Keluarga Besar KIE RAHA Dan Masyarakat Desa Dava Melakukan Gotong Royong Pengecoran Mesjid Nurul Imam

YUTELNEWS.com – Maluku
Namlea -Ratusan masyarakat Kie Raha Maluku Utara melaksanakan aksi gotong royong pengecoran mengecor Masjid Nurul Imam Desa Dava kecamatan Wailata Kabupaten Buru pada hari Sabtu 28 juni 2025 Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan.

Ketua keluarga besar Kie Raha maluku utara, Aya Tarnate kepada Wartawan mengatakan, kami sangat bersyukur dapat mengambil bagian untuk membantu warga setempat dalam proses pembangunan ini. Harapan kami, masjid ini nantinya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan di Desa Dava Kecamatan Wailata,” ujar Aya.

Dia juga menyampaikan aprisiasinya terhadap semangat masyarakat dan pemuda Desa Dava yang terlibat aktif dalam membangun masjid Nurul Imam. Alhamdulillah hari ini kita menyaksikan semangat gotong royong orang basudara Kie Raha dan Masyarakat Desa Dava yang sangat luar biasa.

Lebih lanjut, Aya menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antara orang basudara tetapi juga sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pembangunan masjid.

“Semoga Masjid menjadi pusat syiar Islam di desa Dava Kecamatan Wailata. Kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai Islam, yaitu semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan cinta terhadap rumah Allah. Semoga Allah SWT membalas kebaikan kita semua,” tutupnya.

Kegiatan pengecoran ini menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemuda dalam mewujudkan fasilitas ibadah yang layak. Dengan semangat yang terus terjaga, diharapkan segera rampung dan menjadi pusat kegiatan umat islam yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat
(M.Masuku)

Haidar Alwi: Bangkitkan Ekonomi Indonesia dari Perut Bumi Sendiri.

Yutelnews.com
R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, tegas menyatakan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia bukan sekadar harta tambang, melainkan modal terbesar bagi kedaulatan ekonomi bangsa. Namun, kenyataannya rakyat masih terlupakan. “Kita pemimpin dunia dalam produksi emas, batu bara, dan nikel. Tetapi yang menikmati justru bukan rakyat, melainkan pihak asing atau elite tertentu,” ungkapnya dalam forum diskusi kebijakan nasional.

Menurut Haidar Alwi, jika Indonesia benar-benar ingin bangkit sebagai bangsa yang mandiri dan makmur, saatnya mengelola kekayaan alam sesuai semangat nasionalisme: dari hulu ke hilir, untuk rakyat, dan dipimpin oleh bangsa itu sendiri.

Data Tambang Terkini: Dominasi Global dengan Tantangan Baru.

Emas:
Produksi emas Indonesia stagnan di 100 ton/tahun (2023–2024), berada di peringkat 10 dunia. Perusahaan seperti Archi Indonesia optimistis tumbuh 25% di 2025 dari 93,4 koz menjadi 117 koz. Antam ditargetkan menjual 45 ton emas sepanjang 2025.

Batu Bara:
Produksi tahun 2025 diperkirakan mencapai sekitar 800 juta ton, meskipun lesu permintaan global, terutama dari China dan India. Penurunan ekspor awal 2025 menyebabkan harga dan pendapatan negara menurun.

Nikel:
Produksi nikel melonjak dari 3,363 juta ton (2023) ke 3,526 juta ton (2024), dan diproyeksikan terus naik pada 2025. Harga global fluktuatif, sempat berada di kisaran US$15.150–16.013/ton pada pertengahan 2025. Cadangan nikel Indonesia terbesar dunia, dengan kawasan utama di Morowali Industrial Park.

Kaya Produksi, Rentan Volatilitas.

Menurut Haidar Alwi, meskipun volume tambang Indonesia luar biasa, namun:

Stagnasi emas menunjukkan hilirisasi lemah dan terlalu bergantung pada pasar global tanpa menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Batu bara rentan terhadap gejolak pasar global, harga dan permintaan menurun, padahal struktur ekonomi yang bergantung padanya belum siap transisi.

Nikel memang naik drastis, namun harga fluktuatif akibat oversupply dan belum diimbangi hilirisasi baterai & EV domestik, Indonesia banyak mendirikan smelter, tapi investasi teknologi masih dari pihak asing.

*Haidar Alwi menyebut* fenomena ini sebagai kutukan sumber daya: melimpah SDA, tapi ekonomi masyarakat miskin karena kontrol hilir yang tidak berfungsi untuk rakyat.

Untuk itu, Haidar Alwi menekankan kembali pentingnya menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945, yang berbunyi:

“Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”

Pasal tersebut, menurut Haidar Alwi, adalah dasar konstitusional yang menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia bukan untuk diekspor mentah atau dikendalikan asing, melainkan untuk menjamin keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Solusi Nasionalis ala Haidar Alwi: Ubah Kebijakan, Bangun Kedaulatan.

1. Gencarkan Tambang Rakyat Sesuai UUD 1945.
Haidar Alwi mendorong legalisasi dan penguatan tambang rakyat melalui sistem perizinan mikro yang ketat dan diawasi negara. Dengan pengelolaan sesuai undang-undang dan Pasal 33 UUD 1945, tambang rakyat bisa menjadi sumber penghidupan langsung yang adil, berkelanjutan, dan berdaulat secara hukum dan ekonomi.

2. Hilirisasi Emas hingga Produk Akhir.
Negara perlu investasi langsung dalam pemurnian dan industri perhiasan/elektronik, bukan hanya ekspor emas mentah. Dukungan pada UMKM emas juga sangat strategis untuk menciptakan ekonomi berbasis lokal.

3. Transisi Batu Bara melalui Pajak Karbon dan Energi Bersih.
Haidar Alwi mendorong pemberlakuan pajak karbon progresif dan pemanfaatan hasil pajak untuk membiayai energi terbarukan di wilayah tambang seperti surya, mikrohidro, dan panas bumi.

4. Ekonomi Baterai & EV (Electric Vehicle) Berbasis Nikel Lokal.

EV adalah Electric Vehicle, atau dalam bahasa Indonesia disebut kendaraan listrik, dalam hal ini Haidar Alwi menegaskan bahwa Pusat riset & pabrik baterai nasional harus diwajibkan menggunakan minimal 50% komponen lokal. Morowali harus menjadi pusat industri EV berskala nasional, bukan hanya untuk ekspor.

5. Blok ASEAN Tambang Strategis.
Indonesia perlu memimpin pembentukan konsorsium sumber daya ASEAN untuk logam strategis. Tujuannya adalah meningkatkan daya tawar kawasan terhadap pasar global, sekaligus menjaga stabilitas harga.

6. Dividen Rakyat & Dana Abadi SDA
Setiap keuntungan dari tambang dialirkan ke masyarakat melalui Dana Abadi Nasional dan dividen rakyat wilayah terdampak. Pengelolaan dana ini harus transparan dan digunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan jangka panjang.

Waktu Bangkit Telah Tiba.

Haidar Alwi menegaskan:
*“Kita sudah kaya, tapi masih miskin dalam sistem. Kita harus bangkit dari perut bumi sendiri, dengan kebijakan, teknologi, dan hati yang nasionalis. Saatnya bukan lagi mengekspor kekayaan mentah, melainkan menjadikan negara berdaulat dan berkeadilan sosial.” pungkas Haidar Alwi.

(Singgih)

Sedanau Sambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah dengan Penuh Hikmah dan Kebersamaan di Masjid Azd Ziqra

Yutelnews.com
Sedanau – Suasana khidmat dan penuh makna menyelimuti Masjid Azd Ziqra pada Jumat malam, 27 Juni 2025 pukul 22.30 WIB, saat masyarakat Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, bersama-sama menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriyah.

Kegiatan keagamaan ini mengangkat tema “Silaturahmi Bersama, Meningkatkan Ketaqwaan Kita kepada Allah SWT”, sebagai pengingat pentingnya membangun kebersamaan dalam bingkai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Acara dimulai dengan pembacaan doa akhir dan awal tahun, lalu dilanjutkan dengan tausiah yang menyentuh kalbu. Dalam ceramahnya, Ustadz Aris Munandar S.Pd.l menyampaikan bahwa Muharam adalah momen istimewa untuk melakukan hijrah spiritual—berpindah dari keburukan menuju kebaikan, serta memperkuat silaturahmi dan kepedulian sosial.

kunjungi Yutelnews.com
Editor:Darmansyah Kabiro Natuna

Reporter:Darmansyah

Sedanau Sambut Tahun Baru Islam 1447 H dengan Penuh Hikmah dan Kebersamaan di Masjid Adz Ziqra

Yutelnews.com
Sedanau – Suasana khidmat dan penuh makna menyelimuti Masjid Adz Ziqra pada Jumat malam, 27 Juni 2025 pukul 22.30 WIB, saat masyarakat Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, bersama-sama menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriyah.

Kegiatan keagamaan ini mengangkat tema “Silaturahmi Bersama, Meningkatkan Ketaqwaan Kita kepada Allah SWT”, sebagai pengingat pentingnya membangun kebersamaan dalam bingkai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Acara dimulai dengan pembacaan doa akhir dan awal tahun, lalu dilanjutkan dengan tausiah yang menyentuh kalbu. Dalam ceramahnya, Ustadz Aris Munandar S.Pd.l menyampaikan bahwa Muharam adalah momen istimewa untuk melakukan hijrah spiritual—berpindah dari keburukan menuju kebaikan, serta memperkuat silaturahmi dan kepedulian sosial.

“Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, namun juga berpindah dari lalai menuju sadar, dari maksiat menuju taat. Muharam mengajarkan kita untuk memperbarui niat dan memperbaiki amal,” tutur beliau di hadapan jamaah yang memenuhi masjid dengan penuh antusias.

Usai rangkaian keagamaan, kegiatan ditutup dengan santapan kebersamaan. Hidangan yang telah disiapkan dan disedekahkan oleh para dermawan dinikmati bersama oleh masyarakat sekitar. Panitia juga turut mengundang seluruh jamaah masjid yang ada di lingkungan Kelurahan Sedanau untuk hadir dan bersilaturahmi dalam nuansa kebersamaan yang hangat.

Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang ibadah dan perenungan spiritual, tetapi juga memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat. Dengan semangat hijrah dan harapan baru, masyarakat Sedanau menyambut Tahun Baru Islam 1447 H dengan penuh syukur dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik di sisi Allah SWT.

Reporter:Darmansyah

Bedas Pisan !! PRIMA Lamajang Pentas Kobarkan 1000 Api Obor Menyala, Sambut 1 Muharam 1446 H/2025.

BandungYUTELNEWS com || Tahun baru Islam 1446 H di Kampung Lamajang Peuntas Desa Citeureup Dayeuhkolot dirayakan dengan penuh semangat dan kekhidmatan melalui penyelenggaraan pawai obor yang spektakuler Sakral yang di selenggarakan Perhimpunan Remaja Mesjid (PRIMA) lamajang Peuntas.

Acara ini menjadi momentum berharga bagi seluruh warga kampung Lamajang Pentas untuk berkumpul dan merayakan tahun baru Islam dengan penuh suka cita. Dalam pawai obor ini, setiap sudut kampung khususnya jalan utama kampung lamajang Desa Citeureup diterangi dengan cahaya obor yang membara, melambangkan harapan dan do’a untuk tahun yang lebih baik dan penuh berkah.

Sekitar seribu obor yang dinyalakan oleh anggota PRIMA pada pawai yang melibatkan sekitar 300 orang anggota dari 4 RW ini. Pawai dimulai keberangkatan dari Masjid Miftahul Zannah dan mengelilingi kampung sekitar.

Tokoh masyarakat sekaligus koordinator Prima lamajang pentas Tri Rahmanto Menyampaikan, bahwa Pawai obor ini tidak hanya menjadi ajang untuk merayakan tahun baru, tetapi juga mempererat tali silaturahmi sesama anggota PRIMA,” ujarnya Tri

Berjalan bersama diiringi dengan lantunan shalawat dan dzikir, suasana menjadi semakin khidmat dan penuh makna. “Terlihat senyum bahagia dan kebanggaan di wajah setiap peserta yang turut ambil bagian dalam acara ini. Momen ini juga memberikan kesempatan untuk memperkenalkan dan melestarikan tradisi budaya Islam kepada generasi muda.

Sebagai tokoh masyarakat Dayeuhkolot Tri Rahmanto berterima kasih atas partisipasi dan antusiasme seluruh anggota PRIMA, yang telah membuat acara ini berjalan dengan sukses dan lancar, Semoga denagan semangat kebersamaan dan kekhidmatan ini terus terjaga sepanjang tahun nya, membawa berkah dan kebaikan bagi kita semua.

Dalam kesempatannya Tri juga Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1446 H kepada Bapak Bupati Bandung HM.Dadang Supriatna dan Jajaranya, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat kepadanya, terus memberikan kesehatan dan kemudahan dalam memimpin Pemerintahan Kabupaten Bandung.

Di momen acara ini, tentunya Saya sangat berterima kasih kepada pak Bupati Bandung HM.Dadang Supriatna, yang selalu mendukung dan mensupport kegiatan Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) dalam membantu di masyarakat,” imbuh Tri Rahmanto.

Di akhir dalam kegiatan pawai obor ini, semua peserta melanjutkan kegiatan di Masjid Miftahul Jannah dengan melantunkan sholawatan dan pembagian Doorprize kepada para santriwan/santriwati oleh panitia penyelenggara beserta DKM,” tukasnya.

(Yans.)

Gairah Baru Pendidikan Agama di Sedanau: Ustaz Ahmad Syafruddin Dirikan Pesantren Al-Madinah untuk Generasi Berakhlak Mulia

Yutelnews.com
Sedanau, Bunguran Barat – Kabar membahagiakan datang dari Sedanau. Seorang tokoh ulama dan pendidik, Ustaz Ahmad Syafruddin, S.Pd.I., M.Pd.I., dengan niat tulus dan tekad mulia memulai langkah besar dengan membuka sebuah pesantren bernama Pesantren Al-Madinah di Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna. Kehadiran pesantren ini diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat pembinaan akidah dan akhlak generasi muda melalui pendidikan agama yang komprehensif dan berkesinambungan.

Program Pendidikan Santri

Pada tahun pertama, para santri akan dibimbing dalam berbagai ilmu keislaman melalui pembelajaran kitab-kitab dasar seperti:

Kitab Aqidah

Kitab Hadis

Kitab Nahwu

Kitab Shorof

Kitab Fiqih

Kitab Tajwid

Kitab Tata Bahasa Arab

Kitab Kisah Nabi Muhammad SAW

Kitab Kisah Para Nabi

Kitab Tasrifan

Kitab Adab Seorang Pelajar

Pesantren Al-Madinah juga memiliki program unggulan, antara lain:

Mempelajari Kitab Kuning (Kitab Gundul) Mazhab Syafi’i (Ahlussunnah wal Jamaah)

Hafalan Al-Qur’an

Tahsin dan Qira’at

Seni Baca Al-Qur’an

Dakwah (Public Speaking)

Kegiatan olahraga, bela diri, dan panahan

Syarat dan Biaya Pendaftaran

Pendaftaran dibuka untuk lulusan SD atau sederajat, dengan syarat:

Mampu membaca Al-Qur’an

Mengisi formulir pendaftaran

Membayar biaya pendaftaran perdana sebesar Rp150.000

Membayar biaya kitab sesuai kebutuhan

Pendaftaran dibuka mulai 15 Juni hingga Agustus 2025. Khusus bagi anak yatim/piatu, pesantren membebaskan biaya pendaftaran sebagai bentuk kepedulian sosial. Pendaftar yang terlambat tetap diberi kesempatan mendaftar pada bulan berikutnya dengan menghubungi pihak pesantren.

Alamat dan Donasi

Alamat pesantren:
Pesantren Al-Madinah
Jl. Panglima Hujan Nikmah RT 02 RW 10, Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna

Bagi yang ingin berdonasi untuk membantu anak-anak yatim/piatu atau mendukung pembangunan serta operasional pondok pesantren, dapat menghubungi:
📞 0821-4375-9565

Semoga setiap bentuk sumbangsih menjadi amal jariyah yang dibalas Allah SWT dengan ganjaran berlipat-lipat.

Ajakan Dukungan untuk Pemerintah dan Masyarakat

Kami berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun anggota DPRD Kabupaten Natuna agar dapat membantu pengembangan sarana dan prasarana pesantren, demi mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia dan berilmu tinggi.

Mari bersama-sama membangun tempat pendidikan agama yang layak, demi masa depan bangsa yang lebih bermartabat dan diridhai oleh Allah SWT.

Reporter Darmansyah

Bukti Keserakahan Dan tindakan Ilegal”Flashback Tenjojaya

SukabumiYutelnews.com ,GUGATAN di PTUN Bandung, pada 2019 silam, hakikatnya dilakukan untuk membuka tabir informasi soal status lahan eks HGU PT. Tenjojaya —kini nyaris dikuasai kembali PT. Bogorindo Cemerlang— karena paska vonis empat terdakwa kasus korupsi pelepasan / penjualan aset negara seluas 299,43 hektar itu, status lahan malah menjadi gelap gulita.

Sedangkan, pra peradilan yang dilakukan mantan Kepala BPN Tatang Sofyan, setelah 5 tahun lebih ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Kabupaten Sukabumi, (diluar dugaan gratifikasi) adalah soal kepastian hukum.

BEDEBBAHH…. Dua kejadian ini di kemudian hari dimanipulatif alias ditafsirkan tak nyambung, sebagai upaya mengembalikan (merampok) kembali tanah negara dan menciptakan playing victim di tengah publik.

Demi melindungi aset negara dan menyelamatkan anak bangsa sebagaimana visi pembangunan dari bawah (desa) dalam Asta Cita Presiden Prabowo. Maka negara harus segera hadir menyelesaikan konflik agraria plus redistribusi lahan di Tenjojaya, Cibadak, Kabupaten Sukabumi ini. Jangan nanti muncul kembali muka-muka lama mafia tanah bermodus baru.
Ingat, Tenjojaya bukan PIK 2 !!!!
SUKABUMI ¦ Gugatan Tri Pramono, warga Desa Tenjojaya, Cibadak, terhadap Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung Nomor : 38/G/2019/PTUN.BDG yang teregister pada 29 April 2019, serta perkara Nomor : 67/G/2019/PTUN.BDG tanggal 27 Juni 2019, adalah upayanya untuk mencari keadilan, terlebih tempat tinggalnya bahkan lahan Kantor Desa Tenjojaya dan rumah warga lainnya, tiba-tiba di floating masuk dalam sertifikat pihak lain

“Ceritanya karena waktu itu saya belum tahu, status lahan ini bagaimana (paska vonis 4 terdakwa), saya kan penggarapnya, apakah ini di sita negara atau dikembalikan. Pada gugatan pertama yang nomor perkara 38 itu, saya gugat keseluruhan karena HGU PT. Tenjojaya itu dulu 3 sertifikat (SHGU No.21, 22 dan 24) semuanya 299,43 hektar, karena saya kan tidak tahu objek, pada akhirnya dinyatakan N.O. oleh PTUN karena kabur gugatan, karena sudah menjadi SHGB No. 182. Kemudian setelah gugatan pertama dicabut, saya gugat kembali objek SHGB No. 182 tersebut, ternyata pas persiapan (pemeriksaan) sudah berubah lagi menjadi sertifikat No. 228, alasannya karena sudah dilebur/digabungkan oleh BPN, jadi saya tuh harus mencabut gugatan, nah saya cabut,” kata Tri Pramono, Senin (23/6/2025).

Khusus soal gugatan Nomor : 67/G/2019/PTUN.BDG, terhadap SHGB No. 182 atas nama Ari Yudistira, yang diterbitkan BPN Kabupaten Sukabumi, dijelaskan Tri, karena lahan miliknya masuk dalam sertifikat tersebut.

“Nah, ternyata rumah saya, kantor desa dan lahan warga lainnya itu ada di dalam SHGB Nomor 182 atas nama Ari Yudistira, saya kan bingung ini Ari Yudistira siapa, wong saya tidak pernah menjual atau mengalihkan. Ternyata semua 299,43 hektar itu dia redis dengan 3 SKPH oleh kepala kantor, supaya tidak melebihi kewenangan kanwil waktu itu, jadi dibagi-bagi supaya tidak melebihi dua hektar,” ujarnya.

Cerita satunya, soal praperadilan penetapan status tersangka mantan Kepala BPN Kabupaten Sukabumi Tatang Sofyan, yang tercatat dengan nomor perkara 1/Pid.Pra/2022/PN.Cbd, dengan termohon Jaksa Agung RI c.q. Kajati Jawa Barat c.q. Kajari Cibadak Kabupaten Sukabumi, dengan putusan mengabulkan seluruh permohonan pra peradilan pemohon, menurut Tri sebagai upaya dalam memperoleh kepastian hukum, bahkan Tri juga pernah ikut memohon agar status Tatang Sofyan segera diputuskan.
“Pada tahun 2016 kan masih menyisakan dua tersangka Tatang Sofyan dan Iim, yang empat sudah di vonis. Saya juga pernah bersurat ke Kejari Kabupaten Sukabumi, karena ini kan masih ada dua tersangka yang belum diproses, melanggar hak azasi dong, karena sudah lama ditetapkan tersangka, ditahan nggak, dibiarin nggak, kan tidak ada kepastian hukum. Jadi status tersangkanya memang gugur, tapi kan bukan soal status lahannya,” sebutnya.
Nah, kedua kejadian inilah yang menurut Tri Pramono digoreng, seolah-olah lahan eks HGU PT. Tenjojaya seluas 299,43 hektar itu dinyatakan sah milik PT. Bogorindo.

“Cerita ini sebenarnya sudah pernah saya share di beberapa media, cuma nggak naik beritanya, mungkin ditutup,” katanya.

Tri Pramono, menekankan bahwa sampai saat ini belum ada penetapan dari Pengadilan Tipikor Bandung yang menyatakan barang bukti dikembalikan, terlebih plang penyitaan kejaksaan masih ada di lokasi.

“Bukti keserakahan dan tindakan ilegal Bogorindo yang paling nyata adalah adanya sengketa dengan PT. Indonesia Power yang saluran PLTA Ubrug yang notabene merupakan obyek vital nasional, masuk ke dalam SHGB Bogorindo No. 221, dan itu pada akhirnya menuai polemik di antara kedua belah pihak. Perlu kami tegaskan bahwa kami bukan tamu di tanah ini, karena ini tanah leluhur kami. Pemerintah jangan merubah tanah kami atas nama pembangunan, jangan jadikan sorga tapi kami sebagai penonton. Sisakan tanah untuk anak cucu kami,” tutup Tri.

Reporter : Mirna

LAKI Mendorong Bapak Aing Selamatkan Anak yatim korban SPMB SMKN 1 Cihampelas KBB.

Bandung BaratYUTELNEWS com|| Carut marut penerimaan siswa baru dari mulai konsep PPDB sampai dengan hari ini melalui SPMB masih berkutat dari kurangnya integritas dan profesionalisme SDM panitia penerima siswa baru.

Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia/LAKI-KBB Gunawan Rasyid menyampaikan kepada wartawan adanya pengaduan dari masyarakat yang tidak mampu dan yatim merasa dirugikan oleh kinerja Panitia Penerimaan Siswa SPMB di SMKN 1 Cihampelas Kabupaten Bandung Barat.

Calon Siswa tersebut bernama Rizqi Abdurahman , yatim , penenerima PIP, rumahnya ngontrak, orang tuanya kerja serabutan , tidak punya hape , jarak ke SMKN 1 Cihampelas -/+ 160 meter , artinya Calon Siswa tersebut berhak diterima dan Negara Wajib melindungi.

Gagalnya Calon Siswa tersebut karena panitia diduga tidak profesional padahal sudah terdaftar secara manual tapi tidak di follow up komunikasi dengan keluarga Calon Siswa sesuai nomor hape yang di sampaikan kepada panitia apalagi keluarga tersebut gaptek, harusnya bisa di up load oleh panitia di sekolah.

Inspektorat Provinsi Jawa Barat wajib melakukan audit investigasi terhadap kinerja SMKN 1 Cihampelas termasuk Kepala KCD VI karena hal tersebut merupakan kegagalan pembinaan dan pengawasan KCD VI ujar Guras sapaan akrab Ketua LAKI-KBB ini.

LAKI-KBB sedang mengawasi serius terhadap kinerja SMKN 1 Cihampelas ini, karena sebelumnya ada dugaan tindak pidana korupsi pembangunan RPS senilai 700 juta lebih tidak melalui lelang, sumber anggaran dari kementerian program bantuan Pusat Keunggulan.

Berkembang isu adanya cash back dana BOS ke oknum KCD VI, adanya dugaan manipulasi data travel kegiatan kunjungan industri ke luar provinsi yang sudah dilarang oleh Surat Edaran Gubernur kegiatan tersebut diduga dikelola oleh Guru .

Tentunya Bapa Aing KDM harus konsisten jika ada temuan pelanggaran harus ditindak tegas oknum Guru, Kepala Sekolah, Kepala KCD VI, yang melanggar ucapnya.

Terkhusus Bapa Aing Gubernur Jabar KDM tolong selamatkan Rizqi Abdurahman agar bisa sekolah dan bisa mendapatkan bantuan sosial, semoga Bapa Aing selalu diberikan perlindungan, kekuatan dan keberkahan dari Allah SWT aamiiin …” pungkasnya Guras.

 

Yans/ Neu.

RAJAPATI NGABAKTI Bantu Pelebaran Ruas Jalan Demi Kelancaran Masyakarat

SukabumiYutelnews.com ,Kegiatan Sosial RAJAPATI NGABAKTI kembali menunjukkan komitmennya terhadap kepentingan masyarakat dengan terlibat langsung dalam kegiatan pelebaran ruas jalan di wilayah Ngabakti. Langkah ini dilakukan guna memperlancar akses masyarakat serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan dalam mobilitas sehari-hari.24-06-2025

RAJAPATI PAWENANG sendiri merupakan relawan yang sebelumnya dikenal aktif mendukung perjuangan sukses pasangan Bupati Asep Japar dan Wakil Bupati Andreas pada pemilu daerah. Kini, meski masa pemilu telah usai, Relawan yang dipimpin oleh Aa Hilman, atau yang akrab disapa Aa Iing, tetap solid dan konsisten hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan pembangunan.

“Kami ingin membuktikan bahwa perjuangan kami bukan hanya di masa pemilu, tapi berlanjut untuk kepentingan masyarakat luas. Ini bentuk nyata komitmen sosial kami,” ujar Aa Iing saat ditemui di lokasi kegiatan.

Dalam aksi pelebaran jalan ini, RAJAPATI NGABAKTI bersinergi dengan warga setempat,nya menyediakan dukungan tenaga, alat berat, serta bahan material guna mempercepat proses pengerjaan. Respon masyarakat sangat positif, banyak yang mengapresiasi semangat gotong royong yang kembali dibangkitkan oleh Relawan ini.
u
“Kami merasa sangat terbantu. Jalan yang dulunya sempit dan bikin macet sekarang jauh lebih baik. Semoga ini jadi awal dari pembangunan-pembangunan lain.” Ujar Salah Satu Warga.

Pelebaran jalan ini diharapkan dapat menjadi contoh bahwa kolaborasi antara relawan, warga, dan pemerintah bisa menghasilkan perubahan konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

Reporter : Mirna

BWS CUP 2025: Bersama Wan Safri Syamsudin, Warga Sedanau Disuguhkan Turnamen Futsal dan Aksi Sosial yang Penuh Kebahagiaan

Yutelnews.com
Sedanau, Bunguran Barat – Natuna. Suasana penuh semangat dan kebahagiaan mewarnai masyarakat Sedanau saat berlangsungnya BWS CUP 2025, sebuah kegiatan yang menghadirkan turnamen futsal serta aksi sosial berbagi kepada sesama. Acara ini dimulai pada 9 Juni 2025 dan menjadi momentum kebersamaan yang sangat dirindukan masyarakat setempat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program BWS (Bersama Wan Safri), yang digagas oleh beliau itu sendiri”, Wan Safri Syamsudin, seorang tokoh masyarakat yang dikenal luas atas kepeduliannya terhadap warga, terutama mereka yang membutuhkan. Selain menjadi penggagas, Wan Safri juga turut berperan sebagai sponsor utama di balik suksesnya acara ini, dengan mengusung semangat “Natuna Pulau Tujuh Group”.

Melalui BWS CUP, tak hanya hiburan yang disuguhkan kepada masyarakat lewat turnamen olahraga, namun juga perhatian nyata berupa kegiatan sosial. Bantuan diberikan kepada warga kurang mampu, mulai dari kebutuhan pokok, perbaikan rumah tidak layak huni seperti atap dan toilet, hingga pembangunan fasilitas dasar seperti jamban dan jembatan kecil. Selain itu, bantuan langsung tunai juga disalurkan untuk meringankan beban hidup warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga menyambut acara ini dengan penuh antusiasme. Kehadiran turnamen futsal menjadi hiburan yang telah lama dinantikan, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Masyarakat merasa bahwa kehadiran program ini menghidupkan kembali suasana yang sempat hilang dari Sedanau.

> “Kami sudah lama merindukan suasana seperti ini. Dulu hampir setiap tahun ada kegiatan masyarakat di Sedanau, tapi belakangan makin jarang. Acara seperti ini membuat kami merasa diperhatikan dan kembali semangat,” ungkap seorang warga saat diwawancarai oleh media.

Warga juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Wan Safri Syamsudin atas kontribusinya yang begitu besar dalam menghadirkan keceriaan dan harapan baru bagi masyarakat.

> “Kami mendoakan agar beliau selalu diberi kesehatan dan kemudahan dalam segala urusan. Sosok seperti Pak Wan Safri adalah harapan bagi masyarakat ke depan, pemimpin yang peduli dan hadir di tengah rakyat,” ujar warga lainnya.

BWS CUP 2025 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara tokoh masyarakat dan warga dapat menciptakan kebahagiaan dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Di tengah tantangan zaman, kegiatan ini menjadi oase yang menyegarkan kehidupan sosial masyarakat Sedanau.

Reporter Darmansyah

H Yusup Salim,Resmi Menjadi Ketua PGRI dan Gedung PGRI.Masa Bakti 2025-2030.

BandungYUTELNEWS com|| H.Yusuf Salim resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bandung untuk masa bakti tahun 2025-2030 dalam Konferensi Kabupaten (Konkab) yang digelar pada Minggu (22/06/2025) Ia terpilih secara aklamasi sebagai calon tunggal.

Yusuf Salim menggantikan Plt .Isak Fauzi yang menjabat sebagai ketua sebelumnya. Bersamaan dengan pelantikan ketua, dilakukan juga pemilihan dan pelantikan tiga wakil ketua serta seorang sekretaris, oleh Pengurus PGRI Provinsi Jawa Barat.

Dalam kepemimpinannya, Yusuf Salim menegaskan komitmennya untuk mendorong rancangan peraturan daerah (Raperda) Perlindungan Guru dan Tenaga Kependidikan yang telah masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) DPRD Kabupaten Bandung

“Ini urgent untuk melindungi guru dan tenaga kependidikan dari berbagai ancaman serta menjamin hak-hak mereka,” katanya Di gedung PGRI Kab. Bandung, Minggu 22 Juni 2025.

Selain itu, ia juga menyoroti penataan tenaga honorer guru dan tenaga kependidikan yang tidak memenuhi syarat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menurutnya, upaya sedang dilakukan agar tenaga honorer tidak diberhentikan atau dialihkan menjadi tenaga outsourcing.

Kami mengucapkan sebesar besarnya kepada semua pihak, yang telah membantu hingga selesainya acara ini, hingga khusus proses pemilihan tuntas di aklamasi, selanjutnya saya mohon maaf atas kekurangan dan juga setelah selesai proses pemilihan aklamasi,saya memohon bantuan pada semua pihak, khususnya jajaran yang ada di PGRI ini, karena pada prinsipnya di organisasi kita tidak bisa bekerja sendiri,tapi kita bekerja secara Tim,dan tidak bisa menjadi Superman tapi sebagai Super Tim”ucapnya

“Mudah mudahan dengan tuntasnya pemilihan ini bisa lebih bermanfaat kepada khalayak khususnya kepada Anggota PGRI.

Terkait dengan Program 200 hari kedepan,kita berkalobarasi pada prinsipnya organisasi ini yang paling utama adalah Paksun terhadap anggota dan Paksun ke organisasi dan kita Paksum kepada pimpinan,

“Hakekatnya kami sebagai Anggota PGRI satu sisi sebagai di organisasi,kita sebagai anggota yang notabene para guru,kita juga sebagai pimpinan,maka Paksum ke pimpinan, soliditas yang bukan hanya dalam pekik jargon saja,tapi solid dalam arti ikhlas lahir batin, hingga program yang terkait dengan pendidikan yang merupakan bagian program dari pemerintah dapat terlaksanakan”terangnya

Terkait Guru Honorer Yusuf menjelaskan,pada saat ini eksistik hari ini P3K dan PNS, terkait dengan Guru Honorer disatu sisi ada yang masuk kategori R3 Masuk kategori Honor yang dibayar oleh BOS .

Kami atau PGRI sebagai organisasi Guru berharap kita solid,kita sepakat,berjuang bersama sama dan kita usahakan dan kita dorong agar pemerintah secepatnya mengambil solusi sebaik -baiknya.

terkait honor tersebut, karena proses pengangkatan P3K ini kewengannya ada di pusat tetapi kami dari Organisasi PGRI insyaallah akan mendukung, membantu, memfasilitasi secepatnya”tegasnya

Ia pun menegaskan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan bupati dan wakil bupati terpilih guna mewujudkan tagline Kabupaten Bandung BEDAS Bangkit, Edukatif, Dinamis,Agamis dan Sejahtera.

Yans.

Masyarakat Bunguran Barat Desak Alokasi Anggaran Magang SMK: Seruan kepada DPRD Demi Generasi Pendidikan Pelosok

Yutelnews.com
NATUNA – Masyarakat Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, mendesak pemerintah daerah dan DPRD Provinsi Kepulauan Riau untuk segera merealisasikan pencairan dana kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin) bagi siswa SMK, khususnya yang akan melaksanakan magang ke Batam pada 28 Juni 2025 mendatang.

Desakan ini muncul menyusul rapat wali murid di SMKN 1 Bunguran Barat yang dipimpin langsung oleh kepala sekolah. Dalam forum tersebut, banyak orang tua mengeluhkan belum adanya kepastian anggaran untuk biaya transportasi darat, konsumsi, dan kebutuhan selama masa magang anak-anak mereka di Batam.

“Sampai hari ini baru sebagian siswa yang bisa diberangkatkan. Banyak yang belum karena belum jelas siapa yang menanggung biaya perjalanan dan makan minum anak-anak selama di sana,” ujar salah seorang wali murid kepada awak media, Sabtu (21/6/2025).

Para orang tua menyampaikan bahwa siswa-siswi Bunguran Barat berasal dari wilayah kepulauan yang jauh dari pusat kota. Untuk mencapai Batam, mereka harus menempuh perjalanan laut yang memakan waktu sekitar dua hari. Hal ini menjadi beban tersendiri, terlebih bagi keluarga dengan ekonomi terbatas.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah. Anak-anak kami dari pulau, jauh dari kota. Untuk ke Batam saja bisa dua hari lewat laut. Kami benar-benar membutuhkan bantuan. Tidak semua orang tua mampu menanggung semua biaya,” ujar wali murid lainnya.

Pihak sekolah menegaskan bahwa kegiatan magang merupakan bagian dari kurikulum wajib bagi siswa SMK dan tidak bisa ditinggalkan. Karena itu, dukungan anggaran sangat dibutuhkan agar pelaksanaan magang berjalan optimal dan merata bagi seluruh siswa.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau menyatakan bahwa pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dilakukan secara bertahap dan mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan.

Meski demikian, masyarakat Bunguran Barat tetap berharap agar wilayah pelosok seperti mereka mendapat prioritas khusus dalam proses distribusi anggaran.

“Kami mohon kepada pihak berwenang, walaupun dana katanya sudah diprioritaskan, kami yang jauh dari kota, dari pelosok, harus benar-benar diprioritaskan. Anak-anak kami juga bagian dari masa depan bangsa,” tegas seorang wali murid.

Mereka berharap, DPRD dan pemerintah provinsi tidak sekadar menunggu proses administratif, melainkan juga merespons secara empatik terhadap kondisi riil masyarakat yang tinggal jauh di pulau-pulau terluar, demi keadilan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak bangsa.

(Reporter: Darmansyah)

Desa Banyuputih Gelar BBGRM dan HKG PKK ke-53 Kecamatan Kalinyamatan Tahun 2025

yutelnews.com | Jepara – Desa Banyuputih, Senin (16/6/2025) Pukul 08.00 WIB – selesai di Lapangan Desa Banyuputih mengadakan kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat ( BBGRM ) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 Kecamatan Kalinyamatan.

Joko Prakoso, Petinggi Desa Banyuputih dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini diramaikan berbagai acara seperti gebyar UMKM, cek kesehatan gratis, pelayanan KB gratis, pelayanan perijinan UMKM, pelayanan kepesertaan BPJS, pelayanan Samsat, dan donor darah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinsospermades Jepara, Edy Marwoto, Camat Kalinyamatan, Sundari, personil Polsek dan Koramil, Forkopimcam Kalinyamatan, perangkat desa, LKD, Petinggi Desa Bakalan, Moh Sahal, Petinggi Desa di Kecamatan Kalinyamatan, dan peserta dari perwakilan berbagai desa.

Kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat ( BBGRM ) merupakan upaya untuk menumbuh kembangkan semangat gotong royong dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan. Kegiatan BBGRM ini menjadi salah satu program yang dilaksanakan pemerintah Kecamatan Kalinyamatan bersama Pemerintah Desa Banyuputih.

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan BBGRM adalah menjaga dan melestarikan budaya gotong royong sebagai budaya asli bangsa Indonesia, serta meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pembangunan

Joko Prakoso mengatakan bahwa diharapkan dengan adanya kegiatan ini bisa meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat berdasarkan semangat kebersamaan, kekeluargaan,dan kegotong royongan guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Sedangkan HKG PKK ke-53 Kecamatan Kalinyamatan merupakan kegiatan dalam Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan merupakan suatu momentum untuk mensyukuri bahwa PKK sebagai mitra pemerintah yang senantiasa berusaha memberdayakan masyarakat bawah untuk berperan aktif dalam pembangunan melalui pemberdayaan keluarga.

Taufiqurrahman / Red.

Haidar Alwi: Dana Kedaulatan Nasional, Solusi Gotong Royong Bayar Utang Rp7.038 Triliun dalam 5 Tahun.

Yutelnews.com
R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, kembali mengemukakan gagasan progresif: pelunasan utang luar negeri Indonesia senilai Rp7.038 triliun melalui partisipasi rakyat dalam skema gotong royong bernama Dana Kedaulatan Nasional. Bagi Haidar Alwi, ini bukan upaya menggantikan peran negara atau melepas tanggung jawab pemerintah, tetapi wujud penguatan solidaritas nasional di tengah beban fiskal yang terus meningkat.

Dana Pembayaran Utang Sudah Disediakan Pemerintah, Tapi Ruang Fiskal Kian Menyempit.

Setiap tahun, pemerintah Indonesia memang telah menyisihkan dana untuk membayar kewajiban utang negara melalui mekanisme APBN. Pada tahun 2025, alokasi anggaran untuk pembayaran utang, baik pokok maupun bunga, mencapai Rp1.072 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp552,9 triliun diperuntukkan khusus untuk pembayaran bunga utang.

Namun demikian, fakta menunjukkan bahwa porsi anggaran untuk utang ini menyita lebih dari 45 persen belanja pemerintah pusat. Sementara belanja untuk kesehatan, pendidikan, subsidi energi, dan pembangunan daerah kian terhimpit. Dalam dua bulan pertama 2025 saja, pemerintah telah mengeluarkan Rp79,3 triliun untuk membayar bunga utang. Angka ini belum termasuk kewajiban pokok yang jatuh tempo.

Menurut Haidar Alwi, kondisi ini menjadi pertanda bahwa meskipun mekanisme pembayaran utang negara berjalan sesuai rencana, ruang fiskal negara menjadi terbatas untuk pembiayaan kebutuhan dasar rakyat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan baru yang tidak hanya bersifat fiskal, tetapi juga sosial dan moral. Dana Kedaulatan Nasional hadir sebagai gagasan pelengkap, bukan pengganti APBN, agar Indonesia mampu mengatur ritme pembayarannya dengan lebih mandiri dan terhormat.Skema Gotong Royong dengan Pendekatan Ekonomi Realistis.

Haidar Alwi menawarkan simulasi berbasis desil pendapatan yang adil dan masuk akal. Dengan jumlah penduduk Indonesia mencapai 284,5 juta jiwa, maka skema gotong royong ini dipecah menjadi tiga kelompok berdasarkan kemampuan ekonomi.

– Kelompok 1 (Desil 1–4), yang mencakup 40 persen populasi (sekitar 113,8 juta jiwa), adalah masyarakat miskin dan rentan. Mereka dibebaskan dari kewajiban iuran karena negara berkewajiban melindungi mereka terlebih dahulu.

– Kelompok 2 (Desil 5–8), yakni kelas menengah yang mencakup sekitar 99,6 juta jiwa atau 35 persen populasi, diwajibkan berkontribusi sebesar Rp5 juta selama lima tahun. Ini bisa dibayar secara mencicil Rp1 juta per tahun atau sekitar Rp83 ribu per bulan.

– Kelompok 3 (Desil 9–10), yang merupakan kelas atas atau masyarakat berpenghasilan tinggi, sebanyak 25 persen populasi (sekitar 71,1 juta jiwa), diusulkan menyumbang sebesar Rp85 juta selama lima tahun atau Rp17 juta per tahun, sekitar Rp1,4 juta per bulan.

 Dari simulasi ini, potensi dana yang terkumpul sebagai berikut:

Rp498 triliun dari kelas menengah.

– Rp6.043,5 triliun dari kelas atas.

Totalnya mencapai Rp6.541,5 triliun, atau setara 93 persen dari nilai utang luar negeri Indonesia saat ini. Sisanya dapat dikejar dari partisipasi diaspora Indonesia di luar negeri, kontribusi sektor filantropi nasional, serta optimalisasi aset-aset negara non-strategis. BUMN juga bisa diarahkan menyisihkan sebagian dana CSR untuk mendukung mekanisme pelunasan ini secara kolektif dan bertahap.

Selain partisipasi publik dan kontribusi diaspora, Haidar Alwi juga mendorong pemerintah untuk mempercepat pemanfaatan dana dari hasil sitaan kasus korupsi. Selama ini, aset koruptor yang disita oleh negara memang masuk ke kas negara melalui mekanisme lelang dan dicatat sebagai penerimaan negara bukan pajak. Namun, jumlahnya belum signifikan untuk menopang kewajiban fiskal. Oleh karena itu, pemulihan aset korupsi perlu dipercepat dan diperluas, tetapi tidak bisa diandalkan sebagai satu-satunya solusi fiskal.

“Kita kembalikan uang hasil korupsi kepada rakyat, tapi jangan hanya mengandalkan itu. Pelunasan utang adalah tanggung jawab nasional yang lebih besar,” ujar Haidar Alwi. Bagi dirinya, perpaduan antara dana publik, pemulihan aset korupsi, dan kebijakan fiskal negara adalah bentuk kesadaran kolektif bangsa menuju kemandirian ekonomi.

Menjawab Keraguan Publik dengan Komitmen Moral.

Haidar Alwi menyadari bahwa sebagian masyarakat mungkin menyambut gagasan ini dengan skeptisisme. Banyak warga yang kecewa dan pesimis karena melihat sejumlah pejabat publik justru menjadi pelaku korupsi yang merusak kepercayaan. Namun bagi Haidar Alwi, keraguan ini bukan alasan untuk menyerah. Justru di tengah keputusasaan itulah rakyat perlu diberi harapan baru yang dibangun di atas prinsip keadilan dan tanggung jawab bersama.

“Saya tahu banyak rakyat yang pesimis, dan saya tidak menyalahkan itu. Tapi mari jangan biarkan kejahatan elite membuat kita berhenti mencintai negeri ini,” ujarnya. “Gerakan ini bukan sekadar soal membayar utang, tapi membangun kepercayaan baru: dari rakyat, oleh rakyat, untuk bangsa.”

Himbauan Tegas kepada Para Pejabat.

Tidak hanya kepada rakyat, Haidar Alwi juga menyampaikan pesan keras kepada para pejabat negara. Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong rakyat untuk melunasi utang negara tidak boleh dinodai oleh kebiasaan lama yang korup dan merugikan. Ketika rakyat sudah bersedia membantu negara, maka pejabat publik wajib mengangkat standar integritas mereka.

“Kalau rakyat sudah turun tangan, maka pejabat harus berani naik standar. Jangan lagi ada yang mencuri. Satu rupiah korupsi di tengah semangat gotong royong adalah pengkhianatan terhadap seluruh bangsa,” tegasnya.

Pemerintah Bertanggung Jawab, Rakyat Terlibat dengan Martabat. 

Haidar Alwi menekankan bahwa Dana Kedaulatan Nasional tidak bisa berjalan tanpa kerangka hukum yang kokoh. Ia mengusulkan agar Presiden dan DPR segera membentuk Perppu atau mengajukan RUU khusus untuk mengatur kerangka pelaksanaan program ini. Payung hukum ini harus menjamin bahwa partisipasi bersifat adil, akuntabel, tidak membebani kelompok rentan, serta disalurkan melalui mekanisme negara yang transparan.

Dalam suasana pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan prinsip berdikari dan penguatan kedaulatan ekonomi, inisiatif ini sangat relevan untuk diwujudkan. Bukan sebagai substitusi fiskal negara, melainkan sebagai simbol gotong royong nasional untuk mempercepat kemerdekaan fiskal bangsa.

Haidar Alwi juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar tidak salah paham. Dana Kedaulatan Nasional bukanlah bentuk pungutan wajib yang memaksa, melainkan bentuk partisipasi sadar dan sukarela yang diatur dengan asas keadilan sosial. Bagi Haidar Alwi, ini adalah momentum sejarah untuk membuktikan bahwa rakyat Indonesia bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek dari cita-cita kebangsaan itu sendiri.

“Tidak semua rakyat harus membayar, tapi semua harus merasa memiliki. Mereka yang berpunya menyumbang, mereka yang rentan kita lindungi. Ini bukan paksaan. Ini ajakan persaudaraan. Ini bentuk cinta tanah air yang konkret,” tegas Haidar Alwi.

Jika bangsa ini bersatu, dan jika sistem pengelolaan serta kontrol publik dibangun secara transparan, maka tidak ada alasan teknis maupun sosial yang menghalangi terwujudnya pelunasan utang luar negeri Indonesia dalam lima tahun ke depan. Dengan Dana Kedaulatan Nasional, Indonesia akan menorehkan sejarah: negara besar yang melunasi utangnya bukan karena bantuan asing, tetapi karena kekuatan rakyatnya sendiri.

Harapa Bersama dan Hukuman Mati Koruptor sebagai Garansi Moral.

Haidar Alwi juga menaruh harapan besar kepada seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, partai-partai pendukung pemerintah, maupun oposisi, untuk bersama-sama menjadikan Dana Kedaulatan Nasional sebagai gerakan kolektif lintas kekuatan. Bagi Haidar Alwi, utang negara adalah masalah bersama, dan penyelesaiannya pun harus melibatkan seluruh anak bangsa tanpa batas ideologi.

“Saya berharap, baik yang berada di dalam kekuasaan maupun yang di luar kekuasaan, mari bersatu padu untuk mendukung gerakan ini. Ini bukan agenda politik, ini agenda negara,” tegasnya.

Tak hanya itu, Haidar Alwi juga mengusulkan agar keberhasilan gerakan ini disambut dengan reformasi etik besar-besaran. Ia menekankan bahwa jika rakyat sudah bersedia berkorban demi melunasi utang negara, maka negara wajib memberikan jaminan moral: tidak boleh ada lagi pengkhianatan dari dalam.

Oleh karena itu, *Haidar Alwi mendorong DPR dan pemerintah agar mengesahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Koruptor dalam kasus-kasus luar biasa, terutama yang dilakukan di tengah krisis fiskal atau terhadap dana yang bersumber dari rakyat secara langsung.* Baginya, ini bukan hanya soal keadilan, tapi bentuk penghormatan terhadap pengorbanan rakyat.

“Rakyat rela menyumbang demi negara. Maka negara wajib membalas dengan perlindungan total. Tidak boleh ada koruptor yang dimaafkan jika mencuri di tengah perjuangan rakyat. Hukuman mati harus jadi harga mati!” ucapnya penuh keyakinan.

Haidar Alwi menutup himbauan ini dengan kalimat tajam: “Rakyat telah membayar dengan keringat, maka jangan biarkan pejabat mencuri dengan senyum.”

(Singgih)

Haidar Alwi: Sufmi Dasco Ahmad Bukti Nyata Bahwa Politik Bisa Berjalan Tanpa Drama.

Yutelnews.com – R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, menyampaikan penghargaan mendalam terhadap sosok Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI, yang dinilainya telah menjadi representasi politik rasional, elegan, dan bebas dari drama yang melelahkan rakyat. Dalam konteks politik nasional yang kerap dipenuhi sorotan konflik dan kontestasi, kehadiran tokoh seperti Sufmi Dasco Ahmad menjadi angin segar yang mengingatkan bahwa demokrasi sejati tidak harus gaduh.

Salah satu contoh kedewasaan politik Sufmi Dasco Ahmad tercermin dari pertemuannya dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, awal Juni 2025. Dalam kapasitas sebagai utusan resmi Presiden Prabowo Subianto, Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan pesan penting secara tertutup dan santun, tanpa gaduh media, tanpa drama naratif. Sebuah langkah kecil yang menyampaikan pesan besar: politik bisa tetap santun tanpa kehilangan makna strategis.

Figur Tenang yang Menjaga Irama Parlemen.

Sebagai Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad telah lama menunjukkan kemampuan menyeimbangkan dinamika politik nasional. Dalam berbagai isu besar, baik itu pembahasan undang-undang penting, respons terhadap gejolak politik, maupun konsolidasi antarfraksi, Sufmi Dasco Ahmad tidak pernah terdengar keras, tetapi selalu terasa tegas. Ia dikenal menjaga ritme kerja parlemen agar tetap fokus pada substansi, bukan sensasi.

Haidar Alwi menilai bahwa Sufmi Dasco Ahmad adalah salah satu tokoh yang secara konsisten memainkan peran penting dalam menjaga wibawa lembaga legislatif. Di tengah maraknya politisi yang mencari sorotan kamera, Sufmi Dasco Ahmad justru lebih memilih ruang kerja dan ruang dialog. Bahkan dalam isu-isu panas seperti revisi UU KPK, polemik Omnibus Law, hingga isu anggaran, ia tampil sebagai penengah yang tidak partisan.

“Sufmi Dasco Ahmad tidak mengejar panggung, tetapi membangun ruang solusi. Ini bentuk politik yang tidak banyak bicara, tapi mengerjakan banyak hal,” ujar Haidar Alwi.

Kepemimpinannya tidak keras kepala, tetapi kokoh dalam prinsip. Itulah yang menurut Haidar membuat Sufmi Dasco Ahmad mampu diterima oleh berbagai kelompok politik tanpa kehilangan identitas dirinya. Dalam suasana kebangsaan yang kerap dibelah oleh isu kepentingan jangka pendek, sosok seperti Dasco menjadi penyambung nalar kolektif: bahwa Indonesia butuh stabilitas, bukan provokasi.

Politik Sejuk untuk Masa Depan yang Dewasa.

Haidar Alwi juga menyoroti pentingnya regenerasi gaya politik di Indonesia. Ia menilai bahwa bangsa ini tidak kekurangan sumber daya, tetapi sering kekurangan keteladanan dari tokoh-tokoh elite. Dalam situasi global yang menuntut stabilitas dan ketegasan, Indonesia justru harus mencontoh pendekatan-pendekatan seperti yang dilakukan oleh Sufmi Dasco Ahmad, pendekatan yang tenang, bersih, dan mendalam.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Harian DPP Partai Gerindra sekalipun, Sufmi Dasco Ahmad tetap tidak menjadikan partai sebagai alat konfrontasi, melainkan sebagai sarana membangun harmoni. Langkah-langkah politiknya mencerminkan prinsip politik kenegaraan, bukan sekadar strategi partai. Ini nilai yang menurut Haidar Alwi patut dijadikan model bagi para politisi muda.

“Sufmi Dasco Ahmad tidak menggunakan drama untuk tampil. Ia menggunakan kepercayaan dan ketulusan sebagai alat kerja. Itulah yang menjadikannya dihormati lintas kubu,” kata Haidar Alwi.

Sebagai bentuk penghormatan, Haidar Alwi menyampaikan ucapan terima kasih terbuka:

“Terima kasih untuk adik saya, Sufmi Dasco Ahmad. Atas dedikasi dan integritasnya menjaga marwah parlemen, merawat komunikasi antar pemimpin bangsa, dan menyemai kedewasaan politik yang sudah lama dirindukan rakyat. Semoga Allah menjaga dan meneguhkan beliau dalam setiap langkah pengabdian.”

Haidar Alwi menutup dengan keyakinan bahwa bangsa ini akan melangkah lebih tenang dan kuat jika dipimpin oleh mereka yang lebih banyak bekerja daripada berbicara. Politik bukan panggung konflik, tetapi jalan damai untuk menyatukan yang berbeda.

“Indonesia terlalu besar untuk diwarnai oleh sandiwara. Kita butuh pemimpin seperti Dasco, yang tahu kapan harus bicara, dan kapan harus diam untuk bekerja,” pungkas Haidar Alwi.

(Singgih)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.