020036

Sekilas Ponpes Al-Munawwaroh Sapan

Pondok Pesantren Al Munawwaroh Sapan merupakan lembaga yang ada di bawah naungan Yayasan Al Munawwaroh Sapan yang didirikan oleh H Dadan Ramdani S.Ag., M.Pd pada tahun 2002.

Cikal bakal Ponpes Al Munawwaroh Sapan adalah pengajian anak-anak Kampung Sapan yang diasuh oleh (Alm) Abah H. Apud yang bertempat di Tajug (mushola).

Sepulangnya menimba ilmu di beberapa Pesantren, H Dadan Ramdani atas dorongan do’a dari kedua orang tua (Alm Abah H Apud dan Almh Ibu Hj E.Maryamah) mendirikan Yayasan Al-Munawwaroh Sapan dengan tujuan sebagai wadah untuk berkembangnya lembaga pendidikan baik formal maupun non formal

Ponpes ini merupakan Pesantren yang berhaluan alhusunnah wal jamaah yang selalu mengedepankan nilai nilai tasammuh (toleran), tawassuth (pertengahan) tawajun (seimbang) dan mu’adallah (adil)

“Di Pondok Pesantren Al-Munawwaroh Sapan, para santri diberikan materi pelajaran diantaranya kitab kuning, bahasa arab, bahasa inggris dan tahfidz serta extra kulikuler lainnya,” jelas H Dadan. (**)

 

Yans

Kang DS Himbau Tak Ada Pungutan Jadi Guru dan Kepala Sekolah, Laporkan Jika Ada

BANDUNG – YUTELNEWS com || Bupati Bandung,Dr HM Dadang Supriatna mengapresiasi pelaksanaan Seminar Nasional “How To Be a Great Teacher” yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung bekerja sama dengan KNPI Kabupaten Bandung di Gedung Budaya Soreang, pada Selasa (11/11/2025) pagi.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan guru dan kepala sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Bandung.

Dalam sambutannya, Bupati Bandung yang akrab disapa Kang DS menegaskan bahwa guru yang hebat adalah guru yang memiliki kemampuan lebih dari siswanya serta mencintai profesinya.

“Guru yang tidak mencintai profesinya akan mudah lelah dan stres karena setiap hari mengurus anak orang lain. Jangan sampai ada guru yang frustrasi,” tegas Kang DS.

Menurutnya, guru yang hebat bukan hanya soal lama masa kerja, tetapi soal profesionalitas dan dedikasi terhadap pendidikan.

“Lebih baik menjadi guru pemula atau madya tapi profesional. Guru harus menjadi figur dan teladan karena anak-anak akan meniru perilaku gurunya,” ujarnya.

Kang DS juga menyampaikan bahwa kebahagiaan sejati seorang guru adalah saat melihat anak didiknya sukses dan maju.

“Guru jangan berpikir materialistis karena sudah menerima gaji. Dan jangan berpikir materialistis saat menjadi kepala sekolah. Di masa kepemimpinan saya tidak ada pungutan sepeser pun untuk menjadi guru atau kepala sekolah. Jika ada, segera laporkan kepada saya,” tegasnya.

Ia menambahkan, guru dan kepala sekolah harus fokus pada tugas utama, yakni mengajar dan mengelola sekolah dengan baik.

“Biar Bupati yang memikirkan dan berupaya mencari anggaran untuk kesejahteraan guru dan kepala sekolah,” ujar Kang DS.

Selain itu, Kang DS menginstruksikan agar guru dan kepala sekolah datang lebih pagi dibanding siswa serta membiasakan siswa untuk bersalaman dan menyapa guru setiap pagi.

“Kebiasaan ini harus dilakukan setiap hari. Bila perlu, saya akan buat instruksi dan imbauan tertulis,” katanya.

Sementara itu, Ketua KNPI Kabupaten Bandung, Rifki Fauzi, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bandung, Kepala Dinas Pendidikan, serta Teacher Preneur Indonesia Syafei Effendi yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut demi peningkatan kapasitas guru muda, guru pemula, dan kepala sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah menambahkan bahwa seminar ini menjadi salah satu cara meningkatkan kualitas guru dan kepala sekolah agar memahami fungsi dan tugasnya dengan baik

Yans

Permasalahan Magang Siswa SMKN 1 Bunguran Barat Mulai Mendapat Titik Terang

NatunaYutelnews.com
Permasalahan mengenai kegiatan magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa SMKN 1 Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, akhirnya mulai menemukan titik terang.

Awak media Yutelnews mendapat informasi langsung dari Kepala Sekolah SMKN 1 Bunguran Barat, Kasyifal Ghammi Thaib, melalui sambungan telepon pada 10 Oktober 2025 pukul 13.30 WIB. Dalam keterangannya, Kasyifal menyampaikan bahwa beberapa hari lalu pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Disdik Kepri) telah mengonfirmasi dan meminta data siswa yang saat ini sedang mengikuti kegiatan magang di sejumlah perusahaan di Batam maupun luar Batam.

“Pihak Disdik Provinsi Kepri sudah meminta data siswa PKL. Walaupun anggaran untuk kegiatan magang ini belum dianggarkan, namun sudah ada sinyal positif dan respon baik dari Disdik. Kami berharap semoga dalam waktu dekat segera dianggarkan,” ungkap Kasyifal.

Lebih lanjut, Kasyifal juga memberikan pandangan dan pesan penting kepada seluruh siswanya agar tetap menjaga semangat selama menjalani kegiatan magang.
“Bagi seluruh siswa yang sedang melaksanakan magang, saya berpesan agar benar-benar bersungguh-sungguh dalam menjalani kegiatan ini. Jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang tidak penting. Tetap fokus, serius, dan manfaatkan kesempatan ini untuk belajar serta mengasah kemampuan kalian demi masa depan yang lebih baik,” tutur Kasyifal penuh motivasi.

Sementara itu, Kepala Sekolah Kasyifal menjelaskan bahwa pihak Disdik Provinsi Kepri melalui sambungan telepon telah memberikan sinyal positif terkait kegiatan magang siswa.
“Melalui sambungan telepon, pihak Disdik Kepri menyampaikan perhatian dan meminta data siswa yang sedang melaksanakan magang. Walau anggarannya belum dianggarkan, namun sudah ada sinyal baik yang menjadi titik terang bagi kami. Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Disdik Kepri atas respon dan perhatian ini,” ujar Kasyifal.

Usai mendapat keterangan dari Kepala Sekolah, awak media Yutelnews juga mengonfirmasi kepada beberapa orang tua/wali murid terkait kabar tersebut. Para orang tua menyambut informasi ini dengan rasa lega dan penuh harapan besar.

Salah satu wali murid menyampaikan, “Kami sangat berharap anggaran ini segera direalisasikan. Kondisi kami saat ini cukup sulit, apalagi anak-anak kami sudah lama magang di Batam. Kami khawatir mengenai biaya konsumsi dan kebutuhan mereka di sana,” ujarnya.

Orang tua lainnya juga menambahkan harapan kepada Pemerintah Provinsi Kepri agar segera merealisasikan anggaran magang tersebut. Mereka juga meminta anggota Dewan Provinsi yang mewakili daerah Natuna dan Anambas untuk turut meninjau dan memperjuangkan kepastian realisasi anggaran tersebut.

“Ini sudah menjadi sinyal yang baik dari Disdik Kepri, tinggal menunggu kepastian kapan anggarannya bisa direalisasikan. Kami para orang tua berharap anggota Dewan benar-benar memperjuangkan hal ini sesuai tugas pokok dan fungsinya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Disdik Provinsi Kepri yang telah memberikan perhatian dan sinyal positif ini sebagai titik terang bagi kami semua, baik pihak sekolah maupun para orang tua siswa,” tambah perwakilan wali murid dengan nada tegas dan penuh keyakinan.

Orang tua lainnya juga menuturkan dengan nada haru, “Kepada siapa lagi kami harus mengadu kalau bukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Kami hanya bisa berharap agar mereka benar-benar mendengar dan memperjuangkan nasib anak-anak kami yang sedang magang,” ujarnya dengan suara lirih namun sarat makna.

Masih dari keterangan orang tua lainnya, mereka menyampaikan alasan mengapa rela melepas anak-anak mereka magang jauh di kota besar.
“Kami melepas anak-anak kami karena kami ingin mereka mendapatkan ilmu yang lebih baik lagi. Selain itu, magang ini juga merupakan bagian dari kurikulum wajib sekolah yang harus dijalani siswa. Di satu sisi, kami ingin anak-anak kami memperoleh pengalaman baru, keterampilan, dan pengetahuan yang lebih luas demi masa depan mereka. Walaupun kami para orang tua memiliki banyak keterbatasan, namun kami ingin anak-anak kami bisa maju dan mampu bersaing seperti anak-anak di kota besar,” tutur salah satu wali murid dengan nada tulus menggambarkan besarnya pengorbanan mereka demi pendidikan anak-anaknya.

Beberapa siswa SMKN 1 Bunguran Barat tampak sedang melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di sejumlah perusahaan yang ada di Batam, di antaranya Mitsubishi Batam, Puji Film Tiban Batam, Daihatsu Batam, Sanifak Muka Kuning Batam, serta Lotte Mart Batam.
Selain itu, masih ada beberapa siswa lainnya yang juga melaksanakan magang di perusahaan lain di wilayah Batam dan sekitarnya.
Kegiatan magang ini berjalan aktif selama beberapa bulan terakhir dengan pendampingan langsung dari pihak sekolah serta pembimbing lapangan masing-masing perusahaan.

Pesan dari Orang Tua Wali Murid:
Beberapa orang tua wali murid juga menitipkan pesan kepada anak-anak mereka agar tetap semangat dan menjaga nama baik sekolah selama menjalani magang.
“Kami hanya berpesan kepada anak-anak kami agar jangan menyerah, tetap semangat menuntut ilmu, dan jaga perilaku di tempat magang. Jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran berharga untuk masa depan. Kami mungkin tidak bisa selalu mendampingi, tapi doa kami selalu menyertai mereka,” ungkap salah satu wali murid mewakili orang tua lainnya.

Redaksi: Darmansyah
Kabiro Natuna – Yutelnews.com

Anak Perbatasan dari SMKN 1 Bunguran Barat Natuna Kembali Berangkat Magang Luar Daerah, Dukungan Pemerintah Sangat Dinantikan

YUTELNEWS.com
Natuna – SMKN 1 Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna kembali memberangkatkan tiga siswa untuk mengikuti program magang luar daerah. Sebelumnya, beberapa siswa juga telah lebih dulu diberangkatkan pada bulan lalu. Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah mempersiapkan generasi muda agar siap menghadapi dunia kerja sekaligus membuktikan bahwa anak-anak dari daerah perbatasan juga mampu bersaing di tingkat nasional.

Salah satu siswa berinisial AD mengungkapkan semangatnya meskipun harus menempuh perjalanan jauh dari pelosok Natuna. Dalam wawancaranya bersama awak yutelnews.com, ia menuturkan:

“Demi menuntut ilmu, kami harus siap menghadapi tantangan apa pun. Kami ingin menambah wawasan agar bisa berdaya saing dengan anak-anak di kota besar. Kami berasal dari pelosok Natuna, tapi kami juga ingin membanggakan daerah kami, bahkan Indonesia,” ujarnya penuh semangat.

Kepala SMKN 1 Bunguran Barat, Kasyifal Ghammi Thaib, menegaskan bahwa kegiatan magang bukanlah sekadar program tambahan, melainkan kewajiban yang harus dijalani seluruh siswa SMK.

 “Magang ini adalah kewajiban bagi seluruh siswa SMK, termasuk di sekolah kami. Dengan mengikuti magang, mereka bisa merasakan langsung dunia kerja sesuai jurusan masing-masing. Kami ingin membuktikan bahwa dari wilayah terluar sekalipun, anak-anak Natuna mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional,” tegasnya.

Lebih jauh, pihak sekolah juga berharap adanya dukungan serius dari pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pendidikan, agar program PKL luar kota ini mendapat perhatian lebih. Bantuan personil PKL dinilai sangat penting untuk segera dikeluarkan, sehingga dapat meringankan beban orang tua siswa, terutama di daerah 3T seperti Natuna yang notabennya sangat minim keberadaan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Dengan adanya program magang ini, diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja nyata, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa percaya diri, membangun daya saing, serta membawa nama baik daerah hingga ke kancah nasional.

Red: Darmansyah
Kabiro Natuna Yutelnews.com

Setelah Bulan Lalu, Tiga Siswa SMKN 1 Bunguran Barat Kembali Diberangkatkan Magang

YUTELNEWS.com
Sedanau, 20 September 2025 – SMKN 1 Kecamatan Bunguran Barat kembali melepas tiga orang siswa untuk mengikuti program magang ke luar daerah, tepatnya di Kota Batam, Kepulauan Riau. Sebelumnya, pada bulan lalu, beberapa siswa juga telah lebih dulu diberangkatkan untuk kegiatan serupa.

Ketiga siswa yang berangkat kali ini yakni Flora (Jurusan OTKP), Adit (Jurusan DKV), dan Rasya (Jurusan APHPI). Keberangkatan mereka didampingi oleh guru pendidik, Pak Ifqal, di bawah arahan Kepala Sekolah Kasyifal Ghammi Thaib, S.Com.

Para siswa diberangkatkan melalui KM Bukit Raya dari Pelabuhan Selat Lampa, Kabupaten Natuna menuju Pelabuhan Kijang, Tanjungpinang, sebelum melanjutkan perjalanan ke Batam.

Program magang ke luar daerah ini menjadi langkah nyata SMKN 1 Bunguran Barat untuk membekali siswa-siswinya dengan pengalaman kerja yang lebih luas. Harapannya, para siswa tidak hanya siap bersaing di tingkat lokal, tetapi juga mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu siswa berinisial AD mengungkapkan semangatnya meskipun harus menempuh perjalanan jauh dari daerah perbatasan. Dalam wawancaranya bersama awak yutelnews.com, ia menyampaikan:

> “Demi menuntut ilmu, kami harus siap menghadapi tantangan apa pun. Kami ingin menambah wawasan agar bisa berdaya saing dengan anak-anak di kota besar. Kami berasal dari pelosok Natuna, tapi kami juga ingin membanggakan daerah kami, bahkan Indonesia,” ujarnya.

Kepala Sekolah, Kasyifal Ghammi Thaib, menegaskan bahwa magang bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan program wajib sekolah yang juga menjadi salah satu syarat penting kelulusan.

> “Magang ini adalah kewajiban bagi seluruh siswa SMK, termasuk di sekolah kami. Dengan mengikuti magang, mereka bisa merasakan langsung dunia kerja sesuai jurusan masing-masing. Kami ingin membuktikan bahwa dari wilayah terluar sekalipun, anak-anak Natuna mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional,” tegasnya.

Dengan semangat tersebut, SMKN 1 Bunguran Barat berharap program magang ini menjadi bekal berharga bagi para siswa untuk menggapai masa depan cerah, sekaligus membawa nama baik Natuna dan Indonesia di kancah yang lebih luas.

Red: Darmansyah Kabiro Natuna Yutelnews.com

Seorang Oknum Kepsek SD Loloanaa Fodoro Diduga Melakukan Pelecehan Seksual Dengan Istri Orang

YUELNEWS.Com | Nias Utara Oknum Kepala Sekolah Dasar ( SD) Negeri Loloana’a Fadoro Kecamatan Alasa Kabupaten Nias Utara An. M, Zebua S.Pd SD Alias Ama Hotman Zebua Melakukan perbuatan mesum atau melakukan pelecehan seksual dengan seorang warga yang punya suami . Akhirnya korban Membuat Laporan di Polres Nias. Nomor : LP/B/561/IX/2025/SPKT/Polres Nias Sumatera Utara. Kamis 4/9/2025.

Dunia pendidikan di Kabupaten Nias Utara tercoreng Karena Perbuatan Oknum- Oknum Pendidik yang perlakuan tidak patut di contoh dan ditiru

Di Duga Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri Loloana’a Fadoro. An. M. Zebua, S.Pd Sd Alias Ama Hotman Zebua dari Desa Hilinaa kecamatan Alasa Talumuzòi Kabupaten Nias Utara, yang bertugas di SD Loloana’a Fadoro, yang berdomisili di Desa Loloana’a di RT 08, Kecamatan Alasa Kabupaten Nias Utara, pada hari Kamis pagi sekitar jam 09.40 wib, oknum Kepala Sekolah berjalan kaki menuju kerumah warga an. A. hulu.
Oknum Kepala Sekolah Dasar (SD)Didatangi rumah keluarga an.O. Halawa alias ina. Jeka Hulu bersama anak bayi di rumah, tanpa ada suaminya di rumah. jam 09.40 Wib pagi. Kepsek tersebut berpura-pura
menayangkan di mana Bapak an A. hulu alias Ama zeka dengan alasan mendatangani Absen di sekolah, kata ina zeka tidak ada pak sudah pergi kerja jam 07.30 Wib pagi tadi.
Oknum Kepala Sekolah Dasar negeri Loloana’a Fadoro itu an. M. zebua. S. Pd. Langsung ke dalam rumah menariknya tangan korban ke dalam kamar. Kata ibu ina zela hulu ada apa ini pak apa maksud bapak menarik saya di dalam kamar. Kata oknum kepala Sekolah itu sama ibu ina zeka klo tidak kau ikutin niat saya ini. saya pecat suamimu dari kerjanya. Suaminya ini sebagai penjaga Sekolah Dasar Negeri LoLoana Fadoro itu.
Tiba- tiba ada salah satu orang yang sedang berjalan kaki menuju di depan rumah an. A. hulu alis a. Zeka. mendengar ada tangisan anak anak kecil yang berumur 9 bulan, langsung mendatangi rumah A/i.Zeka hulu, sampai di depan pintu depan, mendengar suara oknum Kepala Sekolah di dalam kamar. Berusaha memasukinya ke dalam rumah tersebut. Lalu berkata menggapai kau di dalam kamar orang lain M. Zebua bersama dengan istri orang, lalu oknum Kepala sekolah langsung meninju bibir si O. hulu saudara suami korban.

Akibat dari perbuatan oknum kepsek SD Loloanaa Fodoro, pihak korba langsung membuat laporan polisi di polres Nias.

Akibat dari perbuatan Oknum Kepsek SD Loloanaa Fodoro tersebut,yang telah Mencoreng Marwah Dunia Pendidikan Kabupaten Nias Utara Mohon kepada Bapak Bupati Nias Utara, Bapak Kepala Dinas Pendidikan Nias Utara, dan Inspektorat kabupaten Nias Utara, Menindak Tegas Oknum Tersebut, Sesuai dengan peraturan, kode etik dan perundang-undangan yang berlaku.

(Y,z)

Muhamad Akbar Terancam Gagal Mengikuti Ujian Akhir Sekolah Karna Namanya Masih Terdaftar Di SDN-8 Waelata

YUTELNEWS.com
Muhamad Akbar, seorang siswa yang kini menempuh bangku kelas VI di Kota Bombana, terancam gagal mengikuti proses kelulusan dan Ujian Akhir Sekolah (UAS) 02/09/2025. Ancaman tersebut muncul karena proses administrasi perpindahan akademik dari Sekolah Dasar Negeri 8 (SDN 8) Waelata, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, belum juga diselesaikan oleh pihak sekolah asal.

Hal ini diungkapkan oleh nenek Akbar, Ny. Hasni, saat ditemui di salah satu ruang di SDN 8 Waelata pada Senin (1/9/2025). Pada pertemuan itu, Wakil Kepala Sekolah juga hadir dan mendengar penjelasan keluarga.

Menurut Ny. Hasni, cucunya — Muhamad Akbar — telah resmi bersekolah di Kota Bombana sejak pindah pada tahun 2024 dan saat ini sudah duduk di kelas VI. Sebelum perpindahan, keluarga telah memberitahukan dan mengurus administrasi secara langsung kepada Kepala Sekolah SDN 8 Waelata, namun hingga kini surat pelepasan (mutasi) tidak kunjung dikirim atau dicatat di sekolah yang sekarang.

“Proses pelepasan Muhamad Akbar sebagai siswa SDN 8 Waelata belum bisa diproses, walau pihak keluarga sudah berulangkali menemui Kepala Sekolah,..Ia menambahkan bahwa keluarga sudah mendatangi sekolah berulang kali karena desakan dari pihak sekolah di Bombana agar proses administrasi segera dilengkapi.

Ny. Hasni menuturkan pula bahwa ketika perpindahan dibicarakan dengan kepala sekolah pada waktu itu, kepala sekolah menyetujui perpindahan tersebut. Namun hingga saat ini berkas pelepasan belum juga masuk ke sekolah tempat Akbar menempuh pendidikan sekarang, kendatipun proses perpindahan sudah berlangsung hampir satu tahun. Kondisi itu membuat pihak sekolah di Bombana terus mendesak agar administrasi diselesaikan.

“Memang Kepsek Gusam Fatzey pernah janji, bila urusan pencairan dana BOS sudah selesai, baru pelepasan perpindahan Muhamad Akbar diselesaikan; itu alasannya kepada kami saat itu,” ujar Ny. Hasni, menirukan janji kepala sekolah yang pernah disampaikan kepada keluarga.

Akibat belum selesainya administrasi pelepasan, terdapat kekhawatiran konkret bahwa Akbar tidak dapat mengikuti Ujian Akhir Sekolah di Bombana. Ketidakpastian status kependidikannya—masih terdaftar di SDN 8 Waelata sementara aktif belajar di sekolah lain—berpotensi menimbulkan masalah administratif yang berimbas pada haknya mengikuti UAS dan proses kelulusan.

“Kami berharap semoga Muhamad Akbar, cucuku, bisa mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) di Bombana,” kata Ny. Hasni, berharap proses birokrasi segera dituntaskan.

Sampai berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Kepala Sekolah SDN 8 Waelata, Gusam Fatzey, terkait alasan keterlambatan pelepasan serta terkait pernyataan tentang pencairan dana BOS belum membuahkan hasil. Pihak sekolah yang menjadi perantara administrasi juga belum memberikan keterangan resmi …

Keluarga berharap agar pihak berwenang terkait—baik dinas pendidikan maupun pihak sekolah—dapat segera menindaklanjuti masalah administrasi ini sehingga hak Muhamad Akbar sebagai peserta didik tidak dirugikan. Penyelesaian segera diperlukan agar proses UAS dan kelulusan berjalan lancar tanpa hambatan administratif.

Kabiro Buru (M. Masuku)

PKKMB Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Hadirnya Dua Kepala Daerah Walikota dan Bupati: Motivasi Untuk Mahasiswa

SULSEL, YUTELNEWS.COM —Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) mengadakan acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang melibatkan alumni berprestasi untuk memberikan motivasi.

Acara berlangsung pada 12 Agustus 2025 di Baruga Prof. Baharuddin Lopa dihadiri oleh 629 mahasiswa baru FH Unhas bersama Dekan FH Unhas, Prof. Hamzah Halim dan dosen.

Kajati Sulsel, Agus Salim yang merupakan alumni FH Unhas 1988 berbagi kisah karirnya dan memberikan pesan agar mahasiswa baru tetap rendah hati.

Agus Salim menjelaskan tugas kejaksaan dan menantang mahasiswa baru untuk bergabung di Korps Adhyaksa setelah lulus,” Jelas Agus Salim.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan motivasi untuk berkontribusi dalam kebijakan pemerintah,” Ucapnya.

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, berbicara tentang “Peran Perempuan Dalam Pembangunan Hukum, Politik, Dan Pemerintahan”.

Dengan hadirnya Dua Kepala daerah Walikota dan Bupati di Acara ini bertujuan memberi inspirasi, motivasi,  kepada mahasiswa baru untuk menjadi agen perubahan yang kompeten dan berintegritas di masa depan.

(Abu Al-Ghifari)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.