Jalan Ruas Kabupaten Cikadongdong–Ciharashas di Desa Puteran Nyaris Putus, Pemerintah Desa Imbau Warga Waspada

YUTELNEWS.com | Kab. Bandung Barat- Jalan ruas kabupaten penghubung Cikadongdong–Ciharashas yang berada di Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), nyaris putus akibat longsor yang terjadi beberapa hari terakhir. Kerusakan parah terjadi tepat di bagian tembok penahan jembatan yang amblas dan terbawa arus air, sehingga mengancam putusnya akses utama warga antarwilayah. Senin, (20/10/2025).

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa Puteran di bawah pimpinan Kepala Desa Yandi Hadiana, S.IP., segera mengambil langkah antisipasi. Pemerintah desa menghimbau kepada warga terutama yang berada di wilayah RW 04, 05, 09, 10, serta RW 01 dan 02 untuk tidak melintasi jalur utama menggunakan kendaraan besar atau bermuatan berat, karena dikhawatirkan dapat memperparah kerusakan jalan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Sebagai alternatif, jalur lalu lintas sementara dialihkan melalui rute RW 04 menuju RW 02 dan RW 01, hingga kondisi jalan kembali aman untuk dilewati.

“Kami dari pihak Pemerintah Desa hanya bisa memantau dan menjaga arus lalu lintas warga semampu kami. Untuk tindakan teknis seperti perbaikan jembatan atau penguatan struktur, kami tidak berani mengambil langkah seadanya karena itu di luar kewenangan desa,” ujar Kepala Desa Puteran, Yandi Hadiana.

Ia menambahkan, pemerintah desa khawatir jika melakukan perbaikan darurat tanpa izin resmi, seperti menggunakan bambu atau penahan sementara, justru dapat menimbulkan pelanggaran teknis dan membahayakan pengguna jalan di kemudian hari.

Pemerintah Desa Puteran berharap, pemerintah kabupaten melalui dinas terkait dapat segera meninjau dan melakukan perbaikan darurat, mengingat jalan tersebut merupakan akses vital bagi warga dan jalur penghubung antardesa di wilayah selatan Cikalongwetan.

Dien Yoyo

Warga Tenjojaya Tuntut Ganti Rugi atas Dugaan Perusakan Tanaman oleh PT. Bogorindo

YUTELNEWS.com | Sukabumi- Sejumlah warga Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mendatangi Aula Desa Tenjojaya untuk menuntut ganti rugi atas dugaan perusakan tanaman milik warga yang diduga dilakukan oleh pihak PT. Bogorindo, Senin (20/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut, warga meminta pemerintah desa memfasilitasi mediasi dengan pihak perusahaan agar permasalahan dapat diselesaikan secara adil.

Salah satu perwakilan masyarakat, Dody Supriatna, menyampaikan bahwa para petani merasa dirugikan akibat rusaknya tanaman di lahan pertanian mereka. Warga berharap agar pihak perusahaan dapat memberikan tanggung jawab dan ganti rugi yang sesuai.

Kami hanya ingin keadilan. Tanaman kami rusak, dan itu berdampak langsung terhadap mata pencaharian kami. Kami berharap ada tanggung jawab dari pihak perusahaan,” ujar Dody.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Tenjojaya, Jamaludin Aziz, mengatakan bahwa pemerintah desa akan berupaya menjadi penengah agar masalah ini dapat diselesaikan secara musyawarah.

Kami siap memfasilitasi mediasi antara warga dengan pihak perusahaan. Harapannya, kedua belah pihak dapat menemukan jalan keluar terbaik tanpa menimbulkan konflik lebih jauh,” ungkap Jamaludin.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan masyarakat dan para petani yang terdampak, dengan harapan pemerintah desa dapat membantu menengahi permasalahan tersebut hingga ada kejelasan mengenai tuntutan ganti rugi.

 

Mirna ( Kabiro Sukabumi )

Pemdes Ciptagumati Fasilitasi Satlinmas, Serahkan Insentif dan Siapkan Pengamanan Milangkala ke-43

YUTELNEWS.com | Kab. Bandung Barat– Pemerintah Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), di bawah kepemimpinan Kepala Desa Tedi Irawan, S.IP., memberikan perhatian khusus kepada Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dengan memfasilitasi kegiatan kerja bakti dan penyerahan insentif bagi anggota Linmas, Senin, (20/10/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi Pemdes terhadap dedikasi Linmas yang selama ini berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban wilayah desa.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Tedi Irawan, S.IP. menyampaikan rasa syukur karena insentif selama tiga bulan telah diterima oleh seluruh anggota Linmas Desa Ciptagumati. Ia berharap hal ini dapat menambah semangat dan motivasi para anggota Satlinmas dalam melaksanakan tugasnya.

“Alhamdulillah, insentif tiga bulan sudah diterima oleh rekan-rekan Linmas. Kami ucapkan terima kasih atas pengabdian dan semangatnya dalam menjaga keamanan di wilayah Desa Ciptagumati. Semoga apa yang dilakukan menjadi amal dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Tedi Irawan.

Selain penyerahan insentif, acara ini juga menjadi momentum untuk membahas persiapan Milangkala Desa Ciptagumati ke-43. Dalam arahannya, Kepala Desa bersama Babinsa mengajak seluruh anggota Satlinmas untuk terlibat aktif dalam pengamanan kegiatan milangkala serta berbagai agenda masyarakat di wilayah desa.

“Kami meminta bantuan kepada seluruh anggota Satlinmas untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Milangkala nanti. Tetap semangat menjalankan piket di kantor desa dan terus bersinergi dengan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dalam menjaga ketentraman wilayah,” tambah Kades Tedi Irawan.

Satlinmas Desa Ciptagumati selama ini juga berperan penting dalam mendukung pelaksanaan PHBN, PHBI, serta pengamanan kegiatan masyarakat seperti hajatan dan acara keagamaan.

Selain itu, mereka turut membantu menyukseskan program Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Desa Ciptagumati, yang bertujuan memberikan layanan dan solusi bagi warga dalam menghadapi berbagai permasalahan hukum di tingkat desa.

Dengan semangat pengabdian dan kebersamaan, Kepala Desa Tedi Irawan berharap Satlinmas terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan menjadi contoh teladan dalam pelayanan kepada masyarakat.

Dien Yoyo

Aksi Teror di Aceh: FRN Desak Kapolri Turun Tangan, Tangkap Semua yang Terlibat!

Jakarta – Yutelnews.com ||
Ketua Umum Fast Respon Counter Polri Nusantara (FRN), Agus Flores, meluapkan kemarahan dan kecaman keras atas tindakan teror dan pengrusakan mobil yang dialami **Syahbudin Padang, Wakil Ketua DPW FRN Provinsi Aceh sekaligus jurnalis aktif, pada Jumat dini hari (17/10) di Desa Sikalondang, Dusun Lae Mbetar, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Dalam pernyataan tegas yang dirilis Sabtu (18/10), Agus Flores menyebut peristiwa ini bukan hanya bentuk kriminal biasa, tapi tindakan pengecut, brutal, dan penghinaan terhadap demokrasi serta profesi jurnalistik** yang dilindungi konstitusi.

> “Ini tindakan pengecut luar biasa! Saya, Agus Flores, Ketua Umum FRN, mengecam keras dan mengutuk perbuatan biadab ini. Perlu saya tegaskan: tidak ada yang kebal hukum di negeri ini! Siapapun pelakunya, harus ditangkap dan diadili. Negara tidak boleh tunduk pada premanisme,” ujar Agus dengan nada tinggi.

Peringatan Keras: Jangan Sentuh Jurnalis Kami Agus Flores menilai, aksi pelemparan batu ke mobil milik Syahbudin Padang bukan tindakan acak, tetapi sebuah serangan sistematis untuk membungkam jurnalis yang dikenal vokal dan berani membuka fakta-fakta yang tidak nyaman bagi pihak tertentu.

> “Syahbudin bukan orang sembarangan. Dia jurnalis dan kader kami yang berdiri di garis depan menyuarakan kebenaran. Kalau kalian menyentuh dia, berarti kalian sedang menginjak harga diri organisasi kami. Jangan pernah uji kesabaran kami,” tegas Agus dalam nada geram.

Menurutnya, apa yang dialami Syahbudin adalah ancaman serius terhadap kebebasan pers dan merupakan simbol lemahnya keberpihakan hukum terhadap jurnalis di lapangan. Oleh karena itu, ia meminta agar aparat penegak hukum bertindak cepat dan tidak bermain-main dalam kasus ini.

> “Saya tidak ingin hanya dengar janji penyelidikan. Saya ingin lihat pelaku diborgol, diseret ke meja hukum, dan dijebloskan ke penjara. Kalau negara ini masih punya nyali melawan ketidakadilan, tunjukkan sekarang!” serunya.

Desakan Kepada Kapolri: Jangan Tutup Mata! Agus Flores mendesak secara langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar segera memerintahkan **Kapolda Aceh melakukan langkah tegas, cepat, dan menyeluruh untuk menangkap pelaku serta mengungkap siapa dalang di balik aksi pengecut ini.

> “Saya mendesak Kapolri, jangan tunda lagi! Ini sudah jelas-jelas teror. Perintahkan Kapolda Aceh selidiki tuntas. Tangkap pelaku! Jangan biarkan ada ruang aman bagi para penakut yang bersembunyi di balik kekerasan,” cetusnya.

Lebih jauh, Agus juga menegaskan bahwa tindakan seperti ini tidak bisa diselesaikan dengan permintaan maaf atau pendekatan damai. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

Kami ingin pelaku dan otak di baliknya dibongkar. Jangan berhenti di pelaku lapangan. Siapa aktor intelektualnya? Siapa yang menyuruh? Siapa yang merasa terganggu dengan kebenaran yang disuarakan Syahbudin? Usut semua tegasnya dengan lantang.

Instruksi Keras kepada Seluruh Jajaran FRN: Kawal Kasus Ini Sampai Tuntas
Dalam respons cepat, Agus Flores juga langsung menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dan anggota FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara baik di pusat maupun daerah untuk mengawal dan mengawasi proses hukum kasus ini tanpa kompromi.

> “Saya instruksikan seluruh pengurus dan anggota FRN di seluruh Indonesia: jangan diam! Kita lawan teror terhadap jurnalis dengan kekuatan solidaritas dan langkah hukum. Ini serangan terhadap kita semua, terhadap kebebasan, dan terhadap integritas profesi,” kata Agus penuh semangat.

Pesan Keras untuk Negara dan Publik: Diam Adalah Pengkhianatan di akhir pernyataannya, Agus Flores menyerukan peringatan moral dan politik kepada semua pihak negara, aparat, hingga masyarakat luas bahwa pembiaran terhadap kekerasan terhadap jurnalis adalah bentuk pengkhianatan terhadap demokrasi.

> “Hari ini Syahbudin yang diteror. Besok bisa jurnalis lain. Kalau kita diam, berarti kita membiarkan hukum diinjak, demokrasi diludahi. Saya tegaskan: kami tidak akan mundur selangkah pun. FRN berdiri di garis depan melawan segala bentuk pembungkaman” tutup Agus dengan suara penuh tekanan.|| AS

Kepala Rutan Batam Hadiri Upacara 17 Hari Bulan Tingkat Kota Batam di Polresta Barelang

YUTELNEWS.com | Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam Fajar Teguh Wibowo menghadiri Upacara Bendera Hari Kesadaran Nasional (17-an) tingkat Kota Batam yang diselenggarakan di Polresta Barelang, Jumat (17/10).Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 17 ini diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib, menumbuhkan semangat nasionalisme serta kesadaran akan pentingnya pengabdian sebagai aparatur negara.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Rutan Batam, Fajar Teguh Wibowo, menyampaikan bahwa keikutsertaan Rutan Batam dalam upacara ini merupakan bentuk sinergi dan komitmen dalam memperkuat kerja sama antar instansi, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan serta pelayanan publik di Kota Batam.

“Upacara ini menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebangsaan dan mempererat koordinasi lintas sektor, demi pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Karutan.

Melalui kegiatan seperti ini, Rutan Batam terus menunjukkan dukungan terhadap setiap kegiatan pemerintah daerah .sejalan dengan semangat pengabdian dan profesionalisme ASN. /

Hajat Dawuan Desa Nyenang: Tradisi Petani Jaga Syukur dan Silaturahmi

YUTELNEWS.com | Kab. Bandung Barat– Suasana penuh kebersamaan tampak di Bendungan atau Dawuan Leuwi Kadu, Kampung Cikadu, RT 01 RW 04, Desa Nyenang, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Sabtu (18/10/2025). Warga dan para petani berkumpul dalam kegiatan “Hajat Dawuan”, tradisi turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen sekaligus sarana mempererat silaturahmi.

Acara adat ini digelar secara meriah oleh Pemerintah Desa Nyenang dengan dukungan berbagai pihak. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Camat Cipeundeuy, Kapolsek dan Kanit Intel Cipeundeuy, unsur BP3K, BPD, Gapoktan, serta Gabungan Petani (GP).

Kepala Desa Nyenang, Wawan Saputra, S.IP., mengatakan bahwa Hajat Dawuan menjadi simbol kuatnya hubungan masyarakat dengan alam serta wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta atas limpahan hasil pertanian.

“Tradisi ini bukan hanya ritual panen, tapi juga momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong antar warga. Kita ingin generasi muda tahu bahwa nilai-nilai budaya seperti ini penting untuk dijaga,” ucap Wawan.

Ia juga menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal agar tidak luntur ditelan perkembangan zaman. Menurutnya, kegiatan semacam ini bisa menjadi media edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan tradisi.

Selain doa bersama dan tasyakuran, warga juga menggelar kegiatan kebersamaan yang melibatkan para petani dan masyarakat sekitar. Suasana penuh kekeluargaan dan semangat gotong royong tampak dari awal hingga akhir acara.

Tradisi Hajat Dawuan di Desa Nyenang menjadi bukti nyata bahwa budaya dan kearifan lokal masih terjaga kuat di tengah kehidupan modern. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Nyenang menunjukkan komitmen menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis kebersamaan masyarakat.

(Dien Yoyo)

Antisipasi Banjir Susulan,PRIMA, Berkalanjutan Peduli di Masyarakat Dalam Pemasangan Bronjong .

Bandung – YUTLNEWS com || Antisipasi banjir susulan, (PRIMA) Perhimpunan Remaja Masjid Lamajang Peuntas , tunjukan komitmennya berkelanjutan dalam memberikan bantuan berkelanjutan penanganan bencana kedaruratan dilingkungan lamajang pentas desa citeurep,Kecamatan dayeuhkolot,Kabupaten Bandung. untuk meminimalisir terjadinya banjir. pada Sabtu, (18/10/2025).

Dalam Kegiatan tersebut Prima terus menerus hadir dalam pemasangan bronjong untuk menahan tepian sungai Cigeude merupakan sebuah kepedulian sosial dari kelompok PRIMA (Perhimpunan Remaja Mesjid), dimana kelompok ini merupakan Organisasi kepedulian terhadap masyarakat, kepemudaan di bidang keagamaan, sosial dan juga dalam hal seni budaya.

Anggota PRIMA secara kompak dan suka rela melakukan pemasangan Bronjong ini untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat lamajang Peuntas di rt 03 rw 17, pasalnya bantaran sungai cigeude ini beberapa waktu lalu sempat jebol dan viral mengakibatkan banjir bandang

Walaupun sudah mendapatkan penanganan dari Pemerintahan Kabupaten Bandung, pemasangan Geobok untuk menahan tanggul di bantaran sungai yang jebol, pada saat ini belum maksimal karena volume ketinggiannya kurang, sehingga masyarakat masih was-was karena air masih masuk ke wilayah pemukiman padat penduduk.

Saat ini Puluhan anggota Prima tengah berupaya melakukan pemasangan bronjong di tiga titik di lingkungan Kp.Lamajang Peuntas rt 03 Rw17. Sekitar 100 meteran dan diperlukan 60 Bronjong saat ini yang dibutuhkan, secara bertahap pemasangan Bronjong ini sedang dikerjakan untuk lebih meningkatkan kekuatan tanggul di bantaran sungai.

Kegiatan yang berlangsung mendapatkan apresiasi dari semua unsur lapisan masyarakat, begitupun dengan ketua Rw 17 dan para ketua Rt 03 yang sangat bangga atas kehadiran organisasi Prima selalu peduli melakukan bantuan di wilayah Desa citeurep yang rawan banjir ini.

Sebagai ketua Rw Tatang Hermawan mewakili masyarakat sangat mengucapkan banyak berterima kasih , karena apa yang dilakukan oleh anggota Prima sangat luar biasa dan berarti bagi masyarakat lamajang pentas .

Kami mewakili warga masyarakat rw 17 lamajang pentas mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari (PRIMA) Himpunan Remaja Masjid khususnya untuk tokoh dayeuhkolot Bapak Tri Rahmanto sebagai pembina PRIMA yang selalu memberikan support dan bantuannya,” ucapnya ketua Rw Tatang.

Lebih lanjut, kami berharap bahwa lingkungan wilayah Rw17, kedepannya bisa meringankan terbebas dari bencana banjir, dimana pada saat ini kita juga sangat mendukung rencana pemerintah akan melaksanakan pembangunan di wilayah desa citeurep bantaran sungai Cigeude lamajang pentas ini.

Kami bersama masyarakat akan mengikuti dan sangat mendukung rencana tersebut, yang mana pada waktu lalu telah di adakan sosialisasi rencana tersebut. Kita semua saat ini menunggu dan mudah-mudahan bisa cepat terealisasi,” tukasnya.

 

Yans.

Turnamen Voli Antar RW se-Desa Ciptagumati Resmi Dibuka, Perebutkan Piala Kepala Desa Tahun 2025

YUTELNEWS.com | Kab. Bandung Barat- Dalam rangka memeriahkan Milangkala ke-43 Desa Ciptagumati, Pemerintah Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), secara resmi membuka Turnamen Voli Putra dan Putri antar RW memperebutkan Piala Kepala Desa Ciptagumati Tahun 2025, Jumat (17/10/2025).

Kegiatan pembukaan berlangsung meriah di lapangan voli RW 2, dengan dihadiri oleh Kepala Desa (Kades) Ciptagumati, Tedi Irawan, S.IP, bersama Bhabinkamtibmas Desa Ciptagumati, Ketua MUI Desa, Ketua RT/RW, Ketua Karang Taruna Desa, serta panitia Milangkala ke-43.

Dalam sambutannya, Kades Tedi Irawan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan turnamen ini, khususnya kepada RW 2 dan Karang Taruna RW 2 selaku tuan rumah kegiatan tahun ini.

“Turnamen voli ini menjadi ajang silaturahmi dan semangat kebersamaan antarwarga. Tahun ini memang di RW 8 Dusun 4 belum memiliki lapangan voli, dan insyaallah akan kita fasilitasi ke depan,” ujar Tedi Irawan dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan waktu pembukaan karena adanya penyesuaian jadwal, serta menyebut bahwa Forkopimcam tidak dapat hadir langsung dan telah menugaskan Bhabinkamtibmas, Bripka M. Ersyad S.Pd., untuk mewakili.

Turnamen voli antar RW ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang sudah keempat kalinya diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Ciptagumati. Selain voli, pemerintah desa juga akan menggelar turnamen bulu tangkis dan sepak bola antar dusun setelah acara puncak Milangkala pada 25–26 Oktober 2025 di Lapangan Desa Ciptagumati.

“Saya harap seluruh peserta bisa menjaga sportivitas demi nama baik Desa Ciptagumati. Semua tim pasti ingin jadi juara, tapi kita akan mencari yang terbaik dari yang terbaik,” tambah Tedi.

Tak lupa, Kepala Desa juga menyampaikan apresiasi kepada para sponsor pendukung, terutama NJ Elektronik, yang turut berkontribusi menyukseskan kegiatan olahraga tahunan ini.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antarwarga, sekaligus menumbuhkan semangat olahraga di kalangan pemuda Desa Ciptagumati.

Dien Yoyo

Perkembangan Kasus Penganiayaan Oleh Rentenir di Cikalongwetan, Polisi Lakukan Ekshumasi Jenazah Korban

YUTELNEWS.com | Cikalongwetan, Bandung Barat- Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok yang diduga rentenir di Desa Wangunjaya, Kecamatan Cikalongwetan, pada 14 Oktober 2025 lalu, terus bergulir. Terbaru, Tim Forensik RS Sartika Asih bersama Satreskrim Polres Cimahi melakukan ekshumasi terhadap jenazah Yayat (55), korban yang meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Jum’at, (17/10/2025).

Ekshumasi dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Patrol, Kampung Ciloa, Desa Wangunjaya. Proses ini disaksikan oleh keluarga korban, perangkat desa, aparat kecamatan, serta pengamanan dari Polsek Cikalongwetan.

Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Teguh Kumara, menjelaskan bahwa ekshumasi ini dilakukan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut guna menentukan penyebab pasti kematian korban. “Korban meninggal pada Selasa (14/10/2025) dan diduga ada unsur penganiayaan secara bersama-sama,” ujarnya.

Yayat (55) diketahui menjadi korban saat berupaya melerai pertikaian antara penagih utang dan kerabatnya. Tragisnya, korban justru terkena imbas saat sepeda motornya ditendang oleh pelaku hingga terjatuh. “Korban sempat berdiri lagi, lalu mengeluh nyeri di dada sebelah kiri, dan tak lama kemudian meninggal dunia,” lanjut AKP Teguh.

Kejadian bermula saat pelaku berinisial A menagih utang kepada keluarga H (35) pada Senin (13/10/2025). Penagihan berlanjut hingga keesokan harinya, yang berujung pada perkelahian dan menyebabkan Yayat menjadi korban.

AKP Teguh menambahkan bahwa ekshumasi dapat dilakukan setelah keluarga memberikan izin autopsi. Saat ini, polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka, terdiri dari empat orang dewasa dan satu anak yang berkonflik dengan hukum. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP ayat (2) dan (3) tentang pengeroyokan yang menyebabkan kematian. Selain itu, lima saksi telah diperiksa untuk menguatkan proses penyidikan.

Camat Cikalongwetan, H. Dadang A. Sapardan, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kepolisian untuk menenangkan warga serta memberikan edukasi agar tidak terpancing emosi. “Kami sudah turun langsung memberikan edukasi agar masyarakat tidak mudah terpancing dan tetap menjaga situasi aman. Ini jadi pelajaran berharga bagi semua pihak,” kata Dadang.

Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman kasus ini untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak berwajib.

Cunarya

Desa Rende Laksanakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gerai Pergudangan dan Koperasi Merah Putih

YUTELNEWS.com| Kab. Bandung Barat- Pemerintah Desa Rende, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), resmi memulai pembangunan 80.000 gerai pergudangan dan pelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kegiatan tersebut diawali dengan acara peletakan batu pertama yang berlangsung di Kampung Ciganda RT 01 RW 03, pada Jumat (17/10/2025).

Acara ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Rende sebagai langkah awal dalam memperkuat sektor ekonomi desa dan memperluas peluang usaha berbasis koperasi.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Desa Rende Pitriyana, beserta jajaran Forkopimcam Cikalongwetan, di antaranya Danramil Cikalongwetan Kapten Inf. Yudi Komara, Sekretaris Kecamatan Cikalongwetan Dadang Romansyah, serta perwakilan dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, LKD, BPD, Linmas, RT/RW, dan tokoh masyarakat.

Dalam keterangannya, Kepala Desa Rende Pitriyana menuturkan bahwa pembangunan gerai pergudangan dan koperasi Merah Putih merupakan upaya strategis pemerintah desa dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan ini diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat Rende. Selain menjadi tempat penyimpanan dan distribusi produk, koperasi ini akan berfungsi sebagai wadah pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah di tingkat desa,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan masyarakat, sesuai dengan semangat transparansi dan partisipasi publik sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

“Gotong royong menjadi kunci utama dalam pembangunan desa. Kami ingin masyarakat ikut merasa memiliki, karena manfaatnya nanti akan langsung kembali kepada warga,” tambah Pitriyana.

Sekretaris Kecamatan Cikalongwetan, Dadang Romansyah, dalam kesempatan tersebut turut mengapresiasi langkah Desa Rende yang berani memulai proyek pembangunan besar di tengah upaya pemerintah daerah mendorong kemandirian ekonomi desa.

Menurutnya, inisiatif seperti ini sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat sektor koperasi dan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian rakyat.

Selain memperkuat kegiatan ekonomi, pembangunan ini juga akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Keberadaan koperasi Merah Putih diharapkan menjadi penggerak ekonomi yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Acara peletakan batu pertama berjalan khidmat, ditandai dengan prosesi simbolis oleh Kepala Desa bersama Forkopimcam. Warga tampak antusias mengikuti kegiatan hingga selesai, sebagai wujud dukungan terhadap pembangunan yang diyakini membawa perubahan positif bagi Desa Rende.

Dengan selesainya tahap awal ini, Pemerintah Desa Rende berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan secara bertahap, hingga fasilitas koperasi dan pergudangan tersebut siap digunakan untuk mendukung aktivitas ekonomi desa.

“Kami berharap pembangunan ini menjadi tonggak kemajuan Rende menuju desa yang mandiri, produktif, dan sejahtera,” tutup Kepala Desa Pitriyana.

Dien Yoyo

Kepsek SDN 22 Apresiasi Brimobda Riau Program MBG ‘ Sangat Menbantu Anak -anak Sekolah

Pekanbaru — YUTELNEWS.com 
Dalam semangat pengabdian dan kepedulian sosial, Satuan Brimob Polda Riau menggelar serangkaian kegiatan penuh makna di Kota Pekanbaru, Jumat (17/10/2025).

Kegiatan ini meliputi pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG), aksi penanaman pohon, serta sosialisasi program Green Policing kepada siswa-siswi SDN 22 Jalan Sawai dan SDN 152 Jalan Ababil.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Sat Brimobda Riau, Ny. Eka Adiwibawa.

Turut hadir pula Wadansat Brimobda Riau AKBP M. Aries Purwanto, S.I.K., M.M, didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Sat Brimobda Riau Ny. Indah Aries Purwanto,serta jajaran Pejabat Utama dan anggota Bhayangkari lainnya.

Kunjungan dimulai dengan sesi tatap muka dan ramah tamah bersama puluhan siswa SDN 22 Pekanbaru.

Suasana hangat terasa saat Dansat Brimob dan istri menyapa dan berdialog langsung dengan anak-anak penerima manfaat MBG, dilanjutkan dengan makan bersama yang penuh kebersamaan.

Dalam keterangannya pers nya, Kombes Pol I Ketut Gede menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Sat Brimobda Riau untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Hari ini kami bersama Bhayangkari hadir langsung untuk melihat dan berinteraksi dengan anak-anak penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis. Antusiasme mereka luar biasa, dan kami harap ini bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk terus semangat belajar dan menjaga kesehatan,” ujar Dansat Brimob.

Tak hanya itu, program ini juga dirangkaikan dengan edukasi lingkungan sejak dini melalui sosialisasi Green Policing, sejalan dengan arahan Kapolda Riau.

Dalam kesempatan tersebut, anak-anak diajak untuk peduli lingkungan dengan menanam pohon di sekitar sekolah mereka.

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Sat Brimobda Riau, Ny. Eka Adiwibawa, menyampaikan pentingnya mendengarkan langsung suara anak-anak dan pihak sekolah dalam mengevaluasi program yang sudah berjalan selama tiga minggu.

“Kami tadi berbincang langsung dengan anak-anak mengenai menu makanan, apakah mereka menyukainya, apakah ada yang perlu diperbaiki. Semua masukan menjadi evaluasi kami agar program ini makin baik ke depannya,” jelas Ny. Eka.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 22 Pekanbaru, Rasmawati, mengapresiasi penuh kegiatan ini dan menyebutkan bahwa program MBG dari Sat Brimobda Riau sangat membantu anak-anak di sekolahnya.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Brimob Polda Riau. Program ini benar-benar bermanfaat dan berdampak langsung pada anak-anak kami,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun generasi sehat, cerdas, dan peduli lingkungan.

Sat Brimob Polda Riau tidak hanya hadir sebagai pelindung masyarakat, tetapi juga sebagai mitra yang aktif dalam membentuk masa depan bangsa yang lebih baik.|| AS

Diminta BP Batam, DLH, APH Usut Aktivitas Penimbunan Reklamasi dan Cut and Fill di Tj Uma Lubuk Baja

Yutelnews.com / Penimbunan dan Cut and Fill di Reklamasi Kp. Nelayan di Tj Uma, Lubuk Baja, Kota Batam diduga ilegal, tidak mengantongi izin resmi, dokumen Pengelolaan Lingkungan yang wajib dimiliki pelaku usaha untuk izin lingkungan seperti AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) untuk kegiatan berdampak besar, UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan) untuk kegiatan berdampak sedang, SPPL (Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan) untuk kegiatan berdampak kecil.

Hal ini diketahui saat tim media melakukan investigasi di lokasi.

Terlihat papan proyek namun perizinan lainnya belum memenuhi syarat dan juga ukuran batas PL tersebut masih tanda tanya.

“Silahkan konfirmasi aja langsung ke BP Batam Bang,” jawab salah satu security/pengurus di lokasi.

Diketahui Pengembang Reklamasi tersebut PT. Limas Raya Griya (PT LRG) dan PT. Global Pratama Group disebut selaku terduga pemilik tanah timbunan (galian c) illegal.

Kegiatan penimbunan laut ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga bisa mengancam keberlanjutan ekosistem laut, kelestarian lingkungan pesisir, akses nelayan, Perubahan garis pantai akibat penimbunan ilegal dapat menyebabkan abrasi, hilangnya habitat biota laut, serta kerusakan ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai pelindung alami dari gelombang laut.

Untuk diketahui bahwa penimbunan laut tanpa izin adalah pelanggaran dan bisa dipidana.

Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 jo. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 73 ayat (1) UU 27/2007 menyebutkan bahwa pelaku dapat dikenakan pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 10 tahun, serta denda paling sedikit Rp2 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih melakukan konfirmasi kepada BP Batam, DLH, APH dan juga pihak terkait. /Tim

Bersambung…

Daeng Taurat Dari Telaga Turuk: Bertahan Dengan Tongkat, Berjuang Dengan Palu

NATUNA-YUTELNEWS.com
Telaga Turuk, Sedanau —
Di usia senja, langkahnya kini bergantung pada tongkat, namun semangatnya tetap tegak menghadapi kerasnya hidup.
Daeng Taurat, warga Telaga Turuk, Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, masih setia memecah batu demi menghidupi keluarga.

Dengan tubuh yang tak lagi sekuat dulu, ia tetap memilih bekerja daripada berdiam diri menunggu belas kasihan.

Di bawah terik matahari daerah Lemis, terlihat lelaki tua berusia 63 tahun itu duduk di antara tumpukan batu.
Dengan tangan yang mulai lemah, ia tetap mengayunkan palu tua ke bongkahan batu, satu per satu.
Suara ketukan palu menjadi irama keteguhan hati di sudut kecil Telaga Turuk.

Pekerjaan berat itu telah ia jalani bertahun-tahun.
Hasilnya tak menentu — kadang batu pecahannya dibeli, kadang dibiarkan menumpuk.
Namun, Daeng Taurat tak pernah berhenti berusaha.

“Selagi masih bisa bergerak, saya akan tetap bekerja. Walau fisik sudah tak kuat, hati saya belum mau berhenti,”
ujarnya lirih sambil menatap tumpukan batu hasil jerih payahnya.

Kini, dengan kondisi tubuh yang melemah akibat riwayat penyakit otot dan persendian, Daeng Taurat berjalan menggunakan tongkat.
Namun hal itu tak membuatnya menyerah.
Setiap hari, ia tetap datang ke tempat kerja, ditemani sang istri yang setia, menyiapkan air dan sesekali ikut membantu mengumpulkan batu kecil.

“Istri saya selalu temani. Kadang bantu juga, walau sama-sama sudah tua,” ujarnya dengan senyum tipis.

Penghasilannya dari memecah batu hanya cukup untuk makan seadanya.
Namun tekadnya tetap kuat: ingin tetap bekerja, bukan berharap belas kasihan.

“Kalau boleh saya minta, bukan uang atau sembako, tapi alat untuk kerja.
Misalnya pompong kecil untuk melaut.
Walau fisik saya sudah lemah, saya masih bisa melaut kalau ada pompong kecil, bisa juga ajak anak atau saudara bantu,”
tuturnya penuh harap.

Bagi Daeng Taurat, memiliki alat untuk mencari nafkah sendiri lebih berharga daripada bantuan sementara.

“Kalau ada alat kerja, saya bisa usaha sendiri.
Tak perlu berharap belas kasihan.
Bisa makan dari hasil tangan sendiri, itu sudah cukup bagi saya,” ucapnya mantap.

Kisah Daeng Taurat adalah cermin keteguhan dan kesabaran masyarakat sederhana di pelosok Natuna —
seorang lelaki tua yang tetap berdiri di atas keterbatasan, memegang palu dengan tangan lemah namun hati yang kuat.

Daeng Taurat (63), warga Telaga Turuk, Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, tetap berjuang mencari nafkah dengan memecah batu di usia senja. Meski harus berjalan menggunakan tongkat akibat lemah otot dan persendian, semangatnya untuk bekerja tak pernah surut.

Darmansyah
Kabiro Natuna — Yutelnews.com

Taman Numerasi Cikalongwetan Jadi Praktik Baik dalam Pertemuan APKASI di Jakarta

YUTELNEWS.com | Jakarta– Program Taman Numerasi yang dikembangkan di sejumlah desa di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendapat apresiasi nasional setelah dijadikan contoh praktik baik (role model) dalam pertemuan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Jakarta, Kamis (16/10/2025) kemarin.

Taman Numerasi yang merupakan bagian dari Gerakan Numerasi Nasional (GNN) tersebut dipaparkan langsung oleh Direktur Guru Pendidikan Dasar Ditjen GTK Kemendikdasmen, Rachmadi Widdiharto, di hadapan para kepala daerah se-Indonesia. Pemaparan itu dilakukan dalam agenda Koordinasi Program Kerjasama Strategis Nasional Bidang Pendidikan di Daerah.

Menurut Rachmadi, kehadiran Taman Numerasi menjadi langkah nyata dalam memperkuat budaya numerasi di tingkat masyarakat, sekaligus mendukung percepatan peningkatan kualitas pendidikan dasar di daerah.

Menanggapi hal itu, Camat Cikalongwetan, Dadang A. Sapardan, mengaku bersyukur atas apresiasi yang diberikan oleh Kemendikdasmen terhadap inisiatif masyarakat Cikalongwetan. “Saya bersyukur kiprah yang dilakukan bersama berbagai elemen mendapat apresiasi dengan dijadikan bagian dari praktik baik program GNN,” ujarnya.

“Kami akan terus mendorong berbagai pihak di Cikalongwetan untuk terus mengimplementasikan program numerasi, termasuk penguatan literasi berbasis masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kecamatan Cikalongwetan, Aah Masruah, menuturkan bahwa saat ini sudah terdapat 13 desa di wilayah Cikalongwetan yang memiliki Taman Numerasi, dan seluruhnya dikelola oleh pengurus TP-PKK desa masing-masing.

“Pembuatan Taman Numerasi di desa diharapkan menjadi sarana edukasi bagi warga yang membawa anak saat mengurus berbagai administrasi di pelayanan desa,” ungkapnya.

“Ke depan, upaya ini akan diperluas pula ke Posyandu, sehingga anak-anak dan warga yang menunggu pelayanan Posyandu dapat belajar numerasi dengan cara yang menyenangkan,” pungkasnya.

Program Taman Numerasi di Cikalongwetan kini menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain dalam mengembangkan budaya numerasi berbasis masyarakat, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam peningkatan mutu pendidikan dasar di Indonesia.

Dien Yoyo. 

Bupati Kang DS: Program KDMP dan MBG Menumbuhkan Ekonomi Kerakyatan

BANDUNG – YUTELNEWS com|| Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna instruksikan para Kepala Desa, Ketua Koperasi Desa Merah Putih, Ketua BUMDes, dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa roadshow ke setiap dusun untuk mengetahui pasti potensi apa saja yang ada di lapangan.

Pernyataan Bupati Dadang Supriatna ini saat melaksanakan roadshow kunjungan kerja dan rapat konsolidasi Koperasi Merah Putih di Aula Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung, pada Rabu (14/10/2025).

“Tanya potensi apa saja yang ada di masing-masing dusun. Pak RT dan Pak RW dilibatkan untuk mendata potensi apa saja yang ada di lingkungan masyarakat,” katanya.

Usai roadshow ke setiap kecamatan di Kabupaten Bandung, Bupati Bandung selaku Ketua Satgas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kabupaten Bandung akan melaksanakan roadshow ke setiap desa hingga dusun.

Kata Bupati Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, saat melaksanakan roadshow ke setiap dusun, para Ketua RT untuk mendata berapa orang warga yang belum punya pekerjaan.

“Masih menganggur, tetapi punya keinginan untuk bekerja,” ujarnya sambil mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami sayuran atau berbagai jenis tanaman yang bisa dikonsumsi.

Di hadapan para peserta rapat konsolidasi, kata Kang DS, berbicara KDMP erat kaitannya dengan program strategis nasional MBG (Makan Bergizi Gratis).

“KDMP ini lahir untuk mensuport program MBG. Untuk itu, KDMP yang sudah berjalan bisa memenuhi kebutuhan MBG,” ucapnya.

Ia menyebutkan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang ada di masing-masing kecamatan, tidak berbasis desa, tapi berbasis kecamatan. Artinya, seluruh KDMP berhak dan boleh untuk mensuplai MBG yang ada di masing-masing kecamatan.

“Saya akan mengeluarkan Surat Instruksi Bupati tentang Kerja Sama Antara KDMP dengan MBG. KDMP harus siap untuk memenuhi kebutuhan MBG. Saya mencatat ada 29 item kebutuhan SPPG di dapur MBG itu. Mulai dari beras, daging, sayur mayur, buah-buahan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Kang DS juga berharap kepada para pengurus KDMP untuk memperhatikan dan mempersiapkan lima komponen ini. Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan paham tentang digitalisasi. Kedua, big data; ketiga, riset and development; keempat, institusi yang kuat, dan kelima mengelola keuangan (anggaran) dengan baik.

“Kedepan saya berharap kalau sudah selesai pendataan di masing-masing dusun, baik eksisting yang sudah ada maupun rencana proyeksi yang akan digarap, contohnya disaat tidak punya kolam bisa dengan cara membuat bioflok untuk budidaya ikan,” ujarnya.

Bupati Bedas menyebutkan satu dapur MBG itu rata-rata membutuhkan 40 bioflok. Untuk membuat bioflok, katanya, ada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung, untuk menyiapkan anggaran.

Kang DS mencontohkan KDMP Pulosari Kecamatan Pangalengan yang sudah berjalan, diproyeksikan pendapatan bersih bisa mencapai Rp 1,6 miliar per tahun. Desa bisa mendapatkan keuntungan dari SHU (Sisa Hasil Usaha) sebesar 20 persen atau sekitar Rp 320 juta.

Bupati mengatakan bahwa untuk modal usaha KDMP bisa menggunakan ADPD (Alokasi Dana Perimbangan Desa) dari APBD Kabupaten Bandung.

“Tetapi dengan catatan, melalui musyawarah desa di masing-masing desa,” harapnya.

Melalui program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto ini, kata Kang DS, maka akan terjadi ekonomi inklusif, ekonomi kerakyatan, dan uang akan berputar di rakyat.

“Karena program presiden ini sebagai bentuk kanyaah ke rakyat. Tumbuhnya ekonomi kerakyatan, sesuai harapan Presiden,” harapnya.

“Program MBG ini tidak kurang dari Rp 5,4 triliun setahun. Ini dihitung dari 361 dapur MBG, dan 1,263 juta jiwa penerima manfaat. Dari Rp5,4 triliun, tidak kurang dari Rp3,4 triliun untuk belanja kebutuhan bahan makanan,” imbuhnya.

Bupati menyebutkan koperasi ini dari oleh untuk anggota koperasi. Pada tahun 2026, Bupati Bandung akan menyiapkan penyertaan modal untuk minimal 100 desa/KDMP.

“Setiap desa akan diberi Rp100 juta bagi KDMP yang sudah jalan. Saya siapkan Rp10 miliar ini berupa penyertaan modal untuk KDMP tahun 2026,” katanya.

Bupati berujar, desa juga bisa menambah penyertaan modal, tetapi berdasarkan musdes (musyawarah desa). Nantinya desa mendapatkan keuntungan dari usaha KDMP untuk membangun di lingkungan desa masing-masing.

“Euweuh anu bisa di jero beuteung, nu penting urang daek ikhtiar, daek diajar, kudu bodo alewoh. Ulah bodo katotoloyo. Teu ngarti, api-api ngarti,” ucapnya dalam bahasa Sunda.

Kang DS berharap pengurus KDMP ada yang paham tentang IT (Informasi dan Teknologi), dan paham mengurus keuangan.

“Saya ingin masyarakat sejahtera. Jika KDMP berjalan, saya yakin angka pengangguran bakal menurun. Masyarakat bakal sejahtera. Dengan adanya KDMP bisa sukses untuk pembangunan di desa masing-masing,” katanya.**

Yans

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.