Bukit Panenjoan Tenjojaya Meledak di Media Sosial, Jadi Buruan Wisatawan dan Konten Kreator Pemburu Citylight Sukabumi

YUTELNEWS.com | CIBADAK ,Kabupaten Sukabumi kembali memiliki destinasi wisata yang tengah viral dan ramai diperbincangkan di media sosial. Bukit Panenjoan yang berada di Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, kini menjadi magnet baru bagi wisatawan hingga para konten kreator yang berburu panorama citylight Sukabumi dari atas ketinggian, Sabtu (02/05/2026).

Keindahan panorama alam yang disuguhkan Bukit Panenjoan sukses mencuri perhatian publik. Dari atas bukit, pengunjung dapat menikmati hamparan permukiman warga, jalur utama Sukabumi Utara, hingga lalu lalang kendaraan yang terlihat begitu indah saat malam mulai tiba.

Gemerlap lampu kendaraan dan cahaya rumah warga menciptakan panorama citylight memukau yang kini menjadi daya tarik utama lokasi wisata tersebut. Tak heran jika Bukit Panenjoan mulai dipadati pengunjung, terutama kalangan anak muda dan para konten kreator yang sengaja datang untuk membuat konten foto maupun video estetik.

Ramainya unggahan di TikTok, Instagram, Facebook, hingga platform digital lainnya membuat nama Bukit Panenjoan Tenjojaya semakin viral dan dikenal luas masyarakat. Banyak konten kreator memanfaatkan panorama alam dari atas bukit sebagai latar video cinematic, fotografi, hingga konten wisata yang menarik perhatian warganet.

Selain panorama alam yang indah, suasana sejuk khas perbukitan juga menjadi alasan banyak wisatawan betah berlama-lama di lokasi tersebut. Pengunjung dapat menikmati momen matahari terbenam, udara malam yang dingin, hingga suasana tenang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Tak hanya menjadi tempat wisata favorit, Bukit Panenjoan kini juga dikenal sebagai salah satu kemping ground hits di Sukabumi.

Area terbuka yang luas membuat banyak wisatawan memilih bermalam sambil mendirikan tenda dan menikmati panorama citylight dari atas bukit.

Menjelang malam, suasana di kawasan tersebut semakin ramai dipenuhi pengunjung dan komunitas camping. Banyak wisatawan berkumpul sambil menikmati kopi hangat, bersantai bersama sahabat, hingga membuat konten media sosial dengan latar gemerlap lampu Sukabumi.

“Tempatnya keren banget buat camping dan bikin konten. View malamnya luar biasa, citylight-nya bagus dan suasananya adem,” ujar salah seorang konten kreator yang datang ke lokasi.

Perlahan namun pasti, Bukit Panenjoan Tenjojaya kini menjelma menjadi destinasi wisata alternatif yang tengah naik daun di Kabupaten Sukabumi.

Keberadaan wisata tersebut diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dengan panorama alam memukau, suasana sejuk, serta pesona citylight yang viral di media sosial, Bukit Panenjoan Tenjojaya diprediksi akan terus menjadi salah satu destinasi wisata dan kemping ground favorit di Sukabumi.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

PT Bina Usaha Aceh Utara Disorot, Adv. Riki Iswandi : Diminta Pertanggungjawaban Pemda

YUTELNEWS.com /Bayangkan sebuah pusat ekonomi rakyat yang dulu hidup, ramai, dan penuh harapan—kini berubah menjadi deretan bangunan kosong yang dingin dan menyisakan luka.

Di Kecamatan Samudera, tepatnya di Keude Geudong, pembangunan ruko oleh perusahaan milik daerah, PT Bina Usaha Aceh Utara, justru menjadi simbol kegagalan yang menyakitkan. Proyek yang digadang-gadang mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat itu kini terbengkalai selama kurang lebih lima tahun. Bangunan yang seharusnya menjadi pusat aktivitas perdagangan, kini berdiri kaku—kusam, tak terawat, dan menyerupai “rumah hantu” di tengah keramaian yang telah lama hilang.

Lebih memilukan lagi, keberadaan proyek tersebut justru mematikan denyut ekonomi masyarakat kecil. Para pedagang yang sebelumnya menggantungkan hidup di kawasan Keude Geudong terpaksa kehilangan tempat dan pelanggan. Sebagian dari mereka gulung tikar, sebagian lainnya bertahan dengan kondisi serba kekurangan, dan tak sedikit yang akhirnya menyerah pada keadaan.

Advokat muda, Riki Iswandi, mengungkapkan kegeramannya terhadap kondisi ini. Ia menilai pengelolaan proyek tersebut sebagai bentuk ketidakseriusan dan ketidakpedulian terhadap nasib rakyat kecil.

“Ini bukan sekadar bangunan mangkrak. Ini adalah simbol penderitaan masyarakat yang hak ekonominya dirampas secara perlahan. Bagaimana mungkin proyek pemerintah yang seharusnya mensejahterakan rakyat justru menjadi penyebab matinya usaha mereka?” ujarnya dengan nada kecewa.

Menurutnya, pemerintah daerah dan pihak terkait harus segera bertanggung jawab. Ketidakjelasan arah pembangunan, lemahnya pengawasan, serta dugaan perencanaan yang tidak matang menjadi faktor utama terbengkalainya proyek tersebut.

Hari demi hari berlalu, namun tak ada tanda-tanda kehidupan kembali di bangunan itu. Cat yang mulai mengelupas, halaman yang ditumbuhi semak, serta suasana sunyi menjadi saksi bisu dari harapan masyarakat yang perlahan memudar.

Kini, masyarakat hanya bisa bertanya—untuk apa sebenarnya ruko itu dibangun? Siapa yang diuntungkan? Dan sampai kapan mereka harus menunggu keadilan?

Di tengah diamnya bangunan-bangunan itu, tersimpan jeritan yang tak terdengar—jeritan para pedagang kecil yang kehilangan segalanya./ Tim

Ketua Rw 04 Palasari Suherman Gelar Retret “Bangkit Bersama” : Palasari 04 Dirancang Khusus Perkuat Sinergitas Antar Elemen

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Ketua Rw 04 Palasari Suherman menggelar kegiatan retret bertajuk “Bangkit Bersama” Palasari 04, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, yang berlangsung di Wisata Carita Alam Pangalengan .pada Sabtu (02/05/2026), mulai pukul 16.00 WIB. “Kegiatan ini dirancang secara khusus sebagai wadah strategis untuk mempererat sinergitas, menyatukan visi, dan memperkuat kolaborasi di lingkungan pemerintahan Rw serta masyarakat.

Retret ini dihadiri oleh seluruh jajaran perangkat Rw, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari elemen lainnya. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama untuk membangun Palasarin 04 yang lebih maju, aman, dan sejahtera.

-Fokus Penguatan Sinergitas dan Pembangunan

Dalam sambutannya, Ketua Rw 04 palasari Suherman menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah forum evaluasi dan perencanaan yang mendalam. Tema “Bangkit Bersama” diangkat sebagai semangat untuk bangkit dari berbagai tantangan dan melangkah maju bersama-sama.

“Retret Palasari 04 ini kami rancang khusus untuk memperkuat sinergitas. Kita sadar bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, butuh kerjasama yang kuat antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat,” ungkap salah satu panitia.

Selama kegiatan berlangsung, berbagai materi penting disampaikan, mulai dari pembahasan mengenai tata kelola pemerintahan yang baik, strategi peningkatan pelayanan publik, hingga upaya pemecahan masalah sosial yang ada di lingkungan masyarakat. Diskusi berjalan sangat interaktif, di mana setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, ide, dan solusi kreatif demi kemajuan wilayah.

-Mewujudkan Palasari 04 yang Lebih Baik

Suasana kegiatan terasa sangat hangat, kekeluargaan, namun tetap kondusif dan fokus. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari sesi materi hingga diskusi kelompok.

Diharapkan melalui retret “Bangkit Bersama” Palasari 04 ini, dapat terlahir kesepahaman yang mendalam serta komitmen yang kuat dari semua nya. Sinergi yang terbangun diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah -langkah nyata dalam pembangunan, sehingga Palasari 04 dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warganya.

Kegiatan ditutup dengan harapan agar seluruh hasil diskusi dan kesepakatan yang telah dibuat dapat segera diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sejahtera.

Yans.

Pemkab Sukabumi Berikan Beasiswa di Momentum Hardiknas 2026, Bupati Asep Japar: Wujudkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Pemerintah Kabupaten Sukabumi menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing melalui pemberian beasiswa kepada para siswa berprestasi pada momentum Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Sabtu (2/5/2026).

Penyerahan beasiswa dilakukan langsung oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar usai Upacara Peringatan Hardiknas yang digelar di Lapang Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Cikembar.

Berdasarkan data yang dihimpun, penerima beasiswa terdiri dari siswa tingkat SD dan SMP yang memiliki prestasi di bidang keagamaan, khususnya para penghafal Al-Qur’an (hafiz dan hafizah).

Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa program beasiswa merupakan bagian nyata dari visi dan misi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), baik melalui pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan.

“Peningkatan SDM menjadi salah satu prioritas kami. Karena itu pemerintah daerah terus menghadirkan program beasiswa di berbagai jenjang pendidikan,” ujar Bupati.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus menggulirkan berbagai program bantuan pendidikan untuk membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat agar dapat memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.

“Pemda memberikan banyak beasiswa, baik untuk hafiz Al-Qur’an maupun program pendidikan lainnya. Bahkan sampai beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ungkapnya.

Bupati juga menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi dengan kemudahan akses pendidikan bagi seluruh anak-anak Kabupaten Sukabumi.

“Kami ingin membuka kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri Kabupaten Sukabumi untuk mendapatkan ilmu dan pendidikan terbaik demi masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang penerima beasiswa hafiz Al-Qur’an, Azizah Noor Fitriani, mengaku bangga dan bersyukur atas penghargaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Siswi kelas IX SMPN 1 Cikembar tersebut mengatakan, beasiswa yang diterimanya merupakan hasil dari proses seleksi yang cukup panjang dan penuh perjuangan.

“Alhamdulillah sangat senang bisa mendapatkan beasiswa ini. Prosesnya cukup panjang dan penuh perjuangan,” ujarnya.

Azizah mengungkapkan, dirinya telah menekuni hafalan Al-Qur’an sejak lama melalui pengajian rutin di lingkungan rumahnya. Berkat ketekunan tersebut, kini dirinya telah menghafal sekitar lima juz Al-Qur’an.

“Sudah cukup lama belajar menghafal Al-Qur’an di pengajian rumah. Insya Allah sekarang hafal lima juz,” pungkasnya.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Peninjauan Lahan Danau, KDS: Tangani Banjir Tegalluar Ada Beberapa Opsi yang Akan Dilaksanakan

KAB.BANDUNG – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr H.M Dadang Supriatna melaksanakan peninjauan sejumlah lokasi yang akan dibangun danau atau kolam retensi di kawasan Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, pada Jumat (01/05/2026). Rencana pembangunan danau itu untuk mengatasi atau menanggulangi banjir yang terjadi di kawasan Tegalluar.

Saat melaksanakan peninjauan lahan itu, KDS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna didampingi Anggota Komisi IX DPR RI H. Asep Romy Romaya, keduanya adalah putra daerah Desa Tegalluar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa, Kepala DPMPTSP Kabupaten Bandung Ben Indra Agusta, Kepala Satpol Kabupaten Bandung Uwais Qorni, dan Kepala Disperkimtan Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin turut mendampingi Bupati KDS.

Kepala Desa Tegalluar Galih Hendrawan beserta sejumlah tokoh masyarakat dan Ketua RW juga turut hadir dalam peninjauan lahan yang akan dibangun danau buatan maupun kolam retensi tersebut.

“Hari ini, kita mengecek lapangan, supaya Tegalluar tidak banjir lagi,” kata Bupati KDS di sela-sela meninjau lokasi pembangunan danau di Desa Tegalluar.

Bupati Bandung menengaskan dalam penanganan banjir di Desa Tegalluar ada beberapa opsi yang akan dilaksanakan. Pertama, setelah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, jalan provinsi di kawasan Tegalluar itu akan ditinggikan pembangunannya.

“Insya Allah tahun ini kurang lebih sepanjang 1 km oleh Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat. Menteri Pekerjaan Umum (PU) sudah setuju dan siap menganggarkan untuk pembangunan danau, salah satunya di Desa Tegalluar,” katanya.

KDS mengatakan pertemuan dengan Menteri PU RI di Jakarta beberapa waktu lalu setelah didorong oleh Wakil Ketua DPR RI H. Cucun Ahmad Syamsurijal, dan program pembangunan danau untuk penanggulangan banjir akan dilaksanakan tahun ini.

“Maka saya mengecek langsung ke lapangan dan melihat situasi dan kondisi. Ada beberapa yang dilaksanakan secara pentahelix, kita akan mulai minggu depan,” ujarnya.

Tetapi, lanjut Bupati KDS, untuk lokasi pembangunan danau, pihaknya akan menertibkan dulu di lokasi atau lahan yang akan dibangun danau sebelum tanggal 5 Mei 2026.

“Bagi pengembang atau investor yang sudah memiliki lahan di kawasan Tegalluar, tetapi tidak ada kejelasan pembangunan. Kita kembalikan ke semula untuk memenuhi LSD (Lahan Sawah Dilindungi) dan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat,” tuturnya.

Meski demikian, kata KDS, DPMPTSP Kabupaten Bandung akan tetap mengundang para investor atau pengembang yang sudah membebaskan lahan di wilayah Tegalluar.

“Untuk itu mohon doanya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bandung, terutama warga Tegalluar. Insya Allah kita akan selesaikan persoalan sampah, termasuk persoalan banjir di wilayah Tegalluar,” tuturnya.

Bupati KDS mengucapkan terima kasih kepada Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya yang terus mengawal aspirasi warga tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, termasuk kepada para kepala dinas yang terus mengawal rencana pembangunan kolam retensi tersebut.

“Perlu kami sampaikan bahwa kami sudah mengusulkan tiga titik lokasi. Pertama adalah retensi satu di Tegalluar, kedua retensi 5 di Sukamanah. Ketiga, normalisasi Sungai Cisunggalah yang anggarannya kurang lebih Rp151 miliar yang langsung disetujui oleh Menteri PU. Yang lain-lainnya kurang lebih sekitar Rp68 miliar untuk lokasi yang terkena bencana. Sehingga totalnya yang disepakati oleh Pak Menteri PU itu sekitar Rp220 miliar,” tuturnya.

Bupati KDS berharap program pembangunan infrastuktur untuk penanganan banjir itu bisa terlaksana tahun ini dan lancar.

“Termasuk jalan provinsi yang berada di Desa Tegalluar sepanjang 1 km sudah dianggarkan oleh Pak Gubernur Jawa Barat. Terimakasih Pak Menteri PU, terima kasih Pak Gubernur, terima kasih Pak Wakil Ketua DPR RI, terima kasih Bang Asep Romy yang selalu mengawal. Termasuk terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Bandung. Mohon doanya, semoga lancar. Aamiin yra,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPUTR Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa mengatakan bahwa Bupati Bandung sudah dua kali bertemu dengan Menteri PU RI di Jakarta.

“Itu membuktikan bahwa Pak Bupati sangat konsen sekali terhadap infrastruktur khususnya, pertemuan terakhir antara Pak Bupati dengan Pak Menteri PU membahas pengendalian banjir di Tegalluar dan di Kabupaten Bandung wilayah timur khususnya. Beliau sudah mengajukan proposal, dan sudah disetujui oleh Pak Menteri PU untuk membangun kolam retensi sebagai solusi pengendalian banjir di kawasan Tegalluar dan Bandung wilayah timur,” tuturnya.

Di hadapan Bupati KDS, kata Zeis, bahwa pihaknya sudah intens melakukan komunikasi dengan BBWS Citarum untuk menyediakan DED untuk pembebasan fisik pembangunan kolam retensi di Desa Tegalluar dan Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Bandung Ben Indra Agusta mengatakan penyerahan lahan untuk danau, sebenarnya sudah ada aturannya, sudah ada Perda dan Perbupnya.

“Sebenarnya, kita tinggal menindaklanjuti yang sudah ditandatangani pernyataan oleh para pengusaha atau investor yang berada di kawasan Kota Baru Tegalluar ini. Kita siap melakukan verifikasi ulang, sesuai dengan perintah Pak Bupati. Dan dikasih deadline hingga tanggal 5 Mei, kita akan terus kerja, sehingga nanti apabila ada investor yang tidak memenuhi persyaratan akan kita evaluasi untuk mengembalikan fungsi ruang sesuai dengan eksisting sekarang,” tuturnya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bandung Uwais Qorni menegaskan Satpol PP sebagai penegak peraturan daerah dan Perbup, apabila ada yang melanggar aturan tentu akan ditertibkan.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya mengatakan bahwa dengan hadirnya sejumlah pemangku kebijakan dalam pemantauan lokasi yang akan dibangun danau buatan atau kolam retensi di Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung ada sebuah solusi terbaik. Dengan harapan persoalan banjir di Tegalluar dan sekitarnya segera bisa diatasi dengan baik.

“Rencana pembangunan kolam retensi atau danau buatan tidak hanya wacana semata, tetapi harus dilaksanakan. Ada beberapa terobosan yang harus ditempuh, seperti yang disampaikan oleh Pak Bupati Bandung Dadang Supriatna sebagai itikad baik untuk tercapainya tujuan kedepannya. Yaitu untuk penanganan banjir di kawasan Tegalluar,” tuturnya.

Asep Romy juga berharap kepada para pengusaha atau pelaku usaha minta kerja samanya untuk membebaskan lahannya untuk pembangunan danau buatan dalam upaya penanganan banjir di kawasan Tegalluar.

Ia juga turut menyampaikan dengan hadirnya Bupati Bandung, sejumlah kepala dinas, kepala desa maupun para Ketua RW dan tokoh masyarakat dalam peninjauan kawasan yang akan dibangun danau retensi itu sebagai wujud kebulatan nyata dalam upaya penyelesaian masalah banjir di Tegalluar.**

Yans.

Tepati Janji, Bupati Bandung KDS Terima PSU TCI: Pengembang Wajib Taat Aturan.

Kab Bandung – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dadang Supriatna secara resmi menerima serah terima prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) Perumahan Taman Cilbaduyut Indah (TCI) di  Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, dari pengembang PT Marga Tirta Kencana, pada Kamis (30/04/2026).

Penyerahan PSU tersebut menjadi momentum penting bagi warga, mengingat fasilitas lingkungan di kawasan tersebut telah lama dinantikan, bahkan hingga puluhan tahun.

“Saya pernah berjanji satu bulan akan selesai, dan alhamdulillah hari ini PSU Taman Cibaduyut Indah resmi diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bandung,” ujar Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS).

Ia menyebutkan, penyerahan PSU ini merupakan bentuk ikhtiar bersama antara pemerintah daerah dan pengembang dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya terkait infrastruktur lingkungan.

KDS juga menyampaikan apresiasi kepada pihak pengembang yang telah menyerahkan sarana, prasarana, dan utilitas kepada pemerintah daerah.

“Ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat, khususnya para ketua RT, RW, dan warga. Bahkan sudah hampir 30 tahun menunggu,” kata dia.

Dengan telah diserahkannya PSU tersebut, Pemkab Bandung kini memiliki kewenangan penuh untuk melakukan penataan dan perbaikan infrastruktur di kawasan tersebut.

“Setelah PSU diserahkan, maka bisa dianggarkan melalui APBD Kabupaten Bandung untuk perbaikan jalan, drainase, dan fasilitas lainnya. Pemerintah desa juga bisa ikut mengintervensi,” jelasnya.

Selain itu, KDS juga menginstruksikan dinas terkait untuk segera menindaklanjuti aspek administrasi, termasuk pengurusan sertifikasi aset agar memiliki kepastian hukum.

Lebih jauh, KDS menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan segan memberikan sanksi kepada pengembang yang tidak memenuhi kewajiban penyerahan PSU.

Ia mencontohkan, salah satu sanksi tegas yang akan diterapkan adalah tidak memberikan izin pengembangan perumahan baru bagi pengembang yang belum menyelesaikan kewajiban PSU.

“Kalau PSU belum diserahterimakan, maka izin pengembangan berikutnya tidak akan diberikan,” tegasnya.

Menurut KDS, langkah tersebut penting untuk melindungi hak masyarakat, terutama warga perumahan yang telah memenuhi kewajibannya seperti membayar pajak, namun belum mendapatkan fasilitas yang layak.

“Selamat menikmati PSU yang sudah lama dinanti. Insyaallah pemerintah akan terus hadir untuk membantu perbaikan ke depan,” ucapnya.

Dengan diserahkannya PSU tersebut, diharapkan kualitas infrastruktur dan lingkungan di kawasan Taman Cilbaduyut Indah semakin baik, sekaligus menjadi contoh bagi pengembang lain untuk taat terhadap kewajiban penyerahan PSU kepada pemerintah daerah.(*)

Yans.

DPR RI Dapil Aceh Disorot, Dinilai “Diam” Terkait Polemik JKA

Aceh – YUTELNEWS.com
Polemik terkait program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) kembali menuai sorotan publik. Kali ini, perhatian tertuju pada para anggota DPR RI asal daerah pemilihan (dapil) Aceh yang dinilai belum menunjukkan sikap tegas terhadap persoalan yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas, khususnya di sektor kesehatan.

Advokat muda, Riki Iswandi, menyampaikan kegeramannya atas kondisi tersebut. Ia menilai, di tengah keluhan masyarakat terkait sistem desil dalam penentuan penerima manfaat JKA, para wakil rakyat di tingkat pusat justru terkesan diam dan tidak menyuarakan aspirasi rakyat Aceh.

“Ini menyangkut kesehatan rakyat. Tapi mengapa para anggota DPR RI dari dapil Aceh terkesan membisu? Apakah karena takut berseberangan dengan kebijakan partai penguasa?” ujar Riki dengan nada kritis.

Menurutnya, kebijakan pengelompokan desil yang menjadi dasar penerimaan bantuan JKA dinilai tidak tepat sasaran. Ia menyebutkan adanya kejanggalan di lapangan, di mana masyarakat kurang mampu justru masuk dalam kategori desil tinggi (7–10), sementara sebagian masyarakat yang dinilai lebih mampu malah terdaftar dalam desil rendah (1–5).

“Kondisi ini sangat melukai rasa keadilan. Rakyat kecil yang seharusnya mendapat perlindungan justru tersisih. Sementara yang lebih mampu malah menerima manfaat,” tambahnya.

Riki juga mengingatkan bahwa para anggota DPR RI terpilih tidak lepas dari dukungan rakyat Aceh. Oleh karena itu, ia meminta agar para wakil rakyat tersebut tidak menutup mata terhadap penderitaan masyarakat.

“Jangan lupa, kalian duduk di kursi kehormatan itu karena suara rakyat. Saat rakyat menangis karena kebijakan yang tidak berpihak, seharusnya kalian hadir dan bersuara, bukan diam,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan dan penetapan penerima manfaat JKA, agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.

Polemik ini menjadi pengingat bahwa kebijakan publik, khususnya di bidang kesehatan, harus dijalankan dengan prinsip keadilan dan keberpihakan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

Tim

Ketua DPRD Hj. Renie Rahayu Fauzi SH, Dorong Sinergi Desa Usai Pelantikan Kepala Desa.PAW

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, S.H., menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Mohamad Toha, Komplek Pemkab Bandung, Soreang, pada Kamis (30/04/2026).

Pelantikan sembilan Kepala Desa PAW ini dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung, di antaranya perwakilan Lanud Sulaiman, Kodim 0624/Kabupaten Bandung, Polresta Bandung, serta Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung. Turut hadir para asisten daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, ketua BPD, serta unsur terkait lainnya.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri Ketua TP PKK desa, panitia Pilkades PAW dari sembilan desa, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam keterangannya, Hj. Renie Rahayu menegaskan bahwa pelantikan Kepala Desa Antar Waktu merupakan bagian penting dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan di tingkat desa.

Dengan adanya pelantikan ini, diharapkan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal.

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap penguatan tata kelola pemerintahan desa, termasuk mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam pelaksanaan pembangunan.

“Penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Yans.

KDS: Pemkab Bandung Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD, Target WTP ke-10

BANDUNG – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS) menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung. pada Kamis (30/04/2026).

KDS menyampaikan bahwa rekomendasi yang diberikan DPRD merupakan bagian penting dalam proses evaluasi dan perbaikan kinerja pemerintah daerah. Ia menegaskan, seluruh masukan tersebut akan menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan ke depan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas rekomendasi DPRD. Ini menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bagi kami dalam meningkatkan kinerja pemerintahan,” ujar KDS.

Dalam kesempatan tersebut, KDS juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung Pemerintah Kabupaten Bandung dalam meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-10. Menurutnya, capaian tersebut membutuhkan sinergi dan kerja bersama antara eksekutif dan legislatif.

Selain itu, KDS mengungkapkan capaian positif kinerja Pemkab Bandung berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025 terhadap kinerja tahun 2024, dengan nilai 3,6154 dan masuk ke dalam kategori “Kinerja Tinggi”. Capaian ini menjadikan Kabupaten Bandung berada di peringkat ke-3 secara nasional. Padahal sebelumnya, Kabupaten Bandung berada di peringkat 172.

KDS menilai, peningkatan signifikan tersebut merupakan hasil kolaborasi semua pihak, termasuk DPRD dan seluruh ASN.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras bersama, baik DPRD sebagai mitra strategis maupun seluruh ASN yang terus berinovasi dalam pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, KDS menyebutkan bahwa hingga awal triwulan kedua 2026, penyerapan anggaran telah mencapai 24 persen dan pendapatan daerah sebesar 28 persen. Pemkab Bandung, lanjutnya, akan terus mendorong optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), termasuk melalui evaluasi tata ruang bersama Kementerian ATR/BPN dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kami juga akan mengurangi program yang bersifat seremonial dan lebih fokus pada program yang berdampak langsung terhadap peningkatan PAD serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya, ***

Yans.

Ketua DPRD Wirman Putra Hadiri Pelepasan 175 Jamaah Calon Haji 1447 H/2026 Kota Payakumbuh 

KOTA PAYAKUMBUH, YUTELNEWS.COM —Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, menghadiri pelepasan 175 Jamaah Calon Haji (JCH) untuk musim haji 1447 H/2026 M di Aula Josrizal Zain Balai Kota Payakumbuh pada, Kamis (30/04/2026).

Wirman Putra menekankan bahwa ibadah haji adalah perjalanan fisik, hati, dan jiwa. Ia mendorong jemaah untuk mempersiapkan diri, menjaga kesehatan, serta berfokus pada niat beribadah kepada Allah SWT,” ujar Wirman Putra.

Ia mengingatkan pentingnya sikap kekompakan, saling membantu, dan mematuhi petugas di Tanah Suci. Disiplin dan kebersamaan dianggap kunci dalam pelaksanaan ibadah haji,” ucapnya.

Wirman meminta jemaah mendoakan Kota Payakumbuh agar diberkahi dan maju. Ia juga berharap jemaah mendoakan pemerintah dan DPRD agar bisa memenuhi panggilan untuk berhaji,” kata Wirman Putra.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Payakumbuh, Endra Rinaldi, menginformasikan bahwa 175 jemaah dibagi dalam dua kloter: Kloter 13 (161 orang) berangkat 8 Mei dan Kloter 14 (14 orang) berangkat 9 Mei 2026,” ungkapnya.

Jemaah tertua berusia 78 tahun dan yang termuda 18 tahun. Kepulangan Kloter 13 dijadwalkan pada 18 Juni dan Kloter 14 pada 20 Juni 2026.

Semua jemaah diharapkan melakukan ibadah haji dengan baik dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat, serta menjadi haji yang mabrur.

(MD)

KDS Dorong Kepala Desa Antar Waktu Segera Lakukan Langkah-langkah dan Rencana Kerja

BANDUNG – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr H.M Dadang Supriatna melaksanakan pelantikan sembilan Kepala Desa Antar Waktu yang terpilih di Pilkades Antar Waktu di Gedung Mohamad Toha Komplek Pemkab Bandung, Soreang, pada Kamis (30/04/2026).

Sembilan kepala desa yang sudah sah dan resmi dilantik Bupati Bandung, yakni Kepala Desa Cangkuang Kulon Kecamatan Dayeuhkolot Asep Koswara; Kepala Desa Nagrak Kecamatan Cangkuang Adung Heryana; Kepala Desa Margaasih Kecamatan Margaasih Jajang; Kepala Desa Rancakasumba Kecamatan Solokanjeruk Asep Komarudin; Kepala Desa Waluya Kecamatan Cicalengka H. Agus Rustaman.

Selain itu, Kepala Desa Solokanjeruk Kecamatan Solokanjeruk Yogie Sunandar; Kepala Desa Sukarame Kecamatan Pacet Wawan Ridwan; Kepala Desa Cikuya Kecamatan Cicalengka Koharudin; dan Kepala Desa Margahayu Selatan Kecamatan Margahayu Farhan Taufik Akbar.

Pelantikan sembilan Kepala Desa Antar Waktu ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi, perwakilan Lanud Sulaiman, Kodim 0624/Kabupaten Bandung, Polresta Bandung, Kejari Kabupaten Bandung, para Asisten, kepala OPD, para camat, ketua BPD dan para pihak lainnya. Selain itu Ketua TP PKK desa, panitia Pilkades PAW di 9 desa, dan sejumlah undangan lainnya.

KDS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna mengatakan, setelah dilaksanakan pelantikan ini, para kepala desa yang terpilih pada Pilkades Antar Waktu untuk segera melaksanakan rapat internal, baik dengan perangkat desa di lingkungan desa masing-masing.

“Yang paling pertama itu sertijab (serah terima jabatan). Saya minta hari ini selesaikan. Setelah itu baru melaksanakan rapat internal dengan BPD (Badan Permusyawaratan Desa) dan lembaga-lembaga desa lainnya,” ujarnya.

Bupati KDS juga berharap kepada para kepala desa PAW yang baru saja dilantik untuk segera melakukan langkah-langkah dan rencana kerja kedepan. Disamping itu, kepala desa yang baru dilantik juga untuk melihat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) yang sudah ada di masing-masing desa.

“Apakah masih berlaku, dan masih tetap dilaksanakan atau ada rencana penambahan atau pengurangan rencana pembangunan di desa yang disesuaikan dengan kondisi saat ini,” ujarnya.

Bupati KDS juga berharap kepada para camat untuk melakukan pendampingan atau pengawalan terhadap para kepala desa antar waktu yang baru saja dilantik setelah terpilih dalam Pilkades Antar Waktu tersebut.

Sehingga nanti para camat bisa ada penambahan sumber daya manusia atau memberikan edukasi-edukasi, termasuk penjelasan-penjelasan dan langkah-langkah yang harus dilakukan.

“Dengan harapan para kepala yang baru dilantik, walaupun baru menjabat tapi selaras dengan rencana pembangunan yang sudah disepakati oleh masing-masing desa,” katanya.

Lebih lanjut KDS mengucapkan apresiasi dan selamat kepada sembilan kepala desa antar waktu yang baru saja dilantik. Mereka sudah resmi dan sah menjadi kepala desa terpilih. Diharapkan, mereka bisa mengayomi dan melayani masyarakat di desa masing-masing. “Bisa bekerja keras (fisik), cerdas (intelektual), ikhlas (hati) dan tuntas. Semoga amanah. Aamiin yra,” katanya.

“Para kepala desa terpilih untuk sama-sama mengajak tokoh masyarakat, para ketua RT, RW untuk sama-sama membangun desa di sisa waktu kepemimpinan jelang Pilkades mendatang pada tahun 2027,” ajaknya.

Menurutnya, RPJMDes yang dibuat dan direncanakan oleh masing-masing desa tidak boleh bertentangan dengan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional). Wajib hukumnya mendukung dan mensukseskan program Presiden.
Selain itu, RPJMDes harus sesuai dengan visi misi Gubenur Jawa Barat, dan harus sesuai dengan RPJMD Pemkab Bandung.

Pada kesempatan itu, KDS berpesan kepada para kepala desa untuk menyelesaikan persoalan sampah, di antaranya melalui kegiatan korve. Ia pun sangat mendorong kepala desa kompak dengan masyarakat dalam upaya membangun desanya.**

Yans.

Camat Dayeuhkolot Drs Asep Suryadi M.K.P, Hadir Langsung Sertijab Kades Cangkuang Kulon Berlangsung Khidmat.

Kab.Bandung – Acara pelantikan dan serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Desa Cangkuangkulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, berlangsung dengan penuh khidmat , tertib dan Aman. pada Kamis (30/04/2026).

Prosesi sakral tersebut dihadiri langsung oleh Camat Dayeuhkolot, Drs Asep Suryadi M.K.P, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Bandung. Kehadiran Camat menjadi bukti dukungan dan perhatian penuh pemerintah kecamatan terhadap kelancaran roda pemerintahan di tingkat desa.

Acara dimulai dengan pembacaan surat keputusan pelantikan, dilanjutkan dengan prosesi, serta penandatanganan berita acara serah terima tugas. Suasana terasa sangat hikmat dan diiringi doa bersama agar kepala desa yang baru bapak Acep Koswara dapat menjalankan amanah dengan lancar dan penuh tanggung jawab.

Selain Camat, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kapolsek Dayeuhkolot AKP Triyono , Danramil 2407 Kapten chb Asep Yohana, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), seluruh perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta unsur masyarakat Desa Cangkuangkulon lainnya. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menunjukkan adanya dukungan dan persatuan dalam menyambut kepemimpinan baru di desa tersebut.

Dalam sambutannya, Camat Dayeuhkolot, Drs Asep Suryadi, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terlaksananya prosesi transisi kepemimpinan ini dengan aman dan damai. Ia menekankan bahwa jabatan kepala desa adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan prinsip kejujuran, transparansi, dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.

“Alhamdulillah, prosesi sertijab hari ini berjalan sangat lancar dan penuh khidmat. Saya berharap kepada Kepala Desa yang baru agar dapat segera beradaptasi, bekerja keras, dan bersinergi dengan semua pihak untuk memajukan Desa Cangkuangkulon serta meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Asep Suryadi.

Lebih lanjut, Camat juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan, stabilitas keamanan, serta pelayanan publik yang prima kepada seluruh masyarakat. Ia berharap tidak ada sekat antara pemimpin dan rakyat, sehingga setiap aspirasi dan keluhan warga dapat didengar dan diselesaikan dengan baik.

Acara yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan sesi foto bersama antara pejabat baru, Camat, Kapolsek, Danrqmil, BPD, dan seluruh undangan sebagai tanda persatuan dan kesatuan demi kemajuan Desa Cangkuangkulon ke depannya,”tukasnya.

Yans.

Sertijab Kepala Desa Cangkuang Kulon, Acep Koswara SE Resmi Terima Amanah dari Pj Kepala Desa Lama Penuh Denagn Hhidmat.

Kab.Bandung – Serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Desa Cangkuang Kulon dari Penjabat (Pj) Kepala Desa Nandang kepada kepala desa baru Acep Koswara SE, yang berlangsung dengan penuh khidmat di Aula Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.pada Kamis (30/04/2026).

Prosesi ini menjadi penanda resmi dimulainya kepemimpinan baru menjadi kepala Desa Cangkuang Kulon untuk periode 2026 – 2027.

Kegiatan sertijab tersebut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), di antaranya Camat Dayeuhkolot Drs Asep Suryadi M.K.P, Danramil Dayeuhkolot 2407 kapten chb Asep Yohana, serta Kapolsek Dayeuhkolot. Akp.Tri Haryono,S.I.K.M.H, Ketua BPD, MUI, Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan penuh terhadap keberlanjutan roda pemerintahan desa serta stabilitas wilayah.

Rangkaian acara diawali dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan, dilanjutkan dengan penyerahan simbolis dokumen dari Pj Kepala Desa Nandang kepada Acep Koswara sebagai Kepala Desa definitif. ” Suasana berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan, disaksikan oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen warga yang turut hadir.

Sementara itu, Dalam sambutannya, Camat Dayeuhkolot Drs Asep Suryadi M.K.P menegaskan bahwa jabatan kepala desa merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan integritas, dedikasi, dan komitmen tinggi terhadap pelayanan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan program yang telah berjalan, serta mendorong adanya inovasi dalam pembangunan desa”katanya

“Serah terima jabatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi titik awal untuk melanjutkan program -program yang sudah baik dan memperbaiki yang masih perlu ditingkatkan. Kami berharap Kepala Desa yang baru bapak Acep Koswara mampu membangun komunikasi yang harmonis, serta menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, dan transparan kepada masyarakat,” ujar camat Asep .

Sementara itu, Kepala Desa Acep Koswara dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Desa Cangkuang Kulon. Ia berkomitmen untuk mengemban amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab, serta siap bekerja keras dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat desa”, ucapnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan berkolaborasi dalam membangun desa. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh warga.

“Ini bukan hanya tugas saya sebagai kepala desa, tetapi inj tugas kita bersama. Dengan kebersamaan dan sinergi, saya yakin Desa Cangkuang Kulon bisa lebih maju dan sejahtera,” ungkapnya.

Dengan dilaksanakannya Sertijab ini, diharapkan kepemimpinan baru Kepala Desa Cangkuang Kulon mampu membawa semangat baru dalam tata kelola pemerintahan yang lebih baik, transparan, dan akuntabel, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat”, pungkasnya.

Yans.

Bupati H Dadang Supriatna Resmi Lantik Kades Acep Koswara SE, Era Baru Desa Cangkuang Kulon.

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dr.H.M.Dadang Supriatna,S.Ip.M.Si secara resmi melantik Acep Koswara SE sebagai Kepala Desa Cangkuang Kulon dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat. Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Cangkuang Kulon dalam melanjutkan roda pemerintahan desa yang lebih baik dan berorientasi pada pelayanan publik.pada Kamis(30/04/2026)

Dalam sambutannya, Bupati Bandung H Dadang Supriatna menegaskan pentingnya peran kepala desa sebagai ujung tombak pembangunan di tingkat desa. Ia berharap Acep Koswara dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, serta mampu membawa perubahan positif bagi kesejahteraan masyarakat.
“Jabatan ini adalah amanah yang harus dijaga dengan integritas dan dedikasi tinggi. Saya berharap Kepala Desa yang baru dapat bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat serta pemerintah daerah,” ujar Kang DS

Sementara itu, Acep Koswara menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk mengemban tugas sebagai kepala desa. Ia berjanji akan fokus pada pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi warga Desa Cangkuang Kulon.

Pelantikan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimcam yang turut memberikan dukungan terhadap kepemimpinan baru di Desa Cangkuang Kulon.

Yans.

Uwa Eros Geram, Pencairan Dana Desa Macet, Kebijakan Daerah Disorot Tajam.

Kab.Bandung — YUTELNEWS.com// Keterlambatan pencairan Dana Desa tahap I di Kabupaten Bandung kian memicu kemarahan para kepala desa. Wakil Ketua APDESI Kabupaten Bandung, Rosiman, secara terbuka mempertanyakan kinerja dan kebijakan pemerintah daerah yang dinilai lamban dan kurang responsif.

“Ini bukan lagi soal teknis semata. Ada apa sebenarnya di balik mandeknya Dana Desa di Kabupaten Bandung? Kenapa daerah lain sudah cair, tapi di sini seperti dipersulit? Keur mah saeutik, hese cair,” sindir Rosiman, Kamis (30/4/2026).

Ia menilai, pemerintah daerah seolah tutup mata terhadap kebutuhan mendesak desa. Keterlambatan ini bukan hanya menghambat pembangunan, tapi juga menempatkan kepala desa dalam posisi sulit di hadapan masyarakat dan aparat pengawas.

“Jangan seolah-olah ini hal biasa. Ini menyangkut pelayanan publik di tingkat desa. Kalau dana tidak cair, kegiatan mandek. Lalu siapa yang bertanggung jawab?” tegasnya.

Rosiman juga menyinggung lemahnya komunikasi dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) yang dinilai tidak sigap dalam memberikan informasi sejak awal terkait kendala administrasi.

“Kalau memang ada kesalahan teknis, kenapa tidak disampaikan dari awal? Kenapa harus bolak-balik revisi? Ini bukan mempercepat, tapi justru memperlambat. Terlihat seperti tidak ada keseriusan dalam mengawal pencairan,” ujarnya tajam.

Lebih jauh, ia memperingatkan dampak serius jika kondisi ini terus dibiarkan. Selain berpotensi menumpuknya pekerjaan pembangunan, kepala desa juga terancam dikejar waktu dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban, di tengah jadwal pemeriksaan inspektorat yang sudah di depan mata.

“Jangan paksa kami kerja maraton karena kelambanan kebijakan. Pemeriksaan tetap jalan bulan Juni atau Juli, tapi pencairan terlambat. Ini tidak adil,” katanya.

Ia pun mendesak pemerintah daerah Kabupaten Bandung untuk segera turun tangan dan tidak bersembunyi di balik alasan teknis.

“Kalau tidak ada langkah cepat, wajar jika publik mulai curiga—ada apa dengan pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Bandung? Ini harus dijawab, bukan didiamkan,” pungkasnya. ***

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.