Pemuda Lira Riau Audensi Dengan KEJATI RIAU Siap Bersinergi Memberantas Korupsi di Riau.

YUTELNEWS.com | Pekanbaru – Dewan Pimpinan Wilayah Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Provinsi Riau Audensi dengan Kejati Riau, Audensi yang awalnya di jadwalkan Dengan Kepala kejati Riau Bapak Dr. Sutikno,SH,MH  akhirnya di wakili oleh Asintel Kejati Riau Sapta Putra, SH,M.hum dan Kasi Penkum Kejati Riau Zikrullah SH,MH.
(Rabu,4 /2/2026).

Pengurus Pemuda Lira Riau yang hadir Daniel Saragi,SH Ketua DPW Pemuda Lira, Ketua Bidang Hukum Sapala Sibarani,SH, Humas Pemuda Lira Rial Akbar dan Jhonson Tampubolon anggota Pemuda Lira Riau.

Pertemuan ini bertujuan Membangun komunikasi yang baik antar Pengurus Pemuda Lira Riau dengan Institusi kejaksaan tinggi Riau, agar kedepannya  bisa Berkaloborasi dalam Membangun Provinsi Riau.

Daniel Saragi SH Ketua DPW Pemuda Lira Riau mengatakan siap mengawal dan bekerja sama dengan kejaksaan Tinggi Riau dalam mengawal Kasus Korupsi di Riau, Karena Pemuda Lira adalah Organisasi LSO LSM Lira yang berkomitmen mengawal Pemberantasan Korupsi khusus nya di Riau ujar Daniel

Pemuda Lira Riau siap mengawasi kinerja kejaksaan Tinggi Riau sebagai kontrol sosial untuk penegakan hukum di Riau Dengan kepemimpinan Bapak Dr. Sutikno SH,MH Semoga kedepan penegakan hukum di Riau semakin baik kedepannya
selanjutnya di tambahkan Ketua Bidang Hukum Pemuda Lira Riau Sapala Sibarani , SH menyampaikan siap untuk mendorong serta mendukung Kejati Riau terutama kegiatan preventif sekaligus memberikan dukungan agar pihak Kejati Riau tetap semangat melakukan tindakan represif terhadap pelaku kejahatan di Riau khususnya tindak pidana korupsi.
Demi penegakan hukum yang positif dalam hal penegakan tindak pidana Korupsi diminta kolaborasi yang serius antara Kejati Riau dengan Pemuda Lira Riau.

SUMBER PEMUDA LIRA RIAU

Santunan Anak Yatim, Wujud Kepedulian Sosial Pemerintah Desa Pawenang

YUTELNEWS.com – Pawenang ,Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti kegiatan sosial yang digelar Pemerintah Desa Pawenang melalui program santunan anak yatim dan yatim piatu yang berlangsung di Aula Desa Pawenang, Mencrang, Jumat (30/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, puluhan anak yatim dan yatim piatu mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA/sederajat yang berada di wilayah Desa Pawenang menerima santunan.

Program ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Desa Pawenang dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Kepala Desa Pawenang, Hilman Nulhakim, menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini tidak sekadar penyaluran bantuan, melainkan juga menjadi sarana menghadirkan semangat, harapan, dan motivasi bagi anak-anak agar tetap optimis menatap masa depan.

“Kami ingin anak-anak merasa diperhatikan dan tidak sendiri. Semoga santunan ini dapat memberikan kebahagiaan serta menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” ujar Hilman Nulhakim.

Selain penyerahan santunan, kegiatan ini juga menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Suasana kebersamaan terasa hangat, mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang terus dijaga di Desa Pawenang.

Pemerintah Desa Pawenang berharap kegiatan sosial ini dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi semua pihak, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama.

Reporter: Mirna
(Kabiro Sukabumi)

Kebakaran Menyerang satu Unit Rumah Dinas Camat Bawalato Kabupaten Nias

YUTELNEWS.com | Kabupaten Nias, satu unit rumah dinas yang berada di kompleks Kantor Camat Bawalato, Kabupaten Nias, terkena kebakaran pada pukul 14:50 WIB. Api dengan cepat melalap bagian atap bangunan , namun berkat kerja sama petugas pemadam kebakaran dan warga sekitar, api berhasil dipadamkan. (29/1/2026)

Camat Bawolato, Firyusuf Hulu, S.E., dalam keterangannya menjelaskan bahwa api pertama kali diketahui muncul dari bagian atap rumah dinas yang disertai kepulan asap tebal.

Melihat kejadian tersebut, pegawai Kantor Camat Bawolato, personel Polsek Bawolato, serta masyarakat sekitar segera mendatangi lokasi dan berupaya melakukan pemadaman awal dengan peralatan seadanya, sambil melaporkan kejadian itu kepada pihak Pemadam Kebakaran.

Menindaklanjuti laporan tersebut, dua unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nias dikerahkan ke lokasi kejadian.

Operasi pemadaman langsung dipimpin oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Nias, Joni Harefa, S.E.,

Setibanya di tempat kejadian, petugas langsung melakukan penyemprotan air ke titik api, khususnya pada bagian atap dan plafon bangunan yang terbakar.

“Dugaan sementara kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik. Saat ini api sudah berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman,” ujar Firyusuf Hulu.

Berkat kesigapan petugas serta bantuan seluruh unsur di lapangan, api tidak sempat merambat ke bangunan lain.

Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun, sebagian bangunan rumah dinas mengalami kerusakan.

Sementara itu, kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait

(Y,z)

Petugas PLN Merespon Cepat Perbaiki Kabel Listrik Jatuh di Desa Sogae’adu 

YUTELNEWS.com | KABUPATEN NIAS – Antusiasme petugas PLN terlihat saat langsung mengapit laporan dari warga masyarakat Desa Sogae’adu untuk memperbaiki kabel listrik yang telah lama jatuh. Kegiatan perbaikan dilakukan khususnya di jalur Perumnas Dusun 3. Selasa 27 Januari 2026

Salah seorang warga, Yarman Zendrato, mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada pihak PLN atas respon cepat dalam menangani keluhan masyarakat desa.

Turut hadir dalam kegiatan perbaikan dari pihak PLN Simatupan adalah Faef telaumbanua. Petugas PLN menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Sogae’adu yang telah melaporkan kondisi kabel tersebut. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada Yarman Zendrato yang telah membantu membersihkan pohon-pohon yang menimpa kabel listrik.

“Kami mengharapkan kerjasama yang terus terjalin ke depannya. Apabila ada gangguan listrik lainnya, mohon segera laporkan kepada kami agar dapat ditangani secepat mungkin,” ujar perwakilan petugas PLN.

 

(Y,z)

Salah Seorang Warga Desa Sogae’adu Kabupaten Nias Kecewa Kabel Listrik Yang Udah Lama Jatuh Ketanah Belum di Tangani PLN

YUTELNEWS.com | Kabupaten Nias – Warga Desa Sogae’adu mengungkapkan rasa kecewa terhadap pihak PLN karena kabel listrik yang jatuh ke tanah di jalan Perumnas Dusun 3 belum mendapatkan penanganan. Kondisi ini telah berlangsung cukup lama dan menjadi kekhawatiran bagi masyarakat. Jumat 23 Januari 2026

Yarman Zendrato, salah satu warga desa, menyampaikan kepada awak media bahwa kabel listrik tersebut tidak hanya jatuh, namun juga tertimpa pohon dan sebagian kulit kabelnya sudah terkupas. Menurutnya, kasus ini telah dilaporkan beberapa kali kepada petugas PLN, namun hingga saat ini belum ada tindakan yang dilakukan.

“Kami khawatir kalau tidak ada penanganan cepat, anak-anak sekolah yang setiap hari melintas di jalan tersebut akan berisiko. Kami meminta kepada pihak PLN agar segera menangani masalah ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Yarman.

Masyarakat berharap pihak PLN dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kabel listrik yang rusak dan menjaga keamanan jalan raya serta keselamatan warga.

(Y,z)

Salah Seorang Masyarakat Kabupaten Nias Kecewa Minta Tindakan terhadap Pengelolaan Aset Desa dan Audit yang Maksimal

YUTELNEWS.com | Kabupaten Nias-Salah seorang Masyarakat Kabupaten Nias menyampaikan rasa kecewa dan kekesalan terkait informasi bahwa tidak ada kepala desa yang terbukti melakukan korupsi di wilayah Kabupaten Nias. 22 Januari 2026

Seorang masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya dan menanyakan mengapa pemerintah kabupaten, Dinas Pendapatan Daerah (inspektorat), serta camat setempat belum melakukan audit secara menyeluruh terhadap setiap desa di Kabupaten Nias.

Selain itu dia mengatakan, banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi aset negara yang dianggap telantar di desa-desa, khususnya di Kabupaten Nias. Salah satunya adalah mobil BUMDES yang tidak beroperasi dan banyak ditemukan terparkir di pinggir jalan atau area parkiran lainnya. Kondisi ini membuat masyarakat merasa uang negara di sia-siakan tanpa memberikan manfaat yang seharusnya diperoleh oleh desa dan warganya.

Dia juga mengajukan pertanyaan tegas. mengapa pihak pemerintah kabupaten Nias maupun camat setempat belum mengambil tindakan konkret untuk menangani permasalahan pengelolaan aset desa dan melakukan audit yang komprehensif untuk memastikan transparansi serta akuntabilitas pengelolaan keuangan dan aset di setiap desa. Ujarnya

(Y,z)

Pemerintah Kecamatan Bunguran Barat Laksanakan Sosialisasi dan Pemantauan Sampah di Sekolah-Sekolah Sedanau

YUTELNEWS.com ||
Sedanau, Bunguran Barat, Kabupaten Natuna – Senin (19/1/2026)
Pemerintah Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pemantauan kebersihan lingkungan terkait pengelolaan sampah di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Sedanau, mulai dari tingkat SD hingga SLTA.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, sebagai tindak lanjut atas instruksi Bupati Natuna yang ditujukan kepada seluruh kecamatan di Kabupaten Natuna untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya penanganan sampah.

Pelaksanaan kegiatan tersebut juga berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT) Pemerintah Kabupaten Natuna, Kecamatan Bunguran Barat, Nomor: 01/14/XII/BB/TRANTIB/2025, yang mengacu pada PP Nomor 16 Tahun 2018 serta Permendagri Nomor 26 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Bunguran Barat, Fikria Asnania, S.Pd.SD, dengan didampingi personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dipimpin oleh Danru Sardi Nasmita, bersama sejumlah anggota sebagaimana tercantum dalam SPT.

Saat awak media meliput kegiatan tersebut, salah satu sekolah yang dikunjungi adalah SMK Negeri 1 Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, yang berlokasi di Jalan Panglima Hujan. Kunjungan dilakukan pada Senin (19/2/2026) sekitar pukul 09.10 WIB. Rombongan Kasi Trantib Kecamatan Bunguran Barat bersama Satpol PP menemui Kepala SMK Negeri 1 Sedanau, Kasyifal Ghammi Thaib, dalam rangka sosialisasi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.

Pihak SMK Negeri 1 Sedanau menyambut kegiatan tersebut dengan baik. Dalam perbincangan tersebut, Kasyifal Ghammi Thaib turut menyampaikan pentingnya kegiatan pencegahan penyakit masyarakat (pekat), khususnya dalam menjaga agar siswa-siswi tetap terarah dalam pergaulan, terutama pada malam hari.

Kasi Trantib Kecamatan Bunguran Barat, Fikria Asnania, mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi dan pemantauan sampah ini telah dilaksanakan untuk yang kedua kalinya, sebagai bentuk konsistensi pemerintah kecamatan dalam menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Ia menegaskan bahwa sosialisasi dan penertiban sampah tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, namun juga akan diperluas ke kawasan permukiman warga sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan secara menyeluruh.

Menutup kegiatan tersebut, Fikria Asnania berharap kerja sama antara Pemerintah Kecamatan Bunguran Barat dan pihak sekolah dapat terus terjalin dengan baik demi mewujudkan lingkungan yang bersih, tertib, dan kondusif secara berkelanjutan.

Red:Darmansyah Kabiro Natuna Yutelnews.com

Inovasi Pertanian Metode TIPAK Jadi Terobosan Baru Pertanian Desa

Kab. Bandung – YUTELNEWS com||Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Ahmad Riza Patria melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung pengembangan inovasi pertanian metode TIPAK, sebuah sistem tanam padi yang memungkinkan satu kali tanam menghasilkan empat kali panen dalam satu tahun,wilayah desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, pada rabu (07/01/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT Thara Jaya Niaga, Diyan Angraeni, yang selama ini konsisten mengembangkan metode tersebut di berbagai daerah.

Ahmad Riza Patria menjelaskan bahwa inovasi TIPAK lahir melalui proses riset panjang dan pendampingan akademis, melibatkan para profesor dari Universitas Gadjah Mada serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Ia menilai metode ini memiliki keunggulan nyata dibandingkan sistem tanam padi konvensional, terutama dari sisi produktivitas dan efisiensi.

“Hasil di lapangan menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan,” katanya.

Ia berharap ke depan program TIPAK dapat dikelola bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh Indonesia. Dengan dukungan benih dan pupuk yang telah disiapkan secara terintegrasi, petani cukup melakukan satu kali tanam untuk memperoleh panen hingga empat kali dalam setahun.

Skema tersebut dinilai mampu menekan biaya sekaligus meningkatkan hasil usaha tani.

Lebih jauh, Ahmad Riza Patria menekankan pentingnya peran BUMDes dalam tata kelola pertanian desa. Melalui sistem manajemen yang baik dan mekanisme bagi hasil yang adil, petani tidak lagi bergantung pada tengkulak.

“Keuntungan akan lebih besar dan berkelanjutan, baik bagi petani maupun desa,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan metode TIPAK sejalan dengan arah kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun ekonomi dari desa untuk mendorong pemerataan dan pengentasan kemiskinan. Selain itu, inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional.

“Insyaallah, jika diterapkan luas, kesejahteraan petani akan meningkat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Thara Jaya Niaga Diyan Angraeni menuturkan bahwa TIPAK merupakan hasil kerja berkelanjutan selama lima tahun terakhir. Hingga kini, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan 11 universitas di Indonesia. Program tersebut telah berjalan di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Bandung, Banyumas, Cirebon, dan Yogyakarta, serta mulai dikembangkan di luar Pulau Jawa.

“Kami optimistis TIPAK siap didorong menjadi program berskala nasional,” ujarnya. ***

 

Yans.

Aksi Nyata, Pemdes Cibeurem Madep Gelar Berkolaborasi Penanaman Seribu Pohon di Kaki Gunung , Kepedulian Bikin Lingkungan Asri.

Kab. Bandung – YUTELNEWS com|| Dalam rangka memperkuat upaya pelestarian lingkungan dan mencegah potensi bencana alam di wilayah Desa Cibeurem, Pemdes Cibeurem Kabupaten Bandung, berkolaborasi menggelar aksi nyata penanaman seribu pohon di lahan kritis di Kaki Gunung wilayah,
Desa Cibeurem, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Pada selasa 06/01/2025.

Kegiatan tersebut yang diisi oleh Kepala Desa Cibeurem, Muspika, Forum Pencinta Alam Kab.Bandung, DLH, Ferum Jasa Tirta,Babinsa, Bhabinkamtibmas,ratusan warga lokal, dan tokoh masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kelestarian ekosistem dan kesejahteraan warga.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Desa Atep Syarif Hidayat, yang menyampaikan bahwa aksi nyata penanaman pohon merupakan wujud komitmen Pemdes Cibeurem terhadap program dalam menjaga lingkungan. “Kita sadar betapa pentingnya pohon bagi kehidupan kita. Selain menyediakan oksigen, pohon juga berperan sebagai penyerap air hujan, mencegah longsor, dan menyejukkan udara. Oleh karena itu, Pemdes Cibeurem ini ingin memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan ini,” ujarnya kades Atep dalam penyampaian ke awak media

Selain itu, Kades Atep Ahmad juga mengajak seluruh warga untuk terlibat aktif dalam pemeliharaan pohon yang telah ditanam. “Penanaman pohon bukan hanya sekadar ritual, tapi juga harus diikuti dengan perawatan yang baik. Kita harap warga sekitar dapat membantu menjaga pohon-pohon ini agar tumbuh dengan sehat dan memberikan manfaat maksimal,” tambahnya.

Pada kegiatan tersebut, sebanyak seribu bibit pohon berbagai jenis ditanam, antara lain pohon kayu manis, jabon,Nangka, beringin,sirsak,Jenis pohon yang dipilih disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan masyarakat, sehingga selain berfungsi sebagai pelindung lingkungan, juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga di masa depan.

Proses penanaman diikuti dengan antusias oleh semua peserta. Mereka bekerja sama membuka lubang, menanam bibit, menimbun tanah, dan menyiram air. Beberapa peserta juga membawa alat bantu sendiri, seperti cangkul dan ember, untuk mempercepat proses penanaman.

Selain penanaman pohon, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi tentang pentingnya pelestarian lingkungan yang disampaikan oleh Kades Atep . ” Kades Atep pun menjelaskan tentang dampak kerusakan lingkungan terhadap kehidupan manusia dan langkah – langkah yang dapat diambil untuk mencegahnya. Peserta juga diajarkan cara merawat pohon dengan benar, sehingga pohon dapat tumbuh dengan sehat.

Sekcam Kertasari, yang juga turut berpartisipasi dalam kegiatan, menyampaikan terima kasih kepada pemdes Cibeurem dan beberapa elemen atas inisiatifnya. “Kami sangat senang dan berterima kasih atas aksi penanaman pohon yang dilakukan oleh pemdes di lahan di kaki Gunung wilayah desa cibeurem, memang sebagian besar merupakan lahan kritis yang membutuhkan perhatian khusus. Dengan penanaman pohon ini, diharapkan dapat mengurangi potensi bencana dan meningkatkan kualitas lingkungan di desa kami,” ujarnya.

Warga lokal juga menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan ini. Siti, seorang warga Desa cibeurem, mengatakan bahwa dia senang melihat banyak orang yang terlibat dalam penanaman pohon. “Kita harap pohon-pohon ini tumbuh dengan cepat dan dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Selain itu, kegiatan ini juga membuat kita lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan,” katanya.

Kegiatan penanaman pohon ini diharapkan dapat menjadi awal dari serangkaian upaya pelestarian lingkungan yang akan dilakukan oleh pemdes di wilayah lain. ” Kades Atep Ahmad , menyampaikan bahwa pemdes cibeurem akan terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara, terutama dalam bidang lingkungan. “Kita akan terus melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk pelestarian lingkungan. Semoga dengan adanya upaya ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan sejahtera untuk generasi mendatang,” pungkasnya.

 

 

Yans.

Siraman Rohani Pemkab Bandung, Kang DS ,Tekankan Penting nya ASN Harus Seimbang Kesehatan Spiritual dan Materi

KAB. BANDUNG – YUTELNEWS com|| Bupati Bandung, Dr HM Dadang Supriatna berdoa agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bandung selalu dalam keadaan sehat secara spiritual dan sehat secara materi di tahun 2026. Menurutnya, jika kedua hal tersebut terjaga, maka pelayanan kepada masyarakat akan semakin maksimal.

Hal itu disampaikan Bupati saat memberikan sambutan dalam kegiatan Siraman Rohani di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung yang digelar di Gedung Mohammad Toha, Soreang, Selasa (06/01/2026) pagi, di hadapan ratusan ASN dan kepala perangkat daerah.

Penceramah dalam kegiatan Siraman Rohani tersebut adalah pimpinan Pondok Pesantren Asyifa, Sumedang, Jawa Barat.

“ASN di Kabupaten Bandung berjumlah sekitar 19 ribu orang. Jika mereka sehat secara spiritual dan sehat secara materi, maka pelayanan kepada masyarakat akan maksimal. Pagi ini saya mengajak pak kiyai untuk mendoakan agar ASN Kabupaten Bandung senantiasa sehat secara spiritual dan sehat secara materi,” ujar Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS.

Kang DS juga menegaskan, salah satu upaya meningkatkan spiritualitas di lingkungan ASN Kabupaten Bandung adalah melalui program pesantren kilat. Dalam waktu dekat, ASN di lingkungan eselon dua dan tiga akan diberangkatkan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Bagi ASN di lingkungan eselon dua dan tiga, dalam waktu dekat akan diberangkatkan untuk mengikuti pesantren kilat,” kata Kang DS.

 

Yans.

Kang DS Sidak Awal Tahun Dinas Pendidikan, Tegaskan Budaya Disiplin, ASN Kunci Peningkatan Mutu Sekolah

KAB. BANDUNG — Bupati Bandung,Dr HM Dadang Supriatna (Kang DS) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. pada Senin (05/01/2026). Sidak tersebut dilakukan sebagai langkah awal tahun kerja untuk memastikan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN), khususnya di lingkungan Dinas Pendidikan.

Dalam kesempatan itu, Kang DS menegaskan bahwa disiplin kerja merupakan fondasi utama dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan. Selain menyoroti kedisiplinan, Kang DS juga melakukan peninjauan terhadap mutu kurikulum serta mengevaluasi kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga pengajar sebagai unsur penting dalam sistem pembelajaran.

“Disiplin itu bukan hanya soal hadir tepat waktu, tapi juga tentang tanggung jawab, komitmen, dan keteladanan. Kalau aparatur dan pendidik sudah disiplin, maka kualitas pendidikan pasti akan meningkat,” tegas Kang DS.

Kang DS menekankan pentingnya peran kepala sekolah dan guru sebagai teladan di lingkungan pendidikan. Ia mengingatkan agar para pendidik hadir lebih awal sebelum siswa datang ke sekolah. Menurutnya, hal tersebut bukan hanya berkaitan dengan disiplin, tetapi juga bertujuan membangun hubungan emosional yang positif antara guru dan peserta didik.

“Guru dan kepala sekolah harus menjadi contoh. Datang lebih awal, menyambut siswa dengan ramah, memberi rasa aman dan nyaman sejak mereka melangkah ke sekolah,” ujarnya.

Salah satu upaya sederhana namun bermakna yang ditekankan Kang DS adalah membiasakan guru menyambut siswa dengan salaman sebelum memasuki kelas. Pendekatan humanis tersebut diyakini mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.

“Hal kecil seperti menyambut siswa dan bersalaman bisa membangun ikatan emosional yang kuat. Ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat,” kata Kang DS.

Lebih lanjut, Kang DS menyampaikan bahwa suasana sekolah yang hangat dan penuh perhatian juga menjadi langkah preventif dalam meminimalisasi kasus perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang sehat, bebas dari rasa takut, dan penuh dengan nilai-nilai saling menghargai.

Dalam sidak tersebut, Kang DS juga berdialog langsung dengan jajaran Dinas Pendidikan untuk menyerap berbagai masukan terkait tantangan penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Bandung, mulai dari pemerataan kualitas guru, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga penguatan manajemen sekolah agar lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Kang DS menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan sektor pendidikan secara berkelanjutan, baik melalui peningkatan kualitas SDM, pembaruan sistem pembelajaran, maupun penguatan karakter peserta didik sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Melalui sidak ini, Kang DS berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Bandung terus meningkat seiring dengan penguatan disiplin, profesionalisme, inovasi, serta keteladanan seluruh insan pendidikan demi mewujudkan generasi Bandung yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

 

Yans.

Sekolah SDN 05 Kota Payakumbuh Laksanakan Pagi Ceria Dengan Upacara Bendera Hari Pertama Masuk Sekolah

KOTA PAYAKUMBUH, YUTELNEWS.COM —Pada hari pertama masuk sekolah semester genap 2026, Kepala Sekolah SDN 05 Yulianti di Payakumbuh melaksanakan Upacara bendara instruksi dari Kemendiknas.

Kegiatan Pagi Ceria dan Upacara Bendera dimulai pada pukul 07’00 wib waktu setempat pada, Senin (05/01/2026).

Kemendiknas melalui Kemendikbud kota payakumbuh memerintahkan setiap kepala sekolah agar Pagi Ceria dan Upacara Bendera dilaksanakan secara serentak di seluruh sekolah untuk jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan menengah.

Yulianti menyampaikan,” Kegiatan mencakup senam, upacara bendera, doa berdasarkan agama, dan menyanyikan lagu “Hari Baru” untuk membangun semangat kebersamaan,” kata Yulianti.

Selanjutnya Materi pendukung serta Surat Edaran terkait dapat diakses melalui laman resmi Kemendikdasmen. Kegiatan diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat, kemudian dilanjutkan dengan Upacara Bendera dan doa, ditutup dengan menyanyikan lagu “Hari Baru”.

Yulianti menegaskan,” pentingnya semangat dan cita-cita untuk anak-anak dalam memasuki semester kedua. Ia juga menyampaikan pesan untuk saling menghormati antara siswa dan guru sebagai kunci keberhasilan,” tegasnya.

Dengan demikian Yulianti juga mengucapkan,” Materi senam dan lagu “Hari Baru” tersedia secara online untuk mendukung pelaksanaan kegiatan,” ucapnya .

Yulianti mengatakan,” Hari pertama masuk sekolah di 2026 dimulai dengan kegiatan yang meriah dan penuh semangat, untuk menumbuhkan rasa optimisme di antara siswa dan guru,” ujar Yulianti.

(MD)

TPST TKK Desa Pangauban Resmi Beroperasi ,Siap Kelola 5 Ton Sampah Perhari

Kab.Bandung – Pemerintah kabupaten Bandung Melalui Pemerintah Kecamatan Katapang meresmikan pendirian Tempat Pengolahan Sampah InceneratorTerpadu di TKK (Taman Kopo Katapang) Desa Pangauban

Dengan peresmian itu diharapkan Desa Pangauban Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung bisa menjadi percontohan desa – desa pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung Jawa Barat

Camat Katapang Rahmat Hidayat mengapresiasi inovasi warga Desa Pangauban yang berhasil mengubah persoalan sampah menjadi sebuah peluang. Ia mengungkapkan, langkah yang dilakukan Desa Pangauban menjadi contoh pengelolaan sampah di tingkat kabupaten Bandung. pada Senin (05/01/2026)

“Kalau semua desa melakukan hal yang sama, sampah tidak akan jadi beban besar di TPA. Kita tahu anggaran sampah terbatas, jadi desa harus kreatif dan mandiri, seperti desa Pangauban” katanya.

Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk menjadikan Desa Pangauban sebagai model percontohan, serta mendorong desa dan kecamatan lain belajar langsung ke desa tersebut.

Menurut Camat Katapang Rahmat Hidayat TPST bukan hanya bisa menjaga kebersihan, melainkan juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat

Camat Katapang Rahmat Hidayat mengucapkan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkolaborasi bersama sehingga TPST Teknologi Incenerator desa Pangauban dapat terwujud dan mulai beroperasi pada hari ini. Keberadaan TPST inscurator ini akan memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung”katanya

Menurutnya, upaya tersebut sebagai wujud komitmen Pemkab dalam upaya pengelolaan sampah mandiri sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sesuai filosofi BEDAS Bangkit Edukatif Dinamis,Agamis dan Sejahtera Sehingga penanganan sampah harus dikelola bersama dengan serius, supaya lingkungan yang lestari dapat diwariskan kepada anak cucu dan meningkatkan nilai ekonomi serta potensi strategis lainnya jika dikelola dengan baik.

“Kehadiran TPST Incenerator di Desa Pangauban adalah sebuah langkah penting dalam upaya kita mengatasi permasalahan sampah yang semakin kompleks di Kabupaten Bandung Dengan beroperasinya TPST ini, kita berharap pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung lebih efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Permasalahan sampah adalah tantangan besar yang harus di hadapi bersama. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan pesatnya pertumbuhan ekonomi, volume sampah di Kabupaten Bandung terus meningkat. Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan, kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

.Sementara Kepala Desa Pangauban Enep Rusna Sutiadi mengatakan, program pengelolaan sampah ini sampai sekarang di resmikan proses perjalanan panjang selama 2 tahun. Dalam prosesnya, warga dilibatkan langsung.

Menurut Enep keberhasilan program ini adalah kemauan dan partisipasi warga dan menjadi model percontohan pengelolaan sampah di tingkat desa. yang Alhamdulillah per hari bisa sampai 5 ton untuk pembakaran sampah’ Maka dari itu, ia mengapresiasi peran aktif masyarakat yang menginisiasi pengelolaan sampah secara mandiri, tanpa menunggu program dari kabupaten.

“Kami berharap, desa-desa mampu mengalokasikan anggaran untuk mengelola sampah di tingkatnya masing-masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan, langkah ini menjadi hal yang penting untuk dilakukan, mengingat pertumbuhan industri di wilayah Katapang juga kian meningkat. kehadiran TPST Inscurator di Desa Pangauban memberi semangat bagi desa lain untuk memprioritaskan pengelolaan sampah di daerahnya masing-masing.
“Desa Pangauban bisa jadi role model untuk seluruh Kabupaten Bandung,” tegasnya.

 

Yans

Anggota DPRD Kabupaten Bandung Dadang Hemayana S.I.P, Hadiri Pernikahan Warga, Doakan Kebaikan Semangatkan Sinergi.

Kab.Bandung – YUTELNEWS com|| Suasana penuh kehangatan dan keceriaan memenuhi lokasi pernikahan salah satu warga Banjaran, Kabupaten Bandung, yang berlangsung pada hari Senin pagi hingga sore ini. Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah kehadiran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung H Dadang Hemayana S.I.P beserta istri dan Camat Banjaran Kasta Wiguna yang turut meramaikan acara penting dalam hidup pasangan muda tersebut.

Anggota DPRD Dadang Hemayana S.I.P , datang sebagai tamu undangan, tetapi juga sebagai perwakilan yang membawa harapan dan dukungan dari lembaga perwakilan rakyat kepada masyarakat. Mereka tiba di lokasi acara sekitar pukul 12.30 WIB, disambut dengan senyum hangat oleh keluarga kedua mempelai.pada senin 05/01/2026.

Setelah prosesi upacara pernikahan yang dilaksanakan sesuai dengan adat dan agama yang dianut pasangan berlangsung dengan khidmat, anggota DPRD mengambil kesempatan untuk menyampaikan ucapan selamat secara langsung kepada mempelai pria dan wanita.

Anggota DPRD H Dadang Hemayana,pun menyampaikan bahwa pernikahan bukan hanya momen kebahagiaan pribadi bagi pasangan, tetapi juga merupakan langkah penting dalam membangun pondasi keluarga yang kuat – salah satu pilar utama kemajuan masyarakat dan daerah.

“Kita melihat bahwa setiap pernikahan adalah sebuah cerita baru, sebuah keluarga yang nantinya akan menjadi bagian dari tulang punggung pembangunan Kabupaten Bandung. Kami berharap pasangan ini dapat menjalani hidup bersama dengan penuh kasih, saling menghargai, dan selalu menjaga keharmonisan dalam rumah tangga,” ucap anggota DPRD H Dadang.

Selain ucapan selamat, mereka juga menyampaikan bahwa lembaga DPRD Kabupaten Bandung selalu berkomitmen untuk mendengar suara masyarakat dan mengupayakan program-program yang bermanfaat bagi kesejahteraan warga, termasuk dalam hal pembinaan keluarga . Mereka mengajak keluarga besar mempelai dan tamu undangan untuk terus mendukung program-program pembangunan daerah dan menjaga persatuan serta kesatuan antarwarga.

Keluarga besar mempelai dan tamu yang menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran anggota DPRD, yang mereka anggap sebagai bentuk kedekatan lembaga negara dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Lebih lanjut ,Keluarga dan kedua mempelai, Witarya dan Imas Dini Maryani ,yang merupakan warga tetap di Kecamatan Banjaran , mengungkapkan rasa bangga dan bahagia karena acara pernikahan bisa dihadiri oleh perwakilan rakyat daerah serta bapak Camat Banjaran. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak anggota DPRD,Bapak Camat Banjaran, Kehadiran beliau-beliau bukan hanya membuat acara ini lebih berarti, tetapi juga memberikan semangat bagi kami untuk terus berkontribusi positif bagi daerah,” ucap kedua mempelai.

Pada akhir acara, anggota DPRD Dadang Hemayana beserta Istri, serta Camat Banjaran Kasta Wiguna dan kedua mempelai, berfoto bersama sebagai kenang-kenangan. Mereka juga menyampaikan doa terakhir agar pasangan selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam setiap langkah hidupnya. Sebelum pulang, mereka berjanji akan terus mengawasi perkembangan masyarakat di wilayah tersebut.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa hubungan antara lembaga perwakilan rakyat dengan masyarakat tidak hanya terbentuk melalui rapat dan program pembangunan, tetapi juga melalui partisipasi dalam momen-momen penting kehidupan warga, yang memperkuat ikatan emosional dan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakatnya,”tukasnya.

 

Yans.

 

Yans.

Pemdes Cangkuang Wetan Dorong Kolaborasi Pentahelix, Gebyarkan Semangat Gotong Royong Bersihkan Lingkungan sebagai Benteng Pertama Cegah Banjir

Bandung – YUTELNEWS com|| Merespons potensi ancaman banjir yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat saat musim hujan tiba, Pemerintah Desa (Pemdes) Cangkuang Wetan mengambil langkah konkret dengan menggerakkan seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan pentahelix. Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan yang digelar pada hari Minggu ini tidak hanya menjadi aksi pembersihan fisik, melainkan juga sebagai upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kelestarian alam untuk keberlangsungan hidup generasi mendatang.pada minggu 04/01/2025.

Dalam konsep pentahelix yang diterapkan desa cangkuangwetan ini, kolaborasi dibangun melalui Konsep yang kerap digunakan dalam pembangunan berkelanjutan ini diadaptasi oleh Pemdes Cangkuang Wetan untuk menangani permasalahan lingkungan dan risiko bencana yang sering menghantui wilayah mereka.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini diikuti oleh pemerintah desa, Karang taruna,warga, lebih dari ratusan peserta yang berasal dari berbagai kalangan – mulai dari anak anak,ibu-ibu,bapak2 hingga lansia yang masih memiliki semangat gotong royong tinggi. Lokasi pembersihan difokuskan pada titik krusial yang menjadi pemicu terjadinya genangan dan banjir, yaitu saluran air utama yang menghubungkan kawasan pemukiman dengan Sungai Citarum hilir, parit pengaliran air hujan, serta yang sering menjadi tempat penumpukan sampah.

Kepala Desa Cangkuang Wetan, Bapak Asep Kusmiadi S.IP, menjelaskan bahwa ide untuk menggerakkan program pentahelix ini muncul setelah melihat bahwa upaya pembersihan lingkungan yang hanya dilakukan oleh pihak pemerintah desa saja tidak memberikan hasil yang maksimal. “Kita sadar bahwa permasalahan lingkungan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Sejak awal tahun lalu, kami mulai melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk membangun sinergi yang kuat membantu kami melakukan survei dan analisis tentang pola aliran air serta titik-titik rawan banjir di desa,” ujarnya saat memberikan arahan pada awal kegiatan.

“Kami melihat bahwa jika banjir terjadi, tidak hanya masyarakat yang dirugikan, tetapi juga usaha kami akan terpengaruh. Oleh karena itu, kami dengan senang hati mendukung program ini, untuk ikut serta dalam gotong royong.

Tidak berhenti hanya pada kegiatan satu hari saja, Pemdes Cangkuang Wetan juga telah merencanakan program berkelanjutan dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah banjir. Rencana tersebut meliputi pembentukan kelompok penjaga lingkungan di setiap RT, penyelenggaraan pelatihan pengelolaan sampah secara berkala, serta kerja sama berkelanjutan dengan semua pihak dalam konsep pentahelix untuk melakukan pemantauan kondisi lingkungan secara rutin.

Kades Asep Kusmiadi ,pun menambahkan bahwa langkah selanjutnya adalah melakukan evaluasi bersama seluruh pihak yang terlibat untuk melihat efektivitas program ini dan mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki. “Kita berharap bahwa program pentahelix ini tidak hanya menjadi acara satu kali, tetapi bisa menjadi budaya baru bagi masyarakat Cangkuang Wetan. Kita ingin menciptakan desa yang bersih, sehat, dan aman dari bencana, serta menjadi contoh bagi desa-desa lain di sekitar kita,” tutupnya dengan penuh semangat.

Pada akhir kegiatan, seluruh peserta berkumpul untuk berfoto bersama dan berbagi cerita tentang pengalaman mereka selama mengikuti gotong royong. Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan terasa sangat kental di antara mereka, menjadi bukti bahwa kolaborasi yang kuat antar berbagai elemen masyarakat mampu menghasilkan perubahan yang nyata dan berdampak positif bagi kehidupan bersama,”tukasnya.

 

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.