Harta Dadan Hindayana: Sorotan Kepala Gizi yang Dicopot Prabowo

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana Terekspos Miliki Kekayaan Rp9 Miliar Pasca Dicopot Presiden

Jakarta – Nama Prof. Dr. Dadan Hindayana mendadak menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto secara resmi mencopotnya dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini diambil pada Selasa, Juni 2026, menyusul evaluasi kinerja kabinet yang dilakukan pemerintah selama 1,5 tahun terakhir. Di tengah dinamika politik ini, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan oleh Dadan Hindayana ikut menjadi perhatian, mengungkap aset kekayaannya yang cukup signifikan.

Berdasarkan data resmi yang tercatat dalam LHKPN per tanggal 14 Maret 2025, Dadan Hindayana melaporkan memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp9.022.400.000, atau sekitar Rp9,02 miliar. Menariknya, dalam laporan tersebut, mantan pimpinan BGN ini tercatat tidak memiliki utang sama sekali. Mayoritas aset kekayaannya didominasi oleh properti berupa tanah dan bangunan.

Rincian Aset Kekayaan Prof. Dadan Hindayana

Kekayaan Dadan Hindayana terbagi dalam beberapa kategori aset yang dilaporkan dalam LHKPN. Berikut adalah rincian lengkapnya:

I. DATA HARTA

  • A. Tanah dan Bangunan (Rp5.900.000.000)

    • Tanah dan Bangunan seluas 150 m2/250 m2 di KAB / KOTA BOGOR, diperoleh dari hasil sendiri, dengan nilai Rp2.000.000.000.
    • Tanah seluas 459 m2 di KAB / KOTA BOGOR, juga diperoleh dari hasil sendiri, dengan nilai Rp3.900.000.000.
  • B. Alat Transportasi dan Mesin (Rp1.400.000.000)

    • Mobil Mazda CX-5 tahun 2023, hasil sendiri, senilai Rp675.000.000.
    • Mobil Honda HR-V 1.5L SE CVT tahun 2024, hasil sendiri, senilai Rp330.000.000.
    • Mobil Mazda CX-3 1.5 (4×2) A/T tahun 2023, hasil sendiri, senilai Rp395.000.000.
  • C. Harta Bergerak Lainnya (Rp322.400.000)
    Kategori ini mencakup berbagai aset bergerak selain kendaraan, seperti perhiasan, barang seni, atau koleksi lainnya yang tidak dirinci secara spesifik.

  • D. Surat Berharga (Rp0)
    Dalam laporan tersebut, Dadan Hindayana tidak mencantumkan adanya kepemilikan surat berharga seperti saham, obligasi, atau reksa dana.

  • E. Kas dan Setara Kas (Rp1.400.000.000)
    Jumlah ini mencakup dana tunai yang dimiliki serta saldo di rekening bank dan instrumen setara kas lainnya.

  • F. Harta Lainnya (Rp0)
    Tidak ada aset lain yang dilaporkan di luar kategori yang telah disebutkan di atas.

Sub Total Harta: Rp9.022.400.000

II. HUTANG (Rp0)
Seperti yang telah disebutkan, Dadan Hindayana tidak tercatat memiliki kewajiban utang dalam LHKPN-nya.

III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-II): Rp9.022.400.000

Latar Belakang dan Alasan Pencopotan

Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala BGN diumumkan secara resmi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa malam, Juni 2026. Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pencopotan ini merupakan bagian dari evaluasi berkala terhadap kinerja kabinet yang telah berjalan selama kurang lebih satu setengah tahun.

“Maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo Hadi, menekankan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada masukan dari berbagai pihak, termasuk kementerian terkait, masyarakat, dan para penerima manfaat program.

Profil Akademis dan Karier Prof. Dadan Hindayana

Sebelum menjabat sebagai Kepala BGN, Prof. Dadan Hindayana dikenal luas sebagai seorang akademisi yang mumpuni. Beliau lahir di Garut, Jawa Barat, pada tahun 1967 dan merupakan seorang Guru Besar serta dosen di Institut Pertanian Bogor (IPB). Bidang keahliannya adalah Proteksi Tanaman.

Perjalanan pendidikannya sangat mengesankan. Dadan meraih gelar sarjana (S1) dari IPB pada tahun 1990. Ia kemudian melanjutkan studinya ke Jerman, meraih gelar Magister (S2) dari University of Bonn pada tahun 1997. Puncak pendidikan akademisnya adalah gelar Doktor (S3) di bidang Entomologi Terapan dari Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover pada tahun 2000, yang diselesaikannya dengan rekam jejak publikasi ilmiah internasional yang bereputasi.

Selain kiprahnya di dunia akademik, Dadan Hindayana juga memiliki portofolio kepemimpinan yang beragam. Beberapa posisi penting yang pernah diembannya antara lain:

  • Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha IPB.
  • Ketua Sekolah Tinggi Pertanian Kewirausahaan (STPK) Banau Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.
  • Konsultan lintas kementerian.

Kombinasi antara latar belakang akademis yang kuat di bidang pertanian dan pengalaman dalam birokrasi serta transformasi kelembagaan inilah yang membuatnya dipercaya untuk memimpin sektor ketahanan gizi nasional. Namun, dalam perombakan kabinet terbaru, posisinya harus digantikan seiring dengan evaluasi kinerja yang dilakukan oleh Presiden Prabowo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *