KDS Dorong Penanganan Sampah Terintegrasi, Kabupaten Bandung Perkuat Kolaborasi dengan TNI AD dan Pemprov Jabar.

KAB.BANDUNG — YUTELNEWS.com// Persoalan sampah yang semakin kompleks, termasuk kondisi Tempat Pembuangan dan Pengolahan Akhir (TPPA) Sarimukti yang telah melebihi kapasitas, mendorong Pemerintah Kabupaten Bandung memperkuat berbagai langkah penanganan sampah sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah pusat, TNI AD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan seluruh elemen masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Masalah Sampah dan Mitigasi Dampak Kemarau Panjang bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta Pusat, pada Kamis (04/06/2026).

Dalam forum tersebut, Dadang Supriatna memaparkan berbagai upaya yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Bandung melalui program Bandung Bedas Bersih Sampah (BBBS), gerakan korve massal di seluruh kecamatan, pengembangan pengelolaan sampah berbasis sumber, optimalisasi bank sampah, peningkatan kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), hingga penguatan edukasi masyarakat untuk mengurangi dan memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembangunan infrastruktur dan kebijakan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat agar pengurangan dan pengelolaan sampah dapat berjalan efektif sejak dari sumbernya.

“Penanganan sampah harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah terus memperkuat infrastruktur dan kebijakan, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat untuk mengurangi, memilah, dan mengelola sampah sejak dari sumbernya. Kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujar bupati yang akrab disapa KDS tersebut.

KDS menyambut baik komitmen TNI AD yang akan turut berperan dalam upaya penyelesaian persoalan sampah di Jawa Barat, khususnya terkait penanganan timbulan sampah di Sarimukti. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak akan mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Kasad Jenderal TNI, Maruli Simanjuntak mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap penanganan sampah. TNI AD bersama para pemangku kepentingan akan mendorong pengelolaan sampah lama di Sarimukti melalui teknologi ‘waste to fuel’ tanpa membebani APBD, serta mendukung pengelolaan sampah baru yang berpotensi dikembangkan menjadi sumber energi melalui fasilitas pengolahan yang memadai.

Selain itu, Kasad juga mendorong adanya kajian ilmiah terkait penggunaan teknologi pengolahan sampah, termasuk potensi dampak lingkungan yang perlu diantisipasi agar solusi yang diterapkan tetap aman dan berkelanjutan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat terus bergantung pada Sarimukti yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas. Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota didorong untuk memperkuat penyelesaian sampah dari sumbernya melalui pengolahan di tingkat desa, kelurahan, dan kawasan permukiman.

KDM juga mendorong penyusunan peta jalan pengelolaan sampah dan penyediaan air bersih secara terpadu antara pemerintah daerah dan jajaran TNI AD sebagai bagian dari penguatan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.

Yans.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN