Warga Pasir Jengjing Akhirnya Nikmati Jalan Mulus! Dana Desa 2026 Digunakan Bangun Akses Vital di Babakan Panjang

YUTELNEWS.com | Sukabumi ,Semangat gotong royong dan pembangunan desa kembali terlihat di Kampung Pasir Jengjing RT 01/RW 09, Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.
Pemerintah Desa Babakan Panjang mulai merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan lingkungan melalui program Dana Desa Tahun 2026.jum`at ( 8/5/2026 )

Pembangunan jalan yang selama ini menjadi harapan masyarakat itu disambut antusias warga. Akses yang sebelumnya rusak dan sulit dilalui kini mulai diperbaiki demi menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama untuk akses pertanian dan mobilitas warga.

Kepala Desa Babakan Panjang, Sepuloh, mengatakan pembangunan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran.

“Alhamdulillah, Dana Desa Tahun 2026 bisa kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jalan ini sangat penting untuk menunjang aktivitas warga dan perekonomian masyarakat Kampung Pasir Jengjing,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Pasir Jengjing, Dae Robi, mengungkapkan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya cukup memprihatinkan dan sering dikeluhkan warga.

“Warga sangat senang karena jalan ini memang sudah lama membutuhkan perbaikan. Dengan adanya pembangunan ini, kami berharap aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar dan nyaman,” katanya.

Di lokasi kegiatan tampak warga ikut membantu proses pekerjaan sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian terhadap pembangunan desa. Suasana gotong royong pun terlihat kental di tengah proses pengerjaan jalan tersebut.

Program pembangunan infrastruktur berbasis Dana Desa ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan di wilayah Kecamatan Nagrak.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

ARMADAK Akan Gelar Aksi di Kejatisu Desak Usut Korupsi Proyek SMK Situ Jehe Pakpak

Medan//yutelnews.com
aliansi rakyat muda anti korupsi (armadak) menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan (kejatisu) sebagai bentuk tekanan publik atas dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek rehabilitasi di kecamatan sibande, .
langkah ini merupakan respons atas lambannya penanganan laporan yang sebelumnya telah disampaikan armadak melalui pelayanan terpadu satu pintu (ptsp). Hingga saat ini, belum terlihat adanya perkembangan signifikan yang disampaikan secara terbuka kepada publik.

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 dengan nilai miliaran rupiah tersebut diduga tidak dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis serta rencana anggaran biaya (rab),temuan ini diperkuat oleh hasil observasi lapangan yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian material dan kualitas pekerjaan.
Beberapa indikasi yang menjadi sorotan antara lain penggunaan bahan bangunan seperti spandek dan plafon yang tidak memenuhi standar, serta hasil pengerjaan yang dinilai tidak mencerminkan kualitas proyek dengan nilai anggaran besar.

Secara teknis, hal ini mengindikasikan adanya deviasi antara perencanaan dan realisasi pekerjaan.

Dalam perspektif tata kelola publik, kondisi tersebut mencerminkan potensi terjadinya moral hazard dalam pelaksanaan proyek, di mana lemahnya pengawasan membuka ruang bagi penyimpangan anggaran,Jika dibiarkan, praktik semacam ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak kualitas pembangunan sektor pendidikan.

Ketua armadak dalam keterangannya menegaskan bahwa setiap penggunaan anggaran negara harus dapat dipertanggung jawabkan secara hukum dan moral.
“Setiap rupiah dari apbn adalah amanah rakyat.

Dugaan penyimpangan dalam proyek pendidikan merupakan pelanggaran serius, karena menyangkut masa depan generasi bangsa. Ini harus diusut tuntas tanpa kompromi,” tegasnya.

Armadak juga menyoroti perlunya audit menyeluruh, baik secara administratif maupun fisik, guna memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana korupsi, pelanggaran prosedur, atau penyalahgunaan wewenang dalam proyek tersebut.

Dalam aksi yang akan digelar, armadak menyampaikan sejumlah tuntutan kepada :
Memanggil dan memeriksa Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Situ Jehe
Membuka penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi.

memeriksa pejabat pembuat komitmen (ppk), pengawas, dan pihak terkait lainnya

Menyampaikan hasil pemeriksaan secara transparan kepada publik
lebih jauh, armadak menekankan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, independen, dan bebas dari intervensi, guna menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Fenomena dugaan penyimpangan proyek ini juga dipandang sebagai refleksi persoalan struktural dalam pengelolaan anggaran publik di daerah yang masih rentan terhadap praktik tidak akuntabel,
armadak menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas, serta membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pengawasan penggunaan anggaran negara.

Aksi yang akan digelar ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mendorong transparansi, akuntabilitas, dan penegakan hukum yang berkeadilan, khususnya dalam sektor pendidikan.

(Red.rizal hsb)

Polemik Dana Rp190 Miliar Tol Cisumdawu, Ketua PN Sumedang Dilaporkan ke KPK.

JAKARTA — YUTELNEWS.com// Dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pencairan dana konsinyasi proyek Tol Cisumdawu senilai Rp190 miliar dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Kamis (07/05/2026).

Laporan tersebut diajukan oleh ahli waris lahan proyek Tol Cisumdawu, Ronny Riswara dan M Rizky Firmansyah. Mereka melaporkan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sumedang Hera Polosia Destiny beserta sejumlah pejabat pengadilan lainnya terkait proses pencairan dana yang dinilai tetap dilakukan di tengah proses hukum yang belum sepenuhnya selesai.

Ronny Riswara menyebut pencairan uang konsinyasi tersebut menimbulkan tanda tanya karena dilakukan saat sengketa lahan masih bergulir di Mahkamah Agung.

“Kami menduga ada penyalahgunaan wewenang dalam proses pencairan dana konsinyasi ini. Karena pada saat pencairan dilakukan, proses hukum masih berjalan,” ujar Ronny usai menyampaikan laporan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Ia menjelaskan, pihak ahli waris sebelumnya memenangkan perkara kasasi Nomor 2260 Tahun 2023 yang telah berkekuatan hukum tetap. Putusan itu kemudian ditindaklanjuti PN Sumedang dengan menerbitkan sembilan penetapan dan sembilan cek pencairan dana konsinyasi.

Namun, menurut Ronny, proses tersebut menjadi polemik setelah muncul perkara dugaan korupsi pengadaan lahan proyek Tol Cisumdawu yang menjerat Direktur PT Priwista Raya, Haji Dadan Setiadi Megantara.

Dalam perkara tersebut, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung telah menjatuhkan vonis 4 tahun 8 bulan penjara terhadap Haji Dadan. Vonis juga dijatuhkan kepada Kepala Desa Cilayung, Uyun, serta dua pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Perkara tipikor itu sudah berkekuatan hukum tetap. Karena itu kami mempertanyakan mengapa pencairan tetap dilakukan,” katanya.

Sementara itu, Rizky Firmansyah menilai terdapat kejanggalan administrasi dalam penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) milik PT Priwista Raya.

Menurut dia, fakta persidangan Tipikor Bandung mengungkap bahwa Uyun sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala desa ketika menandatangani dokumen warkah tanah yang menjadi dasar penerbitan hak atas tanah tersebut.

“Di persidangan terungkap bahwa yang bersangkutan sudah tidak menjabat kepala desa saat membuat warkah. Artinya kapasitas hukumnya dipertanyakan,” ujar Rizky.

Ia juga menyoroti dokumen sporadik yang mencantumkan riwayat tanah Desa Cilayung pada tahun 1980, padahal desa tersebut disebut baru terbentuk pada 1984.

Selain itu, Rizky mengungkapkan Direktorat Intelkam Polda Jawa Barat pada 2023 pernah melakukan penyelidikan terkait dugaan kerawanan proyek Tol Cisumdawu. Dalam hasil penyelidikan itu, kata dia, PT Priwista Raya disebut masuk dalam kategori kelompok mafia tanah.

“Hasil penyelidikan menyebut ada dugaan keterlibatan sejumlah pihak yang saling berkaitan, mulai dari desa, BPN hingga oknum peradilan,” ungkapnya.

Rizky menegaskan pihaknya juga masih mengajukan Peninjauan Kembali (PK) kedua ke Mahkamah Agung pada 31 Desember 2025. Namun, dana konsinyasi tetap dicairkan pada 10 Maret 2026.

“Artinya saat pencairan dilakukan masih ada proses hukum yang berjalan,” katanya.

Ia mempertanyakan dasar hukum pencairan dana tersebut, terlebih sembilan penetapan dan sembilan cek yang sebelumnya diterbitkan PN Sumedang disebut tidak pernah dibatalkan.

Menanggapi laporan tersebut, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan setiap laporan masyarakat yang diterima lembaganya akan ditelaah dan diverifikasi lebih lanjut.

“Setiap laporan pengaduan masyarakat yang diterima KPK akan ditelaah, diverifikasi, dan dianalisis. Namun karena laporan pengaduan bersifat tertutup, kami tidak bisa menyampaikan detail materi maupun pihak pelapor,” ujar Budi.

Ia menambahkan, KPK tetap akan memberikan informasi perkembangan penanganan laporan kepada pelapor sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas lembaga.**

Devi Alex

Yans.

Bahas Kolaborasi, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Terima Kunjungan Kepala Stasiun TVRI Kepri

YUTELNEWS.com /Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi Kepala Stasiun TVRI Kepulauan Riau, Yenni Marlinda di Gedung Annex 2, Batam Centre, Selasa (5/5/2026).

Pertemuan tersebut membahas kolaborasi dalam menyemarakkan turnamen sepak bola dunia FIFA World Cup 2026 yang akan berlangsung pada Juni mendatang. Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa TVRI menjadi pemegang hak siar resmi pertandingan Piala Dunia di Indonesia.

Ariastuty Sirait menyambut positif kerja sama tersebut sebagai langkah membangun euforia sekaligus menghadirkan ruang interaksi positif di tengah masyarakat.

Menurutnya, TVRI memiliki peran strategis sebagai media publik, tidak hanya dalam menyampaikan informasi pemerintahan, tetapi juga menghadirkan tayangan hiburan berkualitas bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini dan berharap seluruh kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, BP Batam di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra siap mendukung berbagai kolaborasi lintas sektor guna menyukseskan event internasional tersebut.

Sementara itu, Kepala TVRI Kepulauan Riau Yenni Marlinda mengapresiasi dukungan BP Batam dalam menggelorakan semangat Piala Dunia di wilayah Kepulauan Riau, khususnya Batam.

Ia menjelaskan, masyarakat dapat menyaksikan siaran Piala Dunia melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport menggunakan antena UHF pada televisi digital. Sedangkan pengguna televisi analog dapat menambahkan perangkat set top box (STB).

Namun sebelum menikmati layanan tersebut, masyarakat diimbau melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui situs TVRI Bola Gembira.

Yenni optimistis kegiatan seperti nonton bareng Piala Dunia nantinya akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku UMKM.

“Euforia Piala Dunia kami harap bisa memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di Kepulauan Riau dan Batam khususnya,” katanya.

Melalui kolaborasi antara BP Batam, TVRI Kepri, dan berbagai pihak terkait, diharapkan kegiatan menyambut Piala Dunia tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. /Sumb eranusanews.com

Diduga Sebuah Gudang di Komp. Nusantara Golden Belian Produksi Rokok Ilegal

YUTELNEWS.com /Sebuah Gudang yang mencurigakan di Komp Nusantara Golden, Belian, Batam Kota. (Kamis, 7/5/2026).

Hal ini terpantau saat tim media melakukan investigasi pada Rabu (6/5/26) siang hari, gudang tersebut tertutup tanpa pengamanan. Namun, dari beberapa sumber di lokasi bahwa adanya dugaan aktivitas produksi rokok ilegal.

“Karyawan dan kendaraan langsung masuk ke dalam pada pagi hari dan sore dan selalu ditutup, tapi kegiatan ada di dalam,” ungkap sumber yang tidak disebutkan identitasnya.

Anehnya, perusahaan tersebut diduga tanpa plang nama perusahaan bahkan satpam bagian kawasan pun sulit masuk dan mengetahui kegiatan di perusahaan tersebut.

Diminta kepada pihak berwenang agar melakukan pengecekan di lokasi guna menghindari hal-hal yang yang melanggar hukum.

Hingga berita ini ditayangkan, tim media masih melakukan konfirmasi dan pengembangan kepada Dinas terkait dan APH. /Tim

‎Bupati Asep Japar Tinjau Gedung MUI Cikembang, Target Dua Minggu Rampung dan Segera Digunakan

YUTELNEWS.com | SUKABUMI – Bupati Sukabumi Asep Japar bersama Wakil Bupati Andreas, Ketua MUI, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) meninjau langsung progres pembangunan Gedung MUI di wilayah Cikembang, Kamis (7/5/2026).

‎Peninjauan tersebut dilakukan menyusul ramainya perbincangan di media sosial terkait kondisi pembangunan gedung yang sempat menjadi sorotan publik. Namun setelah melihat langsung ke lokasi, Bupati memastikan pembangunan gedung kini hampir selesai dan siap digunakan dalam waktu dekat.

‎“Alhamdulillah hari ini saya bersama Pak Wakil Bupati, Ketua MUI dan FKUB melihat langsung kondisi gedung MUI. Ternyata progresnya hampir selesai,” ujar Asep Japar kepada awak media.

‎Menurutnya, gedung tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan umat dan masyarakat Kabupaten Sukabumi. Ia pun meminta masyarakat tidak lagi khawatir terhadap pembangunan yang sebelumnya ramai diperbincangkan.

‎“Yang kemarin ramai di media sosial, kenyataannya sekarang sudah terlihat jelas. Insya Allah target dua minggu lagi selesai dan bisa segera digunakan,” katanya.

‎Asep Japar menambahkan, keberadaan gedung MUI bukan hanya untuk kepentingan satu golongan, tetapi menjadi fasilitas bersama bagi seluruh masyarakat Sukabumi.

‎“Gedung MUI ini adalah gedung untuk semua masyarakat Sukabumi. Harapannya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan umat dan masyarakat ke depan,” tambahnya.

‎Sementara itu, Wakil Bupati Andreas menyampaikan optimismenya bahwa pembangunan dapat selesai sesuai target sehingga segera dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas keagamaan dan kemasyarakatan.

‎Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi bangunan sudah berdiri kokoh dengan pengerjaan bagian dalam yang terus dikebut agar sesuai target penyelesaian dalam dua pekan mendatang.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Pentahelix Lanjutkan Normalisasi di Wilayah Dayeuhkolot , Targetkan Masalah Banjir Segera Teratasi

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com//Komitmen kuat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman terus ditunjukkan oleh Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot. Kali ini, seluruh elemen masyarakat bersatu padu melanjutkan kegiatan normalisasi saluran air dan drainase di gang-gang wilayah dayeuhkolot dengan target utama agar permasalahan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut dapat segera teratasi sepenuhnya, pada Kamis (07/05/2026).

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari normalisasi sebelumnya yang telah berjalan sukses dan mendapatkan respon positif dari masyarakat. Menyadari bahwa penanganan masalah tata air tidak bisa dilakukan secara instan, Pentahelix Dayeuhkolot hadir secara konsisten turun tangan langsung ke lapangan untuk memastikan aliran air berjalan maksimal.

Dalam kesempatannya Ketua Pentahelix Tri Rahmanto, kegiatan menyampaikan bahwa normalisasi yang dilakukan mencakup pengerukan sedimen lumpur yang menumpuk, pembersihan sampah yang menyumbat saluran, hingga perbaikan badan drainase agar debit air dapat mengalir dengan lancar menuju sungai utama.

“Kami tidak berhenti sampai di sini. Masalah banjir dan genangan ini menjadi perhatian utama kami. Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, Pentahelix Dayeuhkolot terus bergerak melanjutkan normalisasi ini. Target kami sangat jelas dan tegas, yaitu agar masalah banjir ini bisa tuntas dan tidak lagi menjadi beban bagi warga,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, keberhasilan penanganan banjir ini sangat bergantung pada kerjasama semua pihak. Sinergi antara unsur pemerintahan, keamanan, tokoh masyarakat, dunia usaha, dan akademisi terbukti menjadi kunci kekuatan dalam menyelesaikan persoalan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

“Kami melihat sendiri bagaimana saluran air ini tertutup lumpur dan sampah, sehingga saat hujan turun air tidak bisa mengalir dengan cepat. Dengan adanya pengerukan dan normalisasi ini, kami optimis kapasitas saluran air akan kembali maksimal, sehingga risiko banjir bisa kita tekan hingga nol persen atau minimal diminimalisir,” tambahnya.

Warga setempat pun menyambut baik kelanjutan kegiatan ini. Mereka berharap upaya keras yang dilakukan oleh Pentahelix di bawah naungan bapak Tri Rahmanto dapat segera membuahkan hasil, sehingga aktivitas ekonomi dan kenyamanan tinggal masyarakat dapat kembali normal tanpa harus khawatir dengan ancaman banjir.

Diharapkan, dengan selesainya program normalisasi ini, Kecamatan Dayeuhkolot menjadi wilayah yang lebih tertata, bersih, dan bebas dari genangan air. Pentahelix juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keberlanjutan normalisasi ini demi kesejahteraan bersama.

Yans.

Kirab Mahkota Binokasih di Tasikmalaya, Simbol Amanah Leluhur dan Penguat Identitas Sunda

Tasikmalaya – YUTELNEWS.com// Kirab budaya Napak Tilas Pajajaran yang mengusung Mahkota Binokasih kembali digelar dalam rangka Milangkala Tatar Sunda ke-3 di Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meneguhkan nilai-nilai budaya Sunda sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat Jawa Barat.

Acara yang mengangkat tema “Nyuhun Buhun Nata Nagara” tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan yang sebelumnya telah dilaksanakan di Sumedang dan Kawali Astana Gede, Ciamis.

Ribuan masyarakat tampak antusias mengikuti kirab yang dipusatkan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, jajaran Forkopimda, tokoh adat, budayawan, serta unsur pemerintah daerah.

Pada hari ketiga pelaksanaan, kirab yang semula direncanakan berakhir di Kampung Naga, Kecamatan Salawu, dialihkan ke Gedung Pendopo Kabupaten Tasikmalaya. Keputusan tersebut diambil guna mengantisipasi kemacetan di jalur menuju kawasan adat tersebut.

Prosesi kirab diawali dengan pertunjukan seni tradisional, iring-iringan pasukan berkuda, hingga kereta kencana yang membawa Mahkota Binokasih—simbol legitimasi dan eksistensi masyarakat Sunda di masa lalu.

Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi perwakilan seni budaya dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Mengusung subtema “Nyukcruk Galur Galunggung”, kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Iendra Sofyan, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat lainnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga amanah leluhur dalam kehidupan masyarakat. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam pelayanan publik, seperti kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur.

“Naon nu dilakonan hiji amanah ti karuhun, kudu deudeuhan, welasan, asihan. Ulah aya rakyat nu gering teu kaubaran, ulah aya nu teu bisa sakola,” ujar Dedi.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kirab budaya ini menjadi wujud nyata kolaborasi dalam melestarikan warisan budaya Sunda.

Sementara itu, Ketua Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat, Abah Anton Charliyan, menyebut kirab Mahkota Binokasih sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan nilai luhur budaya Sunda, khususnya dalam mengenang kejayaan Pajajaran.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi memiliki nilai strategis dalam memperkuat nasionalisme, kebersamaan, dan kebanggaan terhadap budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Mahkota Binokasih memiliki makna filosofis “penuh kasih sayang” yang mencerminkan harapan agar pemimpin menjalankan pemerintahan dengan kebijaksanaan, cinta kasih, serta mengedepankan nilai asih, asah, dan asuh.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin didampingi Abah Anton Charliyan menyerahkan Naskah Amanat Galunggung kepada Gubernur Jawa Barat.

Penyerahan ini menjadi simbol estafet kepemimpinan dan pengingat akan pesan leluhur dari Prabu Darmasiksa.

Amanat tersebut mengandung pesan filosofis, di antaranya “Hana Nguni Hana Mangke, Tan Hana Nguni Tan Hana Mangke” yang bermakna pentingnya menjaga kesinambungan sejarah sebagai dasar kehidupan masa kini.

Selain itu, terdapat pula pesan sakral tentang pentingnya menjaga tanah leluhur (kabuyutan) agar tidak dikuasai pihak asing, serta menanamkan nilai cinta tanah air dan nasionalisme sejak dini.

Kirab Mahkota Binokasih dimulai dari Kampus Universitas Cipasung dan berakhir di Gedung Pendopo Kabupaten Tasikmalaya. Sepanjang rute, masyarakat memadati jalan untuk menyaksikan prosesi budaya yang berlangsung meriah dan penuh khidmat.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi agenda tahunan yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat identitas dan karakter masyarakat Jawa Barat di tengah arus modernisasi.**

Penulis : Yans

Wakil Ketua DPR-RI Gelar Reses lV Tahun 2026 di Sukamenak, H. Cucun Ahmad Syamsurijal Dorong Efisiensi Dana Desa Untuk Pembangunan

Bandung – YUTELNEWS.com// Wakil ketua DPR- RI Dr.H. Cucun Ahmad Syamsurijal menekankan pentingnya efisiensi pengelolaan anggaran Daerah dan desa guna memastikan porsi pembangunan fisik maupun ekonomi jauh lebih besar dibandingkan belanja pegawai. ” Hal ini disampaikan dalam Resesnya di Desa Sukamenak Kecamatan Margahayu , Kabupaten Bandung. pada rabu 06/05/2026. Dalam kegiatan Reses ini, dirinya juga sekaligus melakukan peresmian Sentra bisnis terpadu Desa Sukamenak yang berhasil membangun aset desa menggunakan Dana Desa secara mandiri.

​Dalam sambutanya dihadapan ratusan warga masyarakat Desa Sukamenak, H.Cucun Ahmad Syamsurijal yang merupakan Wakil Ketua Partai PKB juga mantan ketua Panitia Kerja (Panja) Transper keuangan Daerah (TKD) selam lima tahun, mengapresiasi keberanian kepala desa Sukamenak yang mengalokasikan 70% Dana Desa selama tiga tahun berturut-turut untuk membangun aset yang kini menjadi motor perputaran ekonomi warga melalui KDP (Kawasan Desa Wisata/Pusat Ekonomi).

​”Ini adalah aset desa sepenuhnya. Kami ingin perputaran ekonomi di Desa Sukamenak melalui KDP betul -betul berjalan dengan baik ,” ujarnya.

Dalam kesempatanya, ia menjelaskan terkait ​lahirnya UU Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (HKPD). ​Sebagai arsitek di balik kebijakan transfer keuangan daerah selama lima tahun terakhir, ia juga menjelaskan bahwa pengelolaan uang negara kini mengikuti prinsip money follows function dan money follows program,” katanya.

Saat ini, Pemerintah pusat mentransfer sekitar Rp 800 triliun setiap tahunnya ke berbagai daerah dan 80.000 kepala desa di seluruh Indonesia. ​Namun, ia menyoroti masalah klasik di mana banyak daerah memiliki postur anggaran yang tidak sehat. Sebagai contoh, di Kabupaten Bandung, belanja pegawai pernah mencapai 65% dari total APBD, ditambah belanja barang (operasional) sebesar 20%. Hal ini menyebabkan anggaran yang tersisa untuk perbaikan sekolah, jalan, dan rumah sakit hanya sekitar 15% “, ujar nya H.Cucun.

​​Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, melalui UU Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah, pemerintah menetapkan aturan tegas bagi seluruh daerah di Indonesia, yang mana saat ini, ​maksimal belanja pegawai mulai tahun 2027, belanja pegawai tidak boleh melebihi 30% dari total anggaran, agar porsi anggaran yang besar dapat dialihkan untuk gaji yang lebih layak bagi tenaga kerja (seperti P3K) serta pembangunan infrastruktur yang langsung dirasakan masyarakat,” tambahnya.

​Untuk itu saya mendorong daerah agar lebih mandiri dan kreatif dalam mengelola dana tanpa harus terus -menerus terbebani biaya birokrasi yang tinggi,” tegasnya.

​Saya berharap keberhasilan Desa Sukamenak dalam mengonversi Dana Desa menjadi aset produktif dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia, untuk lebih fokus pada pembangunan berkelanjutan daripada sekadar menghabiskan anggaran untuk biaya rutin,” tukasnya H Cucun.

Yans.

Organisasi GEMA KDM Resmi Terbentuk di Bandung, Siap Hadapi Dinamika Politik Jelang Pilpres 2029

BANDUNG – YUTELNEWS.com// Organisasi masyarakat yang bernama GEMA KDM secara resmi dideklarasikan dan terbentuk di wilayah Bandung. Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapan dalam menyambut dinamika politik tanah air, khususnya dalam mempersiapkan diri menjelang kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2029, pada Rabu (06/05/2026).

Pembentukan organisasi ini disambut antusias oleh para pendiri dan simpatisan yang hadir dalam acara deklarasi. “GEMA KDM” hadir dengan visi untuk mempererat persatuan, menjaga kerukunan, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa melalui jalur politik yang sehat, demokratis, dan berintegritas.

Dalam kesempatannya, Leni Rosmayani pengurus pusat menyampaikan komitmen bahwa organisasi ini akan berperan aktif dalam melakukan edukasi politik kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin cerdas dalam memilih pemimpin yang amanah dan berkapasitas.

“Kami sangat bersyukur karena hari ini GEMA KDM resmi berdiri di Bandung. Kehadiran kami bukan hanya sekadar organisasi, melainkan wadah untuk bersatu dan bersiap menghadapi tahun politik 2029 dengan semangat persaudaraan,” ujar salah satu tokoh pendiri.

Lebih lanjut ,Leni juga menyampaikan , GEMA KDM siap bekerja keras melakukan konsolidasi dan penjaringan kader-kader terbaik yang memiliki visi misi sama demi kemajuan daerah maupun negara. Mereka juga menegaskan komitmen untuk selalu menjaga kondusivitas dan kedamaian dalam setiap kegiatan organisasi.

“Dengan terbentuknya GEMA KDM, kami siap bergerak solid, menyatukan visi, dan memberikan kontribusi nyata demi terwujudnya pemimpin nasional yang mampu membawa perubahan dan kesejahteraan bagi rakyat,” tambahnya.

Deklarasi ini ditandai dengan pembacaan deklarasi, pengukuhan pengurus, serta doa bersama agar organisasi dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi banyak pihak.

Yans.

KDS: Pembangunan Jembatan Percepat Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Pacet

KAB. BANDUNG -YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr H.M Dadang Supriatna resmikan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Sukarame dan Desa Cikitu Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung, pada Rabu (06/05/2026).

Sebelumnya, warga maupun anak-anak sekolah yang hendak pergi dan pulang sekolah harus basah-basahan karena harus melewati derasnya aliran Sungai Citarum. Saat ini, masyarakat maupun anak-anak sekolah di Desa Sukarame maupun Desa Cikitu Kecamatan Pacet bisa memanfaatkan jembatan gantung “Merah Putih” tersebut.

Pembangunan jembatan gantung perintis garuda ini dibangun sepanjang 50 meter dan lebar 1,2 meter. Jembatan ini diperuntukan untuk penyeberangan orang dan melintasi kendaraan roda dua.

Pembangunannya selama 3,5 bulan melalui metode padat karya dengan melibatkan jajaran TNI bersama masyarakat. Masyarakat juga antusias sama-sama membangun jembatan tersebut, karena sebelumnya mereka menggunakan jembatan bambu untuk menyeberangi aliran Sungai Citarum. Terkadang jembatan bambu itu hanyut terbawa derasnya aliran air sungai, sehingga warga tidak bisa menyebrangi aliran sungai.

Bupati Dadang Supriatna mengucapkan terima kasih kepada Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah beserta jajaran TNI AD yang begitu fokus dalam mewujudkan pembangunan jembatan gantung perintis garuda yang dapat dilalui dengan sempurna.

“Di Kabupaten Bandung memang masih banyak lokasi yang kita bantu. Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Presiden, Pak Panglima, Pak KASAD, Pak Pangdam, Pak Dandim, pembangunan jembatan gantung ini sangat bermanfaat terutama bagi para petani maupun masyarakat di Desa Sukarame dan Desa Cikitu,” tutur KDS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna saat meresmikan pembangunan jembatan gantung perintis garuda.

Pembangunan jembatan ini, lanjut Bupati KDS, yaitu hadiah bagi masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya bagi masyarakat Kecamatan Pacet.

KDS menegaskan bahwa dengan terwujudnya pembangunan jembatan itu, hari ini TNI hadir di tengah-tengah masyarakat. Terwujudnya pembangunan jembatan ini sebagai wujud harapan dan dambaan masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya warga Desa Sukarame dan Desa Cikitu.

“Saya atas nama Pemkab Bandung mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI, pembangunan jembatan gantung ini penghubung Desa Sukarame dan Desa Cikitu dan ini sangat bermanfaat,” tuturnya.

Sebagai wujud kepedulian Bupati KDS atas pembangunan jembatan gantung itu, ia pun secara pribadi dengan spontan memberikan bantuan uang tunai untuk pembangunan fisik akses jalan desa atau jalan lingkungan di dua desa tersebut yang melintasi jembatan gantung. Masing-masing desa diberikan bantuan Rp10 juta untuk membeli semen dan pasir untuk pembangunan jalan gang atau jalan lingkungan.

“Saya mendengar langsung dari Pak Dandim, masih ada jalan setapak yang perlu diperbaiki. Maka secara spontanitas saya membantu langsung secara pribadi. Rp10 juta untuk Desa Cikitu dan Rp10 juta untuk Desa Sukarame,” tuturnya.

KDS mengajak masyarakat untuk sama-sama menumbuhkan semangat gorong royong, sehingga seluruh masyarakat merasa memiliki. Memang bukan hanya di dua desa tersebut, katanya, tetapi ada di sejumlah titik lainnya yang perlu sama-sama dibantu dalam peningkatan pembangunan.

“Saya titip ke pak kades jembatan ini untuk dipelihara dan warga sekitar untuk membantunya. Jadi kedepan tidak ada lagi anak-anak sekolah berangkat sekolah basah-basahan karena harus melintasi sungai,” tuturnya.

Lebih lanjut KDS mengatakan pembangunan jembatan ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di Desa Cikitu dan Desa Sukarame.

Selain memberikan bantuan untuk pembangunan jalan lingkungan, KDS juga memberikan perhatian khusus untuk pembangunan atau perbaikan rehab rumah warga melalui program rutilahu atau rumah tidak layak huni.

“Di Desa Cikitu 3 unit dan Desa Sukarame 3 unit. Nanti kita bantu melalui perwakilan di DPR RI, karena ada sekitar 45 ribu unit rumah lagi di Kabupaten Bandung yang harus dibantu melalui program rutilahu tersebut. Alhamdulillah, tahun ini ada sekitar 1.200 unit dari program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya). Nanti juga akan ditambah lagi dari APBD Kabupaten Bandung,” katanya.

Sementara itu, Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah mengatakan pembangunan jembatan ini sangat urgent dan penting keberadaannya. Pembangunan jembatan ini program Presiden melalui jajaran TNI AD untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam transfortasi, khususnya melewati aliran sungai.

“Sebelumnya aktivitas masyarakat basah-basah melewati sungai. Termasuk anak-anak sekolah. Itu membuat pak presiden hatinya tersentuh. Pak Presiden tidak menginginkan lagi anak-anak sekolah berangkat sekolah basah-basahan lagi. Aktivitas warga menyeberangi sungai harus basah-basahan,” kata Letkol Kav Samto Betah.

Dandim mengatakan bahwa sebelum jembatan gantung dibangun, anak-anak sekolah ketika berangkat dan pulang sekolah harus basah-basahan karena harus melewati aliran Sungai Citarum.

“Pak Presiden memerintahkan TNI untuk membangun jembatan yang dibutuhkan. Sehingga tidak ada lagi anak-anak sekolah berangkat sekolah basah-basahan,” tuturnya.

“Alhamdulillah saat ini bisa diwujudkan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda untuk memfasilitasi aktivitas warga. Hari ini, pembangunan jembatan yang merupakan program Pak Presiden sudah diresmikan oleh Pak Bupati Bandung,” imbuh Letkol Kav Samto Betah.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa dan masyarakat, karena pembangunan jembatan berjalan lancar. Ucapan yang sama disampaikan kepada masyarakat karena turut membantu dalam memperlancar kegiatan, sehingga jembatan bisa diresmikan hari ini.

“Jembatan ini untuk dirawat dan dijaga. Jembatan ini bukan punya pemerintah, bukan punya TNI, jembatan ini punya masyarakat, silahkan gunakan sebaik-baiknya, silahkan dirawat sebaik-baiknya,” pesan Dandim.

Tokoh Masyarakat Desa Sukarame Tatang Abdulah mengucapkan terima kasih kepada Dandim dan jajaran TNI AD yang sudah jerih payah membangun jembatan. Pembangunan jembatan ini menghubungkan Kampung Rumbia Desa Sukarame dan Kampung Ciputat Desa Cikitu Kecamatan Pacet.

“Pembangunan jembatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena mempermudah masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari,” katanya sambil mengucapkan selamat datang kepada Bupati Bandung dan Dandim 0624/Kabupaten Bandung.

Di hadapan Bupati KDS, ia sempat mengungkapkan bahwa kondisi jalan lingkungan masih dalam bentuk tanah, sehingga disaat turun hujan kondisinya becek.

“Sudah ada swadaya dari masyarakat untuk menata jalan lingkungan, namun baru beberapa meter. Sehingga memerlukan bantuan Pak Bupati dan dinas terkait untuk memperlancar petani anak sekolah dan warga atau ibu ibu yang akan berangkat ke pasar dan ke sawah,” tuturnya.**

Yans.

Bupati KDS Hadiahkan Rumah Baru untuk Keluarga Ato dan Desi

KAB BANDUNG – YUTELNEWS.com// Wajah haru bercampur senyum bahagia terpancar dari pasangan suami istri, Ato Suharto (35) dan Desi Novianti (22), warga Desa Tribakti Mulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. pada Rabu 06/05/2026.

Setelah mengalami musibah yang sangat berat, kini mereka mendapatkan anugerah baru berupa hunian layak yang diserahkan langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS).

Peristiwa pilu tersebut bermula pada bencana longsor yang melanda wilayah tersebut pada bulan awal Februari lalu. Dalam kejadian naas itu, Ato dan Desi harus merelakan dua buah hati mereka, Aldi Alfarik yang berusia tiga bulan dan anak perempuannya Rere Revania, berusia lima tahun meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan tanah dan bangunan.

Tidak hanya kehilangan keluarga tercinta, rumah tempat mereka bernaung juga hancur tak bersisa, membuat mereka kehilangan tempat tinggal.

Mendengar dan melihat langsung kondisi yang memilukan tersebut, Bupati Dadang Supriatna tergerak hatinya untuk membantu. Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu memutuskan untuk membantu membangunkan kembali kehidupan keluarga muda tersebut.

Yang menjadi istimewa, Bupati KDS rela mengeluarkan uang dari kantong saku pribadinya untuk membeli sepetak tanah untuk kemudian dibangunkan rumah bagi keluarga Ato dan Desi. Sementara proses pembangunannya dikerjakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkimtan) Kabupaten Bandung.

“Setelah kejadian ternyata Pak Ato ini belum memiliki rumah sendiri, waktu itu masih ngontrak. Maka saya belikan tanah dan langsung dibangun rumahnya. Semoga bermanfaat dan bisa betah di rumah baru ini,” ujar Bupati KDS usai menyerahkan secara sombolis kunci rumah dan sertifikat tanah untuk keluarga Ato.

Tak hanya menyediakan tempat tinggal yang layak dan nyaman, Bupati KDS juga memikirkan keberlangsungan ekonomi keluarga korban longsor tersebut dengan memberikan bantuan modal usaha kepada Ibu Desi melalui fasilitasi Dinas Sosial dan Baznas Kabupaten Bandung agar dapat berjualan di halaman rumah barunya tersebut.

KDS berharap keluarga Ato dapat bangkit kembali dan memiliki penghasilan yang mandiri. “Bu Desi katanya ingin berjualan di sini, mungkin bisa buka Warmindo atau apa. Semoga usahanya berjalan lancar dan berkah. Saya juga do’akan semoga segera punya anak lagi biar lebih semangat” tambah KDS sambil tersenyum.

Saat menerima kunci rumah dan sertifikat, mata Ato dan Desi tampak berkaca-kaca. Mereka mengaku tak menyangka akan mendapatkan perhatian sebesar ini dari Bupati KDS. Air mata haru bercampur rasa syukur seolah melepas beban yang selama ini mereka rasakan.

“Terima kasih banyak Pak Bupati. Kami tidak tahu harus berkata apa lagi. Rumah ini sangat berarti bagi kami. Saya tidak menyangka akan dikasih rumah sama Pak Bupati. Ini seperti mimpi yang jadi kenyataan,” ucap Desi dengan suara terbata-bata.

Desi mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan Bupati KDS, jajaran Pemkab Bandung hingga pemerintah kecamatan dan desa yang selama ini mendampingi keluarga mereka dari sejak kejadian longsor hingga saat ini.

“Terima kasih juga kepada Pak Camat sama Pak Kades serta jajarannya yang selama ini banyak membantu keluarga kami. Semoga kebaikan semuanya dibalas oleh Allah SWT,” ucap Desi sambil berkaca-kaca. (**)

Yans.

KAB BANDUNG – YUTELNEWS.com// Wajah haru bercampur senyum bahagia terpancar dari pasangan suami istri, Ato Suharto (35) dan Desi Novianti (22), warga Desa Tribakti Mulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. pada Rabu 06/05/2026.

Setelah mengalami musibah yang sangat berat, kini mereka mendapatkan anugerah baru berupa hunian layak yang diserahkan langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS).

Peristiwa pilu tersebut bermula pada bencana longsor yang melanda wilayah tersebut pada bulan awal Februari lalu. Dalam kejadian naas itu, Ato dan Desi harus merelakan dua buah hati mereka, Aldi Alfarik yang berusia tiga bulan dan anak perempuannya Rere Revania, berusia lima tahun meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan tanah dan bangunan.

Tidak hanya kehilangan keluarga tercinta, rumah tempat mereka bernaung juga hancur tak bersisa, membuat mereka kehilangan tempat tinggal.

Mendengar dan melihat langsung kondisi yang memilukan tersebut, Bupati Dadang Supriatna tergerak hatinya untuk membantu. Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu memutuskan untuk membantu membangunkan kembali kehidupan keluarga muda tersebut.

Yang menjadi istimewa, Bupati KDS rela mengeluarkan uang dari kantong saku pribadinya untuk membeli sepetak tanah untuk kemudian dibangunkan rumah bagi keluarga Ato dan Desi. Sementara proses pembangunannya dikerjakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkimtan) Kabupaten Bandung.

“Setelah kejadian ternyata Pak Ato ini belum memiliki rumah sendiri, waktu itu masih ngontrak. Maka saya belikan tanah dan langsung dibangun rumahnya. Semoga bermanfaat dan bisa betah di rumah baru ini,” ujar Bupati KDS usai menyerahkan secara sombolis kunci rumah dan sertifikat tanah untuk keluarga Ato.

Tak hanya menyediakan tempat tinggal yang layak dan nyaman, Bupati KDS juga memikirkan keberlangsungan ekonomi keluarga korban longsor tersebut dengan memberikan bantuan modal usaha kepada Ibu Desi melalui fasilitasi Dinas Sosial dan Baznas Kabupaten Bandung agar dapat berjualan di halaman rumah barunya tersebut.

KDS berharap keluarga Ato dapat bangkit kembali dan memiliki penghasilan yang mandiri. “Bu Desi katanya ingin berjualan di sini, mungkin bisa buka Warmindo atau apa. Semoga usahanya berjalan lancar dan berkah. Saya juga do’akan semoga segera punya anak lagi biar lebih semangat” tambah KDS sambil tersenyum.

Saat menerima kunci rumah dan sertifikat, mata Ato dan Desi tampak berkaca-kaca. Mereka mengaku tak menyangka akan mendapatkan perhatian sebesar ini dari Bupati KDS. Air mata haru bercampur rasa syukur seolah melepas beban yang selama ini mereka rasakan.

“Terima kasih banyak Pak Bupati. Kami tidak tahu harus berkata apa lagi. Rumah ini sangat berarti bagi kami. Saya tidak menyangka akan dikasih rumah sama Pak Bupati. Ini seperti mimpi yang jadi kenyataan,” ucap Desi dengan suara terbata-bata.

Desi mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan Bupati KDS, jajaran Pemkab Bandung hingga pemerintah kecamatan dan desa yang selama ini mendampingi keluarga mereka dari sejak kejadian longsor hingga saat ini.

“Terima kasih juga kepada Pak Camat sama Pak Kades serta jajarannya yang selama ini banyak membantu keluarga kami. Semoga kebaikan semuanya dibalas oleh Allah SWT,” ucap Desi sambil berkaca-kaca. (**)

Yans.

Wartawan Jadi Korban, Malah Dikriminalisasi – Sidang Praperadilan Pengadilan Negeri Medan Persadaan Putra Sembiring Memanas

Yutelnews.com//

Medan – Aroma dugaan kriminalisasi kembali mencoreng wajah penegakan hukum di Kota Medan. Seorang wartawan, Persadaan putra sembiring,yang sebelumnya menjadi korban pencurian di kawasan Pancur Batu, justru berbalik ditetapkan sebagai tersangka dan ketiga orang keluarganya oleh aparat kepolisian.

Kini, kasus tersebut memasuki babak krusial dalam sidang praperadilan lanjutan di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan.
Permohonan praperadilan dengan nomor perkara 37/Pid.Pra/2026/PN Mdn resmi diajukan, menggugat Polrestabes Medan atas dugaan cacat prosedur dalam penetapan tersangka terhadap persadaan putra sembiring, Leo Sembiring dan pihak terkait.

Kuasa hukum korban, Ramses Butarbutar SH dan Syahputra Ambarita SH, mengungkap fakta yang dinilai janggal dan mencederai logika hukum. Klien mereka, yang semula membantu aparat dalam menangkap pelaku pencurian atas arahan penyidik Polsek Pancur Batu, justru berujung dijerat sebagai tersangka penganiayaan.

“Ini bukan sekadar janggal, ini absurd! Klien kami korban, membantu aparat, tapi malah dijadikan tersangka. Bahkan perkara ini sudah berdamai, tapi tetap dipaksakan berjalan. Ada apa sebenarnya?”, tegas kuasa hukum dengan nada keras usai persidangan.

Kasus ini langsung menyulut perhatian publik. Banyak pihak menilai peristiwa ini sebagai bentuk nyata ketidakprofesionalan aparat, bahkan berpotensi menjadi preseden buruk bagi perlindungan korban kejahatan di Indonesia.

Hingga saat ini, Polrestabes Medan belum memberikan penjelasan resmi, memicu spekulasi dan kecurigaan publik terhadap transparansi penanganan perkara ini.

Dalam sidang, turut dihadirkan saksi ahli pidana umum, Prof. Dr. Maidin Gultom SH, M.Hum, yang secara tegas mengkritik dasar hukum yang digunakan.

“Pasal yang diterapkan tidak relevan dan cenderung prematur. Penggunaan Pasal 170 junto 351 KUHP junto 55 tidak tepat, bahkan unsur-unsurnya tidak terpenuhi secara jelas. Secara hukum, kasus ini lemah dan layak dihentikan,” ungkapnya lugas di hadapan awak media.

Sementara itu, pihak Pengadilan Negeri Medan melalui Humas, Soniady Drajat Sadarisman, menyatakan bahwa proses hukum masih berjalan dan belum memasuki putusan.
Kasus ini kini menjadi simbol kegelisahan publik terhadap potensi penyimpangan proses hukum.

Masyarakat menuntut agar aparat penegak hukum tidak bermain-main dengan keadilan, terlebih terhadap korban yang seharusnya dilindungi, bukan malah dikorbankan.

Sorotan publik kian tajam: apakah hukum masih berpihak pada kebenaran, atau justru menjadi alat yang bisa dibolak-balik?
Harapan pun menguat—agar keadilan tidak sekadar slogan, melainkan benar-benar ditegakkan.

Dan bagi mereka yang tidak bersalah, sudah seharusnya dibebaskan dari jerat hukum yang dipaksakan oleh Penegak Hukum.
(Ade spt)

Komisi III DPR RI Rudianto Lallo Nilai Penanganan Perkara Kejari Gowa Menunjukkan Progres Yang Baik 

Yutelnews.com//

Gowa – Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspik) yang dilakukan oleh lembaga legislatif (DPR RI) atau instansi pemerintahan memiliki karakteristik yang lebih terfokus pada satu isu, lokasi, atau proyek tertentu dibandingkan kunjungan kerja biasa.

Seperti yang dilakukan salah satu anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Kepala Kelompok Fraksi Partai Nasdem, melaksanakan kunjungan kerja spesifik ke Kantor Kejaksaan Negeri Gowa, Rabu (06/05/2026).

Melalui Kepala Seksi Intelejen Kejari Gowa dalam Siaran Persnya Andi Ardiaman, S.H. M.H menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menyerap aspirasi serta memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum di daerah, khususnya terkait pelaksanaan tugas dan fungsi penegakan hukum.

Dalam kunjungannya, Rudianto Lallo memberikan apresiasi terhadap kinerja Kejaksaan Negeri Gowa. Ia menilai penanganan perkara yang dilakukan menunjukkan progres yang baik serta mencerminkan komitmen kuat dalam penegakan hukum. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi yang terjalin dengan baik antara Kejaksaan, Kepolisian, serta dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa.

Dalam kesempatan tersebut, Rudianto Lallo juga menyampaikan harapan agar aparat penegak hukum, khususnya jajaran kejaksaan, melakukan pengkajian ulang terhadap implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru. Ia menekankan bahwa telah terjadi perubahan paradigma dalam sistem hukum pidana di Indonesia, dari pendekatan pembalasan (retributive justice) menuju pendekatan yang lebih mengedepankan perdamaian dan pemulihan (restorative justice).

Sehubungan dengan hal tersebut, ia mengharapkan agar para jaksa dalam menjalankan tugas dan kewenangannya tidak hanya berfokus pada penjatuhan sanksi pidana, tetapi juga mempertimbangkan aspek keadilan yang lebih luas, termasuk pemulihan korban, penyelesaian konflik secara damai, serta menjaga keseimbangan sosial di tengah masyarakat.

Selain itu, Rudianto Lallo juga menyoroti pentingnya kecermatan dan kehati-hatian dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan kerugian negara. Ia menegaskan bahwa proses pembuktian harus dilakukan secara optimal guna menghindari adanya celah hukum yang berpotensi menyebabkan terdakwa diputus bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum.

Oleh karena itu, setiap tahapan penanganan perkara harus didukung dengan alat bukti yang kuat, perhitungan kerugian negara yang akurat, serta koordinasi yang baik dengan instansi terkait, guna memastikan tercapainya kepastian hukum dan rasa keadilan bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Rudianto Lallo juga menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA), serta memberikan apresiasi dan semangat kepada seluruh insan Adhyaksa untuk terus menjadi garda terdepan dalam penanganan tindak pidana korupsi serta penegakan hukum yang berintegritas.

Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Negeri Gowa, Bambang Dwi Murcolono, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas perhatian dan kunjungan yang diberikan. Ia juga mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi jajaran Kejaksaan Negeri Gowa. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa capaian yang diraih selama ini merupakan hasil kerja kolektif, dedikasi, dan komitmen seluruh jajaran dalam menjalankan tugas penegakan hukum secara profesional.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi III DPR RI dalam rangka memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi penegakan hukum berjalan secara optimal, transparan, dan akuntabel, khususnya di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Gowa, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.
(Abu Algifari)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.