TNI AL Turun ke Sumber Api, Bangun Kesadaran Warga Cegah Karhutla Sejak Dini.

AMBON. BALIKPAPAN. Yutelnews,com. Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya dilawan saat api membesar, melainkan harus dicegah sejak dari sumbernya. Kesadaran itulah yang mendorong Tim Penyuluh Pencegahan Karhutla TNI Angkatan Laut turun langsung ke tengah masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan Timur selama hampir satu bulan terakhir. Kegiatan ini berlangsung memasuki Hari keempat. Pada Kamis. 24/9/2026.

Tim menyambangi desa, kebun, lahan pertanian, sekolah, hingga kawasan yang pernah terbakar di Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, Paser, hingga Penajam Paser Utara. Para prajurit tidak sekadar melarang membakar lahan, melainkan berdialog, memberikan edukasi, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, serta mendemonstrasikan cara menggunakan alat pemadam api ringan.

Hingga 21 September 2026, BPBD Kalimantan Timur mencatat 1.470 kejadian kebakaran dengan luas lahan terbakar mencapai 6.333 hektare. Angka tersebut menjadi pengingat bahwa kebakaran besar hampir selalu bermula dari hal yang dianggap kecil seperti puntung rokok atau pembukaan lahan dengan api yang lepas kendalisehingga pencegahan sejak dini menjadi sangat krusial.

Ketua Tim Penyuluh Karhutla TNI AL Kalimantan Timur, Brigjen TNI (Mar) Said Latuconsina, menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas aparat. “Masyarakat memiliki peran paling penting. Jika melihat titik api atau ada yang membakar lahan, segera laporkan ke Koramil, Polsek, atau pemerintah setempat,” ujarnya. Warga diminta menjadi mata dan telinga pertama di lingkungan masing-masing.

Komitmen tersebut mulai membuahkan hasil. Laksamana TNI Dian Purnama Sidi menyampaikan kesadaran warga semakin tumbuh, terlihat dari bertambahnya jumlah relawan pencegahan karhutla di berbagai wilayah. Mereka bahkan meminta peralatan pemadam serta pelatihan agar dapat bertindak cepat sendiri ketika ada potensi kebakaran di sekitar tempat tinggal.

Keterlibatan TNI AL di darat menunjukkan tugas prajurit tidak terbatas di laut saja. Bersama unsur TNI lainnya, pemerintah daerah, BPBD, Damkar, dan masyarakat, upaya ini membuktikan bahwa keberhasilan terbesar bukanlah memadamkan api raksasa, melainkan mencegahnya agar tidak pernah tumbuh. Garis depan pencegahan sejati berada di tangan setiap warga yang memilih tidak menyalakan api sembarangan.

TIEM,A1.TERPERCAYA.
KABIRO,AMB.DANNI S.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN