Kepala Rutan Batam Hadiri Upacara 17 Hari Bulan Tingkat Kota Batam di Polresta Barelang

YUTELNEWS.com | Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam Fajar Teguh Wibowo menghadiri Upacara Bendera Hari Kesadaran Nasional (17-an) tingkat Kota Batam yang diselenggarakan di Polresta Barelang, Jumat (17/10).Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 17 ini diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib, menumbuhkan semangat nasionalisme serta kesadaran akan pentingnya pengabdian sebagai aparatur negara.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Rutan Batam, Fajar Teguh Wibowo, menyampaikan bahwa keikutsertaan Rutan Batam dalam upacara ini merupakan bentuk sinergi dan komitmen dalam memperkuat kerja sama antar instansi, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan serta pelayanan publik di Kota Batam.

“Upacara ini menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebangsaan dan mempererat koordinasi lintas sektor, demi pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Karutan.

Melalui kegiatan seperti ini, Rutan Batam terus menunjukkan dukungan terhadap setiap kegiatan pemerintah daerah .sejalan dengan semangat pengabdian dan profesionalisme ASN. /

Hajat Dawuan Desa Nyenang: Tradisi Petani Jaga Syukur dan Silaturahmi

YUTELNEWS.com | Kab. Bandung Barat– Suasana penuh kebersamaan tampak di Bendungan atau Dawuan Leuwi Kadu, Kampung Cikadu, RT 01 RW 04, Desa Nyenang, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Sabtu (18/10/2025). Warga dan para petani berkumpul dalam kegiatan “Hajat Dawuan”, tradisi turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen sekaligus sarana mempererat silaturahmi.

Acara adat ini digelar secara meriah oleh Pemerintah Desa Nyenang dengan dukungan berbagai pihak. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Camat Cipeundeuy, Kapolsek dan Kanit Intel Cipeundeuy, unsur BP3K, BPD, Gapoktan, serta Gabungan Petani (GP).

Kepala Desa Nyenang, Wawan Saputra, S.IP., mengatakan bahwa Hajat Dawuan menjadi simbol kuatnya hubungan masyarakat dengan alam serta wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta atas limpahan hasil pertanian.

“Tradisi ini bukan hanya ritual panen, tapi juga momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong antar warga. Kita ingin generasi muda tahu bahwa nilai-nilai budaya seperti ini penting untuk dijaga,” ucap Wawan.

Ia juga menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal agar tidak luntur ditelan perkembangan zaman. Menurutnya, kegiatan semacam ini bisa menjadi media edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan tradisi.

Selain doa bersama dan tasyakuran, warga juga menggelar kegiatan kebersamaan yang melibatkan para petani dan masyarakat sekitar. Suasana penuh kekeluargaan dan semangat gotong royong tampak dari awal hingga akhir acara.

Tradisi Hajat Dawuan di Desa Nyenang menjadi bukti nyata bahwa budaya dan kearifan lokal masih terjaga kuat di tengah kehidupan modern. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Nyenang menunjukkan komitmen menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis kebersamaan masyarakat.

(Dien Yoyo)

Antisipasi Banjir Susulan,PRIMA, Berkalanjutan Peduli di Masyarakat Dalam Pemasangan Bronjong .

Bandung – YUTLNEWS com || Antisipasi banjir susulan, (PRIMA) Perhimpunan Remaja Masjid Lamajang Peuntas , tunjukan komitmennya berkelanjutan dalam memberikan bantuan berkelanjutan penanganan bencana kedaruratan dilingkungan lamajang pentas desa citeurep,Kecamatan dayeuhkolot,Kabupaten Bandung. untuk meminimalisir terjadinya banjir. pada Sabtu, (18/10/2025).

Dalam Kegiatan tersebut Prima terus menerus hadir dalam pemasangan bronjong untuk menahan tepian sungai Cigeude merupakan sebuah kepedulian sosial dari kelompok PRIMA (Perhimpunan Remaja Mesjid), dimana kelompok ini merupakan Organisasi kepedulian terhadap masyarakat, kepemudaan di bidang keagamaan, sosial dan juga dalam hal seni budaya.

Anggota PRIMA secara kompak dan suka rela melakukan pemasangan Bronjong ini untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat lamajang Peuntas di rt 03 rw 17, pasalnya bantaran sungai cigeude ini beberapa waktu lalu sempat jebol dan viral mengakibatkan banjir bandang

Walaupun sudah mendapatkan penanganan dari Pemerintahan Kabupaten Bandung, pemasangan Geobok untuk menahan tanggul di bantaran sungai yang jebol, pada saat ini belum maksimal karena volume ketinggiannya kurang, sehingga masyarakat masih was-was karena air masih masuk ke wilayah pemukiman padat penduduk.

Saat ini Puluhan anggota Prima tengah berupaya melakukan pemasangan bronjong di tiga titik di lingkungan Kp.Lamajang Peuntas rt 03 Rw17. Sekitar 100 meteran dan diperlukan 60 Bronjong saat ini yang dibutuhkan, secara bertahap pemasangan Bronjong ini sedang dikerjakan untuk lebih meningkatkan kekuatan tanggul di bantaran sungai.

Kegiatan yang berlangsung mendapatkan apresiasi dari semua unsur lapisan masyarakat, begitupun dengan ketua Rw 17 dan para ketua Rt 03 yang sangat bangga atas kehadiran organisasi Prima selalu peduli melakukan bantuan di wilayah Desa citeurep yang rawan banjir ini.

Sebagai ketua Rw Tatang Hermawan mewakili masyarakat sangat mengucapkan banyak berterima kasih , karena apa yang dilakukan oleh anggota Prima sangat luar biasa dan berarti bagi masyarakat lamajang pentas .

Kami mewakili warga masyarakat rw 17 lamajang pentas mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari (PRIMA) Himpunan Remaja Masjid khususnya untuk tokoh dayeuhkolot Bapak Tri Rahmanto sebagai pembina PRIMA yang selalu memberikan support dan bantuannya,” ucapnya ketua Rw Tatang.

Lebih lanjut, kami berharap bahwa lingkungan wilayah Rw17, kedepannya bisa meringankan terbebas dari bencana banjir, dimana pada saat ini kita juga sangat mendukung rencana pemerintah akan melaksanakan pembangunan di wilayah desa citeurep bantaran sungai Cigeude lamajang pentas ini.

Kami bersama masyarakat akan mengikuti dan sangat mendukung rencana tersebut, yang mana pada waktu lalu telah di adakan sosialisasi rencana tersebut. Kita semua saat ini menunggu dan mudah-mudahan bisa cepat terealisasi,” tukasnya.

 

Yans.

Turnamen Voli Antar RW se-Desa Ciptagumati Resmi Dibuka, Perebutkan Piala Kepala Desa Tahun 2025

YUTELNEWS.com | Kab. Bandung Barat- Dalam rangka memeriahkan Milangkala ke-43 Desa Ciptagumati, Pemerintah Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), secara resmi membuka Turnamen Voli Putra dan Putri antar RW memperebutkan Piala Kepala Desa Ciptagumati Tahun 2025, Jumat (17/10/2025).

Kegiatan pembukaan berlangsung meriah di lapangan voli RW 2, dengan dihadiri oleh Kepala Desa (Kades) Ciptagumati, Tedi Irawan, S.IP, bersama Bhabinkamtibmas Desa Ciptagumati, Ketua MUI Desa, Ketua RT/RW, Ketua Karang Taruna Desa, serta panitia Milangkala ke-43.

Dalam sambutannya, Kades Tedi Irawan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan turnamen ini, khususnya kepada RW 2 dan Karang Taruna RW 2 selaku tuan rumah kegiatan tahun ini.

“Turnamen voli ini menjadi ajang silaturahmi dan semangat kebersamaan antarwarga. Tahun ini memang di RW 8 Dusun 4 belum memiliki lapangan voli, dan insyaallah akan kita fasilitasi ke depan,” ujar Tedi Irawan dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan waktu pembukaan karena adanya penyesuaian jadwal, serta menyebut bahwa Forkopimcam tidak dapat hadir langsung dan telah menugaskan Bhabinkamtibmas, Bripka M. Ersyad S.Pd., untuk mewakili.

Turnamen voli antar RW ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang sudah keempat kalinya diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Ciptagumati. Selain voli, pemerintah desa juga akan menggelar turnamen bulu tangkis dan sepak bola antar dusun setelah acara puncak Milangkala pada 25–26 Oktober 2025 di Lapangan Desa Ciptagumati.

“Saya harap seluruh peserta bisa menjaga sportivitas demi nama baik Desa Ciptagumati. Semua tim pasti ingin jadi juara, tapi kita akan mencari yang terbaik dari yang terbaik,” tambah Tedi.

Tak lupa, Kepala Desa juga menyampaikan apresiasi kepada para sponsor pendukung, terutama NJ Elektronik, yang turut berkontribusi menyukseskan kegiatan olahraga tahunan ini.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antarwarga, sekaligus menumbuhkan semangat olahraga di kalangan pemuda Desa Ciptagumati.

Dien Yoyo

Perkembangan Kasus Penganiayaan Oleh Rentenir di Cikalongwetan, Polisi Lakukan Ekshumasi Jenazah Korban

YUTELNEWS.com | Cikalongwetan, Bandung Barat- Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok yang diduga rentenir di Desa Wangunjaya, Kecamatan Cikalongwetan, pada 14 Oktober 2025 lalu, terus bergulir. Terbaru, Tim Forensik RS Sartika Asih bersama Satreskrim Polres Cimahi melakukan ekshumasi terhadap jenazah Yayat (55), korban yang meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Jum’at, (17/10/2025).

Ekshumasi dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Patrol, Kampung Ciloa, Desa Wangunjaya. Proses ini disaksikan oleh keluarga korban, perangkat desa, aparat kecamatan, serta pengamanan dari Polsek Cikalongwetan.

Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Teguh Kumara, menjelaskan bahwa ekshumasi ini dilakukan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut guna menentukan penyebab pasti kematian korban. “Korban meninggal pada Selasa (14/10/2025) dan diduga ada unsur penganiayaan secara bersama-sama,” ujarnya.

Yayat (55) diketahui menjadi korban saat berupaya melerai pertikaian antara penagih utang dan kerabatnya. Tragisnya, korban justru terkena imbas saat sepeda motornya ditendang oleh pelaku hingga terjatuh. “Korban sempat berdiri lagi, lalu mengeluh nyeri di dada sebelah kiri, dan tak lama kemudian meninggal dunia,” lanjut AKP Teguh.

Kejadian bermula saat pelaku berinisial A menagih utang kepada keluarga H (35) pada Senin (13/10/2025). Penagihan berlanjut hingga keesokan harinya, yang berujung pada perkelahian dan menyebabkan Yayat menjadi korban.

AKP Teguh menambahkan bahwa ekshumasi dapat dilakukan setelah keluarga memberikan izin autopsi. Saat ini, polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka, terdiri dari empat orang dewasa dan satu anak yang berkonflik dengan hukum. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP ayat (2) dan (3) tentang pengeroyokan yang menyebabkan kematian. Selain itu, lima saksi telah diperiksa untuk menguatkan proses penyidikan.

Camat Cikalongwetan, H. Dadang A. Sapardan, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kepolisian untuk menenangkan warga serta memberikan edukasi agar tidak terpancing emosi. “Kami sudah turun langsung memberikan edukasi agar masyarakat tidak mudah terpancing dan tetap menjaga situasi aman. Ini jadi pelajaran berharga bagi semua pihak,” kata Dadang.

Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman kasus ini untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak berwajib.

Cunarya

Desa Rende Laksanakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gerai Pergudangan dan Koperasi Merah Putih

YUTELNEWS.com| Kab. Bandung Barat- Pemerintah Desa Rende, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), resmi memulai pembangunan 80.000 gerai pergudangan dan pelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kegiatan tersebut diawali dengan acara peletakan batu pertama yang berlangsung di Kampung Ciganda RT 01 RW 03, pada Jumat (17/10/2025).

Acara ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Rende sebagai langkah awal dalam memperkuat sektor ekonomi desa dan memperluas peluang usaha berbasis koperasi.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Desa Rende Pitriyana, beserta jajaran Forkopimcam Cikalongwetan, di antaranya Danramil Cikalongwetan Kapten Inf. Yudi Komara, Sekretaris Kecamatan Cikalongwetan Dadang Romansyah, serta perwakilan dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, LKD, BPD, Linmas, RT/RW, dan tokoh masyarakat.

Dalam keterangannya, Kepala Desa Rende Pitriyana menuturkan bahwa pembangunan gerai pergudangan dan koperasi Merah Putih merupakan upaya strategis pemerintah desa dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan ini diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat Rende. Selain menjadi tempat penyimpanan dan distribusi produk, koperasi ini akan berfungsi sebagai wadah pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah di tingkat desa,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan masyarakat, sesuai dengan semangat transparansi dan partisipasi publik sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

“Gotong royong menjadi kunci utama dalam pembangunan desa. Kami ingin masyarakat ikut merasa memiliki, karena manfaatnya nanti akan langsung kembali kepada warga,” tambah Pitriyana.

Sekretaris Kecamatan Cikalongwetan, Dadang Romansyah, dalam kesempatan tersebut turut mengapresiasi langkah Desa Rende yang berani memulai proyek pembangunan besar di tengah upaya pemerintah daerah mendorong kemandirian ekonomi desa.

Menurutnya, inisiatif seperti ini sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat sektor koperasi dan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian rakyat.

Selain memperkuat kegiatan ekonomi, pembangunan ini juga akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Keberadaan koperasi Merah Putih diharapkan menjadi penggerak ekonomi yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Acara peletakan batu pertama berjalan khidmat, ditandai dengan prosesi simbolis oleh Kepala Desa bersama Forkopimcam. Warga tampak antusias mengikuti kegiatan hingga selesai, sebagai wujud dukungan terhadap pembangunan yang diyakini membawa perubahan positif bagi Desa Rende.

Dengan selesainya tahap awal ini, Pemerintah Desa Rende berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan secara bertahap, hingga fasilitas koperasi dan pergudangan tersebut siap digunakan untuk mendukung aktivitas ekonomi desa.

“Kami berharap pembangunan ini menjadi tonggak kemajuan Rende menuju desa yang mandiri, produktif, dan sejahtera,” tutup Kepala Desa Pitriyana.

Dien Yoyo

Kepsek SDN 22 Apresiasi Brimobda Riau Program MBG ‘ Sangat Menbantu Anak -anak Sekolah

Pekanbaru — YUTELNEWS.com 
Dalam semangat pengabdian dan kepedulian sosial, Satuan Brimob Polda Riau menggelar serangkaian kegiatan penuh makna di Kota Pekanbaru, Jumat (17/10/2025).

Kegiatan ini meliputi pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG), aksi penanaman pohon, serta sosialisasi program Green Policing kepada siswa-siswi SDN 22 Jalan Sawai dan SDN 152 Jalan Ababil.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Sat Brimobda Riau, Ny. Eka Adiwibawa.

Turut hadir pula Wadansat Brimobda Riau AKBP M. Aries Purwanto, S.I.K., M.M, didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Sat Brimobda Riau Ny. Indah Aries Purwanto,serta jajaran Pejabat Utama dan anggota Bhayangkari lainnya.

Kunjungan dimulai dengan sesi tatap muka dan ramah tamah bersama puluhan siswa SDN 22 Pekanbaru.

Suasana hangat terasa saat Dansat Brimob dan istri menyapa dan berdialog langsung dengan anak-anak penerima manfaat MBG, dilanjutkan dengan makan bersama yang penuh kebersamaan.

Dalam keterangannya pers nya, Kombes Pol I Ketut Gede menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Sat Brimobda Riau untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Hari ini kami bersama Bhayangkari hadir langsung untuk melihat dan berinteraksi dengan anak-anak penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis. Antusiasme mereka luar biasa, dan kami harap ini bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk terus semangat belajar dan menjaga kesehatan,” ujar Dansat Brimob.

Tak hanya itu, program ini juga dirangkaikan dengan edukasi lingkungan sejak dini melalui sosialisasi Green Policing, sejalan dengan arahan Kapolda Riau.

Dalam kesempatan tersebut, anak-anak diajak untuk peduli lingkungan dengan menanam pohon di sekitar sekolah mereka.

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Sat Brimobda Riau, Ny. Eka Adiwibawa, menyampaikan pentingnya mendengarkan langsung suara anak-anak dan pihak sekolah dalam mengevaluasi program yang sudah berjalan selama tiga minggu.

“Kami tadi berbincang langsung dengan anak-anak mengenai menu makanan, apakah mereka menyukainya, apakah ada yang perlu diperbaiki. Semua masukan menjadi evaluasi kami agar program ini makin baik ke depannya,” jelas Ny. Eka.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 22 Pekanbaru, Rasmawati, mengapresiasi penuh kegiatan ini dan menyebutkan bahwa program MBG dari Sat Brimobda Riau sangat membantu anak-anak di sekolahnya.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Brimob Polda Riau. Program ini benar-benar bermanfaat dan berdampak langsung pada anak-anak kami,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun generasi sehat, cerdas, dan peduli lingkungan.

Sat Brimob Polda Riau tidak hanya hadir sebagai pelindung masyarakat, tetapi juga sebagai mitra yang aktif dalam membentuk masa depan bangsa yang lebih baik.|| AS

Diminta BP Batam, DLH, APH Usut Aktivitas Penimbunan Reklamasi dan Cut and Fill di Tj Uma Lubuk Baja

Yutelnews.com / Penimbunan dan Cut and Fill di Reklamasi Kp. Nelayan di Tj Uma, Lubuk Baja, Kota Batam diduga ilegal, tidak mengantongi izin resmi, dokumen Pengelolaan Lingkungan yang wajib dimiliki pelaku usaha untuk izin lingkungan seperti AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) untuk kegiatan berdampak besar, UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan) untuk kegiatan berdampak sedang, SPPL (Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan) untuk kegiatan berdampak kecil.

Hal ini diketahui saat tim media melakukan investigasi di lokasi.

Terlihat papan proyek namun perizinan lainnya belum memenuhi syarat dan juga ukuran batas PL tersebut masih tanda tanya.

“Silahkan konfirmasi aja langsung ke BP Batam Bang,” jawab salah satu security/pengurus di lokasi.

Diketahui Pengembang Reklamasi tersebut PT. Limas Raya Griya (PT LRG) dan PT. Global Pratama Group disebut selaku terduga pemilik tanah timbunan (galian c) illegal.

Kegiatan penimbunan laut ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga bisa mengancam keberlanjutan ekosistem laut, kelestarian lingkungan pesisir, akses nelayan, Perubahan garis pantai akibat penimbunan ilegal dapat menyebabkan abrasi, hilangnya habitat biota laut, serta kerusakan ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai pelindung alami dari gelombang laut.

Untuk diketahui bahwa penimbunan laut tanpa izin adalah pelanggaran dan bisa dipidana.

Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 jo. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 73 ayat (1) UU 27/2007 menyebutkan bahwa pelaku dapat dikenakan pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 10 tahun, serta denda paling sedikit Rp2 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih melakukan konfirmasi kepada BP Batam, DLH, APH dan juga pihak terkait. /Tim

Bersambung…

Daeng Taurat Dari Telaga Turuk: Bertahan Dengan Tongkat, Berjuang Dengan Palu

NATUNA-YUTELNEWS.com
Telaga Turuk, Sedanau —
Di usia senja, langkahnya kini bergantung pada tongkat, namun semangatnya tetap tegak menghadapi kerasnya hidup.
Daeng Taurat, warga Telaga Turuk, Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, masih setia memecah batu demi menghidupi keluarga.

Dengan tubuh yang tak lagi sekuat dulu, ia tetap memilih bekerja daripada berdiam diri menunggu belas kasihan.

Di bawah terik matahari daerah Lemis, terlihat lelaki tua berusia 63 tahun itu duduk di antara tumpukan batu.
Dengan tangan yang mulai lemah, ia tetap mengayunkan palu tua ke bongkahan batu, satu per satu.
Suara ketukan palu menjadi irama keteguhan hati di sudut kecil Telaga Turuk.

Pekerjaan berat itu telah ia jalani bertahun-tahun.
Hasilnya tak menentu — kadang batu pecahannya dibeli, kadang dibiarkan menumpuk.
Namun, Daeng Taurat tak pernah berhenti berusaha.

“Selagi masih bisa bergerak, saya akan tetap bekerja. Walau fisik sudah tak kuat, hati saya belum mau berhenti,”
ujarnya lirih sambil menatap tumpukan batu hasil jerih payahnya.

Kini, dengan kondisi tubuh yang melemah akibat riwayat penyakit otot dan persendian, Daeng Taurat berjalan menggunakan tongkat.
Namun hal itu tak membuatnya menyerah.
Setiap hari, ia tetap datang ke tempat kerja, ditemani sang istri yang setia, menyiapkan air dan sesekali ikut membantu mengumpulkan batu kecil.

“Istri saya selalu temani. Kadang bantu juga, walau sama-sama sudah tua,” ujarnya dengan senyum tipis.

Penghasilannya dari memecah batu hanya cukup untuk makan seadanya.
Namun tekadnya tetap kuat: ingin tetap bekerja, bukan berharap belas kasihan.

“Kalau boleh saya minta, bukan uang atau sembako, tapi alat untuk kerja.
Misalnya pompong kecil untuk melaut.
Walau fisik saya sudah lemah, saya masih bisa melaut kalau ada pompong kecil, bisa juga ajak anak atau saudara bantu,”
tuturnya penuh harap.

Bagi Daeng Taurat, memiliki alat untuk mencari nafkah sendiri lebih berharga daripada bantuan sementara.

“Kalau ada alat kerja, saya bisa usaha sendiri.
Tak perlu berharap belas kasihan.
Bisa makan dari hasil tangan sendiri, itu sudah cukup bagi saya,” ucapnya mantap.

Kisah Daeng Taurat adalah cermin keteguhan dan kesabaran masyarakat sederhana di pelosok Natuna —
seorang lelaki tua yang tetap berdiri di atas keterbatasan, memegang palu dengan tangan lemah namun hati yang kuat.

Daeng Taurat (63), warga Telaga Turuk, Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, tetap berjuang mencari nafkah dengan memecah batu di usia senja. Meski harus berjalan menggunakan tongkat akibat lemah otot dan persendian, semangatnya untuk bekerja tak pernah surut.

Darmansyah
Kabiro Natuna — Yutelnews.com

Taman Numerasi Cikalongwetan Jadi Praktik Baik dalam Pertemuan APKASI di Jakarta

YUTELNEWS.com | Jakarta– Program Taman Numerasi yang dikembangkan di sejumlah desa di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendapat apresiasi nasional setelah dijadikan contoh praktik baik (role model) dalam pertemuan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Jakarta, Kamis (16/10/2025) kemarin.

Taman Numerasi yang merupakan bagian dari Gerakan Numerasi Nasional (GNN) tersebut dipaparkan langsung oleh Direktur Guru Pendidikan Dasar Ditjen GTK Kemendikdasmen, Rachmadi Widdiharto, di hadapan para kepala daerah se-Indonesia. Pemaparan itu dilakukan dalam agenda Koordinasi Program Kerjasama Strategis Nasional Bidang Pendidikan di Daerah.

Menurut Rachmadi, kehadiran Taman Numerasi menjadi langkah nyata dalam memperkuat budaya numerasi di tingkat masyarakat, sekaligus mendukung percepatan peningkatan kualitas pendidikan dasar di daerah.

Menanggapi hal itu, Camat Cikalongwetan, Dadang A. Sapardan, mengaku bersyukur atas apresiasi yang diberikan oleh Kemendikdasmen terhadap inisiatif masyarakat Cikalongwetan. “Saya bersyukur kiprah yang dilakukan bersama berbagai elemen mendapat apresiasi dengan dijadikan bagian dari praktik baik program GNN,” ujarnya.

“Kami akan terus mendorong berbagai pihak di Cikalongwetan untuk terus mengimplementasikan program numerasi, termasuk penguatan literasi berbasis masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kecamatan Cikalongwetan, Aah Masruah, menuturkan bahwa saat ini sudah terdapat 13 desa di wilayah Cikalongwetan yang memiliki Taman Numerasi, dan seluruhnya dikelola oleh pengurus TP-PKK desa masing-masing.

“Pembuatan Taman Numerasi di desa diharapkan menjadi sarana edukasi bagi warga yang membawa anak saat mengurus berbagai administrasi di pelayanan desa,” ungkapnya.

“Ke depan, upaya ini akan diperluas pula ke Posyandu, sehingga anak-anak dan warga yang menunggu pelayanan Posyandu dapat belajar numerasi dengan cara yang menyenangkan,” pungkasnya.

Program Taman Numerasi di Cikalongwetan kini menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain dalam mengembangkan budaya numerasi berbasis masyarakat, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam peningkatan mutu pendidikan dasar di Indonesia.

Dien Yoyo. 

Bupati Kang DS: Program KDMP dan MBG Menumbuhkan Ekonomi Kerakyatan

BANDUNG – YUTELNEWS com|| Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna instruksikan para Kepala Desa, Ketua Koperasi Desa Merah Putih, Ketua BUMDes, dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa roadshow ke setiap dusun untuk mengetahui pasti potensi apa saja yang ada di lapangan.

Pernyataan Bupati Dadang Supriatna ini saat melaksanakan roadshow kunjungan kerja dan rapat konsolidasi Koperasi Merah Putih di Aula Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung, pada Rabu (14/10/2025).

“Tanya potensi apa saja yang ada di masing-masing dusun. Pak RT dan Pak RW dilibatkan untuk mendata potensi apa saja yang ada di lingkungan masyarakat,” katanya.

Usai roadshow ke setiap kecamatan di Kabupaten Bandung, Bupati Bandung selaku Ketua Satgas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kabupaten Bandung akan melaksanakan roadshow ke setiap desa hingga dusun.

Kata Bupati Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, saat melaksanakan roadshow ke setiap dusun, para Ketua RT untuk mendata berapa orang warga yang belum punya pekerjaan.

“Masih menganggur, tetapi punya keinginan untuk bekerja,” ujarnya sambil mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami sayuran atau berbagai jenis tanaman yang bisa dikonsumsi.

Di hadapan para peserta rapat konsolidasi, kata Kang DS, berbicara KDMP erat kaitannya dengan program strategis nasional MBG (Makan Bergizi Gratis).

“KDMP ini lahir untuk mensuport program MBG. Untuk itu, KDMP yang sudah berjalan bisa memenuhi kebutuhan MBG,” ucapnya.

Ia menyebutkan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang ada di masing-masing kecamatan, tidak berbasis desa, tapi berbasis kecamatan. Artinya, seluruh KDMP berhak dan boleh untuk mensuplai MBG yang ada di masing-masing kecamatan.

“Saya akan mengeluarkan Surat Instruksi Bupati tentang Kerja Sama Antara KDMP dengan MBG. KDMP harus siap untuk memenuhi kebutuhan MBG. Saya mencatat ada 29 item kebutuhan SPPG di dapur MBG itu. Mulai dari beras, daging, sayur mayur, buah-buahan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Kang DS juga berharap kepada para pengurus KDMP untuk memperhatikan dan mempersiapkan lima komponen ini. Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan paham tentang digitalisasi. Kedua, big data; ketiga, riset and development; keempat, institusi yang kuat, dan kelima mengelola keuangan (anggaran) dengan baik.

“Kedepan saya berharap kalau sudah selesai pendataan di masing-masing dusun, baik eksisting yang sudah ada maupun rencana proyeksi yang akan digarap, contohnya disaat tidak punya kolam bisa dengan cara membuat bioflok untuk budidaya ikan,” ujarnya.

Bupati Bedas menyebutkan satu dapur MBG itu rata-rata membutuhkan 40 bioflok. Untuk membuat bioflok, katanya, ada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung, untuk menyiapkan anggaran.

Kang DS mencontohkan KDMP Pulosari Kecamatan Pangalengan yang sudah berjalan, diproyeksikan pendapatan bersih bisa mencapai Rp 1,6 miliar per tahun. Desa bisa mendapatkan keuntungan dari SHU (Sisa Hasil Usaha) sebesar 20 persen atau sekitar Rp 320 juta.

Bupati mengatakan bahwa untuk modal usaha KDMP bisa menggunakan ADPD (Alokasi Dana Perimbangan Desa) dari APBD Kabupaten Bandung.

“Tetapi dengan catatan, melalui musyawarah desa di masing-masing desa,” harapnya.

Melalui program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto ini, kata Kang DS, maka akan terjadi ekonomi inklusif, ekonomi kerakyatan, dan uang akan berputar di rakyat.

“Karena program presiden ini sebagai bentuk kanyaah ke rakyat. Tumbuhnya ekonomi kerakyatan, sesuai harapan Presiden,” harapnya.

“Program MBG ini tidak kurang dari Rp 5,4 triliun setahun. Ini dihitung dari 361 dapur MBG, dan 1,263 juta jiwa penerima manfaat. Dari Rp5,4 triliun, tidak kurang dari Rp3,4 triliun untuk belanja kebutuhan bahan makanan,” imbuhnya.

Bupati menyebutkan koperasi ini dari oleh untuk anggota koperasi. Pada tahun 2026, Bupati Bandung akan menyiapkan penyertaan modal untuk minimal 100 desa/KDMP.

“Setiap desa akan diberi Rp100 juta bagi KDMP yang sudah jalan. Saya siapkan Rp10 miliar ini berupa penyertaan modal untuk KDMP tahun 2026,” katanya.

Bupati berujar, desa juga bisa menambah penyertaan modal, tetapi berdasarkan musdes (musyawarah desa). Nantinya desa mendapatkan keuntungan dari usaha KDMP untuk membangun di lingkungan desa masing-masing.

“Euweuh anu bisa di jero beuteung, nu penting urang daek ikhtiar, daek diajar, kudu bodo alewoh. Ulah bodo katotoloyo. Teu ngarti, api-api ngarti,” ucapnya dalam bahasa Sunda.

Kang DS berharap pengurus KDMP ada yang paham tentang IT (Informasi dan Teknologi), dan paham mengurus keuangan.

“Saya ingin masyarakat sejahtera. Jika KDMP berjalan, saya yakin angka pengangguran bakal menurun. Masyarakat bakal sejahtera. Dengan adanya KDMP bisa sukses untuk pembangunan di desa masing-masing,” katanya.**

Yans

Gerakan Serentak,Pemkab Bandung ‘Sikat’ Reklame Ilegal, Satgas Geruduk Soreang dan Katapang!

Bandung – YUTELNEWS com|| Pemerintah Kabupaten Bandung secara kontinue terus menunjukkan ketegasannya terhadap para pelaku usaha yang memasang papan reklame tanpa izin.

Melalui Satgas Kepatuhan Pajak dan Retribusi serta Pengawasan dan Pengendalian Perizinan, penertiban reklame ilegal kembali digelar, pada Kamis (16/10/2025).

Kegiatan hari kedua ini menyasar dua kecamatan, yakni Soreang dan Katapang, dengan total lima titik strategis yang menjadi fokus penertiban.

Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Satpol PP, Dishub, unsur TNI-Polri, serta Kejaksaan Negeri Bale Bandung, bergerak sejak pagi menyusuri ruas-ruas jalan utama.

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran di antaranya Jl. Raya Soreang–Banjaran depan belokan arah Polresta Bandung, Jl. Raya Gading Tutuka (Sekarwangi), Jl. Ciluncat depan Kantor Kecamatan Cangkuang, bundaran Tugu Strawberry Soreang–Kopo, dan bundaran Warung Lobak.

Langkah tegas ini merupakan kelanjutan dari operasi sebelumnya yang telah dilakukan di beberapa titik strategis, termasuk kawasan Stadion Si Jalak Harupat, Exit Tol Soroja, dan Perempatan Gading Soreang.

Kepala Bidang Penegakan Satpol PP Kabupaten Bandung, Muhammad Rizki, SH, M.Si, mengatakan penertiban tersebut merupakan bagian dari operasi pengawasan terhadap reklame yang belum mengantongi Perizinan Bangunan Gedung (PBG).

“Hari ini kami fokus di Kecamatan Soreang dan Katapang. Ini merupakan kegiatan kedua, dan akan terus dilakukan hingga Desember mendatang. Kami terus memperbarui data untuk memastikan semua titik pelanggaran teridentifikasi,” ujar Rizki di sela kegiatan.

Menurut Rizki, reklame yang tidak berizin bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi membahayakan masyarakat karena tidak melalui uji kelayakan konstruksi.

“Banyak reklame liar dibangun tanpa perhitungan kekuatan struktur. Kalau roboh saat angin kencang, risikonya besar. Kalau sudah berizin, otomatis ada pengawasan teknis, termasuk standar keamanan,” jelasnya.

Dalam operasi kali ini, Satgas juga memasang spanduk peringatan dan segel resmi pada papan reklame yang terindikasi melanggar. Pemasangan itu dilakukan sebagai langkah awal sebelum dilakukan tindakan pembongkaran.

“Kita berikan kesempatan kepada para pengusaha untuk segera menyesuaikan dan mengurus perizinan sesuai ketentuan. Tapi kalau tetap bandel, kami akan tindak tegas sesuai aturan,” tegas Rizki.

Pemkab Bandung menegaskan bahwa era pemasangan reklame tanpa izin telah berakhir.

Pemerintah berharap seluruh pelaku usaha dapat lebih tertib dan kooperatif dalam mengurus izin, karena selain berdampak pada estetika kota, reklame berizin juga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab Bandung serius menata ruang publik agar lebih tertib, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.***

 

Yans.

Terbanyak Akseptor KB, DALDUKPPA Kabupaten Bandung Raih 2 Penghargaan BKKBN Jabar

YUTELNEWS.com | Bandung- Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DALDUKPPA) Kabupaten Bandung menerima dua penghargaan dari Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Jawa Barat atas prestasinya di bidang pengendalian kependudukan.

Kedua apresiasi yang diraih yaitu menjadi Terbaik I – Kategori Pelayanan KBPP Pasca Persalinan, dengan target 1.501 s.d. 4.300 akseptor dan sebagai Terbaik II – Kategori Total Pelayanan Peserta Baru (PB) dengan target 7.001 s.d. 22.000 akseptor.

Penyerahan penghargaan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dalam rangka memperingati World Contra caption Day (WCD) atau Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2025, di sela kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Quick Wins dan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 Program Bangga Kencana dan Sub Bidang KB, yang digelar Kantor Perwakilan BKKBN Jabar, di Grand Sunshine Soreang Kabupaten Bandung, Selasa 14 Oktober 2025.

Kepala DALDUKPPA Kabupaten Bandung Muhamad Hairun mengatakan capaian ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam memperkuat pelayanan program Bangga Kencana, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas keluarga dan kesejahteraan masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas jangkauan pelayanan KB yang merata dan berkualitas, serta memastikan masyarakat memperoleh edukasi dan akses yang mudah terhadap program Bangga Kencana,” ucap Hairun seusai menerima penghargaan.

Hairun berharap sinergi antara pemerintah daerah, tenaga lapangan, serta masyarakat dapat terus terjalin agar target pembangunan Keluarga Berkualitas (KB) di Kabupaten Bandung dapat tercapai secara optimal.

Yans

Sikap Kadieli Gea Terhadap Akun Palsu di Facebook

NIAS UTARA, YUTELNEWS.COM —Kadieli Gea mengungkapkan pendapatnya tentang adanya akun palsu di Facebook yang menyerang dirinya dengan fitnah,” ungkapnya.

Ia menyatakan bahwa tindakan ini tidak dapat diterima dan merupakan pelanggaran hukum serius pada, Kamis (16/10/2025).

Gea meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus ini dan mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi palsu,” pinta Gea.

Ia juga menghimbau agar masyarakat dapat membedakan akun asli dan konfirmasi ke pengguna akun tersebut.

Gea mendesak penyebar akun palsu untuk segera menghentikan aksinya dan meminta maaf,” ujarnya.

Selanjutnya Ia berencana menempuh langkah hukum agar masalah ini dapat menjadi pelajaran bagi semua dalam penggunaan media sosial yang bertanggung jawab,” ucapnya.

(Kharisma Gea)

H Tarya Witarsa DPRD Komisi C DPRD Sambut Baik Paguyuban Magot: Soroti Inovasi Pengolahan Sampah, dan Dorong Pemerintah Maksimalkan Potensi Ekonomi Sirkular

BANDUNG –YUTELNEWS com|| Jajaran Komisi C DPRD Kabupaten Bandung menerima audiensi Paguyuban Magot Kabupaten Bandung di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Soreang, pada Selasa (14/10/2025). Kehadiran para pegiat pengolahan sampah inovatif ini menjadi momentum penting bagi DPRD untuk meninjau langsung langkah-langkah kreatif dalam menangani isu sampah organik di wilayah Kabupaten Bandung, sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, H. Tarya Witarsa, menyambut baik inisiatif Paguyuban Magot yang memanfaatkan media magot untuk mengolah sampah organik menjadi pakan ternak dan pupuk organik. “Kehadiran mereka merupakan bentuk nyata pengolahan sampah yang berpotensi menjadi ekonomi sirkular. Upaya ini bisa menjadi solusi strategis dalam penanganan sampah yang selama ini masih menjadi isu penting di Kabupaten Bandung,” ujar H Tarya.

Dalam pertemuan tersebut, hadir juga Kabid Sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung. Komisi C mendorong Dinas lingkungan hidup untuk lebih serius mendukung pengolahan sampah, khususnya melalui kolaborasi dengan Paguyuban Magot. ” Menurut Tarya, keterlibatan komunitas kreatif seperti ini sangat membantu pemerintah daerah dalam membangun sistem pengolahan sampah yang ramah lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.***

Yans

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.