KDS Tegaskan Program Pentahelix Bisa Mengantisipasi Masalah Kebencanaan Banjir

Bandung -YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr H.M Dadang Supriatna pimpin rapat koordinasi (rakor) forum pentahelix penanganan banjir Sungai Cisunggalah di Aula Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Sabtu (18/4/2026). Pelaksanaan rakor ini sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam penanganan banjir di Kabupaten Bandung.

Rakor forum pentahelix ini dihadiri jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bandung serta Forkopimcam Solokanjeruk, para kepala desa se-Kecamatan Solokanjeruk dan 23 perwakilan perusahaan dari 57 perusahaan yang ada di Kecamatan Solokanjeruk.

Dari hasil rakor forum pentahelix itu, sebesar sekitar Rp150 juta berhasil dikumpulkan untuk penanganan banjir yang disebabkan banjir luapan Sungai Cisunggalah.

Anggaran yang terkumpul itu berasal dari bantuan spontanitas pribadi masing-masing atau swadaya Bupati Dadang Supriatna, para pimpinan OPD, para kepala desa, anggota dewan, dan Forkopimcam Solokanjeruk. Termasuk dari beberapa perusahaan yang dengan spontanitas hadir pada forum pentahelix tersebut.

Program pentahelix Sungai Cisunggalah ini membutuhkan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk pembangunan 15 jembatan dan pembongkaran 56 jembatan. Sedangkan untuk pembangunan TPT saluran Sungai Cisunggalah sepanjang 5 km dari mulai Desa Bojong sampai Desa Cibodas membutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar dengan anggaran yang bersumber dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC). BBWS Citarum pun sudah siap menurunkan alat berat untuk penanganan banjir Sungai Cisunggalah.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan bahwa program pentahelix ini sengaja dibuat karena berdasarkan pengalaman yang sudah berjalan dalam penanganan banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung. Ia pun akan terus memantau program pentahelix penanganan banjir Sungai Cisunggalah tersebut.

“Pertama saya itu sukses dalam program pentahelix di Kecamatan Rancaekek, Cicalengka dan Cikancung sepanjang 12 km aliran Sungai Citarik dan Sungai Cikeruh. Itu selesai dalam program 100 hari kerja (Bupati dan Wakil Bupati Bandung),” kata KDS, sapaan akrab Dadang Supriatna usai melaksanakan rapat koordinasi forum pentahelix penanganan banjir Sungai Cisunggalah.

KDS berharap penanganan banjir Sungai Cisunggalah di Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk dan Desa Bojong Kecamatan Majalaya harus dilaksanakan seperti sebelumnya melalui program pentahelix sewaktu dilaksanakan di Rancaekek, Cicalengka dan Cikancung.

“Insya Allah saya optimis dengan hadirnya para pengusaha, walaupun diwakili tetapi pasti akan disampaikan hasilnya kepada pemilik perusahaan. Nantinya pak camat bersama Tim Pentahelix akan silaturahmi dengan para pengusaha. Tadi secara spontanitas sudah terkumpul sekitar Rp150 juta,” jelasnya.

KDS bersama Kang Haji Cucun, sapaan akrab Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal sepakat akan mendorong penyelesaian penanganan banjir Sungai Cisunggalah melalui program pentahelix. Pada kesempatan rakor forum pentahelix, KDS sempat menghubungi Kang Haji Cucun melalui sambungan video call untuk membahas penanganan banjir Sungai Cisunggalah. Kang Haji Cucun pun sama-sama sepakat untuk penanganan banjir tersebut.

“Kang Haji Cucun dengan saya itu bukan hanya mendorong secara material saja secara langsung pribadinya. Tetapi mendorong dari kebijakan pemerintah pusat. Nanti hari Selasa (21/4/2026) saya diundang dan dipersiapkan waktu oleh Pak Menteri Pekerjaan Umum RI untuk membahas Sungai Cisunggalah dan lain-lainnya,” tuturnya.

Menurutnya, bukan hanya Sungai Cisunggalah saja, tetapi ada beberapa kecamatan yang harus didorong dalam penanganan banjir di Kabupaten Bandung.

“Tentu ini salah satu peluang dan momen waktu yang tepat menurut pendapat saya dengan adanya rakor forum pentahelix ini karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang sudah rutin terkena bencana,” katanya.

KDS juga berencana melaksanakan penanganan banjir di Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang dan Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek, yaitu melalui pengerjaan normalisasi sungai dan termasuk pembangunan embung-embung.

“Di Desa Sukamanah akan dibangun embung-embung pada lahan seluas 1,5 hektare, termasuk di Desa Tegalluar seluas 3,5 hektare akan dibangun embung-embung untuk penanganan banjir di wilayah tersebut,” jelasnya.

KDS berharap melalui gerakan program pentahelix dalam penanganan banjir itu bisa memperlancar aliran air. “Melalui program pentahelix ini diharapkan bisa mengantisipasi masalah kebencanaan banjir di wilayah Solokanjeruk dan Majalaya,” ungkapnya.

Terkait dengan rumah-rumah yang harus dibongkar dalam penanganan banjir Sungai Cisunggalah, Bupati KDS menegaskan, hari ini Satgas sudah turun ke lapangan.

“Pertama membuat surat peringatan dulu, kalau surat peringatan tidak diindahkan, mungkin nanti satgas akan melakukan pembongkaran secara langsung. Tentu kami dengan Disperkimtan akan meng-asesmen berapa rumah yang kira-kira perlu diperbaiki. Ini juga memerlukan APBD yang harus kita dorong untuk perbaikan,” ungkapnya.

KDS menegaskan dalam pembongkaran rumah atau bangunan yang berdiri di atas badan atau sepadan Sungai Cisunggalah tidak ada kompensasi atau ganti rugi.

“Enggak ada (kompensasi atau ganti rugi) karena ini sifatnya seperti yang di Rancaekek untuk pelebaran aliran sungai ini kembali kepada tanah hakulah. Asalnya 8 meter, mohon dikembalikan lebar sungai itu 8 meter,” ungkapnya.

KDS berharap masyarakat maupun para pengusaha dan pihak lainnya yang rela memperlancar program pentahelix ini menjadikan nilai ibadah dan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Aamiin yra.

Sementara itu, berdasarkan data yang disampaikan Kepala Disperkimtan Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin sebanyak 128 rumah yang menempati badan Sungai Cisunggalah.

“Yang tadinya lebar aliran sungai 8 meter, tinggal 3-4 meter. Masyarakat membangun rumah di badan sungai, bukan sepadan sungai lagi. Bagaimana untuk penanganan permasalahan ini. Itu menjadi permasalahan kita bersama dalam penanganan banjir,” katanya.**

Yans.

Warga Masyarakat Palasari 03 Bahu Membahu Bakti Sosial Bersihkan Lingkungan Lumpur, Material Sampah Pasca Banjir.

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan, kekompakan, masyarakat palasari 03, kegiatan bakti sosial pembersihan lingkungan dari lumpur dan sisa material yang tertinggal, menyusul terjadinya banjir yang melanda wilayah palasari Rw 03 Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, tersebut beberapa waktu lalu. pada sabtu 18/04/2026.

Kegiatan ini dilaksanakan setelah air banjir mulai surut, di mana sejumlah permukiman, jalan raya, dan fasilitas umum masih tertutup lapisan lumpur tebal yang menyulitkan aktivitas warga. para warga masyarakat palasari Rw 03 setempat bekerja bahu-membahu membersihkan jalan -jalan, selokan, dan halaman rumah dari tumpukan lumpur, sampah, dan benda-benda yang terbawa arus air.

Menggunakan peralatan seadanya seperti sekop, sapu lidi, dan gerobak, mereka bekerja dengan semangat meskipun kondisi lingkungan masih cukup berat. Selain membersihkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit akibat lingkungan yang kotor, serta memulihkan kembali kondisi wilayah palasari agar dapat digunakan dan dihuni seperti sediakala.

“Kami di sini untuk membersihkan bersama masyarakat selalu menunjukkan Bahu membahu gotong royong , terutama di saat-saat sulit seperti ini. Pembersihan ini juga penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan di lingkungan, supaya warga bisa segera beraktivitas kembali dengan nyaman,” ujar Ketua Rw 03 Gunawan saat dalam kegiatan.

Ketua Rw 03 palasari Gunawan Dwipayana SE bersama warga setempat menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran serta bantuan yang diberikan. Kehadiran Babinsa dinilai sangat membantu dan mempercepat proses pemulihan kondisi lingkungan pasca bencana. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut hingga seluruh wilayah yang terkena dampak banjir kembali bersih dan layak digunakan.

Yans.

Disela Kesibukan Pelayanan, Jajaran Uptd Dalduk PK Dayeuhkolot Berbagi Kepada Warga Terdampak Banjir

Kab.Bandung –YUTELNEWS.com// Di tengah padatnya tugas dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan, jajaran Dinas Uptd Dalduk PK Kecamatan Dayeuhkolot menyempatkan diri untuk berbagi dan menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang terkena dampak bencana banjir. pada jumat 17/04/2026.

Kegiatan berbagi ini dilaksanakan sebagai bentuk perhatian nyata kepada warga yang masih berjuang memulihkan kondisi kehidupan pasca surutnya air banjir. Meskipun masih harus melayani kebutuhan administrasi masyarakat yang juga sempat terganggu akibat bencana, para petugas dan pimpinan tetap menyisihkan waktu dan tenaga untuk mengumpulkan serta menyalurkan bantuan yang dibutuhkan.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok dan barang-barang kebutuhan sehari-hari yang sangat diperlukan warga dalam proses pemulihan. Penyaluran dilakukan secara langsung ke sejumlah titik permukiman dan tempat pengungsian, sehingga bantuan dapat diterima dengan tepat oleh mereka yang membutuhkan.

Kepala UPTD Dalduk PK Kecamatan Dayeuhkolot hj Wahidatun Hikmah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dari pengabdian dan kebersamaan. “Kami memang masih memiliki banyak tugas untuk menyelesaikan pelayanan dan permasalahan administrasi yang tertunda, namun kami juga tidak bisa tinggal diam melihat kesulitan yang dihadapi saudara-saudara kita. Ini adalah bentuk tanggung jawab dan rasa kekeluargaan yang kami miliki,” ujarnya.

Warga yang menerima bantuan menyampaikan rasa ucap terima kasih yang sebesar-besarnya. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban mereka, serta memotivasi untuk segera bangkit dan kembali beraktivitas seperti sediakala. Jajaran Dalduk PK juga menyatakan akan terus berusaha memberikan yang terbaik, baik dalam pelayanan maupun dalam upaya membantu pemulihan kondisi wilayah,”tukasnya.

Yans.

Pagelaran Harmoni Bambu Pasundan Meriah, Angkat Budaya Lokal di Cikalongwetan

YUTELNEWS.com | Kabupaten Bandung Barat – Pagelaran Harmoni Bambu Pasundan resmi dibuka oleh Camat Cikalongwetan, H. Dadang Ansapardan, M.Pd., KP, dalam sebuah acara yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian seni dan budaya Sunda, khususnya yang berbasis alat musik bambu. Sabtu, (18/4/2026).

Dalam sambutannya, Dadang Ansapardan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wadah strategis untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya lokal. Ia menekankan pentingnya menjaga eksistensi seni bambu agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap seni musik bambu tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu berkembang dan dikenal lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Photo: Camat Cikalongwetan, H. Dadang A. Sapardan, M. Pd, KP.

Rangkaian kegiatan dalam pagelaran ini terbilang beragam dan edukatif, di antaranya Pentas Seni Awi Gabeung, diskusi dan bedah buku budaya, lomba menulis cerita budaya lokal, pentas kacapi suling, bazar UMKM, live music, hingga workshop menulis budaya. Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk menggabungkan unsur hiburan, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, acara ini juga diisi dengan pembagian sertifikat kepada para peserta dan pihak yang terlibat sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menyukseskan kegiatan serta dalam upaya pelestarian budaya lokal.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan seni musik bambu dari berbagai kelompok seni yang menampilkan kekayaan budaya khas Pasundan, sarat akan nilai kearifan lokal. Kehadiran tokoh budaya, pelaku seni, serta masyarakat umum turut menambah semangat kebersamaan dalam acara tersebut.

Kegiatan Harmoni Bambu Pasundan diharapkan dapat menjadi agenda rutin di Kecamatan Cikalongwetan. Selain sebagai sarana pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat nilai gotong royong, mempererat kebersamaan masyarakat, serta mendorong generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan budaya daerahnya.

Dien Yoyo

Dugaan Praktik “Calo” Parkir di PUD Pasar Mencuat, Pengurus Dpc Grib Kota Medan : Walikota Medan Jangan ‘Main Mata’ dengan Ormas

Yutelnews.com//

MEDAN – Polemik pengelolaan parkir di pasar-pasar bawah naungan PUD Pasar Kota Medan kembali memanas. Kali ini, aroma tak sedap muncul ke permukaan terkait indikasi praktik percaloan dan upaya penguasaan lahan parkir oleh kelompok tertentu yang diduga mendapat “lampu hijau” dari orang dekat kekuasaan.

Pengurus DPC GRIB Jaya Kota Medan, angkat bicara menanggapi situasi yang dinilai sudah mencederai prinsip profesionalitas birokrasi di Kota Medan ini.

Dugaan ini mencuat setelah adanya pertemuan yang melibatkan pihak berinisial R, yang diketahui menjabat sebagai sekretaris partai politik berwarna biru. Partai yang sama dengan Walikota Medan. R diduga bertindak sebagai utusan Walikota.

Ironisnya, pertemuan itu juga dihadiri SP, salah satu ketua Ormas Kt Kota Medan, serta KT selaku pemegang mandat sah pengelolaan parkir di Pasar Sukaramai. Berdasarkan pengakuan KT, sosok R mengarahkan dirinya untuk “berkoordinasi” dengan SP jika ingin mandat parkirnya aman.

“Ini aneh. Kenapa urusan pengelolaan parkir milik daerah harus lewat ketua ormas? SP tidak punya posisi formal di pemerintahan. Kenapa dia yang menentukan siapa yang boleh mengelola parkir,” ujar Pengurus salah satu Okp ini dengan nada kritis.

Situasi makin mencurigakan saat SP justru menawarkan “barter” lahan parkir kepada KT. Ia menawarkan lokasi di pasar lain dengan alasan lahan di Pasar Sukaramai sudah dialihkan ke pihak lain. Pola ini memperkuat dugaan adanya skema “calo izin” yang terorganisir untuk memonopoli titik-titik parkir strategis.

Tak hanya soal parkir, juga menyoroti kinerja Walikota Medan terkait proyek revitalisasi Lapangan Merdeka yang hingga kini tak kunjung usai. Jantung kota Medan itu kini justru terlihat seperti proyek abadi yang hanya menyisakan seng-seng penutup tanpa hasil nyata.

Pengurus Grib Dpc Kota Medan mempertanyakan apa sebenarnya “karya nyata” Walikota selama menjabat jika urusan ikon kota saja tidak kunjung tuntas.

“Lapangan Merdeka itu wajah Kota Medan, tapi sampai sekarang tidak jelas kapan selesainya. Apa kerja Walikota? Jangan hanya sibuk dengan seremonial atau bagi-bagi ‘kue’ parkir ke kelompok tertentu, tapi pembangunan strategis malah terbengkalai,” tegasnya.

Grib Dpc Kota Medan memperingatkan bahwa jika praktik percaloan parkir oleh ormas tertentu ini dibiarkan, maka akan muncul dua dampak besar: kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan potensi konflik fisik di lapangan.

“Kalau pihak luar bisa mengatur distribusi parkir, ini bukan lagi soal administrasi, tapi sudah premanisme berbaju birokrasi. Kita minta ini ditelusuri. Jangan sampai publik beranggapan bahwa pengelolaan sektor publik di Medan sudah bergeser dari profesionalitas menuju kepentingan kelompok dan partai semata atau keluarga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PUD Pasar Medan maupun pihak-pihak terkait yang disebut dalam pertemuan tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan adanya praktik “titip-menitip” lahan parkir tersebut,kami Pengurus Grib Dpc Kota Medan menduga ada main mata antara R diduga orang dekat Walikota dengan orang-orang tertentu.
( Team )

Dapur MBG Jadi Petaka! Rp2 Miliar Raib, Tanah Diam-Diam Berpindah Tangan

YUTELNEWS.com | Sukabumi ,Niat mulia berujung petaka. Siti Eni Nuraeni (40), warga Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, harus menelan kenyataan pahit setelah diduga menjadi korban penipuan dalam transaksi jual beli tanah oleh rekan bisnisnya sendiri.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, pada Jumat (17/4/2026), saat korban tengah merintis pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Alih-alih mewujudkan program sosial, ia justru kehilangan uang hingga Rp2 miliar, termasuk aset bangunan yang telah berdiri di atas lahan tersebut.

Kasus ini kini telah resmi dilaporkan ke Polres Sukabumi dengan nomor laporan STTLP/B/184/IV/2026/SPKT dan tengah dalam proses penyelidikan.

“Saya sudah bangun toko material di atas lahan itu, rencananya mau dijadikan dapur MBG. Tapi tiba-tiba saya tahu tanahnya sudah dijual lagi ke orang lain,” ungkap Siti dengan nada kecewa.

Menurut keterangan, korban awalnya membeli lahan dari terlapor berinisial YW dengan harga Rp300 juta. Ia kemudian kembali mengeluarkan dana sekitar Rp280 juta untuk pengurusan sertifikat serta biaya operasional lainnya.
Namun tanpa sepengetahuan korban, tanah tersebut diduga telah dialihkan kepada pihak lain berinisial R pada Februari 2026.

Tak hanya itu, korban juga mencurigai adanya keterlibatan pihak lain. Ia menduga seorang oknum Ketua Yayasan yang sebelumnya menjadi mitra dalam rencana pembangunan dapur MBG turut berperan dalam dugaan praktik tersebut.

“Saya merasa dijebak. Mereka seolah-olah mendukung rencana usaha saya, tapi ternyata tanahnya sudah dijual diam-diam,” tegasnya.

Akibat kejadian ini, korban tidak hanya kehilangan uang dalam jumlah besar, tetapi juga bangunan rumah dan toko seluas 557 meter persegi yang telah ia dirikan di atas lahan tersebut.

Sementara itu, pihak kepolisian masih mendalami kasus ini, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan atau praktik mafia tanah yang melibatkan lebih dari satu pihak.

Terlapor YW dijerat dengan dugaan tindak pidana penipuan dan perbuatan curang sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kini, harapan korban hanya satu: keadilan dapat ditegakkan dan haknya bisa kembali.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

KDS Fokus Penanggulangan Bencana Sesuai Harapan dan Keinginan Masyarakat Kabupaten Bandung

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr H.M Dadang Supriatna turut mendampingi kunjungan kerja Wakil Ketua DPR RI H Cucun Ahmad Syamsurijal saat memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah di Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung.

Kang Haji Cucun, sapaan akrab Cucun Ahmad Syamsurijal, bersama Bupati Bandung menyerahkan bantuan itu di Kantor Desa Panyadap, Jumat (17/4/2026). Usai menyerahkan bantuan, Kang Haji Cucun dan Bupati Bandung serta para stakeholder melaksanakan rapat koordinasi menyoroti permasalahan kebencanaan sekaligus penanggulangannya di Kantor Desa Panyadap. Pemerintah dan warga setempat berharap persoalan kebencanaan, khususnya bencana banjir bisa segera diselesaikan.

Selain KDS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna, juga hadir dari perwakilan BNPB, BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung, Dinas PUTR, Disperkimtan, Dinas Sosial dan jajaran OPD Kabupaten Bandung lainnya.

Bupati KDS mengatakan bahwa pihaknya lebih fokus bagaimana penanggulangan bencana ini sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat Kabupaten Bandung.

“Kita alihkan kepada kegiatan-kegiatan dalam rangka penanggulangan bencana. Yang tentunya ada 29 kecamatan di Kabupaten Bandung, yang harus kita fokuskan untuk bisa mengantisipasi penyelesaiannya dan pada hari ini alhmdulillah Wakil Ketua DPR RI mengundang para stakeholder. Dan alhamdulillah komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), insya Allah saya hari Selasa (21/4/2026) akan ketemu dengan Pak Menteri untuk menyampaikan kebutuhan-kebutuhan, termasuk logistik,” tuturnya.

KDS pun menyebutkan bahwa BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) juga turut mensupport terhadap penanggulangan pasca kebencanaan yang terjadi di Kabupaten Bandung.

Terkait dengan kebencanaan itu, KDS akan membuat program pentahelix di sejumlah kecamatan, yaitu Kecamatan Bojongsoang, Dayeuhkolot, Baleendah, Banjaran, Rancaekek, Solokanjeruk, Majalaya dan Ibun.

“Seluruhnya ada sembilan kecamatan yang akan dibuatkan pentahelix dan insya Allah besok (Sabtu, 18/4/2026) mulai action. BBWS Citarum untuk penanggulangan di sungai Desa Panyadap dan Desa Bojong,” katanya.

Lebih lanjut KDS mengatakan dalam penyambutan Hari Ulang Tahun ke-385 Kabupaten Bandung yang puncaknya pada 20 April 2026, sebelumnya menggelar berbagai kegiatan. Namun kali ini, memperingati Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung dilaksanakan dengan konsep kesederhanaan.

“Untuk pelaksanaan upacara ditempatkan di lapangan Upakarti Soreang, yang diikuti oleh para camat dan juga kepala desa yang biasa dilaksanakan tiap-tiap kecamatan, nanti disatukan di Lapangan Upakarti,” tuturnya.

Pada malam hari puncak Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, kata KDS, yang sebelumnya akan mengelar hiburan Wayang Golek, kemudian diganti dengan kegiatan istighosah se-Kabupaten Bandung secara hybrid tentunya.

“Pelaksanaan istighisah ditempatkan di Gedung Mohamad Toha Soreang. Kegiatan disederhanakan, dalam peringatan Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung,” kata KDS.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa mengatakan, mulai hari Jumat ini di Desa Bojong Kecamatan Majalaya sudah mulai ada pengerjaan pergeseran lebar aliran Sungai Cisunggalah 2 meter. Kegiatan ini dalam rangka penanggulangan banjir yang disebabkan oleh aliran Sungai Cisunggalah.

“Sedangkan di Desa Panyadap masih menunggu kesadaran dari masyarakat untuk membongkar bagian bangunannya yang akan terkena pelebaran aliran Sungai Cisunggalah. Jadi masih menunggu kesadaran masyarakat untuk membongkar bangunan guna pelebaran aliran Sungai Cisunggalah,” ungkapnya.**

Yans.

Bedas Expo 2026 Digelar di Tengah Bencana, KDS Fokus Penanganan Banjir dan Peningkatan Ekonomi

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS (KDS), resmi membuka Bandung Bedas Expo 2026 dalam rangka Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, Jumat (17/4/2026) di Area Komplek Pemkab Bandung, Soreang.

Dalam sambutannya, KDS menyampaikan bahwa pelaksanaan tahun ini berlangsung dalam situasi berbeda, di tengah musibah yang tengah melanda Kabupaten Bandung. Ia mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian amblesnya jembatan di Radu yang terjadi pada malam sebelumnya.

KDS mengungkapkan bahwa dirinya langsung mengambil langkah cepat untuk segera berkoordinasi dengan jajaran terkait, termasuk pihak TNI, untuk percepatan penanganan dan penyediaan jembatan darurat. Ia juga menyampaikan rencananya untuk meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Panyadap dan Majalaya, bersama sejumlah pihak terkait, termasuk BNPB dan Wakil Ketua DPR RI guna mencari solusi penanganan banjir.

Selain itu, KDS turut menyampaikan duka cita atas korban jiwa dalam musibah banjir tersebut, seraya mendoakan agar almarhumah yang hanyut mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta mengapresiasi pihak-pihak yang telah berupaya menolong.

“Dalam kondisi berduka ini, agenda tetap harus berjalan. Namun setelah pembukaan ini, saya akan langsung menuju lokasi banjir. Saya juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini,” ujarnya.

Bandung Bedas Expo 2026 sendiri digelar selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 April 2026, dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang dikemas dalam beberapa zona utama. Di antaranya Pameran dan Bazzar yang menampilkan produk UMKM.

Selain itu, terdapat Service Point (Layanan Publik Terpadu) yang menyediakan berbagai layanan administrasi seperti SAMSAT keliling, SIM keliling, layanan kependudukan, hingga konsultasi, talkshow pelayanan publik, live music, gelar budaya, dan pagelaran wayang golek.

Di bidang olah raga dan komunitas, hadir Sportainment seperti lomba lari anak, balance bike, archery open champion, serta kegiatan komunitas dan gathering. Sementara itu, pada zona Edukasi Kesehatan Sosial, masyarakat dapat mengakses layanan edukasi (education fair), job fair, cek kesehatan gratis, donor darah, serta perpustakaan keliling.

KDS menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk menampilkan berbagai produk unggulan Kabupaten Bandung, khususnya dari sektor UMKM. Ia mengungkapkan harapannya agar ke depan Kabupaten Bandung dapat memiliki Bedas Convention Center yang berlokasi di kawasan strategis dekat Stasiun Whoosh (KCIC) dengan luas sekitar 5 hektare.

“Bedas Expo ini bukan sekadar pameran, tapi wahana untuk mengembangkan produk UMKM Kabupaten Bandung agar semakin naik kelas dan berdaya saing,” ujar KDS.

Selain itu, KDS juga mendorong optimalisasi aset pemerintah daerah di sekitar Soreang agar dapat dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas perdagangan, sehingga para pelaku usaha lokal memiliki ruang yang representatif untuk berkembang.

“Kalau kita kelola dengan baik, kawasan ini bisa menjadi pusat ekonomi baru seperti Tanah Abang, sehingga pelaku UMKM kita punya tempat yang layak untuk berkembang,” tambahnya.

Di tengah tantangan fiskal akibat pemotongan dana transfer ke daerah (TKD), KDS mengungkapkan bahwa perekonomian Kabupaten Bandung justru menunjukkan tren positif. Laju pertumbuhan ekonomi meningkat dari 5,04 persen pada tahun 2024 menjadi 6,32 persen pada tahun 2025.

“Peningkatan ini tidak mudah dicapai. Hal ini didorong oleh penguatan ekonomi sirkular di Kabupaten Bandung, sejalan dengan program Presiden serta berbagai program pembangunan lainnya,” pungkasnya.

Yans.

Lapas Warungkiara Kembangkan Pertanian Produktif, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pengembangan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Jum’at ( 17/4/2026 )

Pemanfaatan lahan yang tersedia di lingkungan lapas kini ditanami berbagai komoditas pangan, mulai dari buah-buahan hingga sayuran hortikultura.

Program ini tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan internal, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan yang produktif dan bernilai ekonomis.

Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, mengungkapkan bahwa sejumlah komoditas unggulan yang tengah dibudidayakan di antaranya Pisang Raja Bulu sebanyak 2.500 pohon, Pisang Tanduk 1.000 pohon, Terong Bulat 4.000 pohon, Terong Ungu 4.000 pohon, serta Cabai Rawit 4.000 pohon. Selain itu, terdapat pula tanaman timun, kacang panjang, pakcoy, kangkung, caisim, daun bawang, seledri, hingga nanas.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia dalam mendukung program ketahanan pangan, serta bagian dari 13 program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujar Panji,

Lebih lanjut, Panji menambahkan bahwa Lapas Warungkiara ditargetkan menjadi percontohan (pilot project) sebagai penyuplai komoditas pisang di wilayah Jawa Barat.

Seluruh aktivitas pertanian dan peternakan di dalam lapas melibatkan warga binaan sebagai bagian dari program pemberdayaan. Melalui kegiatan ini, para warga binaan dibekali keterampilan yang dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat.

“Seluruh kegiatan
pemberdayaan ini kami fokuskan kepada warga binaan, dengan tetap berkolaborasi bersama masyarakat sekitar. Saat ini, lahan pertanian juga terus kami perluas,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, Lapas Warungkiara tidak hanya berperan sebagai tempat pembinaan, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat kegiatan produktif yang memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Aparat Penegak Hukum DIDUGA Tutup Mata Aktivitas Judi Tembak Ikan Merek GBM 99

Medan – Yutelnews.com
15 April 2026 marak nya perjudian ikan – ikan seolah tak pernah tersentuh APH, diduga ruang lingkup Polres Pelabuhan Belawan tempat sarang nya mafia judi namun hingga kini tak juga terselesaikan .

Seperti juga judi ikan – ikan milik warga Tionghoa inisial (AB) Apin BK yang di kembang kan dan publikasi dari mulai sosial media hingga media online yang telah di isukan milik cici, Awi dan DS anak maen mafia judi ikan – ikan di medan utara dan Deli Serdang yang menurut informasi cici anak maen di daerah Medan Utara Awi dan DS menguasai Deli Serdang adalah anak maen dari (AB) salah satu mafis judi yang di bawah bendera GBM99.

Daerah kekuasaan cici ini mencakup medan dan mulai belawan hingga helvetia dan dan medan deli sedang kan Awi dan Dedi S daerah kekuasaan nya Deli Serdang sekitarnya anak maen ini di nilai lihai dalam hal mengelola judi ikan – ikan sampai APH pun tak mampu untuk menutup perjudian merek GBM 99 (AB) Apin BK diduga di belakang mafia ini adalah petinggi Mantan APH dan juga Mantan Jendral bintang satu dan juga mantan angota dewan (MS) hingga diduga APH tidak berdaya.

Seperti di jalan persatuan pasar Vl Helvetia Desa Suggal, Tanjung Mulia Medan Deli, titipapan kota baru Medan Deli pinggiran sungai Medan Marelan, jalan M basir pasar V Medan Marelan, Belawan pajak singkong Medan Belawan, pasar 2 Marelan dan Titipapan kota baru hingga pinggiran sungai.

Diduga Mafia (AB) ini memberikan upeti kepada APH (Kapolres Belawan) perbulan puluhan juta. seperti tutur warga titipapan yang sering nongkrong di salah satu warkop di pinggiran sungai yang tak mau menyebutkan namanya iya mengatakan.

” Wah pak kok heran sudah bertahun – tahun judi ikan – ikan ini beroprasi dari mulai dulu di Titipapan nah sekarang sudah pindah ke pinggiran sungai ini masih aja gk ada yang berani untuk nutup, y mungkin atau diduga cici ini ngasi upeti la pak, la buktinya asal ada isu mo di gerebek tutup tiga hari abis itu buka lagi, berarti kan ada orang dalam” Ujarnya.

“Kalau bisa tutup la pak, banyak ku tengok anak – anak lajang bahkan tukang becak pun maen di situ, kasihan kan anak binik, atau mamak nya yang nyekolah kan dia uang nya cuma buat maen judi kalau malam pun rame kali itu pak ” Lanjutnya.

Saat di kompirmasi terkait judi ikan ini kepada pihak APH Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Ependi Sik. M melalui Whats App masih bungkam tidak bisa memberikan keterangan.

Hingga berita ini ditayangkan Kapolrestabes Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H saat di kompirmasi oleh awak media melalui Whats App masih bungkam tidak bisa memberikan keterangan

(EMEN)

Dandim 0103/Aceh Utara Tinjau Gerai Merah Putih di Mee Aron, Pembangunan Hampir Rampung 100 Persen

YUTELNEWS.com – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung progres pembangunan Gerai Merah Putih yang berlokasi di Desa Mee Aron, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara.

Dalam peninjauan tersebut, pembangunan fasilitas ekonomi desa ini terlihat telah memasuki tahap akhir dengan progres yang hampir mencapai 100 persen.

Kunjungan ini merupakan bentuk perhatian, pengawasan, serta dukungan penuh dari Kodim 0103/Aceh Utara agar pembangunan dapat segera diselesaikan dan difungsikan. Gerai Merah Putih diharapkan menjadi sarana yang mampu memberikan manfaat nyata serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, Dandim turut didampingi oleh Business Assistant atau Pendamping Koperasi Desa, Riki Iswandi. Kehadiran pendamping koperasi dinilai sangat penting untuk memastikan manajemen, pengelolaan, dan operasional gerai dapat berjalan secara tertib, profesional, dan berkelanjutan.

Dandim 0103/Aceh Utara juga menyampaikan apresiasi terhadap progres pembangunan yang berjalan dengan baik dan sesuai jadwal yang telah direncanakan.

“Alhamdulillah, pembangunan sudah hampir selesai. Kami berharap setelah rampung nanti, Gerai Merah Putih ini dapat segera dioperasionalkan dan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang maju serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Letkol Arh Jamal Dani Arifin.

penulis = Iswandi

Kepala Desa Cangkuang Wetan Asep Kusmiadi S.IP , Salurkan Bantuan Pangan 625 KK Terdampak Banjir.

Bandung –YUTELNEWS.com// Pemerintah Desa Cangkjang Wetan “Tanginas” terus menunjukkan komitmennya dalam merespons cepat dampak bencana banjir yang melanda wilayah . Salah satunya melalui penyaluran bantuan pangan kepada warga terdampak banjir di wilayah Desa Cangkuang Wetan. pada Jumat (17/04/2026)

Kepala Desa Cangkuang Wetan, Asep Kusmiadi S.IP, memastikan langsung proses distribusi bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bandung yang disalurkan melalui Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dispakan).

Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang terdampak banjir sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Ini adalah bukti nyata bahwa kepedulian itu ada dan benar-benar bergerak. Kami memastikan bantuan tersalurkan langsung kepada warga yang membutuhkan,” ujar Asep Kusmiadi disela kegitan

Sebanyak 625 Kepala Keluarga (KK) yang menerima bantuan pangan tersebut dan Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan warga yang paling terdampak, agar distribusi berjalan cepat, tepat sasaran, dan merata.

Kepala Desa Asep Kusmiadi pun menegaskan, kehadiran pemerintah di lapangan bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan bentuk komitmen untuk memastikan masyarakat benar -benar merasakan manfaat dari setiap bantuan yang diberikan.

Kami ingin memastikan setiap warga yang terdampak dapat terbantu dan merasakan langsung kehadiran pemerintah. Ini bukan hanya tugas, tapi tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung atas dukungan dan perhatian yang diberikan kepada warga Desa Cangkuang Wetan.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bandung atas bantuan dan kepeduliannya kepada masyarakat Cangkuang Wetan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pasca banjir,” ucapnya. (**)

Yans.

Inovasi Layanan Saksi Prima dan Memperjuangkan Restitusi Bagi Korban Kekerasan Seksual, Kajati Sulsel Raih Penghargaan Dari LPSK 

Yutelnews.com//

Makassar– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyelenggarakan acara Pemberian Dana Bantuan Korban dan Sosialisasi Mewujudkan Hak Atas Restitusi Bagi Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Acara ini dilangsungkan di Baruga Adhyaksa Kejati Sulsel pada Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Anggota Komisi XIII DPR RI, Hj. Meity Rahmatia; Ketua LPSK, Brigjen Pol (Purn) Dr. Achmadi beserta jajaran Wakil Ketua dan Sekjen LPSK; Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Makassar, YM Dr. Nirwana; Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi; para Asisten, serta jajaran Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) se-Sulawesi Selatan yang turut hadir secara daring.

Pemenuhan Hak Korban Melalui Restitusi dan Bantuan LPSK

Kajati Sulsel, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemberian restitusi kepada korban kekerasan seksual yang dilakukan hari ini merupakan yang pertama kali diadakan di Sulawesi Selatan.

“Ini menjadi sebuah penghormatan bagi kami, karena jaksa telah berupaya maksimal dalam melakukan eksekusi terhadap putusan pengadilan. Di Kejaksaan Negeri (Kejari) Barru, jaksa mengupayakan pemenuhan hak korban hingga ke tahap asset tracing (penelusuran aset). Karena tidak ditemukannya aset pelaku, maka langkah yang diambil adalah melalui pemberian dana bantuan korban dari LPSK,” kata Kajati Sulsel.

Berdasarkan ketentuan pasal Pasal 1 angka 43UU nomor 20 tahun 2025 tentang KUHAP Restitusi adalah “pembayaran ganti rugi yang dibebankan kepada pelaku atau pihak ketiga berdasarkan penetapan atau putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, atas kerugian material dan/atau imaterial yang diderita korban atau ahli waris.

Kajati Sulsel juga memaparkan inovasi kolaboratif antara Kejaksaan dan Pengadilan Tinggi berupa Layanan Saksi Prima. Layanan ini menyediakan ruang khusus yang nyaman dan aman bagi para saksi di persidangan. Saat ini, hampir 100 persen pengadilan di wilayah Sulsel telah memiliki fasilitas tersebut guna mendorong kesediaan warga menjadi saksi tanpa merasa terbebani atau terintimidasi.

Apresiasi Langkah Kolaboratif Penegak Hukum

Anggota Komisi XIII DPR RI, Hj. Meity Rahmatia, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi yang terjalin. Ia menyoroti mekanisme restitusi melalui dana bantuan korban yang dikelola LPSK sebagai terobosan luar biasa.

“Saya memberikan apresiasi kepada LPSK yang untuk pertama kalinya menyalurkan bantuan kepada korban kekerasan seksual di Sulsel. Ini merupakan langkah kolaboratif yang sangat baik antara aparat penegak hukum, LPSK, dan kami DPR sebagai perwakilan masyarakat. Kami juga mengapresiasi Layanan Saksi Prima yang digagas Bapak Kajati Sulsel bersama Ibu Ketua PT Makassar dalam memberikan rasa aman kepada saksi di persidangan,” ujar Meity.

Penegasan Keberpihakan pada Saksi dan Korban

Ketua LPSK, Brigjen Pol (Purn) Dr. Achmadi, turut memuji program Layanan Saksi Prima sebagai bentuk nyata keberpihakan negara terhadap saksi dan korban. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras Kejaksaan  dalam pemenuhan hak restitusi bagi Korban.

Menurut data yang disampaikan oleh Ketua LPSK, pembayaran restitusi oleh pelaku telah berhasil dieksekusi di beberapa wilayah, antara lain: Kejari Makassar 4 korban, Kejari Jeneponto 2 korban, Kejari Gowa 1 korban dan Kejari Maros 1 korban.

“Kami berharap capaian ini terus meningkat. Sebagai Ketua LPSK, kami juga menitipkan harapan agar ke depan upaya sita aset untuk menutupi kekurangan pembayaran restitusi dapat terus dimaksimalkan, tidak hanya pada kasus kekerasan seksual, tetapi juga pada kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO),” tambah Achmadi.

Pemberian Penghargaan dan Dana Bantuan

Sebagai bentuk pengakuan atas kinerja luar biasa aparat penegak hukum di wilayah Sulawesi Selatan, acara ditutup dengan sesi pemberian penghargaan dari LPSK, yang terdiri dari:

1. Penghargaan Layanan Saksi Prima: Diberikan kepada Kajati Sulsel dan Ketua PT Makassar atas inisiatif dan realisasi layanan persidangan yang berpihak pada keamanan dan kenyamanan saksi.

2. Penghargaan Upaya Asset Tracing: Diberikan kepada Kajati Sulsel, Kajari Barru, Kasi Pidum Kejari Barru, serta dua Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas dedikasi mereka dalam menelusuri aset pelaku kekerasan seksual guna pembayaran restitusi.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan langsung Dana Bantuan Korban dari LPSK kepada 2 (dua) orang korban tindak pidana kekerasan seksual, masing-masing Rp69.310.000 untuk ATR dan Rp27.172.600 untuk korban W yang diharapkan dapat membantu proses pemulihan dan memberikan rasa keadilan.
(abu algifari)

Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi ‘Wake-Up Call’ Bersama

Yutelnews.com//

Pekanbaru -Polda Riau mengukuhkan 23 Duta Anti Narkoba sekaligus mendeklarasikan Kampung Tangguh Anti Narkoba dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Tribrata Lantai 5 Polda Riau, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, didampingi Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, Irwasda Polda Riau Kombes Pol Prabowo Santoso, serta para Pejabat Utama Polda Riau.

Turut hadir unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat, di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, Pangdam I/Bukit Barisan, Kajati Riau, Kepala BNN Provinsi Riau, Bea Cukai Riau, Kemenkumham Riau, Ketua LAM Riau Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, Ketua Granat Riau Freddy Simanjuntak, Bupati Rokan Hilir Bistamam, serta tokoh agama dan masyarakat Desa Panipahan.

Kegiatan diawali dengan pemutaran video pembuka, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta pemutaran video pengungkapan kasus narkoba oleh jajaran Polda Riau.

Momen utama ditandai dengan pengukuhan Duta Anti Narkoba oleh Kapolda Riau melalui pemasangan selempang kepada para duta, yang terdiri dari 5 duta nasional dan 18 duta lokal.

Perwakilan duta nasional, Okan Cornelius, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam melawan penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan juga diwarnai penampilan seni budaya berupa pembacaan puisi oleh Sendy Alpagari serta teatrikal dari Riau Creative Hub (RCH).

Selain itu, dilakukan penandatanganan prasasti Kampung Tangguh Anti Narkoba oleh Kapolda Riau bersama Direktur Reserse Narkoba Polda Riau dan perwakilan Desa Panipahan yang diwakili Bupati Rokan Hilir.

Dalam arahannya, Kapolda Riau menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari langkah konkret membangun kesadaran kolektif dalam memerangi narkoba.

“Peristiwa di Panipahan beberapa waktu lalu harus kita maknai sebagai wake-up call bagi kita semua. Ini bukan hanya tugas Polri, tetapi juga BNN, Bea Cukai, TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Kita tidak boleh hanya fokus pada penindakan, tetapi juga harus mendorong perubahan sosial,” tegas Kapolda.

Kapolda mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 hingga April 2026, Polda Riau telah mengungkap 3.287 kasus narkoba dengan 4.719 tersangka.

“Dari pengungkapan tersebut, kita berhasil menyelamatkan kurang lebih 5,3 juta jiwa. Namun kita harus jujur, Indonesia saat ini tidak lagi hanya menjadi tempat transit, tetapi sudah menjadi pasar. Karena itu, penguatan di level masyarakat menjadi kunci,” ujarnya.

Kapolda juga menyoroti kondisi sosial di Panipahan yang memerlukan perhatian serius. Ia mengungkap banyak keluarga terdampak langsung oleh narkoba, terutama para istri nelayan yang mengadu karena suaminya terjerat kasus narkotika.

“Saya berterima kasih kepada ibu-ibu di Panipahan yang berani bersuara. Ini menunjukkan ada persoalan sosial yang harus kita jawab bersama. Jangan sampai generasi kita rusak karena narkoba,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen, Kapolda menegaskan telah dilakukan evaluasi internal di Polsek Panipahan.

“Sebanyak 28 personel kami evaluasi dan 16 orang langsung diganti. Saya tidak ingin ada oknum yang bermain dengan pelaku narkoba. Ini komitmen yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Selain langkah penegakan hukum, Polda Riau juga mendorong pendekatan sosial dan ekonomi melalui pemberian bantuan mesin ketinting kepada masyarakat, sebagai upaya membuka alternatif mata pencaharian yang lebih produktif dan legal.

“Kita harus mengubah struktur ekonomi masyarakat. Ketika ekonomi bergerak dan UMKM tumbuh, maka ruang bagi narkoba akan semakin sempit,” tambahnya.

Kapolda juga menitipkan harapan kepada para Duta Anti Narkoba yang baru dikukuhkan agar mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Saya percaya kepada 23 duta yang hari ini dikukuhkan. Jadilah agen perubahan, suarakan bahaya narkoba, dan bangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat,” pesannya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemutaran video testimoni mantan pengguna narkoba, bincang santai bersama duta nasional, serta penampilan musik dari Riau Rhythm.

Melalui kegiatan ini, Polda Riau menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga membangun gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Sinergi menjadi kunci agar upaya pemberantasan narkoba berjalan efektif dan berkelanjutan, demi melindungi generasi muda dan mewujudkan Riau yang bersih dari narkoba.

*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*

(A.S)

Kabid Humas Polda Jawa Barat Raih Tiga Penghargaan di Rakernis Humas Polri 2026.

Bandung, Jawa Barat – YUTELNEWS.com// ​Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H meraih sejumlah penghargaan bergengsi dari Divisi Humas Polri dalam rangkaian Rakernis Humas Polri 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas capaian kinerja kehumasan Polda Jabar yang dinilai unggul dalam pengelolaan informasi publik dan manajemen media modern.

​Rakernis Humas Polri Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan pada Selasa hingga Rabu, 14-15 April 2026. Kegiatan ini berlangsung secara serentak di satuan kerja (satker) dan satuan wilayah (satwil) di seluruh lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

​Dalam ajang tersebut, Kombes Pol. Hendra Rochmawan sukses membawa pulang tiga penghargaan dari Divisi Humas Mabes Polri, yaitu ​Juara 1 Zona A dalam kategori Cipta Trending Topik pada Biro Multimedia,
​Juara 1 kategori E-Learning di Portal Humas untuk pelaksanaan sertifikasi kehumasan
serta ​Juara 3 kategori Keaktifan pengiriman berita SPIT dan Media Hub pada Biro Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PID).

​Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menyatakan bahwa prestasi yang diraih oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H ini merupakan langkah strategis dalam meraih kepercayaan masyarakat melalui media.

​”Tujuan akhirnya adalah berdampak pada Reputasi Polisi Indonesia yang Baik sehingga semakin dicintai oleh masyarakat,” tegas Kadiv Humas dalam arahannya. Mendukung Astacita dan Indonesia Emas 2045.

Sebagai Narasumber Utama ​Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menekankan bahwa fungsi Humas saat ini sangat krusial dalam menjaga kondusifitas di ruang publik.Hal ini menjadi bagian penting untuk mencapai tujuan nasional yang tertuang dalam program Astacita Presiden serta menyongsong Visi Indonesia Emas 2045. Humas Polri diharapkan menjadi garda terdepan dalam memastikan stabilitas informasi demi kelancaran program- program strategis pemerintah.

​Menanggapi penghargaan tersebut, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengungkapkan bahwa capaian ini adalah buah dari kerja keras kolektif seluruh personel Humas Polda Jabar.
​“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh tim Humas Polda Jawa Barat yang terus bekerja maksimal dalam menyampaikan informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya,” ujar Hendra, Kamis (16/04/2026)

​Ia menambahkan bahwa prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi di bidang komunikasi publik. “Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas komunikasi publik Polri dengan memanfaatkan teknologi digital serta memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pelayanan informasi yang transparan dan humanis,” tutupnya.

Bandung, 16 April 2026

Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.