Bandung -YUTELNEWS.com// Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kabupaten Bandung, melaksanakan agenda pengukuhan anggota baru, bertempat di Sekolah Alam SMP Prima Cendekia Islami, Desa Warnasari Pangalengan, Sabtu dan Minggu 25-26 April 2026.
Menurut Ketua ORARI Lokal Kabupaten Bandung, H. Dadan Konjala, SH pengukuhan anggota baru ORARI dilaksanakan setelah calon anggota ORARI menyelesaikan persyaratan administrasi dan teknis. Untuk sampai pada tahap pengukuhan, calon anggota harus melewati beberapa langkah sesuai panduan dari ORARI Lokal. Dimulai dari proses pendaftaran Ujian Amatir Radio (UNAR) melalui sistem e-Licensing SDPPI. Kemudian mengikuti UNAR sesuai jadwal yang ditentukan. Setelah dinyatakan lulus UNAR, calon anggota akan mendapatkan Izin Amatir Radio (IAR) lalu dikukuhkan sebagai anggora ujar pemegang Callsign YB1MYT.
H. Dadan Konjala mengaku senang dan gembira dengan kehadiran anggota baru ORARI Kabupaten Bandung sebanyak 56 orang dari angkatan 67. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat akan kegiatan amatir radio yang tidak pernah berkurang. Meskipun saat ini kita berada pada era teknologi digital, namun aktivitas amatir radio terus berkembang. Para insan amatir radio terus menyesuaikan keterampilan dan kemampuan beradaptasi dengan era digital. Insan amatir radio juga terus berinovasi dengan memanfaatkan teknologi digital.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa para insan amatir radio tidak ditinggalkan oleh zaman digital, melainkan terus beradaptasi dan berinovasi dengan memanfaatkan teknologi tersebut ungkap Dadan Konjala yang sudah menjadi anggota ORARI sejak tahun 1984 atau 42 tahun.
Senada dengan Ketua ORARI Lokal Kabupaten Bandung, Ketua ORARI Daerah Jawa Barat Ir. H. Yana Koryana, MP yang hadir dalam pengukuhan itu mengatakan,
di era digital saat ini, amatir radio tidak lagi hanya mengandalkan komunikasi suara analog, melainkan telah bertransformasi menjadi hobi yang memadukan teknologi komputer dan jaringan global.
Saat ini, insan insan amatir radio telah mengadopsi mode digital. Komunitas kini telah melampaui telegrafi manual (kode Morse) dan banyak beralih ke mode digital seperti FT8, JS8Call, dan DMR (Digital Mobile Radio). Mode ini memungkinkan pengiriman data yang lebih efisien dan audio yang jauh lebih jernih.
Tidak hanya itu, kita sudah melakukan pula
konvergensi dengan Internet. Para insan amatir radio kini memanfaatkan internet untuk memperluas jangkauan melalui teknologi seperti Echolink atau sistem gateway digital, yang memungkinkan komunikasi antar-benua hanya dengan perangkat genggam. Kita juga manfaatkan
komunikasi Satelit Amatir. Kemudahan akses ke teknologi membuat para amatir kini lebih sering berkomunikasi melalui satelit amatir yang mengorbit bumi, ungkap pemegang Callsign YB1AR.
Selain menyesuaikan dengan perkembangan digital, insan amatir radio juga tetap memainkan peran sosial kemasyarakatan. ORARI juga bukan sekadar wadah hobi, melainkan mitra strategis pemerintah dan masyarakat yang memiliki peran vital dalam berbagai situasi, terutama saat infrastruktur komunikasi publik tidak memadai. Dalam penanggulangan bencana dan kedaruratan
ORARI menjadi garda terdepan dalam menyediakan komunikasi darurat (emergency communication) ketika jaringan seluler atau internet lumpuh akibat bencana alam.
Kami juga memiliki CORE ORARI (Communications & Rescue), satuan khusus yang diterjunkan untuk memberikan dukungan komunikasi dalam operasi pencarian, pertolongan (SAR), dan koordinasi bantuan logistik di lokasi bencana, ungkap Ir. Yana Koryana, MP.
Ketua ORARI Daerah Jawa Barat ini juga mengapresiasi peran ORARI Kabupaten Bandung yang tetap eksis setelah penggabungan dua lokal ORARI Bandung Selatan dan Bandung Timur. Dengan motto “Kagok Edan Jawara Sakalian” ORARI Kabupaten Bandung selalu tampil dalam berbagai kegiatan, baik kegiatan amatir radio maupun tanggal darurat kebencanaan. Bahkan ORARI Lokal Kabupaten Bandung satu satunya lokal yang selalu berjaya dalam even Jawa Barat Field Day dengan meraih empat kali juara umum secara berturut-turut. Jabar Field Day merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh ORARI Daerah Jawa Barat untuk mengasah keterampilan teknis amatir radio, pungkasnya.***
Yans.




































