309 Kepala Sekolah Resmi Dilantik, Bupati Dadang Supriatna: Jam 06.30 Sudah Harus Ada di Sekolah, Tekankan Disiplin Keteladanan!

Bandung – YUTELNEWS com|| Bupati Bandung, Dr HM Dadang Supriatna, melantik 309 kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Bandung. Pelantikan digelar di Gedung Moch. Toha, Komplek Pemda Soreang, pada Jumat (28/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Bupati Dadang yang akrab disapa Kang DS mengatakan pelantikan ini dilakukan lebih cepat karena banyak sekolah yang mengalami kekosongan kepala sekolah. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu proses belajar mengajar.

“Kami mempercepat pelantikan karena banyak sekolah yang mengalami kekosongan kepala sekolah. Jangan sampai kegiatan pembelajaran terganggu,” kata Kang DS.

Ia menjelaskan, Pemkab Bandung sebelumnya mengusulkan hampir 500 calon kepala sekolah kepada Kementerian PAN-RB, BKN, dan Kemendagri. Namun baru 309 orang yang telah memperoleh persetujuan dan dapat dilantik. Sisanya masih menunggu penyelesaian administrasi di tingkat kementerian.

Dalam arahannya, Kang DS menegaskan pentingnya keteladanan dan kedisiplinan bagi para kepala sekolah. Ia meminta kepala sekolah dan guru hadir di sekolah mulai pukul 06.30 WIB.

“Saya ingin kepala sekolah memberi contoh. Jam setengah tujuh sudah ada di sekolah. Guru juga begitu. Biasakan ada salam dan interaksi, supaya terbangun kekompakan,” ujarnya.

Menurut Kang DS, kedisiplinan tersebut penting agar siswa memiliki figur yang bisa ditiru dalam aktivitas belajar maupun perilaku sehari-hari.

Ia juga meminta kepala sekolah aktif menyukseskan berbagai program pendidikan, termasuk program BKN. Kepala sekolah diminta terus berkomunikasi dengan pengawas sekolah, SPBG, dan pihak terkait lainnya.

“Jangan sampai ada siswa yang tertinggal program. Informasi harus sampai,” tegasnya.

Kang DS menambahkan, sekolah harus mampu menjalankan seluruh program dari pemerintah pusat maupun daerah. Adapun calon kepala sekolah yang belum dilantik masih menunggu rekomendasi teknis dari BKN dan akan menyusul pada gelombang berikutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan langkah strategis untuk mengisi kekosongan jabatan yang cukup banyak.

“Alhamdulillah, Pak Bupati telah melantik 309 kepala sekolah. Ini kebijakan strategis karena memang banyak posisi yang kosong dan harus segera terisi,” ujar Asep.

Ia menjelaskan bahwa proses administrasi sudah dilakukan bersama Kemendikdasmen, MENPAN, hingga BKN. Namun beberapa jabatan masih menunggu persetujuan teknis sehingga belum dapat dilantik.

Asep mengatakan, kepala sekolah yang baru dilantik kini memikul dua tugas pokok: sebagai pemimpin pembelajaran dan sebagai manajer satuan pendidikan. Kedua peran itu harus dijalankan secara optimal.

“Perencanaan pendidikan harus matang. Kepala sekolah juga harus memahami aturan dana BOS, revitalisasi, dan lainnya. Kalau aturan dijalankan dengan baik, program akan berjalan lancar,” tuturnya.

Asep mengungkapkan, pelantikan ini juga bertujuan mengurangi sekolah yang sebelumnya dikelola satu kepala sekolah untuk dua lembaga. Meski begitu, masih ada beberapa posisi yang akan segera diisi setelah proses administrasi selesai.

Bupati Dadang menyimpulkan bahwa pelantikan ini merupakan langkah penting untuk memperkuat kepemimpinan sekolah dan meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Bandung.***

 

Yans.

Mahasiswa Binus Bandung, Lakukan Workshop, Dizital Business Innovation, Pengelolaan Musim Tanam di Era Modern.

Bandung – YUTELNEWS com|| Panenku, platform digital yang berfokus pada edukasi dan pencatatan budidaya pertanian, Tim Dizital business innovation, Mochamad Iqbal Mutaqin, mohamad Yunus, Muhamad Naufal Divadha, menggelar workshop bertajuk “Digital Farming: Cara Cerdas Mengatur Musim Tanam” berlangsung di Bandung. pada minggu 23/11/2025.

Kegiatan ini menghadirkan peserta dari kalangan mahasiswa.
Dalam workshop ini, Panenku memperkenalkan konsep Digital Farming, sebuah pendekatan yang memanfaatkan teknologi untuk membantu petani mengatur jadwal tanam, memprediksi musim, mencatat pertumbuhan tanaman,? serta melakukan perawatan secara lebih terukur.

Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi solusi dari berbagai tantangan pertanian saat ini, seperti musim yang sulit diprediksi, keputusan budidaya yang masih mengandalkan intuisi, dan minimnya akses informasi modern.

Para peserta workshop mendapatkan pemahaman mendalam dari tim ,mengenai empat fitur utama Panenku, yaitu:
1,Kalender Tanam dan Panen Digital
2.Pengingat Jadwal Perawatan
3.Artikel Edukasi Pertanian dan Perikanan
4.Konsultasi Tanaman & Ikan melalui WhatsApp

Ketua tim workshop ,Mochamad Iqbal Mutaqin, pun menyampaikan bahwa teknologi ini, bukan untuk menggantikan petani, namun justru untuk memperkuat kemampuan petani dalam mengambil keputusan yang lebih tepat dan efisien.

Dengan adanya digital farming, petani dan pemula kini bisa merencanakan penanaman sampai pemanenan dengan lebih pasti, Workshop ini merupakan langkah awal Panenku untuk memperkenalkan cara baru bertani yang modern, mudah dan tetap ramah bagi pemula,” ujar Mochamad Iqbal Mutaqin.

Melalui kegiatan workshop , Panenku ini berharap semakin banyak para generasi muda di Jawa Barat yang tertarik mengadopsi teknologi dalam dunia pertanian, sehingga produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian dapat terus lebih meningkat,” pungkasnya.

 

Yans.

Panggung UMKM Anak Muda Binus Bandung Hadir Meriahkan di Little Twinkle Market 2025.

Bandung – YUTELNEWS com|| Little Twinkle Market 2025 menghadirkan suasana meriah dengan rangkaian tenant kreatif yangdikurasi dari berbagai kategori, mulai dari fashion, kuliner, hingga handmade crafts.

Deretan tenantnya cukup lengkap dan representatif terhadap kreativitas anak muda Bandung, dimulai dari By Reina sebagai tenant fashion, diikuti oleh Eat Humb dengan menu burger khasnya, Maneflo yang membawa fresh bouquet flower, Bunny Tale dengan koleksi crochet lucu, The Men U yang menyajikan dessert manis, Pouchie yang menawarkan beragam pouch unik, ChunckleChow sebagai pilihan dessert tambahan,

Crearuff Studio dengan produk art & craft seperti keychain anime, Miuka Blooms yang membawa sentuhan florist modern, hingga Pineda Cavelinyang menghadirkan koleksi fashion dan women footwear. Kombinasi tenant-tenant ini membuat para pengunjung punya banyak pilihan untuk eksplor belanja, sekaligus menikmati karya kreator muda lokal.

Selain bazaar, Little Twinkle Market 2025 juga diperkaya dengan rangkaian workshop dan sharing session yang dirancang untuk membuka wawasan sekaligus memberi pengalaman langsung bagi para peserta. Workshop diisi oleh berbagai brand dan komunitas, termasuk dua Media yang berkolaborasi dengan Verrohaus yang membahas raw denim dan jeans, Limbous dengan materi kreatif khas mereka, serta Panenku yang membawa edukasi seputar brand-building dan sustainability.

Kehadiran workshop ini bikin acara nggak cuma jadi tempat belanja, tetapi juga ruang belajar yang relevan buat mahasiswa dan pelaku UMKM muda. Dukungan sponsor ini turut membantu menghidupkan acara, mulai dari bank BJB, Emina, Kisera,Aloysnack, hingga Maneflo. Berbagai aktivitas seperti mini games, promo, dan menjadi diskon spesial membuat suasana pasar kreatif ini makin engaging, terutama bagi mahasiswa Binus Bandung angkatan B26 yang menjadi mayoritas pengunjung.

Meski sempat diterpa hujan deras, acara tersebut tetap berjalan kondusif dengan antusiasme para pengunjung yang konsisten. Dengan kolaborasi tenant yang beragam, workshop yang insightful, dan partisipasi komunitas muda, Little Twinkle Market 2025 ini, berhasil menjadikan ruang berkumpul yang hangat bagi UMKM dan kreator lokal.

Event ini tidak hanya menampilkan produk, tapi juga menunjukkan semangat kolaborasi, kreativitas, dan energi positif dari generasi muda Bandung yang terus berkembang di dunia industri kreativ.” pungkasnya.

Yans.

H. Dadan Ramdani: SMP Islam Al-Munawwaroh Sapan Siap Lahirkan Generasi Cerdas dan Berdaya Saing

BANDUNG – YUTELNEWS com|| Yayasan Al-Munawwaroh Sapan yang beralamat di Kampung Sapan RT 005 RW 006, Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Islam Al-Munawwaroh serta Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Al-Munawwaroh untuk Tahun Ajaran 2026/2027.

Melalui program pendidikan terpadu, Yayasan Al-Munawwaroh menghadirkan konsep sekolah dan pesantren yang menekankan adab, ilmu, dan Al-Qur’an, dipadukan dengan kurikulum nasional dan program pembentukan karakter santri.

Adapun Program Unggulan SMP Islam Al-Munawwaroh Sapan antara lain : Boarding School berbasis adab dan Al-Qur’an, Program tahfidz dengan target 3 juz, Pembelajaran Kurikulum Merdeka, Public speaking (Conversation & Muhadatsah)

Sementara Program Unggulan Pondok Pesantren antara lain : Tahfidzul Qur’an, Kajian kitab kuning salafiyah, Pembelajaran Bahasa Arab & Inggris, Pembinaan akhlak dan kedisiplinan

Selain itu, para santri juga mengikuti berbagai kegiatan kepesantrenan seperti muhadatsah, muhadoroh, tadarrus, sorogan kitab, hingga kegiatan kebersihan dan pembiasaan ibadah.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Munawwaroh, H Dadan Ramdani S.Ag, M.Pd mengatakan Yayasan Al-Munawwaroh menyediakan ruang kelas yang nyaman, masjid, aula, asrama putra-putri, kantin, dapur umum, lapangan olahraga, serta layanan makan tiga kali sehari.

“Dengan biaya terjangkau dan kualitas pendidikan terjamin, Yayasan Al-Munawwaroh Sapan berkomitmen melahirkan generasi berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing,” ujar H Dadan Ramdani.

Pria jebolan Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya ini menambahkan Pondok Pesantren Al-Munawwaroh Sapan membuka kesempatan bagi para calon santri untuk bergabung dalam lingkungan pendidikan yang membentuk karakter disiplin, memadukan pengetahuan agama dan pengetahuan umum.

Selain itu, kata Dadan, para pengajar di Ponpes Al-Munawwaroh Sapan merupakan para almuni dari beberapa Ponpes yang terkenal di Jawa Barat seperti Pondok Pesantren Cipasung, bahkan lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Selain SMP Islam Al-Munawwaroh, untuk tahun 2026 Pondok Pesantren Al-Munawwaroh Sapan juga menerima pendaftaran untuk jenjang RA Al-Munawwaroh dan DTA Al-Munawwaroh.

Bagi para orang tua yang berminat untuk mendaftarkan anaknya masuk ke Ponpes Al-Munawwaroh Sapan bisa menghubungi langsung nomor kontak : 082117484555, 081223169396, 082117020036

Sekilas Ponpes Al-Munawwaroh Sapan

Pondok Pesantren Al Munawwaroh Sapan merupakan lembaga yang ada di bawah naungan Yayasan Al Munawwaroh Sapan yang didirikan oleh H Dadan Ramdani S.Ag., M.Pd pada tahun 2002.

Cikal bakal Ponpes Al Munawwaroh Sapan adalah pengajian anak-anak Kampung Sapan yang diasuh oleh (Alm) Abah H. Apud yang bertempat di Tajug (mushola).

Sepulangnya menimba ilmu di beberapa Pesantren, H Dadan Ramdani atas dorongan do’a dari kedua orang tua (Alm Abah H Apud dan Almh Ibu Hj E.Maryamah) mendirikan Yayasan Al-Munawwaroh Sapan dengan tujuan sebagai wadah untuk berkembangnya lembaga pendidikan baik formal maupun non formal

Ponpes ini merupakan Pesantren yang berhaluan alhusunnah wal jamaah yang selalu mengedepankan nilai nilai tasammuh (toleran), tawassuth (pertengahan) tawajun (seimbang) dan mu’adallah (adil)

“Di Pondok Pesantren Al-Munawwaroh Sapan, para santri diberikan materi pelajaran diantaranya kitab kuning, bahasa arab, bahasa inggris dan tahfidz serta extra kulikuler lainnya,” jelas H Dadan. (**)

 

Yans

Kang DS Himbau Tak Ada Pungutan Jadi Guru dan Kepala Sekolah, Laporkan Jika Ada

BANDUNG – YUTELNEWS com || Bupati Bandung,Dr HM Dadang Supriatna mengapresiasi pelaksanaan Seminar Nasional “How To Be a Great Teacher” yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung bekerja sama dengan KNPI Kabupaten Bandung di Gedung Budaya Soreang, pada Selasa (11/11/2025) pagi.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan guru dan kepala sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Bandung.

Dalam sambutannya, Bupati Bandung yang akrab disapa Kang DS menegaskan bahwa guru yang hebat adalah guru yang memiliki kemampuan lebih dari siswanya serta mencintai profesinya.

“Guru yang tidak mencintai profesinya akan mudah lelah dan stres karena setiap hari mengurus anak orang lain. Jangan sampai ada guru yang frustrasi,” tegas Kang DS.

Menurutnya, guru yang hebat bukan hanya soal lama masa kerja, tetapi soal profesionalitas dan dedikasi terhadap pendidikan.

“Lebih baik menjadi guru pemula atau madya tapi profesional. Guru harus menjadi figur dan teladan karena anak-anak akan meniru perilaku gurunya,” ujarnya.

Kang DS juga menyampaikan bahwa kebahagiaan sejati seorang guru adalah saat melihat anak didiknya sukses dan maju.

“Guru jangan berpikir materialistis karena sudah menerima gaji. Dan jangan berpikir materialistis saat menjadi kepala sekolah. Di masa kepemimpinan saya tidak ada pungutan sepeser pun untuk menjadi guru atau kepala sekolah. Jika ada, segera laporkan kepada saya,” tegasnya.

Ia menambahkan, guru dan kepala sekolah harus fokus pada tugas utama, yakni mengajar dan mengelola sekolah dengan baik.

“Biar Bupati yang memikirkan dan berupaya mencari anggaran untuk kesejahteraan guru dan kepala sekolah,” ujar Kang DS.

Selain itu, Kang DS menginstruksikan agar guru dan kepala sekolah datang lebih pagi dibanding siswa serta membiasakan siswa untuk bersalaman dan menyapa guru setiap pagi.

“Kebiasaan ini harus dilakukan setiap hari. Bila perlu, saya akan buat instruksi dan imbauan tertulis,” katanya.

Sementara itu, Ketua KNPI Kabupaten Bandung, Rifki Fauzi, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bandung, Kepala Dinas Pendidikan, serta Teacher Preneur Indonesia Syafei Effendi yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut demi peningkatan kapasitas guru muda, guru pemula, dan kepala sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah menambahkan bahwa seminar ini menjadi salah satu cara meningkatkan kualitas guru dan kepala sekolah agar memahami fungsi dan tugasnya dengan baik

Yans

Permasalahan Magang Siswa SMKN 1 Bunguran Barat Mulai Mendapat Titik Terang

NatunaYutelnews.com
Permasalahan mengenai kegiatan magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa SMKN 1 Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, akhirnya mulai menemukan titik terang.

Awak media Yutelnews mendapat informasi langsung dari Kepala Sekolah SMKN 1 Bunguran Barat, Kasyifal Ghammi Thaib, melalui sambungan telepon pada 10 Oktober 2025 pukul 13.30 WIB. Dalam keterangannya, Kasyifal menyampaikan bahwa beberapa hari lalu pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Disdik Kepri) telah mengonfirmasi dan meminta data siswa yang saat ini sedang mengikuti kegiatan magang di sejumlah perusahaan di Batam maupun luar Batam.

“Pihak Disdik Provinsi Kepri sudah meminta data siswa PKL. Walaupun anggaran untuk kegiatan magang ini belum dianggarkan, namun sudah ada sinyal positif dan respon baik dari Disdik. Kami berharap semoga dalam waktu dekat segera dianggarkan,” ungkap Kasyifal.

Lebih lanjut, Kasyifal juga memberikan pandangan dan pesan penting kepada seluruh siswanya agar tetap menjaga semangat selama menjalani kegiatan magang.
“Bagi seluruh siswa yang sedang melaksanakan magang, saya berpesan agar benar-benar bersungguh-sungguh dalam menjalani kegiatan ini. Jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang tidak penting. Tetap fokus, serius, dan manfaatkan kesempatan ini untuk belajar serta mengasah kemampuan kalian demi masa depan yang lebih baik,” tutur Kasyifal penuh motivasi.

Sementara itu, Kepala Sekolah Kasyifal menjelaskan bahwa pihak Disdik Provinsi Kepri melalui sambungan telepon telah memberikan sinyal positif terkait kegiatan magang siswa.
“Melalui sambungan telepon, pihak Disdik Kepri menyampaikan perhatian dan meminta data siswa yang sedang melaksanakan magang. Walau anggarannya belum dianggarkan, namun sudah ada sinyal baik yang menjadi titik terang bagi kami. Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Disdik Kepri atas respon dan perhatian ini,” ujar Kasyifal.

Usai mendapat keterangan dari Kepala Sekolah, awak media Yutelnews juga mengonfirmasi kepada beberapa orang tua/wali murid terkait kabar tersebut. Para orang tua menyambut informasi ini dengan rasa lega dan penuh harapan besar.

Salah satu wali murid menyampaikan, “Kami sangat berharap anggaran ini segera direalisasikan. Kondisi kami saat ini cukup sulit, apalagi anak-anak kami sudah lama magang di Batam. Kami khawatir mengenai biaya konsumsi dan kebutuhan mereka di sana,” ujarnya.

Orang tua lainnya juga menambahkan harapan kepada Pemerintah Provinsi Kepri agar segera merealisasikan anggaran magang tersebut. Mereka juga meminta anggota Dewan Provinsi yang mewakili daerah Natuna dan Anambas untuk turut meninjau dan memperjuangkan kepastian realisasi anggaran tersebut.

“Ini sudah menjadi sinyal yang baik dari Disdik Kepri, tinggal menunggu kepastian kapan anggarannya bisa direalisasikan. Kami para orang tua berharap anggota Dewan benar-benar memperjuangkan hal ini sesuai tugas pokok dan fungsinya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Disdik Provinsi Kepri yang telah memberikan perhatian dan sinyal positif ini sebagai titik terang bagi kami semua, baik pihak sekolah maupun para orang tua siswa,” tambah perwakilan wali murid dengan nada tegas dan penuh keyakinan.

Orang tua lainnya juga menuturkan dengan nada haru, “Kepada siapa lagi kami harus mengadu kalau bukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Kami hanya bisa berharap agar mereka benar-benar mendengar dan memperjuangkan nasib anak-anak kami yang sedang magang,” ujarnya dengan suara lirih namun sarat makna.

Masih dari keterangan orang tua lainnya, mereka menyampaikan alasan mengapa rela melepas anak-anak mereka magang jauh di kota besar.
“Kami melepas anak-anak kami karena kami ingin mereka mendapatkan ilmu yang lebih baik lagi. Selain itu, magang ini juga merupakan bagian dari kurikulum wajib sekolah yang harus dijalani siswa. Di satu sisi, kami ingin anak-anak kami memperoleh pengalaman baru, keterampilan, dan pengetahuan yang lebih luas demi masa depan mereka. Walaupun kami para orang tua memiliki banyak keterbatasan, namun kami ingin anak-anak kami bisa maju dan mampu bersaing seperti anak-anak di kota besar,” tutur salah satu wali murid dengan nada tulus menggambarkan besarnya pengorbanan mereka demi pendidikan anak-anaknya.

Beberapa siswa SMKN 1 Bunguran Barat tampak sedang melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di sejumlah perusahaan yang ada di Batam, di antaranya Mitsubishi Batam, Puji Film Tiban Batam, Daihatsu Batam, Sanifak Muka Kuning Batam, serta Lotte Mart Batam.
Selain itu, masih ada beberapa siswa lainnya yang juga melaksanakan magang di perusahaan lain di wilayah Batam dan sekitarnya.
Kegiatan magang ini berjalan aktif selama beberapa bulan terakhir dengan pendampingan langsung dari pihak sekolah serta pembimbing lapangan masing-masing perusahaan.

Pesan dari Orang Tua Wali Murid:
Beberapa orang tua wali murid juga menitipkan pesan kepada anak-anak mereka agar tetap semangat dan menjaga nama baik sekolah selama menjalani magang.
“Kami hanya berpesan kepada anak-anak kami agar jangan menyerah, tetap semangat menuntut ilmu, dan jaga perilaku di tempat magang. Jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran berharga untuk masa depan. Kami mungkin tidak bisa selalu mendampingi, tapi doa kami selalu menyertai mereka,” ungkap salah satu wali murid mewakili orang tua lainnya.

Redaksi: Darmansyah
Kabiro Natuna – Yutelnews.com

Anak Perbatasan dari SMKN 1 Bunguran Barat Natuna Kembali Berangkat Magang Luar Daerah, Dukungan Pemerintah Sangat Dinantikan

YUTELNEWS.com
Natuna – SMKN 1 Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna kembali memberangkatkan tiga siswa untuk mengikuti program magang luar daerah. Sebelumnya, beberapa siswa juga telah lebih dulu diberangkatkan pada bulan lalu. Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah mempersiapkan generasi muda agar siap menghadapi dunia kerja sekaligus membuktikan bahwa anak-anak dari daerah perbatasan juga mampu bersaing di tingkat nasional.

Salah satu siswa berinisial AD mengungkapkan semangatnya meskipun harus menempuh perjalanan jauh dari pelosok Natuna. Dalam wawancaranya bersama awak yutelnews.com, ia menuturkan:

“Demi menuntut ilmu, kami harus siap menghadapi tantangan apa pun. Kami ingin menambah wawasan agar bisa berdaya saing dengan anak-anak di kota besar. Kami berasal dari pelosok Natuna, tapi kami juga ingin membanggakan daerah kami, bahkan Indonesia,” ujarnya penuh semangat.

Kepala SMKN 1 Bunguran Barat, Kasyifal Ghammi Thaib, menegaskan bahwa kegiatan magang bukanlah sekadar program tambahan, melainkan kewajiban yang harus dijalani seluruh siswa SMK.

 “Magang ini adalah kewajiban bagi seluruh siswa SMK, termasuk di sekolah kami. Dengan mengikuti magang, mereka bisa merasakan langsung dunia kerja sesuai jurusan masing-masing. Kami ingin membuktikan bahwa dari wilayah terluar sekalipun, anak-anak Natuna mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional,” tegasnya.

Lebih jauh, pihak sekolah juga berharap adanya dukungan serius dari pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pendidikan, agar program PKL luar kota ini mendapat perhatian lebih. Bantuan personil PKL dinilai sangat penting untuk segera dikeluarkan, sehingga dapat meringankan beban orang tua siswa, terutama di daerah 3T seperti Natuna yang notabennya sangat minim keberadaan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Dengan adanya program magang ini, diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja nyata, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa percaya diri, membangun daya saing, serta membawa nama baik daerah hingga ke kancah nasional.

Red: Darmansyah
Kabiro Natuna Yutelnews.com

Setelah Bulan Lalu, Tiga Siswa SMKN 1 Bunguran Barat Kembali Diberangkatkan Magang

YUTELNEWS.com
Sedanau, 20 September 2025 – SMKN 1 Kecamatan Bunguran Barat kembali melepas tiga orang siswa untuk mengikuti program magang ke luar daerah, tepatnya di Kota Batam, Kepulauan Riau. Sebelumnya, pada bulan lalu, beberapa siswa juga telah lebih dulu diberangkatkan untuk kegiatan serupa.

Ketiga siswa yang berangkat kali ini yakni Flora (Jurusan OTKP), Adit (Jurusan DKV), dan Rasya (Jurusan APHPI). Keberangkatan mereka didampingi oleh guru pendidik, Pak Ifqal, di bawah arahan Kepala Sekolah Kasyifal Ghammi Thaib, S.Com.

Para siswa diberangkatkan melalui KM Bukit Raya dari Pelabuhan Selat Lampa, Kabupaten Natuna menuju Pelabuhan Kijang, Tanjungpinang, sebelum melanjutkan perjalanan ke Batam.

Program magang ke luar daerah ini menjadi langkah nyata SMKN 1 Bunguran Barat untuk membekali siswa-siswinya dengan pengalaman kerja yang lebih luas. Harapannya, para siswa tidak hanya siap bersaing di tingkat lokal, tetapi juga mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu siswa berinisial AD mengungkapkan semangatnya meskipun harus menempuh perjalanan jauh dari daerah perbatasan. Dalam wawancaranya bersama awak yutelnews.com, ia menyampaikan:

> “Demi menuntut ilmu, kami harus siap menghadapi tantangan apa pun. Kami ingin menambah wawasan agar bisa berdaya saing dengan anak-anak di kota besar. Kami berasal dari pelosok Natuna, tapi kami juga ingin membanggakan daerah kami, bahkan Indonesia,” ujarnya.

Kepala Sekolah, Kasyifal Ghammi Thaib, menegaskan bahwa magang bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan program wajib sekolah yang juga menjadi salah satu syarat penting kelulusan.

> “Magang ini adalah kewajiban bagi seluruh siswa SMK, termasuk di sekolah kami. Dengan mengikuti magang, mereka bisa merasakan langsung dunia kerja sesuai jurusan masing-masing. Kami ingin membuktikan bahwa dari wilayah terluar sekalipun, anak-anak Natuna mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional,” tegasnya.

Dengan semangat tersebut, SMKN 1 Bunguran Barat berharap program magang ini menjadi bekal berharga bagi para siswa untuk menggapai masa depan cerah, sekaligus membawa nama baik Natuna dan Indonesia di kancah yang lebih luas.

Red: Darmansyah Kabiro Natuna Yutelnews.com

Seorang Oknum Kepsek SD Loloanaa Fodoro Diduga Melakukan Pelecehan Seksual Dengan Istri Orang

YUELNEWS.Com | Nias Utara Oknum Kepala Sekolah Dasar ( SD) Negeri Loloana’a Fadoro Kecamatan Alasa Kabupaten Nias Utara An. M, Zebua S.Pd SD Alias Ama Hotman Zebua Melakukan perbuatan mesum atau melakukan pelecehan seksual dengan seorang warga yang punya suami . Akhirnya korban Membuat Laporan di Polres Nias. Nomor : LP/B/561/IX/2025/SPKT/Polres Nias Sumatera Utara. Kamis 4/9/2025.

Dunia pendidikan di Kabupaten Nias Utara tercoreng Karena Perbuatan Oknum- Oknum Pendidik yang perlakuan tidak patut di contoh dan ditiru

Di Duga Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri Loloana’a Fadoro. An. M. Zebua, S.Pd Sd Alias Ama Hotman Zebua dari Desa Hilinaa kecamatan Alasa Talumuzòi Kabupaten Nias Utara, yang bertugas di SD Loloana’a Fadoro, yang berdomisili di Desa Loloana’a di RT 08, Kecamatan Alasa Kabupaten Nias Utara, pada hari Kamis pagi sekitar jam 09.40 wib, oknum Kepala Sekolah berjalan kaki menuju kerumah warga an. A. hulu.
Oknum Kepala Sekolah Dasar (SD)Didatangi rumah keluarga an.O. Halawa alias ina. Jeka Hulu bersama anak bayi di rumah, tanpa ada suaminya di rumah. jam 09.40 Wib pagi. Kepsek tersebut berpura-pura
menayangkan di mana Bapak an A. hulu alias Ama zeka dengan alasan mendatangani Absen di sekolah, kata ina zeka tidak ada pak sudah pergi kerja jam 07.30 Wib pagi tadi.
Oknum Kepala Sekolah Dasar negeri Loloana’a Fadoro itu an. M. zebua. S. Pd. Langsung ke dalam rumah menariknya tangan korban ke dalam kamar. Kata ibu ina zela hulu ada apa ini pak apa maksud bapak menarik saya di dalam kamar. Kata oknum kepala Sekolah itu sama ibu ina zeka klo tidak kau ikutin niat saya ini. saya pecat suamimu dari kerjanya. Suaminya ini sebagai penjaga Sekolah Dasar Negeri LoLoana Fadoro itu.
Tiba- tiba ada salah satu orang yang sedang berjalan kaki menuju di depan rumah an. A. hulu alis a. Zeka. mendengar ada tangisan anak anak kecil yang berumur 9 bulan, langsung mendatangi rumah A/i.Zeka hulu, sampai di depan pintu depan, mendengar suara oknum Kepala Sekolah di dalam kamar. Berusaha memasukinya ke dalam rumah tersebut. Lalu berkata menggapai kau di dalam kamar orang lain M. Zebua bersama dengan istri orang, lalu oknum Kepala sekolah langsung meninju bibir si O. hulu saudara suami korban.

Akibat dari perbuatan oknum kepsek SD Loloanaa Fodoro, pihak korba langsung membuat laporan polisi di polres Nias.

Akibat dari perbuatan Oknum Kepsek SD Loloanaa Fodoro tersebut,yang telah Mencoreng Marwah Dunia Pendidikan Kabupaten Nias Utara Mohon kepada Bapak Bupati Nias Utara, Bapak Kepala Dinas Pendidikan Nias Utara, dan Inspektorat kabupaten Nias Utara, Menindak Tegas Oknum Tersebut, Sesuai dengan peraturan, kode etik dan perundang-undangan yang berlaku.

(Y,z)

Muhamad Akbar Terancam Gagal Mengikuti Ujian Akhir Sekolah Karna Namanya Masih Terdaftar Di SDN-8 Waelata

YUTELNEWS.com
Muhamad Akbar, seorang siswa yang kini menempuh bangku kelas VI di Kota Bombana, terancam gagal mengikuti proses kelulusan dan Ujian Akhir Sekolah (UAS) 02/09/2025. Ancaman tersebut muncul karena proses administrasi perpindahan akademik dari Sekolah Dasar Negeri 8 (SDN 8) Waelata, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, belum juga diselesaikan oleh pihak sekolah asal.

Hal ini diungkapkan oleh nenek Akbar, Ny. Hasni, saat ditemui di salah satu ruang di SDN 8 Waelata pada Senin (1/9/2025). Pada pertemuan itu, Wakil Kepala Sekolah juga hadir dan mendengar penjelasan keluarga.

Menurut Ny. Hasni, cucunya — Muhamad Akbar — telah resmi bersekolah di Kota Bombana sejak pindah pada tahun 2024 dan saat ini sudah duduk di kelas VI. Sebelum perpindahan, keluarga telah memberitahukan dan mengurus administrasi secara langsung kepada Kepala Sekolah SDN 8 Waelata, namun hingga kini surat pelepasan (mutasi) tidak kunjung dikirim atau dicatat di sekolah yang sekarang.

“Proses pelepasan Muhamad Akbar sebagai siswa SDN 8 Waelata belum bisa diproses, walau pihak keluarga sudah berulangkali menemui Kepala Sekolah,..Ia menambahkan bahwa keluarga sudah mendatangi sekolah berulang kali karena desakan dari pihak sekolah di Bombana agar proses administrasi segera dilengkapi.

Ny. Hasni menuturkan pula bahwa ketika perpindahan dibicarakan dengan kepala sekolah pada waktu itu, kepala sekolah menyetujui perpindahan tersebut. Namun hingga saat ini berkas pelepasan belum juga masuk ke sekolah tempat Akbar menempuh pendidikan sekarang, kendatipun proses perpindahan sudah berlangsung hampir satu tahun. Kondisi itu membuat pihak sekolah di Bombana terus mendesak agar administrasi diselesaikan.

“Memang Kepsek Gusam Fatzey pernah janji, bila urusan pencairan dana BOS sudah selesai, baru pelepasan perpindahan Muhamad Akbar diselesaikan; itu alasannya kepada kami saat itu,” ujar Ny. Hasni, menirukan janji kepala sekolah yang pernah disampaikan kepada keluarga.

Akibat belum selesainya administrasi pelepasan, terdapat kekhawatiran konkret bahwa Akbar tidak dapat mengikuti Ujian Akhir Sekolah di Bombana. Ketidakpastian status kependidikannya—masih terdaftar di SDN 8 Waelata sementara aktif belajar di sekolah lain—berpotensi menimbulkan masalah administratif yang berimbas pada haknya mengikuti UAS dan proses kelulusan.

“Kami berharap semoga Muhamad Akbar, cucuku, bisa mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) di Bombana,” kata Ny. Hasni, berharap proses birokrasi segera dituntaskan.

Sampai berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Kepala Sekolah SDN 8 Waelata, Gusam Fatzey, terkait alasan keterlambatan pelepasan serta terkait pernyataan tentang pencairan dana BOS belum membuahkan hasil. Pihak sekolah yang menjadi perantara administrasi juga belum memberikan keterangan resmi …

Keluarga berharap agar pihak berwenang terkait—baik dinas pendidikan maupun pihak sekolah—dapat segera menindaklanjuti masalah administrasi ini sehingga hak Muhamad Akbar sebagai peserta didik tidak dirugikan. Penyelesaian segera diperlukan agar proses UAS dan kelulusan berjalan lancar tanpa hambatan administratif.

Kabiro Buru (M. Masuku)

PKKMB Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Hadirnya Dua Kepala Daerah Walikota dan Bupati: Motivasi Untuk Mahasiswa

SULSEL, YUTELNEWS.COM —Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) mengadakan acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang melibatkan alumni berprestasi untuk memberikan motivasi.

Acara berlangsung pada 12 Agustus 2025 di Baruga Prof. Baharuddin Lopa dihadiri oleh 629 mahasiswa baru FH Unhas bersama Dekan FH Unhas, Prof. Hamzah Halim dan dosen.

Kajati Sulsel, Agus Salim yang merupakan alumni FH Unhas 1988 berbagi kisah karirnya dan memberikan pesan agar mahasiswa baru tetap rendah hati.

Agus Salim menjelaskan tugas kejaksaan dan menantang mahasiswa baru untuk bergabung di Korps Adhyaksa setelah lulus,” Jelas Agus Salim.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan motivasi untuk berkontribusi dalam kebijakan pemerintah,” Ucapnya.

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, berbicara tentang “Peran Perempuan Dalam Pembangunan Hukum, Politik, Dan Pemerintahan”.

Dengan hadirnya Dua Kepala daerah Walikota dan Bupati di Acara ini bertujuan memberi inspirasi, motivasi,  kepada mahasiswa baru untuk menjadi agen perubahan yang kompeten dan berintegritas di masa depan.

(Abu Al-Ghifari)

Sangat Butuh Guru-guru SD Negeri No.076679 Baho Tentang Jaringan Internet dan Renovasi Gedung Sekolah.

Baho, Nias Utara, Yutelnews.com || Pertemuan awak media Yutel di ruang kerja Kepala sekolah Ibu Asania Harefa S.pd Sekolah Dasar Negeri No.076679 Desa Baho Kecamatan Lotu Kabupaten Nias Utara. Kamis /08/2025.

Ucap Kepala sekolah menyampaikan bahwa kami sangat butuh internet di sini apalagi pada daftar hadir Guru-guru Zaman digitalisasi juga Renovasi Gedung SD Negeri Baho ini dimana lantai banyak debu, Plafon sudah tidak layak pakai sudah beberapa kali saya ajukan Didapodik belum ada REALISI sampai Sekarang.

Lanjut awak media melihat anak-anak SD Negeri Baho berteriak kapan ada makanan Gratis ya Pak ? Sudah dibagikan di SD Lotu Kemarin dan SMP Negeri I Lotu ? “Saya jawab sabar ya nak belum tau kapan ada jadwal dari Penyedia Makanan Gratis di wilayah Nias Utara, saya merasa ada yang di duga kecemburuan sosial anak-anak tidak setentak pembagian makanan, harapan anak-anak secepatnya terealisasi dengan baik di lapangan.

Terus saya monitoring ke SMP 1 Lotu pada hari Dua pemberian makanan bergizi Gratis (MBG) dengan melalui Video dan foto ada sebagian tidak kebagian sayur dan jeruk di tempat Nasi yang sudah tersedia. Harapan anak-anak ada pemerataan, apalagi siswa siswi dan bergitu juga Guru-gurunya, pola pikirnya selalu di hati.

Sebelum di laksanakan kegiatan terlebih dahulu dibuat jadwal yang tepat dan jelas supaya Pers, LSM, Pengurus Organisasi mengenal bersama-sama kegiatan dimaksud.

(K.Gea)

Dorong Transformasi Digital Pendidikan di Riau, Sekolah Apresiasi Pengadaan IFP oleh Disdik

Pekanbaruyutelnews.com ||
Kebijakan Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan dalam menyediakan teknologi Interactive Flat Panel (IFP) guna mendukung transformasi digital di dunia pendidikan mendapat respons positif dan apresiasi. Dinilai sebagai langkah inovatif dan strategis untuk meningkatkan mutu dan efektivitas pembelajaran, khususnya di jenjang SMA.

Plt Kepala SMA Negeri 8 Pekanbaru Sulismayati, M.Si mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas bantuan IFP dari Disdik Riau. Meski baru menerima satu unit, kehadiran perangkat ini telah memberikan dampak signifikan dalam proses pembelajaran.

“Alhamdulillah, walaupun baru satu unit, manfaatnya sudah sangat terasa, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembinaan prestasi siswa. Kami berterimakasih kepada Disdik,” ungkap Sulismayati kepada media , Kamis (7/8/2025).

Sulismayati menjelaskan, IFP yang mirip dengan smart TV ini kaya akan fitur pendukung yang sangat relevan untuk mata pelajaran seperti matematika, fisika, kimia, biologi, astronomi, TIK, hingga geografi. Guru-guru di SMA Negeri 8 Pekanbaru kini lebih leluasa menyampaikan materi secara visual dan interaktif.

“Pembelajaran menjadi jauh lebih menarik sudah terintegrasi di dalam satu media perangkat ini. Siswa tidak lagi pasif, karena bisa langsung mengakses informasi dari internet, melihat video edukatif, hingga berdiskusi aktif di kelas,” ujarnya.

Kehadiran IFP juga menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Sulismayati mencontohkan saat siswa mempelajari unsur kimia seperti natrium, visualisasi langsung bisa ditampilkan lewat perangkat, memperkuat pemahaman siswa.

Terkait munculnya isu negatif tentang pengadaan dan penggunaan perangkat IFP yang tidak optimal, termasuk penempatannya tidak langsung di ruang kelas, Sulismayati menyanggahnya. Dikatakan, perangkat itu berfungsi dengan baik dan terkait penempatannya didasarkan pada pertimbangan keamanan dan pemerataan akses.

“Kami punya 36 kelas dan perangkat teknologi ini hanya 1 unit, jika ditempatkan di satu kelas saja tentu akan menimbulkan kecemburuan. Karena itu, kami tempatkan di perpustakaan agar bisa diakses bergantian,” jelasnya.

Ia menambahkan satu orang tenaga kependidikan telah ditunjuk khusus sebagai operator dan penjadwal penggunaan perangkat. Operator tersebut juga telah mendapatkan pelatihan dari pihak penyedia untuk kemudian melatih guru-guru lainnya hingga bisa mengoperasikan teknologi IFP itu secara optimal.

Karena sudah merasakan manfaat nyata dari pembelajaran digital di sekolah dengan dukungan perangkat IFP tersebut, disamping mengapresiasi kebijakan penggunaan teknologi itu, sang Kepsek juga berharap kedepannya pengadaannya ditingkatkan lagi oleh Disdik Riau.

“Dengan 1 unit IFP ini saja sudah dirasakan banyak manfaat dan kemudahan yang diperoleh dalam PBM di sekolah kami. Kalau unitnya lebih dari satu tentu akah lebih baik dan maksimal, makanya harapan kami kedepannya ada penambahan unit dari Disdik Riau,” ujar Sulismayati.

Kepala SMAN Plus Provinsi Riau Edi Sutono, MPd mengungkapkan hal senada. Sekolah yang dipimpinnya juga telah menerima bantuan 1 unit IFP dari Disdik Riau dan berfungsi dengan baik. Perangkat teknologi ini tidak hanya digunakan untuk proses pembelajaran, tapi juga media informasi bagi tetamu yang berkunjung.

“Makanya IFP ini kita tempatkan di ruang pertemuan sekolah agar multi fungsi dan beragam manfaatnya. IFP yang berkuran cukup besar ini juga kita jadikan media informasi sekolah bagi tetamu dari berbagai kalangan yang berkunjung,” kata Edi kepada media Jumat (8/8/2025).

Untuk mendukung proses pembelajaran digital secara intensif, lanjut sang Kepsek, pihak sekolah sudah melengkapi hampir seluruh kelas dengan smart tv atau televisi pintar, yang fungsinya mirip dengan IFP dengan ukuran lebih kecil.

“Dana pembelian tv pintar ini dari dana BOS kinerja (Boskin) yang diterima SMAN Plus, yang memang diusulkan untuk mendukung pembelajaran digital. Sejauh ini tidak ada kendala, perangkat smart tv maupun IFP dari Disdik berfungsi dengan baik,” terang Edi.

Kepsek menyebut Dengan adanya perangkat smart tv maupun IFP baik guru maupun siswa kami sangat senang dan bersemangat, karena proses belajar mengajar menjadi interaktif dan lebih menarik.

“Keberadaan teknologi yang memadai merupakan bagian dari ketersediaan sarana dan prasarana penting yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu dan efektivitas pembelajaran,” pungkas Edi Sutono.

Dorong Optimalisasi

Forum Kepala Sekolah Pekanbaru juga menyambut baik dan mendukung pengadaan IFP sebagai sarana penunjang pembelajaran digital dan aktivitas sekolah, khususnya di jenjang SMA karena keberadaannya dinilai bermanfaat. Kebijakan penggunaan IFP ini dinilai tepat dan patut diapresiasi.

“Ketersediaan teknologi IFP ini banyak membantu guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Walau tidak mutlak, tapi salah unsur pendukung yang dapat diandalkan untuk peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah,” ungkap Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Pekanbaru Benny Rio Denaldy, SSi. MSi kepada awak media, baru-baru ini.

Ia juga memastikan seluruh SMA di ibukota Riau ini sudah kebagian IFP alias penyaluran media teknologi canggih tersebut oleh Disdik Riau telah dilakukan secara merata. Perangkat IFP yang diterima juga diklaim dalam keadaan baik dan bisa difungsikan tanpa kendala.

“Pengadaan dan penggunaan IFP untuk SMA di Pekanbaru sudah merata, satu sekolah dapat satu. Karena baru satu unit per sekolah, kita tetap mendorong optimalisasi penggunaan IFP ini di seluruh sekolah mengingat ketersediaan teknologi ini membantu dan mendukung aktivitas pembelajaran dan pendidikan lainnya,” papar Benny yang juga Plt. Ketua PGRI Kota Pekanbaru ini.

Menurut dia, alat ini umumnya berfungsi baik dan familiar digunakan. Sudah banyak guru, terutama pengajar TIK dan IPA yang memakainya untuk mendukung pembelajaran dan pendidikan di sekolah.

“Sebelumnya memang sudah diadakan pelatihan terhadap guru dari masing-masing sekolah yang akan jadi operator teknologi ini. Ternyata memang selain mudah dioperasikan, juga teknologi ini efektif dan mendukung pembelajaran interaktif, sehingga guru dan siswa merasa lebih nyaman dan tertarik,” pria yang juga Kepala SMAN 13 Pekanbaru ini..

Karena mendukung aktivitas pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif, Benny menilai kebijakan Pemprov melalui Disdik Riau ini patut diapresiasi dan berharap pengadaan IFP terus ditingkatkan secara bertahap, sehingga nantinya dapat digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas diseluruh sekolah.

“Proses pembelajaran digital dengan dukungan teknologi IFP ini diyakini mampu meningkatkan aktivitas pembelajaran, yang pada gilirannya akan mendukung keberhasilan pendidikan di daerah ini. Dukungan teknologi ini memang tidak mutlak tapi hanya salah satu indikator, karena ada unsur lainnya, yakni guru, siswa, orang tua dan masyarakat yang juga berperan dan menentukan,” tutup Benny Rio Denaldy.

Perangkat Berfungsi, Sesuai Prosedur

Terpisah, Kabid Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Riau Faizal Ahmaddin menjelaskan pengadaan IFP direalisasikan tahun 2024 lalu untuk 37 SMA Negeri yang ada di Provinsi Riau dengan alokasi dana Rp 9. 612.600.000.

Menurut dia, proses pengadaan IFP tersebut sudah sesuai prosedur atau regulasi yang ada. PT Hematech Nusantata selaku pelaksana pengadaan juga sudah melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kontrak, dimana seluruh perangkat sudah didistribusikan kepada seluruh SMA dan semuanya berfungsi dengan baik.

“Untuk mengoperasikan penggunaan perangkat teknologi ini, operator yang ditunjuk masing-masing sekolah juga sudah dilakukan pelatihan oleh PT Hematech Nusantata. Selanjutnya operator mengajarkan dan melatih guru-guru hingga bisa mengoperasikan IFP untuk mendukung proses belajar mengajar secara digital,” terang Faizal kepada media Kamis (78/2025).

Adapun tujuan pengadaan IFP tersebut, lanjut dia, untuk mendukung proses pembelajaran digital yang sudah dicanangkan Pemprov Riau dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di jenjang SMA di Bumi Melayu.

Faizal menampik tudingan dari sejumlah kalangan yang menyebut banyak perangkat IFP yang telah didistribusikan ke sekolah tidak berfungsi dan digunakan secara optimal sehingga penempatannya di ruang labor atau perpustakaan, bukan di kelas.

“Itu tidak benar ya? Sebab, sebelum diserahkan ke sekolah sudah dilakukan pengecekan dan semuanya berfungsi baik. Soal penempatannya di ruang labor atau perpustakaan, mungkin agar bisa digunakan bergantian karena hanya 1 unit per sekolah. Kalau ditempatkan di satu kelas, dikhawatikan nanti muncul kecemburuan antara siswa. Apalagi, sekolah yang memiliki kelas yang banyak,” paparnya.

Faisal menyebut umumnya pihak sekolah merespons positif pengadaan perangkat IFP tersebut dan berharap dapat terus ditingkatkan guna mendukung proses belajar mengajar karena keberadaan teknologi tersebut sangat membantu dan dirasakan banyak manfaatnya. Dan sejauh ini, perangkat itu berfungsi normal dan tidak ada kendala.

“Harapan mereka kan setiap kelas itu dapat, sehingga pembelajaran digital lebih optimal. Kalau ada dananya nanti, kita bantu realisasikan. Namun, untuk saat ini pengadaannya baru bisa 1 unit untuk 37 SMA di Riau. Karena harganya lumayan mahal, IFP ukuran 86 inci per unit harganya Rp 254.800.000, belum termasuk pajak,” paparnya.

Faizal menyebut pihaknya juga berharap dan menginginkan para anak-anak didik di seluruh jenjang pendidikan bisa menikmati dan bisa menggunakan perangkat teknologi yang inovatif dan cerdas tersebut. Karena ini fungsinya sangat bagus untuk peningkatkan proses pembelajaran dan mutu pendidikan.

“Sekarang sudah era digital, era AI, Artificial Intelligence. Jadi kita di Riau harus menyesuaikan agar tidak ketinggalan dengan daerah-daerah lain, Makanya kita coba pengadaan IFP ini sesuai alokasi dana yang tersedia, dan alhamdulillah dapat digunakan dengan baik dan dirasakan manfaatnya,” pungkas Faizal Ahmaddin.

Untuk diketahui, sebagai teknologi display interaktif generasi terbaru, IFP tidak hanya menggabungkan fungsi layar sentuh canggih dan sistem presentasi nirkabel, tapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang kolaboratif dan dinamis. Kecanggihan ini jauh melampaui smart TV biasa.

Dengan dukungan multimedia dan akses internet, IFP menjadi alat bantu pembelajaran yang memungkinkan siswa lebih aktif, kreatif, dan kritis dalam menyerap materi.|| AS

Anggaran PKL Siswa SMKN Bunguran Barat Terancam Efisiensi, Masyarakat Minta DPRD Natuna dan Kepri Turun Tangan

Yutelnews.com
Bunguran Barat, 3 Agustus 2025 —
Kekhawatiran kembali mencuat di kalangan masyarakat, pendidik, dan orang tua siswa SMK Negeri di Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, menyusul adanya kebijakan efisiensi anggaran yang berpotensi memangkas dana untuk kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa SMK.

Sebagaimana diketahui, PKL adalah bagian penting dan wajib dalam kurikulum pendidikan kejuruan (SMK), yang bertujuan membekali siswa dengan pengalaman langsung di dunia kerja sebelum lulus. Sayangnya, dalam pelaksanaan kebijakan efisiensi anggaran di tingkat daerah, kegiatan ini turut terdampak, karena dianggap sebagai kegiatan operasional yang dapat ditekan.

 “PKL bukan kegiatan tambahan atau pelengkap. Ini syarat kelulusan bagi siswa SMK dan kunci untuk menciptakan lulusan yang siap kerja. Kalau sampai dipotong, bagaimana mereka bisa bersaing di dunia kerja nanti?” ujar salah satu orangtua wali murid SMKN Bunguran Barat yang berkiprah di bidang jurnalistik.

Klarifikasi: PKL Bukan Program Nasional yang Wajib Dipangkas

Perlu ditegaskan bahwa meskipun pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan efisiensi anggaran untuk belanja-belanja tidak prioritas seperti perjalanan dinas, rapat, dan seremonial, tidak ada instruksi dari pusat yang mewajibkan pemangkasan kegiatan PKL.

Namun, di lapangan, terjadi kekeliruan pemahaman di mana PKL ikut terkena efisiensi karena disamakan dengan kegiatan luar sekolah lainnya.

“Kami minta ini jangan gagal dipahami. PKL bukan bagian dari kegiatan yang bisa dihilangkan. Ini wajib bagi siswa SMK, dan tidak masuk dalam daftar program nasional yang harus dipotong,”tambah orang tua dari wali murid yang berkiprah di bidang jurnalistik.

Permohonan Kepada DPRD: Perjuangkan Masa Depan Generasi Muda

Sehubungan dengan kondisi ini, masyarakat Kecamatan Bunguran Barat secara tegas memohon kepada DPRD Kabupaten Natuna dan DPRD Provinsi Kepulauan Riau untuk:

Memberikan perhatian penuh terhadap keberlangsungan kegiatan PKL siswa SMK di daerah, Memastikan anggaran PKL tidak terkena pemotongan dalam APBD 2025, Mendorong pemerintah daerah agar menetapkan PKL sebagai program prioritas daerah di bidang pendidikan vokasi, Menyediakan dukungan pembiayaan yang layak untuk siswa, khususnya yang akan melaksanakan PKL ke luar wilayah.

> “Kami memohon kepada para anggota dewan yang terhormat untuk tidak tinggal diam. Tolong perjuangkan hak anak-anak kami untuk mendapat pendidikan praktik yang layak,” kata seorang orang tua siswa dari Desa Sedanau.

Efisiensi anggaran memang perlu, tetapi jangan sampai mengorbankan masa depan anak-anak kita.
PKL adalah jantung pendidikan SMK, dan menjadi jembatan penting menuju dunia kerja.
Oleh karena itu, masyarakat berharap DPRD Natuna dan DPRD Kepri bisa berdiri paling depan untuk memperjuangkan anggaran ini, demi keberlangsungan dan peningkatan mutu pendidikan vokasi di Hb daerah perbatasan.

Reporter: Darmansyah

SMAN 3 Batam Rayakan HUT ke-23 dengan Meriah: “Kita Bangga, Kita Berkarya”

YUTELNEWS.com | Suasana semarak dan penuh kebanggaan menyelimuti perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 SMAN 3 Batam yang digelar di Lapangan depan Aula Wan Seri Beni, Kamis (31/7/2025). Acara ini mengusung semangat kolaborasi antara siswa, guru, orang tua, dan alumni dalam membangun semangat berkarya dan berprestasi.

Kegiatan dimulai dengan tari persembahan khas Melayu oleh tim SMANTIDANCER yang menyambut para tamu undangan. Dua pembawa acara, Nadine dan Athaya, dengan penuh semangat memandu jalannya acara. Doa pembuka dibacakan oleh Bapak Zulkifli, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh dirigen muda, Lubna Khai.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Bapak Adwalyan Sadar, S.Pd., menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak.

SMAN 3 Batam Rayakan HUT ke-23 dengan Meriah: “Kita Bangga, Kita Berkarya”

“Perayaan ini bukan hanya bentuk syukur atas bertambahnya usia sekolah, tetapi juga momen refleksi terhadap pencapaian dan tantangan ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 3 Batam, Ibu Silvia Andriyani, menyampaikan rasa bangganya terhadap siswa dan seluruh elemen sekolah yang terus berproses menuju pendidikan berkualitas.

“Kami bangga, karena dari tahun ke tahun semangat berkarya anak-anak semakin tinggi. Di usia ke-23 ini, kami ingin menanamkan nilai kebersamaan, kerja keras, dan cinta terhadap sekolah. Kita bangga, kita berkarya,” ungkapnya penuh semangat.

Puncak perayaan ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun oleh kepala sekolah, disaksikan oleh para tamu dan siswa dari berbagai kelas yang juga membawa kue ulang tahun mereka ke tengah lapangan. Iringan musik dari band sekolah turut memeriahkan momen tersebut. MC acara juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para sponsor yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Turut hadir dalam perayaan tersebut, Ketua Komite Sekolah, Dr. H. Gustian Riau, BSc, S.E., M.Si., yang memberikan apresiasi terhadap sinergi antara sekolah dan para orang tua murid.

“Saya bersyukur atas kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan wali murid. Ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi bisa menghasilkan pendidikan yang bermutu,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Andi Agung, S.E., M.M., juga memberikan sambutan dalam kesempatan tersebut. Ia menyoroti perkembangan positif SMAN 3 Batam dari masa ke masa.

“SMAN 3 Batam adalah sekolah yang telah melahirkan banyak prestasi, bahkan hingga ke tingkat nasional. Ini adalah bukti bahwa sekolah ini dikelola dengan baik dan layak menjadi kebanggaan masyarakat,” katanya.

SMAN 3 Batam Rayakan HUT ke-23 dengan Meriah: “Kita Bangga, Kita Berkarya”

Setelah sambutan, panggung hiburan diisi oleh berbagai penampilan seni dari siswa-siswi SMAN 3 Batam. Di antaranya penampilan musik tradisional solo, vokal solo dari Zefanya dan Steven Ray, puisi oleh Aisyah, tari kreasi SMANTIDANCER, serta penampilan dua band kebanggaan sekolah: Arthicaes Everything dan Serpentine. Siswa Ilham juga turut tampil dengan vokal solonya. Tak ketinggalan, kelompok Ultras SMAN 3 Batam memberikan semangat lewat yel-yel penyemangat khas mereka.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan guru, kepala sekolah, tamu undangan, dan siswa, mengabadikan momen bersejarah perayaan HUT ke-23 sekolah.

SMAN 3 Batam Rayakan HUT ke-23 dengan Meriah: “Kita Bangga, Kita Berkarya”

SMAN 3 Batam terus menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi berprestasi, berkarakter, dan berbudaya. Perayaan ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kolaborasi di lingkungan sekolah. /Red

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.