Prestasi Gemilang! Alumni MAN 2 Banyuwangi Sukses Dapatkan Beasiswa Unggulan

YUTELNEWS.com | BANYUWANGI – Dua alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyuwangi berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan meraih beasiswa penuh di Universitas Negeri Malang (UM). Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi mereka pribadi, tetapi juga menjadi bukti kualitas pendidikan yang diberikan MAN 2 Banyuwangi dalam mencetak generasi berprestasi.

Fito Uky Syahrul Ramadan, seorang alumni yang lulus pada tahun 2024, berhasil mendapatkan “Beasiswa Golden Tiket Mandiri Prestasi” dari UM. Beasiswa ini memberikan fasilitas penuh berupa pembebasan biaya kuliah (SPP) hingga ia menyelesaikan studi di “Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat”. Fito, yang juga merupakan alumni dari Ma’had Al-Qosimy, dikenal sebagai siswa yang tekun dan berprestasi selama di madrasah.

Sementara itu, Ahmada Rahman Habibi, alumni yang lulus pada tahun 2023, diterima di “Jurusan Pendidikan Akuntansi” dengan meraih “Beasiswa Unggulan Kemendikbud. Beasiswa ini tidak hanya mencakup pembebasan biaya kuliah (SPP) hingga lulus, tetapi juga memberikan tunjangan uang makan setiap bulan. Prestasi Ahmada ini tidak terlepas dari semangatnya dalam belajar dan dukungan penuh dari MAN 2 Banyuwangi.

Kepala MAN 2 Banyuwangi, Drs. H. Saeroji, M.Ag., menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang diraih oleh kedua alumni tersebut.

“Prestasi yang diraih Fito dan Ahmada adalah hasil kerja keras mereka, bimbingan para guru, dan dukungan dari lingkungan madrasah. Kami di MAN 2 Banyuwangi berkomitmen untuk terus mendorong siswa-siswi kami agar mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk meraih prestasi serupa,” ujarnya.

Lebih lanjut, H. Saeroji juga menambahkan bahwa madrasah memiliki program pembinaan khusus untuk membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi, termasuk beasiswa.

“Kami rutin mengadakan pelatihan, tryout, dan bimbingan intensif. Dengan adanya program ini, kami berharap semakin banyak siswa MAN 2 Banyuwangi yang bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik di Indonesia dengan dukungan beasiswa,” tambahnya.

Prestasi kedua alumni ini sekaligus menjadi bukti bahwa MAN 2 Banyuwangi tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga mampu bersaing dalam pendidikan umum. Dengan keberhasilan Fito dan Ahmada, MAN 2 Banyuwangi semakin memantapkan dirinya sebagai salah satu madrasah unggulan di Banyuwangi dan sekitarnya.

(Red)

Madrasah Aliyah Negeri 1 Banyuwangi, Pilar Pendidikan Unggul di Jawa Timur

YUTELNEWS.com | Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuwangi, yang berlokasi di Jalan Ikan Tengiri No.02, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, merupakan salah satu institusi pendidikan negeri yang memiliki komitmen tinggi dalam mencetak generasi unggul berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan keislaman. Dengan akreditasi “A (unggul)” yang diraih sejak 30 November 2022 melalui SK Nomor 1857/BAN-SM/SK/2022, MAN 1 Banyuwangi, terus menunjukkan dedikasinya dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Sejarah dan Perkembangan”
MAN 1 Banyuwangi didirikan pada tahun 1980 sebagai bagian dari relokasi “SPIAIN Situbondo” ke Banyuwangi. Sejak saat itu, madrasah ini mengalami berbagai perkembangan, baik dari segi fisik, manajemen, maupun kurikulum. Pada tahun 2018, nama resmi MAN 1 Banyuwangi diperkenalkan, yang juga dikenal luas dengan sebutan “Mansawangi”.

Di bawah kepemimpinan Drs. H. Abd. Hadi Suwito, M.Pd., yang dilantik melalui SK Nomor 369/Kw.13.1.3/Kp.07.6/03/2022 pada 7 Maret 2022, MAN 1 Banyuwangi terus bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang inspiratif dan berprestasi.

“Visi dan Misi”
Visi MAN 1 Banyuwangi adalah menjadi lembaga pendidikan yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan dilandasi nilai-nilai iman, taqwa, serta wawasan lingkungan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, madrasah ini mengusung beberapa misi:
1. Menyelenggarakan pendidikan berkualitas berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan moral.
2. Mengembangkan potensi siswa di bidang akademik dan non-akademik.
3. Menciptakan lingkungan belajar yang sehat, bersih, dan nyaman.
4. Menghadirkan proses pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan.
5. Menumbuhkan budaya keislaman dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Program Unggulan”
MAN 1 Banyuwangi memiliki berbagai program unggulan yang mendukung pembentukan karakter dan kompetensi siswa, di antaranya:
– Akademik:
– Kelas SKS/LCBI (Layanan Cerdas Berbasis Inovasi) dan Madrasah Riset.
– Non-Akademik: Program Tahfidzul Qur’an, Baca Kitab Kuning, dan Lingkungan Berbahasa.
– Budaya Madrasah:
– Shalat berjamaah, budaya bersih, dan disiplin.

“Komitmen Menuju Pendidikan Unggul”
Drs. H. Abd. Hadi Suwito, M.Pd., menyatakan bahwa MAN 1 Banyuwangi bertekad untuk terus meningkatkan kualitas pendidikannya. “Dengan dukungan semua pihak, kami yakin madrasah ini dapat mencetak generasi yang unggul, beriman, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Kurikulum yang diterapkan di MAN 1 Banyuwangi, termasuk “Kurikulum Merdeka”, mengintegrasikan inovasi dalam pembelajaran dengan nilai-nilai keislaman. Hal ini sejalan dengan upaya madrasah untuk tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki moral dan etika yang tinggi.

“Dedikasi dan Prestasi”
Dengan kolaborasi antara siswa, guru, dan masyarakat, MAN 1 Banyuwangi terus mengukir prestasi. Lingkungan belajar yang nyaman, program unggulan yang variatif, dan budaya madrasah yang kokoh menjadikan Mansawangi sebagai salah satu madrasah pilihan terbaik di Jawa Timur.

MAN 1 Banyuwangi adalah bukti nyata bahwa pendidikan berbasis keislaman dapat berjalan seiring dengan penguasaan teknologi dan kepedulian terhadap lingkungan.

(Tim Red)

Pj.Walikota Langsa Dr.Syaridin.S.Pd.M.Pd. Mengukuhkan Wisudawan-Wisudawati Sekolah Lansia Yang Perdana.

YUTELNEWS.com | KOTA LANGSA – Pj Walikota Langsa Dr. Syaridin S.Pd., M.Pd menghadiri sekaligus mengukuhkan wisudawan dan wisudawati sekolah lansia kota Langsa tahun 2024 yang dilaksanakan di Aula IAIN Langsa, Selasa, (24/12/24).

Dalam sambutannya Syaridin menuturkan kelompok lansia menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah setiap orang yang telah berumur 60 Tahun ke atas, baik yang masih produktif (masih aktif bekerja) maupun yang sudah tidak bekerja. Mereka yang berusia 46-59 Tahun pun sudah dianggap mendekati Lansia atau disebut Pralansia .

Lansia merupakan sebuah siklus hidup manusia yang hampir pasti dialami setiap orang. Kenyataan saat ini setiap kali menyebut kata Lansia yang terbersit di benak kita adalah seseorang yang tidak berdaya dan memiliki banyak keluhan kesehatan. Padahal Lansia sebenarnya dapat berdaya sebagai subjek dalam pembangunan kesehatan.

“Pengalaman hidup, menempatkan Lansia bukan hanya sebagai orang yang dituakan dan dihormati di lingkungannya, tetapi juga dapat berperan sebagai agen perubahan (Agent Of Change) dilingkungan keluarga dan masyarakat sekitarnya dalam mewujudkan keluarga sehat, dengan memanfaatkan pengalaman yang sudah dimiliki dan diperkaya dengan pemberian pengetahuan kesehatan yang sesuai,” ujarnya.

Di BKKBN memiliki program 7 dimensi Lansia tangguh yaitu dimensi spiritual, dimensi sosial, dimensi emosional dimensi fisik , dimensi intelektual, dimensi profesional vokasional dan dimensi lingkungan.

“Saya yakin dan percaya bahwa ketujuh dimensi lansia tangguh ini sudah masuk ke dalam kurikulum pendidikan pada sekolah lansia yang sudah berlangsung. Hari ini kita berkumpul untuk merayakan kesuksesan dan dedikasi para Lansia yang telah menyelesaikan program pendidikan di sekolah lansia ini. Ini adalah momen yang sangat membanggakan dan patut di apresiasi,” tambahnya.

Pj Walikota mengucapkan terimakasih kepada Tim Pengelola Sekolah Lansia Yang Telah Memberikan Kesempatan Belajar. Kepada Para Lansia ; Tim Pengajar Yang Telah Memberikan Sharring Ilmunya ; Keluarga Dan Teman-Teman Para Lansia Yang Telah Mendukung Selesainya Program Pembelajaran Untuk Para Lansia Di Sekolah Lansia Masing-Masing; dan
Terimakasih juga saya ucapkan kepada Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh (Ibu Safrina Salim, SKM,M.Kes)

Ia berharap akan tumbuh dan berkembang sekolah sekolah lansia lainnya diseluruh gampong yang berada dalam wilayah Pemerintah Kota Langsa, sehingga lansia-lansia khususnya di Kota Langsa dapat menjadi lansia tangguh, lansia produktif dan tetap ikut serta menjadi agen perubahan baik untuk keluarga maupun lingkungannya.

“Saya mengucapkan Selamat Kepada Para Wisudawan/Wati dari Sekolah, Lansia Happy Old Day Gampong Paya Bujuk Tunong Kecamatan Langsa Baro,
Lansia Bersinar dari Gampong Paya Bujuk Seuleumak Kecamatan Langsa Baro, dan Lansia Hidayah dari Gampong Sungai Pauh Kecamatan Langsa Barat,” katanya.

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Safrina Salim, SKM, M. Kes mengatakan melalui sekolah lansia untuk memotivasikan lansia tangguh dan mandiri. Bina keluarga lansia ini adalah kelompok kegiatan keluarga lansia yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku berketerampilan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.

“Tentu kami memberikan apresiasi kepada semua pihak termasuk pemerintah daerah yang telah mensupport kegiatan sekolah lansia hingga ditingkat Gampong,” ucap Safrina.

Acara wisuda sekolah lansia turut dihadir Rektor IAIN Langsa, Kepala Dinas DP3ADALDUKKB Kota Langsa, Geuchik Gampong Paya Bujok Tunong, Pj. Geuchik Gampong Sungai Pauh, Geuchik Gampong Paya Bujok Seuleumak dan tamu undangan lainnya.

(Kaperwil Aceh – Said Yan Rizal) 

Keunggulan MAN 2 Banyuwangi: Inovasi, Digitalisasi, dan Prestasi Nasional

YUTELNEWS.com | BANYUWANGI – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyuwangi terus menorehkan prestasi gemilang sebagai lembaga pendidikan berbasis Islami yang inovatif. Terletak di Jalan KH. Wahid Hasyim No. 6 Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, madrasah ini menjadi pusat unggulan dalam pengembangan pendidikan berbasis literasi, riset, digitalisasi, dan nilai-nilai akhlak mulia.

Pada tahun 2024, MAN 2 Banyuwangi berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa dengan meloloskan 207 siswanya ke berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) ternama di Indonesia. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kerja keras dan sinergi antara siswa, guru, dan orang tua dalam mendukung pendidikan berkualitas.

Kepala MAN 2 Banyuwangi, Drs. H. Saeroji, M.Ag, menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh pihak yang terlibat dalam pencapaian ini.
“Kami bangga menjadi bagian dari perjalanan siswa-siswi menuju masa depan gemilang. Kesuksesan ini tidak terlepas dari pendidikan berbasis literasi, riset, dan digitalisasi yang kami kembangkan. Dengan karakter Islami yang kuat, siswa MAN 2 Banyuwangi siap bersaing secara nasional maupun internasional,” ungkapnya, Sabtu (21/12/2024.

MAN 2 Banyuwangi dikenal dengan berbagai inovasi unggulan, antara lain:

1. Madrasah Literasi.
Sebagai pemenang “Juara 1 Sekolah Aktif Literasi Nasional,” MAN 2 Banyuwangi telah mempublikasikan banyak karya siswa melalui kerja sama dengan Gerakan Sekolah Menulis Buku.

2. Madrasah Riset.
Dengan dukungan dari BRIN, ITB, dan Rumah KIR, MAN 2 Banyuwangi menghasilkan penelitian yang bersaing di ajang nasional seperti MYRES.

3. Madrasah Digital dan Multimedia.
Ekosistem pembelajaran digital dan TV Madrasah memungkinkan siswa berpartisipasi aktif dalam produksi konten edukasi dan jurnalistik.

4. Madrasah SKS dan Berasrama.
Program SKS 2 tahun dan asrama Ma’had Al-Qosimy memberikan fleksibilitas dan pembinaan karakter Islami yang kuat kepada siswa.

Selain keberhasilan akademik, siswa MAN 2 Banyuwangi juga mencetak prestasi non-akademik. Salah satunya adalah salah seorang siswa yang dinobatkan sebagai Inisiator Muda Moderasi Beragama (IMMB) oleh Kementerian Agama RI.
“Kami tidak hanya membentuk generasi unggul secara intelektual, tetapi juga pribadi berakhlak mulia yang mampu membawa nilai-nilai moderasi dalam kehidupan bermasyarakat,” tambah Saeroji.

Dengan visi “Terwujudnya madrasah terampil, berprestasi, ber digitalisasi, ber literasi, berwawasan global serta berakhlak mulia berlandaskan iman dan takwa”, MAN 2 Banyuwangi terus melangkah menjadi madrasah percontohan di tingkat nasional.

 

(Tim Red)

“Gelar Juara Umum, SatPastig SMAN 3 Langsa Jadi Kebanggaan Kota Langsa di Kompetisi Paskibra Sumut”

YUTELNEWS.com | Kota Langsa, – Satuan Paskibra SMAN 3 Langsa (SatPastig) kembali mengukir prestasi gemilang di kancah regional. Dalam ajang Kompetisi Inspirasi Paskibra Satuan Ke-XI Intelligent Se-Sumatera Bagian Utara yang berlangsung di Medan, mereka berhasil meraih Juara Umum dan membawa pulang Piala Bergilir Gubernur Sumatera Utara 2024, serta berbagai penghargaan prestisius lainnya. Senin 9 Desember 2024.

Komandan Kodim 0104/Aceh Timur, Letkol Inf. Tri Purwanto, S.I.P., mengapresiasi pencapaian ini dalam seremoni penghargaan yang digelar di Langsa, Senin pagi. Dalam pidatonya, ia memuji dedikasi dan semangat para anggota SatPastig yang menjadi teladan bagi generasi muda.

“Melihat kerja keras, disiplin, dan kekompakan anak-anak kita ini, saya merasa bangga sekaligus terharu. SatPastig telah menunjukkan bahwa mereka adalah simbol inspirasi bagi generasi muda di Aceh Timur dan Kota Langsa. Saya berharap prestasi ini menjadi langkah awal untuk torehan yang lebih besar hingga tingkat nasional,” ungkap Letkol Tri Purwanto di hadapan peserta.

Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Langsa, Sabri, S.STP, MSP, turut memberikan apresiasi. Ia menyoroti peran penting tim pelatih, termasuk Serka Joni Alhamda dari Kodim 0104/Aceh Timur dan Sdr. Noval Iromllah Dean, serta dukungan penuh dari Kepala SMAN 3 Langsa, Rusli, S.Ag.

“Keberhasilan ini adalah hasil sinergi yang luar biasa. SatPastig telah menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berbasis karakter dan prestasi mampu melahirkan generasi unggul. Kami di Dinas Pendidikan akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini,” ujarnya.

Prestasi Gemilang SatPastig SMAN 3 Langsa, dipimpin oleh pelatih senior yakni Serka Joni Alhamda dan Sdr. Noval Iromllah Dean, SatPastig memukau dewan juri dengan penampilan yang apik di setiap kategori lomba. Berikut adalah daftar prestasi yang berhasil mereka raih:

1. Juara Umum I – Piala Bergilir Gubernur Sumatera Utara 2024.
2. Juara Master Variasi dan Battle Formasi.
3. Juara I Rukibra Terbaik Divisi Utama.
4. Juara I Formasi Pengibaran Bendera.
5. Juara I Danpas Terbaik.
6. Juara I Variasi Baris-Berbaris.
7. Juara Umum Tetap Master Formasi.

Kepala SMAN 3 Langsa, Rusli, S.Ag., mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini. “Keberhasilan ini adalah hasil dari semangat siswa yang tak pernah padam, didukung oleh pelatih yang berdedikasi dan fasilitas yang kami sediakan. SatPastig telah membuktikan bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil,” tuturnya.

Dengan torehan prestasi ini, SatPastig SMAN 3 Langsa tidak hanya membawa kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga menginspirasi sekolah-sekolah lain di Kota Langsa dan Aceh Timur untuk terus berkompetisi secara sehat. Harapannya, SatPastig dapat mengembangkan potensi mereka lebih jauh hingga ke kancah nasional, membawa nama harum Kota Langsa dan Provinsi Aceh.

Pencapaian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, pelatih, dan dukungan pemerintah dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi. “Semoga semangat juang ini terus terjaga,” tutup Letkol Tri Purwanto.

(Kaperwil Aceh – Said Yan Rizal) 

Pemko Langsa Serahkan Penghargaan dan Santunan BPJS Ketenagakerjaan Dalam Peringatan HUT KOPRI Ke-53

YUTELNEWS.com | KOTA LANGSA – Pemerintah Kota (Pemko) Langsa menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba dan penerima uang santunan klaim BPJS Ketenagakerjaan dalam peringatan HUT KORPRI ke-53 di tribun Lapangan Merdeka Langsa, Jum’at (29/11/2024).

Berikut nama-nama pemenang lomba paduan suara, yaitu:

– Juara 1, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Langsa
– Juara 2, Puskesmas Langsa Baro
– Juara 3, Puskesmas Langsa Timur
– Juara Harapan 1, DP3AKB Kota Langsa
– Juara Harapan 2, Dinas Pertanahan Langsa
– Juara Harapan 3, Dinas Kesehatan Kota Langsa
– Juara Favorit, Sekretariat Daerah Kota Langsa
– Dirigen Favorit, Disdikbud Kota Langsa.

Nama pemenang MTQ KORPRI Tingkat Nasional di Palangkaraya, yaitu:

1. Rahmawati S.Ag dari Kemenag Kota Langsa (Harapan 1 Kategori Dakwah).
2. Syahrul S.Sos.I dari Dinas Syariat Islam Kota Langsa (Harapan 1 Kategori Adzan).

Adapun penerima simbolis klaim BPJS Ketenagakerjaan (@Rp. 42 juta) yang diterima para ahli waris, yaitu:

1. Alm. Ns. Eridiansyah Mualidin S.Kep MKM, RSUD Langsa
2. Alm. Irwan dari DLH Kota Langsa
3. Alm. Evi Erita dari Disdukcapil Kota Langsa.
4. Alm. Wan Muhammad Danil B ST, Disperindagkop
5. Alm. Nurasiah dari Dinas Kesehatan.

Pj Walikota Langsa, Syaridin S.Pr M.Pd yang diwakili Pj Sekda, Suriyatno AP M.SP dalam sambutanya menyampaikan, amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto sekaligus Penasihat Nasional KORPRI dalam memperingati HUT KORPRI Ke-53 yang jatuh pada tanggal 29 November 2024.

Terimakasih dan penghargaan  setinggi-tingginya kepada Keluarga Besar KORPRI yang selama lebih dari setengah abad telah memberikan pengabdian terbaik, dengan loyalitas dan dedikasi tinggi kepada Bangsa dan Negara.

Selanjutnya dikatakan bahwa saat ini, kita memasuki babak baru pemerintahan setelah melalui proses demokrasi. Mari kita dukung program-program pemerintah yang selalu berorientasi pada kesejahteraan rakyat Indonesia.

Dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, KORPRI akan bertransformasi menjadi Korps Pegawai ASN RI, dengan tujuan utama untuk memperkuat jiwa korps ASN sebagai pemersatu bangsa.

Suriyatno yang akrab disapa Yetno ini menjelaskan, KORPRI diharapkan menjadi satu-satunya organisasi yang menaungi ASN, sehingga tidak ada dualisme dalam pembinaan ASN, dan menjadi wahana  mempercepat  penyebaran informasi program  pemerintah kepada masyarakat.

Presiden RI juga mendorong percepatan penerbitan Peraturan Pemerintah tentang KORPRI sebagai pelaksanaan dari UU ASN,  guna  meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi seluruh ASN.

Beberapa pesan Presiden Prabowo Subianto sebagai pedoman bagi KORPRI:

1. Perkuat Solidaritas dan Kerjasama KORPRI: Jadikan KORPRI simbol persatuan, kolaborasi, dan stabilitas nasional melalui kerja sarna dengan seluruh komponen Bangsa.
2. Dorong Inovasi dan Efisiensi: Utamakan pelayanan cepat, hemat, dan transparan melalui teknologi digital dan E-Government.
3. Perkuat Integritas dan Disiplin: Tunjukkan integritas tinggi, disiplin, dan patuh hukum di setiap lini pelayanan.
4. Pastikan Akses Pangan Sehat: Bantu penyediaan pangan bergizi bagi kelompok rentan.
5. Dukung Ketahanan Energi: Transisi ke energi terbarukan, kurangi impor, dan tingkatkan efisiensi.
6. Turunkan Kemiskinan: Kolaborasikan program pengentasan kemiskinan dengan kementerian terkait.

“Terakhir, Presiden Prabowo menegaskan untuk menjaga Netralitas dan Loyalitas. ASN tetap netral dalam politik, setia kepada kepentingan rakyat dan Bangsa,” ungkap Pj Sekda Suriyatno.

Turut hadir, Perwakilan Kodim 0104/Atim dan Polres Langsa, Kepala Kejari Langsa, Komandan Subdenpom IM/1-2 Langsa, Ketua MAA serta Asisten Setdakot Langsa, Staff Ahli, para Kepala OPD, para ASN Setdakot, personil TNI/Polri, para pelajar SMP dan SMA di Kota Langsa.

(Said Yan Rizal)

Meski Dalam Guyuran Hujan Upacara Peringatan HUT PGRI Ke-79 di Langsa Tetap Berjalan Dengan Khidmat

YUTELNEWS.com | KOTA LANGSA – Meski dalam guyuran hujan, upacara peringatan HUT Guru Nasional dan PGRI Ke-79 di Kota Langsa tetap berjalan khidmat dan meriah di Lapangan Merdeka Langsa, Kamis (28/11/2024)

Di acara itu, Pj Walikota Langsa Dr. Syaridin, S.Pd, M.Pd bertindak sebagai inspektur upacara tersebut, diikuti peserta kepala sekolah, guru dan siswa-siswi SD beserta SMP.

Hadir dalam acara tersebut, unsur Forkopimda, Kadis Pendidikan Kota Langsa Dra. Suhartini, M.Pd, Pj Walikota Langsa dan Kepala SKPK.

Pj Walikota Langsa, Syaridin membaca teks pidato dari Menteri Pendidikan, Abdul Mu’ti. Dengan tema “Guru Hebat Indonesia Kuat”.

Usai upacara, Pj Walikota Langsa turut menyerahkan penghargaan kepada sejumlah guru yang prestasi serta sekolah juara lomba jambore dalam rangka peringatan HUT Guru Nasional dan PGRI ke-79.

Ketua PGRI Kota Langsa, Drs. Suhartini, M.Pd mengatakan, dengan pemberian penghargaan ini, diharap guru-guru lebih bersemangat dan ceria, kreatif dalam melaksanakan kewajibannya untuk mengajar siswa di sekolahnya,” ujarnya.

Kemeriahan HUT PGRI Ke-79 di Kota Langsa dimeriahkan dengan penampilan, tarian musik India yang di peragakan oleh ratusan siswa-siswi SD, SMP dan para guru, dibawah asuhan Kadisdik Kota Langsa, Suhartini yang juga Ketua PGRI Kota Langsa yang sudah berhasil membawa Pendidikan di Kota Langsa lebih maju.

(Said Yan Rizal)

Dalam Rangka Peringatan HARKORDIA SMKN 2 Langsa Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Serta Sekolah Berintegritas

YUTELNEWS.com | Kota Langsa – Dalam rangka Peringatan hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2024, SMKN 2 Kota Langsa menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi serta Sekolah Beritegritas mari kita mulai melakukan penilan diri kita masing-masing apa yang sudah kita lakukan dan apa rencanakan kedepanya yang bisa kita sumbangkan dalam berperan aktif melakukan pencegahan diri, baik prilaku koruptif, maupun prilaku korupsi sehinga kita bisa meminimalkan diri, orang lain dari prilaku koruptif dan prilaku korupsi dalam menjalan aktifitas sehari-hari.

Kasad, SKM., M.Kes., selaku Ketua Ikatan Penyuluh Anti Korupsi Aceh (IPAK ACEH) mulai memanfaatkan momentum HARKORDIA di tahun 2024 ini menjadi ajang penyampaian pesan edukasi kepada masyarakat, terutama dunia pelajar baik kepada siswa mau pun dewan guru dan staf yang ada, seperti kegiatan hari ini yang diselenggarakan di SMKN 2 Kota Langsa, Jln. A.Yani, Gampong PB.Seulemak, Kec.Langsa Baro, Senin (18/11/2024).

Ketua IPAK ACEH Kasad menyampaikan, kepada awak Media “Saya di minta menjadi Pembina upacara, dan setelah selesai ucara dilanjutkan sosialisasi pencegahan dan pemberantasan korupsi di ruang guru SMKN 2 Kota langsa, berlangsung hangat dengan dialog intraktif antara pemateri dengan dewan guru terkait hal-hal yang selama ini terjadi, baik pada diri guru itu sendiri maupun kejadian di tempat kerja,” Ujarnya.

Menyikapi hal ini, memang sangat perlu dilakukan kegiatan ini secara rutin, di sekolah-sekolah untuk meminimalkan prilaku koruptif terjadi dikalangan siswa, maupun guru, sehingga lingkungan sekolah mempunyai jati diri dan berintegritas, yang akhirnya lulusan yang terpandang, diperhitungkan di luar sana.

“Selanjutnya Kepala sekolah SMKN 2, Kota Langsa Juari, ST, S.Pd saat ditemui awak media ini juga mengatakan, dengan kegiatan mengenai penyuluhan anti korupsi yang dilaksanakan di sekolah ini, Kami sangat menyambut positif, karena dengan diadakan penyuluhan ini memang sangat dibutuhkan mulai dari anak didik kami serta seluruh dewan guru dan Kepala sekolah,” Pungkasnya.

(Kaperwil Aceh – Said Yan Rizal)

Diminta kepada Pemerintah Setempat Gedung SD N No.071141 Tefao Lahewa Timur Butuh Direnovasi

YUTELNEWS.com | Demi Kenyamanan dan Kesejaheraan Sekolah Dasar Negeri No.071141 Tefao Lahewa Timur, diminta agar dinas Pendidikan atau Pemerintah Daerah agar merenovasi gedung tersebut agar layak bisa digunakan. Beberapa Media telah datang di Sekolah Dasar Negeri No.071141 Tefao Lahewa Timur mengkonfirmasikan kepada Kepala sekolah Siaf Gea S.Pd, SD di Ruangan tentang situasi bangunan sekolah, Hari Rabu, 14 November 2024 pukul 11.29.

“Bangunan/gedung sekolah ini sangat butuh “Renovasi” dimana Lantai ruangan keramixnya pecah-pecah, Jendela, ndinding ruangan mulai Lapuk, Plafon, Pagar sekolah,” Ujar Pak Kasek .

Pak Kasek bahwa bangunan sekolah ini di buat NGO waktu masa gempa Aceh Nias waktu itu sampai sekarang belum di renovasi,

“kami sudah menyampaikan permohonan renovasi pembangun namun sampai sekarang blum datang. Bila kami Renovasi Gedung ini dari Dana BOS tidak mencukupi, sembilan ruangan dan jumlah anak didik 165 orang, Jumlah Guru 17 orang sebagian ada Guru yang sedang Zoom tentang PPG,” terangnya.

Tim media melihat bahwa halaman sekolah bersih dan ruangan tertata dengan baik atas arahan Kepala Sekolah juga Guru-guru aktif melaksanakan kegiatan mengajar di sekolah tersebut di atas.

Dari pantauan, Anak-anak sekolah terdidik dan sopan saat ada tamu mereka menyapa dan ramah dan mengikuti Proses belajar yang di sampaikan Bapak/ Ibu Guru.

Harapan Kepala Sekolah dan Guru-guru supaya ada perhatian Pemerintah untuk Renovasi Bangunan Gedung yang lama ini.

(Kharis.Gea)

Waka Polsek Pondok Gede Tanda Tangani Cegah Perundungan Terhadap Anak Sekolah

Kota BekasiYutelnews.com  —Wakapolsek pondok gede polres metro Bekasi kota AKP S Kusnandar dukung penuh Deklarasi Agen perubahan Anti Perundungan serta Penyuluhan Narkoba Dan Bullying (Perundungan) menghadiri kegiatan di SMPN 17 Kota Bekasi serta Melaksanakan Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan Bullying (Perundang-undangan).

Bertempat SMPN 17 Kota Bekasi Jalan H. Marzuki Rt. 01/012 Kel. Jati Cempaka tiga pilar kecamatan pondok gede menyaksikan deklarasi agen perubahan sejak dini yang disaksikan langsung oleh komite sekolah, (25/10/2024).

Tampak hadir pada acara agen perubahan ke empat SMPN 17 kota Bekasi
– Sekdis Pendidikan Kota Bekasi Warsin Suryana, S.Ip., M.Si.
– Camat Pondokgede Zainal Abidinsyah S.T, M.M.
– Wakapolsek Pondok gede AKP Sri Kusnandar
– WaDanramil KAPTEN Inf. Daryono
– Lurah Jaticempaka Amir, S.E.
– Bhabinkamtibmas AIPDA Berthes
– Babinsa 1 Pelda S.Polo
– Babinsa 2 Koptu Nurdianto
– Unit Reskrim Brigpol. Mellisa Natalia S, S.H.
– Patriot Bela Negara Indonesia Yusup Bahtiar.

Terlihat Bhabinkamtibmas Jaticempaka Aipda Lamberthes MS mendampingi Wakapolsek Pondokgede AKP Kusnandar, dan Brig Pol. Melisa Natalia (Unit Reskrim) telah melaksanakan penyuluhan tentang bahaya Narkoba dan Bullying (Perundungan) kepada siswa siswi SMPN 17 Kota Bekasi.

Pada kesempatan tersebut Wakapolsek Pondok Gede menyampaikan pesan kamtibmas terhadap siswa siswi SMPN 17 agar menjauhi barang haram tersebut dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif dan Para pelajar diajak untuk menghindari kegiatan yang bersifat Perundungan yang bisa terjadi di sekolah dan membawa dampak buruk bagi diri sendiri maupun lingkungan, mengedepankan prestasi dan persahabatan antar pelajar diharapkan dapat mencegah perilaku destruktif, Menjadi teladan bagi anak.

Orang tua adalah cermin bagi anak apa yang dilakukan orang tua selama di rumah dapat menjadi perhatian anak dan dapat membentuk sikap anak.

Oleh karena itu, praktek baik di keluarga dapat membentuk perilaku baik pada anak. Melalui teladan orang tua, anak dapat mengembangkan empatinya.

Misalnya ketika orang tua membantu tetangga dan teman yang sedang kesusahan atau memerlukan bantuan.

 

(Yusup Bahtiar)

Gabungan Pramuka SMAN-SMKN Kecamatan Bunguran Barat Gelar Donasi Penggalangan Dana

Yutelnews.com | Natuna, Selasa, 1 Oktober 2024 – Hari ini, gabungan Pramuka dari SMAN dan SMKN Kecamatan Bunguran Barat menyelenggarakan kegiatan penggalangan dana di simpang empat pasar Pelantar Laut, Kelurahan Sedanau. Acara ini bertujuan untuk mengisi Sistem Kredit Utama (SKU) melalui sumbangan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu anggota Pramuka menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar penggalangan dana, tetapi juga sebagai motivasi bagi Pramuka di seluruh Indonesia untuk meraih prestasi. “Kami ingin menjadi generasi yang siap memimpin dan berkontribusi bagi kemajuan NKRI,” ungkapnya dengan semangat.

Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam memajukan pendidikan karakter. Dengan berbagai aktivitas positif, diharapkan Pramuka dapat melatih moral dan akhlak yang baik di tengah masyarakat, serta memberikan dampak yang signifikan dalam pembentukan generasi penerus bangsa.

Melalui inisiatif ini, diharapkan dapat tumbuh kesadaran kolektif untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi Indonesia. Semangat Pramuka menjadi pendorong bagi setiap individu untuk berkontribusi dan mewujudkan cita-cita luhur bangsa.

Sejumlah Kader Golkar Hengkang Ke Paslon Mandat

YUTELNEWS.com | Sejumlah kader Golkar Kabupaten Buru memilih hengkang ke Paslon Bupati dan Wakil Bupati Muhamad Daniel Rigan dan dr. Harjo Udanto Abukasim, S.Pog (Mandat)

Kader Golkar yang memilih hengkang tersebut adalah Iksan Tinggapi, Ye Seh Assagaf dan Fandi Umasugi. Ketiganya terlihat hadir duduk di panggung memakai kemeja putih lengan panjang bertuliskan MANDAT saat deklarasi kampanye damai yang digelar oleh KPU di alun-alun kota Namlea, Selasa, (24/9/2024)

Iksan Tinggapi, yang
dimintai keterangan alasan memilih hengkang ke Paslon Mandat mengatakan, dirinya dan teman-teman ingin Kabupaten Buru kedepan lebih baik.

“Saya dan beberapa teman memilih bergabung dengan Paslon Mandat karena kami ingin Kabupaten Buru kedepan lebih baik, kami ingin Kabupaten ini bangkit dari keterpurukan dan kemiskinan. Paslon Mandat adalah solusinya”, ujar Iksan.

Kendati Paslon Mandat tidak didukung partai Golkar, tapi dengan bergabungnya kader Golkar ke Paslon Mandat maka akan membuat posisi Mandat semakin kuat.

Kabiro Buru (Masuku)

Benarkah Seragam Gratis di SMKN 1 Tegalsari Kab, Banyuwangi ?

YUTELNEWS.com | Banyuwangi – Polemik penjualan seragam oleh Sekolah semakin panas. Hal ini setelah adanya pemberitaan media ini terkait indikasi penjualan Seragam di SMKN 1 Tegalsari dengan mematok harga diluar kewajaran yaitu Rp. 2.750.000 yang wajib dibeli siswa baru. Hingga pemberitaan tersebut diturunkan langsung direspon oleh lembaga swadaya masyarakat BCW dengan ketuanya Masruri yang perduli terhadap isu isu di seputar pendidikan dengan segala bentuk tingkah polahnya yang makin menjurus pada komersialisasi. Sabtu 21/09/2024.

Masruri melontarkan kritikan pedas yang mana menurut BCW hasil temuan dilapangan penjualan seragam diberlakukan untuk semua siswa sebanyak kurang lebih 576 siswa baru dengan harga lebih tinggi dari harga di pasaran. Praktek ini jelas-jelas memberatkan wali murid serta diduga ada indikasi menguntungkan oknum-oknum sekolah.

Dengan bukti pembengkakkan harga yang cukup fantastis.
Kepala Sekolah SMKN 1 Tegalsari Gatot Kurnianta membantah semua narasi seperti yang termuat dimedia online.

Baru-baru ini dengan klarifikasinya di salah satu media. menyatakan bahwa penjualan seragam tersebut tidak sepenuhnya benar. Melainkan yang terjadi pihak sekolah yang dipimpinnya justru memberikan seragam secara cuma cuma atau gratis bagi siswa baru yang tidak mampu.

Menurutnya hal tersebut merupakan kerjasama antara siswa jurusan tatabusana dengan toko toko untuk memberikan seragam gratis kepada siswa baru yang tidak mampu. Namun lebih lanjut toko mana saja yang memberikan seragam gratis tidak disebutkan. Selain gratis Gatot mengakui seragam tersebut juga dijual melalui Koperasi sekolah (Kopsis) bukan sekolah yang menjual dan pihak sekolah tidak mewajibkan membeli.
Masruri Ketua BCW malahan mempertanyakan apakah Kopsis bukan dibawah kewenangan sekolah ? Dan toko toko mana yang kerjasama dengan pihak sekolah menyalurkan seragam gratis ? Jangan sampai apa yang disampaikan ke masyarakat informasi hoax.

Justru yang dipermasalahkan BCW kenapa ada selisih harga yang lumayan tinggi antara seragam yang dijual di pasar dan di sekolah, kurang lebih sampai satu jutaan lebih tinggi yang dijual di sekolah. “Kalau siswa barunya ada 576 siswa coba hitung saja yang diduga mengalir ke oknum oknum berapa ?” Pungkas Masruri ketua BCW.

Pemerintah sendiri sudah menetapkan pelarangan penjualan seragam di sekolah karena khawatir sekolah atau lembaga pendidikan dibuat ajang bisnis yang akhirnya orang tua murid jadi korban. Dan kekhawatiran itu benar terjadi.

Sekolah-sekolah yang memaksakan diri padahal sudah ada larangannya sudah hampir pasti motifnya tidak ada lain mencari keuntungan diri sendiri para oknum tersebut dengan cara mengkonersialisasikan pendidikan. Sebab wilayah pendidikan bukan wilayah bisnis. Penjualan lewat Kopsis itu hanya merupakan cara mensiasati peraturan. Yang pada intinya wali.

Murid tidak berani protes atas adanya komersialisasi ini, hanya saja dia akan pinjam ke pinjol (pinjaman online) yang mencekik kehidupan ekonomi sekedar untuk membayar seragam anaknya. Ironisnya memang katanya wajib belajar tapi malah membiarkan rakyatnya terjerat pinjol demi pendidikan anaknya yang wajib. “Pungkas Masruri.

(Tim Red)

Lembaga BCW Angkat Bicara, Soal Jual Beli Seragam di Lembaga Pendidikan Bisa Masuk Ranah Korupsi ini Penjelasanya

YUTELNEWS.com | Banyuwangi – Larangan penjualan seragam sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, pada pasal 181 dan pasal 198. Pada pasal 181 Peraturan Pemerintah ini adalah tenaga pendidik dan kependidikan dilarang menjual seragam sekolah bahan-bahan seragam sekolah, selanjutnya dalam pasal 198 Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah dilarang menjual seragam sekolah dan bahan seragam sekolah . Dan Gubernur Jawa Timur jauh jauh sebelumnya juga sudah mengeluarkan pelarangan penjualan seragam di satuan pendidikan. Jum’at 13/09/2024.

Tetapi meskipun sudah jelas larangannya sepertinya tidak ngefek sama sekali dibawah. Tetap saja di musim penerimaan siswa baru justru dibuat kesempatan mengeruk dana sebanyak banyaknya dari wali murid Bahkan sepertinya sudah menjadi sebuah tradisi tahunan. Sehingga hal ini menimbulkan suara sumbang ditengah masyarakat. Dan Inilah yang menjadi faktor biaya pendidikan mahal dan orang tua murid yang tidak mampu menjerit. Dan rupanya tidak hanya uang seragam, selain itu biasanya yang dibebankan ke orang tua murid termasuk uang gedung, uang LKS sehingga membuat rakyat kecil dan tidak bebannya kian berat sebab sekolah sudah dibuat sebagai ajang mengeruk uang. Hasil temuan media ini yang mana salah satunya di SMKN 1 Tegalsari Kabupaten Banyuwangi. Sekolah tersebut melakukan praktek penjualan bahan seragam dengan mematok harga Rp. 2.750.000 dan masih ada lagi uang gedung sebesar Rp. 3.000.000,00.

Saat di konfirmasi awak media lewat wat shaap Gatot sebagai kepala sekolah SMKN 1 Tegal sari alih alih menjawab atau klarifikasi malah memblokir no media. Bahkan salah satu lembaga swadaya masyarakat dari LSM BCW sudah melayangkan somasi dua kali namun tetap tidak mau menjawab.

Ironisnya kepala cabang dinas (Kacabdin) pendidikan provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten Banyuwangi justru ‘Bungkam’ tidak berkutik terkait dengan biaya seragam di SMKN 1 Tegalsari tersebut.

Menurut keterangan salah satu wali murid menyatakan bahwa setelah anaknya diterima di SMKN 1 Tegalsari Banyuwangi, disuruh bayar seragam sekolah sebesar Rp 2.750 Juta, mendapat 5 stel kain seragam, pramuka, putih abu-abu, putih -putih, batik dan seragam olahraga, dan sebagian kain seragam dijahitkan sendiri. Padahal kalau beli diluar paling satu stelnya maksimal Rp. 150.000 kalau 5 setel berarti hanya Rp. Rp. 750.000. Ada pembengkakan berkisar Rp. 2 juta per siswa. Luar biasa.

Hal tersebut tak pelak mengundang kalangan lembaga swadaya masyarakat angkat bicara yang disuarakan oleh BCW ( Banyuwangi Corruption Watch) dengan ketuanya Masruri menyatakan ” penjualan seragam di sekolah tidak hanya pelanggaran administratif, tetapi kalau disitu harganya tidak wajar atau lebih mahal dari harga pasar bisa masuk di ranah korupsi. Sebab dari pembayaran seragam itu sesungguhnya ada yang dipotong untuk membayar guru guru PNS yang bisa dijerat UU tindak pidana korupsi No. 20;tahun 2001 pasal 12 e yang berbunyi ” Pegawai Negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum,atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri”

(Tim Red )

Ciptakan Lingkungan Bersih dan nyaman, SD Negeri 29 Payakumbuh Gelar Lomba Kebersihan

YUTELNEWS.com – Payakumbuh Dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih bersih, nyaman, dan asri, SD Negeri 29 Payakumbuh, menggelar lomba penilaian kebersihan, kerapian, kelengkapan, dan kreativitas kelas.

Lomba ini diikuti oleh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan melibatkan partisipasi aktif para guru, siswa, dan orang tua.

Lomba yang berlangsung pada Senin (09/09/2024), merupakan puncak dari persiapan yang telah dilakukan selama tiga minggu sebelumnya.

Setiap kelas dituntut untuk menghias, merapikan, dan melengkapi ruang kelas mereka sebaik mungkin. Penilaian dilakukan oleh dua orang tim penilai independen yang didatangkan dari luar lingkungan sekolah guna menjamin objektivitas hasil penilaian.

Plt. Kepala SD Negeri 29 Payakumbuh, Nelvita, S.Pd., bersama Wakil Kepala Sekolah, Ryna Descapri, serta seluruh majelis guru dan pegawai sekolah memberikan dukungan penuh untuk suksesnya kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Nelvita menyatakan bahwa lomba ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif.

“Lingkungan belajar yang bersih dan rapi sangat memengaruhi semangat belajar siswa. Kegiatan ini adalah salah satu cara kami untuk membangun kesadaran akan pentingnya kebersihan dan kerapian, serta memotivasi siswa untuk menjaga ruang kelas mereka. Saya sangat mengapresiasi dukungan para guru, siswa, dan khususnya orang tua yang berperan aktif dalam kegiatan ini,” ungkap Nelvita.

Lomba kebersihan dan kerapian kelas ini juga didukung oleh donatur yang berasal dari para orang tua siswa. Kehadiran orang tua dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan wali murid.

“Kami sangat bersyukur atas kontribusi besar yang diberikan oleh para orang tua. Dengan adanya dukungan ini, kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan hasilnya sangat memuaskan,” tambah Wakil Kepala Sekolah, Ryna Descapri.

Ketua Komite SD Negeri 29 Payakumbuh, Rudi Arnel, juga menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan lomba ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini bukan hanya bertujuan untuk memperindah ruang kelas, tetapi juga sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi siswa.

“Kegiatan ini sangat penting untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa terhadap lingkungan mereka. Kami dari komite sekolah sangat mendukung lomba ini karena dapat mengajarkan anak-anak untuk menjaga kebersihan dan kerapian kelas sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang,” kata Rudi Arnel.

Penilaian dalam lomba ini meliputi berbagai aspek, mulai dari kebersihan, kerapian, hingga kreativitas dalam penataan dan dekorasi kelas. Setiap kelas menampilkan keunikan masing-masing, dengan tema-tema kreatif yang memberikan suasana belajar yang menyenangkan dan inspiratif bagi para siswa.

Sepanjang hari penilaian, suasana di SD Negeri 29 Payakumbuh dipenuhi dengan keceriaan. Siswa, guru, dan orang tua bekerja sama untuk memberikan penampilan terbaik bagi kelas masing-masing.

Hal ini memperlihatkan bagaimana lomba kebersihan dan kerapian kelas dapat menciptakan semangat kebersamaan di lingkungan sekolah.

“Kami sangat bangga dengan hasil yang dicapai oleh setiap kelas. Tidak hanya karena kreativitas dan kebersihan, tetapi juga semangat kerja sama yang terjalin di antara siswa, guru, dan orang tua. Ini adalah momentum yang baik untuk melanjutkan tradisi positif ini di tahun-tahun mendatang,” ujar salah satu tim penilai.

Melalui kegiatan ini, SD Negeri 29 Payakumbuh berharap dapat membangun budaya bersih dan tertib yang terus dipraktikkan oleh seluruh warga sekolah.

Kepala Sekolah Nelvita, S.Pd., menyampaikan harapannya agar lomba semacam ini menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif bagi siswa.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi tradisi yang berkelanjutan di SD Negeri 29 Payakumbuh. Penilaian ini bukan hanya tentang lomba, tetapi juga upaya kami untuk menanamkan pentingnya kerjasama. (Mahwel)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.