BP Batam-Kejati Kepri Pererat Kemitraan Penangangan Hukum

Yutelnews.com | Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau resmi memperkuat kerja sama strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang penanganan masalah hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

BRI

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Kepala Kejati Kepri, J. Devy Sudarso, di Aula Kejati Kepri, Tanjungpinang, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan tersebut turut disaksikan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra; Anggota/Deputi Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain; serta Asdatun Kejati Kepri, Riau Fauzal.

MoU ini mencakup pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, serta tindakan hukum lainnya, termasuk pendampingan, negosiasi, dan mediasi.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah penting dalam memperkuat sinergi kelembagaan, khususnya dalam penanganan permasalahan hukum di BP Batam,” ujar Amsakar dalam sambutannya.

Ia menegaskan, dalam pelaksanaan pengelolaan dan pembangunan di KPBPB Batam, aspek kepastian hukum menjadi sangat krusial. Karena itu, Amsakar berharap kerja sama ini segera ditindaklanjuti melalui langkah konkret dan implementatif agar memberikan manfaat nyata bagi kelembagaan, masyarakat, serta dunia usaha di Batam.

“Kehadiran Kejati Kepri sebagai mitra strategis sangat penting, tidak hanya dalam memberikan bantuan dan pertimbangan hukum, tetapi juga dalam langkah preventif guna meminimalisir potensi permasalahan hukum di kemudian hari,” tambahnya.

Sementara itu, Kajati Kepri J. Devy Sudarso mengapresiasi langkah proaktif BP Batam dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Ia menjelaskan, sebagai Jaksa Pengacara Negara, pihaknya memiliki peran dalam memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, pelayanan hukum, tindakan hukum lain, serta upaya pencegahan terhadap potensi permasalahan hukum.

“Diperlukan pendampingan hukum yang profesional dan berintegritas guna mitigasi risiko hukum atas kebijakan dan tindakan yang diambil oleh BP Batam,” jelas Devy.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kejati Kepri dalam mendukung kepentingan hukum negara.

“Terima kasih atas kepercayaan ini, sehingga kami dapat mendukung sepenuhnya upaya kepentingan hukum negara dalam pengelolaan kawasan oleh BP Batam demi tercapainya pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan,” tutupnya.

Melalui sinergi ini, BP Batam dan Kejati Kepri optimistis program pembangunan dan pengembangan kawasan Batam dapat berjalan lebih optimal dengan dukungan kepastian hukum yang memadai.

BP Batam Pastikan Jalan Gajah Mada ke Hotel Vista Rampung Diperbaiki, Sudah Bisa Dilalui

Yutelnews.com |

Badan Pengusahaan Batam memastikan perbaikan ruas Jalan Gajah Mada, tepatnya di tanjakan menuju Hotel Vista, telah rampung dan kini kembali dapat digunakan oleh masyarakat.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan bahwa proses rekonstruksi jalan dilakukan melalui beberapa tahapan untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan infrastruktur.

BRI

“Perbaikan diawali dengan pengerasan menggunakan metode beton bertulang atau rigid pavement pada bagian jalan yang sebelumnya bergelombang, guna meningkatkan kekuatan struktur jalan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Ia menambahkan, setelah sempat dilakukan pengalihan arus lalu lintas selama proses pengerjaan, ruas jalan tersebut kembali dibuka untuk umum pada Selasa (21/4/2026). “Setelah beberapa hari jalan dialihkan, sejak Selasa sore kemarin ruas tersebut sudah kembali dibuka. Saat ini pekerjaan dilanjutkan dengan pembangunan saluran drainase di bahu jalan pada area terdampak,” jelasnya.

Ariastuty menyebut, tahap akhir pekerjaan akan dilanjutkan dengan pengaspalan di atas permukaan jalan yang telah dibeton, setelah seluruh pekerjaan pendukung selesai. “Sesuai arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, kami akan melakukan pemantauan berkala untuk memastikan seluruh ruas jalan di Batam berfungsi maksimal,” katanya.

Dengan rampungnya perbaikan ini, BP Batam berharap aksesibilitas serta kenyamanan pengguna jalan di kawasan tersebut dapat kembali optimal.

Investasi Digital Menguat, BP Batam Dukung Proyek Pusat Data DayOne-PLN Batam

Yutelnews.com |

Batam terus mempertegas posisinya sebagai destinasi utama investasi digital di Asia Tenggara.

BRI

Hal ini ditandai dengan penandatanganan serangkaian perjanjian kerja sama strategis bersama PT. PLN Batam dan PT Digitalland Service One (DayOne), pada Jumat (17/4/2026) di Balairung Sari BP Batam.

Kegiatan ini menandai ekspansi besar dari platform infrastruktur digital guna mendukung pembangunan kampus pusat data (data center) hyperscale kedua di Kota Batam.

Langkah strategis ini dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) Pelanggan Data Center Terbesar di Indonesia dengan kapasitas 511 MVA atau setara 450 megawatt (MW).

Kesepakatan ini diproyeksikan untuk memasok kebutuhan energi bagi pengembangan pusat data DayOne di Kabil Industrial Tech Park (KITP) secara bertahap pada 2026-2027.

Hadir dalam kegiatan, Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad; Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Walikota Batam, Li Claudia Chandra; Chief Executive Officer DayOne, Jamie Khoo; Direktur Utama PT. PLN Batam, Kwin Fo; Anggota/Deputi Bidang BP Batam, jajaran Forkopimda Kota Batam, serta pimpinan asosiasi industri di Kota Batam beserta jajaran.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur dan kemudahan regulasi menjadi kunci utama dalam menarik minat investor global.

Menurutnya, integrasi antara ketersediaan lahan, kepastian hukum, dan keandalan energi di bawah naungan BP Batam menciptakan ekosistem yang kompetitif di tingkat regional.

“BP Batam berkomitmen menghadirkan iklim investasi yang kondusif melalui percepatan perizinan dan penyediaan infrastruktur pendukung yang terintegrasi. Masuknya proyek pusat data berskala besar ini membuktikan bahwa Batam siap menjadi hub digital dunia,” ujar Amsakar.

Transformasi Hub Digital

Ekspansi DayOne di kawasan Kabil menyusul kesuksesan proyek sebelumnya di Nongsa Digital Park (NDP).

Melalui dukungan BP Batam dan PT. PLN Batam, pengembangan ini dirancang sebagai platform berperforma tinggi untuk mendukung komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan layanan awan (cloud) bagi kawasan Asia-Pasifik.

Chief Executive Officer DayOne, Jamie Khoo, mengungkapkan bahwa kemudahan administrasi yang difasilitasi oleh BP Batam menjadi faktor krusial dalam keputusan ekspansi perusahaan.

“Ekspansi ini merupakan tonggak penting dalam strategi kami untuk membangun salah satu platform infrastruktur digital terkemuka di Asia, termasuk model Singapura-Johor-Batam (SIJORI) milik kami yang menghubungkan Singapura, Johor, dan Batam menjadi platform pusat data lintas batas pertama yang benar-benar terintegrasi di Asia Tenggara,” jelas Jamie.

Selain aspek kelistrikan, BP Batam juga mendorong pemanfaatan energi bersih demi keberlanjutan industri.

Hal ini diwujudkan melalui Nota Kesepahaman (MoU) antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT. PLN Batam terkait Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas di atas 200 MWp di Wilayah Kerja BP Batam.

Inisiatif energi hijau ini merupakan yang terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, dan diharapkan menjadi nilai tambah bagi para investor yang memprioritaskan standar keberlanjutan global.

Sinergi Berkelanjutan

Direktur Utama PT. PLN Batam, Kwin Fo, menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak lepas dari peran aktif BP Batam dalam menyinergikan regulator dengan penyedia infrastruktur.

“Kami meyakini bahwa sinergi antara PLN Batam dan DayOne dengan dukungan penuh dari BP Batam akan semakin memperkuat posisi Batam sebagai kawasan investasi unggulan dan pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara,” ujar Kwin Fo.

Selain pasokan listrik, juga dilaksanakan penandatanganan MoU Layanan Solusi Infrastruktur Terintegrasi Ekosistem Data Center yang mencakup kajian penyediaan jaringan fiber optik dan layanan pemeliharaan infrastruktur kritis.

Dengan sinergi yang dipimpin oleh BP Batam, kawasan ini kini bertransformasi menjadi bagian penting dari model SIJORI.

Keberadaan pusat data hyperscale ini diharapkan memberikan dampak pengganda (multiplier effect) bagi ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja sektor teknologi, serta memperkuat kedaulatan digital nasional.

“Kami berharap kerja sama yang ditandatangani hari ini memberikan manfaat bagi semua pihak serta berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan iklim investasi di Kota Batam,” pungkas Kwin Fo.

Volume Peti Kemas Tumbuh dan Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

Yutelnews.com | Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan secara konsisten, terus mencatatkan kinerja operasional yang positif.

BRI

Berdasarkan data Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan, pada Triwulan I 2026, volume bongkar muat peti kemas meningkat sebesar 12% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Dari sebelumnya 166 TEUs, menjadi 187 ribu TEUs.

Dari throughput tersebut, sebesar 69% ditopang oleh aktivitas di Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang mencapai 128.556 TEUs atau tumbuh 22% dibandingkan Triwulan I 2025. Sementara sisi perdagangan, aktivitas ekspor dan impor mendominasi dengan porsi 74% dari total arus peti kemas di pelabuhan Batam.

Kinerja logistik ini turut didukung oleh aktivitas bongkar muat general cargo yang mencapai 2,9 juta ton atau meningkat 8% dibandingkan periode yang sama sebesar 2,6 juta ton tahun lalu. Dimana, Terminal Curah Cair Kabil menjadi kontributor terbesar dengan volume 1,09 juta ton dan pertumbuhan sebesar 21%.

Di sisi kunjungan kapal, tercatat sebanyak 27.170 call atau meningkat 4% dibandingkan Triwulan I 2025 sebesar 26.138 call. Selain itu, ukuran kapal yang bersandar juga menunjukkan peningkatan, dengan total Gross Tonnage (GT) mencapai 19,6 juta GT atau naik 15% dari sebelumnya 16,9 GT. Angka ini, tentunya menjadi gambaran bahwa semakin banyaknya kapal berkapasitas besar yang beroperasi di perairan Batam.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa capaian ini sebagai bukti nyata, semakin kuatnya peran Batam sebagai simpul logistik strategis di kawasan.

“Pertumbuhan di sektor logistik ini menunjukkan bahwa Batam semakin dipercaya sebagai hub konektivitas regional. Kami akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi guna mendukung arus logistik, investasi, dan mobilitas secara berkelanjutan,” ujar Amsakar, Kamis (16/4/2026).

Selain kinerja logistik, sektor layanan penumpang juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Sepanjang Triwulan I 2026, jumlah penumpang di terminal ferry domestik dan internasional wilayah kerja BP Batam tercatat mencapai 2.507.630 orang atau meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Rute internasional masih mendominasi dengan 1.316.495 penumpang atau tumbuh 11%, khususnya menuju Singapura dan Malaysia. Sementara itu, penumpang domestik mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 20% menjadi 1.191.135 orang. Terminal Ferry Internasional Batam Centre dan Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur menjadi titik tersibuk dalam melayani mobilitas tersebut.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menambahkan, peningkatan kinerja harus diiringi dengan kualitas layanan yang semakin baik, sejalan dengan perluasan cakupan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.

“Kami mendorong layanan kepelabuhanan yang semakin adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa, terlebih dengan semakin luasnya wilayah kerja KPBPB Batam. Dengan dukungan regulasi tersebut, kami optimistis layanan akan semakin terintegrasi sehingga manfaat pertumbuhan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Li Claudia.

Anggota Deputi/Bidang Pengusahaan, Denny Tondano yang membawahi Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperkuat koordinasi antar-stakeholder serta mengoptimalkan layanan di seluruh pelabuhan guna menjaga konsistensi peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan.

“Ke depan, kami akan terus mendorong digitalisasi layanan, termasuk pembenahan e-ticketing dan integrasi sistem antar terminal, sehingga layanan menjadi lebih mudah, cepat, dan terintegrasi bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Denny.

Kepala BP Batam Harap Kajian Seskoau Beri Rekomendasi Strategis bagi Perkembangan Batam

Yutelnews.com | ahun 2025 tak lepas dari andil dan perhatian Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam mendorong perekonomian dan memacu iklim investasi yang inklusif. Perhatian itu, melalui regulasi percepatan perizinan kegiatan berusaha dan perluasan wilayah kerja BP Batam.

Disamping itu, kolaborasi lintas sektor dan kerja keras menjadi kunci penting dalam menciptakan ekosistem investasi yang kondusif, aman, dan kompetitif. Sehingga, tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

�Pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6.76 persen dan angka kemiskinan turun 3,81 persen dan Indeks Pembangunan Manusia Kota Batam meningkat mencapai 83,80,�� ungkapnya dihadapan para Perwira Siswa Seskoau.

Ia berharap kemajuan ekonomi dan sosial yang dicapai Batam dapat sejalan dengan pengelolaan ruang udara yang semakin kuat dan melalui kegiatan ini menghasilkan rekomendasi strategis bagi ekonomi dan kedaulatan udara NKRI. �Kami senang atas kehadiran para Perwira Siswa Seskoau, semoga kajian yang tengah disusun dapat memberi kontribusi signifikan bagi perkembangan Batam kedepan,� harapnya.

Turut hadir dalam kegiatan yaitu Wakil Komandan Seskoau Marsekal Pratama TNI, Irwan Pramuda; Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait dan Forkopimda Kota Batam.

 

Kepala BP Batam Terima Kunjungan Peserta Sespimti Polri PKDN 2026

Yutelnews.com | Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri dalam rangka Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Dikreg ke-35 Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Marketing Centre, Batam Centre, Senin (14/4/2026).

Amsakar menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasi atas kepercayaan yang diberikan dengan menjadikan Batam sebagai salah satu lokasi pelaksanaan PKDN Sespimti Polri.

“Terima kasih telah memilih Batam sebagai lokus pembelajaran dalam proses mencetak calon pimpinan Polri. Kami menyambut baik kesempatan ini untuk saling bertukar informasi dan wawasan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Amsakar menjelaskan bahwa Batam saat ini menjadi salah satu fokus perhatian Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui penguatan iklim investasi yang inklusif. Upaya tersebut diantaranya diwujudkan melalui percepatan regulasi perizinan usaha di kawasan strategis Batam.

Selain itu, BP Batam juga terus memperkuat kesiapan infrastruktur pendukung serta menjaga sinergi antar pemangku kepentingan guna menciptakan suasana investasi yang aman dan kondusif.

Amsakar berharap, kunjungan ini dapat memberikan gambaran nyata kepada peserta terkait pengelolaan kawasan, dinamika sosial, hingga potensi strategis yang dimiliki Batam.

“Semoga para peserta memperoleh pengalaman dan wawasan yang bermanfaat selama berada di Batam,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Widyaiswara Utama Sespim Polri, Irjen Pol Tomex Korniawan, mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 6,76 persen pada tahun 2025.

Menurutnya, capaian tersebut tergolong positif dan sejalan dengan tema PKDN Sespimti Polri yang menitikberatkan pada dukungan terhadap investasi dan pertumbuhan ekonomi inklusif.

“Kami optimistis langkah yang dilakukan Batam ke depan akan semakin baik. Semoga Batam terus berkembang dan bersinar,” pungkasnya.

Dalam kegiatan itu, Amsakar turut didampingi sejumlah pejabat BP Batam, di antaranya Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan Alexander Zulkarnain, Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan Syarlin Joyo, Deputi Bidang Pelayanan Umum Ariastuty Sirait, serta Direktur Pengamanan Aset dan Kawasan Mujiyono.

BP Batam Dukung Proyek Pusat Data DayOne-PLN Batam

Yutelnews.com | Batam terus mempertegas posisinya sebagai destinasi utama investasi digital di Asia Tenggara.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan serangkaian perjanjian kerja sama strategis bersama PT. PLN Batam dan PT Digitalland Service One (DayOne), pada Jumat (17/4/2026) di Balairung Sari BP Batam.

Kegiatan ini menandai ekspansi besar dari platform infrastruktur digital guna mendukung pembangunan kampus pusat data (data center) hyperscale kedua di Kota Batam.

Langkah strategis ini dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) Pelanggan Data Center Terbesar di Indonesia dengan kapasitas 511 MVA atau setara 450 megawatt (MW).

Kesepakatan ini diproyeksikan untuk memasok kebutuhan energi bagi pengembangan pusat data DayOne di Kabil Industrial Tech Park (KITP) secara bertahap pada 2026-2027.

Hadir dalam kegiatan, Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad; Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Walikota Batam, Li Claudia Chandra; Chief Executive Officer DayOne, Jamie Khoo; Direktur Utama PT. PLN Batam, Kwin Fo; Anggota/Deputi Bidang BP Batam, jajaran Forkopimda Kota Batam, serta pimpinan asosiasi industri di Kota Batam beserta jajaran.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur dan kemudahan regulasi menjadi kunci utama dalam menarik minat investor global.

Menurutnya, integrasi antara ketersediaan lahan, kepastian hukum, dan keandalan energi di bawah naungan BP Batam menciptakan ekosistem yang kompetitif di tingkat regional.

“BP Batam berkomitmen menghadirkan iklim investasi yang kondusif melalui percepatan perizinan dan penyediaan infrastruktur pendukung yang terintegrasi. Masuknya proyek pusat data berskala besar ini membuktikan bahwa Batam siap menjadi hub digital dunia,” ujar Amsakar.

Transformasi Hub Digital

Ekspansi DayOne di kawasan Kabil menyusul kesuksesan proyek sebelumnya di Nongsa Digital Park (NDP).

Melalui dukungan BP Batam dan PT. PLN Batam, pengembangan ini dirancang sebagai platform berperforma tinggi untuk mendukung komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan layanan awan (cloud) bagi kawasan Asia-Pasifik.

Chief Executive Officer DayOne, Jamie Khoo, mengungkapkan bahwa kemudahan administrasi yang difasilitasi oleh BP Batam menjadi faktor krusial dalam keputusan ekspansi perusahaan.

“Ekspansi ini merupakan tonggak penting dalam strategi kami untuk membangun salah satu platform infrastruktur digital terkemuka di Asia, termasuk model Singapura-Johor-Batam (SIJORI) milik kami yang menghubungkan Singapura, Johor, dan Batam menjadi platform pusat data lintas batas pertama yang benar-benar terintegrasi di Asia Tenggara,” jelas Jamie.

Selain aspek kelistrikan, BP Batam juga mendorong pemanfaatan energi bersih demi keberlanjutan industri.

Hal ini diwujudkan melalui Nota Kesepahaman (MoU) antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT. PLN Batam terkait Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas di atas 200 MWp di Wilayah Kerja BP Batam.

Inisiatif energi hijau ini merupakan yang terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, dan diharapkan menjadi nilai tambah bagi para investor yang memprioritaskan standar keberlanjutan global.

Sinergi Berkelanjutan

Direktur Utama PT. PLN Batam, Kwin Fo, menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak lepas dari peran aktif BP Batam dalam menyinergikan regulator dengan penyedia infrastruktur.

“Kami meyakini bahwa sinergi antara PLN Batam dan DayOne dengan dukungan penuh dari BP Batam akan semakin memperkuat posisi Batam sebagai kawasan investasi unggulan dan pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara,” ujar Kwin Fo.

Selain pasokan listrik, juga dilaksanakan penandatanganan MoU Layanan Solusi Infrastruktur Terintegrasi Ekosistem Data Center yang mencakup kajian penyediaan jaringan fiber optik dan layanan pemeliharaan infrastruktur kritis.

Dengan sinergi yang dipimpin oleh BP Batam, kawasan ini kini bertransformasi menjadi bagian penting dari model SIJORI.

Keberadaan pusat data hyperscale ini diharapkan memberikan dampak pengganda (multiplier effect) bagi ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja sektor teknologi, serta memperkuat kedaulatan digital nasional.

“Kami berharap kerja sama yang ditandatangani hari ini memberikan manfaat bagi semua pihak serta berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan iklim investasi di Kota Batam,” pungkas Kwin Fo. (*)

Kinerja BP Batam Triwulan 1 2026: Sektor Logistik Menguat, Volume Peti Kemas Tembus 187 Ribu TEUs

Yutelnews.com | Kinerja logistik ini turut didukung oleh aktivitas bongkar muat general cargo yang mencapai 2,9 juta ton atau meningkat 8% dibandingkan periode yang sama sebesar 2,6 juta ton tahun lalu. Dimana, Terminal Curah Cair Kabil menjadi kontributor terbesar dengan volume 1,09 juta ton dan pertumbuhan sebesar 21%.

Di sisi kunjungan kapal, tercatat sebanyak 27.170 call atau meningkat 4% dibandingkan Triwulan I 2025 sebesar 26.138 call. Selain itu, ukuran kapal yang bersandar juga menunjukkan peningkatan, dengan total Gross Tonnage (GT) mencapai 19,6 juta GT atau naik 15% dari sebelumnya 16,9 GT. Angka ini, tentunya menjadi gambaran bahwa semakin banyaknya kapal berkapasitas besar yang beroperasi di perairan Batam.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa capaian ini sebagai bukti nyata, semakin kuatnya peran Batam sebagai simpul logistik strategis di kawasan.

“Pertumbuhan di sektor logistik ini menunjukkan bahwa Batam semakin dipercaya sebagai hub konektivitas regional. Kami akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi guna mendukung arus logistik, investasi, dan mobilitas secara berkelanjutan,” ujar Amsakar, Kamis (16/4/2026).

Selain kinerja logistik, sektor layanan penumpang juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Sepanjang Triwulan I 2026, jumlah penumpang di terminal ferry domestik dan internasional wilayah kerja BP Batam tercatat mencapai 2.507.630 orang atau meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Rute internasional masih mendominasi dengan 1.316.495 penumpang atau tumbuh 11%, khususnya menuju Singapura dan Malaysia. Sementara itu, penumpang domestik mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 20% menjadi 1.191.135 orang. Terminal Ferry Internasional Batam Centre dan Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur menjadi titik tersibuk dalam melayani mobilitas tersebut.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menambahkan, peningkatan kinerja harus diiringi dengan kualitas layanan yang semakin baik, sejalan dengan perluasan cakupan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.

“Kami mendorong layanan kepelabuhanan yang semakin adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa, terlebih dengan semakin luasnya wilayah kerja KPBPB Batam. Dengan dukungan regulasi tersebut, kami optimistis layanan akan semakin terintegrasi sehingga manfaat pertumbuhan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Li Claudia.

Anggota Deputi/Bidang Pengusahaan, Denny Tondano yang membawahi Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperkuat koordinasi antar-stakeholder serta mengoptimalkan layanan di seluruh pelabuhan guna menjaga konsistensi peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan.

“Ke depan, kami akan terus mendorong digitalisasi layanan, termasuk pembenahan e-ticketing dan integrasi sistem antar terminal, sehingga layanan menjadi lebih mudah, cepat, dan terintegrasi bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Denny.

RSBP Batam Segera Cetak Dokter Intervensi Jantung, Warga Tak Perlu Lagi Berobat ke Luar Negeri

Yutelnews.com | Berobat jantung ke luar negeri perlahan bisa jadi cerita lama bagi warga Batam. Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam (RSBP) bersiap naik kelas menjadi pusat pendidikan dokter subspesialis intervensi jantung, membuka akses layanan sekaligus mencetak tenaga ahli dari daerah sendiri.

Direktur RSBP Batam, Tanto Budiharto, mengungkapkan bahwa proses penetapan sebagai rumah sakit pendidikan fellowship intervensi jantung saat ini tengah berjalan dan mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Kita sudah bertemu dengan Wakil Menteri Kesehatan dan saat ini dalam tahap dokumentasi. Insyaallah ke depan, pendidikan subspesialis intervensi jantung bisa dilakukan di Batam,” ujarnya.

RSBP Batam dinilai layak mengemban peran strategis ini. Rumah sakit ini telah memiliki fasilitas modern dan tenaga medis berkompeten, mulai dari dokter jantung anak, spesialis aritmia, hingga neurointervensi.

Seluruh layanan tersebut terintegrasi dalam Cardiovascular Center yang menjadi unggulan RSBP. Dengan kekuatan ini, Batam diposisikan sebagai salah satu pusat layanan jantung terdepan di kawasan.

“Fasilitas dan SDM kami sudah siap. Ini yang menjadi pertimbangan Kemenkes menunjuk RSBP sebagai tempat pendidikan fellowship,” jelas dr. Tanto.

Tak berhenti di layanan medis, RSBP juga memperkuat perannya di bidang pendidikan. Kerja sama dengan Universitas Internasional Batam menjadi langkah awal dalam mencetak dokter spesialis dan subspesialis dari daerah sendiri.
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa kedokteran hingga dokter yang sedang menempuh pendidikan lanjutan akan menjalani praktik langsung di RSBP.

“Ke depan, kita tidak hanya fokus pada jantung. RSBP akan berkembang menjadi rumah sakit pendidikan dengan berbagai bidang spesialis,” tambahnya.

Sebagai rumah sakit pemerintah, RSBP Batam memastikan seluruh lapisan masyarakat bisa menikmati layanan yang tersedia. Baik pasien BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, asuransi swasta, hingga pasien umum, semuanya dilayani dengan standar rujukan nasional.

“Dengan fasilitas yang ada, masyarakat tidak perlu lagi ke luar negeri untuk berobat jantung. Semua bisa ditangani di Batam,” tegas dr. Tanto.

Didukung status Batam sebagai kawasan pengembangan kesehatan, RSBP juga terus berinovasi. Sistem layanan terpadu (One Service System) hingga pembayaran digital QRIS telah diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan pasien.

Langkah ini menjadi bagian dari visi besar menjadikan Batam sebagai pusat layanan kesehatan kelas dunia sekaligus hub pendidikan kedokteran di Indonesia bagian barat.

“Ini bukan sekadar peningkatan layanan, tapi lompatan besar. RSBP siap menjadi kebanggaan Batam di sektor kesehatan,” tutupnya.(*)

Pot Bougenville Jadi Sorotan, BP Batam Tegaskan Bukan Pakai Uang Negara

Yutelnews.com | Keberadaan pot tanaman bougenville yang terpasang di sejumlah ruas jalan Kota Batam belakangan menjadi perbincangan masyarakat, khususnya di media sosial. Puluhan pot tersebut terlihat tertata rapi di beberapa titik strategis, seperti ruas jalan protokol di kawasan Bundaran Punggur (Bundaran Hamidah) hingga area sekitar Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Menanggapi beragam pertanyaan publik, BP Batam melalui Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, memastikan bahwa kegiatan penataan tersebut tidak membebani keuangan negara maupun daerah. Seluruh pembiayaan berasal dari program atau dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Menurutnya, pemanfaatan dana CSR merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan kota. Dengan skema ini, penataan lingkungan tetap dapat dilakukan tanpa mengurangi alokasi anggaran untuk program prioritas lain yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Ini penting untuk kami sampaikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Program ini tidak menggunakan APBN maupun anggaran operasional BP Batam, melainkan berasal dari kontribusi pihak ketiga melalui skema CSR sehingga tidak membebani keuangan negara,” ujarnya Selasa (14/4).

Ia menjelaskan bahwa penataan pot bougenville tersebut merupakan bagian dari program penataan kawasan untuk menambah estetika kota. Pemilihan tanaman bougenville ini pun beralasan. Selain memiliki warna yang cerah dan menarik secara visual, tanaman tersebut juga tahan terhadap daerah yang beriklim tropis.

Bougenville juga mampu bertahan di lingkungan perkotaan yang panas dan minim air, sehingga relatif mudah dalam perawatan. Hal ini menjadi pertimbangan penting agar penataan tetap efisien.

“Penempatan pot bougenville ini merupakan langkah untuk memperkuat estetika kota agar lebih indah, asri, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengguna jalan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ariastuty menyampaikan bahwa BP Batam juga membuka ruang bagi partisipasi masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut agar tetap terawat. Ia menilai bahwa dukungan publik menjadi faktor penting untuk memastikan keindahan kota dapat dinikmati dalam jangka panjang.

Di samping itu, peletakan pot-pot tersebut akan dilakukan penyesuaian atau pengaturan ulang (adjustment) sembari menunggu tanaman yang saat ini dalam proses pengiriman dari Pulau Jawa.

“Terima kasih atas seluruh masukan masyarakat. Untuk peletakannya yang terlalu dekat dengan jalan, nantinya akan lebih dijauhkan kurang lebih 5 meter agar tetap tersedia bahu jalan untuk berhenti kendaraan dalam kendaraan darurat,” kata dia.(*)

Proyek Pembangunan Pipa Air Jalan, BP Batam Perkuat Distribusi ke Bengkong–Batuampar

Yutelnews.com |Upaya memperkuat distribusi air bersih di Kota Batam mulai memasuki babak baru. Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan proyek pembangunan jaringan pipa di sejumlah titik strategis telah resmi berjalan, setelah proses lelang rampung dan kontraktor ditetapkan.

‎Kepala Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan dua paket pekerjaan utama kini sudah memasuki tahap pelaksanaan di lapangan.

‎“Proses lelang sudah selesai dan saat ini pekerjaan sudah mulai berjalan sesuai kontrak yang ditandatangani,” ujarnya Selasa (14/4) siang.

‎Paket pertama mencakup pembangunan jaringan distribusi air minum segmen Central Sukajadi hingga M3G (Awal Bros), yang dikerjakan oleh PT Riden Jaya Konstruksi dengan nilai kontrak sebesar Rp29,28 miliar.

‎Kontrak proyek tersebut ditandatangani pada 13 April 2026, dengan masa pelaksanaan dimulai 14 April hingga 10 September 2026.

‎Sementara itu, paket kedua meliputi pembangunan jaringan distribusi air minum segmen Simpang Jam hingga Tangki Ozon dan Bukit Senyum. Proyek ini dikerjakan oleh PT Persada Nusantara Perdana dengan nilai kontrak mencapai Rp33,63 miliar.

‎Untuk paket ini, pekerjaan telah dimulai sejak 7 April 2026 dan dijadwalkan selesai pada 3 Oktober 2026.

‎Ariastuty menegaskan, proyek ini merupakan bagian dari langkah strategis BP Batam dalam meningkatkan kualitas layanan air bersih, khususnya untuk wilayah Bengkong hingga Batuampar yang selama ini masih menghadapi keterbatasan distribusi.

‎“Ini bagian dari upaya kita memperkuat jaringan distribusi agar pelayanan air ke masyarakat bisa lebih optimal,” katanya.

‎Namun demikian, terkait target awal penyelesaian proyek pada akhir Juli dan rencana distribusi air yang mulai mengalir pada Agustus, ia mengakui adanya potensi penyesuaian jadwal.

‎Dengan masa pelaksanaan proyek yang kini berlangsung hingga September dan Oktober, distribusi air kemungkinan baru dapat direalisasikan setelah seluruh pekerjaan selesai secara bertahap.

‎“Kita tentu menyesuaikan dengan progres pekerjaan di lapangan. Yang penting kualitas dan keberlanjutan layanan tetap menjadi prioritas,” kata dia.

‎Ia berharap, dengan rampungnya proyek ini, persoalan distribusi air yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dapat teratasi, sekaligus mendukung kebutuhan kawasan permukiman dan industri di Batam yang terus berkembang.(*)

Wakil Kepala BP Batam Turun Tangan Tindak Aktivitas Tambang Pasir Ilegal Kampung Jabi

Yutelnews.com  | Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, “turun tangan” menindak aktivitas tambang pasir ilegal yang berada di Kampung Jabi, Kecamatan Nongsa, Minggu (12/4/2026).

Langkah ini sebagai bentuk respons cepat dalam menjaga dampak lingkungan akibat aktivitas tersebut sekaligus mengawasi Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Dalam peninjauan tersebut, Li Claudia bersama tim gabungan dari Ditpam BP Batam dan Polda Kepri mendapati sedikitnya empat lokasi yang terindikasi melakukan aktivitas penambangan pasir tanpa izin.

“Setop tambang pasir ilegal yang ada. Aktivitas ini membahayakan dan menimbulkan dampak lingkungan. Selain itu, kegiatan ini jelas melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Li Claudia di lokasi penertiban.

Selain aspek hukum, Li Claudia juga menyoroti dampak lingkungan yang ditimbulkan. Menurutnya, aktivitas tambang ilegal berpotensi merusak ekosistem, mengganggu keseimbangan alam, serta meningkatkan risiko terhadap bencana seperti banjir dan longsor.

Dampak ini, lanjut Li Claudia, tidak hanya dirasakan saat ini tetapi juga membebani generasi mendatang.

“Penindakan harus langsung dan tegas. Jika terbukti melanggar, harus diproses secara pidana agar memberikan efek jera,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa BP Batam akan memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk memastikan proses penertiban berjalan efektif. Pengawasan di wilayah rawan juga akan ditingkatkan, termasuk melalui patroli rutin serta pelibatan masyarakat dalam pelaporan aktivitas ilegal.

Di sisi lain, Li Claudia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga lingkungan dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan. Ia menilai, partisipasi publik menjadi kunci penting dalam mencegah praktik ilegal yang merugikan banyak pihak.

“Langkah tegas yang diambil ini diharapkan tidak hanya menghentikan aktivitas tambang pasir ilegal di Kampung Jabi, tetapi juga menjadi peringatan bagi pelaku lain agar tidak melakukan pelanggaran serupa,” pungkasnya. (*)

Batam Jadi Rujukan, Wali Kota Kupang Kunjungi BP Batam

Yutelnews.com  Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kerja Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang didampingi Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis, di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Jumat (10/4/2026).

Kunjungan ini menegaskan posisi Batam sebagai percontohan (pilot project) pelayanan publik dan perizinan investasi berbasis digital di Indonesia.

Dalam pemaparannya, Amsakar memperkenalkan tiga inovasi utama BP Batam, yakni Dashboard Investasi sebagai command center untuk pemantauan real-time, MANTAB (Manajemen Talenta Batam) untuk integrasi tenaga kerja dengan kebutuhan industri berbasis teknologi, serta Duta Investasi sebagai penguat promosi dan daya tarik investasi Batam.

Kunjungan diawali dengan peninjauan Dashboard Investasi di ruang Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, yang memungkinkan pemantauan langsung serta percepatan penyelesaian kendala yang dihadapi pelaku usaha. Agenda kemudian dilanjutkan dengan peninjauan layanan PTSP di Mal Pelayanan Publik.

Amsakar menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran antardaerah dalam memperkuat daya saing.

“Substansinya, kunjungan ini menjadi komparasi yang baik bagi kedua belah pihak. Fokusnya adalah mendorong terobosan peningkatan daya saing daerah melalui simplifikasi, penyederhanaan standar, serta percepatan waktu pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan birokrasi harus berorientasi pada kemudahan layanan.

“Birokrasi yang kuat adalah birokrasi yang memudahkan masyarakat. Pertemuan ini diharapkan menjadi katalisator peningkatan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa Batam menjadi rujukan penting dalam membangun sistem pelayanan publik yang modern dan terukur.

“Kami datang untuk menjemput standar baru pelayanan publik. Praktik baik di Batam—transparan, akuntabel, efektif, dan efisien—akan kami adaptasi. Dashboard Investasi dan MANTAB menjadi contoh konkret yang akan kami terapkan di Kupang,” ujar Christian.

Ia menilai, Batam telah berhasil menjadi lokomotif kemajuan kawasan strategis sekaligus model pelayanan publik berbasis digital yang dapat direplikasi di daerah lain.

Kunjungan ini turut dihadiri Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan Sudirman Saad, serta sejumlah pejabat eselon II.

Melalui kolaborasi ini, Batam dan Kupang diharapkan dapat memperkuat sinergi sebagai kota jasa, termasuk membuka peluang kerja sama investasi, pengembangan SDM, dan pertukaran tenaga kerja di masa mendatang. (*)

Pelimpahan Izin Mulai Berdenyut, BP Batam Terbitkan 285 Izin dari 784 Permohonan

Yutelnews.com | Pelimpahan kewenangan perizinan dari pemerintah pusat kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai menunjukkan arah. Sejak efektif berjalan pada Juli 2025 hingga 10 April 2026, ratusan permohonan izin telah diproses, meski sebagian masih tersangkut pada tahapan administrasi dan penyesuaian sistem.

‎Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan dari total 784 permohonan perizinan yang masuk, sebanyak 285 telah berhasil diterbitkan. Sementara itu, 204 permohonan ditolak karena tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

‎“Selain itu, ada 188 permohonan yang kami kembalikan untuk diperbaiki, dan 107 permohonan saat ini masih dalam proses verifikasi,” ujarnya, Jumat (10/4) sore.

‎Data tersebut menjadi gambaran awal implementasi pelimpahan sekitar 1.400 jenis perizinan dari kementerian dan lembaga ke BP Batam.

‎Menurut Ariastuty, proses ini tidak sekadar memindahkan kewenangan, tetapi juga membutuhkan penyesuaian sistem, regulasi, hingga kesiapan teknis di lapangan.

‎Ia mengakui, sejumlah kendala masih dihadapi dalam proses tersebut. Salah satu yang cukup menonjol adalah perizinan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) darat, yang hingga kini masih diverifikasi di tingkat pusat melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

‎“Kondisi ini membuat proses menjadi lebih panjang karena belum sepenuhnya berada di daerah,” jelasnya.

‎Sebagai langkah antisipasi, BP Batam sementara menggunakan skema PKKPR melalui penilaian Pemerintah Kota Batam agar pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha tetap berjalan.

‎Selain itu, belum seluruh aplikasi perizinan dari Kementerian dan Lembaga dapat diakses dan digunakan oleh BP Batam. Hal ini menjadi kendala tersendiri dalam percepatan layanan.

‎Untuk mengatasi persoalan tersebut, telah dilakukan rapat trilateral antara BP Batam, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta 16 kementerian dan lembaga terkait. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa aplikasi perizinan akan diserahkan secara bertahap kepada BP Batam.

“Jadi memang tidak bisa sekaligus. Semua berjalan secara bertahap,” jelas Ariastuty

Di sisi lain, beberapa jenis perizinan usaha sebenarnya sudah dapat diterbitkan oleh BP Batam. Namun, dalam pelaksanaannya masih diperlukan pemahaman yang sama terkait norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) yang menjadi acuan dalam proses verifikasi.

‎Karena itu, Ariastuy menilai sosialisasi dari kementerian dan lembaga terkait masih sangat dibutuhkan agar tidak terjadi perbedaan tafsir dalam penerapan aturan.

‎Menurutnya, masa transisi ini merupakan fase penting untuk memastikan sistem perizinan di Batam dapat berjalan lebih efektif ke depan, sejalan dengan semangat kemudahan berusaha.

‎“Ini bagian dari proses. Kami terus berupaya agar pelayanan perizinan semakin cepat, transparan, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha,” kata dia.

‎Dengan capaian yang ada, BP Batam optimistis pelimpahan kewenangan ini akan memperkuat iklim investasi di Batam, meski diakui masih membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi yang sepenuhnya optimal. (*)

Musyawarah APEKKASI Kabupaten Sukabumi 2026–2029 Digelar, Perkuat Soliditas dan Sinergitas Perangkat Kecamatan Kabupaten

YUTELNEWS.com | Sukabumi  ,Asosiasi Perangkat Kecamatan Seluruh Indonesia (APEKKASI) Kabupaten Sukabumi menggelar musyawarah dalam rangka pemilihan Ketua APEKKASI masa bakti 2026–2029, Selasa (5/5). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat soliditas, sinergitas, serta arah kebijakan organisasi perangkat kecamatan dalam mendukung pembangunan daerah.

Musyawarah yang berlangsung dengan suasana tertib dan khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sukabumi, Wakil Bupati, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para camat dan perangkat kecamatan dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya peran APEKKASI sebagai wadah koordinasi dan komunikasi antar perangkat kecamatan.
Mengusung tema


“Memperkuat Soliditas dan Sinergitas dalam Mewujudkan Sukabumi Mubarokah”, kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan, doa bersama, serta sambutan dari sejumlah pejabat. Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi menekankan bahwa kecamatan memiliki posisi vital sebagai ujung tombak pelayanan publik dan pelaksanaan program pemerintah di tingkat wilayah.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari peran aktif perangkat kecamatan dalam mengimplementasikan kebijakan, menjaga stabilitas wilayah, serta menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat.

“APEKKASI harus menjadi organisasi yang solid, mampu menjembatani komunikasi antar kecamatan, serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan di lapangan,” ungkapnya.

Ia juga berharap, melalui musyawarah ini dapat terpilih pemimpin yang tidak hanya memiliki kapasitas manajerial yang baik, tetapi juga mampu membawa semangat inovasi, kolaborasi, dan profesionalisme dalam tubuh organisasi.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi dalam arahannya mengapresiasi kinerja para camat dan perangkat kecamatan yang selama ini dinilai telah bekerja maksimal dalam mendukung program pembangunan, mulai dari pelayanan administrasi, penanganan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Ke depan, tantangan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan sinergitas yang kuat, komunikasi yang efektif, serta kepemimpinan yang adaptif agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya.

Selain sambutan, agenda musyawarah juga diisi dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, evaluasi program kerja, serta forum diskusi yang memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan saran demi kemajuan organisasi.

Puncak kegiatan ditandai dengan proses pemilihan Ketua APEKKASI Kabupaten Sukabumi masa bakti 2026–2029 yang dilaksanakan secara musyawarah mufakat.
Proses ini berlangsung secara demokratis dengan mengedepankan asas kebersamaan dan kekeluargaan.

Ketua terpilih nantinya diharapkan mampu membawa APEKKASI menjadi organisasi yang lebih progresif, responsif terhadap perkembangan zaman, serta mampu meningkatkan kapasitas dan kompetensi perangkat kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.

Dengan terselenggaranya musyawarah ini, APEKKASI Kabupaten Sukabumi diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai wadah koordinasi yang efektif, sekaligus menjadi motor penggerak dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, pelayanan publik yang prima, serta pembangunan daerah yang merata dan berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen seluruh peserta untuk terus menjaga kekompakan serta meningkatkan sinergitas demi terwujudnya Sukabumi yang maju, unggul, dan penuh keberkahan.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.