Pastikan Hak Terpenuhi, Lapas Pekanbaru Bagikan Perlengkapan Dasar di Blok Mapenaling

Yutel news.com
PEKANBARU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru terus berkomitmen dalam memenuhi hak-hak dasar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Hari ini, Rabu (14/01/2026), jajaran Lapas Pekanbaru melaksanakan pembagian kebutuhan sehari-hari secara langsung kepada warga binaan yang berada di Blok Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling).

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara tim dari Subbagian Tata Usaha dan Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP). Langkah ini diambil guna memastikan distribusi bantuan logistik berjalan tertib, tepat sasaran, dan menjangkau seluruh penghuni blok tanpa terkecuali.

Tujuan utama dari pembagian ini adalah untuk menjamin bahwa setiap warga binaan, khususnya yang baru masuk dan sedang menjalani masa orientasi di Blok Mapenaling, mendapatkan fasilitas kebutuhan pokok yang layak. Perlengkapan yang dibagikan meliputi peralatan mandi, perlengkapan tidur, serta kebutuhan sanitasi lainnya.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto memberikan apresiasi atas sinergi antarbagian dalam pelaksanaan kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan logistik merupakan bagian dari standar pelayanan prima di Lapas Pekanbaru.

“Kegiatan hari ini bukan sekadar pembagian barang, melainkan upaya nyata kami untuk memastikan seluruh kebutuhan pokok warga binaan di Blok Mapenaling terbagi secara merata dan transparan. Kita ingin semua warga binaan memulai masa pembinaannya dengan kondisi yang layak, sehingga mereka bisa mengikuti program-program Lapas dengan baik dan kondusif,” ujar Yuniarto.

Dengan adanya pembagian rutin ini, diharapkan situasi di dalam Lapas tetap harmonis dan terjaga kebersihannya, sekaligus meminimalisir potensi gangguan keamanan yang dipicu oleh keterbatasan fasilitas dasar bagi para penghuni.
(Desi Kabiro)

Kerja Kejari Gunung Sitoli Tentang SOPnya Diragukan, Laporan LSM Dan Masyarakat Mandek, Ketua Team Libas Angkat Bicara

YUTELNEWS.com- Kepulauan Nias, | Aksi damai yang digelar oleh Forum Aliansi Rakyat Peduli Kepulauan Nias (FARPKeN) adi halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsitoli, Senin (12/01/2026), berujung kekecewaan. Massa aksi yang terdiri dari Masyarakat, Ketua Organisasi , LSM, Jurnalis dan massa aksi menanyakan SOP yang sering ditahan HP Alat digitalisasi saat konfirmasi juga Laporan Yang telah sampai ke Kejaksaan Gunungsitoli Tahun sebelumnya yang tidak ada kepastian hukum bagi oknum yang melakukan Korupsi, dimanakah Undang -Undang KIP ?

Massa aksi tiba di Kantor Kejaksaan Negeri Gunungsitoli ditanya di Saudara Kajari Gunungsitoli? Jawab seorang Anggota Jaksa mengatakan Lagi Zoom Hingga massa aksi, Orasi agar Kajari Gunung Sitoli menerima massa aksi di Kantonya. Namun Pihak Polisi memanggil Kajari namun dia minta hanya sepuluh menit untuk ketemu, Massa menyampaikan bahwa tidak cukup waktu 10 menit.

Massa kecewa atas hal tersebut hingga syair Tari maena supaya jaksa menemui tututan massa tak ada respon baik dari seorang pejabat publik, hanya anggotanya yang disuruh massa mengatakan bahwa tidak bisa mengambil keputusan, “Tegas Massa aksi damai.

Massa menuntut supaya Kajari Gunungsitoli dan jajaranmya Gunungsitoli di Beri sangsi tegas (Pindah) oleh Pak Kejaksaan Agung RI Pusat .

Pimpinan Aksi FARPKeN, Helpin Zebua, menegaskan bahwa sikap Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli sangat disesali karena dinilai mencederai hak masyarakat.

“Sikap Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli hari ini betul-betul sangat merendahkan hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan meminta informasi di Kejaksaan. Kami sangat menyayangkan karena beliau tidak mau dan tidak berani menemui massa untuk berdialog secara terbuka, padahal kami datang secara damai dan sah menurut undang-undang,” tegas Helpin Zebua kepada awak media.

FARPKeN menyatakan bahwa aksi lanjutan akan digelar dalam waktu dekat dengan tuntutan yang sama, hingga Kejaksaan Negeri Gunungsitoli memberikan kepastian hukum, keterbukaan informasi, serta perbaikan pelayanan publik yang adil dan di dapat di percaya.

Kharisman Gea, Ketua Team Libas Nias Utara mendesak Kejari Gusit agar tuntutan aksi demo direspon dan ditindaklanjuti.

Turut Hadir Anggota Polres Nias, TNI, Ketua Organisasi LIBAS Nias Utara, LSM, PERS dan masyarakat Wilayah hukum Kajari Gunung Sitoli.

Kharisman Gea

Di Duga Akibat Curah Hujan Yang Tinggi Sering Meluap Air Di Areal Pelaksanaan Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Boduho.

Nias Utara, Yutelnews.com Kepulauan Nias ||Sejak dimulai Pelaksanaan Pekerjaan Rekontruksi jalan Boduho di Desa Hilimbosi sejak 24 Maret 2025, dan kontrak berakhir 21 Desember 2025. Pelaksanaan pekerjaan dilaksanakan sesuai dgn kontrak dan sesuai dgn DED perencanaan awal.

Awak media mengkonfirmasi PPK dari PUTR Kabupaten Nias Utara Andika Mendofa menyampaikan bahwa
Kronologi kejadian di mana pada tanggal 08 Desember 2025 telah terjadi penurunan timbunan tiba2, kemudian hasil dr peninjauan bersama Dinas Teknis PUTR, pekerjaan timbunan dilanjutkan hingga mencapai seatle timbunan badan jalan. Pada tanggal 15 Desember 2025, kembali terjadi penurunan timbunan ke 2, dan diinstruksikan penghentian pekerjaan sementara sembari menunggu turunnya tenaga ahli, berhubung kejadian tersebut diperlukan identifikasi mendetail oleh tenaga ahli “Ujarnya.

“Lanjut terkait kontrak pekerjaan yg awalnya berakhir 21 Desember 2025, diberikan perpanjangan waktu hingga 13 Februari 2026 akibat kendala-kendala yang dialami selama proses pelaksanaan dari awal yaitu : tingginya curah hujan yg menyebabkan seringnya air sungai meluap ke area pekerjaan sehingga pelaksanaan pekerjaan tertunda.

Terkait kejadian tersebut, PPK telah melaporkan kepada Kepala Pelaksanan BPBD dan tim Probity Audit Inspektorat Nias Utara dan telah dilakukan peninjauan bersama.

Informasi terkait kejadian tersebut telah diinformasikan kepada pihak BNPB pusat, baik melalui surat maupun melalui zoom.
Tindak lanjut : Tenaga ahli telah melaksanakan peninjauan pada tgl 29 Desember 2025, diperkirakan penyebab turunnya timbunan adalah perubahan ketinggian muka air tanah. Pada tanggal 04 Januari 2026, tenaga ahli telah menyampaikan rekomendasi penanganan selanjutnya pada badan jalan. Tenaga ahli melaksanakan ekspose dgn Pihak BPBD dan Dinas PUTR Kabupaten Nias Utara terkait hasil peninjauan dan rekomendasi penanganan selanjutnya.

Penanganan sesuai rekomendasi tenaga ahli telah dimulai pelaksanaannya pada 12 Januari 2026 dgn tujuan pekerjaan tersebut dpt selesai dan bermanfaat utk pengguna jalan.

Kharisman Gea

Desa Warnajati Bersiap Jadi Sentra Domba Garut Unggul dan Agribisnis Terpadu

SUKABUMI, YUTELNEWS.COM —Desa Warnajati memiliki potensi untuk menjadi pusat domba Garut unggul dan agribisnis pada, Selasa (13/01/2026)

Dua kelompok peternak lokal telah berhasil mengembangkan budidaya domba ini secara berkelanjutan, didukung oleh ketersediaan rumput odot berkualitas tinggi.

Rumput ini tidak hanya cukup untuk peternak lokal, tetapi juga dipasarkan hingga ke Taman Safari.

Selain peternakan, desa ini juga dikenal sebagai penghasil durian dan cempedak dengan kualitas yang sangat baik.

Sinergi antara peternakan, pakan ternak, dan hasil perkebunan memberikan peluang besar untuk meningkatkan ekonomi desa.

Kerjasama antara pemerintah desa, peternak, dan sektor lain diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(Kabiro Mirna )

Bantuan Banjir di Gampong Baro Dipertanyakan Warga, Diduga Tidak Merata dan Tidak Transparan

Yutelnews.com ||
Gampong Baro, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara — Sabtu, 11 Januari 2026 sekitar pukul 03.30 WIB, dua unit mobil tiba di Gampong Baro dengan membawa bantuan untuk warga yang terdampak banjir. Bantuan tersebut disebut-sebut berasal dari pihak tertentu yang tidak disebutkan identitasnya.

Namun, proses penyaluran bantuan tersebut menimbulkan tanda tanya dan keresahan di tengah masyarakat. Pasalnya, pembagian bantuan diduga hanya diberikan kepada warga yang namanya sudah tercantum dalam daftar tertentu. Sementara warga lain yang juga terdampak banjir dan berada di sekitar lokasi tidak memperoleh bantuan karena tidak terdaftar.

Sejumlah warga mempertanyakan, mengapa hanya segelintir orang yang dipanggil dan diarahkan untuk berkumpul menerima bantuan. Bahkan, terdapat warga dari desa lain yang ikut hadir dan mengambil bantuan tersebut. Kondisi ini memicu dugaan adanya ketidakadilan dan praktik pilih kasih dalam pendistribusian bantuan.

Salah satu warga menyebutkan, pihak yang menyalurkan bantuan mengklaim bantuan tersebut berasal dari dana pribadi. Namun, hal itu semakin menimbulkan tanda tanya karena para penyalur terlihat mengenakan atribut lembaga pada pakaian mereka serta melakukan pendokumentasian kegiatan seolah-olah merupakan agenda resmi.

“Kalau benar dari dana pribadi, mengapa hanya orang-orang tertentu yang dipanggil, dan mengapa menggunakan atribut lembaga?” ujar seorang warga dengan nada mempertanyakan.

Warga juga mempertanyakan apakah masyarakat Gampong Baro yang tidak terdata dianggap tidak terdampak banjir, sehingga tidak berhak
menerima bantuan.

Masyarakat berharap agar ke depan, setiap penyaluran bantuan kemanusiaan dilakukan secara adil, terbuka, dan tidak diskriminatif, sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial maupun kekecewaan di tengah warga yang sedang tertimpa musibah.

Demikian laporan ini disampaikan.

Husaini (Rambo)

Kisruh Guru dan Wali Murid di MAS Miftahul Jannah Peranap Berakhir Damai

Peranap — yutelnews.com ||
Kisruh yang sempat terjadi antara guru dan Wali murid di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Miftahul Jannah, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), akhirnya berakhir damai melalui proses Mediasi.

Permasalahan ini berawal dari pengaduan salah seorang Wali murid, Pera Wati, kepada awak media terkait dugaan adanya intimidasi yang dialami anaknya oleh oknum guru Dahlian.

Menindaklanjuti pengaduan tersebut, awak Media berupaya menjumpai guru yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Tidak berhenti di situ, awak Media kemudian mencari solusi dengan melakukan diskusi bersama pihak Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu (Kemenag Inhu).

Menanggapi hal tersebut, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Inhu Hendriadi langsung turun ke lapangan untuk memfasilitasi proses mediasi antara kedua belah pihak yang berseteru.
Mediasi tersebut dilaksanakan di ruang Kepala Sekolah MAS Miftahul Jannah pada Jumat, 9 Januari 2026

Dengan dihadiri sejumlah pihak terkait, di antaranya:
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Inhu, H. Hendriadi, S.Ag., M.Pd.I
Ketua Yayasan, H. Buhari, S.P
Bhabinkamtibmas Polsek Peranap, Bripka Fadli Ridwan
Kepala Sekolah MAS Miftahul Jannah, H. Zulman, M.Pd.I
Suanra, Pimpinan Redaksi Media Kupas Peristiwa.id
Arifin, Pimpinan Redaksi Media Bidik Kasus.Net
Sandi Irwandi, Korwil bidik Kasus.net

Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara musyawarah dan kekeluargaan.

Mediasi berjalan dengan lancar dan kondusif, hingga akhirnya dicapai kesepakatan bersama demi menjaga suasana belajar Mengajar yang aman dan nyaman di lingkungan sekolah.

Dengan adanya penyelesaian ini, pihak Sekolah, orang tua murid, serta Kemenag Inhu berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan hubungan antara guru, murid, serta wali murid dapat terjalin dengan lebih baik ke depannya.|| TIM

Inovasi Pertanian Metode TIPAK Jadi Terobosan Baru Pertanian Desa

Kab. Bandung – YUTELNEWS com||Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Ahmad Riza Patria melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung pengembangan inovasi pertanian metode TIPAK, sebuah sistem tanam padi yang memungkinkan satu kali tanam menghasilkan empat kali panen dalam satu tahun,wilayah desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, pada rabu (07/01/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT Thara Jaya Niaga, Diyan Angraeni, yang selama ini konsisten mengembangkan metode tersebut di berbagai daerah.

Ahmad Riza Patria menjelaskan bahwa inovasi TIPAK lahir melalui proses riset panjang dan pendampingan akademis, melibatkan para profesor dari Universitas Gadjah Mada serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Ia menilai metode ini memiliki keunggulan nyata dibandingkan sistem tanam padi konvensional, terutama dari sisi produktivitas dan efisiensi.

“Hasil di lapangan menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan,” katanya.

Ia berharap ke depan program TIPAK dapat dikelola bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh Indonesia. Dengan dukungan benih dan pupuk yang telah disiapkan secara terintegrasi, petani cukup melakukan satu kali tanam untuk memperoleh panen hingga empat kali dalam setahun.

Skema tersebut dinilai mampu menekan biaya sekaligus meningkatkan hasil usaha tani.

Lebih jauh, Ahmad Riza Patria menekankan pentingnya peran BUMDes dalam tata kelola pertanian desa. Melalui sistem manajemen yang baik dan mekanisme bagi hasil yang adil, petani tidak lagi bergantung pada tengkulak.

“Keuntungan akan lebih besar dan berkelanjutan, baik bagi petani maupun desa,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan metode TIPAK sejalan dengan arah kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun ekonomi dari desa untuk mendorong pemerataan dan pengentasan kemiskinan. Selain itu, inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional.

“Insyaallah, jika diterapkan luas, kesejahteraan petani akan meningkat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Thara Jaya Niaga Diyan Angraeni menuturkan bahwa TIPAK merupakan hasil kerja berkelanjutan selama lima tahun terakhir. Hingga kini, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan 11 universitas di Indonesia. Program tersebut telah berjalan di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Bandung, Banyumas, Cirebon, dan Yogyakarta, serta mulai dikembangkan di luar Pulau Jawa.

“Kami optimistis TIPAK siap didorong menjadi program berskala nasional,” ujarnya. ***

 

Yans.

Aksi Nyata, Pemdes Cibeurem Madep Gelar Berkolaborasi Penanaman Seribu Pohon di Kaki Gunung , Kepedulian Bikin Lingkungan Asri.

Kab. Bandung – YUTELNEWS com|| Dalam rangka memperkuat upaya pelestarian lingkungan dan mencegah potensi bencana alam di wilayah Desa Cibeurem, Pemdes Cibeurem Kabupaten Bandung, berkolaborasi menggelar aksi nyata penanaman seribu pohon di lahan kritis di Kaki Gunung wilayah,
Desa Cibeurem, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Pada selasa 06/01/2025.

Kegiatan tersebut yang diisi oleh Kepala Desa Cibeurem, Muspika, Forum Pencinta Alam Kab.Bandung, DLH, Ferum Jasa Tirta,Babinsa, Bhabinkamtibmas,ratusan warga lokal, dan tokoh masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kelestarian ekosistem dan kesejahteraan warga.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Desa Atep Syarif Hidayat, yang menyampaikan bahwa aksi nyata penanaman pohon merupakan wujud komitmen Pemdes Cibeurem terhadap program dalam menjaga lingkungan. “Kita sadar betapa pentingnya pohon bagi kehidupan kita. Selain menyediakan oksigen, pohon juga berperan sebagai penyerap air hujan, mencegah longsor, dan menyejukkan udara. Oleh karena itu, Pemdes Cibeurem ini ingin memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan ini,” ujarnya kades Atep dalam penyampaian ke awak media

Selain itu, Kades Atep Ahmad juga mengajak seluruh warga untuk terlibat aktif dalam pemeliharaan pohon yang telah ditanam. “Penanaman pohon bukan hanya sekadar ritual, tapi juga harus diikuti dengan perawatan yang baik. Kita harap warga sekitar dapat membantu menjaga pohon-pohon ini agar tumbuh dengan sehat dan memberikan manfaat maksimal,” tambahnya.

Pada kegiatan tersebut, sebanyak seribu bibit pohon berbagai jenis ditanam, antara lain pohon kayu manis, jabon,Nangka, beringin,sirsak,Jenis pohon yang dipilih disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan masyarakat, sehingga selain berfungsi sebagai pelindung lingkungan, juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga di masa depan.

Proses penanaman diikuti dengan antusias oleh semua peserta. Mereka bekerja sama membuka lubang, menanam bibit, menimbun tanah, dan menyiram air. Beberapa peserta juga membawa alat bantu sendiri, seperti cangkul dan ember, untuk mempercepat proses penanaman.

Selain penanaman pohon, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi tentang pentingnya pelestarian lingkungan yang disampaikan oleh Kades Atep . ” Kades Atep pun menjelaskan tentang dampak kerusakan lingkungan terhadap kehidupan manusia dan langkah – langkah yang dapat diambil untuk mencegahnya. Peserta juga diajarkan cara merawat pohon dengan benar, sehingga pohon dapat tumbuh dengan sehat.

Sekcam Kertasari, yang juga turut berpartisipasi dalam kegiatan, menyampaikan terima kasih kepada pemdes Cibeurem dan beberapa elemen atas inisiatifnya. “Kami sangat senang dan berterima kasih atas aksi penanaman pohon yang dilakukan oleh pemdes di lahan di kaki Gunung wilayah desa cibeurem, memang sebagian besar merupakan lahan kritis yang membutuhkan perhatian khusus. Dengan penanaman pohon ini, diharapkan dapat mengurangi potensi bencana dan meningkatkan kualitas lingkungan di desa kami,” ujarnya.

Warga lokal juga menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan ini. Siti, seorang warga Desa cibeurem, mengatakan bahwa dia senang melihat banyak orang yang terlibat dalam penanaman pohon. “Kita harap pohon-pohon ini tumbuh dengan cepat dan dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Selain itu, kegiatan ini juga membuat kita lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan,” katanya.

Kegiatan penanaman pohon ini diharapkan dapat menjadi awal dari serangkaian upaya pelestarian lingkungan yang akan dilakukan oleh pemdes di wilayah lain. ” Kades Atep Ahmad , menyampaikan bahwa pemdes cibeurem akan terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara, terutama dalam bidang lingkungan. “Kita akan terus melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk pelestarian lingkungan. Semoga dengan adanya upaya ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan sejahtera untuk generasi mendatang,” pungkasnya.

 

 

Yans.

Siraman Rohani Pemkab Bandung, Kang DS ,Tekankan Penting nya ASN Harus Seimbang Kesehatan Spiritual dan Materi

KAB. BANDUNG – YUTELNEWS com|| Bupati Bandung, Dr HM Dadang Supriatna berdoa agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bandung selalu dalam keadaan sehat secara spiritual dan sehat secara materi di tahun 2026. Menurutnya, jika kedua hal tersebut terjaga, maka pelayanan kepada masyarakat akan semakin maksimal.

Hal itu disampaikan Bupati saat memberikan sambutan dalam kegiatan Siraman Rohani di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung yang digelar di Gedung Mohammad Toha, Soreang, Selasa (06/01/2026) pagi, di hadapan ratusan ASN dan kepala perangkat daerah.

Penceramah dalam kegiatan Siraman Rohani tersebut adalah pimpinan Pondok Pesantren Asyifa, Sumedang, Jawa Barat.

“ASN di Kabupaten Bandung berjumlah sekitar 19 ribu orang. Jika mereka sehat secara spiritual dan sehat secara materi, maka pelayanan kepada masyarakat akan maksimal. Pagi ini saya mengajak pak kiyai untuk mendoakan agar ASN Kabupaten Bandung senantiasa sehat secara spiritual dan sehat secara materi,” ujar Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS.

Kang DS juga menegaskan, salah satu upaya meningkatkan spiritualitas di lingkungan ASN Kabupaten Bandung adalah melalui program pesantren kilat. Dalam waktu dekat, ASN di lingkungan eselon dua dan tiga akan diberangkatkan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Bagi ASN di lingkungan eselon dua dan tiga, dalam waktu dekat akan diberangkatkan untuk mengikuti pesantren kilat,” kata Kang DS.

 

Yans.

Kang DS Sidak Awal Tahun Dinas Pendidikan, Tegaskan Budaya Disiplin, ASN Kunci Peningkatan Mutu Sekolah

KAB. BANDUNG — Bupati Bandung,Dr HM Dadang Supriatna (Kang DS) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. pada Senin (05/01/2026). Sidak tersebut dilakukan sebagai langkah awal tahun kerja untuk memastikan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN), khususnya di lingkungan Dinas Pendidikan.

Dalam kesempatan itu, Kang DS menegaskan bahwa disiplin kerja merupakan fondasi utama dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan. Selain menyoroti kedisiplinan, Kang DS juga melakukan peninjauan terhadap mutu kurikulum serta mengevaluasi kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga pengajar sebagai unsur penting dalam sistem pembelajaran.

“Disiplin itu bukan hanya soal hadir tepat waktu, tapi juga tentang tanggung jawab, komitmen, dan keteladanan. Kalau aparatur dan pendidik sudah disiplin, maka kualitas pendidikan pasti akan meningkat,” tegas Kang DS.

Kang DS menekankan pentingnya peran kepala sekolah dan guru sebagai teladan di lingkungan pendidikan. Ia mengingatkan agar para pendidik hadir lebih awal sebelum siswa datang ke sekolah. Menurutnya, hal tersebut bukan hanya berkaitan dengan disiplin, tetapi juga bertujuan membangun hubungan emosional yang positif antara guru dan peserta didik.

“Guru dan kepala sekolah harus menjadi contoh. Datang lebih awal, menyambut siswa dengan ramah, memberi rasa aman dan nyaman sejak mereka melangkah ke sekolah,” ujarnya.

Salah satu upaya sederhana namun bermakna yang ditekankan Kang DS adalah membiasakan guru menyambut siswa dengan salaman sebelum memasuki kelas. Pendekatan humanis tersebut diyakini mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.

“Hal kecil seperti menyambut siswa dan bersalaman bisa membangun ikatan emosional yang kuat. Ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat,” kata Kang DS.

Lebih lanjut, Kang DS menyampaikan bahwa suasana sekolah yang hangat dan penuh perhatian juga menjadi langkah preventif dalam meminimalisasi kasus perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang sehat, bebas dari rasa takut, dan penuh dengan nilai-nilai saling menghargai.

Dalam sidak tersebut, Kang DS juga berdialog langsung dengan jajaran Dinas Pendidikan untuk menyerap berbagai masukan terkait tantangan penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Bandung, mulai dari pemerataan kualitas guru, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga penguatan manajemen sekolah agar lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Kang DS menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan sektor pendidikan secara berkelanjutan, baik melalui peningkatan kualitas SDM, pembaruan sistem pembelajaran, maupun penguatan karakter peserta didik sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Melalui sidak ini, Kang DS berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Bandung terus meningkat seiring dengan penguatan disiplin, profesionalisme, inovasi, serta keteladanan seluruh insan pendidikan demi mewujudkan generasi Bandung yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

 

Yans.

Sekolah SDN 05 Kota Payakumbuh Laksanakan Pagi Ceria Dengan Upacara Bendera Hari Pertama Masuk Sekolah

KOTA PAYAKUMBUH, YUTELNEWS.COM —Pada hari pertama masuk sekolah semester genap 2026, Kepala Sekolah SDN 05 Yulianti di Payakumbuh melaksanakan Upacara bendara instruksi dari Kemendiknas.

Kegiatan Pagi Ceria dan Upacara Bendera dimulai pada pukul 07’00 wib waktu setempat pada, Senin (05/01/2026).

Kemendiknas melalui Kemendikbud kota payakumbuh memerintahkan setiap kepala sekolah agar Pagi Ceria dan Upacara Bendera dilaksanakan secara serentak di seluruh sekolah untuk jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan menengah.

Yulianti menyampaikan,” Kegiatan mencakup senam, upacara bendera, doa berdasarkan agama, dan menyanyikan lagu “Hari Baru” untuk membangun semangat kebersamaan,” kata Yulianti.

Selanjutnya Materi pendukung serta Surat Edaran terkait dapat diakses melalui laman resmi Kemendikdasmen. Kegiatan diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat, kemudian dilanjutkan dengan Upacara Bendera dan doa, ditutup dengan menyanyikan lagu “Hari Baru”.

Yulianti menegaskan,” pentingnya semangat dan cita-cita untuk anak-anak dalam memasuki semester kedua. Ia juga menyampaikan pesan untuk saling menghormati antara siswa dan guru sebagai kunci keberhasilan,” tegasnya.

Dengan demikian Yulianti juga mengucapkan,” Materi senam dan lagu “Hari Baru” tersedia secara online untuk mendukung pelaksanaan kegiatan,” ucapnya .

Yulianti mengatakan,” Hari pertama masuk sekolah di 2026 dimulai dengan kegiatan yang meriah dan penuh semangat, untuk menumbuhkan rasa optimisme di antara siswa dan guru,” ujar Yulianti.

(MD)

TPST TKK Desa Pangauban Resmi Beroperasi ,Siap Kelola 5 Ton Sampah Perhari

Kab.Bandung – Pemerintah kabupaten Bandung Melalui Pemerintah Kecamatan Katapang meresmikan pendirian Tempat Pengolahan Sampah InceneratorTerpadu di TKK (Taman Kopo Katapang) Desa Pangauban

Dengan peresmian itu diharapkan Desa Pangauban Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung bisa menjadi percontohan desa – desa pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung Jawa Barat

Camat Katapang Rahmat Hidayat mengapresiasi inovasi warga Desa Pangauban yang berhasil mengubah persoalan sampah menjadi sebuah peluang. Ia mengungkapkan, langkah yang dilakukan Desa Pangauban menjadi contoh pengelolaan sampah di tingkat kabupaten Bandung. pada Senin (05/01/2026)

“Kalau semua desa melakukan hal yang sama, sampah tidak akan jadi beban besar di TPA. Kita tahu anggaran sampah terbatas, jadi desa harus kreatif dan mandiri, seperti desa Pangauban” katanya.

Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk menjadikan Desa Pangauban sebagai model percontohan, serta mendorong desa dan kecamatan lain belajar langsung ke desa tersebut.

Menurut Camat Katapang Rahmat Hidayat TPST bukan hanya bisa menjaga kebersihan, melainkan juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat

Camat Katapang Rahmat Hidayat mengucapkan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkolaborasi bersama sehingga TPST Teknologi Incenerator desa Pangauban dapat terwujud dan mulai beroperasi pada hari ini. Keberadaan TPST inscurator ini akan memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung”katanya

Menurutnya, upaya tersebut sebagai wujud komitmen Pemkab dalam upaya pengelolaan sampah mandiri sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sesuai filosofi BEDAS Bangkit Edukatif Dinamis,Agamis dan Sejahtera Sehingga penanganan sampah harus dikelola bersama dengan serius, supaya lingkungan yang lestari dapat diwariskan kepada anak cucu dan meningkatkan nilai ekonomi serta potensi strategis lainnya jika dikelola dengan baik.

“Kehadiran TPST Incenerator di Desa Pangauban adalah sebuah langkah penting dalam upaya kita mengatasi permasalahan sampah yang semakin kompleks di Kabupaten Bandung Dengan beroperasinya TPST ini, kita berharap pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung lebih efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Permasalahan sampah adalah tantangan besar yang harus di hadapi bersama. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan pesatnya pertumbuhan ekonomi, volume sampah di Kabupaten Bandung terus meningkat. Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan, kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

.Sementara Kepala Desa Pangauban Enep Rusna Sutiadi mengatakan, program pengelolaan sampah ini sampai sekarang di resmikan proses perjalanan panjang selama 2 tahun. Dalam prosesnya, warga dilibatkan langsung.

Menurut Enep keberhasilan program ini adalah kemauan dan partisipasi warga dan menjadi model percontohan pengelolaan sampah di tingkat desa. yang Alhamdulillah per hari bisa sampai 5 ton untuk pembakaran sampah’ Maka dari itu, ia mengapresiasi peran aktif masyarakat yang menginisiasi pengelolaan sampah secara mandiri, tanpa menunggu program dari kabupaten.

“Kami berharap, desa-desa mampu mengalokasikan anggaran untuk mengelola sampah di tingkatnya masing-masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan, langkah ini menjadi hal yang penting untuk dilakukan, mengingat pertumbuhan industri di wilayah Katapang juga kian meningkat. kehadiran TPST Inscurator di Desa Pangauban memberi semangat bagi desa lain untuk memprioritaskan pengelolaan sampah di daerahnya masing-masing.
“Desa Pangauban bisa jadi role model untuk seluruh Kabupaten Bandung,” tegasnya.

 

Yans

Anggota DPRD Kabupaten Bandung Dadang Hemayana S.I.P, Hadiri Pernikahan Warga, Doakan Kebaikan Semangatkan Sinergi.

Kab.Bandung – YUTELNEWS com|| Suasana penuh kehangatan dan keceriaan memenuhi lokasi pernikahan salah satu warga Banjaran, Kabupaten Bandung, yang berlangsung pada hari Senin pagi hingga sore ini. Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah kehadiran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung H Dadang Hemayana S.I.P beserta istri dan Camat Banjaran Kasta Wiguna yang turut meramaikan acara penting dalam hidup pasangan muda tersebut.

Anggota DPRD Dadang Hemayana S.I.P , datang sebagai tamu undangan, tetapi juga sebagai perwakilan yang membawa harapan dan dukungan dari lembaga perwakilan rakyat kepada masyarakat. Mereka tiba di lokasi acara sekitar pukul 12.30 WIB, disambut dengan senyum hangat oleh keluarga kedua mempelai.pada senin 05/01/2026.

Setelah prosesi upacara pernikahan yang dilaksanakan sesuai dengan adat dan agama yang dianut pasangan berlangsung dengan khidmat, anggota DPRD mengambil kesempatan untuk menyampaikan ucapan selamat secara langsung kepada mempelai pria dan wanita.

Anggota DPRD H Dadang Hemayana,pun menyampaikan bahwa pernikahan bukan hanya momen kebahagiaan pribadi bagi pasangan, tetapi juga merupakan langkah penting dalam membangun pondasi keluarga yang kuat – salah satu pilar utama kemajuan masyarakat dan daerah.

“Kita melihat bahwa setiap pernikahan adalah sebuah cerita baru, sebuah keluarga yang nantinya akan menjadi bagian dari tulang punggung pembangunan Kabupaten Bandung. Kami berharap pasangan ini dapat menjalani hidup bersama dengan penuh kasih, saling menghargai, dan selalu menjaga keharmonisan dalam rumah tangga,” ucap anggota DPRD H Dadang.

Selain ucapan selamat, mereka juga menyampaikan bahwa lembaga DPRD Kabupaten Bandung selalu berkomitmen untuk mendengar suara masyarakat dan mengupayakan program-program yang bermanfaat bagi kesejahteraan warga, termasuk dalam hal pembinaan keluarga . Mereka mengajak keluarga besar mempelai dan tamu undangan untuk terus mendukung program-program pembangunan daerah dan menjaga persatuan serta kesatuan antarwarga.

Keluarga besar mempelai dan tamu yang menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran anggota DPRD, yang mereka anggap sebagai bentuk kedekatan lembaga negara dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Lebih lanjut ,Keluarga dan kedua mempelai, Witarya dan Imas Dini Maryani ,yang merupakan warga tetap di Kecamatan Banjaran , mengungkapkan rasa bangga dan bahagia karena acara pernikahan bisa dihadiri oleh perwakilan rakyat daerah serta bapak Camat Banjaran. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak anggota DPRD,Bapak Camat Banjaran, Kehadiran beliau-beliau bukan hanya membuat acara ini lebih berarti, tetapi juga memberikan semangat bagi kami untuk terus berkontribusi positif bagi daerah,” ucap kedua mempelai.

Pada akhir acara, anggota DPRD Dadang Hemayana beserta Istri, serta Camat Banjaran Kasta Wiguna dan kedua mempelai, berfoto bersama sebagai kenang-kenangan. Mereka juga menyampaikan doa terakhir agar pasangan selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam setiap langkah hidupnya. Sebelum pulang, mereka berjanji akan terus mengawasi perkembangan masyarakat di wilayah tersebut.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa hubungan antara lembaga perwakilan rakyat dengan masyarakat tidak hanya terbentuk melalui rapat dan program pembangunan, tetapi juga melalui partisipasi dalam momen-momen penting kehidupan warga, yang memperkuat ikatan emosional dan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakatnya,”tukasnya.

 

Yans.

 

Yans.

Pemdes Cangkuang Wetan Dorong Kolaborasi Pentahelix, Gebyarkan Semangat Gotong Royong Bersihkan Lingkungan sebagai Benteng Pertama Cegah Banjir

Bandung – YUTELNEWS com|| Merespons potensi ancaman banjir yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat saat musim hujan tiba, Pemerintah Desa (Pemdes) Cangkuang Wetan mengambil langkah konkret dengan menggerakkan seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan pentahelix. Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan yang digelar pada hari Minggu ini tidak hanya menjadi aksi pembersihan fisik, melainkan juga sebagai upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kelestarian alam untuk keberlangsungan hidup generasi mendatang.pada minggu 04/01/2025.

Dalam konsep pentahelix yang diterapkan desa cangkuangwetan ini, kolaborasi dibangun melalui Konsep yang kerap digunakan dalam pembangunan berkelanjutan ini diadaptasi oleh Pemdes Cangkuang Wetan untuk menangani permasalahan lingkungan dan risiko bencana yang sering menghantui wilayah mereka.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini diikuti oleh pemerintah desa, Karang taruna,warga, lebih dari ratusan peserta yang berasal dari berbagai kalangan – mulai dari anak anak,ibu-ibu,bapak2 hingga lansia yang masih memiliki semangat gotong royong tinggi. Lokasi pembersihan difokuskan pada titik krusial yang menjadi pemicu terjadinya genangan dan banjir, yaitu saluran air utama yang menghubungkan kawasan pemukiman dengan Sungai Citarum hilir, parit pengaliran air hujan, serta yang sering menjadi tempat penumpukan sampah.

Kepala Desa Cangkuang Wetan, Bapak Asep Kusmiadi S.IP, menjelaskan bahwa ide untuk menggerakkan program pentahelix ini muncul setelah melihat bahwa upaya pembersihan lingkungan yang hanya dilakukan oleh pihak pemerintah desa saja tidak memberikan hasil yang maksimal. “Kita sadar bahwa permasalahan lingkungan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Sejak awal tahun lalu, kami mulai melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk membangun sinergi yang kuat membantu kami melakukan survei dan analisis tentang pola aliran air serta titik-titik rawan banjir di desa,” ujarnya saat memberikan arahan pada awal kegiatan.

“Kami melihat bahwa jika banjir terjadi, tidak hanya masyarakat yang dirugikan, tetapi juga usaha kami akan terpengaruh. Oleh karena itu, kami dengan senang hati mendukung program ini, untuk ikut serta dalam gotong royong.

Tidak berhenti hanya pada kegiatan satu hari saja, Pemdes Cangkuang Wetan juga telah merencanakan program berkelanjutan dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah banjir. Rencana tersebut meliputi pembentukan kelompok penjaga lingkungan di setiap RT, penyelenggaraan pelatihan pengelolaan sampah secara berkala, serta kerja sama berkelanjutan dengan semua pihak dalam konsep pentahelix untuk melakukan pemantauan kondisi lingkungan secara rutin.

Kades Asep Kusmiadi ,pun menambahkan bahwa langkah selanjutnya adalah melakukan evaluasi bersama seluruh pihak yang terlibat untuk melihat efektivitas program ini dan mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki. “Kita berharap bahwa program pentahelix ini tidak hanya menjadi acara satu kali, tetapi bisa menjadi budaya baru bagi masyarakat Cangkuang Wetan. Kita ingin menciptakan desa yang bersih, sehat, dan aman dari bencana, serta menjadi contoh bagi desa-desa lain di sekitar kita,” tutupnya dengan penuh semangat.

Pada akhir kegiatan, seluruh peserta berkumpul untuk berfoto bersama dan berbagi cerita tentang pengalaman mereka selama mengikuti gotong royong. Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan terasa sangat kental di antara mereka, menjadi bukti bahwa kolaborasi yang kuat antar berbagai elemen masyarakat mampu menghasilkan perubahan yang nyata dan berdampak positif bagi kehidupan bersama,”tukasnya.

 

Yans.

Pemdes Cangkuang Wetan Gebyar Laksanakan Kerja Bakti Dukung Program Pentahelix Penanganan Banjir

Bandung – YUTELNEWS com|| Pemerintahan Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung kompak bergotong royong dalam kegiatan kerja bakti. Kegiatan ini dilakukan dalam upaya kebersihan lingkungan diwilayah Desa.

Kegiatan yang berlangsung difokuskan pada upaya pelestarian lingkungan desa yang bersih, bebas Sampah dan banjir. Kerja bakti dimulai sejak pagi hari dimana warga masyarakat berkumpul langsung di titik lokasi kegiatan.

Dalam kegiatan ini ada beberapa kelompok dalam pelaksanaan kegiatannya termasuk membersihkan selokan dan saluran air untuk mencegah banjir dan menjaga kebersihan lingkungan dan pembersihan rumput di sepanjang jalan desa dan area terbuka lainnya.

Kepala Desa Cangkuang Wetan Asep Kusmiyadi, S.Pd.l., M.Pd, menyampaikan, Selain membersihkan selokan warga juga membersihkan sampah yang berserakan di sekitar jalan desa. Sampah-sampah tersebut kemudian dikumpulkan dan diangkut ke tempat pembuangan akhir.

“Kegiatan ini menunjukkan kesadaran dan komitmen warga Desa Cangkuang Wetan dalam menjaga kebersihan lingkungan mereka. Antusiasme dan semangat warga Desa dalam kerja bakti ini patut diapresiasi. Mereka bekerja sama dengan penuh sukarela demi mewujudkan lingkungan desa Cangkuang yang bersih, sehat, dan nyaman,” ungkap Kades.

Kepala Desa Cangkuang Wetan mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas partisipasi aktif seluruh warga yang mana selama 5 tahun ini sudah rutin melaksanakan kerja bakti atau Jumsih (jum’at bersih).

Saya berharap kegiatan gebyar kerja bakti ini dapat terus dilaksanakan dan menginspirasi desa-desa lain untuk melakukan hal serupa dalam mendukung program Pentahelik Penagan banjir diwilayah Dayeuhkolot.

Kerja bakti ini bukan hanya sekadar kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat rasa kebersamaan antar warga.

” Dengan lingkungan yang bersih dan hubungan sosial yang harmonis, diharapkan Desa Cangkuang Wetan dapat terus berkembang dan menjadi tempat tinggal yang nyaman bebas dari banjir bagi seluruh warganya,” tukas Kades Asep.

Yans

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.