Kemenag Natuna Perkuat Moderasi Beragama Melalui Sosialisasi Early Warning System di Bunguran Barat

NATUNAYUTELNEWS.COM – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Natuna terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kerukunan umat beragama melalui Program Kampung Moderasi Beragama. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar Sosialisasi Early Warning System (EWS) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Barat, Jalan Panglima Hujan, Kelurahan Sedanau, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai itu menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna, H. Subadi, S.Ag., M.Si., sebagai narasumber. Sosialisasi diikuti berbagai unsur lintas sektor sebagai bentuk sinergi dalam memperkuat deteksi dini terhadap potensi konflik sekaligus menjaga harmoni kehidupan masyarakat yang majemuk.

Peserta yang hadir terdiri atas jajaran Pemerintah Kecamatan Bunguran Barat, Lurah Sedanau, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, perwakilan kepala sekolah, jajaran Puskesmas Bunguran Barat, Polsek Bunguran Barat, PISAL Sedanau, serta pengurus rumah ibadah dari agama Islam, Kristen, dan Konghucu.

Dalam pemaparannya, H. Subadi menjelaskan bahwa Early Warning System (EWS) merupakan salah satu instrumen Kementerian Agama untuk memperkuat moderasi beragama melalui deteksi dini, komunikasi yang efektif, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mencegah potensi persoalan yang dapat mengganggu kerukunan.

Rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga sesi dialog dan diskusi terbuka. Pada sesi tersebut, seluruh tamu undangan diberi kesempatan menyampaikan masukan, pandangan, serta pengalaman terkait pelaksanaan Program Kampung Moderasi Beragama di Kecamatan Bunguran Barat.

Berbagai masukan yang disampaikan menjadi bahan evaluasi bersama guna merumuskan solusi terbaik dalam menghadapi tantangan di tengah keberagaman masyarakat. Forum dialog tersebut juga menjadi wadah memperkuat sinergi, membangun kesepahaman, serta menumbuhkan komitmen bersama untuk menjaga persatuan, kebersamaan, dan sikap saling menghormati di tengah perbedaan.

Dalam kesempatan tersebut, Lurah Sedanau, Adi Suharsa, S.Sos., mengusulkan agar pembinaan terhadap para mualaf di Kelurahan Sedanau menjadi perhatian serius Kementerian Agama bersama seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, pendampingan yang berkelanjutan diperlukan agar para mualaf memperoleh pembinaan keagamaan yang memadai, semakin mantap menjalankan ajaran agama, serta mampu berbaur dan berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.

“Kami berharap pembinaan bagi para mualaf dapat menjadi perhatian bersama. Pendampingan yang berkelanjutan sangat penting agar mereka semakin mantap dalam menjalankan keyakinannya serta tetap hidup rukun, saling menghormati, dan berkontribusi positif di tengah masyarakat yang beragam,” ujar Adi Suharsa.

Menanggapi berbagai masukan yang disampaikan dalam forum, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna, H. Subadi, S.Ag., M.Si., berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pengurus rumah ibadah dapat terus diperkuat demi mewujudkan Kampung Moderasi Beragama sebagai contoh kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis, dan toleran.

“Kami berharap kebersamaan yang telah terbangun terus dipelihara. Perbedaan adalah anugerah yang harus dirawat melalui dialog, sikap saling menghormati, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat sehingga kerukunan di Kabupaten Natuna tetap terjaga,” ujar H. Subadi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Kementerian Agama Kabupaten Natuna dalam memperkuat moderasi beragama sebagai fondasi menjaga persatuan, menciptakan kehidupan yang damai, serta membangun budaya toleransi yang kokoh di tengah masyarakat yang majemuk.

(Reporter: Darmansyah)

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

NEWS FEED