Danrem 031/Wira Bima Pimpin Serah Terima Jabatan dan Tradisi Satuan Dandim 0301/Pekanbaru

Pekanbaru – yutelnews.com 
Komandan Korem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Sugiyono, memimpin langsung upacara Serah Terima Jabatan dan Tradisi Satuan Lepas Sambut Komandan Kodim 0301/Pekanbaru dari Kolonel Inf Sri Marantika Beruh, S.Sos., M.I.Pol (Pejabat Lama) kepada Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos., M.M (Pejabat Baru). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh makna di Aula Makodim 0301/Pekanbaru, Jl. Jend. Ahmad Yani, Kota Pekanbaru , 17 mei 2025.

Acara ini merupakan bagian dari dinamika organisasi dan tradisi korps TNI AD yang sarat makna, bertujuan mempererat tali persaudaraan dan kesinambungan tugas serta tanggung jawab komando. Prosesi dihadiri oleh pejabat utama Korem 031/WB, para Dandim jajaran, Kabalak, serta Ketua berta pengurus Persit KCK Koorcab Rem 031 PD I/BB.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Sugiyono menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kolonel Inf Sri Marantika Beruh atas pengabdian dan kontribusinya selama memimpin Kodim 0301/Pekanbaru. “Beliau telah memberikan sumbangsih besar dalam membina satuan dan menjaga sinergi dengan masyarakat dan pemerintah daerah. Kami doakan sukses dalam penugasan selanjutnya sebagai siswa Sesko TNI,” ujar Danrem.

Kepada pejabat baru, Letkol Inf Ikhsanudin, Danrem menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas. “Saya percaya, dengan bekal pengalaman dan integritas yang dimiliki, Dandim baru akan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dan membawa Kodim 0301/Pekanbaru lebih baik lagi ke depan,” tambahnya.

Pejabat lama, Kolonel Sri Marantika, dalam kesan dan pesannya mengungkapkan rasa haru dan terima kasih atas kerja sama seluruh unsur Kodim selama masa pengabdiannya. Ia juga berpesan agar kekompakan dan loyalitas prajurit tetap dijaga. Sementara Letkol Ikhsanudin memperkenalkan diri serta memohon dukungan dan arahan dalam pelaksanaan tugas barunya.

Acara ditutup dengan pemberian cinderamata, pembacaan doa, ramah tamah, dan pelepasan Kolonel Sri Marantika melalui penghormatan militer dan tradisi pedang pora sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terakhir. (Pen031).|| AS

Kapolda Riau Pimpin Apel Tim RAGA Dalam Rangka Harkamtibmas

YUYELNEWS.com | Pekanbaru,- Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum, memimpin langsung apel Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Tim RAGA Polda Riau yang digelar di halaman Samsat Kota Pekanbaru, 17 mei 2025.

Apel ini diikuti oleh Pejabat Utama (PJU) Polda Riau dan PJU Polresta Pekanbaru, sebagai bentuk sinergi dan komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukum Polda Riau.

Dalam arahannya, Irjen Pol Herry Heryawan menekankan pentingnya kehadiran aktif aparat kepolisian di tengah masyarakat sebagai langkah preventif terhadap potensi gangguan kamtibmas.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kita untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Tim RAGA harus menjadi ujung tombak dalam menjaga keamanan dengan pendekatan yang humanis, namun tetap tegas terhadap setiap potensi gangguan,”tegas Kapolda Riau.

Ia juga menegaskan bahwa Polda Riau akan terus meningkatkan kegiatan preventif dan preemtif guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif, terutama di momen-momen rawan seperti akhir pekan dan hari libur.

Kehadiran Tim RAGA Polda Riau sendiri dibentuk sebagai jawaban atas harapan masyarakat terhadap terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar lantas) di Provinsi Riau. Tim ini diharapkan mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan respons cepat atas setiap potensi gangguan.

Sementara itu, pantauan di lokasi kegiatan apel menunjukkan kesiapan penuh dari jajaran yang hadir. Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, turut memastikan kesiapan personel Ditlantas Polda Riau yang tergabung dalam Tim RAGA.

“Personel Ditlantas Polda Riau yang tergabung dalam Tim RAGA telah disiapkan dengan matang. Mereka siap menjalankan tugas di lapangan dengan profesional, sesuai dengan arahan pimpinan,”ujarnya.

Di akhir kegiatan, Kapolda Riau yang didampingi oleh seluruh Pejabat Utama Polda Riau serta Pejabat Utama Polresta Pekanbaru secara simbolis melepas keberangkatan Tim RAGA ke lapangan. Dalam kesempatan itu, ia menitipkan pesan penting kepada seluruh personel.

“Laksanakan tugas secara proporsional, tetap jaga etika, dan berikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat. Jadilah representasi Polri yang hadir untuk melindungi dan mengayomi,” pesan Irjen Pol Herry Heryawan.

Apel ini menjadi simbol nyata keseriusan jajaran Polda Riau dalam memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat demi menjaga keamanan dan ketertiban secara berkelanjutan.

AS

Pemkab Bandung Beri Pendampingan dan Trauma Healing Santriwati Korban Pencabulan

YUYELNEWS.com |Bandung,- Bupati Bandung HM Dadang Supriatna menyatakan delapan santrwati korban kasus pencabulan oleh RR (30), oknum pimpinan Ponpes Santri Sinatria Qurani, Jalan Gunung Aseupan, Desa Karamatmulya Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, saat ini sedang menjalani pendampingan dan trauma healing dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A).

“Para korban saat ini sedang mendapatkan pendampingan dan trauma healing dari Unit PPA DP2KBP3A,” kata Bupati Bandung saat menemui para santri ponpes tersebut di Kantor UPTD PPA DP2KBP3A Kabupaten Bandung. Sabtu (17/5/2025).

Bupati menambahkan ponpes-nya sendiri untuk sementara ditutup, terlebih lagi karena belum memiliki izin operasional dari Kementerian Agama. Ia menyatakan seluruh santri ponpes tersebut yang tersisa akan dipindahkan ke pesantren terdekat yang terpercaya dan sudah mendapat izin operasional dari Kementerian Agama.

“Saya sarankan agar semua santrinya untuk pindah ke pesantren yang sudah memiliki izin,” ucap Bupati Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS ini.

Kang DS juga meminta kepada para camat dan kepala desa untuk memonitor pesantren di wilayahnya kalau-kalau ada belum memiliki izin operasional.

“Agar jangan sampai kejadian seperti di Soreang terjadi lagi di kecamatan lainnya di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Kang DS menandaskan melalui kewenangan Kemenag, bagi pesantren yang belum memiliki izin operasional di wilayah Kabupaten Bandung bakal ditertibkan dan diberi sanksi oleh Kemenag.

Sebelumnya diberitakan, Polresta Bandung menetapkan RR (30) sebagai tersangka pencabulan terhadap delapan santriwati di Ponpes Santri Sinatria Qurani.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandung Kompol Luthfi Olot Gigantara mengatakan, penetapan tersangka terhadap RR sebagai pimpinan ponpes tersebut dilakukan usai pihaknya memeriksa tujuh orang saksi, yang lima di antaranya merupakan korban pelecehan seksual pelaku.

Kompol Lutfi menyebut total korban ada delapan orang, di mana tiga korban mengaku telah disetubuhi oleh pelaku dan sudah dilakukan visum di Rumah Sakit Sartika Asih. Sementara lima lainnya mengalami pencabulan.

“Seorang laki-laki berinisial RR kami tetapkan sebagai tersangka. Saat ini tersangka sudah ditahan di rumah tahanan Polresta Bandung,” tandas Lutfi di Mapolresta Bandung. Rabu (14/5/2025).

Kompol Luthfi menyebut mayoritas korban di bawah umur atau belum menginjak usia 18 tahun. Para korban pun mengalami trauma dan tengah menjalani pendampingan oleh psikolog dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Bandung.

“Para korban menimba ilmu di tempat tersebut sejak 2023 hingga sekarang. Dan kejadian berlangsung di rentang waktu tersebut. Motif pelaku masih kita dalami sampai saat ini,” pungkasnya.

Akibat aksinya, RR yang merupakan salah seorang pengurus di tempat tersebut dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dirinya terancam hukuman hingga 15 tahun penjara.

Kasus ini terungkap setelah ada beberapa santriwati alumni yang mulai berani bicara kepada orangtuanya bahwa mereka mengalami pelecehan seksual selama mondok di ponpes gratis tersebut. Pelecehan dilakukan oknum berkali-kali di kobong ponpes, rumah oknum maupun di saung yang ada dikawasan ponpes tersebut.

Kuasa hukum korban, Ahmad Ridho mengungkapkan, pihaknya menerima aduan dari Reky, salah satu orangtua korban, pada 28 April 2025. Keesokan harinya, 29 April, pihaknya membuat Laporan Polisi (LP) ke Polresta Bandung untuk dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Yans.

Tim Gabungan Satpol PP Kota Bandung Sita Ratusan Botol Miras dan Ribuan Obat Terlarang Ilegal

YUTELNEWS.com| Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menyita ratusan botol minuman keras dan ribuan obat terlarang ilegal dari sejumlah titik, pada Jumat 16 Mei 2025.
Operasi ini merupakan upaya Satpol PP untuk menjaga ketertiban dan ketentraman di Kota Bandung.

“Kegiatan ini mengacu pada Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 09 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum, Ketentraman, dan Perlindungan Masyarakat,” ujar Kepala Satpol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi.

Ribuan botol minuman keras dan obat terlarang tersebut disita dari beberapa kios dan toko di:
– Jalan Sukabumi: disita 168 botol minuman keras berbagai merek dari kios.

– Jalan Ciateul: Disita 235 botol minuman keras dari kios dan 417 butir obat-obatan dari kios lainnya.

– Jalan Terusan Pasirkoja: Disita 1.685 butir obat-obatan dari sebuah toko.

Dalam kegiatan ini, Satpol PP bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Satnarkoba Polrestabes Bandung, dan TNI, serta BPOM Bandung.
“Tempat usaha yang melanggar telah disegel. Minuman keras diamankan, sementara obat-obatan diserahkan kepada Satnarkoba Polrestabes Bandung,” jelas Rasdian.

Para pelanggar akan menjalani proses hukum melalui sidang tindak pidana ringan (tipiring) yang dijadwalkan pada Rabu, 28 Mei 2025..

Yans.

Diduga Tak Adil, Nasabah MUF Keluhkan Tekanan Debt Collector Meski Berniat Bayar Angsuran

Yutelnews.com||Sidoarjo – Seorang nasabah Mandiri Utama Finance (MUF) mengaku mendapat perlakuan tidak adil dari pihak leasing cabang Sidoarjo. Nasabah yang berdomisili di Surabaya Barat tersebut mengalami keterlambatan pembayaran angsuran selama 29 hari dan telah menunjukkan itikad baik untuk membayar secara bertahap. Namun, ia justru menerima tekanan dan ancaman penarikan kendaraan dari pihak penagih utang (debt collector).
Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 16 Mei 2025 sekitar pukul 13.00 WIB, saat nasabah mendatangi kantor MUF cabang Surabaya di Ruko Golden Palace, Jl. Mayjen HR. Muhammad. Ia bermaksud membayar satu angsuran terlebih dahulu, dengan rencana untuk melunasi sisa angsuran pada malam harinya setelah menerima gaji.
Sayangnya, pihak kantor cabang Surabaya menolak pembayaran tersebut dengan alasan harus menunggu konfirmasi dari kantor cabang Sidoarjo. Tidak hanya itu, pihak debt collector bersikeras agar nasabah membayar dua angsuran sekaligus dan harus dilakukan langsung di kantor MUF Sidoarjo, kendati nasabah telah menyampaikan bahwa ia mengalami kendala lokasi dan pekerjaan sehingga tidak memungkinkan datang ke Sidoarjo.
Ironisnya, jatuh tempo angsuran bulan Mei sebenarnya masih tanggal 20. Namun, debt collector tetap menekan nasabah agar melakukan pelunasan pada hari itu juga, disertai ancaman penarikan kendaraan. Padahal, nasabah telah menyatakan komitmennya untuk melunasi dua angsuran pada malam tanggal 17 Mei 2025.
Debt collector yang disebut dalam kejadian ini adalah Egi Dwi Kurniawan, dengan nomor WhatsApp 0858-1450-7611. Dalam komunikasi dengan nasabah, ia menyatakan bahwa “sudah tidak ada tawar-menawar lagi” dan menolak segala alasan yang diberikan.
Situasi ini menimbulkan sejumlah pertanyaan di tengah masyarakat:
Mengapa pembayaran tidak bisa dilakukan di kantor cabang Surabaya yang resmi?
Mengapa itikad baik nasabah untuk melunasi angsuran tidak dihargai?
Apakah ini merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang oleh oknum debt collector?
Hingga berita ini diturunkan, pihak Mandiri Utama Finance belum memberikan tanggapan resmi. Nasabah berharap MUF pusat segera melakukan evaluasi terhadap sistem penagihan, agar tidak merugikan konsumen yang sedang berusaha memenuhi kewajibannya secara bertanggung jawab(Boedipras)

Polda Riau Gagalkan 17,37 kilogram Sabu Jaringan Internasional

Pekanbaru – yutelnews.com
Direktorat Reserse Kriminal Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika internasional dengan barang bukti mencengangkan, 17,37 kilogram sabu yang dikemas dalam 18 paket besar.

Konferensi pers yang digelar di Media Center Polda Riau pada Kamis (16/5) ini dihadiri oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol Jossy Kusumo, Dirresnarkoba Kombes Pol Putu Yudha Prawira, serta Kabid Humas Kombes Pol Anom Karibianto.

Menurut Dir Resnarkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira, dalam pengungkapan ini, lima orang diamankan. Setelah pemeriksaan intensif, empat orang ditetapkan sebagai tersangka. Masing-masing berinisial I, D, A, dan MN.

” Tersangka I berperan sebagai penjemput barang ke Pekanbaru, sementara B dan A bertugas membawa sabu dari Jakarta. Menariknya, MN adalah narapidana aktif yang mengendalikan jaringan dari balik jeruji besi di salah satu lapas di Riau “, ujar Putu.

Kasus ini bermula pada 12 Mei 2025 dini hari, saat tim Ditresnarkoba membuntuti sebuah mobil Honda Brio putih yang dicurigai membawa sabu dari Siak ke Pekanbaru. Penyelidikan yang berlangsung selama hampir dua bulan itu akhirnya membuahkan hasil ketika tim menghentikan kendaraan di Jalan Buatan, Siak, dan menangkap dua orang pelaku.

” Dalam kendaraan yang dibawa tersangka I dan D, ditemukan dua tas berisi sabu yang dibungkus kemasan teh Cina “, ungkapnya.

Pengembangan dilakukan ke sebuah kos-kosan, meski awalnya tidak ditemukan barang bukti tambahan. Namun, pelaku diketahui telah memberi laporan kepada pengendali utama jaringan bahwa barang sudah tiba di Pekanbaru. Perintah selanjutnya, mendistribusikan 10 kg sabu kepada dua orang kurir yang akan membawa barang ke Jakarta.

Tim kepolisian kemudian melakukan operasi penyamaran (undercover) dan menangkap dua tersangka lain (A dan MN) saat pengambilan barang di Pasar Buah Pekanbaru.

MN, sang napi pengendali, diketahui menjalani hukuman 11 tahun dalam kasus serupa yang melibatkan 7 kg sabu. Ia memerintahkan para kurir dari dalam lapas dengan alat komunikasi ilegal.

” Polisi kini juga tengah memburu satu pelaku lainnya berinisial AZ, warga negara Malaysia yang diduga otak jaringan lintas negara. AZ disebut sebagai mantan napi yang kabur dari Lapas Bengkalis pada 2017 “, ungkap Putu.

Terungkap pula bahwa tersangka I telah dua kali menjadi kurir dengan tarif Rp7 juta per kilogram. Sedangkan B dan A telah tiga kali membawa sabu dengan bayaran mencapai Rp138 juta.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (2) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

“Jika tidak dihentikan, sabu seberat ini dapat merusak puluhan ribu generasi bangsa. Kami tidak akan berhenti sampai semua jaringan ini tertangkap,” tegas Putu Yudha Prawira.|| AS

Pemerintah Desa Sukapura Gelar Musyawarah Desa ( Musdes) Khusus Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

YUYELNEWS.com | Bandung,- Pemerintah Desa Sukapura menggelar acara musyawarah Desa (Musdes) khusus Koperasi Merah Putih, kita perlu ketahui dibentuk berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesian Prabowo Subianto, No.9/2025. Dalam Inpres tersebut, pemerintah akan membentuk kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang akan diluncurkan pada tanggal 12 Juli 2025 bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional.

Tujuannya,Koperasi Merah Putih untuk memberdayakan potensi ekonomi warga Desa melalui Usaha Simpan Pinjam, Pertanian, Perdagangan, Memberikan pelayanan secara sistematis dan cepat, Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi melalui Koperasi, Modernisasi manajemen sistem perkoperasian, Menekan harga ditingkat konsumen, Meningkatkan harga ditingkat petani hingga nilai tukar petani (NTP) atau kesejahteraan petani naik, Menekan pergerakan tengkulak, Memperpendek rantai pasok, Menjadi motor menggerak bagi UMKM, Menekan tingkat kemiskinan ekstrim, serta Menekan Inflasi.

Pada hari Jumat 16 Mei 2025 Di Aula Kantor Desa Sukapura Kecamatan Dayeuhkolot, Resmi menggelar Musyawarah khusus (Musdes) untuk Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

Kegiatan ini di hadiri oleh Camat Dayeuhkolot Drs Asep Suryadi M.K.P, di wakili oleh Sekcam dra Lusi Widhiyanti ,Perwakilan dinas koperasi kabupaten Bandung bapak Gian, Bhabinkamtibmas , Babinsa , Ketua BPD Desa Sukapura, Kepala Desa Sukapura Ganjar Sukma Wibawa S.IP, LPMD , pendamping desa, serta para ketua Rt dan RW, para tokoh masyarakat, dan undangan yang lain nya.

Pada kesempatan ini kepala desa sukapura Ganjar Sukma Wibawa S.IP mengatakan “ hari ini kita Pemdes Sukapura kecamatan Dayeuhkolot Melaksanakan Musyawarah Khusus Pembentukan Koperasi Desa merah Putih, alhamdulillah tadi pembukaan berjalan dengan Lancar.” Ujar Kades.

Lebih lanjut, Kades Ganjar Mengatakan Semoga kedepannya siapa pun yang terpilih Menjadi pengurus Koperasi desa Merah putih di desa sukapura, bisa amanah dan bisa menjalankan koperasi sesuai dengan peraturan yang ada dan mengingatkan pada masyarakat jangan dulu terpengaruh hal hal yang tidak jelas di luar ,” tukasnya kades.

Yans.

Terkait Isu Perpisahan Kepala Sekolah SMA Olahraga Riau Berikan Klarifikasi Dan Rencana Kegiatan Akan Datang

YUTELNEWS.com | Pekanbaru,- Terkait adanya isu yang beredar tentang perpisahan siswa di SMA Olahraga Riau, Kepala Sekolah Aslim S.Pd M.M. Waka kesiswaan Babus Slamat Sitabat S.Pd,Humas Irnawati S.Pd,Wakil Kurikulum H. Indra Wahyudi M.Pd,didampingi humas sekolah mengeluarkan klarifikasi resmi. Humas SMA Olahraga Provinsi Riau menyampaikan bahwa perpisahan yang berlangsung pada hari Sabtu, 10 Mei 2025, bersifat sangat sederhana.

Menurut Waka Humas SMA Olahraga Provinsi Riau, acara tersebut dilaksanakan dengan penerapan protokol sederhana dan tidak menimbulkan kerumunan. Kegiatan ini diikuti oleh kelas XII dan disiarkan secara daring melalui zoom meeting bagi peserta dari luar daerah. Siswa mengenakan seragam sederhana ( putih abu-abu ), dan tidak ada pemberian gratifikasi berupa makanan atau minuman sebagai bagian dari acara.

Dalam menanggapi keputusan Gubernur Riau terkait perpisahan, Waka Humas menyebutkan bahwa perpisahan di SMA Olahraga Provinsi Riau adalah momen penting namun tetap bersifat sederhana. Sekolah berencana untuk mengadakannya secara lebih minimalis, seperti hanya melalui apel saja di masa mendatang, insya Allah.

Selain itu, pihak sekolah tetap menyediakan cenderamata sebagai kenang-kenangan untuk siswa yang akan meninggalkan sekolah. Klarifikasi ini diharapkan dapat meredam isu yang beredar dan memberi gambaran yang lebih jelas terkait pelaksanaan acara perpisahan.

AS

Perketat Pengawasan dan Keamanan, Rutan Batam Gelar Razia Gabungan bersama APH

YUTELNEWS.com | Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Batam Kembali melaksanakan Razia gabungan Bersama Aparat Penegak Hukum (APH) dari Polsek Sagulung, pada Kamis(15/05) dalam rangka menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari barang-barang terlarang.

Kegiatan razia ini merupakan komitmen Rutan Batam dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta 21 Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam upaya pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan di seluruh Indonesia.
Razia gabungan ini dilaksanakan di beberapa blok hunian warga binaan yang melibatkan tim pengamanan Rutan Batam yang terdiri atas anggota regu jaga dan staf pengamanan, serta pihak kepolisian. Setiap ruangan dan sudut kamar hunian diperiksa secara cermat guna memastikan tidak ada barang-barang terlarang seperti handphone, narkoba, atau benda lain yang dapat mengganggu stabilitas keamanan rutan.

Dalam pelaksanaannya, razia berlangsung aman dan kondusif. Proses penggeledahan dilakukan secara humanis dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukannya barang-barang terlarang di blok-blok hunian, yang menunjukkan keberhasilan pengawasan dan pengendalian internal yang diterapkan oleh jajaran Rutan Batam.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Batam, Purwo Aji Prasetyo, memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Rutan Batam dan Polsek Sagulung dalam pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyebutkan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban di rutan tetap terjaga.
“Melalui Razia gabungan ini, kami berupaya memastikan seluruh blok hunian bebas dari barang-barang terlarang. Hal ini penting untuk mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif dalam mendukung pembinaan bagi warga binaan,” ujar Purwo Aji.

 

Kades Cangkuang Wetan Asep Kusmiadi S.Pd Peduli Lingkungan Sehat,Nyaman Gelar Kerja Bakti Jumsih Berkelanjutan.

YUTELNEWS.com | Bandung,- Jajaran peduli lingkungan kreatip Kepala Desa Asep Kusmiadi S.Pd bersama dengan warga, dan sejumlah instansi menggelar kerja bakti Jumsih berkelanjutan, yang berlangsung di kawasan lingkungan Desa Cangkuang wetan Kecamatan Dayeuhkolot,kabupaten bandung. Jumat, (16/05/2025) pagi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan area publik di wilayah Desa Cangkuang wetan, Kecamatan Dayeuhkolot ” kata kades Asep,di sela-sela kerja bakti itu.

Lebih lanjut Kades Asep Kusmiadi menjelaskan, kerja bakti jumsih ini merupakan langkah nyata untuk menjaga kebersihan, khususnya di area lingkungan desa Cangkuang wetan .” Di sisi lain kerja bakti ini menunjukan rasa kepedulian masyarakat, sekaligus untuk menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.

“Kami ingin menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat desa Cangkuang wetan yang tinggal di daerah ini,” tambahnya.

Disebutkan kades Asep , kegiatan kerja bakti ini melibatkan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari warga, RT, RW, yang bahu-membahu membersihkan sampah di tiap lingkungan.

Menurutnya, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan adanya kerja bakti jumsih ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami ingin membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, sehingga Desa Cangkuang wetan menjadi desa yang bersih dan nyaman,” tukasnya.

Yans.

Kunjungan Menteri Pangan di Desa Cangkuang Wetan untuk Pembentukan Koperasi Merah Putih

BANDUNG, YUTELNEWS.COM —Menteri Badan Pangan Zulkipli Hasan mengunjungi Desa Cangkuang Wetan, Kabupaten Bandung, untuk mendukung pembentukan Koperasi Merah Putih yang bertujuan memperkuat ekonomi lokal pada, Kamis (15/05/2025).

Zulkipli Hasan hadir untuk meninjau pelaksanaan Poliklinik dan Apoteker yang bekerja sama dengan Koperasi Merah Putih.

Koperasi Merah Putih bertujuan untuk memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan meningkatkan produktivitas lokal.

Koperasi ini berfungsi sebagai alat ekonomi dan instrumen keadilan sosial yang membantu distribusi sembako dari produsen ke masyarakat.

Koperasi ini mencakup berbagai layanan, seperti simpan pinjam, distribusi pangan, dan pelayanan kesehatan.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mendukung pembentukan Koperasi Merah Putih dan percaya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati menargetkan agar semua kelurahan dan desa di Kabupaten Bandung memiliki koperasi aktif dan legal pada akhir Juni 2025.

Pihak pemerintah bekerjasama dengan Ikatan Notaris Indonesia untuk mempercepat legalitas koperasi.

Kunjungan Menteri Zulkipli Hasan menandakan dukungan pemerintah pusat terhadap Koperasi Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Semua pihak diharapkan menjaga semangat gotong royong untuk mencapai tujuan ini.

(Yans)

Ditlantas Polda Riau Gelar Razia Gabungan, Sasar ODOL dan Truk Pelanggar Jam Operasional di Pekanbaru

Pekanbaruyutelnews.com 
Subdit Gakkum Ditlantas Polda Riau bersama sejumlah instansi terkait menggelar razia gabungan dalam rangka penegakan hukum lalu lintas terhadap kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), pelanggaran kasat mata, serta truk yang melintas tidak sesuai jam operasional. Kegiatan ini dilaksanakan di sepanjang Jalan S.M. Amin hingga Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru, Kamis (15/5), sejak pukul 09.00 WIB.

Razia ini melibatkan 76 personel dari Ditlantas Polda Riau, Satlantas Polresta Pekanbaru, BPTD Kemenhub, Dishub Provinsi dan Kota Pekanbaru, PT Jasa Raharja, serta petugas Samsat Panam.

Hasil Penindakan:

Tilang manual: 80 pelanggaran (Ditlantas Polda Riau 55, Dishub Kota Pekanbaru 13, BPTD Kemenhub 12)

Tilang ETLE: 10 pelanggar

Teguran langsung: 21 pelanggar, termasuk tidak menggunakan helm dan sabuk pengaman

Pemeriksaan kendaraan ODOL, kelengkapan surat, serta uji fisik kendaraan (rem, ban, lampu, dan beban angkut)


Terpantau di lapangan, petugas gabungan juga melakukan penindakan terhadap truk-truk besar yang melanggar aturan jam operasional dan masih melintas di jalan utama kota, khususnya dari Jalan S.M. Amin hingga Jalan HR Soebrantas. Kendaraan-kendaraan berat ini tidak hanya melanggar ketentuan lalu lintas, tetapi juga menyebabkan kepadatan dan kemacetan lalu lintas, terutama di Jalan Soebrantas yang merupakan jalur padat aktivitas masyarakat.

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah tegas untuk meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan. “Penegakan hukum terhadap ODOL dan pelanggaran lalu lintas, termasuk truk yang melanggar jam operasional, adalah komitmen kami dalam menciptakan jalan yang aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Riau, AKBP Lagomo, yang menyatakan bahwa operasi gabungan akan terus dilakukan secara berkala demi mewujudkan Riau Zero ODOL dan Zero Accident. “Kita akan terus melakukan pengawasan terhadap kendaraan berat yang masuk kota di luar jam yang ditentukan. Ini penting untuk mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan,” tegasnya.

Tak hanya memeriksa kelengkapan surat dan identitas pengemudi, petugas juga melakukan pemeriksaan kondisi teknis kendaraan secara menyeluruh, termasuk sistem pengereman, kondisi ban, lampu-lampu, dan beban muatan, guna memastikan kendaraan laik jalan dan aman untuk beroperasi di area perkotaan.

Kepala Samsat Panam Bapenda Provinsi Riau, Ria Noviana, S.E., M.Si, juga menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. “Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan operasi ini. Penegakan hukum seperti ini sangat penting untuk mendorong kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban membayar pajak kendaraan dan menjaga kelayakan operasionalnya,” ujarnya.

Semua kendaraan yang terjaring langsung didata oleh petugas gabungan untuk tindak lanjut dan antisipasi pelanggaran berulang. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali.|| AS

Inovasi Pertanian, Bupati HM Dadang Supriatna, Launching 5 Varietas Lokal Unggulan

Bandung — Yutelnews.com || Bupati Bandung HM Dadang Supriatna meluncurkan lima varietas lokal unggulan Kabupaten Bandung yang tealh didaftarkan ke Kementerian Pertanian dalam rangka Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Bandung.

Bupati Bandung menguraikan, kelima varietas lokal tersebut memiliki aspek khas dan keunggulan masing-masing, sehingga mendapat atensi khusus di kalangan masyarakat, di mana adanya permintaan yang kontinyu bahkan sudah merambah pasar internasional.

“Alhamdulillah, Kabupaten Bandung berhasil mendaftarkan lima varietas lokal kepada Kementerian Pertanian,” ucap Bupati Bandung saat launching varietas lokal Kabupaten Bandung di Sutan Raja Soreang, Kamis (15/5/2025).

Kelima varietas lokal itu antara lain Padi Ciparay Seungit, Ubi Jalar Arnet Cimaung, Ubi Jalar Murasaki Cimaung, Ubi Jalar Rancing Ungu Cimaung, dan Bawang Putih Lumbu Kebo.

Bupati Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS ini berharap varietas lokal ini mampu meningkatkan produktivitas, ketahanan terhadap penyakit, serta adaptif terhadap perubahan iklim.

Bupati Bandung menyatakan pertanian adalah salah satu sektor yang sangat vital dalam kehidupan kita. laju pertumbuhan penduduk yang tak terelakan lagi, menjadi tantangan yang harus kita jawab dengan penyediaan sumber pangan yang berkelanjutan.

Oleh karena itu menurutnya Kabupaten Bandung harus terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian, agar dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

“Salah satu inovasi yang dapat kita manfaatkan adalah pengembangan varietas tanaman lokal spesifik lokasi, varietas lokal yang telah berkembang di Kabupaten Bandung harus kita lindungi, dengan adanya mekanisme pendaftaran dan pelepasan varietas lokal,” kata Kang DS.

Bupati Kang DS juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya para petani, untuk terbuka terhadap perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan di bidang pertanian.

“Melalui riset dan pemilihan varietas yang tepat, kita bisa memastikan bahwa tanah kita memberikan hasil yang maksimal,” ujarnya.

Oleh karena itu bupati berpesan untuk selalu bekerja sama dengan para ilmuwan, penyuluh pertanian, dan berbagai pihak terkait, untuk terus memperkenalkan dan mengimplementasikan varietas-varietas unggul lokal yang telah terbukti dapat meningkatkan produktivitas.

Melalui launching varietas lokal ini, saya mengajak seluruh stakeholder untuk bahu-membahu mengembangkan sektor pertanian dari hulu ke hilir.

“Mari kita pastikan varietas ini tidak hanya berhenti di launching, tetapi bisa diimplementasikan sampai ke sawah-sawah petani, ke pasar-pasar lokal dan regional, dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat,” seru Kang DS.

Selain sebagai salah satu agenda program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Bandung, melalui launching varietas lokal ini Pemkab Bandungjuga akan terus mendukung program-program yang berkaitan dengan pertanian, pelatihan bagi para petani, serta penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan varietas tanaman unggul ini. Semoga upaya kita semua dalam menciptakan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani dapat berjalan dengan sukses dan membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkas bupati.(*)


Yans.

Anggota DPR RI Asep Romy Romayana : Jangan Sampai Ada Rumah Sakit yang Menolak Pasien

Jakarta – Yutelnews.com II Anggota DPR RI komisi IX Asep Romy Romaya menyebut bila kesehatan adalah hal yang sangat berharga dan tidak dapat dinilai dengan uang.

Untuk itu, Politisi yang akrab disapa Bang Romy tersebut menyatakan bila Kemenkes harus memastikan bila tidak ada lagi rumah sakit yang menolak pasien tanpa terkecuali.

“Saya pernah melakukan dialog dengan Direktur Direktur Rumah Sakit daerah di Kabupaten Bandung jangan sampai ada Rumah Sakit yang menolak pasien,” kata Bang Romy dalam Raker Komisi IX DPR RI bersama Menkes, Rabu (14/05/2025).

Legislator Dapil Jabar II tersebut menyatakan bila sampai ada kejadian Rumah Sakit menolak pasien itu akan menjatuhkan harga diri pemerintahan pusat hingga daerah.

Hal tersebut menjadi sebuah pertaruhan karena bila pasien ditolak Rumah Sakit hal tersebut pasti menimbulkan permasalahan besar di kemudian hari.

“Kalau ditolak itu harga diri pemerintahan dari pusat sampai daerah jadi taruhannya kemudian siapa yang akan bertanggung jawab bila pasien itu ditolak,” ujarnya.

Selain itu, Bang Romy juga menyinggung soal program kerja yang telah dikerjakan oleh Menteri Kesehatan sudah sesuai dengan jalurnya.

Hal tersebut tinggal diperkuat dengan adanya kolaborasi sinergi antara Kemenkes dengan setiap Pemerintahan Daerah untuk memastikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat bisa terjamin.

“Perlu ada kolaborasi antara pemerintah daerah yang berada di Provinsi hingga Kabupaten dan Kota karena itu jadi salah satu indikator untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan,” tukasnya.



Yans.

Desa Cangkuang Wetan “Tanginas” Tak Tanggung Tanggung Sampai Di Kunjungi Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan

Bandung – Yutelnews.com
Desa Cangkuang Wetan di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, mencuri perhatian publik secara nasional , setelah sukses mendirikan Koperasi Desa Merah Putih dan menghadirkan inovasi pengelolaan sampah rumah tangga yang berdampak langsung pada kesejahteraan warganya.

Tak tanggung-tanggung, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, hadir langsung ke lokasi desa Cangkuang wetan untuk meresmikan sejumlah program unggulan desa Cangkuang wetan. pada kamis 15/05/2025.

Dalam kunjungan itu, Menteri Zulkifli Hasan meresmikan pembukaan poliklinik dan apotek desa yang menjadi bagian dari program kerja koperasi desa . Koperasi Desa Merah Putih itu sendiri baru saja dibentuk sehari sebelumnya, melalui Musyawarah Desa (Musdes) pada 14 Mei. Menariknya, hanya berselang satu hari, sertifikat legalitas koperasi dari Kemenkumham sudah terbit, sebuah proses yang biasanya memakan waktu yang begitu lebih lama.

Kepala Desa Cangkuang Wetan, Asep Kusmiadi S.Pd, mengungkapkan rasa haru dan syukurnya atas pencapaian ini.

“Alhamdulillah, ini sebuah kehormatan besar. Bapak Menteri datang langsung ke desa kami untuk menyaksikan peluncuran poliklinik dan apotek, yang merupakan bagian dari program koperasi merah putih, Ini semua berawal dari semangat gotong royong warga dalam Musdes kemarin,” ujar Asep.

Kecepatan dan kesiapan Desa Cangkuang Wetan dalam membentuk koperasi desa ini sejalan dengan program pemerintah pusat, yang menargetkan seluruh desa dan kelurahan di Indonesia sudah memiliki Koperasi Merah Putih sebelum akhir Mei 2025. Desa ini berhasil menjadi desa pelopor dengan legalitas lengkap dan program kerja nyata yang langsung berjalan.

Namun, tidak hanya koperasi desa merah putih dan fasilitas kesehatan , yang menjadi sorotan utama ,terkait Pengelolaan sampah yang inovatif dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi warga juga menjadi daya tarik utama.

Desa Cangkuang Wetan ini mengolah sampah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat, seperti bahan bakar minyak (BBM) dan gas. Hasil dari proses ini kemudian disalurkan kembali kepada warga, khususnya ibu-ibu rumah tangga, dalam bentuk isi ulang gas gratis bagi mereka yang menabung sampah di bank sampah desa Cangkuang wetan” Tanginas”.

Desa Cangkuang Wetan ini, ingin membuktikan bahwa sampah bukan hanya limbah, tapi juga sumber daya . dan warga bisa menabung sampah, hasilnya bisa mereka nikmati dalam bentuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Asep.

Program ini mengadopsi konsep ekonomi sirkular, di mana sampah yang telah dipilah tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi alat pemberdayaan masyarakat. Bahkan, sebagian besar anggota koperasi berasal dari para nasabah bank sampah desa. Untuk mendorong partisipasi lebih luas, desa juga menerapkan sistem insentif dan cashback bagi warga yang aktif memilah dan menyetorkan sampahnya.

Prestasi Desa Cangkuang Wetan tidak datang secara instan. Sebelumnya, desa ini sudah menjadi tujuan kunjungan dari berbagai pejabat pemerintah kota, kabupaten, hingga provinsi luar daerah, karena keberhasilannya mengintegrasikan program lingkungan dengan kesejahteraan ekonomi warga.

Kehadiran yang membuat Bapak Menteri, tertarik adalah karena semua ini berjalan bersama: koperasi aktif, pengelolaan sampah hidup, dan sekarang layanan kesehatan juga hadir. Desa menjadi tempat tumbuhnya solusi, bukan hanya masalah,” tutur Asep.

Melihat antusiasme warga dan keberhasilan program yang berjalan, Pemerintah Desa Cangkuang Wetan sudah menyiapkan langkah berikutnya: mengembangkan teknologi pengolahan sampah untuk menghasilkan listrik dan air uap destilasi steril dari hasil pembakaran sampah. Ini akan menjadi tahap lanjutan dari mimpi besar menjadikan desa mandiri energi dan mandiri secara ekonomi kerakyatan

Kami ingin desa Cangkuang wetan ini menjadi contoh nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari bawah. Ketika desa bergerak, bangsa ini ikut maju” pungkasnya, kades Asep.



Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.