Buru, Yutelnews.com – Harapan masyarakat Desa Namlea Ilath, Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru, terhadap akses penghubung yang lebih aman mulai mendapat titik terang. Personel TNI dari Kodim 1506/Namlea bersama Yonif TP 821/Satria Bupolo mulai melaksanakan tahapan persiapan pembangunan jembatan gantung melalui program Karya Bakti Skala Besar, Sabtu (8/8/2026).
Sebanyak 16 personel dikerahkan dalam tahap awal tersebut, terdiri dari sembilan personel Kodim 1506/Namlea dan tujuh personel Yonif TP 821/Satria Bupolo.
Tahapan pekerjaan difokuskan pada penggalian lubang pondasi utama serta penyiapan material dan peralatan yang akan digunakan dalam pembangunan jembatan.
Di lokasi, prajurit mulai mengerjakan empat lubang dudukan sebagai bagian dari konstruksi pondasi jembatan. Material berupa pasir, batu pecah, batu kali, serta perlengkapan pertukangan juga telah disiapkan untuk mendukung proses pembangunan.
Pembangunan jembatan gantung tersebut diharapkan dapat menjawab persoalan keterbatasan akses yang selama ini dihadapi masyarakat Namlea Ilath dan wilayah sekitarnya. Keberadaan infrastruktur penghubung menjadi penting, tidak hanya untuk mobilitas warga, tetapi juga untuk mendukung aktivitas ekonomi dan akses terhadap fasilitas publik.
Jika pembangunan berjalan sesuai rencana, jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat membawa hasil pertanian dan perkebunan menuju pasar. Akses warga menuju fasilitas pendidikan maupun pelayanan kesehatan juga diharapkan menjadi lebih mudah.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan keterlibatan langsung personel TNI dalam pembangunan infrastruktur yang bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
Selain mengandalkan tenaga personel, dukungan material dan logistik telah disiapkan di lokasi guna menunjang kelancaran pekerjaan. Aspek keselamatan dan ketepatan pelaksanaan pembangunan menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pekerjaan.
Warga sekitar pun mulai memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Kehadiran masyarakat di lokasi menjadi bagian dari semangat gotong royong yang selama ini menjadi salah satu unsur dalam pelaksanaan program Karya Bakti TNI.
Pembangunan jembatan ini kini memasuki tahap awal. Masyarakat tentunya menunggu bagaimana proses selanjutnya hingga infrastruktur tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan.
Bagi warga Namlea Ilath, jembatan bukan sekadar konstruksi fisik. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi pergerakan ekonomi dan pelayanan dasar masyarakat.
(Tim A1)







































