Legislator PKB Dadang Hemayana S.I.P,Mengapresiasi Langkah Bupati Kang DS Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Banjir di Kabupaten Bandung

Bandung – YUTELNEWS.com// Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Dadang Hemayana S.I.P, mengapresiasi langkah gerak cepat Bupati Bandung, H Dadang Supriatna, dalam mencari solusi penanganan banjir dengan menemui Menteri Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) RI di Jakarta, pada Selasa (21/04/2026).

Dadang Hemayana menilai, langkah yang dilakukan Bupati Bandung H Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir yang hingga kini masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung.

Ini langkah konkret dan strategis. saya selaku anggota DPRD tentu memberikan dukungan penuh terhadap upaya yang dilakukan Bupati Bandung dalam mempercepat penanganan banjir,” kata Dadang Hemayana dalam keterangannya.

Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Wakil Ketua DPR RI, H Cucun Ahmad Syamsurijal, sebagai bagian dari upaya mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah .

Dalam pertemuan itu, Bupati Bandung Kang DS memaparkan sejumlah program prioritas, di antaranya rencana normalisasi aliran sungai Cisunggalah yang melintasi Kecamatan Majalaya dan Solokanjeruk, bojongsoang , kawasan yang kerap terdampak banjir di saat musim hujan.

Selain normalisasi aliran sungai, Pemkab Bandung juga mengusulkan pembangunan kolam retensi di titik strategis, yakni di kawasan Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, serta Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek.
“Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menekan debit air berlebih sekaligus mengurangi potensi genangan.

Dadang Hemayana juga berharap, komunikasi intensif yang telah dibangun dengan pemerintah pusat dapat mempercepat realisasi berbagai program penanganan banjir di Kabupaten Bandung.

Persoalan banjir ini membutuhkan dukungan lintas sektor dan anggaran yang tidak sedikit. ” Karena itu, kolaborasi antara Bupati Bandung Kang DS dan wakil ketua H Cucun harus terus diperkuat agar solusi yang dihasilkan benar-benar berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, anggota DPRD Kabupaten Bandung Dadang Hemayana akan terus mengawal program penanganan banjir agar tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi dapat segera direalisasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Kabupaten Bandung.

Langkah jemput bola yang dilakukan Bupati Bandung Kang DS ke pemerintah pusat dinilai sebagai strategi efektif dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di wilayah Kabupaten Bandung.

Pemerintah daerah pun berharap, dukungan dari pemerintah pusat dapat segera terealisasi guna mengatasi persoalan banjir secara menyeluruh dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Yans.

Kabar Gembira! Atensi Kang H Cucun Bawa Hasil, Menteri PU Setujui Normalisasi Cisungalah dan Dua Kolam Retensi

BANDUNG – YUTELNEWS.com// Kabar gembira datang dari Pemkab Bandung. Usulan yang disampaikan oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS) itu terkait penanganan infrastruktur pengendalian banjir langsung mendapat respon positif dan disetujui oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo.

Persetujuan Menteri PU ini, kata KDS, merupakan hasil dari upaya dan perjuangan yang didorong langsung atas perhatian serta dukungan penuh dari Wakil Ketua DPR RI, Kang H. Cucun Ahmad Syamsurijal.

Dalam usulannya, Bupati KDS mendorong agar tiga proyek vital segera direalisasikan untuk mengatasi masalah genangan dan banjir yang sering terjadi di wilayah selatan dan timur Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah tiga usulan kami langsung disetujui oleh Menteri PU. Ini semua berkat atensi langsung Wakil Ketua DPR RI Kang H Cucun,” ujar KDS usai pertemuan dengan Menteri PU di Kantor Kementerian PU di Jakarta, (21/04/2026).

Ketiga proyek strategis yang diusulkan KDS tersebut adalah penanganan dan normalisasi Sungai Cisunggalah yang melintasi wilayah Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Solokan Jeruk. Kedua, pembangunan kolam retensi di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang dan pembangunan kolam retensi di Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek.

Dalam kesempatan tersebut, KDS menegaskan bahwa berdasarkan hasil keputusan tersebut, ketiga usulan proyek infrastruktur ini rencananya akan mulai dibangun dan dikerjakan pada tahun ini juga.

“Insya Allah mulai dibangun dan dikerjakan tahun ini juga. Alhamdulillah ini kabar gembira untuk warga Kabupaten Bandung,” ungkap KDS sambil tersenyum lebar.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu mengaku sangat bersyukur dan gembira karena aspirasi dan kebutuhan mendesak masyarakat Kabupaten Bandung langsung direspon dan disetujui pemerintah pusat.

Ia berharap dengan adanya normalisasi sungai dan pembangunan kolam retensi ini, masalah banjir yang selama ini dirasakan warga di sejumlah wilayah dapat segera teratasi.

“Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT. Saya sangat gembira dan bersyukur karena usulan yang kami sampaikan langsung diterima dan disetujui oleh Bapak Menteri Pekerjaan Umum. Ini adalah bukti bahwa perhatian pemerintah pusat sangat besar terhadap Kabupaten Bandung, khususnya dalam menangani masalah banjir,” tutur KDS.

Lebih lanjut, KDS juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Wakil Ketua DPR RI, Kang H Cucun, yang telah memberikan atensi atau perhatian khusus sehingga komunikasi dan usulan ini dapat berjalan lancar hingga mendapatkan persetujuan.

Di akhir pernyataannya, Bupati KDS berdoa agar seluruh rangkaian proses pembangunan infrastruktur ini dapat berjalan dengan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

“Semoga pelaksanaannya lancar, cepat terealisasi, dan membawa berkah untuk kita semua. Aamiin,” pungkas KDS.(**)

Yans.

Judi Tembak Ikan Pasar 7 Desa Manunggal Disulap Jadi Judi Online

Medan – YUTELNEWS.com
Markas Perjudian Online (Judol) skala besar ditemukan bebas beroperasi di Pasar 7 Marelan, Jalan Desa Manunggal, Kecamatan Medan Labuhan, Sumatera Utara (Sumut).

Tak tanggung – tanggung, untuk mengoperasikan judi online dilokasi ini dilaporkan sedikitnya terduga bandar Judol menggunakan tenaga kerja karyawan sebanyak 30-an pekerja.

Terdiri dari dua puluh karyawan bagian operator dan sepuluh lainnya bertugas menghitung penghasilan dari kunjungan situs yang telah meraup keuntungan pertiap harinya.

Informasi dihimpun dari sumber terpercaya yang meminta namanya agar dirahasiakan menuturkan bahwa, sejak judi dadu putar samkwan beroperasi, bahwa judi online tersebut juga sebelumnya sudah beroperasi secara bersamaan.

Akan tetapi kata sumber, kalau sebelumnya judi dadu dibuka di pasar 7, para pemain maupun pekerja masuk lewat pintu depan. Setelah judi dadu sudah ditutup, maka para pekerja judi online masuk lewat pintu bagian belakang.

” Kenapa pasar 7 dijuluki kawasan perjudian lasvegasnya di Sumut, ya karena aktivitas judi disana itu lengkap. Dulu dadu, sekarang judi online ” ujar Sumber.

Hasil pantauan dilokasi, dari gerbang pintu masuk ke areal lokasi perjudian online tampak tertutup rapat. Akan tetapi dari sisi jalan bagian belakang tampak terlihat aktivitas tersebut berlangsung aman.

Diduga pengelola Judol sengaja menutup gerbang utama dan beraktivitas melalui jalur pintu belakang untuk mengelabui sorotan masyarakat.

Informasi lainnya dihimpun di lokasi, perjudian online ini disebut – sebut dibekingi oknum berseragam loreng berinisial nama Hen.

Inisial Hen merupakan bagian keamanan dilokasi ini. Pemilik lokasi judi online ini disebutkan sumber berinisial nama AK.

Dikonfirmasi terpisah Dirreskrimum Kombes Pol.Ricko Taruna Mauruh, S.I.K.,.S.E.,M.M, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, melalui Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo, akan tetapi pejabat berwenang enggan untuk berkomentar.

Sementara itu, pihak kru media ini masih berupaya meminta tanggapan Kodam l/Bukit Barisan mengenai adanya dugaan oknum terlibat dalam pengoperasian Judi Online tersebut.

TIM

Proyek Gardu Induk PLN di Jepara Disorot, Warga Pertanyakan Status Lahan dan Keselamatan

Jepara, yutelnews.com – Pembangunan Gardu Induk (GI) milik PT PLN (Persero) di Desa Tunggul Pandean, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, menuai sorotan dari masyarakat setempat. Proyek tersebut diduga berdiri di atas tanah bengkok atau bondo desa yang berstatus sebagai kawasan tanaman pangan.

Sejumlah warga mempertanyakan proses alih fungsi lahan tersebut. Mereka menilai perubahan penggunaan tanah dari lahan pertanian menjadi lokasi instalasi listrik bertegangan tinggi tidak dilakukan secara terbuka. Kondisi ini memunculkan keraguan terkait legalitas dan prosedur perizinan yang ditempuh dalam proyek tersebut.

Selain persoalan status lahan, penolakan warga juga dipicu oleh lokasi pembangunan yang dinilai berada terlalu dekat dengan permukiman padat penduduk. Seorang warga yang ditemui di lokasi menyatakan sejak awal masyarakat telah menyampaikan keberatan atas proyek tersebut.

Menurutnya, keberadaan gardu induk di tengah lingkungan tempat tinggal warga menimbulkan kekhawatiran serius terkait keselamatan. Instalasi listrik bertegangan tinggi dianggap memiliki potensi risiko yang dapat mengancam keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Tanah bengkok sendiri merupakan aset desa yang pengelolaannya berada di bawah kewenangan pemerintah desa dan umumnya dimanfaatkan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, status sebagai kawasan tanaman pangan semestinya memberikan perlindungan terhadap alih fungsi menjadi penggunaan non-pertanian.

Masyarakat berharap pemerintah daerah Kabupaten Jepara bersama instansi terkait dapat memberikan penjelasan yang transparan mengenai proses perizinan proyek tersebut. Warga juga meminta adanya kajian menyeluruh terkait dampak lingkungan serta aspek keselamatan sebelum pembangunan dilakukan.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak terkait, termasuk dari PT PLN (Persero) maupun pemerintah setempat, mengenai status lahan dan proses perizinan pembangunan gardu induk tersebut.

M. Efendi

Pelayanan Responsif! Gerak Cepat ABH Tindaklanjuti Kebocoran Pipa di Senjulung Baru III Kabil

Yutelnews.com – Batam, Kepulauan Riau – PT Air Batam Hilir (ABH) menunjukkan respons cepat dan kinerja profesional dalam menangani kebocoran pipa di wilayah layanan.

Peristiwa terjadi pada Senin, 20 April 2026, sekitar pukul 14.00 WIB saat berlangsung pekerjaan galian saluran air menggunakan mini ekskavator. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut permohonan dari Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) DPW Kepri dalam rangka pendampingan terhadap warga setempat. Dalam proses pengerjaan, alat berat tanpa sengaja mengenai pipa utama di Gang 1, Lingkungan Senjulung Baru III, RT 002 RW 010, Kelurahan Kabil.

Akibatnya, terjadi kebocoran bertekanan tinggi hingga air muncrat sekitar dua meter dan mengalir deras di lokasi kejadian.

Seorang relawan JPKP yang berada di lokasi segera melakukan penanganan awal dengan menutup titik kebocoran menggunakan batu besar untuk mengurangi debit air, sekaligus melaporkan kejadian kepada layanan pengaduan resmi ABH melalui WhatsApp di +62 811-7780-155.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti. Tim teknis ABH bergerak menuju lokasi dan melakukan penanganan hingga malam hari.

Respons cepat ini menunjukkan kesiapsiagaan ABH dalam menangani gangguan layanan secara cepat, tepat, dan terukur di lapangan.

Saeni

HUT ke-385 Kabupaten Bandung, KDS dan KDM Komitmen Atasi Banjir dan Tata Ruang Kabupaten Bandung

BANDUNG — YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna (KDS) menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah Bandung Raya sebagai kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan strategis yang dihadapi Kabupaten Bandung, khususnya banjir, kemacetan, sampah, dan tata ruang.

Hal tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung dalam rangka Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, yang turut dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya, seperti anggota DPR RI Ahmad Heryawan, unsur DPRD Kabupaten Bandung, Bupati Bandung Dadang Supriatna, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, Forkopimda, para kepala OPD, serta para camat.

Menurut KDS, kompleksitas persoalan di Kabupaten Bandung tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh satu daerah saja, mengingat keterkaitan historis dan geografis kawasan Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Persoalan banjir, kemacetan, sampah, dan tata ruang ini harus diselesaikan bersama. Kami siap berkolaborasi, termasuk menyiapkan dukungan anggaran,” tegasnya.

Ia menilai, semangat kebersamaan yang pernah menjadi kekuatan Kabupaten Bandung di masa lalu perlu kembali dihidupkan untuk menjawab tantangan pembangunan saat ini. Dengan sinergi antardaerah, diharapkan berbagai isu strategis dapat ditangani secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Di sisi lain, KDS juga memaparkan bahwa pembangunan daerah terus diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung menunjukkan tren positif, dari minus 7,5 persen pada 2021 menjadi 6,38 persen pada 2025, yang ditopang sektor industri, pertanian, pariwisata, dan UMKM.

Selain itu, Pemkab Bandung juga memperkuat fondasi pembangunan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, di antaranya melalui program beasiswa BESTI, penguatan tenaga kesehatan, serta dukungan terhadap program nasional seperti Sekolah Rakyat dan koperasi desa/kelurahan merah putih.

KDS juga menyoroti persoalan kemiskinan ekstrem yang masih terjadi di sejumlah wilayah, seperti Pangalengan dan Pacira. Ia menyebut, kondisi tersebut banyak dialami oleh pensiunan dengan penghasilan terbatas, sehingga membutuhkan intervensi kebijakan yang lebih komprehensif, termasuk dalam program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu).

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan bahwa peran pemerintah provinsi adalah mengorkestrasi pembangunan antardaerah agar berjalan selaras. Ia juga menyoroti pentingnya mengembalikan konsep pembangunan berbasis lingkungan, khususnya dalam pengelolaan kawasan Bandung yang dikenal sebagai wilayah peradaban air.

“Kita harus benahi tata ruang. Jangan bangun bangunan di kawasan rawa atau sawah. Ini menjadi akar persoalan banjir yang terus berulang,” ujar KDM.

Ia juga mendorong penguatan sektor pertanian dan penghijauan di wilayah Bandung Selatan melalui penanaman tanaman keras seperti teh dan kopi, yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Ia juga mendorong kebijakan penghijauan di kawasan Bandung Selatan melalui penanaman tanaman keras seperti teh dan kopi, dengan dukungan insentif bagi masyarakat. Selain itu, konsep pemberdayaan petani melalui pengembangan homestay dinilai dapat menjadi peluang ekonomi baru berbasis masyarakat pada sektor pariwisata.

“Kita akan bantu renovasi rutilahu para petani teh agar menjadi rumah panggung estetik yang didalamnya ada empat kamar, dua kamar untuk dia dan keluarganya, dua kamar lagi jadi homestay supaya mereka dapat penghasilan tambahan dari sana,” jelas KDM.

Dengan berbagai tantangan yang ada, sinergi antara pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi dinilai menjadi kunci untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan Bandung Raya secara menyeluruh.

Yans.

Wamendagri Akhmad Wiyagus : Negara Pastikan Hak Disabilitas Tak Diabaikan.

Bandung – YUTELNEWS.com// Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan komitmen negara untuk memastikan tidak ada penyandang disabilitas yang terabaikan dalam pemenuhan hak asasi maupun pendataan kependudukan. Ia menekankan bahwa pendataan bukan sekadar urusan administratif, tetapi menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mengakui dan melindungi seluruh warganya.

“Tidak boleh ada satu pun penyandang disabilitas yang tidak terdata, dan tidak boleh ada satu pun yang tidak mendapatkan haknya. Ini bukan slogan. Ini adalah standar kerja kita,” tegasnya dalam Kegiatan Advokasi Hak Pendataan Penyandang Disabilitas di Gedung Bangkit, Universitas Telkom, Bandung, Senin (20/04/2026).

Wiyagus menjelaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus memperkuat sistem pendataan yang inklusif dengan pendekatan berbasis nama, alamat, serta kondisi, termasuk pencatatan jenis disabilitas secara spesifik. Data tersebut diarahkan menjadi bagian dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penyaluran bantuan dan layanan publik lebih tepat sasaran.

“Integrasi ini merupakan langkah penting untuk menyatukan berbagai sumber data menjadi satu rujukan nasional yang dapat digunakan oleh seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, melalui penerbitan Permendagri Nomor 6 Tahun 2026 yang merevisi Permendagri Nomor 109 Tahun 2019, pemerintah resmi mengganti istilah “penyandang cacat” menjadi “penyandang disabilitas” sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016. Kebijakan ini juga didukung melalui kerja sama dengan Yayasan Thisable guna memperkuat pemenuhan hak serta akurasi pendataan penyandang disabilitas.

Dari sisi implementasi, Wiyagus turut memaparkan capaian Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) hingga 31 Desember 2025. Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) di berbagai daerah, pemerintah telah menerbitkan dokumen kependudukan bagi 722.229 penyandang disabilitas melalui pendekatan jemput bola, yaitu petugas secara aktif mendatangi langsung untuk melakukan perekaman data dan pembaruan administrasi.

“Pembangunan yang inklusif hanya dapat terwujud apabila tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal,” tambah Wiyagus.

Di akhir kegiatan, Wamendagri mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi agar pemenuhan hak penyandang disabilitas menjadi bagian integral dari pembangunan nasional. Ia juga memberikan apresiasi kepada Komisi Nasional Disabilitas (KND) dan Universitas Telkom atas peluncuran video edukasi terkait pemutakhiran data disabilitas.

“Inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman publik serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pendataan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor Telkom University Suyanto, Ketua KND Rigmalia, Direktur Bandung Independent Living Center (BILiC) Zulhamka Julianto Kadir, serta perwakilan dari berbagai kementerian dan pemerintah daerah.

Puspen Kemendagri.

Yans.

TERTIPU MILIARAN! Warga Sukabumi Kehilangan Tanah dan Rumah, Diduga Jadi Korban Jual-Beli Ganda

YUTELNEWS.com  | Sukabumi ,Kisah pilu datang dari seorang warga Kabupaten Sukabumi, Siti Eni Nuraeni, yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan dan jual-beli tanah bermasalah hingga menyebabkan kerugian mencapai Rp3,5 miliar.Senin (20/4/2026)

Peristiwa ini bermula pada tahun 2018, saat Siti Eni membeli sebidang tanah seluas 557 meter persegi dari seorang pria bernama Yudistira. Kesepakatan awal terjadi dengan harga Rp380 juta. Namun, saat itu Yudistira berdalih sertifikat tanah masih berada di bank dan harus ditebus terlebih dahulu.

“Katanya sertifikat di bank, harus ditebus Rp150 juta. Saya kasih, ditambah Rp30 juta untuk operasional,” ungkap Siti Eni.

Tak berhenti di situ, permintaan uang terus berlanjut. Dengan alasan cicilan bank, Yudistira kembali meminta dana hingga total yang dikeluarkan Siti Eni mencapai Rp280 juta. Karena sudah percaya, korban terus menuruti permintaan tersebut.

Namun kenyataan pahit terungkap saat Siti Eni melakukan pengecekan langsung ke pihak bank. Ia mendapati bahwa sertifikat memang ada, tetapi masih memiliki tunggakan hingga Rp400 juta. Lebih mengejutkan lagi, uang Rp280 juta yang ia bayarkan ternyata tidak pernah masuk ke bank.

“Dari situ saya mulai curiga. Yudistira juga sudah tidak bisa dihubungi,” katanya.

Meski belum mengantongi sertifikat resmi, Siti Eni mengaku sudah menempati lahan tersebut selama bertahun-tahun. Ia bahkan membangun rumah dan menjalankan usaha material selama kurang lebih 7 hingga 8 tahun di lokasi tersebut.

Masalah semakin rumit ketika tanpa sepengetahuannya, tanah itu diduga kembali dijual kepada pihak lain. Seorang pria bernama Roni mengaku telah membeli lahan tersebut seharga Rp1,05 miliar melalui perantara Herdi.

“Pak Roni bilang dia beli Rp1,05 miliar. Rp400 juta untuk pelunasan ke bank dan Rp650 juta ke Herdi,” jelasnya.

Siti Eni pun merasa semakin dirugikan karena selain kehilangan hak atas tanah, bangunan serta usaha yang telah ia bangun kini dikuasai pihak lain. Ia juga mengaku sempat diusir saat mencoba mendatangi lokasi.

Upaya mediasi yang dilakukan di Cibadak pun tidak membuahkan hasil. Akhirnya, Siti Eni memilih menempuh jalur hukum dan melaporkan kasus ini ke Polres Sukabumi.

“Dari hasil pemeriksaan, ada dugaan tindak pidana penjualan barang yang sudah dijual,” ujarnya.

Saat ini proses hukum tengah berjalan, dengan laporan yang baru menjerat Yudistira. Sementara pihak lain masih dalam pendalaman.

Siti Eni berharap ada keadilan atas kasus yang menimpanya. Ia tidak meminta usaha yang kini berjalan di lokasi tersebut ditutup, namun meminta adanya kejelasan dan penghentian sementara penggunaan aset miliknya selama proses hukum berlangsung.

“Saya hanya minta keadilan. Itu bangunan dan alat-alat milik saya, nilainya sekitar Rp3,5 miliar. Belum kerugian moril yang saya rasakan,” tuturnya dengan suara bergetar.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam transaksi jual beli tanah, terutama memastikan legalitas dan status kepemilikan sebelum melakukan pembayaran.

Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak yang disebutkan belum memberikan keterangan resmi.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Gubernur Jawa Barat KDM Tekankan Hari Jadi Kabupaten Bandung Yang Ke -385, Momen Jaga Lingkungan Hidup

Bandung – YUTELNEWS.com// Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) hari jadi Kabupaten Bandung yang ke-385 tahun menjadi pengingat seluruh pihak untuk menjaga lingkungan hidup.

“Peringatan milangkala ini mengingatkan pada Bandung sebagai nama. Saya jelaskan tadi kan, Bandung, bendungan, artinya ada nilai -nilai hutan yang harus dijaga. Saya tadi sudah berkomunikasi dengan bupati untuk berkolaboratif menyelesaikan berbagai persoalan di Bandung selatan,” ujarnya usai upacara peringatan hari jadi Kabupaten Bandung ke-385 di Lapang Upakarti, Soreang, pada Senin (20/04/2026).

Kolaborasi itu termasuk mengalihfungsikan profesi buruh tani yang sebelumnya menanam sayuran ke teh atau pun kopi. Hal ini, diutarakan Kang Dedi Mulyadi, agar penghasilan mereka bertambah sehingga kesejahteraan petani makin meningkat. “Secara variabelnya kan sudah dijalankan sekarang, tinggal nanti jumlahnya akan terus ditambah,” imbuhnya.

Ia pun mengapresiasi kebijakan Bupati H Dadang Supriatna telah melakukan perubahan tata ruang guna mengatasi persoalan banjir. “Oleh karena itu, pemerintah provinsi Jawa Barat bakal membantu dalam penanganan banjir dengan membangun danau retensi seiring adanya pembebasan lahan sebesar tiga hektare.

“Saya sudah kasih konsep. Satu, jalannya ditingkatin kualitasnya. Yang kedua, daerah-daerah situ yang tanahnya sudah dibebas oleh perusahaan dibuatkan danau. Itu cara ya, Bandung itu harus diperbanyak danau. Bandung itu adalah bendungan,” pungkasnya.

Yans.

Bandung – YUTELNEWS.com// Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) hari jadi Kabupaten Bandung yang ke-385 tahun menjadi pengingat seluruh pihak untuk menjaga lingkungan hidup.

“Peringatan milangkala ini mengingatkan pada Bandung sebagai nama. Saya jelaskan tadi kan, Bandung, bendungan, artinya ada nilai -nilai hutan yang harus dijaga. Saya tadi sudah berkomunikasi dengan bupati untuk berkolaboratif menyelesaikan berbagai persoalan di Bandung selatan,” ujarnya usai upacara peringatan hari jadi Kabupaten Bandung ke-385 di Lapang Upakarti, Soreang, pada Senin (20/04/2026).

Kolaborasi itu termasuk mengalihfungsikan profesi buruh tani yang sebelumnya menanam sayuran ke teh atau pun kopi. Hal ini, diutarakan Kang Dedi Mulyadi, agar penghasilan mereka bertambah sehingga kesejahteraan petani makin meningkat. “Secara variabelnya kan sudah dijalankan sekarang, tinggal nanti jumlahnya akan terus ditambah,” imbuhnya.

Ia pun mengapresiasi kebijakan Bupati H Dadang Supriatna telah melakukan perubahan tata ruang guna mengatasi persoalan banjir. “Oleh karena itu, pemerintah provinsi Jawa Barat bakal membantu dalam penanganan banjir dengan membangun danau retensi seiring adanya pembebasan lahan sebesar tiga hektare.

“Saya sudah kasih konsep. Satu, jalannya ditingkatin kualitasnya. Yang kedua, daerah-daerah situ yang tanahnya sudah dibebas oleh perusahaan dibuatkan danau. Itu cara ya, Bandung itu harus diperbanyak danau. Bandung itu adalah bendungan,” pungkasnya.

Yans.

DPD IWO Indonesia Bandung Barat Ucapkan Selamat HUT ke-45 Ketua Umum, Tegaskan Komitmen Soliditas Organisasi

YUTELNEWS.com | Kabupaten Bandung Barat – Peringatan hari ulang tahun ke-45 Ketua Umum Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia), Dr. NR. Icang Rahardiansyah, pada Senin (20/4/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat soliditas organisasi di tengah dinamika dan tantangan dunia jurnalistik yang kian kompleks.

Perayaan ini tidak hanya dimaknai sebagai momen personal, tetapi juga sebagai refleksi atas perjalanan panjang IWO Indonesia dalam membangun eksistensi dan kontribusi nyata bagi dunia pers nasional. Ucapan selamat dan doa pun mengalir dari berbagai daerah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi serta kepemimpinan yang telah ditunjukkan.

Di Jawa Barat, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Bandung Barat, Rusendi, turut menyampaikan penghormatan dan harapannya. Ia menegaskan bahwa peran Ketua Umum sangat strategis dalam menjaga arah organisasi agar tetap konsisten dengan visi besar yang telah ditetapkan.

“Kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-45 kepada Bapak Dr. NR. Icang Rahardiansyah. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta keberkahan dalam memimpin IWO Indonesia menuju arah yang lebih maju dan profesional,” ujar Rusendi.

Menurutnya, sosok Ketua Umum bukan hanya berperan sebagai pemimpin organisasi, tetapi juga sebagai figur inspiratif yang mampu menanamkan nilai-nilai perjuangan, kebersamaan, dan integritas kepada seluruh anggota. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga kekompakan organisasi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Rusendi juga menilai, di bawah kepemimpinan Dr. Icang Rahardiansyah, IWO Indonesia terus berkembang menjadi organisasi yang solid, progresif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Berbagai program strategis yang dijalankan dinilai mampu meningkatkan kualitas sumber daya wartawan, memperluas jaringan, serta mendorong terciptanya ekosistem pers yang sehat dan bertanggung jawab.

“Kami di daerah merasakan langsung dampak dari kepemimpinan beliau. Organisasi semakin kuat, solid, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di era digital,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rusendi menambahkan bahwa dukungan dan arahan dari pimpinan pusat menjadi energi penting bagi pengurus daerah untuk terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas organisasi.

Momentum ulang tahun ini, lanjutnya, juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh kader IWO Indonesia untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas, profesional, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Di tengah persaingan media yang semakin ketat, visi besar menjadikan IWO Indonesia sebagai organisasi pers yang modern, kredibel, dan berintegritas menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus diperjuangkan secara bersama-sama.

Dien Yoyo

Perkuat Sabuk Kamtibmas, Polsek Serasan Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Perbatasan 

NATUNA, YUTELNEWS.COM —Polsek Serasan di Natuna melakukan kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan organisasi lokal untuk meningkatkan keamanan di wilayah perbatasan. Program ini, bernama Sabuk Kamtibmas, diselenggarakan pada, Senin (20/04/2026).

Kegiatan dipimpin oleh Kapolsek Serasan, Iptu Agusnul Yaqin, dan dihadiri oleh berbagai perwakilan masyarakat serta anggota Polsek.

Menurut Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Efendie, kewaspadaan ekstra diperlukan di daerah perbatasan untuk menjaga keamanan,” ujarnya.

Peran tokoh masyarakat, RT/RW, Linmas, dan Tenaga Bongkar Muat Pelabuhan Serasan (TBMPS) sangat penting dalam mendeteksi masalah keamanan secara dini.

Warga diimbau untuk melaporkan masalah yang ada ke Bhabinkamtibmas atau layanan polisi 110 yang tersedia 24 jam.

Perwakilan masyarakat menyatakan dukungan terhadap program ini dan berharap kerjasama dengan Polri akan terus terjalin.

Kegiatan ditutup dengan pembagian perlengkapan bagi peserta untuk mendukung peran masyarakat dalam menjaga keamanan di Serasan.

(BANI)

HJB ke-385 Kabupaten Bandung Jadi Momentum Penguatan Aksi Lingkungan

YUTELNEWS.com | Kabupaten Bandung – Peringatan Hari Jadi (HJB) ke-385 Kabupaten Bandung pada 2026 tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat aksi nyata di bidang lingkungan hidup, terutama di tengah kondisi banjir yang masih melanda sejumlah wilayah.

Mantan Bupati Bandung periode 2010–2020, Dadang M Naser, menginisiasi penyaluran ratusan bibit pohon produktif sebagai bagian dari upaya mendorong gerakan penghijauan yang lebih berdampak.

Menurut Dadang, langkah tersebut merupakan respons atas kondisi lingkungan yang semakin rentan akibat alih fungsi lahan serta menurunnya daya dukung kawasan resapan air.

“Peringatan hari jadi ini harus kita maknai lebih dalam. Tidak cukup hanya seremoni, tapi harus menjadi momentum untuk bergerak bersama menjaga lingkungan,” kata Dadang.

Ia menekankan bahwa penanaman pohon bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal dari proses panjang pemulihan ekosistem yang membutuhkan komitmen bersama.

“Yang terpenting bukan hanya menanam, tapi memastikan pohon itu tumbuh dan memberi manfaat. Tanpa perawatan, penanaman hanya akan menjadi kegiatan sesaat,” ujarnya.

Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, Dadang menilai upaya pelestarian lingkungan harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, dengan melibatkan berbagai elemen, termasuk masyarakat sebagai aktor utama di lapangan.

Ia juga mengingatkan bahwa bencana banjir yang terjadi berulang setiap tahun merupakan indikator terganggunya keseimbangan alam yang perlu segera ditangani secara serius.

“Banjir ini menjadi pengingat bahwa kita harus segera memperbaiki kondisi lingkungan, terutama di kawasan hulu dan daerah resapan air,” tuturnya.

Dadang menambahkan, keberhasilan program penghijauan sangat ditentukan oleh tingkat keberlangsungan hidup tanaman, bukan sekadar jumlah bibit yang ditanam.

“Kita harus mulai mengukur keberhasilan dari berapa banyak pohon yang hidup dan tumbuh, bukan hanya dari angka penanaman,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong penguatan peran masyarakat melalui pembentukan kader lingkungan yang mampu menjadi penggerak sekaligus penjaga keberlanjutan program penghijauan.

“Kader lingkungan penting untuk memastikan gerakan ini terus berjalan dan tidak berhenti di tengah jalan,” katanya.

Dadang optimistis, jika gerakan penanaman dan pemeliharaan pohon dilakukan secara konsisten, maka dampaknya akan signifikan dalam menekan risiko banjir serta memperbaiki kualitas lingkungan di Kabupaten Bandung.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menjadikan HJB ke-385 sebagai titik awal penguatan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Didin

Brimob Polda Riau dan Polres Rohil Gotong Royong di Panipahan, Wujud Nyata Kepedulian Polri

Yutelnews.com ||

Rohil-Personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Riau bersama jajaran Polres Rokan Hilir menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat melalui kegiatan gotong royong di Desa Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.
Senin (20/04/2026)

Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., didampingi Danyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Riau AKBP Efadhoni Lilik Pamungkas, S.H., S.I.K., M.Tr.Mil.

Kehadiran personel Polda Riau menjadi bukti keseriusan Polri dalam membangun kedekatan sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dalam kegiatan itu, personel gabungan bersama warga bahu-membahu melaksanakan pembersihan tempat-tempat ibadah, khususnya masjid, sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman untuk beribadah.

Selain itu, dilakukan pula perbaikan jalan rusak dan berlubang yang selama ini berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Tak hanya fokus pada aspek fisik, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat komunikasi dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Suasana penuh keakraban terlihat saat personel dan warga bekerja bersama, mencerminkan sinergi yang kuat dalam menjaga lingkungan dan keamanan wilayah.

Danyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Riau AKBP Efadhoni Lilik Pamungkas dalam penyampaiannya menegaskan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membantu mengatasi permasalahan sosial dan lingkungan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir dan siap membantu masyarakat. Melalui kegiatan gotong royong ini, kami berharap dapat mempererat hubungan silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan antara personel dan warga,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya di wilayah pesisir seperti Panipahan.

Melalui aksi nyata ini, Polri kembali menegaskan komitmennya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus memperkuat jalinan silaturahmi guna menciptakan situasi yang kondusif, bersih, serta nyaman bagi seluruh warga.||
AS

HUT Ke-385 Kabupaten Bandung, Ketua DPRD Hj Reny Rahayu Fauzi S.H, Gelar Rapat Paripurna, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya

Bandung – YUTELNEWS.com// Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung menggelar Rapat Paripurna Khusus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-385 Kabupaten Bandung, pada Senin (20/04/2026). Kegiatan berlangsung khidmat di Ruang Rapat Paripurna DPRD dan dihadiri unsur pimpinan daerah hingga Forkopimda.

Rapat paripurna tersebut dihadiri oleh Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bupati Bandung, pimpinan dan anggota DPRD, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Prosesi pembukaan ditandai dengan pengetukan palu sidang sebanyak tiga kali oleh pimpinan dewan.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj Renie Rahayu Fauzi S.H , dalam pidato pengantarnya menyampaikan apresiasi kepada para tokoh pendahulu yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Bandung.

Menurutnya, capaian pembangunan saat ini tidak terlepas dari peran para perintis pemerintahan, purna bupati dan wakil bupati, serta pimpinan DPRD terdahulu.

“Pencapaian pembangunan yang kita rasakan hari ini merupakan hasil dari kolaborasi yang kuat antara eksekutif, legislatif, Forkopimda, serta dukungan dari pemerintah provinsi hingga pusat,” kata hj Renie.

Ia menegaskan, momentum Hari Jadi ke-385 harus menjadi refleksi bersama untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung.

*Angkat Filosofi Sunda dalam Pembangunan*

Mengusung tema “Ngarawat Lembur, Ngaronjatkeun Zaman”, peringatan HUT tahun ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian nilai-nilai lokal.

Hj Renie menjelaskan, pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga harus menjaga harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam.

“Kita diingatkan untuk menjaga tiga relasi utama, yaitu hubungan dengan Tuhan (hablum minallah), sesama manusia (hablum minannas), dan alam (hablum minal ‘alam). Nilai-nilai ini harus menjadi landasan dalam setiap kebijakan pembangunan,” katanya.

Ia juga mengutip filosofi Sunda seperti “kudu bisa nulung ka nu butuh, nalang ka nu susah” serta prinsip pelestarian lingkungan “leuweung kaian, gawir awian” sebagai pedoman dalam membangun daerah yang berkarakter.

Menurutnya, kemajuan zaman harus diimbangi dengan upaya menjaga identitas budaya dan kelestarian lingkungan.

“Kita harus mampu berinovasi tanpa kehilangan jati diri. Masyarakat harus sejahtera, namun alam dan budaya tetap terpelihara,” tegasnya.

*DPRD Luncurkan Buku “Jejak Parlemen”*

Dalam kesempatan tersebut, DPRD Kabupaten Bandung juga meluncurkan buku berjudul “Jejak Parlemen, Catatan Tahun Pertama DPRD Kabupaten Bandung Periode 2024–2029”. Buku ini menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas kinerja lembaga legislatif kepada publik.

Buku tersebut memuat dokumentasi pelaksanaan fungsi DPRD, mulai dari pembentukan peraturan daerah (perda), penganggaran, hingga pengawasan.

Penyerahan buku dilakukan secara simbolis kepada Gubernur Jawa Barat sebagai representasi sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi.

Rangkaian rapat paripurna ditutup dengan pembacaan doa dan sisindiran Sunda yang sarat makna, mencerminkan harapan agar Kabupaten Bandung semakin “Bedas” (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera) serta mampu berkontribusi bagi kemajuan Jawa Barat.

Momentum HUT ke-385 ini pun menjadi pengingat penting bahwa pembangunan daerah tidak hanya tentang pertumbuhan, tetapi juga tentang menjaga warisan budaya dan keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.**

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.