Gegerbitung Sentra Kopi Sukabumi, Camat Ungkap Potensi Luas 310 Hektare Serta Tantangan dan Langkah Pengembangannya

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Kecamatan Gegerbitung semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sentra utama pengembangan komoditas kopi unggulan di Kabupaten Sukabumi. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang menetapkan wilayah Sukabumi bagian utara sebagai kawasan fokus pengembangan tanaman kopi yang berpotensi besar menyejahterakan masyarakat. Senin ( 3/8/2026 )

Berdasarkan data yang tercatat hingga tahun 2026, total luas lahan pertanian kopi di wilayah ini mencapai sekitar 310 hektare, yang terdiri dari 290 hektare ditanami kopi jenis arabika dan 20 hektare berupa kopi jenis robusta. Seluruh hamparan lahan produktif tersebut dikelola secara mandiri oleh kelompok-kelompok tani yang tersebar di empat desa utama sentra produksi, yakni Desa Ciengang, Sukamanah, Caringin, hingga Desa Buniwangi. Sesuai dengan dokumen resmi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sukabumi, ketujuh desa yang berada di wilayah Kecamatan Gegerbitung diketahui memiliki kondisi geografis, ketinggian tempat, serta karakteristik tanah dan iklim yang sangat mendukung untuk budidaya kopi dengan kualitas rasa istimewa. Di lapangan, pohon kopi di berbagai titik lahan saat ini tampak tumbuh sangat subur, sebagian besar buahnya sudah berwarna merah merona yang menandakan sudah siap dipanen, sementara sebagian lainnya masih berwarna hijau pekat dalam masa pertumbuhan yang baik.

Camat Gegerbitung, Sri Yulianti, menegaskan bahwa kekayaan potensi alam ini harus diimbangi secara seimbang dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia para pelakunya. “Pelatihan bagi petani kopi menjadi momentum yang sangat penting untuk terus ditingkatkan, guna menambah kemampuan petani, baik dalam hal teknik budidaya yang benar dan baik, pengelolaan usaha tani yang rapi, hingga strategi pemasaran hasil produksi agar lebih luas jangkauannya,” ujarnya secara langsung.

Meski menyimpan potensi luar biasa besar, ia mengakui bahwa ketersediaan infrastruktur masih menjadi salah satu tantangan utama yang harus diselesaikan bersama, terutamanya kondisi akses jalan penghubung menuju Desa Ciengang dan Sukamanah. Kondisi jalan yang sudah mengalami kerusakan selama puluhan tahun lamanya, kini akhirnya mulai mendapatkan penanganan serius pada tahun berjalan ini.

“Kondisi infrastruktur memang selalu menjadi tantangan tersendiri mengingat wilayah Kabupaten Sukabumi sangat luas dengan kontur yang beragam. Namun, alhamdulillah di tahun ini sudah mulai terlihat adanya upaya pembangunan sehingga akses menuju Ciengang dan Sukamanah perlahan demi perlahan semakin membaik kondisinya,” tambahnya.

Ia pun sangat berharap pembangunan infrastruktur yang terus berlanjut secara berkesinambungan ke depannya dapat semakin memperkuat daya saing kopi Gegerbitung di pasaran, sehingga komoditas andalan ini benar-benar mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan setempat. Pemerintah Kecamatan Gegerbitung sendiri berkomitmen kuat untuk terus mendukung sepenuhnya pengembangan komoditas unggulan ini, mulai dari pendampingan berkelanjutan bagi para petani, perbaikan sarana penunjang produksi, hingga upaya pembangunan merek khas kopi Gegerbitung agar semakin dikenal luas masyarakat serta memiliki nilai tawar yang jauh lebih tinggi demi kesejahteraan seluruh warga.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN