Cantayan – Yutelnews.com, Pemerintah Desa Lembur sawah telah melaksanakan kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bulan Agustus s/d Desember melalui Dana Desa Tahun 2024. Dalam pelaksanaannya acara ini dihadiri oleh Kepala Desa, Ketua BPD, dan Ketua Pelaksana Program yang bertempat di Aula Desa Lembur sawah,Kecamatan Cantayan,Kabupaten Sukabumi dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 46 orang. Jum, at, (27-12-2024).
Adapun tujuan dari program ini yakni memberikan bantuan uang tunai dengan prioritas kepada keluarga miskin atau tidak mampu di desa Lembur sawah dengan harapan dapat mempercepat penghapusan kemiskinan dan dapat membantu masyarakat yang sudah jompo.
Hal ini disampaikan langsung oleh Endin Ruswandi S. Ip selaku Kepala Desa Lembur sawah, dalam sambutannya menyampaikan
“Hari ini desa Cintajaya mengadakan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD Tahun 2024.Untuk penerima manfaat BLT Tahun 2024 di desa Lembur sawah terdapat 46 KPM yang dikhususkan kepada orang-orang yang sudah jompo dan fakir miskin, Mudah-mudahan dengan adanya program BLT ini, masyarakat desa Lembur sawah khususnya orang-orang jompo yang miskin dapat terbantu dalam meringankan beban hidupnya,” ungkapnya,
Dengan demikian, harapan adanya program BLT-DD yang selalu dilaksanakan pada setiap tahunnya dapat benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat penerima untuk bisa membantu mencukupi kebutuhannya. Program ini sebagai bentuk perhatian pemerintah desa Lembur sawah
bagi masyarakat yang kurang mampu.
Reporter : Mirna
Rekomendasi Untuk Anda
You Tell News
Dalam Rangka 20 Tahun Mengenang Teragedi Tsunami Aceh, Pemko Langsa Gelar Dzikir dan Tausiah Akbar
YUTELNEWS.com | Kota Langsa – Pemerintah Kota (Pemko) Langsa menggelar Dzikir dan Tausiah Akbar yang dipimpin Tgk.H Fakhruddin Lahmuddin, S.Ag, M.Pd dalam rangka mengenang 20 Tahun Tragedi Tsunami Aceh di Masjid Agung Darul Falah Kota Langsa, Kamis (26/12/2024).
Tragedi yang terjadi 20 tahun yang lalu, tepat pada 26 Desember 2004, bumi Aceh diguncang gempa dahsyat dan tsunami yang meluluhlantakkan segalanya.
Bencana itu bukan hanya menjadi luka mendalam bagi rakyat Aceh, tetapi juga menjadi tragedi kemanusiaan yang mengguncang dunia. Ratusan ribu saudara kita kehilangan nyawa, harta benda, bahkan tanah kelahiran mereka.
Namun, di balik semua itu, kita menyaksikan bagaimana Allah memberikan ujian ini sebagai pengingat dan pelajaran yang besar.
Membuka Acara Pj Walikota Langsa Dr. Syaridin, S.Pd, M.Pd mengatakan tragedi tsunami telah menjadi momen bagi kita untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian, dan merajut kembali persaudaraan.
Dzikir dan tausiah yang kita laksanakan pada malam hari ini memiliki makna yang sangat mendalam. Kita berkumpul beserta untuk mengenang mereka yang telah mendahului kita, mendo’akan mereka agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah, sekaligus merenungkan hikmah di balik musibah yang Allah timpakan.
Dalam Al-Quran, Allah berfirman: “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6-7). Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa setiap ujian pasti disertai dengan hikmah dan pertolongan Allah, ungkap Syaridin.
Setelah tsunami, kita melihat bagaimana Aceh bangkit dengan semangat baru. Bantuan dari seluruh penjuru dunia datang, dan solidaritas di antara masyarakat Aceh semakin kokoh.

“Melalui momentum peringatan 20 tahun tsunami ini mari kita jadikan sebagai sarana muhasabah diri, perkuat rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan, termasuk nikmat keselamatan dan kehidupan yang masih kita rasakan hari ini”, lanjut Syaridin yang kehilangan Istri dan anaknya beserta harta bendanya pada tragedi 2 dekade silam.
Selain itu, mari kita terus menjaga persatuan, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Jangan sampai musibah yang terjadi 20 tahun lalu hanya menjadi kenangan tanpa meninggalkan bekas dalam perilaku dan sikap kita sehari-hari.
“Atas nama Pemerintah Kota Langsa, saya menyampaikan terima kasih kepada Tgk. H. Fakhruddin Lahmuddin, S.Ag, M.Pd, yang telah berkenan untuk hadir di Kota Langsa memberikan tausiah pada acara ini. Semoga tausiah yang disampaikan nanti dapat menjadi penyegar iman dan pengingat bagi kita semua”, Aamin Ya Rabbal alamin ucap Syaridin.
Dalam Tausiahnya Tgk. H Fakhruddin Lahmuddin mengajak para jamaah sejenak untuk merenungkan dan muhasabah diri serta bersyukur atas nikmat yang masih kita rasakan sampai dengan malam kepada Allah SWT.
Malam ini kita bersama mengenang kembali tragedi dahsyat yang menimpa Bumi Aceh dan menelan korban jiwa paling besar dalam sejarah bencana yang pernah terjadi di dunia pada zaman kita sekarang.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah menceritakan berbagai kisah bencana yang pernah terjadi pada sebelum masa kita yakni pada zaman nabi Nuh AS hingga semua umat yang kufur dibinasakan Allah SWT dengan tingginya air hingga gunung pun ikut serta tenggelam.
Sungguh harus menjadi pelajaran atas kisah-kisah tersebut kepada mereka yang berfikir, itu bukanlah kisah yang menjadi dongen belaka namun itu adalah nyata dan telah terulang dizaman kita sebagai bentuk peringatan untuk pembelajaran kepada kita semua.
Dari itu kita mesti menyadari sebagai hamba yang tidak berdaya, dari setiap kelupaan dan kealpaan kita maka musibah ini merupakan sebuah bentuk teguran dari Allah SWT, serta penting bagi kita untuk meyakini bahwa apapun yang terjadi di muka bumi ini adalah dengan seizin Allah SWT.
Turut hadir mengikuti acara tersebut Wakil Ketua DPRK Langsa, Unsur Forkopimda, Ketua MPD, MAA, MPU, Para Asisten, Pimpinan OPD, Camat, Pj Geuchik, ASN dalam lingkungan Pemko Langsa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Jamaah Takbir dan Tausiah masyarakat Kota Langsa.
(Kaperwil Aceh – Said Yan Rizal)
Hadiri Musrenbang, Wujud Peran Aktif Babinsa Di Wilayah Binaan di Desa Cihanjawar
Nagrak – Yutelnews.com
Tidak hanya dalam pemeliharaan situasi Kamtibmas, juga melaksanakan monitoring perkembangan pembangunan di wilayah binaan, keberadaan Babinsa diharapkan dapat memberikan kontribusi serta peranan penting bagi masyarakat di wilayah binaan di Desa Cihanjawar, kecamatan Nagrak,kab.Sukabumi,Jum, at ( 27/12/2024).
Sebagai bentuk implementasi dari Tupoksinya, kpk Darmiji selaku Babinsa
Desa Cihanjawar anggota Koramil 0607-10/ Kodim 0607/Kota Sukabumi ikut hadir dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan Tahun 2024 untuk Rencana Pembangunan Tahun 2025 yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Cihanjawar, , Kecamatan Cihanjawar.
Saat melaksanakan Musrenbang kpk Darmiji selaku Babinsa menyampaikan bahwa, “Peran TNI melalui satuan Komando Kewilayahan salah satunya adalah mendukung program percepatan pembangunan di Desa binaannya dalam membantu pemerintah daerah dalam bidang pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.
Ditambahkan kpk Darmiji, diharapkan dalam pelaksanaan program nantinya tidak terjadi penyalahgunaan anggaran karena anggaran tersebut tergolong besar, imbuhnya.
Reporter : Mirna
Bahaya Bank Emok : Ancaman bagi Kerukunan Rumah Tangga dan Kehidupan Sosial Masyarakat
YUTELNEWS.com | Kab.bandung barat, – Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena “bank emok” telah menyebar luas di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di pedesaan. Istilah ini merujuk pada praktik pemberian pinjaman uang secara informal yang dilakukan oleh lembaga atau individu tanpa izin resmi, biasanya ditawarkan kepada ibu-ibu rumah tangga dengan proses cepat dan mudah. Meski terlihat membantu, keberadaan bank emok menyimpan sejumlah bahaya yang dapat merugikan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.
APA ITU BANK EMOK ?
Bank emok mendapatkan namanya dari metode operasinya. Para pemberi pinjaman sering kali mengadakan pertemuan santai dengan calon peminjam, biasanya dengan duduk bersama secara informal (“emok” dalam bahasa Sunda berarti duduk). Mereka menawarkan pinjaman dengan syarat mudah, seperti hanya menggunakan KTP sebagai jaminan. Bunga yang dikenakan umumnya sangat tinggi, dan pembayarannya dilakukan secara mingguan.
BAHAYA dan DAMPAKNYA
Bunga Tinggi dan Jeratan Utang Salah satu bahaya utama bank emok adalah suku bunga yang sangat tinggi, bahkan bisa mencapai lebih dari 20% per bulan. Akibatnya, banyak peminjam yang terjebak dalam lingkaran utang yang sulit dilunasi, karena pembayaran bunga sering kali lebih besar daripada pinjaman pokok.
Tekanan Sosial Bank emok sering kali menggunakan metode penagihan yang memalukan atau bahkan intimidatif. Misalnya, jika seorang peminjam tidak dapat membayar tepat waktu, pemberi pinjaman dapat datang langsung ke rumah dan menagih dengan cara yang membuat peminjam merasa tertekan di depan tetangga atau keluarga.
Mengikis Solidaritas Masyarakat Praktik bank emok dapat merusak hubungan sosial di masyarakat. Konflik sering muncul ketika ada penjamin yang harus menanggung utang peminjam yang gagal membayar. Hal ini dapat menyebabkan perpecahan di lingkungan desa.
Tidak Diatur Secara Hukum Karena tidak memiliki izin resmi, bank emok tidak diawasi oleh otoritas keuangan seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini membuat peminjam tidak memiliki perlindungan hukum jika terjadi penyalahgunaan atau penipuan.
UPAYA MENGATASI BANK EMOK
Pendidikan Literasi Keuangan Pemerintah dan lembaga terkait perlu meningkatkan literasi keuangan di masyarakat, terutama di pedesaan. Edukasi tentang bahaya pinjaman informal dan pengelolaan keuangan yang baik dapat membantu masyarakat menghindari jebakan bank emok.
Peningkatan Akses Keuangan Formal Lembaga keuangan resmi seperti bank dan koperasi harus lebih proaktif menjangkau masyarakat pedesaan. Dengan menawarkan pinjaman dengan bunga rendah dan proses yang mudah, masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada bank emok.
Penegakan Hukum Pemerintah perlu menindak tegas praktik bank emok yang ilegal. Kampanye penertiban serta sosialisasi mengenai pentingnya menggunakan layanan keuangan yang terdaftar resmi dapat membantu mengurangi praktik ini.
PENUTUP:
Meski terlihat seperti solusi mudah untuk kebutuhan dana cepat, bank emok justru membawa lebih banyak kerugian daripada manfaat bagi masyarakat. Untuk melindungi ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat, diperlukan kerja sama antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam mengatasi dan mencegah penyebaran praktik ini. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan tanpa harus terjebak dalam jeratan utang yang merugikan.
Didin/TR
Ada Apa Dengan Polrestabes Medan, Tahanan Kok Bisa Mati Mendadak Tanpa Pemberitahuan…!!
Medan ll Yutelnews.com
Almarhum Budianto Sitepu ditemukan istri di bangsal jenazah RS Bhayangkara, pada Kamis (26/12/2024).
Jenazah Budianto baru diketahui setelah dua hari ditangkap oknum Polisi Polrestabes Medan.
Dumaria Simangunsong istri korban mengatakan, suaminya sama sekali tidak ada melakukan tindakan pidana, hingga harus berurusan dengan oknum Polrestabes Medan.
Tidak ada laporan sama sekali yang diterima bahwa suaminya melanggar hukum.
Dumaria mengaku, terakhir kali dia tahu bila suaminya berada di sel tahanan Polrestabes Medan, usai cekcok dengan oknum polisi Selasa (24/12), dan dibawa pada Rabu (25/12/2024) dini hari.
Budianto merupakan warga, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Dumaria mengatakan, penangkapan bermula saat suaminya minum-minum diiringi musik dengan kuat, berujung cekcok.
“Setahu saya, karena saya tak ikut, awalnya mereka buat acara minum minum pada tanggal 24 Desember malam. Karena mereka musik-musikan sampai malam, terganggulah masyarakat di situ,” kata Dumaria.
Saat itu, oknum polisi mendatangi Budianto yang saat itu bersama sejumlah rekannya. Dumaria mengatakan sempat terjadi perdebatan antara suaminya dan polisi
Ketiga orang yang diamankan antara lain Budianto, Dedy Pasaribu dan Girin. Hingga saat ini hanya Budianto yang diketahui keberadaannya.
“Sekitar 23.00 WIB malam lah kejadian itu. Cuman saya tahu jam 1 malam (Rabu 25/12/2024) suami saya sudah ditangkap. Sebenarnya gara-gara ributnya, dipengaruhi minuman keras. Jadi saya tahu suami saya ditangkap dari anggota dan kawan-kawannya,” katanya.
Kata Dumaria, seandainya suaminya melanggar hukum, seharusnya ada surat pemberitahuan ke pihak keluarga. Artinya penangkapan Budianto diduga tanpa surat tugas, legal secara hukum.
“Dari polisi enggak ada (diberitahu),” ungkapnya.
Kasus kemarin Budianto diduga sengaja ditutup-tutupi.
Dumaria beberapa kaki memelas dan memohon ke polisi untuk bertemu Dengan suaminya di tahanan, namun polisi tak memberikan izin.
Surat pun tak diberikan polisi kepada Dumaria tentang penangkapan sang suami. Sehari setelah penangkapan, Dumaria mendatangi Polrestabes Medan namun dia tak berhasil menemui sang suami.
Pada Kamis (26/12/2024) dia kembali ke Polrestabes Medan. Namun lagi lagi polisi tak memberikan izin.
“Sampai meninggal begini pun berita dari polisi tidak ada. Saya tahunya karena saya dapat sendiri. Semalam saya ke sana (Polrestabes Medan) mau melihat gak boleh. Makanan yang saya bawa aja yang dikasihkan. Saya minta tolong mau melihat aja dari jauh sebentar aja gak boleh,” kata Dumaria.
“Tadi pas saya datang, tadi saya dikasih tahu suami saya di rumah sakit katanya sakit. Jadi ini kami sendiri yang datang kemari. Kami minta tolong sama pihak RS Bhayangkara untuk pun tidak boleh,” kata Dumaria.
Firasatnya Dumaria sudah tak karuan. Dia lalu berkeliling di Rumah Sakit Bhayangkara untuk mengetahui keberadaan suami.
Namun dia Syok, saat melihat beberapa orang pegawai RS Bhayangkara sedang mendorong bangsal jenazah.
Dia melihat wajah jenazah itu adalah suami dari 5 anaknya.
“Tadi ketahuan las lewat, saya nampak suami saya digotong. Saya lihat wajahnya iya itu suami saya. Sdah meninggal. Saya lihat udah lebam-lebam, badan biru-biru, dadanya juga,” lanjutnya.
Dumaria mengatakan sebelum ditahan polisi sang suami dalam kondisi sehat.
Dia pun yakin suaminya dianiaya dan disiksa saat berada dalam waktu ditahan polisi.
“Saya gak tahu di mana suami saya dipukuli. tapi kondisi suami saya waktu dibawa ke Polres gak begitu (lebam dna luka), suami saya sehat. Setelah meninggal saya lihat semuanya lebam-lebam, biru,” ujarnya.
Dumaria tidak terima. Dia akan menuntut keadilan ke Polda Sumut.
“Saya minta seadil-adilnya. karena suami saya pas dibawa baik-baik aja. tapi kenapa pas meninggal suami saya dalam kondisi lebam-lebam biru biru?,” ujarnya histeris memeluk jasad suaminya.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan belum bersedia menjelaskan perihal dugaan penganiayaan tahanan di Polrestabes Medan yang berujung kematian.
Ditemui di Medan, Gidion mengatakan belum dapat memberikan keterangan apa pun mengenai peristiwa tersebut.
Pihaknya lanjut Gidion, masih mendalami peristiwa tersebut.
“Bentar, saya masih butuh waktu sebentar. saya nanti akan jelaskan supaya tidak putus-putus. biar sedikit komprehensif lah biar saya lihat dulu,” ujarnya kepada awak media yang bertugas.(****)
(Red rizal hsb)
Tinjau Sejumlah Gereja, Kapolresta Banyuwangi Pastikan keamanan Dan Kondusifitas Natal 2024
YUTELNEWS.com | Banyuwangi – Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., meninjau langsung pelaksanaan pengamanan ibadah Natal di sejumlah gereja wilayah Kabupaten Banyuwangi, Rabu (25/12/2024).
Peninjauan dilakukan bersama dengan Kabag Ops Polresta Banyuwangi Kompol Idham Kholid, S.H., M.H., dengan sasaran Sejumlah gereja yaitu Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Bethel Tabernakel (GBT), dan Gereja Pantekosta Indonesia.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, mengatakan pada hari Natal ini, kami melakukan Peninjauan Personel pengamanan kegiatan ibadah di gereja-gereja yang ada di wilayah Kabupaten Banyuwangi.
“Peninjauan ini dilakukan untuk memantau pengamanan kegiatan ibadah di gereja-gereja, serta tujuannya memastikan situasi aman dan kegiatan ibadah dapat berjalan lancar,” jelas Kapolresta.
Disampaikan bahwa gereja-gereja yang melaksanakan ibadah terpantau aman dan kondusif.
“Alhamdulillah kegiatan ibadah Natal di Banyuwangi berjalan aman kondusif dan personel pengamanan yang didukung dengan stage holder terkait,” jelasnya.
Kapolresta Banyuwangi menambahkan untuk pengamanan kegiatan ibadah Natal, Polri bersinergi dengan TNI dan dibantu unsur pengamanan lainnya, Termasuk melibatkan ormas keagamaan
“Kami berharap situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Banyuwangi tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2024 pengamanan Natal dan tahun baru,” pungkasnya.
Sementara itu salah satu jemaat gereja menyampaikan terimakasih atas kepada Bapak Kapolresta yang telah hadir langsung mengunjungi ke gereja.
“Serta dengan kehadiran personel kepolisian yang dibantu oleh petugas keamanan lainnya yang telah memberikan rasa keamanan , kenyamanan dan ketenangan kepada kami dalam menjalankan.” Tutupnya.
(Red)
Tinjau Langsung Lalu Lintas ASDP Ketapang Banyuwangi Lancar, Pamatwil Kor Lantas Polri Apresiasi Kinerja Pengamanan Dan Stage Holder Terkait
YUTELNEWS.com | BANYUWANGI – Brigjen Pol Dr. Singgamata, S.I.K., M.H., Ketua Team Pamatwil (Pengawalan dan pengendalian wilayah )Korlantas Polri bersama Rombongan , didampingi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., Kapolresta Banyuwangi, melakukan peninjauan di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi, Rabu (25/12/2024).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Lilin Semeru 2024 yang bertujuan untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas selama perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Dalam tinjau langsung tersebut, Brigjen Pol Dr. Singgamata, S.I.K., M.H., menekankan pentingnya infrastruktur penyebrangan ASDP.
Lanjutnya, “Kami melakukan evaluasi terhadap fasilitas pelabuhan dan kesiapan kapal penyeberangan untuk mengangkut penumpang dengan aman dan efisien,” pungkas Brigjen Pol. Singgamata.
Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., juga menyampaikan bahwa pentingnya pengaturan arus lalu lintas di sekitar pelabuhan.
“Kami berkoordinasi dengan petugas dilapangan untuk memastikan bahwa semua prosedur operasional berjalan lancar, termasuk Buffer Zone dan manajemen waktu tunggu bagi kendaraaan,” ujar Kapolresta Banyuwangi.
Selama peninjauan, team juga memberikan instruksi kepada petugas untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Penggunaan teknologi informasi, seperti aplikasi mobile dan display digital, diharapkan dapat memberikan informasi real-time mengenai status keberangkatan dan kedatangan kapal.
Brigjen Pol Dr. Singgamata, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa, “Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama dalam operasi ini, Maka pihak kepolisian akan bekerja sama dengan operator penyeberangan dan instansi terkait untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama periode liburan,” Tegasnya.
Dengan langkah-langkah proaktif ini, diharapkan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang, tanpa hambatan dalam perjalanan mereka melalui jalur penyebrangan ASDP.
(Red)
Ketua DPD Sumut Lembaga Pengawas Aset Negara KGS-AI dilaporkan 2 Desa di Kejaksaan Negeri Gunungsitoli
Gunungsitoli,Sumatera Utara -Yutelnews.com
Ketua Dewan Pimpinan Sumatera Utara Lembaga Badan Pengawas Aset Negara KGS-AI melaporkan Dua kepala Desa di Kejaksaan Negeri Gunungsitoli terkait Dugaan Korupsi/ penyalahgunaan Dana Desa dari tahun 2022 – 2024 dengan Desa yang berbeda.
Adapun Kades yang di laporkan di Kejaksaan negeri Gunungsitoli dan beberapa Tembusan surat yakni Ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Polda Sumatera Utara,Kementrian PDTT dan Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta yakni Desa BNS dan Desa BLI Kecamatan Botomuzoi Kabupaten Nias, Sumatera Utara.
Ketua DPD Sumut KGS-AI bersama Tim Lembaga Swadaya Lainnya dan bersama Media saat melakukan Konfirmasi dan investigasi di beberapa Desa terkait Pelaksanaan Dana Desa yang diduga adanya penyalahgunaan Keuangan Negara serta Penyalahgunaan Wewenang yang diduga memperkaya diri pemerintah secara bersama sama oleh Tim Pelaksana Kegiatan pengelolaan Dana Desa di maksud.
Berdasarkan UU No. 40 Tahun 2008 Peran Serta Masyarakat dalam Pengawasan Keuangan Negara dan UU No. 31 Tahun 1999 di ubah Peraturan No. 1 Tahun 2020 Tentang Pemerantasan Tindak Pidana Korupsi
Ketika awak media mengkorfirmasi kepada ketua DPD KGS- AI Pengawas Aset Negara
Agustinus Zebua mengatakan kepada awak media di Kantornya, bahwa
Sesuai Hasil Investigasi Kita dilapangan dari
Dua Desa yakni Desa BNS dan Desa BLI di
Kecamatan Botomuzoi tidak memberikan
hasil konfirmasi yang dapat di pertanggung
jawabkan sesuai juknis dan regulasi oleh kuasa pengguna anggaran Dana Desa dan SPJ yang telah dipertanggungjawabkan diduga Viktif dan Keabsahannya Sangat di
ragukan.
Tambah Agustinus, Contohnya didalam anggaran ketahanan pangan baik fisik maupun non fisik di duga kuat bahwa pelaksanaan tidak sepenuhnya dilaksanakan yang di duga ada terjadinya pembuatan SPJ hanya di atas meja guna kelancaran penerimaan dan pencairan dana berikutnya,sehingga klu di lihat secara fisik dilangan sangat di ragunakan dalam tahapan pelaksanaannya. Oleh karena kita sangat mengharapkan kepada kepala kejaksaan negeri gunungsitoli melalui tim penyidik untuk penanganan dan proses secara hukum dan keseriusan sebagai ATENSI terkait surat laporan kami di maksud, karna masih beberapa desa lagi yang akan kami laporkan minggu depan ini kapada bapak kepala kejaksaan negeri gunungsitoli, tutur Agustinus zebua. (Deni Zega)
Penolakan Habib Syech Diangkat di DPRD: Musyawarah Jadi Solusi
YUTELNEWS.com | BANYUWANGI – Perjuangan Wali Songo Indonesia (PWI) dan Laskar Sabilillah (LS) Banyuwangi menunjukkan langkah konkrit dalam upaya menjaga prinsip demokrasi di Banyuwangi. Hari ini, mereka menghadiri audiensi atau hearing dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi terkait penolakan dan ketidakhadiran Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dalam acara Refleksi Akhir Tahun dan Doa Sholawatan yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Hearing yang berlangsung hari ini dipandang sebagai langkah elegan yang mencerminkan nilai-nilai demokrasi. Baik PWI-LS maupun anggota DPRD menunjukkan komitmen untuk menjalankan Sila keempat Pancasila, yakni “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.”
Diharapkan dalam diskusi tersebut, semua pihak sepakat bahwa problematika yang muncul di masyarakat seharusnya diselesaikan melalui jalur musyawarah dan mufakat.
Ketua PWI Banyuwangi, HM Joni Subagyo, SH, MH, menyatakan bahwa langkah hearing ini merupakan upaya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa demokrasi tetap berjalan dengan baik di Banyuwangi. Setiap keputusan yang diambil harus mempertimbangkan kepentingan rakyat banyak, termasuk dalam hal kegiatan yang menggunakan anggaran negara,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris PWI Banyuwangi, Wahyudi, SE, menambahkan bahwa musyawarah adalah kunci dalam mencari solusi yang terbaik. “Kami bersyukur DPRD merespons dengan baik permintaan audiensi ini. Ini menunjukkan bahwa ruang demokrasi di Banyuwangi masih terbuka lebar. Semua pihak harus belajar saling mendengarkan dan menghargai perbedaan pendapat,” ujarnya.
Langkah PWI-LS mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat, termasuk dari anggota DPRD yang menyatakan bahwa hearing seperti ini adalah contoh nyata bagaimana demokrasi harus dijalankan di tingkat lokal.
Acara Refleksi Akhir Tahun yang rencananya menghadirkan Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf menuai polemik di masyarakat karena melibatkan pendanaan dari APBD. Banyak pihak merasa bahwa alokasi dana tersebut harus lebih transparan dan akuntabel, sehingga tidak menimbulkan perdebatan.
PWI-LS berharap langkah musyawarah ini dapat menjadi solusi untuk menjaga harmoni di Banyuwangi, sekaligus menjadi pelajaran penting tentang pentingnya komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.
(Tim Red)
Longsor di Simpenan, Ini Langkah Cepat Polisi Sukabumi
YUTELNEWS.com | Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (25/12/2024), menyebabkan longsor yang menutup akses Jalan Nasional di Kampung Campag, Desa Loji. Material longsor sepanjang 30 meter dengan lebar 8 meter dan ketebalan mencapai 4 meter membuat jalur Bagbagan menuju Kiara Dua tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kapolsek Simpenan, AKP Erman, SH, menyampaikan bahwa pihaknya bersama berbagai elemen telah bergerak cepat untuk menangani situasi ini. “Kami langsung mendatangi lokasi kejadian, menutup jalur untuk memastikan keselamatan warga, dan berkoordinasi dengan pihak PUPR guna membuka akses jalan dari timbunan longsoran tanah,” ujar AKP Erman, Rabu malam.
Penanganan bencana ini melibatkan Forkopimcam Kecamatan Simpenan, perangkat desa setempat, P2BK Simpenan, Tagana, relawan, serta warga masyarakat. Selain itu, perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Simpenan juga turut membantu proses penanganan.
AKP Erman menambahkan, “Kami terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses evakuasi material longsor agar akses jalan segera pulih. Situasi terkini akan terus kami laporkan secara berkala.”
Hingga saat ini, proses pembersihan material longsor masih berlangsung. Masyarakat diminta untuk bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keamanan bersama.
Reporter : Mirna
Baliho Ucapan Natal dan Tahun Baru Bergambar Ayep Zaki-Bobby Maulana dan sederet orang yang bukan kader PSI Tuai Sorotan
YUTELNEWS.com | Relawan Merah (Merawat Mawar Merekah) bersama sejumlah kader DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Sukabumi, memasang billboard ucapan hari Natal dan Tahun Baru, di Jalan Perintis Kemerdekaan, pada Rabu (25/12).
Pada billboard tersebut terpampang kartun atau animasi bergambar Ayep Zaki-Bobby Maulana yang memperoleh suara tertinggi dibandingkan dua kandidat lainnya. Pun animasi Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Selain itu, di bagian bawah berderet foto sejumlah kader PSI Kota Sukabumi mengenakan pakaian berwarna merah berlambang mawar mirip seragam PSI. Namun, tidak nampak foto Ketua DPD PSI Kota Sukabumi Fauzie Hikmatussalam Sutrisna S.kom. M.i.kom.
Ketua relawan merah sekaligus pengurus DPD PSI Kota Sukabumi, di Bidang Waka Sarana dan Prasarana Pancha Mada Priambodo Surbakti membenarkan, bilboard tersebut dipasangan oleh relawan merah dan kader PSI.
“Iya, itu dipasang oleh relawan merah dan kader PSI yang pro terhadap Ayep Zaki-Bobby Maulana serta ikut berjuang dalam memenangkan kontestasi Pilkada 2024,” ujar Pancha.
Pria yang akrab disapa Bro Pancha Muda ini menyatakan, billboard tersebut dipasang sebagai bentuk solidaritas terhadap antar umat beragama yang tengah merayakan hari natal. “Ini bentuk solidaritas dan toleransi kami terhadap lintas agama,” paparnya.
Adapun terpampang kartun Ayep Zaki-Bobby Maulana, dirinya menyatakan itu bukan berarti mengenakan pakaian dinas resmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, sehingga menjadi masalah.
“Menurut saya itu sah sah saja ya. Toh itu bentuk kartun atau animasi kok. Namanya anak muda jiwa kreatifnya selalu ada,” tukasnya.
Kami team jurnalist meminta klasifikasi terkait Baliho berukuran besar itu kepada Ketua DPD PSI Kota Sukabumi, Fauzie Hikmatussalam Sutrisna S.kom. M.ikom. Ia mengatakan untuk pemasangan baliho itu sah sah saja asal kader PSI salah satu bentuk toleransi beragama hanya saja yang memasang gambar atau billboard itu bukan oleh kader atau anggota PSI dpd Kota Sukabumi.
“Terkait gambar atau visual itu, pertama bukan kader atau anggota PSI Kota Sukabumi. Adapun seseorang yang berada pada visual billboard (Pancha, red), pernah menjadi calon anggota legislatif di PSI,” ucapnya kepada wartawan.
Ia menegaskan, Pancha bukan lagi anggota atau kader PSI, karena keanggotaannya dan nomor KTA-nya sudah dicabut sesuai dengan instruksi DPP pada perhelatan pilkada kemarin . Hal ini atas instruksi DPP PSI yang menekankan apabila dalam perhelatan Pilkada 2024 ada kader yang tidak selaras dengan maka dicabut keanggotaanya.
“Pada bulan Juni 2024 keanggotaanya, termasuk nomor KTA sudah kami cabut sesuai dengan instruksi DPP, karena DPP menekan apabila Pilkada ada kader yang tidak sesuai dengan arahan DPP maka itu dicabut,” tegasnya.
Lanjut Fauzie, pihaknya akan melayangkan surat teguran terhadap yang bersangkutan. Sebab menggunakan atribute PSI dan mengaku masih sebagai kader PSI.
“Nanti kita akan melayangkan surat teguran, karena menggunakan atribut PSI dan mengaku kader dan anggota DPD PSI Kota Sukabumi. Sodara Pancha resmi tidak menjadi anggota PSI per Juni 2024,” imbuhnya.
Menurutnya, hal itu bisa dilihat atau dibuktikan pada aplikasi sipol KPU, nama Pancha Mada Priambodo Surbakti itu sudah tidak ada di PSI. “Mungkin personal ini tidak mengetahui aturan secara kepartaian, tidak mengetahui atau aturan berorganisasi,” tukasnya.
Reporter : Mirna
Longsor di Simpenan, Ini Langkah Cepat Polisi di Sukabumi
Sukabumi –Yutelnews.com, Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (25/12/2024), menyebabkan longsor yang menutup akses Jalan Nasional di Kampung Campag, Desa Loji. Material longsor sepanjang 30 meter dengan lebar 8 meter dan ketebalan mencapai 4 meter membuat jalur Bagbagan menuju Kiara Dua tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kapolsek Simpenan, AKP Erman, SH, menyampaikan bahwa pihaknya bersama berbagai elemen telah bergerak cepat untuk menangani situasi ini. “Kami langsung mendatangi lokasi kejadian, menutup jalur untuk memastikan keselamatan warga, dan berkoordinasi dengan pihak PUPR guna membuka akses jalan dari timbunan longsoran tanah,” ujar AKP Erman, Rabu malam.
Penanganan bencana ini melibatkan Forkopimcam Kecamatan Simpenan, perangkat desa setempat, P2BK Simpenan, Tagana, relawan, serta warga masyarakat. Selain itu, perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Simpenan juga turut membantu proses penanganan.
AKP Erman menambahkan, “Kami terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses evakuasi material longsor agar akses jalan segera pulih. Situasi terkini akan terus kami laporkan secara berkala.”
Hingga saat ini, proses pembersihan material longsor masih berlangsung. Masyarakat diminta untuk bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keamanan bersama.
Reporter : Mirna
Seleksi Perangkat Desa Sukorejo Dituding Sarat KKN, Peserta Ajukan Permohonan Seleksi Ulang
YUTELNEWS.com | BANYUWANGI – Sejumlah peserta seleksi Perangkat Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, mengajukan surat permohonan seleksi ulang kepada sejumlah pihak terkait. Permohonan ini diajukan setelah ditemukan sejumlah kejanggalan dalam proses seleksi, khususnya pada tahapan wawancara yang dilaksanakan pada 24 Desember 2024.
Dalam surat tersebut, peserta yang terdiri dari 10 orang, yaitu Muhammad Fadhol, Fauzi Afiffi Salam, Dimas Bima Setiyawan, Renna Sevi Armega, Fenny Suminar, Ana Dwi Wulandari, Meda Wahyu Antika, Deviana Mara Baradita, Lilik Kurnia Dewi, dan Hanifatul Muntadifah, menyoroti berbagai pelanggaran yang mereka nilai mencederai asas keadilan, transparansi, dan profesionalisme
Kronologi dan Kejanggalan Proses Seleksi
Pada 21 Desember 2024, peserta mengikuti tes tertulis dan praktek di Balai Desa Sukorejo. Selanjutnya, pada 24 Desember, dilaksanakan tahapan wawancara yang menjadi puncak dari proses seleksi. Namun, pada pukul 16.30 WIB saat panitia mengumumkan hasil nilai secara lisan, muncul berbagai permasalahan yang memicu protes dari para peserta.
Beberapa catatan penting yang diungkapkan oleh peserta antara lain:
1. Ketidakkonsistenan Panitia: Peserta menilai panitia tidak mengikuti tata tertib dan sosialisasi yang telah disampaikan sebelumnya.
2. Pertanyaan Tidak Relevan: Beberapa penguji wawancara memberikan pertanyaan yang tidak sesuai dengan konteks seleksi perangkat desa.
3. Indikasi Nepotisme: Hasil seleksi menunjukkan keberpihakan terhadap kerabat Kepala Desa, meskipun nilai praktek mereka berada di bawah rata-rata peserta lain.
4. Ketidaktransparanan Proses: Standar penilaian tidak dipublikasikan dengan jelas, dan tidak ada pengawasan independen selama proses berlangsung.
5. Intervensi Kepala Desa: Peserta menyaksikan Kepala Desa Sukorejo keluar masuk ruang wawancara, yang diduga memengaruhi hasil penilaian.
6. Keanggotaan Partai Politik: Salah satu peserta, Hono Suprapto, masih tercatat sebagai anggota partai politik di Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL), namun tetap lolos seleksi administrasi.
Tuntutan Peserta
Para peserta menyampaikan beberapa tuntutan kepada pihak-pihak terkait, di antaranya:
1. Kepada Bupati Banyuwangi: Menghentikan proses seleksi yang dinilai curang dan memerintahkan pelaksanaan seleksi ulang.
2. Kepada Camat Bangorejo: Menolak hasil seleksi dan memberikan teguran kepada Kepala Desa Sukorejo atas intervensinya dalam proses seleksi.
3. Kepada Kapolsek dan Koramil Bangorejo: Mengevaluasi kinerja anggota yang terlibat sebagai panitia seleksi.
4. Kepada BPD Sukorejo: Memastikan pengawasan yang lebih ketat terhadap proses seleksi dan menegakkan kepentingan masyarakat Sukorejo.
5. Kepada Panitia Seleksi: Menghentikan tahapan seleksi dan melaksanakan wawancara ulang sesuai prosedur yang transparan dan bebas intervensi.
Dugaan Pelanggaran Hukum
Para peserta juga menyoroti pelanggaran terhadap Pasal 5 ayat 7 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bebas dari KKN. Selain itu, mereka menilai pelanggaran terhadap Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 yang menjamin hak setiap warga negara atas kepastian hukum.
Tindak Lanjut yang Diharapkan
Surat permohonan ini juga ditembuskan kepada Bupati Banyuwangi, Kapolres Banyuwangi, dan Kodim Banyuwangi untuk memastikan pengawasan dan tindakan hukum atas dugaan pelanggaran yang terjadi. Peserta berharap agar seleksi perangkat desa diulang dengan mekanisme yang lebih transparan dan adil.
Kasus ini menjadi perhatian besar masyarakat Sukorejo, mengingat proses seleksi perangkat desa adalah bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan bebas dari praktik KKN.
(Tim Red)
Kepala BP Batam Tinjau Pekerjaan Akhir Proyek Flyover Sei Ladi
YUTELNEWS.com | Kepala BP Batam Muhammad Rudi, melakukan peninjauan pembangunan akhir Proyek Flyover Laksamana Ladi atau Flyover Sei Ladi, Selasa (24/12/2024) sore.
Proyek pembangunan Flyover ini merupakan salah satu proyek yang diinisiasi oleh Muhammad Rudi. Proyek ini tidak hanya sebagai pengurai kemacetan, namun juga sebagai upaya untuk meningkatkan konektivitas antara Pelabuhan Batu Ampar dan Pelabuhan Sekupang.
Dengan adanya proyek ini, diharapkan dapat menjadi nilai tambah, untuk daya saing Kota Batam kedepannya.
“Saya yakin jika infrastrukturnya bagus, industri di Kota Batam juga akan berkembang. Begitu juga kepercayaan dari investor akan meningkat,” ujar Muhammad Rudi.
Muhammad Rudi menegaskan, pemerintah akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kota Batam. Untuk itu, Muhammad Rudi mengajak masyarakat terus mendukung apa yang telah dikakukan pemerintah, agar kedepannya proyek yang dibangun bisa dinikmati.
“Saya kembangkan ini agar ekonomi Batam bisa lebih baik lagi. Kalau ekonomi Kota Batam baik, maka akan berdampak baik pada masyarakat,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Subdit Pembangunan Kepelabuhanan Dan Bandara BP Batam, Boy Zasmita menambahkan, progres pengerjaan Flyover saat ini sudah memasuki 96 persen. Ia mentargetkan, Flyover ini sudah bisa difungsikan pada 31 Desember 2024.
Saat ini sisa pekerjaan hanya tinggal pengaspalan, pendestrian hingga rumput untuk penghijauan.
“Insya Allah target, tetap akhir tahun sudah bisa diresmikan oleh Bapak Kepala BP Batam dan langsung digunakan,” ujar Boy.
Sejarah singkat yang diketahui, Sei Ladi adalah salah satu daerah yang mempunyai hubungan erat dengan sejarah lokal. Terutama terkait dengan sosok Laksamana Ladi, seorang tokoh penting dalam sejarah kawasan tersebut.
Asal usul nama Sei Ladi berasal dari kata Sei dan Ladi. Dimana dalam bahasa Melayu, Sei mempunyai arti sungai dan Ladi berasal dari nama seorang laksamana lokal, yang bernama Laksamana Ladi.
Daerah Sei Ladi mendapatkan namanya dari sungai yang melewati kawasan ini dan dikaitkan dengan nama Laksamana Ladi sebagai penghormatan atas jasanya.
Laksamana Ladi adalah seorang tokoh lokal pada masa Kesultanan Melayu Riau-Lingga. Laksamana Ladi dikenal sebagai seorang pemimpin angkatan laut yang tangguh, dan memiliki keberanian dalam menjaga kawasan perairan di sekitar Kepulauan Riau.
Laksamana Ladi memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan laut Melayu dari ancaman bajak laut, maupun kekuatan asing yang mencoba menguasai jalur perdagangan strategis.
Sehingga, Laksamana Ladi mempunyai jasa besar, dalam melindungi kepentingan ekonomi dan keamanan Kesultanan Melayu. Ia juga dikenal karena kepiawaiannya dalam berlayar dan strategi pertempuran laut, menjadikannya salah satu laksamana yang dihormati pada masanya.
Pada masa saat ini, Sei Ladi terkenal sebagai salah satu kawasan penting di Batam. Waduk Sei Ladi, yang berada di daerah ini, menjadi sumber utama pasokan air bagi penduduk Kota Batam.
Nama Laksamana Ladi akan terus dikenang, baik sebagai bagian dari sejarah maupun identitas budaya kawasan Batam. (Red)
Baru Beberapa Hari Dikerjakan Jalan Aspal Sudah Rusak,Diduga Di Kerjakan Hanya Asal-Asalan
Sukabumi – Yutelnews.com, Proyek pembangunan jalan yang menggunakan anggaran negara baru selesai dikerjakan sudah rusak lagi.
Proyek pengaspalan jalan di Kampung Kalanang RW 01,RW 04 Desa Warnajati Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.Menuai sorotan serta dikeluhkan oleh masyarakat setempat, Rabu, 25/12/2024.
Salah seorang masyarakat setempat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, proyek pengaspalan jalan ini semestinya dikerjakan dengan baik karena jalan ini dibangun untuk dipergunakan oleh masyarakat.
“Rusaknya jalan yang baru selesai dibangun tersebut diduga akibat pihak pelaksana proyek dalam pengerjaannya tidak sesuai dengan spesifikasi tehnik,”kata warga setempat ke wartawan.
Menurutnya,buruknya kualitas pekerjaan proyek tersebut diduga karena lemahnya pengawasan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi.
“Dikarenakan lemahnya pengawasan dari pihak pengawas,sehingga pihak rekanan bekerja asal jadi dan diduga demi mengeruk keuntungan besar.Jika pihak pelaksana proyek bekerja sesuai spesifikasi tehnik,tidak mungkin jalan itu langsung rusak,”ujarnya.
Sementara menurut pihak CV.Vahracons saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.Ia menyampaikan dengan singkat,Telat infona pa,bade dileresken,siap abdi taros ka pelaksana na,”singkatnya.
Reporter : Mirna
- Sebelumnya
- 1
- …
- 298
- 299
- 300
- 301
- 302
- …
- 883
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.




















































