Legislator Fraksi PKB Hj Renie Rahayu Fauzi Sebut Gerakan Ibu Hamil Sehat Ikhtiar Mencegah Anak Stunting

BANDUNGYUTRLNEWS com|| Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya di kalangan ibu hamil atau bumil serta ibu-ibu yang memiliki tanggungan balita atau anak-anak.

hj Renie Rahayu Fauzi turut memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat dari kalangan bumil dan ibu menyusui atau yang memiliki anak-anak itu yang dilangsungkan di Desa Neglasari Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung,pada Rabu (10/09/2025).

Kehadiran legislator dari Fraksi PKB ini sebagai wujud bahwa hadirnya pemerintah di tengah-tengah masyarakat dalam kegiatan gerakan ibu hamil sehat. Sejumlah ibu-ibu pun mendapatkan bantuan makanan tambahan, dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu disaat hamil maupun menyusui.

Pada kesempatan itu turut hadir Camat Ibun Akhmad Rifa’i beserta jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung yang turut mensupport gerakan ibu hamil sehat sebagai program prioritas pemerintah.

“Gerakan ibu hamil sehat ini sangat penting untuk mencegah terjadinya angka stunting di Kabupaten Bandung. Jika dari sejak bayi itu dikandung oleh ibunya dalam kondisi sehat, kita meyakini seorang ibu akan melahirkan bayinya dalam kondisi sehat. Selain itu dalam upaya menekan angka miskin ekstrem,” tutur Renie Rahayu Fauzi usai memberikan edukasi kepada masyarakat.

Ketua DPRD hj Reni mengatakan bahwa untuk membangun ibu hamil sehat itu, tentunya harus dibarengi dengan pemenuhan kebutuhan gizi atau nutrisi makanan yang cukup.

“Mulai dari makan makanan bergizi atau lebih tepatnya adalah mengkonsumsi makanan yang memenuhi empat sehat lima sempurna. Sehingga ibu yang hamil itu tetap dalam kondisi sehat, sehingga terhindar dari bayi yang dilahirkan stunting karena disebabkan kurang gizi makanan disaat ibunya hamil maupun lahir dengan usia dibawah lima tahun kurang mendapatkan asupan gizi makanan yang sehat,” tuturnya.

hj Renie Rahayu Fauzi juga mengajak kepada masyarakat yang ada di lingkungan RT, RW, desa hingga kecamatan untuk sama-sama peduli dan tanggap serta awas terhadap kondisi sosial masyarakat.

“Intinya, kita harus sama-sama peduli dan membantu warga sekitar, disaat ada warga lain mengalami persoalan sosial ekonomi. Hal itu untuk menghindari kejadian yang tidak diharapkan,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk sama-sama Ngarawat Lembur masing-masing. Sebagaimana yang sudah dideklarasikan oleh Wakil Ketua DPR RI H.Cucun Ahmad Syamsurijal, “Bandung Bedas Ngarawat Lembur” di Gedung Mohamad Toha Komplek Pemkab Bandung, Soreang, belum lama ini.

“Kami berharap semua pihak peduli terhadap sesama,” pungkas nya.**

(Yans.)

Bedas Pisan|| Jalan Rusak di Sukabirus Jadi Mulus.Bukti Nyata Kepedulian Kang DS kepada Masyarakat.

BandungYUYELNEWS com|| Warga Kampung Sukabirus RW 13, Desa Citeureup, Kabupaten Bandung, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Bupati Bandung, Dadang Supriatna, atas terealisasinya pembangunan jalan di wilayah mereka. Pembangunan jalan sepanjang 50 meter dengan lebar 5 meter ini dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung.

Pembangunan tersebut dinilai sebagai bukti nyata dari keseriusan Pemkab Bandung dalam merealisasikan program unggulan BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera), yang selama ini digaungkan oleh Bupati Dadang Supriatna—atau yang akrab disapa Kang DS.

“Kami sebagai warga Kampung Sukabirus merasa sangat senang dan bersyukur. Jalan ini sudah lama rusak, dan sekarang alhamdulillah sudah diperbaiki. Ini bukti nyata bahwa program Pak Bupati sangat terasa langsung di masyarakat,” ungkap salah satu warga RW 13 dengan penuh antusiasme, pada Kamis (11/09/2025).

Jalan yang baru dibangun ini bukan hanya akses lingkungan biasa. Letaknya yang strategis menjadikannya sebagai jalur vital bagi mobilitas warga, termasuk aktivitas ekonomi dan pendidikan.

“Banyak mahasiswa Universitas Telkom yang juga melewati jalan ini. Ini akses penting, tidak hanya bagi warga tapi juga bagi pendidikan. Perbaikan jalan ini benar-benar berdampak luas,” tambah warga lainnya.

Selain sebagai jalur utama bagi aktivitas masyarakat, keberadaan infrastruktur yang layak ini turut meningkatkan kualitas lingkungan dan keamanan pengguna jalan, terutama di musim hujan yang sebelumnya kerap menimbulkan genangan air dan kerusakan tambahan.

Program BEDAS yang digagas oleh Kang DS memang telah menunjukkan capaian konkret di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, infrastruktur, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi lokal. Pembangunan jalan di Sukabirus ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun dari bawah, mendengar aspirasi warga, dan menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Warga berharap agar program-program semacam ini terus dilanjutkan di masa mendatang.

“Semoga Pak Bupati dan jajaran tetap sehat, amanah, dan terus membangun Kabupaten Bandung agar semakin Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera—sesuai visi BEDAS yang menjadi kebanggaan kami semua,” tutup perwakilan warga RW 13.***

(Yans.)

Program Pengembangan Potensi Daerah Kejati Sulsel dan BSI Tandatangani Kerjasama Penanganan Masalah Hukum serta Pelayanan Perbankan

Yutelnews.com, Makassar— Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) Region X Makassar melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) serta Pelayanan Perbankan di kantor Kejati Sulsel, Rabu (10/9/2025).

Penandatanganan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Agus Salim, dan Regional CEO BSI Region X Makassar, Sukma Dwie Priardi. Turut hadir pula Wakil Kepala Kejati Sulsel, Robert M. Tacoy, para asisten, koordinator, dan jaksa pengacara negara (JPN) pada Kejati Sulsel.

Regional CEO BSI Region X Makassar, Sukma Dwie Priardi, menyampaikan terima kasih atas sinergi dan kolaborasi dengan Kejaksaan. “Selama empat tahun pendirian BSI, ada berbagai tantangan dalam pengembangan ekonomi syariah. Kami mohon masukan dari Kejati Sulsel sebagai Ketua Pelaksana Satgas Percepatan Investasi,” ujar Sukma.

Sukma menambahkan bahwa BSI berupaya mendukung Kejati Sulsel sebagai Ketua Satgas Percepatan Investasi di Sulawesi Selatan.

“Kami berharap dengan berbagai program pengembangan potensi daerah, BSI bisa meningkatkan investasi. Sebagai mitra Satgas Percepatan Investasi, kami berharap bisa mendukung dari segi perbankan,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Kajati Sulsel Agus Salim menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dari BSI kepada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan kepercayaan dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Area Makassar untuk kerja sama Layanan Perbankan dan kepercayaan kepada Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk memberikan layanan hukum terhadap permasalahan perbankan yang dihadapi,” kata Agus Salin.

Agus juga menjelaskan peran penting JPN dalam kerja sama ini. Berdasarkan Peraturan Kejaksaan Agung Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Penegakan Hukum, Bantuan Hukum, Pertimbangan Hukum, Tindakan Hukum Lain, dan Pelayanan Hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Jaksa Pengacara Negara mempunyai peran yang sangat penting dalam permasalahan hukum perbankan, khususnya dalam melindungi kepentingan negara dan pemerintah, serta dalam penanganan kredit macet.

Agus berharap kerja sama ini dapat memperkuat komitmen dan kolaborasi kedua belah pihak untuk mencapai tujuan yang disepakati. “Kerja sama ini untuk menghindarkan teman-teman di BSI dari fraud melalui upaya pencegahan yang biayanya murah,” pungkasnya.

(Abu Algifari)

Desa Lengkong Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan dengan Incinerator

BandungYUTELNEWS com || Bupati Bandung, Dr HM Dadang Supriatna, secara resmi meresmikan incinerator sampah (Motah) di Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Bagja, Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, pada Rabu siang. 10 September 2025.

Peresmian ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bandung untuk meningkatkan pengelolaan sampah secara modern dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS juga menyoroti peran penting kehadiran Koperasi Merah Putih dalam mendukung keberhasilan perekonomian masyarakat, terutama dalam pengelolaan sampah di Desa Lengkong dan sekitarnya.

Kang DS menegaskan bahwa keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya mengandalkan teknologi canggih, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat yang terorganisir melalui koperasi Merah Putih yang telah dibentuk.

“Jika pengelolaan sampah berhasil, maka pinjaman dari Koperasi Merah Putih juga akan berjalan lancar, seperti yang telah terbukti dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Kang DS.

Program Motah sendiri telah menunjukkan prestasi luar biasa dalam pengelolaan sampah di tingkat desa. Sistem ini melibatkan seluruh warga melalui iuran wajib sampah dan berperan dalam penguraian sampah organik dan non-organik.

Apalagi Motah ini mampu mengolah 8-10 ton sampah setiap harinya di mana dalam satu jam mengolah 1 ton sampah. Sementara tiap desa rata-rata menghasilkan 5-10 ton sampah setiap harinya.

Salah satu inovasi penting adalah kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengolah sampah organik menjadi pakan ikan berbasis magot (larva Black Soldier Fly), yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi.

Sambung Kang DS pula,
“Koperasi Merah Putih bukan hanya sekadar lembaga, melainkan pendorong utama dalam pemberian pinjaman modal bagi pengelola sampah. Koperasi ini akan menjadi gerakan yang mengedepankan prinsip ‘dari, oleh, dan untuk anggota’. Dengan dukungan modal dan pinjaman lunak, koperasi mampu memberdayakan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.”

Lebih dari itu, Motah ini tidak terlalu berdampak terhadap lingkungan sebab sampah dibakar pada suhu 1.000 derajat celcius, Ucap Kang DS.

Kang DS juga berharap seluruh warga Desa Lengkong bergabung menjadi anggota koperasi agar program pengelolaan sampah dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

” Model pengelolaan koperasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Bandung “.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana, menjelaskan bahwa incinerator yang diresmikan dilengkapi dengan mesin pencacah sampah. Mesin ini berfungsi mengurangi volume sampah sebelum dibakar, sehingga proses pengelolaan menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.

Peresmian incinerator ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mengatasi permasalahan sampah di Desa Lengkong. Kolaborasi antara pemerintah, koperasi, dan masyarakat menjadi kunci sukses menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.***

Yans.

Dari Sampah Jadi Batako, Bupati Kang DS Bakal Jadikan Motah Prototipe TPS3R di Semua Desa.

BandungYUTELNEWS com || Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna mengaku takjub saat meresmikan inovasi Mesin Incinerator Sampah (MOTAH), di TPS3R Bagja, Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Rabu 10 September 2025. Inovasi Motah ini bisa mengolah sampah sehingga menjadi batako.

Bupati Bandung menjelaskan, dari hasil pengolahan MOTAH, sampah yang sudah dipilah antara sampah organic dan anorganik.Kemudian sampah dibakar dengan suhu 1.000 derajat celcius, sehingga menghasilkan residu.

“Sampah yang dibakar Motah menghasilkan abu, kemudian abu ini dicampur dengan semen lalu dicetak sehingga manghasilkan batako. Ini inovasi luar biasa,” kata bupati kepada wartawan saat meresmikan Motah.

Bupati Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS ini menyatakan inovasi Motah ini menjadi prototype yang akan diterapkan di desa-desa lainnya di Kabupaten Bandung.

“Kalau Motah ini dipakai di semua desa/kelurahan, saya optimistis masalah sampah di Kabupaten Bandung bakal beres,” tandasnya.

Apalagi Motah ini mampu mengolah 8-10 ton sampah setiap harinya di mana dalam satu jam mengolah 1 ton sampah. Sementara tiap desa rata-rata menghasilkan 5-10 ton sampah setiap harinya.

Menariknya lagi, imbuh Kang DS, Motah ini sudah dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pemeritahan Desa Lengkong, sehingga ke depannya biaya operasional akan lebih terjamin dan untuk membayar upah pegawainya.

Lebih dari itu, Motah ini tidak terlalu berdampak terhadap lingkungan sebab sampah dibakar pada suhu 1.000 derajat celcius.

“Kalau dibakarnya masih di Bawah 500 derajat mungkin masih berdampak terhadap lingkungan polusinya,” tukasnya.

Yans.

Hadiri Sertijab Dandim 0624, Bupati Bandung Apresiasi Sinergitas yang Terjalin.

BANDUNGYUTELNEWS com|| Bupati Bandung Dadang Supriatna menghadiri Lepas Sambut atau Serah Terima Jabatan (Sertijab) Dandim 0624 Kabupaten Bandung di Makodim 0624 Kabupaten Bandung, Jalan Cipatik, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Selasa (9/9/2025).

Letkol Kav Samto Betah menggantikan Letkol Inf Tinton Amin Putra sebagai Dandim 0624 Kabupaten Bandung. Dandim sebelumnya, Letkol Tinton Amin Putra akan menempati jabatan baru sebagai Wakil Asisten Operasi (Asops) Kodam III/Siliwangi.

Hadir pula dalam acara Lepas Sambut Dandim 0624 tersebut yaitu jajaran Forkopimda yakni Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi, Kapolresta Bandung Kombespol Aldi Subartono, Kajari Donny Haryono, Sekda Cakra Amiyana dan jajaran kepala OPD, camat, kepala desa dan tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Dadang Supriatna menyampaikan terima kasih kepada Letkol Inf Tinton Amin Putra yang selama ini telah menjalin sinergitas dan kolaborasi luar biasa dengan jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung.

“Terima kasih kepada Pak Tinton atas pengabdiannya untuk Kabupaten Bandung. Banyak sekali inovasi dan perubahan signifikan yang beliau sudah lakukan,” ujar Bupati Dadang Supriatna dalam sambutannya.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu mengapresiasi berbagai inovasi dan terobosan Letkol Tinton diantaranya inovasi dalam program ketahanan pangan, pembangunan jalan-jalan baru serta sukses menjaga kondusifitas daerah dengan menjalin kolaborasi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat.

Bupati yang akrab disapa Kang DS itu menyebut, Kodim 0624 di bawah kepemimpinan Letkol Tinton sukses memanfaatkan lahan tidur dan tidak produktif menjadi lahan produktif dan menghasilkan padi organik maupun komoditi jagung.

“Apa yang sudah dilakukan Pak Tinton sangat luar biasa dan Pak Dandim selalu bersemangat. Semoga Pak Tinton makin sukses di tempat baru. Semoga karirnya juga terus menjanjak dan jadi jenderal,” ungkap Kang DS sambil tersenyum lebar.

Kepada Dandim baru, Kang DS secara terbuka mengucapkan selamat datang di Kabupaten Bandung. Ia berharap Dandim baru dapat meneruskan sinergitas dan kolaborasi yang telah dibangun Dandim sebelumnya bersama jajaran Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bandung.

“Saya mengharapkan kekompakan seperti yang sudah dibina Pak Dandim sebelumnya. Kita ingin kolaborasi terus dipertahankan, karena kolaborasi adalah kunci keberhasilan kita membangun Kabupaten Bandung,” tegas Kang DS.

Sementara itu, Danrem 0622 Tarumanegara Kolonel Inf Nurul Yakin mewakili Kodim 0624 menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna yang selama ini memberikan perhatian besar terhadap Kodim 0624 Kabupaten Bandung maupun kepada para prajurit TNI.

Danrem menyebut Bupati Bandung Kang DS merupakan salah satu kepala daerah yang sangat dekat dan memberikan perhatian besar terhadap prajurit TNI. Salah satu bentuk perhatian besar yang diberikan Kang DS yakni membangun Kantor Koramil Baleendah dan membangun jalan di Yonif 330.

Tak hanya itu, Danrem juga mengapresiasi Kang DS karena selama ini memberikan perhatian besar kepada prajurit TNI di Kabupaten Bandung. Salah satunya dengan memberikan insentif setiap bulan bagi Danramil dan juga Babinsa se-Kabupaten Bandung.

“Saya mewakili TNI khususnya Angkatan Darat, menyampaikan terima kasih kepada Pak Bupati Dadang Supriatna. Beliau membangun Koramil Baleendah. Juga memberikan insentif bagi babinsa. Ini menunjukkan perhatian besar Pak Bupati terhadap TNI,” ungkap Danrem Kolonel Inf Nurul Yakin.

Nurul Yakin juga meminta kepada Dandim 0624 yang baru Letkol Kav Samto Betah untuk dapat meneruskan sinergi dan kolaborasi yang telah dijalin Dandim sebelumnya bersama Forkopimda Kabupaten Bandung.

“Saya melihat di Kabupaten Bandung ini ada kolaborasi dan kekompakan luar biasa. Ini menunjukkan sinergitas terjalin dengan bagus. Dandim yang baru tolong dipertahankan bahkan lebih ditingkatkan. Saya yakin Anda bisa, Anda mampu. Dandim baru sudah punya modal supel,” tuturnya.

Acara Lepas Sambut Dandim 0624 berlangsung meriah dengan pembukaan Tarian Sampurasun dari Dinas Budaya dan pemberian kenang-kenangan dari Letkol Tinton kepada jajaran Forkopimda maupun sebaliknya. (**)

 

Yans.

Dugaan Penyerobotan Tanah di Banjardowo, Ahli Waris Tuntut Keadilan

Semarang, Yutelnews.com – Dugaan kasus penyerobotan tanah mencuat di wilayah Banjardowo, RT 007 RW 006. Lahan seluas 495 meter persegi dengan asal tanah C Desa No. 3342 Persil No. 28 kelas D III, yang tercatat atas nama Muhadi Herman, kini menjadi objek sengketa antara para ahli waris dengan pihak pembeli.

Berdasarkan data yang dihimpun, tanah tersebut merupakan warisan keluarga dengan 13 ahli waris, di antaranya Hajah Munafiah, Muslimah, Suharti, Munawaroh, Muslimin, Nurkamin, Muhammad Shodaqoh, Nur Chamil, Nur Kolis, Mashudi, Nursapi’i, Siti Nur Antiah, dan Siti Nur Kasanah. Namun, dalam dokumen gugatan di Pengadilan Negeri tercatat hanya 12 nama, tanpa mencantumkan Hajah Munafiah. Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya manipulasi data warisan.

Kasus bermula pada 26 September 2008, ketika salah satu ahli waris, Nurkamin, disebut menjual tanah tersebut kepada seorang warga bernama Hari Santoso dengan harga Rp300 ribu per meter atau total Rp148,5 juta. Berdasarkan kwitansi yang beredar, pembayaran dilakukan bertahap dari 20 Oktober 2008 hingga 4 April 2009 dengan total Rp133,5 juta. Sisa pembayaran Rp15 juta disebut akan dilunasi setelah istri Nurkamin bebas dari lembaga pemasyarakatan.

Seorang saksi bernama Lekan mengaku pernah ditunjukkan bukti pembayaran oleh Nurkamin. Ia menyebutkan bahwa almarhum Hari Santoso telah melunasi kewajibannya sebelum meninggal dunia pada 14 Desember 2009 akibat kecelakaan lalu lintas.

Namun, pada 12 Juli 2011, tanah yang sama kembali dijual oleh Nurkamin kepada pihak lain bernama Tresyono dengan harga Rp199 juta melalui akta notaris. Setelah transaksi, Tresyono kemudian mengajukan sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan berhasil menerbitkan sertifikat hak milik atas namanya.

Pihak keluarga ahli waris mempersoalkan adanya kejanggalan dalam proses tersebut. Mereka menilai transaksi kedua dilakukan tanpa memperhitungkan hak kepemilikan Hari Santoso yang telah membeli tanah lebih dahulu.

“Bukti kwitansi asli ada, saksi juga banyak yang mengetahui bahwa tanah tersebut sudah dibeli almarhum Hari Santoso,” ujar salah seorang ahli waris ketika ditemui.

Selain dugaan penghilangan satu nama ahli waris dalam berkas pengadilan, keluarga juga menilai adanya indikasi penipuan dan pemalsuan data dalam transaksi jual beli tanah tersebut. Atas dasar itu, pihak keluarga telah menempuh jalur hukum dengan mengacu pada Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

M. Efendi

Kepala BGN Pantau Langsung Dapur Makan Bergizi Gratis di Pameumpeuk Kabupaten Bandung

BANDUNGYUTELNEWS com|| Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof Dadan Hindayana melakukan monitoring dan kunjungan ke Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Selasa (9/9/2025).

Pada monitoring dan kunjungan tersebut, Kepala BGN didampingi langsung oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna, Sekda Kabupaten Bandung Cakra Supriatna, Satgas MBG Kabupaten Bandung, sejumlah Kepala OPD dan tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BGN mengapresiasi Bupati Bandung Dadang Supriatna yang dinilai sangat semangat dan proaktif dalam menyukseskan program strategis Presiden Prabowo Subianto yakni program MBG.

“Pak Bupati Dadang Supriatna ini semangatnya sangat luar biasa. Terus terang saya sangat mengapresiasi kepada kepala daerah yang proaktif dan begitu semangat seperti Pak Bupati Bandung,” ujar Kepala BGN dalam sambutannya.

Semangat Bupati Dadang Supriatna, lanjut Prof Dadan, terlihat dari progres jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi di Kabupaten Bandung. Ia optimistis seluruh dapur SPPG di Kabupaten Bandung akan siap beroperasi seluruhnya pada akhir November 2025.

Ia juga mengaku gembira karena dapur SPPG di Kabupaten Bandung merupakan salah satu yang terbaik dan memenuhi berbagai kriteria yang ditetapkan oleh BGN.

Sambil berkelakar, Prof Dadan mengaku menyebut kesuksesan Kabupaten Bandung dalam menyiapkan dapur MBG karena Bupati Bandung sangat proaktif menghubunginya hampir setiap hari.

“Bupati Bandung ini adalah salah satu kepala daerah yang paling bawel. Hampir tiap hari beliau WA saya. Telepon saya, dua sampai tiga kali sehari terus bertanya dan mendorong kesuksesan program MBG di Kabupaten Bandung. Saya sangat senang ada Bupati seperti ini, karena sebetulnya kita yang butuh dukungan Bupati,” tutur Kepala BGN.

Ia membandingkan, di beberapa daerah lain masih ada Dapur SPPG yang belum beroperasi. Sedangkan di Kabupaten Bandung, Dadan melihat Bupati Bandung terus melakukan percepatan agar 361 dapur SPPG seluruhnya segera beroperasi.

Saat ini, lanjut Prof Dadan, di Indonesia telah beroperasi 7.558 dapur SPPG yang telah melayani 26 juta penerima manfaat. Ia menargetkan akhir November 2025 dapur SPPG harus sudah selesai dibangun, agar awal 2026 seluruhnya dapat beroperasi dengan 82 juta penerima manfaat.

“Yang sudah beroperasi baru sepertiganya yaitu baru melayani 26 juta penerima manfaat. Tapi kalau di Australia, kita sudah bisa beri makan seluruh warga Australia. Kalau di Eropa, kita sudah setara memneri makan warga 4 negara Eropa,” ungkapnya sambil tersenyum.

Prof Dadan menjelaskan melalui program MBG ini, Presiden Prabowo ingin terjadi pertumbuhan ekonomi di desa-desa. Di Kabupaten Bandung saja, kata dia, program MBG akan mampu menghadirkan perputaran uang sekitar Rp 5 triliun per tahun.

“Satu SPPG akan menerima uang Rp 10 miliar setiap tahun dan 85 persen diperuntukkan untuk bahan baku. Bahan bakunya beli dari petani dan masyarakat setempat. Pasokan bahan baku untuk dapur MBG ini harus dikoordinir oleh Koperasi Merah Putih,” kata Kepala BGN.

Ia mencontohkan setiap dapur MBG membutuhkan 5 ton beras setiap bulan. Belum komoditi atau bahan baku lainnya seperti telur, daging ayam, ikan, pisang hingga bumbu.

“Artinya ini peluang ekonomi untuk masyarakat. Masyarakat harus digerakkan untuk menangkap peluang ini. Sayang kalau Rp 5 triliun malah dibelanjakan bahan baku dari daerah lain,” jelas Kepala BGN.

Namun ia berharap potensi ekonomi yang mencapai Rp 5 triliun per tahun ini harus diorkestrasi oleh pemerintah daerah melalui Koperasi Merah Putih yang ada di desa masing-masing agar secara signifikan dapat menggerakkan perekonomian daerah.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengaku sangat berterima kasih kepada Kepala BGN yang sangat responsif dalam membantu percepatan pembentukan dapur MBG di Kabupaten Bandung.

“Saya sangat berterima kasih karena Kepala BGN Prof Dadan ininsesibuk apapun selalu diangkat kalo saya telepon. Mohon maaf saya hanya ingin menyukseskan program Pak Presiden,” jelas Bupati Bandung.

Bupati yang akrab disapa Kang DS itu mengaku sangat siap dan bersemangat untuk menyukseskan program strategis Presiden Prabowo yakni program MBG di Kabupaten Bandung.

“Selain mendorong percepatan dapur SPPG, kami di Kabupaten Bandung juga membentuk pendamping Koperasi Merah Putih agar Koperasi Merah Putih ini dapat berjalan lancar dan sukses,” ujar Kang DS.

Dari 361 dapur MBG yang direncanakan berdiri di Kabupaten Bandung, Kang DS menyebut sudah 90 dapur SPPG yang telah beroperasi. Sisanya, Kang DS manargetkan akan beroperasi pada awal Desember 2025.

“Mari kita sukseskan program Pak Presiden ini. Semoga program ini terus berkelanjutan karena ini sangat bagus untuk menggerakkan perekonomian daerah dan manfaatnya untuk menyiapkan generasi emas dan pemimpin masa depan,” tegas Kang DS. (**)

 

Yans.

Enam Posisi Berganti, Presiden Prabowo Segarkan Kabinet di Tengah Tantangan Global

YUTELNEWS.com
Jakarta, 8 September 2025 – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan kabinet (reshuffle) untuk kedua kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025) sore, dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran pimpinan lembaga tinggi negara, serta sejumlah tokoh politik nasional.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa reshuffle ini bukan sekadar pergantian kursi, tetapi langkah strategis memperkuat kinerja pemerintahan di tengah tantangan global. Fokus utama pemerintah adalah menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat perlindungan pekerja migran, meningkatkan pelayanan publik, serta memastikan pemerataan kesejahteraan.

Yutelnews.com mengutip dari Republikbersuara.com, berikut daftar pejabat yang dilantik:

Purbaya Yudhi Sadewa – Menteri Keuangan

Mukhtarudin – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Ferry Juliantono – Menteri Koperasi

Mochamad Irfan Yusuf – Menteri Haji dan Umrah

Dahnil Anzar Simanjuntak – Wakil Menteri Haji dan Umrah

Reshuffle ini menjadi sorotan publik karena menyentuh kementerian strategis yang berhubungan langsung dengan kesejahteraan rakyat. Presiden Prabowo menegaskan, langkah ini diambil demi mempercepat pencapaian visi besar Indonesia yang berdaulat, adil, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.

Dalam keberagaman suku, agama, dan budaya, rakyat berharap reshuffle ini benar-benar dijalankan dengan amanah, membawa kebaikan, serta menjadikan jabatan sebagai sarana pengabdian untuk bangsa dan negara Indonesia tercinta.

Red:Darmansyah

Dinas Lingkungan Hidup Belum Tanggap, Sampah Sembarangan Masih Merajalela di Wklahah Desa Citeureup

Bandung – YUTELNEWS com|| Desa Citeureup, khususnya di wilayah RW 05 Lamajang Peuntas dan RW 13 Sukabirus, tengah dirundung masalah serius terkait pembuangan sampah sembarangan. Warga setempat mengeluhkan keberadaan tumpukan sampah di pinggir jalan yang membuat lingkungan menjadi kotor, tidak sehat, dan sangat mengganggu kenyamanan mereka.

Zaenal, salah satu warga RW 05 yang tinggal dekat lokasi pembuangan sampah, menyampaikan rasa resahnya. Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir, banyak sampah rumah tangga dibuang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kami merasa sangat risih dan muak melihat sampah berserakan di pinggir jalan. Biasanya, warga di sini mengumpulkan sampah untuk kemudian dibakar secara rutin. Namun, sampah yang sekarang berserakan ini berbeda. Kami menduga sampah tersebut berasal dari luar daerah dan sengaja dibuang di kampung kami,” ungkap Zaenal saat ditemui awak media .pada Senin (08/09/2025).

Zaenal bersama beberapa warga lainnya, didampingi Bhabinkamtibmas Desa Citeureup, Ujang, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi tersebut. Mereka berharap Pemerintah Desa dapat segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi masalah ini.

Pembuangan sampah secara sembarangan bukan hanya merusak keindahan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Sampah yang menumpuk dapat menjadi sarang penyakit dan menarik hewan pengganggu seperti tikus dan nyamuk, yang berisiko menyebarkan berbagai penyakit kepada warga sekitar.

Warga pun menuntut agar Pemerintah Desa Citeureup meningkatkan pengawasan dan melakukan edukasi secara intensif kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami sangat berharap pemerintah desa segera turun tangan agar lingkungan kami tidak terus tercemar seperti ini,” tambah Zaenal.

Sementara itu, upaya konfirmasi terkait penanganan masalah ini kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten masih belum membuahkan hasil. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ruli Hadiana, belum memberikan respons saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Masalah pembuangan sampah ilegal ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Diperlukan sinergi antara warga, aparat desa, dan dinas terkait agar lingkungan di Desa Citeureup kembali bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali. ***

Yans.

PRIMA Miftahul Jannah Tunjukan Kebersamaan Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Dayeuhkolot

BandungYUTELNEWS com|| Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) Miftahul Jannah sukses menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah pada Minggu, 7 September 2025. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan meriah di Masjid Miftahul Jannah, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, yang dihadiri oleh warga setempat dari berbagai kalangan.

Acara ini menjadi momen istimewa yang mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus sebagai sarana untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW. Tidak hanya sebagai tradisi, peringatan Maulid yang digelar PRIMA Miftahul Jannah menjadi wujud rasa syukur atas kelahiran sang Nabi sekaligus refleksi terhadap nilai-nilai Islam yang terus relevan di era modern saat ini.

Peringatan Maulid dimulai dengan pembacaan marhaban dan shalawat Nabi yang menggema di seantero masjid, menciptakan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan. Seluruh peserta larut dalam lantunan doa dan pujian kepada Rasulullah SAW.

Setelah itu, tausiyah keagamaan disampaikan oleh ustadz setempat yang mengajak warga untuk mencontoh akhlak Rasulullah, seperti kesabaran, kejujuran, dan kedermawanan. Dalam ceramahnya, ustadz menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai ini agar tetap hidup dalam masyarakat, terutama di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat

Acara yang diinisiasi oleh PRIMA Miftahul Jannah ini mendapat dukungan penuh dari tokoh masyarakat setempat, di antaranya Bapak Tri Rahmanto. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk terus menjaga tradisi keagamaan sekaligus memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan warga.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Miftahul Jannah menuturkan bahwa peringatan Maulid ini sangat penting sebagai media pembinaan rohani dan sosial. Melalui acara seperti ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal dan mencintai Rasulullah SAW, serta termotivasi untuk mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Puncak acara yang paling dinanti adalah pemotongan tumpeng oleh tokoh masyarakat yang berlangsung dengan penuh khidmat. Tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas segala rahmat dan nikmat Allah SWT menjadi lambang kemakmuran dan kebersamaan warga.

Setelah prosesi pemotongan tumpeng, seluruh hadirin menikmati hidangan bersama. Momen ini tidak hanya mempererat tali persaudaraan, tetapi juga menjadi ruang berbagi cerita dan pengalaman, sekaligus membangun suasana kekeluargaan yang hangat di tengah warga Prima Citeureup.

Ketua Panitia PRIMA Miftahul Jannah menyampaikan harapannya agar kegiatan Maulid ini bisa rutin digelar setiap tahun dan melibatkan lebih banyak warga, terutama generasi muda. Ia berharap nilai-nilai luhur Rasulullah SAW menjadi pedoman dalam setiap aspek kehidupan masyarakat.

“Kami ingin agar Maulid Nabi tidak hanya dikenang secara seremonial, tetapi benar-benar menjadi inspirasi dalam berperilaku sehari-hari. Semoga generasi muda kita terus tumbuh dengan akhlak mulia, sesuai tuntunan Rasulullah,” ujarnya.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh imam masjid, memohon keberkahan dan perlindungan Allah SWT bagi seluruh warga Prima Citeureup dan sekitarnya. Suasana kebersamaan dan rasa syukur yang terasa sepanjang acara menandakan kesuksesan peringatan Maulid tahun ini.

Peringatan Maulid yang digelar oleh PRIMA Miftahul Jannah ini diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat lain untuk terus melestarikan tradisi keagamaan yang positif dan bermakna.***

Yans.

Rezka Oktoberia Tinjau 26 Titik Pembangunan Irigasi P3-TGAI di Limapuluh Kota dan Payakumbuh ‎

YUTELNEWS.COM / Limapuluh Kota, 6 September 2025 — Mantan Anggota DPR-RI Rezka Oktoberia meninjau langsung pelaksanaan pembangunan saluran irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, pada Sabtu (6/9). Dalam peninjauan tersebut, Rezka memastikan sebanyak 26 titik proyek irigasi yang tersebar di dua daerah tersebut berjalan sesuai mekanisme yang ditetapkan.

‎Tercatat, terdapat 20 titik pembangunan di Kabupaten Limapuluh Kota dan 6 titik di Kota Payakumbuh. Seluruh proyek tersebut menggunakan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp195 juta per lokasi, yang bersumber dari Kementerian PUPR melalui aspirasi Rezka Oktoberia ketika masih menjabat sebagai Anggota DPR-RI.

‎Rezka menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmennya membangun kampung halaman, meski saat ini ia tidak lagi duduk di Senayan. “Bagaimanapun, Limapuluh Kota dan Payakumbuh adalah tanah kelahiran saya. Selama masih diberi kesempatan, saya ingin terus memberikan kontribusi nyata. Program P3-TGAI ini adalah bentuk kepedulian saya terhadap petani kita, agar air irigasi lebih merata dan produktivitas pertanian semakin meningkat,” ujarnya.

‎Kegiatan peninjauan ini turut didampingi oleh Kapolsek beserta jajaran, wali nagari, Badan Musyawarah (Bamus) Nagari, serta para kepala jorong di lokasi masing-masing. Kehadiran unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat tersebut menambah semangat dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program.

‎Menurut Rezka, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program swakelola berbasis padat karya. “Ini bentuk kolaborasi yang baik. Aparat, nagari, dan masyarakat bekerja sama untuk memastikan program berjalan transparan dan tepat sasaran,” tegasnya.

‎Program Swakelola Berbasis Padat Karya

‎Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera Barat menjelaskan, program P3-TGAI berbeda dengan proyek kontraktual pada umumnya. Pembangunan dilakukan dengan sistem swakelola padat karya berbasis masyarakat. Perencanaan, pengerjaan, hingga pengawasan diserahkan kepada Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), atau Induk P3A (IP3A).

‎“Proses pelaksanaan fisik di lapangan direncanakan selama 60 hari kalender oleh P3A, didampingi Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM). Dari total anggaran Rp195 juta, sekitar 95 persen digunakan untuk fisik pekerjaan, sementara sisanya untuk persiapan administrasi, rapat, hingga laporan. Jadi program ini benar-benar dikelola oleh masyarakat sendiri,” jelasnya.

‎Dengan pola tersebut, diharapkan pembangunan saluran irigasi lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu menumbuhkan rasa memiliki di kalangan petani. “Karena masyarakat yang merencanakan, mengerjakan, hingga mengawasi, maka hasilnya lebih transparan dan sesuai kebutuhan di lapangan,” tambahnya.

‎Petani Merasakan Manfaat Langsung

‎Ketua P3-TGAI Bangun Nagari dan Suka Damai, Medisa Putra dan Andi Zuhri AR, menyambut baik program ini. Menurut mereka, keterlibatan langsung petani dalam pembangunan membawa banyak keuntungan. “Sawah-sawah mereka akan lebih baik, karena saluran ini mereka sendiri yang membangun. Dengan begitu, tidak ada lagi saling menyalahkan jika air tidak mengalir ke sawah tertentu. Semua bisa merasakan manfaatnya secara merata,” kata Medisa putra dan Andi zuhri. AR, yang akrab disapa Medi dan Andin.

‎Mereka juga menegaskan, program ini tidak hanya memberikan solusi teknis, tetapi juga membangun semangat gotong royong masyarakat. “Ini sekaligus mendidik petani kita agar lebih bertanggung jawab terhadap jaringan irigasi yang ada. Karena mereka yang mengerjakan, otomatis mereka juga akan menjaga dan merawatnya,” tambahnya.

‎Dorong Ketahanan Pangan

‎Rezka menilai, program P3-TGAI sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Distribusi air yang merata diyakini akan meningkatkan produktivitas pertanian, terutama padi, yang menjadi tulang punggung pangan di Sumatera Barat.

‎“Kalau irigasi berjalan lancar, maka hasil panen akan meningkat. Kita berharap sawah-sawah di Limapuluh Kota dan Payakumbuh menjadi lebih produktif, sehingga kesejahteraan petani ikut terdongkrak. Pada akhirnya, ketahanan pangan daerah bahkan nasional bisa terjaga,” ungkap Rezka.

‎Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program P3-TGAI di Sumatera Barat telah memasuki tahap ketiga pelaksanaan. Melalui berbagai tahap tersebut, program dinilai sukses meningkatkan kualitas infrastruktur pertanian sekaligus menumbuhkan peran aktif masyarakat dalam pembangunan.

‎“Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga pemberdayaan. Saya percaya, dengan semangat gotong royong dan keterlibatan masyarakat, hasilnya akan lebih maksimal dan berkelanjutan,” pungkas Rezka.

‎Wartawan : YORI DESPIANTO

Kang DS, Kehadiran PMII Terbukti Memberikan akontribusi Nyata Bagi Bangsa.

BandungYUTELNEWS com|| Bupati Bandung, Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si, dalam sangka memperingatan Maulid Nabi Muhammad SAW ke-1447 Hijriah sekaligus doa bersama. Kegiatan ini digelar di Dome Aula MTs Al Falah, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Minggu (7/9/2025).

Bupati Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS menegaskan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang tetap konsisten menjaga semangat perjuangan mahasiswa Islam.

Kang DS, menekankan bahwa PMII memiliki peran strategis dalam sejarah bangsa. PMII tumbuh sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama (NU). Ia mengingatkan, NU dan Muhammadiyah berperan besar dalam perjuangan bangsa, bahkan mendorong Soekarno-Hatta membacakan Proklamasi Kemerdekaan.

“Kalau kita bicara sejarah, jangan pernah melupakan Jas Merah. NU dan Muhammadiyah terbukti memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Kehadiran PMI melanjutkan tradisi perjuangan itu,” kata Kang DS.

Lebih lanjut, ia mengajak PMII mengawal perjuangan mahasiswa Islam di tengah dinamika sosial. PMII, menurutnya, harus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung untuk mewujudkan visi pembangunan daerah.

Visi Kabupaten Bandung menekankan semangat bangkit, edukatif, dinamis, agamis, sejahtera, maju, dan berkelanjutan. Kang DS menilai visi tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“PMII harus bergerak bersama pemerintah daerah. Kita ingin membangun Kabupaten Bandung yang berdaya saing dan mampu menopang pencapaian Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Kang DS juga memaparkan hasil pembelajaran ketika mengikuti program Lemhannas di Singapura. Ia menyebut lima poin penting untuk menghadapi 2045. Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia profesional dan melek digital. Kedua, penguasaan big data. Ketiga, penguasaan recent development atau perkembangan terkini. Keempat, pembentukan organisasi yang kuat. Kelima, pengelolaan keuangan yang transparan.

Selain itu, ia menegaskan program strategis nasional yang dijalankan Presiden RI. Program tersebut meliputi penyediaan makanan gratis, pembentukan koperasi desa Merah Putih, dan pendirian sekolah rakyat. Menurutnya, sekolah rakyat terbagi dua, yaitu sekolah untuk masyarakat menengah ke bawah serta sekolah umum bagi masyarakat menengah ke atas.

“Program ini menjadi langkah besar pemerintah pusat untuk mengurangi kesenjangan sosial. Pemerintah daerah wajib menyesuaikan diri dan mendukung penuh,” jelas Kang DS.

Menutup sambutan, Bupati Bandung menyampaikan apresiasi kepada PMII atas berbagai masukan. Ia berjanji menjadikan setiap gagasan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan.

“Terima kasih PMII yang selalu hadir memberi ide. Mari kita bersatu demi kemajuan Kabupaten Bandung dan kejayaan NKRI,” pungkasnya.***

Yans.

BEDAS RUN 2025, Untuk Pertama Kalinya Digelar, Peserta Ada Yang Dari Luar Provinsi Jabar dan Dari Luar Negeri.

BandungYUTELNEWS com|| Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bandung gelar Bedas Run 2025, di Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Minggu 7 September 2025 sejak pukul 05.00 WIB sampai dengan selesai.

BEDAS RUN yang diikuti 2.903 peserta, dihadiri langsung Bupati Bandung Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS.

Ketua KORMI Kabupaten Bandung Emma Dety Permanawati mengatakan Bandung Bedas Run 2025 ini untuk pertama kali diadakan dan mendapat antusiasme luar biasa dari para runners.

” Kita mengadakan Bandung Bedas Run dalam rangka menyambut Hari Olahraga Nasional ( HAORNAS). KORMI Kabupaten Bandung bersyukur Bandung Bedas Run Antusiasmenya peserta sangat luar biasa “.

Bukan masyarakat Kabupaten Bandung saja yang mengikuti BEDAS RUN 2025, Ada dari Sumatera, Kalimantan, dan tentunya dari Pulau Jawa ada banyak juga,” kata Emma kepada awak media, Minggu 7 September 2025.

” Tak hanya dari Tanah Air, lanjut dia, peserta Bandung Bedas Run 2025 juga ada yang berasal dari luar negeri, “.

“Dan yang paling kerennya, ini diikuti oleh 8 peserta dari luar negeri. Dan ini menjadi satu kebanggaan, karena kami baru pertama kali mengadakan dan diikuti oleh peserta luar negeri. Sponsornya juga luar biasa banyak banget, dan ini jadi kebanggaan bersama KORMI Kabupaten Bandung,” Tegas Emma Dety.

Peserta Bandung BEDAS Run tercatat 2.903 orang seluruhnya untuk nomor 5k (jarak 5 Kilometer) dan nomor 10k (jarak 10 Kilometer).

“Dan tentunya yang 10 k ini menjadi tantangan yang luar biasa. Karena memiliki spot jalur yang begitu indah dan tidak biasa. Dan memang ada track yang lumayan mengadu tenaga, dan ini menjadi tantangan khususnya yang 10k,” Kata Emma lagi.

Bandung Bedas Run 2025 ini, Dikatakan Emma, KORMI Kabupaten Bandung mengajak seluruh masyarakat untuk berolahraga guna meningkatan kebahagiaan, Imabaunya.

“Dan tentunya olahraga ini selain memiliki stamina yang sehat dan sehat, olahraga bikin bahagia dan gembira, itu yang paling utama, supaya indeks kebahagiaan di Kabupaten Bandung meningkat,” Pungkasnya. ***

Yans.

BEDAS RUN 2025, Untuk Pertama Kalinya Digelar, Peserta Ada Yang Dari Luar Provinsi Jabar dan Dari Luar Negeri.

BandungYUTELNEWS com|| Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bandung gelar Bedas Run 2025, di Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Minggu 7 September 2025 sejak pukul 05.00 WIB sampai dengan selesai.

BEDAS RUN yang diikuti 2.903 peserta, dihadiri langsung Bupati Bandung Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS.

Ketua KORMI Kabupaten Bandung Emma Dety Permanawati mengatakan Bandung Bedas Run 2025 ini untuk pertama kali diadakan dan mendapat antusiasme luar biasa dari para runners.

” Kita mengadakan Bandung Bedas Run dalam rangka menyambut Hari Olahraga Nasional ( HAORNAS). KORMI Kabupaten Bandung bersyukur Bandung Bedas Run Antusiasmenya peserta sangat luar biasa “.

Bukan masyarakat Kabupaten Bandung saja yang mengikuti BEDAS RUN 2025, Ada dari Sumatera, Kalimantan, dan tentunya dari Pulau Jawa ada banyak juga,” kata Emma kepada awak media, Minggu 7 September 2025.

” Tak hanya dari Tanah Air, lanjut dia, peserta Bandung Bedas Run 2025 juga ada yang berasal dari luar negeri, “.

“Dan yang paling kerennya, ini diikuti oleh 8 peserta dari luar negeri. Dan ini menjadi satu kebanggaan, karena kami baru pertama kali mengadakan dan diikuti oleh peserta luar negeri. Sponsornya juga luar biasa banyak banget, dan ini jadi kebanggaan bersama KORMI Kabupaten Bandung,” Tegas Emma Dety.

Peserta Bandung BEDAS Run tercatat 2.903 orang seluruhnya untuk nomor 5k (jarak 5 Kilometer) dan nomor 10k (jarak 10 Kilometer).

“Dan tentunya yang 10 k ini menjadi tantangan yang luar biasa. Karena memiliki spot jalur yang begitu indah dan tidak biasa. Dan memang ada track yang lumayan mengadu tenaga, dan ini menjadi tantangan khususnya yang 10k,” Kata Emma lagi.

Bandung Bedas Run 2025 ini, Dikatakan Emma, KORMI Kabupaten Bandung mengajak seluruh masyarakat untuk berolahraga guna meningkatan kebahagiaan, Imabaunya.

“Dan tentunya olahraga ini selain memiliki stamina yang sehat dan sehat, olahraga bikin bahagia dan gembira, itu yang paling utama, supaya indeks kebahagiaan di Kabupaten Bandung meningkat,” Pungkasnya. ***

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.