Polisi Dihajar Saat Amankan Demo, Pelaku Diburu di Mamuju

Dugaan Penganiayaan Anggota Polisi Saat Amankan Demo Mahasiswa, Pelaku Diburu

Mamuju, Sulawesi Barat – Sebuah insiden tak terduga terjadi di tengah aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V, Kabupaten Mamuju, pada Selasa (2/6/2026). Seorang anggota polisi yang bertugas mengamankan jalannya demonstrasi dilaporkan menjadi korban dugaan penganiayaan. Peristiwa ini sontak menjadi perbincangan hangat setelah rekaman video kejadiannya menyebar luas di berbagai platform media sosial, mulai dari Instagram, Facebook, hingga grup WhatsApp.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat jelas momen ketika seorang pria berbadan tegap, mengenakan masker dan kacamata, tiba-tiba melayangkan pukulan ke arah seorang anggota polisi. Kejadian ini terjadi di tengah situasi yang sempat memanas, di mana massa aksi dan aparat keamanan terlibat dalam aksi saling dorong. Di tengah kericuhan tersebut, pria yang mengenakan pakaian berwarna biru navy bergaris putih ini muncul dari samping dan langsung memukul wajah anggota polisi tersebut. Akibat pukulan itu, anggota polisi yang merupakan personel dari Polresta Mamuju itu terlihat terhuyung dan terhempas. Setelah melancarkan aksinya, pelaku segera mundur dan kembali bergabung dengan barisan para demonstran.

Laporan dan Penyelidikan Polresta Mamuju

Menyikapi kejadian ini, keluarga dari anggota polisi yang menjadi korban segera mengambil langkah hukum. Laporan resmi telah disampaikan kepada pihak Polresta Mamuju untuk diproses lebih lanjut.

Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan sejumlah personel untuk memastikan keamanan selama berlangsungnya unjuk rasa.

“Namun, saat aksi sudah berjalan sekitar sepuluh menit dan koordinator lapangan tengah menyampaikan orasinya, tiba-tiba salah seorang peserta aksi melakukan pemukulan terhadap anggota polisi yang tengah bertugas melakukan pengamanan,” ujar Herman kepada awak media pada Rabu (3/6/2026).

Herman menambahkan bahwa rekaman video yang ada di lokasi kejadian memperjelas adanya unsur dugaan penganiayaan terhadap anggota Polresta Mamuju. “Akibat dari kejadian ini, anggota kami mengalami luka benjol di bagian pelipis kanan dan terpaksa mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju,” ungkapnya.

Upaya Pengejaran Terduga Pelaku

Menindaklanjuti laporan yang diterima, tim penyidik dari Polresta Mamuju tidak tinggal diam. Mereka segera bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan mendalam. Sejumlah saksi mata yang berada di lokasi kejadian juga telah diperiksa untuk dimintai keterangan guna melengkapi bukti-bukti yang ada.

Selain melakukan pemeriksaan saksi, pihak kepolisian juga telah melancarkan upaya pengejaran terhadap terduga pelaku penganiayaan tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut untuk penegakan hukum.

“Pengejaran juga sudah dilakukan untuk penindakan. Informasi yang kami terima, terduga pelaku ini sempat melarikan diri ke arah hutan,” pungkas Herman Basir.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan bahwa pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan hukum yang berlaku. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan unjuk rasa, serta perlunya penghormatan terhadap petugas yang menjalankan tugasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *