Ombudsman KEPRI Fasilitasi Mediasi Lanjutan Kasus Dugaan Penolakan pelayanan IGD RS Hajjah Bunda Halimah Batam

Yutelnews.comBatam, Kepulauan Riau – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau akan memfasilitasi mediasi antara pihak keluarga pasien dan manajemen RS Hajjah Bunda Halimah sebagai tindak lanjut laporan dari ibu pasien yang akrab disapa Bunda Adam.

Mediasi ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026 atas permohonan pihak keluarga pasien, dengan menghadirkan kedua belah pihak guna penyelesaian atas permasalahan yang telah dilaporkan.

Pasien dalam peristiwa tersebut diketahui atas nama Wan Adam, warga Senjulung Baru III, RT 02 RW 10, Kelurahan Kabil.

Pihak keluarga pasien menyampaikan harapan agar pihak rumah sakit dapat menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media terkait peristiwa yang dilaporkan, sebagai bentuk tanggung jawab moral serta untuk memberikan kejelasan kepada publik agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah adanya laporan terkait dugaan penolakan penanganan pasien korban kecelakaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang terjadi pada tanggal 20 Februari 2026, terhadap pasien pengguna BPJS PBI akibat permintaan uang jaminan, sehingga pasien terlantar kurang lebih dua jam tanpa mendapatkan penanganan medis.

Selain itu, terdapat dugaan ketidaksesuaian data administrasi dalam laporan rawat inap.

Ibu pasien mengapresiasi langkah Ombudsman Republik Indonesia yang telah mengabulkan permohonan keluarga pasien untuk difasilitasi hingga ke tahap mediasi.

Saeni

Dari Panggung Kecil ke Panggung Besar, Ini Perjalanan Wahyu Trinanda Puteri Menuju Grand Final Duta Pariwisata Riau 2026

Pekanbaruyutelnews.com ||
Langkah kaki itu berawal dari Batu Bersurat, Kabupaten Kampar. Lahir pada 1 Januari 2004, Wahyu Trinanda Puteri tumbuh di tengah akulturasi budaya Melayu yang kental. Kini, mahasiswi aktif Universitas Islam Riau angkatan 2022 jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan (Tari) itu berdiri di gerbang penting: Grand Final Pemilihan Duta Pariwisata Riau 2026, membawa nama Kabupaten Pelalawan di pundaknya.

Di balik senyum dan gemulai tarinya, Wahyu tumbuh bersama sang ayah setelah kepergian ibunda tercinta. Meskipun tanpa doa ibu di dunia, ia yakin punya doa ibu di langit yang selalu menyertai setiap langkahnya. Kekuatan itulah yang menuntun perjalanannya di dunia pageant.

Tahun 2022 menjadi titik awal ketika ia memberanikan diri mengikuti ajang “Z Face Zetizen Riau 2022” dan berhasil menembus TOP 50. Setahun berselang, ia kembali menantang diri di “Pemilihan Bujang Dara Pelalawan 2023”. Tak hanya lolos hingga TOP 5, Wahyu pulang dengan gelar “5th Place Dara Pelalawan 2023”.

Tahun ini, panggungnya lebih besar. Melalui jalur umum, Wahyu lolos seleksi wawancara dan resmi menyandang status finalis Duta Pariwisata Riau 2026 mewakili Kabupaten Pelalawan. Konsistensinya terbukti saat Launching & Minat Bakat Duta Pariwisata Riau 2026 lalu. Membawakan paket lengkap — syair, lagu Melayu, dan tarian — Wahyu sukses masuk dalam TOP 3 Penampilan Minat Bakat Terbaik.

“Alhamdulillah, ini amanah besar. Saya ingin orang tidak hanya kenal Riau dari istana atau Bono, tapi juga dari syair yang dilantunkan, lagu yang dinyanyikan, dan tarian yang dihidupkan anak mudanya,” ungkap Wahyu.

Dengan Grand Final yang akan digelar akhir Mei 2026 mendatang, Wahyu berharap bisa memberikan hasil terbaik untuk Pelalawan dan Riau. Ia juga menyampaikan harapan besarnya agar mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan dan Dinas Pariwisata setempat.

Bagi Wahyu, menjadi Duta Pariwisata bukan sekadar soal mahkota. “Ini tentang jadi cerita berjalan untuk tanah yang membesarkan kita. Dari kesederhanaan Batu Bersurat, dari ruang kelas UIR, saya ingin dunia melihat Pelalawan dan Riau lebih dalam,” tutupnya.|| AS

Pengunjung Lapas Banyuwangi Gagal Selundupkan Diduga Sabu, Diamankan Petugas

YUTELNEWS.COMBANYUWANGI || Upaya penyelundupan narkotika ke dalam Lapas Kelas IIA Banyuwangi berhasil digagalkan petugas, Selasa (28/04). Seorang pengunjung wanita berinisial EM diamankan setelah kedapatan membuang paket mencurigakan ke tempat sampah saat hendak diperiksa.

Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, menjelaskan bahwa EM menunjukkan gelagat tidak wajar saat memasuki area penggeledahan. Petugas yang curiga kemudian mengawasi gerak-geriknya.

Saat dipantau, EM terlihat mengambil sesuatu dari saku celananya dan membuangnya ke dalam bak sampah. Setelah diperiksa, petugas menemukan paket plastik berisi serbuk kristal putih yang diduga sabu. Pemeriksaan lanjutan juga menemukan paket serupa di dalam dompet milik EM.

Dari hasil pemeriksaan awal, EM mengakui barang tersebut adalah miliknya. Sementara itu, warga binaan yang hendak dikunjungi membantah keterlibatan.

Selanjutnya, EM beserta barang bukti diserahkan ke Satuan Resnarkoba Polresta Banyuwangi untuk proses hukum lebih lanjut. Pihak lapas menegaskan akan terus memperketat pengawasan guna mencegah masuknya barang terlarang.

Sumber:Didik Siaga 02.com, diolah oleh redaksi Yutelnews.com | Editor: Darmansyah, Kabiro Natuna)

Tabrakan KRL dan KAJJ di Bekasi Timur, Jalur Lumpuh Total Kecelakaan hebat terjadi di Stasiun Bekasi Timur.

Yutelnews.comkota Bekasi. Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.55 WIB. KRL Commuter Line yang berhenti darurat diduga akibat mobil mogok di perlintasan, ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.

Benturan keras menyebabkan gerbong khusus wanita di bagian belakang KRL ringsek parah, bahkan tertembus moncong lokomotif. Asap tebal dan kepanikan melanda lokasi, dengan sejumlah penumpang dilaporkan masih terjepit saat evakuasi berlangsung.
Insiden ini melumpuhkan total jalur kereta di lintas Bekasi, memicu keterlambatan hingga pembatalan perjalanan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan fokus pada evakuasi dan penanganan korban, serta menyampaikan permohonan maaf.
Jumlah korban masih dalam pendataan, sementara Komite Nasional Keselamatan Transportasi akan menyelidiki penyebab kecelakaan.

Wowo

Di Balik Badai Medali: Kisah Perjuangan Atlet Taekwondo Polri Menaklukkan Dunia.

Yutelnews.comOsaka, Jepang.    Riuh tepuk tangan menggema di Ohama Arena Sakai saat bendera Merah Putih perlahan naik. Di balik momen kemenangan itu, ada cerita panjang tentang disiplin, pengorbanan, dan mimpi yang tak pernah padam dari para atlet Taekwondo Garbha Presisi Polri.
Bagi banyak orang, angka 21 medali—terdiri dari 14 emas, 5 perak, dan 2 perunggu—mungkin terlihat sebagai hasil akhir yang gemilang. Namun bagi para atlet, itu adalah akumulasi dari keringat, cedera, latihan panjang, serta waktu yang dikorbankan jauh dari keluarga.

Salah satu atlet, Bripda Rizky Irma Suryani, misalnya, harus melewati fase latihan intensif berbulan-bulan dengan tekanan tinggi. Setiap hari dimulai sejak pagi dengan pemanasan, dilanjutkan teknik berulang, hingga evaluasi gerakan yang tak jarang harus diulang ratusan kali demi mencapai kesempurnaan.

Di sudut lain, rekan-rekannya di nomor kyorugi menghadapi tantangan berbeda. Pertarungan bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal keberanian mengambil keputusan dalam hitungan detik. Satu kesalahan kecil bisa berarti kehilangan peluang meraih medali.
Namun justru di situlah mental mereka ditempa.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, menyebut bahwa pembinaan atlet Polri kini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pada penguatan mental dan karakter.
“Prestasi tidak lahir secara instan. Ia tumbuh dari proses panjang yang dijalani dengan konsistensi dan komitmen,” ungkapnya.

Perjalanan ke Jepang bukanlah perjalanan biasa. Bagi sebagian atlet, ini adalah kesempatan pertama tampil di panggung internasional. Ada rasa gugup, ada tekanan, tetapi juga ada tekad besar untuk membuktikan diri—bahwa mereka mampu berdiri sejajar dengan atlet dunia.

Dukungan institusi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan ini. Sejak dibentuknya Komite Olahraga Polri oleh Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, ruang bagi para atlet untuk berkembang semakin terbuka lebar. Mereka tidak hanya dilatih untuk menjadi anggota Polri yang profesional, tetapi juga atlet yang berprestasi.

Di balik setiap medali emas, ada cerita tentang bangkit dari kelelahan.
Di balik setiap perak dan perunggu, ada pelajaran tentang ketangguhan menerima hasil dan terus melangkah.
Ketika pertandingan usai dan podium telah ditinggalkan, yang tersisa bukan hanya kemenangan, tetapi juga rasa bangga—bahwa perjuangan mereka membawa nama Indonesia berkibar di negeri orang.

Bagi para atlet Taekwondo Polri, kemenangan ini bukanlah akhir. Ia adalah awal dari perjalanan yang lebih panjang. Target berikutnya sudah menanti, tantangan baru sudah di depan mata.
Namun satu hal yang pasti: mereka telah membuktikan bahwa di balik seragam, ada mimpi besar yang diperjuangkan dengan sepenuh hati.
Dan dari Osaka, dunia belajar satu hal—bahwa kekuatan sejati tidak hanya lahir dari otot, tetapi dari keteguhan untuk tidak pernah menyerah. 🇮🇩  

(TIM)

DPP Gemak Soroti Dugaan Pelanggaran Kendaraan Dinas Di Proyek Stadion Teladan Medan

Medan – yutelnews.com ||
dewan pimpinan pusat gerakan masyarakat anti korupsi (dpp gemak) menyampaikan keprihatinan serius atas temuan dugaan pelanggaran administrasi kendaraan dinas yang beroperasi di kawasan proyek stadion teladan, kota medan,temuan ini muncul di tengah percepatan pengerjaan proyek stadion yang diduga berkaitan dengan persiapan kegiatan berskala nasional.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan dan dokumentasi yang dihimpun, dpp gemak menemukan:
Sebuah kendaraan dinas berplat merah nomor bk 8775 j digunakan untuk mengangkut material tanah galian dari area proyek,masa berlaku plat tertera 11•24, yang diduga telah habis masa berlaku
Kendaraan tetap beroperasi secara aktif di lokasi proyek

Di lokasi yang sama, juga ditemukan pemasangan spanduk bertuliskan “gotong royong massal”, sementara aktivitas yang berlangsung menunjukkan kegiatan konstruksi intensif.

Dpp gemak menilai adanya indikasi ketidak konsistenan dalam penerapan aturan, khususnya terkait kewajiban administrasi kendaraan bermotor.
Di satu sisi, pemerintah mendorong kepatuhan pajak kepada masyarakat melalui berbagai program peningkatan pendapatan daerah, namun di sisi lain, terdapat dugaan kendaraan dinas yang tidak memenuhi kewajiban administrasi tetap digunakan tanpa penindakan.

Selain itu, percepatan proyek yang diduga berkaitan dengan agenda nasional tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan aturan hukum yang berlaku.

Dpp gemak juga menyoroti adanya penertiban terhadap pedagang kaki lima (pkl) di sekitar kawasan proyek, hal ini menimbulkan persepsi adanya ketimpangan dalam penegakan aturan antara masyarakat kecil dan institusi pemerintah.

Sehubungan dengan hal tersebut, dpp gemak mendesak pemerintah kota medan untuk:
melakukan audit menyeluruh terhadap kendaraan dinas yang beroperasi

Memastikan kepatuhan administrasi dan pajak kendaraan

Menyampaikan klarifikasi resmi kepada publik
Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek di stadion teladan
menjamin tidak adanya standar ganda dalam penegakan hukum

Dpp gemak menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu ini sebagai bagian dari upaya mendorong transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam tata kelola pemerintahan daerah.

media yutelnews. akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menghadirkan informasi yang berimbang kepada publik.

(Red rizal hsb)

PJU Tak Kunjung Menyala, Jalur Parungkuda–Pakuwon Gelap, Ancaman Kriminalitas Mengintai.

YUTELNEWS.COMSukabumi. Kondisi memprihatinkan terjadi di ruas Jalan Parungkuda–Pakuwon, Kabupaten Sukabumi. Sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) yang seharusnya menjadi penunjang keselamatan justru tidak berfungsi selama berbulan-bulan. Di beberapa titik, fasilitas penerangan bahkan belum tersedia, membuat jalur tersebut gelap gulita saat malam hari.

Situasi ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat, khususnya pengguna jalan yang rutin melintas pada malam hari. Minimnya penerangan tidak hanya menyulitkan pengendara dalam melihat kondisi jalan, tetapi juga membuka peluang terjadinya tindak kriminal.

Ujang (34), salah satu pengguna jalan, menuturkan bahwa kondisi gelap membuat perjalanan terasa tidak aman.
“Setiap lewat malam hari rasanya tegang, karena gelap sekali. Jalan ini cukup sepi di beberapa titik, jadi rawan juga kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Dari hasil pantauan di lapangan, terdapat sedikitnya lima titik PJU yang padam. Lokasinya membentang dari pertigaan Batu Kacapi, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, hingga Gapura Pamatutan di Jalan Raya Pakuwon. Beberapa titik bahkan belum dilengkapi lampu sama sekali, sehingga kondisi gelap semakin parah.
Padahal, jalur tersebut dikenal sebagai salah satu akses penting yang menghubungkan antarwilayah dan tetap ramai dilalui kendaraan hingga larut malam. Tanpa penerangan yang memadai, risiko kecelakaan meningkat, terutama bagi pengendara roda dua yang mengandalkan jarak pandang terbatas.

Masyarakat pun mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah nyata. Perbaikan PJU yang rusak serta penambahan lampu di titik rawan dinilai sebagai kebutuhan mendesak demi menjamin keselamatan pengguna jalan.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang UPTD Dinas Perhubungan, Uus Iskandar, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengusulkan pemasangan lampu di titik rawan. Ia juga meminta rincian lokasi agar dapat ditindaklanjuti sesuai prioritas.
Sementara itu, untuk lampu yang mengalami kerusakan, perbaikan dijanjikan akan segera dilakukan.

Namun, proses tersebut saat ini masih terkendala karena kendaraan operasional dalam kondisi perbaikan.
Hingga kini, warga berharap pemerintah daerah tidak menunda penanganan persoalan tersebut.

Mereka menilai, penerangan jalan adalah faktor penting dalam menciptakan rasa aman, sekaligus mencegah potensi kecelakaan dan tindak kejahatan di jalan raya.

Wowo / YB
Reporter: Dede

Dana Pusat Seret, Kepri Kunci Dua Sektor Ini—Langkah Efisiensi Mulai Dijalankan

BATAM – YIYELNEWS.COM || Kondisi fiskal Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2026 menghadapi tekanan serius. Penurunan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat dalam tiga tahun terakhir menjadi faktor utama yang mendorong terjadinya defisit anggaran.

Penjabat Sekretaris Daerah Kepri, Luki Zaiman Prawira, mengungkapkan bahwa alokasi TKD tahun ini hanya mencapai Rp1,4 triliun. Angka tersebut dinilai belum cukup untuk menopang seluruh kebutuhan belanja daerah secara optimal.

Menanggapi situasi ini, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan bahwa pemerintah daerah segera mengambil langkah strategis melalui kebijakan efisiensi menyeluruh. Fokus anggaran kini diarahkan pada sektor prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Ini tidak bisa dikompromikan,” ujar Nyanyang usai peresmian kantor Bakamla RI di Setokok, Batam, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, pengetatan anggaran akan diterapkan hampir di seluruh sektor. Namun, dua sektor vital tersebut dipastikan tetap terlindungi dalam skema belanja daerah.

Lebih lanjut, Nyanyang menegaskan bahwa defisit bukan disebabkan oleh lemahnya pengelolaan APBD, melainkan berkurangnya aliran dana dari pusat. Oleh karena itu, pemerintah akan menyesuaikan program kerja dengan kapasitas fiskal yang tersedia.

“Kita harus realistis. Program disusun berdasarkan kemampuan APBD saat ini,” tegasnya.

Meski kebijakan penghematan diberlakukan, pemerintah memastikan tidak akan berdampak langsung terhadap ASN, khususnya PPPK paruh waktu. Namun demikian, penyesuaian tetap dilakukan pada komponen belanja pegawai dan kegiatan operasional rutin.

“Kita akan melakukan penyesuaian pada gaji, belanja pegawai, serta aktivitas rutin lainnya agar roda pemerintahan tetap berjalan,” tutup Nyanyang.

Sumber: Batamnews.co.id
Diolah oleh Tim Yutelnews.com | Editor: Darmansyah, Kabiro Natuna

Di Pulau Terluar Ini, Warga Dapat Layanan Gratis dari TNI AU—Ini yang Dilakukan Lanud RSA Natuna

NATUNAYUTELNEWS.COM ||
Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna menggelar bakti sosial terpadu di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Rabu (22/4/2026), sebagai bagian dari penguatan pelayanan publik di wilayah perbatasan.

Kegiatan ini menghadirkan layanan pengobatan massal gratis yang ditangani tim medis RSAU dr. Yuniati Wisma Karyani, melibatkan dokter spesialis serta tenaga kesehatan Puskesmas setempat. Layanan ini difokuskan untuk meningkatkan akses kesehatan masyarakat pesisir dan pulau terluar.

Tak hanya sektor kesehatan, program ini juga diisi penyuluhan hukum oleh Kejaksaan Negeri Natuna, edukasi keselamatan laut oleh Basarnas, serta sosialisasi penerimaan prajurit TNI AU sebagai bagian dari pembinaan potensi wilayah.

Sinergi lintas instansi turut diperkuat dengan keterlibatan Lanal Ranai, BPN, BMKG, RRI, Pertamina, serta dukungan sektor swasta. Kolaborasi ini menegaskan pendekatan terpadu dalam membangun kesadaran hukum, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan langsung, Lanud RSA juga menyalurkan bantuan sembako dan alat keselamatan berupa life jacket bagi nelayan, yang dilengkapi simulasi keselamatan laut oleh unsur TNI AL dan Basarnas.

Komandan Lanud RSA menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan kemitraan dengan masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib serta mendapat sambutan antusias dari warga Serasan.

(Darmansyah Kabiro Natuna Yutelnews.com)

Pengobatan Gratis Pengabdian di Ujung Negeri, Lanud RSA Natuna Bantu Warga Pulau Serasan Secara Terpadu

Natuna -;Yutelnews.com ||
Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (Lanud RSA) melaksanakan bakti sosial terpadu di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Selangkah Lebih Nyata: Masyarakat Sehat, Sadar Hukum dan Peduli Keselamatan di Laut.”

Komandan Lanud Raden Sadjad Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., memimpin langsung kegiatan tersebut bersama unsur lintas instansi.

Kegiatan ini berkolaborasi Lanud RSA, Lanal Ranai, Kejaksaan Negeri Natuna, Basarnas, BPN, RRI, BMKG, Pertamina, serta dukungan sektor swasta seperti Adiwana Jelita Sejuba dan Natuna Dive Resort.

Dalam pelaksanaannya, Lanud RSA menghadirkan layanan pengobatan massal gratis melalui tim medis RSAU dr. Yuniati Wisma Karyani, termasuk dokter spesialis THT, dan didukung tenaga kesehatan Puskesmas Serasan.

Selain pelayanan kesehatan, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi penerimaan prajurit TNI AU, penyuluhan hukum oleh Kejari Natuna, serta edukasi keselamatan laut oleh Basarnas Natuna guna meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir.

Komandan Lanud RSA dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjangkau masyarakat di wilayah perbatasan.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Lanud RSA turut menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat serta bantuan life jacket kepada para nelayan sebagai upaya mendukung keselamatan saat melaut. Kegiatan juga dilengkapi simulasi keselamatan oleh Lanal Ranai dan Basarnas Natuna.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan aman, serta mendapat sambutan antusias dari masyarakat Serasan yang merasakan langsung manfaat program tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara TNI AU bersama unsur Forkopimda dan masyarakat semakin erat, sekaligus memperkuat ketahanan sosial di wilayah kepulauan., (Bani)

Somasi Kedua Diabaikan, Warga Kiab Jaya Desak PT Kina Balu Perkasa Bertanggung Jawab atas Serangan Hama di Kebun Sawit

Pelalawanyutelnews.com ||
Konflik antara warga Desa Kiab Jaya, Kecamatan Bandar Sekijang, Kabupaten Pelalawan dengan PT Kina Balu Perkasa kembali memanas. Somasi kedua yang dilayangkan warga pada 11 April 2026 pukul 19.59 WIB melalui salah satu karyawan perusahaan, hingga kini belum mendapat respons dari pimpinan perusahaan.

Somasi tersebut ditembuskan kepada tiga unsur pimpinan wilayah: Kapolsek Bandar Sekijang AKP Abdul Halim, S.E., M.H., Camat Bandar Sekijang Yasri Budu, dan Kepala Desa Kiab Jaya Herman. Langkah ini diambil warga sebagai upaya terakhir sebelum menempuh jalur hukum lebih lanjut.

Tuntutan Mediasi Tak Digubris
Menurut perwakilan warga, inti somasi adalah meminta kehadiran langsung pimpinan PT Kina Balu Perkasa, Bapak Yoko, untuk melakukan mediasi terbuka. Warga yang terdampak serangan hama kumbang tanduk atau wawung di kebun kelapa sawit menuntut pertanggungjawaban perusahaan.

“Sudah dua kali kami somasi, tapi tidak ada itikad baik. Kami hanya minta duduk bersama, bicara, dan perusahaan bertanggung jawab. Kebun kami habis dimakan hama, sementara kebun perusahaan aman-aman saja,” kata salah satu warga terdampak yang enggan disebutkan namanya, Senin 21 April 2026.

Dampak serangan hama disebut sudah berlangsung berbulan-bulan dan menggerogoti batang hingga pucuk sawit milik warga. Akibatnya, produktivitas tandan buah segar anjlok dan banyak petani terancam gagal panen.

Perusahaan Klaim Sudah Ganti Rugi, Kuasa Hukum Warga Bantah
Pada 14 April 2026, manajemen PT Kina Balu Perkasa justru menyurati kuasa hukum warga, Nila Hermawati, S.H. Dalam surat itu, perusahaan menyatakan telah memberikan kompensasi kepada seluruh 16 warga terdampak pada 18 Maret 2026 di kediaman Sekretaris Desa Kiab Jaya, Padrianto.

Pernyataan tersebut langsung dibantah keras oleh Nila Hermawati.

“Yang saya tuntut bersama masyarakat adalah warga yang belum dapat ganti rugi. Pertanyaannya sederhana: kenapa sebagian dapat dan sebagian tidak? Klien saya termasuk yang tidak menerima, dan tidak ada tanda terima uang ganti rugi tertanggal 18 Maret 2026 itu,” tegas Nila saat dihubungi tim media, Senin 21 April 2026.

Nila menambahkan, pihaknya mengantongi daftar nama warga yang belum menerima kompensasi dan siap membawa bukti tersebut ke ranah hukum jika mediasi kembali buntu.

“Jangan sampai ada kesan tebang pilih. Kalau memang sudah bayar semua, tunjukkan buktinya,” ujarnya.

Tembusan ke Aparat, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Dengan diabaikannya dua kali somasi, warga berharap Polsek, Camat, dan Kepala Desa sebagai pihak yang menerima tembusan dapat memfasilitasi pertemuan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari AKP Abdul Halim, Yasri Budu, maupun Kepala Desa Herman terkait langkah yang akan diambil.

Upaya konfirmasi kepada pimpinan PT Kina Balu Perkasa, Bapak Yoko, juga belum membuahkan hasil. Nomor telepon yang biasa dihubungi warga tidak aktif, dan kantor perusahaan di lapangan tertutup saat didatangi.

Potensi Eskalasi Konflik
Pengamat konflik agraria menilai diamnya perusahaan berpotensi memperkeruh keadaan.

“Somasi itu ruang dialog. Kalau dua kali diabaikan, artinya perusahaan menutup pintu komunikasi. Warga bisa melapor ke DLHK terkait dugaan pencemaran atau kelalaian pengendalian hama, ke Disbun untuk aspek budidaya, bahkan gugatan perdata,” kata pengamat yang meminta namanya tidak ditulis.

Warga menyatakan tidak akan berhenti sampai ada kejelasan. Opsi aksi damai ke kantor perusahaan dan laporan ke Polda Riau tengah dipertimbangkan bila dalam sepekan tidak ada tanggapan.

“Kami kooperatif, kami pakai jalur somasi. Justru perusahaan yang sekarang dianggap tidak kooperatif,” tutup Nila Hermawati.|| TIM

Dandim 1801/Manokwari Cek Kesiapan Akhir Jelang Pembukaan TMMD Reguler Ke-128.

ManokwariYutelnews.com || Dandim  1801/Manokwari Letkol Inf Davit Sutrisno Sirait, S.E.,
‎meninjau langsung kesiapan lokasi pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026 di Kampung Tanah Rubuh, Distrik Manokwari Utara, Kab. Manokwari. Selasa (21/04/2026).

Sejumlah persiapan telah dan sedang dikerjakan personel Satgas TMMD dari Kodim 1801/Manokwari. Penataan sarana dan prasarana di bakal lokasi acara pembukaan TMMD tampak sudah memasuki tahapan finishing.

‎Untuk memaksimalkan kesiapan pembukaan TMMD Reguler Ke-128 Tahun 2026 tersebut, Dandim 1801/Manokwari Letkol Inf Davit Sutrisno Sirait, S.E.,dengan didampingi sejumlah Perwira, turun langsung melakukan pengecekan kesiapan akhir di lokasi TMMD.

Saat di lokasi, Dandim mengungkapkan, pengecekan akhir ini dimaksudkan agar dalam pelaksanaan pembukaan TMMD dapat berjalan sesuai rencana, lancar dan aman tanpa adanya kendala yang berarti. Sasaran pengecekan ini meliputi lokasi yang bakal digunakan untuk acara pembukaan seperti lapangan upacara dan posko. Tidak hanya itu, pengecekan kesiapan ini juga menyasar tempat menginap para prajurit yang nantinya terlibat dan dilibatkan dalam Satgas TMMD, termasuk sasaran fisik dalam TMMD Reguler Ke-128.

‎“Tentunya kami bersinergi dengan berbagai pihak terkait lainnya dalam mempersiapkan kegiatan TMMD ini, mulai dari tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan sampai dengan tahap pengakhiran, yang didalamnya ada acara pembukaan dan penutupan TMMD”, ungkapnya.

Seperti yang diketahui bersama, bentuk keterpaduan antara TNI dan Pemerintah/Pemda serta instansi terkait lainnya salah satunya melalui program TMMD. Program TMMD ini sebagai upaya percepatan pembangunan di daerah pedesaan melalui peningkatan dan pembangunan infrastruktur yang muaranya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. (Pendim 1801/Manokwari)

(Darmansyah, Yutelnews.com | Kabiro Natuna)

Bupati Pelalawan H.Zukri Resmi Melepas Atlet Futsal Pelalawan Dalam Rangka Mengikuti Kejuaraan Piala Gubernur

Pelalawanyutelnews.com ||
Bupati Pelalawan H.Zukri secara resmi melepas Tim Atlet Futsal Kabupaten Pelalawan yang tergabung dalam Asosiasi Futsal Kabupaten Pelalawan ( AFKAB ) untuk mengikuti Kejuaraan Daerah ( Kejurda ) Piala Gubernur, Selasa ( 21/4/2026 ), dirumah Dinas Bupati Pelalawan. Hadir pada kesempatan tersebut Kasatpol PP Tengku Junaidi, Kadispora Dodi Asma Saputra, Kabid PUPR, serta Kabid Dispora.

Adapun jumlah atlet futsal Kabupaten Pelalawan yang mengikuti Kejuaraan Daerah Piala Gubernur di Pekanbaru berjumlah sebanyak 17 orang, official 5 orang, yang diketuai oleh Andre. Adapun pertandingan akan berlansung di Gedung Olah Raga Tribuana Pekanbaru pada hari kamis ( 23/4/2026) sampai dengan hari Selasa ( 28/4/2026 ).

Pada kesempatan itu, Bupati Zukri dalam sambutannya memberikan motivasi kepada Atlet Futsal yang akan mengikuti pertandingan. ” Harus semangat dalam bertanding, dan selalu menjaga nama baik Kabupaten Pelalawan, jangan emosi, dan kompak selalu, berikan yang terbaik untuk Kabupaten Pelalawan, semoga selalu diberikan kemenangan dalam setiap pertandingan, serta dijauhkan dari musinah “. Ucap Bupati

Diakhir acara Bupati Zukri melakukan photo bersama atlet futsal yang berangkat mengikuti pertandingan Kejurda Piala Gubernur, diikuti dengan bersalam-salaman.|| AS

Proyek Gardu Induk PLN di Jepara Disorot, Warga Pertanyakan Status Lahan dan Keselamatan

Jepara, yutelnews.com – Pembangunan Gardu Induk (GI) milik PT PLN (Persero) di Desa Tunggul Pandean, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, menuai sorotan dari masyarakat setempat. Proyek tersebut diduga berdiri di atas tanah bengkok atau bondo desa yang berstatus sebagai kawasan tanaman pangan.

Sejumlah warga mempertanyakan proses alih fungsi lahan tersebut. Mereka menilai perubahan penggunaan tanah dari lahan pertanian menjadi lokasi instalasi listrik bertegangan tinggi tidak dilakukan secara terbuka. Kondisi ini memunculkan keraguan terkait legalitas dan prosedur perizinan yang ditempuh dalam proyek tersebut.

Selain persoalan status lahan, penolakan warga juga dipicu oleh lokasi pembangunan yang dinilai berada terlalu dekat dengan permukiman padat penduduk. Seorang warga yang ditemui di lokasi menyatakan sejak awal masyarakat telah menyampaikan keberatan atas proyek tersebut.

Menurutnya, keberadaan gardu induk di tengah lingkungan tempat tinggal warga menimbulkan kekhawatiran serius terkait keselamatan. Instalasi listrik bertegangan tinggi dianggap memiliki potensi risiko yang dapat mengancam keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Tanah bengkok sendiri merupakan aset desa yang pengelolaannya berada di bawah kewenangan pemerintah desa dan umumnya dimanfaatkan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, status sebagai kawasan tanaman pangan semestinya memberikan perlindungan terhadap alih fungsi menjadi penggunaan non-pertanian.

Masyarakat berharap pemerintah daerah Kabupaten Jepara bersama instansi terkait dapat memberikan penjelasan yang transparan mengenai proses perizinan proyek tersebut. Warga juga meminta adanya kajian menyeluruh terkait dampak lingkungan serta aspek keselamatan sebelum pembangunan dilakukan.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak terkait, termasuk dari PT PLN (Persero) maupun pemerintah setempat, mengenai status lahan dan proses perizinan pembangunan gardu induk tersebut.

M. Efendi

Sidak Mendadak Presiden, Gudang Bulog Magelang Jadi Sorotan—Stok Beras Aman?

YUTELNEWS.COM ||
Prabowo Subianto kembali menunjukkan keseriusannya dalam menjaga stabilitas pangan nasional dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/04/2026). Kunjungan ini dilakukan usai menghadiri pengarahan bersama pimpinan DPRD se-Indonesia.

Langkah cepat Presiden ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak ingin mengambil risiko dalam urusan ketahanan pangan, khususnya komoditas strategis seperti beras. Sidak tersebut difokuskan pada pengecekan langsung kondisi stok serta kesiapan distribusi cadangan pangan nasional di daerah.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa sidak ini dilakukan secara spontan. Presiden bahkan sempat mempertimbangkan beberapa lokasi sebelum akhirnya memilih Magelang sebagai titik peninjauan.

“Presiden secara mendadak ingin memastikan langsung kondisi gudang Bulog, apakah di Magelang atau Yogyakarta, sepulang dari agenda DPRD,” ujar Teddy.

Kompleks Gudang Bulog Danurejo sendiri merupakan salah satu pusat penyimpanan strategis dengan kapasitas mencapai 7.000 ton. Saat ini, gudang tersebut dilaporkan dalam kondisi full capacity, menandakan kesiapan logistik yang solid untuk menopang kebutuhan wilayah Kota dan Kabupaten Magelang.

Tak hanya soal kuantitas, Presiden juga memberi atensi khusus pada kualitas beras serta efektivitas distribusi. Ia menegaskan pentingnya sistem distribusi yang presisi—tepat waktu dan tepat sasaran—agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

Peninjauan ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem ketahanan pangan nasional di tengah dinamika global. Pemerintah ingin memastikan bahwa negara hadir secara nyata dalam menjamin kebutuhan dasar rakyat tetap terpenuhi.

Langkah sigap ini dinilai sebagai bagian dari strategi pengawasan langsung di lapangan (ground check) guna meminimalisir potensi gangguan distribusi serta menjaga stabilitas harga beras di pasaran.

(Sumber: liputanwartanews.id, diolah Redaksi yutelnews.com | Editor: Darmansyah Kabiro Natuna)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.