BATAM, Yutelnews.com. – Seorang warga Batam mengaku menjadi korban dugaan penipuan oleh wanita berinisial F yang baru dikenal selama 1-2 bulan. Korban mengalami kerugian belasan juta rupiah dengan modus menunjukkan saldo rekening digital.
Kejadian bermula saat pelaku mengajak anak korban ke Medan untuk menjemput anaknya. Untuk meyakinkan, pelaku menunjukkan saldo SeaBank Rp 13 juta lebih dan DANA Rp 4 juta lebih kepada orang tua korban.
Selama perjalanan kapal Batam-Medan, pelaku berdalih aplikasi SeaBank tidak bisa di buka karena transaksi besar dan meminta orang tua korban mentransfer uang untuk makan dan kebutuhan di kapal. Pelaku juga sempat meminjam Rp 500ribu kepada anak korban via GoPay dengan alasan membeli tiket pesawat pulang.
Setibanya di Medan hingga kembali ke Batam, orang tua korban kembali diminta membelikan tiket pesawat untuk 3 orang senilai hampir Rp 5juta serta biaya makan dan akomodasi lainnya.
“Total yang sudah kami keluarkan sekitar Rp 13juta lebih. Pelaku bilang akan diganti 2 hari setelah sampai di Batam,” ujar korban.
Setelah di Batam, pelaku hanya mencicil Rp 2,5 juta sebagai pengganti tiket pesawat dan beralasan saldo SeaBank masih tidak bisa dibuka hingga 7 hari.
Kecurigaan korban memuncak setelah memeriksa akun SeaBank pelaku yang ternyata menggunakan identitas anak korban. Saldo di dalamnya hanya tersisa Rp 10 ribu dengan riwayat transaksi deposit judi online, padahal pelaku sempat bersumpah tidak bermain judi online.
Korban juga mengaku memiliki rekaman suara saat pelaku diduga hendak melarikan diri pada pukul 03.00 WIB dini hari bersama anaknya. Saat ini pelaku diketahui telah meninggalkan kos yang berada di lokasi kerja orang tua korban dalam keadaan menunggak.









































