Kunjungan Wakil Ketua DPRD, Komisi III DPRD Kabupaten Nias Utara, bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Nias Utara di BPTD Kelas II Sumatera Utara

Medan, Yutelnews.com || Pada kunjungan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nias Utara Bedali Lase S.Pdk , Komisi III DPRD Nias Utara betsama Dinas Perhubungan Kabupaten Nias Utara di BPTD Kelas II Propinsi Sumatera Utara, Rabu 06/08/2025.

Saat awak media yutelnews.com Nias Utara mengkonfirmasi Wakil ketua DPRD Nias Utara Bedali Lase S.Pdk melalu kamunikasi WhatsApp bahwa tujuan kunjungan Kami memohon supaya ada Rambu2 Lalu Lintas di Kabupaten Nias Utara, Lampu Penerangan Jalan dan Pembangunan Jembatan Timbangan Karena Selama ini Salah Satu Kerusakan Jalan Propinsi Akibat Truk Yang Bermuatan Tidak Beraturan.

Lebih Lanjut beliau mengatakan situasi APBD Nias Utara sangat terbatas hingga butuh anggaran dari Pemerintah Propinsi Sumatera Utara untuk dialokasikan di Kabupaten Nias Utara.

“Ujar Wakil ketua DPRD Nias Utara hal ini menjadi usulan pemerintah Daerah ke pusat melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Nias Utara.

(K.Gea)

Sangat Butuh Guru-guru SD Negeri No.076679 Baho Tentang Jaringan Internet dan Renovasi Gedung Sekolah.

Baho, Nias Utara, Yutelnews.com || Pertemuan awak media Yutel di ruang kerja Kepala sekolah Ibu Asania Harefa S.pd Sekolah Dasar Negeri No.076679 Desa Baho Kecamatan Lotu Kabupaten Nias Utara. Kamis /08/2025.

Ucap Kepala sekolah menyampaikan bahwa kami sangat butuh internet di sini apalagi pada daftar hadir Guru-guru Zaman digitalisasi juga Renovasi Gedung SD Negeri Baho ini dimana lantai banyak debu, Plafon sudah tidak layak pakai sudah beberapa kali saya ajukan Didapodik belum ada REALISI sampai Sekarang.

Lanjut awak media melihat anak-anak SD Negeri Baho berteriak kapan ada makanan Gratis ya Pak ? Sudah dibagikan di SD Lotu Kemarin dan SMP Negeri I Lotu ? “Saya jawab sabar ya nak belum tau kapan ada jadwal dari Penyedia Makanan Gratis di wilayah Nias Utara, saya merasa ada yang di duga kecemburuan sosial anak-anak tidak setentak pembagian makanan, harapan anak-anak secepatnya terealisasi dengan baik di lapangan.

Terus saya monitoring ke SMP 1 Lotu pada hari Dua pemberian makanan bergizi Gratis (MBG) dengan melalui Video dan foto ada sebagian tidak kebagian sayur dan jeruk di tempat Nasi yang sudah tersedia. Harapan anak-anak ada pemerataan, apalagi siswa siswi dan bergitu juga Guru-gurunya, pola pikirnya selalu di hati.

Sebelum di laksanakan kegiatan terlebih dahulu dibuat jadwal yang tepat dan jelas supaya Pers, LSM, Pengurus Organisasi mengenal bersama-sama kegiatan dimaksud.

(K.Gea)

Jangan Tunggu Korban Jiwa, Warga Sedanau Desak Perbaikan Jalan Rusak Segera Dilaksanakan

Yutelnews.com
Sedanau, 11 Agustus 2025 — Warga Kecamatan Bunguran Barat, khususnya di sekitar Simpang Empat Sedanau, kembali mempertanyakan kejelasan perbaikan jalan rusak di poros Jenderal Sudirman. Jalan yang menjadi jalur utama masyarakat ini sudah lama mengalami kerusakan parah dan membahayakan pengguna jalan.

Menurut keterangan warga setempat, Bupati Natuna, Cen Sui Lan, sempat meninjau langsung kondisi jalan tersebut beberapa waktu lalu. Saat itu, Bupati menyampaikan bahwa perbaikan akan segera dilakukan menggunakan anggaran darurat. Namun, hingga kini, hampir dua bulan sejak kunjungan tersebut, belum ada tanda-tanda dimulainya rehabilitasi.

“Kemarin, Minggu 10 Agustus 2025 sekitar pukul 14.30 WIB, kembali terjadi kecelakaan tunggal yang melibatkan dua kendaraan bermotor tepat di titik jalan rusak itu. Sebelumnya, juga sudah terjadi kecelakaan di lokasi yang sama. Memang, sejauh ini belum pernah memakan korban jiwa, tapi jangan sampai ada korban jiwa baru pemerintah bergerak. Bupati sudah turun langsung meninjau, jadi seharusnya jangan lambat. Namanya anggaran darurat, ya harus cepat direalisasikan,” ungkap salah satu warga kepada awak media.

Warga menegaskan bahwa yang mereka butuhkan bukan sekadar pemantauan, tetapi tindakan nyata. “Kami tidak butuh hanya ditinjau. Yang kami harapkan, segera dikerjakan agar tidak ada korban jiwa berikutnya. Tolong percepat rehabilitasinya, demi keselamatan pengguna jalan,” tambah warga tersebut.

Masyarakat juga menitipkan pesan kepada media untuk terus mengawal dan mengingatkan pemerintah melalui pemberitaan publik.

Harapan warga jelas: Bupati Natuna, Cen Sui Lan, diminta segera merealisasikan janji perbaikan jalan dengan memanfaatkan anggaran darurat yang sudah dijanjikan. Langkah cepat ini diyakini akan memberi dampak besar terhadap keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan aktivitas masyarakat Sedanau.

Red:Darmansyah

Program Bupati Bandung, Melalui PRIMA Bersihkan Lingkungan Saluran Air Drainase Perumahan Griya Bandung Indah Akibat Dangkal.

BandungYUTELNEWS com||    Program Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna dengan semangat kebersamaan, bersama masyarakat melalui Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) melaksanakan kerja bakti membersihkan dan mengeruk pasir lumpur dan sampah di saluran air Drainase bersama warga masyarakat Perumahan Griya Indah Rt 01/ Rw 12 Desa Buah Batu,Kecamatan Bojong Soang, Kabupaten Bandung, pada minggu 07/07/2025.

Dalam Kegiatan kerja bakti ini ,turut hadir pula perwakilan dari dinas PUTR, Tokoh masyarakat Dayeuhkolot Tri Rahmanto, Perwakilan dari desa buah batu Kadus 3 Musya , LPM, Serta para anggota PRIMA, Ketua Rt dan warga lainnya.

Dalam kegiatan kerja bakti ini merupakan bentuk kepedulian membersih lingkungan, Tokoh masyarakat Tri Rahmanto bersama para anggota Prima terhadap masyarakat di wilayah perumahan griya Bandung indah Desa Buah Batu, sekaligus memperkuat ajang silahturohim, hubungan emosional dengan masyarakat wilayah perumahan Griya Bandung Indah.

Para anggota Prima bersama warga bahu membahu mengangkat pasir lumpur dan sampah dari Dainase saluran air yang akibat sudah dangkal dan mengeruk/ bersihkan sampah di Drainase saluran di perumahan Griya Bandung Indah.

Tokoh masyarakat Dayeuhkolot Tri Rahmanto menyampaikan, bahwa Prima untuk kerja bakti tersebut bukan hanya kegiatan fisik semata, tetapi juga merupakan wujud nyata untuk pengabdian dan semangat kebersamaan yang menjadi landasan kekuatan bersama masyarakat perumahan GBI.

Kami semua untuk hadir, bukan hanya kerja bakti saja, dan untuk saling silahturohim di wilayah perumahan griya bandung indah, tetapi juga ini menjadi bagian dari program pak Bupati Bandung bapak H Dadang Supriatna untuk membantu kehidupan di masyarakat. “Melalui kerja bakti ini, kami ingin menunjukkan bahwa Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) dan masyarakat selalu berdiri bersama dalam kebersamaan ,” ucapnya.

Ketua Rt 01 perumahan Griya Bandung Indah bapak Budi Setio Pinto Aji, menyampaikan, sangat menyambut baik dengan antusias kehadiran Perhimpunan Remaja Masjid (Prima) dalam kegiatan kerja bakti tersebut. kami merasa terbantu dan bangga bisa bekerja bersama sama kerja bakti sosial membersihkan saluran air Drainase yang sudah dangkal,” ucapnya bapak Rt Budi .

Lebih lanjut Rt 01 bapak Budi SP pun menyatakan kami mewakili masyarakat, mengucapkan banyak terima kasih kepada pak Bupati Bandung, lewat tokoh masyarakat dayeuhkolot pak Tri Rahmanto dan kadus desa buah batu bapak Musya , yang sudah membantu membersihkan drainase saluran air mengeruk pasir dan sampah, alhamdulilah kami merasa bersyukur dengan kepedulian bapak Tri Rahmanto terhadap di lingkungan masyarakat kami,”tambahnya.

Melalui kerja bakti ini, Prima di sini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan, bahu membahu bersama warga dan rasa saling peduli di wilayah Rt 01 dan wilayah Rt yang lainnya,” pungkasnya

(Yans.)

Teatrikal Serangan Umum Surakarta di CFD Bundaran HI Peringati Hari Veteran Nasional

YutelNews.com||JAKARTA — Aksi teatrikal Serangan Umum Surakarta mewarnai car free day (CFD) di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (10/8/2025). Pertunjukan ini digelar untuk memperingati Hari Veteran Nasional (Harvetnas) dan menghadirkan kisah heroik perwira militer Slamet Riyadi bersama pasukan tentara pelajar.

Puluhan pengunjung antusias menyaksikan aksi yang berlangsung di sisi barat Bundaran HI. Momen itu diabadikan dengan gawai masing-masing dan ditutup dengan lagu Bagimu Negeri yang dinyanyikan bersama-sama.

Ketua Panitia, Mohammad Frans, mengatakan teatrikal ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Harvetnas yang diselenggarakan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Rangkaian acara meliputi kirab veteran, ziarah ke Taman Makam Pahlawan pada Senin (11/8), dan syukuran pada Rabu (13/8).

“Pesannya untuk mengenang para pejuang dan menumbuhkan semangat perjuangan pada generasi muda,” ujar Frans.
Teatrikal ini melibatkan 80 aktor dari komunitas Roodebrug Surabaya, dengan dukungan Pemkot Surabaya serta pengurus DPD dan DPC LVRI setempat.

Acara juga dihadiri Dr. drg. Maria Margaretha KT, M.Si, putri pejuang veteran nasional R.AJ. Sri Sedjati Moewardi. Ia meluncurkan buku perdananya berjudul Kenangan Manis pada Seorang Ayah Pahlawan Nasional yang Hilang, yang dipersembahkan untuk seluruh veteran dan diserahkan secara simbolis kepada Ketua Umum LVRI, HBL Mantiri.selain itu ketua umum LVRI H.B.L.Mantiri memberikan kepada anggota pimpinan pemuda panca marga kota malang Andika Gatot Setiawan atas partisipasi dalam pelaksanaan hari veteran nasional(HARVETNAS)2025 jalan kaki (long march) Malang -Jakarta 1000 km .

(boedipras)

Dorong Transformasi Digital Pendidikan di Riau, Sekolah Apresiasi Pengadaan IFP oleh Disdik

Pekanbaruyutelnews.com ||
Kebijakan Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan dalam menyediakan teknologi Interactive Flat Panel (IFP) guna mendukung transformasi digital di dunia pendidikan mendapat respons positif dan apresiasi. Dinilai sebagai langkah inovatif dan strategis untuk meningkatkan mutu dan efektivitas pembelajaran, khususnya di jenjang SMA.

Plt Kepala SMA Negeri 8 Pekanbaru Sulismayati, M.Si mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas bantuan IFP dari Disdik Riau. Meski baru menerima satu unit, kehadiran perangkat ini telah memberikan dampak signifikan dalam proses pembelajaran.

“Alhamdulillah, walaupun baru satu unit, manfaatnya sudah sangat terasa, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembinaan prestasi siswa. Kami berterimakasih kepada Disdik,” ungkap Sulismayati kepada media , Kamis (7/8/2025).

Sulismayati menjelaskan, IFP yang mirip dengan smart TV ini kaya akan fitur pendukung yang sangat relevan untuk mata pelajaran seperti matematika, fisika, kimia, biologi, astronomi, TIK, hingga geografi. Guru-guru di SMA Negeri 8 Pekanbaru kini lebih leluasa menyampaikan materi secara visual dan interaktif.

“Pembelajaran menjadi jauh lebih menarik sudah terintegrasi di dalam satu media perangkat ini. Siswa tidak lagi pasif, karena bisa langsung mengakses informasi dari internet, melihat video edukatif, hingga berdiskusi aktif di kelas,” ujarnya.

Kehadiran IFP juga menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Sulismayati mencontohkan saat siswa mempelajari unsur kimia seperti natrium, visualisasi langsung bisa ditampilkan lewat perangkat, memperkuat pemahaman siswa.

Terkait munculnya isu negatif tentang pengadaan dan penggunaan perangkat IFP yang tidak optimal, termasuk penempatannya tidak langsung di ruang kelas, Sulismayati menyanggahnya. Dikatakan, perangkat itu berfungsi dengan baik dan terkait penempatannya didasarkan pada pertimbangan keamanan dan pemerataan akses.

“Kami punya 36 kelas dan perangkat teknologi ini hanya 1 unit, jika ditempatkan di satu kelas saja tentu akan menimbulkan kecemburuan. Karena itu, kami tempatkan di perpustakaan agar bisa diakses bergantian,” jelasnya.

Ia menambahkan satu orang tenaga kependidikan telah ditunjuk khusus sebagai operator dan penjadwal penggunaan perangkat. Operator tersebut juga telah mendapatkan pelatihan dari pihak penyedia untuk kemudian melatih guru-guru lainnya hingga bisa mengoperasikan teknologi IFP itu secara optimal.

Karena sudah merasakan manfaat nyata dari pembelajaran digital di sekolah dengan dukungan perangkat IFP tersebut, disamping mengapresiasi kebijakan penggunaan teknologi itu, sang Kepsek juga berharap kedepannya pengadaannya ditingkatkan lagi oleh Disdik Riau.

“Dengan 1 unit IFP ini saja sudah dirasakan banyak manfaat dan kemudahan yang diperoleh dalam PBM di sekolah kami. Kalau unitnya lebih dari satu tentu akah lebih baik dan maksimal, makanya harapan kami kedepannya ada penambahan unit dari Disdik Riau,” ujar Sulismayati.

Kepala SMAN Plus Provinsi Riau Edi Sutono, MPd mengungkapkan hal senada. Sekolah yang dipimpinnya juga telah menerima bantuan 1 unit IFP dari Disdik Riau dan berfungsi dengan baik. Perangkat teknologi ini tidak hanya digunakan untuk proses pembelajaran, tapi juga media informasi bagi tetamu yang berkunjung.

“Makanya IFP ini kita tempatkan di ruang pertemuan sekolah agar multi fungsi dan beragam manfaatnya. IFP yang berkuran cukup besar ini juga kita jadikan media informasi sekolah bagi tetamu dari berbagai kalangan yang berkunjung,” kata Edi kepada media Jumat (8/8/2025).

Untuk mendukung proses pembelajaran digital secara intensif, lanjut sang Kepsek, pihak sekolah sudah melengkapi hampir seluruh kelas dengan smart tv atau televisi pintar, yang fungsinya mirip dengan IFP dengan ukuran lebih kecil.

“Dana pembelian tv pintar ini dari dana BOS kinerja (Boskin) yang diterima SMAN Plus, yang memang diusulkan untuk mendukung pembelajaran digital. Sejauh ini tidak ada kendala, perangkat smart tv maupun IFP dari Disdik berfungsi dengan baik,” terang Edi.

Kepsek menyebut Dengan adanya perangkat smart tv maupun IFP baik guru maupun siswa kami sangat senang dan bersemangat, karena proses belajar mengajar menjadi interaktif dan lebih menarik.

“Keberadaan teknologi yang memadai merupakan bagian dari ketersediaan sarana dan prasarana penting yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu dan efektivitas pembelajaran,” pungkas Edi Sutono.

Dorong Optimalisasi

Forum Kepala Sekolah Pekanbaru juga menyambut baik dan mendukung pengadaan IFP sebagai sarana penunjang pembelajaran digital dan aktivitas sekolah, khususnya di jenjang SMA karena keberadaannya dinilai bermanfaat. Kebijakan penggunaan IFP ini dinilai tepat dan patut diapresiasi.

“Ketersediaan teknologi IFP ini banyak membantu guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Walau tidak mutlak, tapi salah unsur pendukung yang dapat diandalkan untuk peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah,” ungkap Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Pekanbaru Benny Rio Denaldy, SSi. MSi kepada awak media, baru-baru ini.

Ia juga memastikan seluruh SMA di ibukota Riau ini sudah kebagian IFP alias penyaluran media teknologi canggih tersebut oleh Disdik Riau telah dilakukan secara merata. Perangkat IFP yang diterima juga diklaim dalam keadaan baik dan bisa difungsikan tanpa kendala.

“Pengadaan dan penggunaan IFP untuk SMA di Pekanbaru sudah merata, satu sekolah dapat satu. Karena baru satu unit per sekolah, kita tetap mendorong optimalisasi penggunaan IFP ini di seluruh sekolah mengingat ketersediaan teknologi ini membantu dan mendukung aktivitas pembelajaran dan pendidikan lainnya,” papar Benny yang juga Plt. Ketua PGRI Kota Pekanbaru ini.

Menurut dia, alat ini umumnya berfungsi baik dan familiar digunakan. Sudah banyak guru, terutama pengajar TIK dan IPA yang memakainya untuk mendukung pembelajaran dan pendidikan di sekolah.

“Sebelumnya memang sudah diadakan pelatihan terhadap guru dari masing-masing sekolah yang akan jadi operator teknologi ini. Ternyata memang selain mudah dioperasikan, juga teknologi ini efektif dan mendukung pembelajaran interaktif, sehingga guru dan siswa merasa lebih nyaman dan tertarik,” pria yang juga Kepala SMAN 13 Pekanbaru ini..

Karena mendukung aktivitas pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif, Benny menilai kebijakan Pemprov melalui Disdik Riau ini patut diapresiasi dan berharap pengadaan IFP terus ditingkatkan secara bertahap, sehingga nantinya dapat digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas diseluruh sekolah.

“Proses pembelajaran digital dengan dukungan teknologi IFP ini diyakini mampu meningkatkan aktivitas pembelajaran, yang pada gilirannya akan mendukung keberhasilan pendidikan di daerah ini. Dukungan teknologi ini memang tidak mutlak tapi hanya salah satu indikator, karena ada unsur lainnya, yakni guru, siswa, orang tua dan masyarakat yang juga berperan dan menentukan,” tutup Benny Rio Denaldy.

Perangkat Berfungsi, Sesuai Prosedur

Terpisah, Kabid Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Riau Faizal Ahmaddin menjelaskan pengadaan IFP direalisasikan tahun 2024 lalu untuk 37 SMA Negeri yang ada di Provinsi Riau dengan alokasi dana Rp 9. 612.600.000.

Menurut dia, proses pengadaan IFP tersebut sudah sesuai prosedur atau regulasi yang ada. PT Hematech Nusantata selaku pelaksana pengadaan juga sudah melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kontrak, dimana seluruh perangkat sudah didistribusikan kepada seluruh SMA dan semuanya berfungsi dengan baik.

“Untuk mengoperasikan penggunaan perangkat teknologi ini, operator yang ditunjuk masing-masing sekolah juga sudah dilakukan pelatihan oleh PT Hematech Nusantata. Selanjutnya operator mengajarkan dan melatih guru-guru hingga bisa mengoperasikan IFP untuk mendukung proses belajar mengajar secara digital,” terang Faizal kepada media Kamis (78/2025).

Adapun tujuan pengadaan IFP tersebut, lanjut dia, untuk mendukung proses pembelajaran digital yang sudah dicanangkan Pemprov Riau dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di jenjang SMA di Bumi Melayu.

Faizal menampik tudingan dari sejumlah kalangan yang menyebut banyak perangkat IFP yang telah didistribusikan ke sekolah tidak berfungsi dan digunakan secara optimal sehingga penempatannya di ruang labor atau perpustakaan, bukan di kelas.

“Itu tidak benar ya? Sebab, sebelum diserahkan ke sekolah sudah dilakukan pengecekan dan semuanya berfungsi baik. Soal penempatannya di ruang labor atau perpustakaan, mungkin agar bisa digunakan bergantian karena hanya 1 unit per sekolah. Kalau ditempatkan di satu kelas, dikhawatikan nanti muncul kecemburuan antara siswa. Apalagi, sekolah yang memiliki kelas yang banyak,” paparnya.

Faisal menyebut umumnya pihak sekolah merespons positif pengadaan perangkat IFP tersebut dan berharap dapat terus ditingkatkan guna mendukung proses belajar mengajar karena keberadaan teknologi tersebut sangat membantu dan dirasakan banyak manfaatnya. Dan sejauh ini, perangkat itu berfungsi normal dan tidak ada kendala.

“Harapan mereka kan setiap kelas itu dapat, sehingga pembelajaran digital lebih optimal. Kalau ada dananya nanti, kita bantu realisasikan. Namun, untuk saat ini pengadaannya baru bisa 1 unit untuk 37 SMA di Riau. Karena harganya lumayan mahal, IFP ukuran 86 inci per unit harganya Rp 254.800.000, belum termasuk pajak,” paparnya.

Faizal menyebut pihaknya juga berharap dan menginginkan para anak-anak didik di seluruh jenjang pendidikan bisa menikmati dan bisa menggunakan perangkat teknologi yang inovatif dan cerdas tersebut. Karena ini fungsinya sangat bagus untuk peningkatkan proses pembelajaran dan mutu pendidikan.

“Sekarang sudah era digital, era AI, Artificial Intelligence. Jadi kita di Riau harus menyesuaikan agar tidak ketinggalan dengan daerah-daerah lain, Makanya kita coba pengadaan IFP ini sesuai alokasi dana yang tersedia, dan alhamdulillah dapat digunakan dengan baik dan dirasakan manfaatnya,” pungkas Faizal Ahmaddin.

Untuk diketahui, sebagai teknologi display interaktif generasi terbaru, IFP tidak hanya menggabungkan fungsi layar sentuh canggih dan sistem presentasi nirkabel, tapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang kolaboratif dan dinamis. Kecanggihan ini jauh melampaui smart TV biasa.

Dengan dukungan multimedia dan akses internet, IFP menjadi alat bantu pembelajaran yang memungkinkan siswa lebih aktif, kreatif, dan kritis dalam menyerap materi.|| AS

Sandi Pengrajin Bola penyandang Difabel Di Kunjungi Ketua DPRD Kab. Sukabumi Dan PSSI Askab

Sukabumi –Yutelnews.com Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi dan juga  pengurus PSSI Askab (Asosiasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) mengunjungi Sandi, seorang pengrajin bola difabel yang tinggal di Gang Pala, Bojongkaung, RT 03 RW 08, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.Sabtu, (9/8/2025).

‎Dalam kunjungan tersebut, rombongan memberikan bantuan berupa peralatan kerja untuk mendukung aktivitas Sandi yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit bola. Sandi hanya mengerjakan proses menjahit kulit bola, sementara bahan dan penjualan diurus oleh pihak lain.

‎“Sehari paling bisa menjahit dua sampai tiga bola, sampai malam bisa tiga bola. Upahnya Rp7.000 per bola, tergantung keikhlasan pemesan,” ujar Sandi.

‎Hasil dari pekerjaannya sebagian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk membeli beras. Sandi menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

‎“Alhamdulillah, terima kasih Pak,” ucapnya haru menggenggam bantuan yang di berikan Budi Azhar ketua DPRD Sukabumi.” Ucapannya

‎Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar, menunjukkan kepeduliannya terhadap warga kurang mampu dengan memberikan santunan kepada masyarakat yang berprofesi sebagai pengrajin bola.

‎” Sebagai bentuk dukungan moral dan material kepada para pengrajin yang penghasilannya tergolong rendah. Dalam kesempatan tersebut, Budi Azhar menyampaikan bahwa para pengrajin bola memiliki peran penting dalam industri olahraga lokal, namun seringkali menghadapi tantangan ekonomi.” ucapannya Sabtu (09/08/2025)

‎Kunjungan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap pelaku usaha kecil, khususnya penyandang disabilitas, agar tetap memiliki kesempatan untuk berkarya dan mandiri.

 

Reporter : Mirna ( Kabiro Sukabumi)

Refleksi 27 Tahun PKB, Politik Kehadiran Ala Kang H Cucun Sukses Jadikan PKB Partai Terbesar di Kabupaten Bandung

BandungYUTELNEWS com|| Dalam usianya yang ke-27 tahun, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung telah menjelma menjadi partai terbesar di Kabupaten Bandung. PKB sukses meruntuhkan kedigdayaan Partai Beringin yang telah bercokol puluhan tahun.

Di bawah kepemimpinan Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung Dadang Supriatna dan ditopang penuh oleh figur sentral PKB sekaligus Wakil Ketua Umum DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal, PKB sukses meraih kemenangan fenomenal pada pileg 2024 lalu.

Strategi dan kerja keras para kader PKB dan para relawan pada pileg 2024 lalu, sukses menaikkan raihan jumlah kursi legislatif di tiap tingkatan sebanyak dua kali lipat alias naik 100 persen.

Di DPRD Kabupaten Bandung, PKB berhasil mendominasi dengan meraih 12 kursi yang awalnya hanya 6 kursi DPRD, sekaligus berhak menempatkan wakilnya sebagai Ketua DPRD. Sementara untuk DPRD Provinsi dan DPR RI, PKB meraih 2 kursi dari awalnya masing-masing hanya 1 kursi.

Kemenangan yang menjadi sejarah besar PKB sebagai partai terbesar di Kabupaten Bandung tidak diperoleh dengan mudah dan instan. PKB telah melalui berbagai proses dan perjalanan sejarah panjang yang berliku.

Selain sosok Dadang Supriatna yang juga Bupati Bandung, keberhasilan PKB di Kabupaten Bandung tak dapat dilepaskan dari sosok elegan dan kharismatik yakni Dr H Cucun Ahmad Syamsurijal yang juga menjabat Wakil Ketua DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum DPP PKB.

Kang Cucun sapaan karibnya, yang merupakan sosok santri jebolan Ponpes Cipasung Tasikmalaya itu sukses membesarkan dan mengharumkan nama PKB di Kabupaten Bandung hingga tingkat Provinsi Jawa Barat, bahkan nasional.

“Kami selalu katakan kepada seluruh kader, Tunjukkan kepada publik bahwa PKB hari ini tidak hanya besar, tapi juga kiprahnya harus dirasakan oleh masyarakat,” ujar Kang Cucun.

Bila menengok ke belakang, historis perjalan PKB di Kabupaten Bandung diawali hadirnya Kang Cucun yang pada 1997 silam ditunjuk sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung.

Pada saat itulah Kang Cucun yang membidani awal kelahiran PKB di Kabupaten Bandung hingga membesarkan dan mengakar di kalangan masyarakat Kabupaten Bandung hingga saat ini.

Dengan ketekunan dan militansinya, Kang Cucun yang memang memiliki basic santri, tak kenal lelah terus melangkah dan bekerja keras untuk membesarkan perahu bernama Partai Kebangkitan Bangsa.

Dalam perjuangan membesarkan PKB, Cucun mengaku terinspirasi dari filosofi Qur’an Surat Ibrohim ayat 24-25, yang kemudian menjadi prinsip perjuangan PKB.

Ia mengimplementasikan filosofi ayat itu bagaimana sebuah pohon itu harus memiliki akar yang kuat dan pohonnya bisa menjulang tinggi ke langit serta pohon ini memberikan buah yang memberikan manfaat setiap waktu.

Lambat laun dengan konsistensi implementasi ‘politik kehadiran’ ala Kang Cucun yang selalu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi, PKB yang dilahirkan dari rahim Nahdhatul Ulama (NU) terus mengakar dan menjadi bagian dari masyarakat Kabupaten Bandung.

Konsistensi gerakan Kang Cucun hingga akar rumput itulah yang menjadi pondasi dasar pengembangan PKB di Kabupaten Bandung.

“Prinsip kami, tidak ada hari yang kosong untuk melayani masyarakat. Politik kehadiran PKB bukan hadir lima tahunan, tapi hadir setiap hari di masyarakat,” ungkap Cucun.

Kiprahnya sebagai ‘solusi umat’ khususnya di dapil 2 Jabar yang meliputi Kabupaten Bandung dan KBB semakin signifikan ketika Cucun diamanahi Ketua Fraksi PKB DPR RI dan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI.

Pria kelahiran Solokanjeruk yang saat ini dipercaya sebagai pimpinan DPR RI itu benar-benar menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat. Kang Cucun secara konsisten terus menyuarakan aspirasi dan memberikan solusi untuk masyarakat Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.

“Guru saya almagfurlah KH Ilyas Ruhiat (Cipasung) membuat PKB itu tidak ingin apa-apa. Tujuannya hanya ingin selalu memberikan manfaat untuk masyarakat,” tegas Cucun.

Anggaran APBN menggelontorkan deras ke daerah untuk masyarakat. Berbagai aspirasi masyarakat, secara nyata dan konkrit dibuktikannya. Mulai dari masalah infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan berbagai bidang lainnya.

Tak heran pada pileg 2024 lalu, Kang Haji Cucun meraih suara terbanyak di dapil 2 Jabar. Suami Eneng Sumiati itu meraih 267.788 suara. Ini menandakan kepercayaan besar masyarakat Kabupaten Bandung dan KBB terhadapnya.

Berkat kepiawaiannya meracik simfoni, Kang Haji Cucun sukses menyatukan ribuan kader PKB, para kiai, warga NU, relawan dan masyarakat dalam orkestra merdu nan megah bernama PKB.

Memasuki usia yang ke-27, lanjut Cucun, ia berharap PKB tidak hanya semakin besar sebagai partai dan organisasi, namun juga kiprahnya dapat terus dirasakan oleh umat dan masyarakat.

“PKB harus terus hadir untuk menyelesaikan persoalan-persoalan masyarakat. Itu adalah prinsip perjuangan PKB sehingga PKB semakin dicintai masyarakat,” pungkasnya.

(Yans.)

Kapolri Instruksikan Stop Bakar Hutan/Lahan, Polri Kepri Gencarkan Sosialisasi Hingga Desa

Yutelnews.com
Natuna, Kepulauan Riau – 8 Agustus 2025 – Kapolri mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran kepolisian di wilayah Kepulauan Riau untuk memperkuat sosialisasi larangan pembakaran hutan dan lahan (karhutla). Perintah ini disampaikan secara berjenjang kepada Kapolda Kepulauan Riau, Kapolres Natuna, dan Kapolsek Bunguran Barat, kemudian diteruskan hingga ke tingkat desa melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Sedanau.

Pelaksanaan instruksi ini terlihat pada kegiatan Jumat Bersih di Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, yang menjadi agenda rutin pemerintah kelurahan bersama warga. Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas Brigpol Fani Lesmana Wibawa memberikan penyuluhan langsung kepada masyarakat mengenai bahaya dan sanksi pembakaran hutan atau lahan.

Kapolsek Bunguran Barat Iptu Oloan Furba menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

 “Sosialisasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan. Pembakaran hutan atau lahan berisiko besar, baik dari sisi keselamatan, kesehatan, maupun hukum. Masyarakat perlu tahu dan patuh pada aturan yang berlaku,” ujarnya.

Kapolda Kepulauan Riau, IRJEN POL ASEP SAFRUDIN SIK MH, menegaskan bahwa seluruh Polres dan Polsek di wilayahnya sudah diarahkan untuk menjalankan perintah Kapolri secara disiplin.

 “Kami di Polda Kepri memastikan arahan Kapolri ini dijalankan tanpa pengecualian. Pencegahan karhutla adalah prioritas utama, dan saya minta setiap Kapolres turun langsung memantau kegiatan sosialisasi di lapangan,” tegasnya.

Kapolres Natuna, AKBP Novyan Efendi SH SIK MM M.Tr. Opsla, juga menyatakan bahwa pihaknya akan memperkuat kegiatan pencegahan karhutla dengan pendekatan persuasif dan penegakan hukum.

 “Kami mengajak seluruh masyarakat Natuna, khususnya di wilayah-wilayah rawan, untuk menghindari pembakaran sebagai metode pembukaan lahan. Ada cara lain yang lebih aman dan tidak melanggar hukum. Kami siap membantu memberikan solusi dan pendampingan,” ujarnya.

Dalam sosialisasi, Polri menyampaikan sejumlah ketentuan hukum yang secara tegas melarang pembakaran hutan/lahan, di antaranya:

1. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Pasal 69 ayat (1) huruf h: Dilarang membuka lahan dengan cara membakar.

Pasal 108: Pelaku diancam pidana penjara 3–10 tahun dan denda Rp 3–10 miliar.

2. Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan

Pasal 50 ayat (3) huruf d: Larangan membakar hutan.

Pasal 78 ayat (3): Jika sengaja, pidana penjara hingga 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.

Pasal 78 ayat (4): Jika lalai, pidana penjara hingga 5 tahun dan denda Rp 1,5 miliar.

3. Undang-Undang No. 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan

Pasal 56 ayat (1) dan Pasal 108: Larangan dan sanksi penjara hingga 10 tahun dan denda Rp 10 miliar bagi pelaku pembakaran lahan perkebunan.

4. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

Pasal 187: Pembakaran yang disengaja diancam pidana penjara hingga 12 tahun, bahkan lebih jika menimbulkan korban jiwa atau kerugian besar.

Polri mengingatkan bahwa pembakaran hutan atau lahan dapat memicu:

Kabut asap yang mengganggu kesehatan pernapasan.

Kerusakan ekosistem dan hilangnya habitat satwa.

Kerugian ekonomi akibat terganggunya aktivitas masyarakat dan transportasi.

Potensi bencana kebakaran besar yang sulit dikendalikan.

Kapolri menegaskan bahwa larangan ini bukan sekadar aturan hukum, tetapi bagian dari upaya menjaga lingkungan, mencegah kabut asap, serta melindungi kesehatan dan ekonomi masyarakat.

Dengan instruksi berjenjang ini, diharapkan setiap lapisan Polri—mulai dari tingkat pusat hingga desa—mampu membangun kesadaran kolektif agar pembakaran hutan/lahan benar-benar dihentikan.

Reporter:Darmansyah

Jelang HUT RI ke-80, Warga Sedanau Bersatu dalam Jumat Bersih

Yutelnews.com
Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna — 8 Agustus 2025

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, semangat gotong royong warga Kelurahan Sedanau semakin terasa. Pada Jumat (8/8), masyarakat bersama unsur instansi pemerintah melaksanakan kegiatan rutin Jumat Bersih bertema “Kebersamaan untuk Mencapai Tujuan”.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Lurah Sedanau, Subhan, dan melibatkan jajaran Polri dari Polsek Kecamatan Bunguran Barat melalui Bhabinkamtibmas Brigpol Fani Lesmana Wibawa, jajaran TNI yang diwakili Letda Inf Irmansyah dari Koramil 03/Sedanau, Posal Sedanau, jajaran Kecamatan Bunguran Barat, para Ketua RT/RW dan Kepala Lingkungan, Ormas Pemuda Pancasila, pelajar SMAN 01 Sedanau, serta masyarakat umum.

Fokus kali ini adalah membersihkan akses jalan menuju Pantai Pasir Marus — satu-satunya destinasi wisata pantai di Sedanau. Para peserta bergotong royong memangkas semak yang mulai menghalangi badan jalan dan mengumpulkan sampah di sekitar pantai demi meningkatkan keindahan serta kenyamanan bagi pengunjung.

Sekcam Kecamatan Bunguran Barat, Said Syukurillah, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus menjaga ekosistem alam dari ancaman limbah yang membahayakan kesehatan.

“Apalagi dengan semakin dekatnya HUT RI ke-80, kegiatan seperti ini adalah bentuk nyata nasionalisme. Kita melanjutkan amanah dari jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Saat ini tugas kita adalah menjaga NKRI dari berbagai ancaman, salah satunya kerusakan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Letda Inf Irmansyah menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan gotong royong ini.

“Kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli terhadap lingkungan kita dari ancaman sampah? Gotong royong adalah wujud kepedulian bersama. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi kita, memberikan kesehatan, menjaga sinergitas, dan memudahkan tercapainya tujuan bersama,” kata Irmansyah, yang juga memimpin doa penutup sebelum kegiatan dimulai.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibat, termasuk Ormas Pemuda Pancasila.

“Kepada Ketua Pemuda Pancasila PAC Kecamatan Bunguran Barat, mari kita terus bersinergi, terutama dalam kegiatan positif seperti ini. Pemuda Pancasila memiliki sejarah yang erat dengan TNI sebagai bagian dari semi-militer, meski tidak dipersenjatai dan tidak disebut sebagai angkatan bersenjata,” pungkasnya.

Lurah Sedanau, Subhan, juga menegaskan pentingnya menjaga kebersihan pantai sebagai aset wisata daerah.

 “Pantai Pasir Marus adalah satu-satunya objek wisata pantai di Kelurahan Sedanau. Harapan kami, dengan menjaga kebersihannya, pemerintah daerah dapat memberikan perhatian penuh terhadap pengembangan dan infrastruktur pantai ini agar mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Subhan.

Ia menambahkan, Jumat Bersih tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga bentuk nyata semangat nasionalisme.

“Kita bukan lagi berjuang dengan senjata seperti para pahlawan dahulu, tetapi dengan saling bahu-membahu menjaga negeri ini. Membersihkan lingkungan adalah bagian dari rasa cinta tanah air, dan langkah kecil ini menunjukkan kepedulian kita terhadap masa depan Indonesia,” tegasnya.

Seorang warga berinisial DE juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi budaya bersama.

“Sedanau adalah kota apung. Menjaga kebersihan lingkungan sangat penting bagi kita semua. Kami harap masyarakat sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan, baik di darat maupun di laut, demi menjaga ekosistem dan kesehatan lingkungan,” katanya.

Menutup kegiatan, Subhan kembali mengajak seluruh warga untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Mari kita terus tingkatkan rasa kebersamaan dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan. Sedanau adalah milik kita bersama, dan masa depan yang bersih dan sehat harus kita wujudkan bersama-sama,” pungkasnya.

Reporter:Darmansyah

POLSEK BUNGURAN BARAT MELALUI BHABINKAMTIBMAS SOSIALISASI “STOP BAKAR HUTAN”

Yutelnews.com
Sedanau, Natuna — Dalam rangka mengantisipasi dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bhabinkamtibmas Kelurahan Sedanau mewakili Polsek Bunguran Barat melaksanakan sosialisasi melalui pembentangan baliho bertema “STOP BAKAR HUTAN”. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, dengan melibatkan Koramil 03/Sedanau (TNI AD), Posal Sedanau (TNI AL), Satpol PP, serta berbagai elemen masyarakat, Kamis 7 Agustus 2025.

Baliho yang dipasang berisi peringatan tegas kepada masyarakat tentang ancaman hukuman bagi pelaku pembakaran hutan, sebagaimana diatur dalam Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, yaitu:

 “Barang siapa dengan sengaja membakar hutan dapat dikenai pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).”

Kapolsek Bunguran Barat, IPTU Raja Oloan Purba, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman hukum serta meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Membakar hutan tidak hanya dilarang oleh undang-undang, tetapi juga sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Kami ingin masyarakat sadar bahwa ada sanksi berat menanti bagi pelaku pembakaran,” tegas IPTU Raja Oloan Purba melalui Bhabinkamtibmas Sedanau.

Sosialisasi dilakukan tanpa pembagian selebaran, cukup melalui pembentangan baliho yang dipasang di lokasi strategis, agar mudah dilihat dan menjadi pengingat bersama.

“Kami bersinergi dengan unsur TNI, Pol PP, dan masyarakat untuk mencegah karhutla sejak dini. Ini tanggung jawab bersama,” tambah perwakilan dari Koramil 03/Sedanau.

Polsek Bunguran Barat menyampaikan bahwa sosialisasi ini akan terus berlanjut di berbagai titik rawan, seiring dengan upaya menjaga wilayah Kabupaten Natuna tetap bebas dari kebakaran hutan dan lahan.

Reporter:Darmansyah

Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun sambut baik kedatangan Taufik Abriansyah.

BandungYUTELNEWS com|| Berhasil menyelesaikan gowes sendirian ke Merauke Papua,pegowes Taufik Abriansyah melapor ke PWI Pusat,setelah tiba kembali di rumah di kediamannya di Cipageran Bandung Barat.

Selain melaporkan perjalanan gowes yang ditempuh selama 3 bulan tersebut, Taufik Abriansyah juga menyerahkan buku perjalanan ke Merauke tersebut. Buku yang dia tulis diberi judul Gowes ke Merauke.
” Saya dilepas oleh PWI Pusat ,dan sekarang setelah kembali tiba di rumah,saya melapor ke Ketua Umum PWI Pusat Bapak Hendry Ch Bangun,”” kata Taufik Abriansyah, dalam acara silaturahmi, syukuran dan peluncuran Buku PWI Pusat Dukung Gowes to Merauke,” yang digelar PWI Pusat di Sekretariat Kantor sementara’ PWI Pusat, Gedung Plaza KAHA, Jl Abdullah Syafei no 20 Tebet Jakarta Selatan, pada Rabu,(06/08/2025).

Selain Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun, hadir dalam acara tersebut,sejumlah pengurus PWI Pusat diantaranya, Sekjen PWI Pusat Iqbal Irsyad,Ketua Dewan Pakar Sayid Iskandarsyah,Bendahara PWI Pusat Muhammad Nasir,Wakil Bendahara M Syarwani,Komisi Budaya AR Loebis, Humas Edi Kuswanto serta Ketua Satgas Bidang Hoaks Budi Nugraha.

Dalam kesempatan tersebut,Taufik Abriansyah mengucapkan terimakasih kepada PWI Pusat atas dukungannya dalam kegiatan gowess tersebut.
Menurut Taufik Abriansyah, selama perjalanan ke Merauke,Taufik diterima Pengurus PWI Provinsi Bali di Kantor PWI Provinsi Bali, Denpasar, PWI Nusa Tenggara Barat serta PWI Papua.
Perjalanan gowess ke Merauke ditempuh 56 hari menempuh 2700 kilometer di 10 provinsi 11 pulau 68 kabupaten kota. dalam perjalanannya,Taufik Abriansyah mampir dan diterima di kantor PWI Provinsi Bali, PWI NTB dan Provinsi NTT (Maumere). Di Papua, Taufik sudah kontak dengan PWI Merauke.
” Tentu merupakan kehormatan dan kebahagiaan saya,bisa diterima di beberapa PWI Provinsi.

Terimakasih,karena memberikan saya semangat yang luar biasa, tentu saya sangat bahagia mendapat kesempatan ini luar bisa, papar Taufik.

Sementara itu Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun mengatakan PWI Pusat merasa bangga dapat memberikan dukungan penuh terhadap ekspedisi ini. Dengan lebih dari 20.000 anggota yang tersebar di seluruh penjuru negeri, PWI sebagai organisasi wartawan tertua di Indonesia terus mendorong anggotanya untuk berkontribusi tidak hanya dalam bidang jurnalistik.
Tetapi juga dalam membangun kesadaran kebangsaan,solidaritas serta semangat kebhinekaan.
” Perjalanan Kang Taufik Abriansyah ini sekaligus menjadi sarana promosi eksistensi PWI Pusat di tengah masyarakat yang dinamis,” tandasnya.

Khusus menanggapi peluncuran buku tersebut,Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun menandaskan buku ini bukan hanya dokumentasi perjalanan fisik tetapi juga refleksi spiritual dan sosial.
Melalui tulisan Taufik Abriansyah,pembaca diajak menelusuri keragaman budaya,keindahan alam,dan keramahan masyarakat Indonesia yang ditemuinya sepanjang perjalanan.(***)

(Yans.)

Pelabuhan Roro Sedanau Dijadwalkan Beroperasi Oktober 2025, Harapan Masyarakat Bunguran Barat Semakin Besar

Yutelnews.com
Sedanau, 5 Agustus 2025 – Masyarakat Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, menyambut dengan penuh harapan atas kabar bahwa Pelabuhan Roro Sedanau akan mulai difungsikan pada Oktober 2025 mendatang. Kepastian ini diperoleh setelah Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Kepulauan Riau, Dini Kusumahati Damarintan, S.T., M.T., melakukan peninjauan langsung ke lokasi pelabuhan Roro Sedanau pada hari Selasa (5/8/2025).

Kunjungan tersebut menegaskan keseriusan pemerintah dalam menindaklanjuti rencana pengoperasian pelabuhan yang selama ini dinantikan masyarakat. Informasi ini juga diperkuat melalui pemberitaan resmi yang telah dipublikasikan oleh media nasional GoIndonesia.id.

Masyarakat pun menyampaikan harapan besar agar pelabuhan ini benar-benar berfungsi sesuai tujuannya, yaitu mendukung konektivitas antar pulau, mempercepat distribusi logistik, serta membuka akses ekonomi yang lebih luas untuk daerah pesisir seperti Sedanau.

Salah satu warga menyampaikan kepada media, “Kami sangat berharap ini bukan sekadar janji atau formalitas kunjungan. Semoga benar-benar beroperasi Oktober nanti. Kami butuh pelabuhan Roro ini, karena sangat berdampak untuk kemajuan ekonomi daerah.”

Lebih lanjut, masyarakat Kecamatan Bunguran Barat menegaskan agar Pelabuhan Roro Sedanau tidak sampai gagal fungsi, mengingat pembangunan infrastruktur ini dibiayai dari anggaran publik yang harus kembali memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

Masyarakat juga menuntut komitmen dan transparansi dari seluruh pihak terkait, khususnya dari BPTD Kepri yang telah meninjau langsung lokasi pelabuhan, agar segala yang disampaikan dalam pemberitaan media benar-benar direalisasikan. Kejelasan dan keterbukaan informasi dianggap penting untuk menjaga kepercayaan publik dan mencegah spekulasi di tengah masyarakat.

Rilisan ini merupakan bentuk pengawalan publik terhadap janji pemerintah dan harapan besar agar Pelabuhan Roro Sedanau dapat segera beroperasi dan menjadi solusi nyata bagi kebutuhan transportasi laut di wilayah perbatasan seperti Natuna.

(Reporter:Darmansyah)

Bupati Tekankan KKS Adalah Gerakan Kolektif Membangun Pola Hidup Sehat Di Masyarakat

SukabumiYutelnews.com ,Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali menjalani verifikasi lanjutan program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tahun 2025 bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan PemerintahProvinsi (Pemprov) secara virtual, Senin, 4 Agustus 2025. Agenda ini digelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi sebagai bagian dari proses meraih penghargaan Swasti Saba wistara.

Dalam sesi ini, Tim Verifikasi Pusat mendalami dokumen yang sebelumnya telah dikirimkan pemerintah daerah sekaligus mendengarkan pemaparan langsung dari Bupati Sukabumi, H Asep Japar, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam paparannya, Bupati menekankan bahwa KKS bukan sekadar tentang memenuhi indikator teknis atau mengejar penghargaan, melainkan sebuah gerakan kolektif membangun pola hidup sehat di masyarakat.

“Program Kabupaten Sehat adalah manifestasi nyata dari cita-cita besar bangsa mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang bersih, aman, nyaman, dan sehat untuk semua,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti berbagai upaya lintas sektor yang telah dilakukan, mulai dari penataan permukiman sehat, sekolah sehat, hingga penguatan ketahanan pangan dan gizi. Semua tatanan tersebut, lanjutnya, dijalankan secara sinergis melalui Forum Kabupaten Sehat yang melibatkan unsur pemerintah hingga pelaku usaha.

Beliau mengakui, Kabupaten Sukabumi masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan dan tantangan. Namun, Bupati menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan.

“Verifikasi ini bukanlah akhir, tetapi bagian dari proses refleksi dan evaluasi yang penting. Semua masukan dan rekomendasi dari tim verifikator akan menjadi bahan pembelajaran bagi kami,” ujarnya.

Dari hasil verifikasi, diketahui bahwa penyelenggaraan program KKS di Kabupaten Sukabumi dinilai sudah berjalan baik. Meski begitu, masih ada sejumlah indikator yang belum lengkap data pendukungnya.

“Kami akan segera melengkapi beberapa indikator yang belum lengkap,” tutupnya.

 

Reporter : Mirna ( Kabiro Sukabumi )

Anggaran PKL Siswa SMKN Bunguran Barat Terancam Efisiensi, Masyarakat Minta DPRD Natuna dan Kepri Turun Tangan

Yutelnews.com
Bunguran Barat, 3 Agustus 2025 —
Kekhawatiran kembali mencuat di kalangan masyarakat, pendidik, dan orang tua siswa SMK Negeri di Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, menyusul adanya kebijakan efisiensi anggaran yang berpotensi memangkas dana untuk kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa SMK.

Sebagaimana diketahui, PKL adalah bagian penting dan wajib dalam kurikulum pendidikan kejuruan (SMK), yang bertujuan membekali siswa dengan pengalaman langsung di dunia kerja sebelum lulus. Sayangnya, dalam pelaksanaan kebijakan efisiensi anggaran di tingkat daerah, kegiatan ini turut terdampak, karena dianggap sebagai kegiatan operasional yang dapat ditekan.

 “PKL bukan kegiatan tambahan atau pelengkap. Ini syarat kelulusan bagi siswa SMK dan kunci untuk menciptakan lulusan yang siap kerja. Kalau sampai dipotong, bagaimana mereka bisa bersaing di dunia kerja nanti?” ujar salah satu orangtua wali murid SMKN Bunguran Barat yang berkiprah di bidang jurnalistik.

Klarifikasi: PKL Bukan Program Nasional yang Wajib Dipangkas

Perlu ditegaskan bahwa meskipun pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan efisiensi anggaran untuk belanja-belanja tidak prioritas seperti perjalanan dinas, rapat, dan seremonial, tidak ada instruksi dari pusat yang mewajibkan pemangkasan kegiatan PKL.

Namun, di lapangan, terjadi kekeliruan pemahaman di mana PKL ikut terkena efisiensi karena disamakan dengan kegiatan luar sekolah lainnya.

“Kami minta ini jangan gagal dipahami. PKL bukan bagian dari kegiatan yang bisa dihilangkan. Ini wajib bagi siswa SMK, dan tidak masuk dalam daftar program nasional yang harus dipotong,”tambah orang tua dari wali murid yang berkiprah di bidang jurnalistik.

Permohonan Kepada DPRD: Perjuangkan Masa Depan Generasi Muda

Sehubungan dengan kondisi ini, masyarakat Kecamatan Bunguran Barat secara tegas memohon kepada DPRD Kabupaten Natuna dan DPRD Provinsi Kepulauan Riau untuk:

Memberikan perhatian penuh terhadap keberlangsungan kegiatan PKL siswa SMK di daerah, Memastikan anggaran PKL tidak terkena pemotongan dalam APBD 2025, Mendorong pemerintah daerah agar menetapkan PKL sebagai program prioritas daerah di bidang pendidikan vokasi, Menyediakan dukungan pembiayaan yang layak untuk siswa, khususnya yang akan melaksanakan PKL ke luar wilayah.

> “Kami memohon kepada para anggota dewan yang terhormat untuk tidak tinggal diam. Tolong perjuangkan hak anak-anak kami untuk mendapat pendidikan praktik yang layak,” kata seorang orang tua siswa dari Desa Sedanau.

Efisiensi anggaran memang perlu, tetapi jangan sampai mengorbankan masa depan anak-anak kita.
PKL adalah jantung pendidikan SMK, dan menjadi jembatan penting menuju dunia kerja.
Oleh karena itu, masyarakat berharap DPRD Natuna dan DPRD Kepri bisa berdiri paling depan untuk memperjuangkan anggaran ini, demi keberlangsungan dan peningkatan mutu pendidikan vokasi di Hb daerah perbatasan.

Reporter: Darmansyah

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.