Pemerintah Diminta Turun Tangan Periksa Terkait Pembayaran Upah Buruh Kurang dari PT EPI

Yutelnews.com//

Medan – Di saat pekan yang lalu para buruh melaksanakan Hari Buruh Sedunia Tahun 2026 yang jatuh setiap tanggal 1 Mei, namun masih sangat miris saat fakta unik masih di dapati Perusahaan besar yang memberikan upah para pekerjanya dibawah UMK dan UMP Provinsi Sumatera Utara.

Diketahui dengan telah ditetapkannya Upah Minimum Kota (UMK) Medan tahun 2026 sebesar Rp4.335.198 naik 8% dari tahun sebelumnya dan UMP Rp.3.228.971 naik 7,9% dari tahun 2025, UMSK sekitar Rp.4.378.392 – Rp.4.508.606 naik 5-9%, tetapi tidak sesuai dari hasil temuan awak media di lapangan saat melakukan investigasi kepada salah satu Perusahaan Lakban PT. Easter Pigeon Industry (EPI), yang berada di JL. Medan Raya Binjai KM 14 No. 61, Kelurahan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin.(18/5/26)

Penetapan UMP 2026 mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional, inflasi, serta kebutuhan hidup layak pekerja.
Sesuai PP tersebut, formula kenaikan UMP 2026 adalah Inflasi + (Pertumbuhan Ekonomi x Alfa). Kementerian Ketenagakerjaan menetapkan rentang Alfa 0,5–0,9.

Adapun alfa merupakan indeks tertentu yang merepresentasikan kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Dengan adanya variabel ini, besaran kenaikan upah minimum di setiap daerah dipastikan tidak seragam, melainkan disesuaikan dengan kondisi ekonomi masing-masing wilayah.

Sementara itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution pernah merespon soal masih banyaknya perusahaan swasta ataupun pihak outsouring yang memberikan upah dibawah Upah Minimum Rakyat (UMR) dan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Bobby Nasution mengatakan, pihaknya akan meminta Dinas Ketenagakerjaan untuk mengumpulkan perusahaan dan pihak outsouring untuk membahas UMR tersebut.

Diakui Bobby Nasution, pihaknya sudah sering mendiskusikan soal ini dengan pihak Dinas Ketenagakerjaan. Dan hasilnya kurangnya pengawasan.

Sejatinya kenaikan upah Buruh tiap tahunnya sangat penting karena itulah yang diharapkan setiap pekerja atau buruh untuk meningkatkan kesejahteraan hidup keluarganya. Akan tetapi, kepatuhan perusahaan dalam menjalankan besaran upah sesuai UMK, UMP, UMSK, dinilai jauh lebih penting.

Hal ini mengingat, masalah pengawasan terhadap perusahaan berada ditangan Pemerintah Dinas Tenaga Kerja
(Disnaker) di Sumut, dan agar segera melakukan pengawasan secara ketat terhadap seluruh perusahaan yang ada di Kota Medan dan sekitarnya terkait penerapan upah buruh yang merata.

(Red/Tim)

Keude Geudong Menangis: Pedagang Digusur, Ruko Terbengkalai, Rakyat Kecil Jadi Korban.

Aceh UtaraYUTELNEWS.com Tidak ada pemberitaan besar, tidak ada penyelidikan serius, seolah semua memilih diam. Padahal masyarakat tahu sendiri bagaimana deretan ruko di Keude Geudong yang di bangun oleh PT Bina Usaha milik Pemda Aceh Utara kini terbengkalai selama kurang lebih lima tahun tanpa kepastian.

Bangunan yang dulunya digadang-gadang menjadi pusat perdagangan modern itu kini justru berubah menjadi pemandangan menyedihkan. Ruko-ruko kosong, kumuh, sepi, dan tak terurus, bagaikan bangunan yang baru diterpa bencana besar. Padahal dahulu Keude Geudong dikenal ramai oleh aktivitas pedagang dan pembeli, menjadi denyut ekonomi masyarakat kecil di Kecamatan Samudera.

Ironisnya, demi pembangunan tersebut, para pedagang kaki lima yang sudah puluhan tahun mencari nafkah di sana pernah berkali-kali menolak penggusuran. Namun pada akhirnya mereka tetap digusur dengan pengerahan aparat secara besar-besaran, mulai dari Satpol PP hingga pihak kepolisian. Tangisan dan jeritan pedagang kecil saat itu seolah tak lagi didengar.

Masyarakat pun kini mempertanyakan, untuk apa penggusuran dilakukan jika hasil akhirnya justru menjadi proyek gagal dan terbengkalai?

Setelah sebagian ruko selesai dibangun, masyarakat kembali dibuat terkejut dengan harga sewa yang dinilai di luar nalar. Informasinya, satu unit ruko disewakan hingga ratusan juta rupiah untuk jangka waktu 25 tahun. Harga fantastis itu membuat para pedagang kecil yang dulu menggantungkan hidup di Keude Geudong tak mampu kembali menempati tempat usaha mereka sendiri.

Mereka terpaksa angkat kaki, kehilangan mata pencaharian, dan melihat tempat yang dulu menjadi sumber rezeki kini berubah menjadi kawasan mati tanpa kehidupan.

Praktisi hukum asal Samudera, Riki Iswandi, mengaku geram melihat kondisi tersebut. Menurutnya, sangat miris karena bangunan yang sudah bertahun-tahun terbengkalai itu justru jauh dari sorotan dan penyelidikan menyeluruh.

“Yang menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat, kenapa tidak ada penyelidikan serius? Apakah aparat penegak hukum hanya melihat kegagalan ini tanpa bertindak, atau ada pihak-pihak yang bermain dan menikmati keuntungan di balik pembangunan Keude Geudong ini?” ujarnya.

Ia menilai proyek tersebut telah meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat kecil, khususnya pedagang yang dulu digusur dengan dalih penataan dan pembangunan ekonomi.

“Ya Tuhan, begitu kejam nasib masyarakat kecil. Dulu tempat ini hidup, ramai, penuh rezeki. Sekarang berubah menjadi kumuh dan seperti tak bertuan. Ini bukan hanya kegagalan pembangunan, tetapi juga kegagalan menghadirkan keadilan bagi rakyat kecil,” tambahnya.

Masyarakat Samudera berharap aparat penegak hukum segera turun tangan mengusut tuntas penyebab terbengkalainya pembangunan tersebut. Mereka ingin ada transparansi, pertanggungjawaban, dan evaluasi agar tragedi serupa tidak kembali terulang di tempat lain.

Keude Geudong hari ini menjadi simbol pilu sebuah kegagalan: tempat yang dulu ramai oleh suara tawar-menawar dan tawa pedagang, kini hanya menyisakan bangunan sunyi, debu, dan kenangan pahit masyarakat kecil yang pernah digusur demi janji pembangunan.

mohon dirilis

KDS Lepas Lebih Dari 500 Jemaah Calon Haji Kabupaten Bandung Dapat Kadeudeuh untuk Bekal di Tanah Suci

KAB.BANDUNG — Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna melepas sebanyak 141 Jemaah Calon Haji Kabupaten Bandung di Gedung Cenderawasih, Lanud Sulaiman, Margahayu, Kabupaten Bandung, pada Senin (18/05/2026) pagi.

Pelepasan Jemaah Calon Haji Kabupaten Bandung Tahun 1447 H/2026 M ini merupakan keberangkatan Kloter 38 yang didominasi jemaah lanjut usia dengan rentang usia 64 hingga 94 tahun. Kloter ini pun disebut sebagai kloter “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan” karena mayoritas pesertanya merupakan perempuan.

Dalam pelepasan kloter terakhir asal Kabupaten Bandung tersebut, Bupati Bandung yang akrab disapa KDS didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Emma Detty Permanawati, Komandan Lanud Sulaiman, para asisten daerah, unsur Forkopimda, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bandung, serta perwakilan dari Perumda Air Minum Tirta Raharja.

Pada kesempatan itu, KDS juga memberikan uang “kadeudeuh” untuk bekal di Tanah Suci kepada 141 jemaah calon haji Kabupaten Bandung yang secara simbolis diterima para ketua rombongan.

Sebelumnya, KDS juga telah memberikan bantuan serupa kepada lebih dari 400 jemaah calon haji yang diberangkatkan pada kloter sebelumnya.

Dalam sambutannya, KDS menuturkan bahwa pada tahun ini kuota jemaah calon haji Kabupaten Bandung hanya sekitar 500 orang lebih. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 2.500 jemaah.

“Saya sebagai Bupati Bandung karena cinta kepada masyarakat Kabupaten Bandung, kuota haji tahun 2027 akan kita perjuangkan agar jumlahnya bertambah,” tegas KDS.

Tak hanya itu, KDS juga menyampaikan bahwa Kabupaten Bandung direncanakan akan memiliki asrama haji pada tahun 2027 mendatang setelah berkoordinasi dengan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal dan Anggota DPR RI, Romahurmuziy atau Romy.

KDS menegaskan pihaknya juga akan terus memantau kondisi para jemaah calon haji Kabupaten Bandung dengan mempersiapkan tim medis, mengingat banyak jemaah yang berusia di atas 64 tahun.

“Saya titip kepada seluruh petugas agar para jemaah lansia benar-q mendapat perhatian dan pelayanan maksimal selama menjalankan ibadah haji,” ujarnya.

Yans.

Jelang Nobar Persib vs PSM, Ngobrol Santai Karang Taruna Lembayung Sari Hadirkan Yayan Sundana untuk Berbagi Motivasi Sepak Bola.

Kab.Bandung –YUTELNEWS.com// Suasana semakin meriah dan bermakna di lokasi kegiatan Nonton Bareng (Nobar) yang digelar Karang Taruna Lembayung Sari, Bojong Citepus, Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. pada Sabtu (17/05/2026) malam. Menjelang dimulainya pertandingan seru antara Persib Bandung melawan PSM Makassar, karangtaruna menghadirkan momen istimewa melalui sesi ngobrol santai yang melibatkan mantan pemain kebanggaan Persib, Yayan Sundana.

Kehadiran legenda sepak bola tanah air ini langsung menjadi pusat perhatian warga bojong citepus dan para pendukung yang telah berkumpul sejak dini hari. Dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, Yayan Sundana berbagi pengalaman, cerita perjuangan, serta wawasan seputar dunia sepak bola kepada hadirin, khususnya para pemuda dan pecinta bola di lingkungan tersebut. Ia menekankan pentingnya semangat juang, disiplin, serta rasa cinta yang tinggi terhadap olahraga dan tim kebanggaan daerah.

Ketua Karang Taruna Lembayung Sari Irvan Permana, mengungkapkan bahwa kehadiran Yayan Sundana merupakan bagian dari tujuan kegiatan ini yang tidak hanya sekadar hiburan. “Kami ingin memberikan nilai lebih. Selain menonton pertandingan, kami ingin anak muda mendapatkan motivasi langsung dari sosok yang pernah mengharumkan nama Persib. Semangat, kerja keras, dan sportivitas yang ditunjukkan beliau adalah teladan yang baik bagi kita semua,” ujarnya.

Para peserta tampak sangat antusias mendengarkan setiap penuturan Yayan Sundana. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung Persib dengan cara yang positif, tertib, dan sportif, baik saat tim meraih kemenangan maupun saat menghadapi tantangan. Sesi ngobrol santai ini pun berlangsung hangat, diakhiri dengan pesan kuat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan antarwarga, sembari menantikan aksi para pemain di lapangan hijau.

Kegiatan ini semakin menegaskan peran Karang Taruna Lembayung Sari dalam menghadirkan acara yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan memotivasi generasi muda untuk berprestasi dan berkarakter.

Sementara itu dalam sesi berbagi tersebut, Yayan Sundana menyampaikan pesan-pesan motivasi yang menyentuh hati, khususnya bagi para pemuda dan calon pemain sepak bola muda di lingkungan sekitar. Ia menuturkan bahwa kesuksesan di dunia sepak bola tidak diraih dengan cara instan, melainkan melalui kerja keras, disiplin tinggi, serta tekad yang kuat untuk terus belajar dan berkembang.

“Menjadi bagian dari Persib bukan hanya soal mengenakan seragam kebanggaan, tapi soal memikul tanggung jawab besar dan cinta yang tulus dari masyarakat. Saya ingin mengingatkan teman-teman semua, apapun cita-cita kalian, termasuk di dunia sepak bola, jangan mudah menyerah saat menghadapi rintangan. Tetaplah berlatih, jaga semangat, dan utamakan sportivitas di atas segalanya,” ungkap Yayan dengan penuh semangat.

Ia juga menekankan bahwa bakat saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kedisiplinan dan akhlak yang baik. Menurutnya, nilai-nilai kejujuran, kerjasama tim, dan rasa hormat kepada sesama adalah kunci utama untuk menjadi atlet yang hebat sekaligus manusia yang berguna bagi lingkungan. Yayan pun berharap semangat juang yang selama ini menjadi ciri khas Persib dapat menular dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari warga, terutama generasi muda, untuk membangun lingkungan yang lebih maju dan bersatu.

Pesan mendalam ini disambut dengan tepuk tangan meriah dan sorakan antusias dari warga yang hadir. Bagi Karang Taruna Lembayung Sari, momen ini menjadi bekal berharga, di mana kehadiran mantan pemain Persib tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif yang kuat, menjadikan kegiatan nobar kali ini sebagai ajang pembinaan karakter yang berkesan.

Yans.

PDI Perjuangan Jawa Barat Gebyar Skuad ‘Banteng Jabar’ Seleksi Pemain U – 17 di Sukarno Cup 2026.

Bandung – YUTELNEWS.com// PDI Perjuangan Jawa Barat tidak main -main dalam urusan menggojlok talenta muda di lapangan hijau. Mengusung nama skuad ‘Banteng Jabar’, partai berlambang moncong putih ini resmi menabuh genderang seleksi pemain U-17 untuk bertarung di ajang bergengsi Soekarno Cup 2026.

​Tak tanggung-tanggung, perburuan talenta lapangan hijau ini digeber serentak di dua palagan utama: Stadion Si Jalak Harupat untuk menyisir bakat Bandung Raya, dan Stadion Patriot Bekasi guna menjaring jawara dari Bekasi Raya.

​Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, Ono Surono, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar panggung politik musiman. Ini adalah komitmen konkret partainya dalam mengawal pembinaan atlet muda secara berkelanjutan.

​”Soekarno Cup ini sejatinya adalah liga kampung U-17. Alhamdulillah, ini sudah memasuki tahun ketiga yang dilaksanakan PDI Perjuangan secara nasional,” ungkap Ono, usai membuka langsung seleksi Banteng Jabar di Stadion Si Jalak Harupat, pada Sabtu (16/05/2026).

​Menilik sejarah, Ono menyebut Bung Karno dulu berhasil menyatukan bangsa-bangsa lewat ajang Asian Games 1962 dan GANEFO. Spirit nation and character building itulah yang kini ditiupkan kembali lewat Soekarno Cup. Lewat si kulit bundar, anak-anak muda Jabar diajarkan arti sportivitas, kepemimpinan, dan yang paling utama: gotong royong.

​Kenapa harus sepak bola, Karena ini olahraganya rakyat. Akar sejarahnya kuat dan dicintai semua lapisan masyarakat. Kompetisi ini kita gulirkan dengan mengadopsi nilai-nilai luhur Bung Karno,” tegas politisi asal Indramayu tersebut.

​Bicara peta persaingan, Soekarno Cup punya cerita menarik. Edisi perdana tahun 2024 di Jakarta disabet oleh Bali. Setahun berikutnya, gantian Jawa Timur yang naik takhta di rumah sendiri.

​Nah, untuk edisi Agustus 2026 nanti, Jawa Timur kembali ditunjuk jadi tuan rumah yang bakal digoyang oleh kepungan 16 provinsi, termasuk Jawa Barat.

​Untuk menjinakkan turnamen nanti, Ono membeberkan formasi Banteng Jabar bakal diisi oleh 20 pemain U-17 dan disuntik 5 pemain senior. Syaratnya mutlak: wajib amatir dan murni belum terkontaminasi regulasi liga profesional.

​”Intinya semua pemain amatir. Kita ingin membangun kesadaran bahwa generasi muda itu butuh wadah pembinaan karakter, persatuan, dan sportivitas,” tambahnya.

​Antusiasme pun terbilang meledak. Hari pertama di Jalak Harupat, dari 100 pendaftar, 90 anak muda langsung unjuk gigi di lapangan. Besoknya, giliran wilayah Bekasi dan Bogor Raya yang dibidik dengan target 100 peserta. Total, ada 214 talenta yang siap berebut tempat.

​Bahkan, Ono sudah menyiapkan cetak biru (blueprint) jangka panjang. Tahun depan, PDI Perjuangan Jabar siap menghentak dengan kompetisi internal tingkat provinsi yang melibatkan 21 kabupaten/kota di bawah komando DPC masing-masing.

​”Targetnya jelas, kita ingin melahirkan atlet nasional. Bahkan, saya bermimpi panggung PDI Perjuangan Jabar ke depan punya klub bola sendiri yang manggung di liga nasional,” cetus Ono optimis.

​Senada dengan Ono, Manajer Tim Banteng Jabar, Hengky Kurniawan, menyebut fokus di usia 17 tahun adalah pilihan strategis. Sebab, di usia inilah masa depan sepak bola tanah air dipertaruhkan. Mantan Bupati Bandung Barat ini berharap anak asuhnya bisa mengharumkan nama Jawa Barat di kancah nasional.

​Bagi Hengky, partai politik punya tanggung jawab moral yang besar untuk ikut andil membangun masyarakat, termasuk lewat jalur olahraga.

​Kita ingin kasih ruang kreatif untuk anak-anak muda. Biar energinya tersalurkan ke hal positif dan jauh dari hal-hal negatif. Lewat sepak bola, kita bangun mentalitas yang sehat dan tangguh,” pungkas Hengky.

​Aksi seleksi pemain ini juga dihadiri oleh sederet tokoh penting PDI Perjuangan Jawa barat. Tampak hadir juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jabar Chaerul Rizky Mantini, serta barisan anggota legislatif muda seperti Bayu Satya Prawira, Angie Natesha Goenadi Go S.Ked.M.HI dan Agung Yudaswara.

Yans.

Puluhan Ribu Warga Jawa Barat Banjiri Kota Bandung Saksikan Puncak Milangkala Tatar Sunda

Kota Bandung – YUTELNEWS.com// Puluhan ribu warga dari berbagai daerah, tumpah ruah di Kota Bandung untuk menyaksikan puncak Milangkala Tatar Sunda yang dirangkaikan dengan Kirab Mahkota Binokasih, pada Sabtu (16/05/2026).Tujuan Wisata

Mereka rela berdesakan demi bisa menyaksikan lebih dekat kemegahan acara yang merupakan rangkaian terakhir dari Milangkala Tatar Sunda. Tak hanya dari Bandung, mereka juga datang dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Bahkan tak sedikit di antaranya datang dari luar Jabar.

Kiara Artha Park yang menjadi titik awal kirab budaya mulai dipenuhi penonton sejak siang. Bahkan menjelang pukul 17.30 WIB, area parkir di kawasan tersebut sudah penuh. Petugas terpaksa mengatur kendaraan untuk parkir di luar area.

Kehebohan mulai terjadi ketika Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mulai tampak didepan panggung utama yang disaksikan puluhan ribu pasang mata. Petugas keamanan pun mulai terlihat kewalahan menahan desakan penonton untuk dapat lebih dekat dengan idola mereka.

Tak berselang lama, suasana mulai terasa khidmat ketika Dedi Mulyadi duduk di tengah lintasan kirab diiringi alunan gamelan khas Sunda, menyambut kedatangan Mahkota Binokasih yang siap di kirab menuju Gedung Sate.

Namun tak lama suasana berubah kembali meriah ketika gubernur yang akrab disapa KDM itu mulai menaiki kuda putih yang berada di barisan paling depan dari sejumlah kereta kencana serta iring-iringan kesenian daerah.

Mahkota Binokasih yang menjadi simbol kejayaan Kerajaan Pajajaran mulai diarak menggunakan kereta kencana dengan pengawalan ketat mengikuti langkah KDM dengan kudanya.

Penonton semakin antusias saat iring-iringan mulai bergerak. Ribuan ponsel dengan kemera mode aktif menunjukkan tingginya semangat mereka mengabadikan momen yang jarang mereka temukan.

Diakui Indri, salah seorang penonton asal Cirebon, kedatangannya ke Bandung sengaja ia jadwalkan demi menyaksikan kirab Mahkota Binokasih dan KDM secara langsung.

“Makanya sengaja kita datang bareng -bareng kesini. Inginnya kita kebudayaan ini lebih rame lagi. Saya senang karena budaya kita yang hampir punah sekarang digali lagi, jadi bangga dengan acara seperti ini,” ujarnya.

Sementara penonton lainnya asal Kabupaten Garut bernama Ridwan mengaku tak menyangka acara di Kiara Artha Park itu akan semeriah malam itu. Baginya, itu menjadi pengalaman pertama menyaksikan acara yang menampilkan seni tradisional dengan penonton sangat banyak.

“Ini keren banget kalau menurut aku, sangat jarang kalau aku lihat acara tradisional tapi penontonnya membeludak begini. Berarti sebenarnya masyarakat sangat merindukan yang begini sebenarnya,” ucap nya ridwan.

Milangkala Tatar Sunda dengan mata acara utama Kirab Mahkota Binokasih, sebelumnya dimulai dari Kabupaten Sumedang, tempat mahkota tersebut disimpan, yakni di kerajaan Sumedang Larang.

Acara kemudian dilanjutkan secara beruntun di Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Bogor, Depok, Karawang, Cirebon, dan berakhir di Kota Bandung.

Yans.

Pangdam III/Slw Hadiri Launching KDKMP Bersama Presiden RI.

Kab.Bandung Barat – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., menghadiri kegiatan Launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di 1.061 titik wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah secara virtual bersama Presiden RI Prabowo Subianto, bertempat di KDKMP Desa Cilame Perumahan Cilame Permai, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (16/05/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasdam III/Siliwangi, Wakil Gubernur Jawa Barat, Ketua DPRD Jawa Barat, Kajati Jawa Barat, para Asisten Kasdam III/Siliwangi, Danpomdam III/Siliwangi, Kapendam III/Siliwangi, Walikota Cimahi, Wakil Bupati Bandung Barat, Dandim 0609/Cimahi, serta Kapolres Cimahi.

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa koperasi harus menjadi pilar utama dalam memperkuat kedaulatan pangan dan ekonomi nasional. Menurut Presiden, koperasi merupakan “soko guru” ekonomi desa yang mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan di Indonesia.

Pentingnya memutus rantai distribusi yang panjang dan ketergantungan terhadap tengkulak. Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, para petani diharapkan memperoleh harga jual yang lebih adil, sementara masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau melalui gerai dan gudang desa.

Selain itu, Presiden mengingatkan semangat “berdikari” sebagaimana dicita-citakan Proklamator Soekarno, yakni kemampuan bangsa Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri dalam membangun kemandirian ekonomi rakyat.

Program KDKMP juga diarahkan agar dikelola secara modern, transparan, dan berbasis digital. Presiden menilai koperasi tidak lagi dapat dijalankan secara tradisional, melainkan harus profesional sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam mewujudkan keadilan sosial serta pemerataan ekonomi, sehingga perputaran uang tidak hanya terpusat di kota-kota besar tetapi juga dapat dirasakan hingga pelosok desa.

Melalui program nasional tersebut, pemerintah menargetkan terciptanya lebih dari satu juta lapangan kerja di seluruh Indonesia, dengan estimasi setiap koperasi mampu menyerap sekitar 18 tenaga kerja.

Sumber : (Pendam III/Siliwangi).

Yans.

Gelper di Mitra Mall Diminta Ditutup, Pengawasan Dipertanyakan

YUTELNEWS.com | Dugaan Aktivitas Perjudian Modus Gelper (Gelanggang Permainan) di Mitra Mall Batu aji semakin bebas beroperasi tanpa pengawasan dari Aparat Penegak Hukum (APH).

Beberapa sumber dipercaya menyampaikan bahwa aktivitas tersebut dikendalikan oleh beberapa oknum.

Diminta perhatian Polresta Barelang agar Pelaku Perjudian dan Pengelola ditindak tegas. Jika terbukti adanya perjudian maka sudah seharusnya APH dan Dinas terkait untuk menutup arena tersebut agar warta setempat tidak menjadi korban.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih melakukan investigasi dan konfirmasi kepada pihak terkait. /Tim

Part 1

Mendagri Tito Karnavian Dampingi Presiden Prabowo, Resmikan Operasionalisasi 1.061 KDKMP

Nganjuk –YUTELNEWS.com// Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi sebanyak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Peresmian tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Presiden Prabowo bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Mendagri Tito, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta pihak terkait lainnya.

Operasionalisasi 1.061 KDKMP tersebut mencakup 530 unit di Jawa Timur yang tersebar di tujuh kabupaten dan 531 unit di Jawa Tengah yang tersebar di delapan kabupaten/kota.

Sebelum secara resmi meluncurkan operasionalisasi KDKMP, Presiden Prabowo yang didampingi Mendagri Tito terlebih dahulu meninjau KDMP Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Di koperasi tersebut, Mendagri mendampingi Presiden Prabowo meninjau sejumlah layanan yang tersedia. Kehadiran Mendagri dalam acara tersebut merupakan bentuk komitmen dukungan terhadap program prioritas nasional itu.

Sebelumnya, Mendagri juga telah menerbitkan sejumlah regulasi dan kebijakan bagi daerah yang memuat dukungan terhadap program KDKMP. Aturan tersebut antara lain Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2025 tentang Dukungan Bupati/Wali Kota dalam Pendanaan Koperasi Kelurahan Merah Putih, Surat Edaran (SE) Nomor 500.3/2438/SJ tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta SE Nomor 100.3.1.3/8944/SJ tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Sabtu, 16 Mei 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih,” ujar Presiden Prabowo sebelum menekan sirine yang disambut tepuk tangan hadirin.

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa pembentukan KDKMP merupakan inisiatif pemerintah untuk mendorong akselerasi perekonomian di tingkat desa dan kelurahan. Melalui operasionalisasi KDKMP, masyarakat diharapkan memperoleh berbagai manfaat, antara lain akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta layanan kredit modal dengan bunga murah.

“Melalui Koperasi Merah Putih juga kita salurkan nanti kredit-kredit murah untuk rakyat,” ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden optimistis kehadiran KDKMP akan mampu memacu geliat ekonomi di desa. Menurut Presiden Prabowo, masyarakat desa maupun kelurahan akan semakin mandiri dengan mengoptimalkan potensi ekonomi di daerah masing-masing. Hal ini juga didukung oleh kelengkapan layanan KDKMP dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, seperti penyediaan gerai sembako, penyaluran gas LPG, pupuk bersubsidi, layanan logistik, penyaluran bantuan pemerintah, hingga gerai apotek.

“Akan ada apotek obat murah. Obat yang kita tekan sehingga semurah-murahnya dapat dicapai oleh rakyat di seluruh Indonesia,” tandas Presiden Prabowo.

Turut hadir dalam acara tersebut seluruh anggota Kabinet Merah Putih, pimpinan DPR, MPR, dan DPD RI, para kepala daerah se-Jawa Timur, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur.

Puspen Kemendagri

Yans.

Pentahelix Dayeuhkolot Lanjutan: Pengerukan Manual Fokus Tangani Penumpukan Sedimen

Bandung –YUTELNEWS.com// Sinergi lintas sektor atau pentahelix kembali lakukan dalam upaya penanganan lingkungan dan pengendalian banjir di wilayah ini.Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Pada tahap lanjutan yang berlangsung hari ini, pada sabtu (16/05/2026). kegiatan difokuskan pada pengerukan sedimen secara manual di sepanjang aliran air yang menjadi titik kritis penumpukan material lumpur dan endapan.

Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, serta media massa yang bekerja bahu-membahu. “Berbeda dengan wilayah lain yang lebih banyak memanfaatkan alat berat, tahap ini memprioritaskan metode pengerukan manual, terutama di area-area sempit, berdekatan dengan pemukiman, atau lokasi yang tidak dapat dijangkau oleh mesin alat berat. Fokus utamanya adalah mengangkat sedimen yang terbukti menjadi penyebab utama pendangkalan saluran air dan penyempitan aliran sungai.

Ketua Pentahelix Dayeuhkolot Tri Rahmanto, menyampaikan bahwa penumpukan sedimen yang dibiarkan akan mengurangi kapasitas tampung air, sehingga meningkatkan risiko luapan saat curah hujan tinggi. “Melalui kerja sama ini, kami tidak hanya membersihkan saluran, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekitar aliran air agar tetap berfungsi maksimal,” ujarnya.

Warga setempat menyambut baik langkah lanjutan ini dan turut berpartisipasi aktif. Mereka berharap kegiatan ini dapat berjalan berkelanjutan agar masalah pendangkalan sungai dan risiko banjir di lingkungan mereka dapat teratasi secara tuntas. Kegiatan pentahelix ini direncanakan akan terus berlanjut ke titik-titik penanganan lainnya guna memastikan saluran air kembali dalam kondisi prima.

Yans.

Buka Festival Telaga Air Merah, Bupati Asmar Apresiasi Kolaborasi Desa dan Perusahaan Bangun Wisata

MERANTIYUTELNEWS.com
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, membuka Festival Telaga Air Merah ke-VI Tahun 2026 yang digelar di Desa Tanjung, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Sabtu (16/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati Asmar mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes dan PT Imbang Tata Alam (ITA) dalam mengembangkan potensi wisata berbasis kearifan lokal di Desa Tanjung.

Menurutnya, Festival Telaga Air Merah bukan sekadar ajang hiburan dan wisata, tetapi juga menjadi bukti nyata sinergi berbagai pihak dalam membangun sektor pariwisata yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat desa.

“Festival ini dapat menjadi contoh bagaimana kekayaan budaya, sejarah, dan kearifan lokal mampu dikembangkan menjadi potensi pariwisata yang berdampak terhadap pemberdayaan masyarakat dan peningkatan perekonomian daerah,” ujar Asmar.

Ia mengatakan, Festival Telaga Air Merah juga menjadi sarana pelestarian budaya Melayu sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat serta mengenalkan permainan olahraga tradisional kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi.

“Festival Telaga Air Merah ini merupakan salah satu bentuk usaha kita dalam menjaga khasanah budaya Melayu sekaligus mengajak generasi muda untuk terus melestarikan warisan budaya daerah,” katanya.

Selain sektor pariwisata, Bupati Asmar juga mengapresiasi kontribusi PT Imbang Tata Alam dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa melalui pembangunan Jalan Tanjung Darul Takzim sepanjang 1.600 meter dengan lebar 3 meter yang dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat setempat.

Menurutnya, pembangunan jalan tersebut sangat membantu meningkatkan mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi hasil perkebunan maupun pertanian warga.

“Kami berharap keberadaan jalan ini dapat dijaga dan dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung, Muhammad Anas, mengatakan Festival Telaga Air Merah yang telah memasuki tahun keenam merupakan hasil kebersamaan antara pemerintah desa, BUMDes Tanjung Mandiri dan PT Imbang Tata Alam dalam mengembangkan potensi wisata desa.

“Alhamdulillah di tahun 2026 ini kami dari Desa Tanjung bekerja sama dengan BUMDes dan PT Imbang Tata Alam kembali melaksanakan Festival Telaga Air Merah yang ke-VI. Tentunya ini merupakan bentuk kebersamaan dan kekompakan seluruh pihak,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, keberadaan Wisata Telaga Air Merah yang dikelola melalui unit usaha BUMDes Tanjung Mandiri terus memberikan kontribusi positif bagi desa dan masyarakat.

“Alhamdulillah pada tahun 2025 lalu, BUMDes Tanjung Mandiri berhasil menghasilkan PAD atau keuntungan sekitar Rp183 juta yang sedikit demi sedikit dapat memberikan kontribusi bagi desa dan masyarakat,” katanya.

Perwakilan Manajemen EMP PT Imbang Tata Alam (ITA), Arif Hidayatullah, mengatakan Festival Telaga Air Merah menjadi bukti nyata kolaborasi antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat dalam membangun potensi wisata daerah.

“PT Imbang Tata Alam bukan Superman, tetapi kami berupaya menjadi super team bersama masyarakat dan pemerintah dalam membangun Meranti yang lebih maju,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pengembangan Wisata Telaga Air Merah menunjukkan semangat masyarakat Desa Tanjung yang mampu mengubah kawasan embung menjadi destinasi wisata yang produktif dan menarik bagi pengunjung dari berbagai daerah.

“Bagaimana kondisi yang tidak optimal dan berada di kampung ternyata bisa dibangun menjadi seperti ini. Kami belajar dari semangat juang masyarakat Desa Tanjung dalam mengembangkan wisata,” katanya.

Arif juga mengapresiasi keterlibatan Pokdarwis, BUMDes dan masyarakat yang menyediakan homestay serta mendukung aktivitas wisata selama festival berlangsung sehingga berdampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat setempat.

“Boleh jadi kita berbeda, ada Jawa, Sunda dan Melayu, tetapi di sini kita bersatu dan berkolaborasi membangun Meranti lebih maju,” ungkapnya.

Di sela kegiatan festival, PT Imbang Tata Alam turut menyerahkan santunan kepada 23 anak yatim yang berasal dari Desa Tanjung, Maini Darul Aman, Tenan dan Tanjung Darul Takzim sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

Usai membuka festival, Bupati Asmar juga membuka lomba pacu sampan dan lomba mencucuk atap yang menjadi rangkaian Festival Telaga Air Merah ke-VI Tahun 2026.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir, Bupati Asmar bersama tamu undangan turut melakukan penanaman pohon di kawasan wisata Telaga Air Merah.

Rangkaian Festival Telaga Air Merah ke-VI Tahun 2026 turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan budaya dan perlombaan, di antaranya lomba pacu sampan, lomba mencucuk atap, lomba mewarnai tingkat TK dan RA se-Kecamatan Tebingtinggi dan Tebingtinggi Barat, malam apresiasi seni budaya, pertunjukan barongsai, tari tradisional, orkes Melayu, api unggun, hingga camping ground di kawasan wisata Telaga Air Merah.

Sebelumnya, Bupati Asmar juga terlebih dahulu meresmikan Jalan Tanjung Darul Takzim yang dibangun melalui dukungan PT Imbang Tata Alam.(Bom)

Keude Geudong Jadi “Kota Hantu”, Praktisi Hukum dan Ketua APPI Desak Aparat Usut Tuntas Proyek PT Bina Usaha.

Aceh UtaraYUTELNEWS.com Kondisi Keude Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, kini menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan. Kawasan yang dulunya dikenal sebagai pusat aktivitas perdagangan masyarakat itu kini disebut berubah menjadi “kota tak bertuan” akibat proyek pembangunan yang mangkrak dan terbengkalai selama bertahun-tahun.

Sorotan keras datang dari Praktisi hukum sekaligus putra daerah Samudera, Riki Iswandi, yang mempertanyakan sikap aparat penegak hukum karena dinilai belum melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap proyek pembangunan Keude Geudong yang dibangun oleh PT Bina Usaha, perusahaan milik Pemerintah Daerah Aceh Utara.

Menurut Riki, pembangunan tersebut dilakukan setelah penggusuran pedagang kaki lima di sekitar kawasan pasar sekitar lima tahun lalu. Namun hingga saat ini, bangunan yang diharapkan menjadi pusat ekonomi baru masyarakat justru terbengkalai tanpa kejelasan.

“Yang menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat, kenapa sampai hari ini aparat penegak hukum belum melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait penyebab dan akibat terbengkalainya pembangunan tersebut. Padahal dampaknya sangat nyata terhadap kehidupan ekonomi masyarakat,” ujar Riki.

Ia menilai, terbengkalainya proyek tersebut telah menghancurkan denyut ekonomi Keude Geudong yang dahulu hidup dan ramai. Kini kawasan itu terlihat kumuh, tidak terurus, minim kebersihan, dan kehilangan fungsi sebagai pusat perdagangan masyarakat.

“Dulu Keude Geudong dikenal hidup dan ramai. Sekarang masyarakat melihatnya seperti kota hantu. Ini sangat memprihatinkan,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua APPI Rimung Buloh, Rimung Buloh, juga menyampaikan penyesalannya terhadap sikap PT Bina Usaha yang dinilai tidak lagi memperdulikan kondisi bangunan dan kawasan pasar yang kini semakin memprihatinkan.

Rimung menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan kepastian hukum dan langkah nyata dari pemerintah maupun aparat penegak hukum agar persoalan tersebut tidak terus berlarut-larut.

“Kami berharap aparat segera turun melakukan penyelidikan secara menyeluruh agar diketahui apa penyebab proyek ini terbengkalai bertahun-tahun. Jangan sampai ada dugaan permainan atau kepentingan tertentu di balik mangkraknya pembangunan ini,” tegas Rimung.

Riki dan Rimung sama-sama berharap agar Keude Geudong dapat kembali hidup seperti sediakala dan menjadi pusat ekonomi masyarakat sebagaimana harapan awal pembangunan tersebut.

Mereka juga meminta aparat penegak hukum bertindak tegas apabila ditemukan adanya unsur kelalaian, penyalahgunaan wewenang, maupun dugaan pelanggaran hukum lain dalam proyek tersebut.

“Jika nantinya ditemukan pihak-pihak yang bermain atau mengambil keuntungan dari terbengkalainya pembangunan ini, maka kami berharap aparat menindak tegas sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku,” tutup Riki.

@⁨Pengguna tak dikenal⁩
izin lon rilis saboh beuh,


demi kecamatan samudera yg lebih baik lagi khusunya keude geudong.

Ribka Tjiptaning Gandeng Bambang Pacul, Gelar Sosialisasi MPR RI 2026 Bersama Tenaga Kesehatan di Sukabumi

YUTELNEWS.com  | SUKABUMI ,Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, dr. Ribka Tjiptaning, menggandeng Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto atau yang akrab disapa Bambang Pacul, menggelar kegiatan sosialisasi MPR RI Tahun Anggaran 2026 sekaligus silaturahmi bersama ratusan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Sukabumi, Sabtu (16/5/2026). Acara ini berlangsung di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi, Jalan Slakopi, Desa Lembur Sawah, Kecamatan Cicantayan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh para bidan, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya yang bertugas di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi. Turut mendampingi dalam acara tersebut jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi, struktur PAC Kecamatan Cicantayan, serta pengurus Ranting Desa Lembur Sawah.

Dalam sambutannya, dr. Ribka Tjiptaning menekankan pentingnya pertemuan ini. Sebagai dokter dan politisi yang membidangi kesehatan, ia menilai tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Namun, ia juga menegaskan bahwa para nakes tidak hanya perlu menguasai keahlian medis, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

“Kita bersilaturahmi dengan teman-teman bidan dan perawat ini, karena selain mereka memiliki keahlian tinggi di bidang kesehatan, mereka juga sangat penting untuk menguasai wawasan kebangsaan. Setiap warga negara wajib memahami UUD 1945, dan di dalamnya tertuang aturan-aturan hukum kesehatan yang harus diketahui dan dipahami sepenuhnya. Semoga pertemuan ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan mereka, bukan hanya soal kesehatan, tapi juga soal negara dan aturan yang melindungi profesi serta masyarakat,” ujar dr. Ribka di sela-sela kegiatan.

Sementara dalam kesempatan tersebut di lakukan pula sambutan secara Daring dari Bambang pacul yang di wakil Stap Khusus nya Muhammad Al Amien yang di sampaikan kepada para peserta , beliau memberi salam dan semangat kepada ratusan tenaga kesehatan yang ikut hadir di acara tersebut

Reporter : Mirna

( Kabiro Sukabumi )

Tokoh Masyarakat Apresiasi Percepatan Langkah Pentahelix Dayeuhkolot dalam Penanganan Banjir

Bandung, 16 Mei 2026 – YUTELNEWS.com// Upaya penanganan lingkungan dan pengendalian banjir yang digerakkan melalui sinergi pentahelix terus menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk para tokoh masyarakat. Keterlibatan aktif dan langkah cepat yang diambil dalam serangkaian kegiatan ini dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata yang sangat dibutuhkan warga, terutama dalam mengatasi permasalahan pendangkalan aliran air yang kerap memicu luapan.

Salah satu tokoh masyarakat Asep Sumirat menyampaikan rasa syukur dan penghargaannya atas percepatan pelaksanaan kegiatan yang berfokus pada pengerukan sedimen dan pembersihan saluran air tersebut. “Menurutnya, kehadiran kolaborasi lintas unsur, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, hingga media, membuktikan bahwa penanganan masalah banjir tidak lagi menjadi tanggung jawab satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama.

“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian yang ditunjukkan dalam kegiatan ini. Masalah pendangkalan sungai, sudah lama kami rasakan dampaknya, dan dengan adanya gerakan ini yang berjalan makin dipercepat, kami berharap risiko banjir di lingkungan kami bisa berkurang secara signifikan,” ujarnya.

Ia juga berharap sinergi dan kecepatan kerja yang telah terjalin ini dapat terus dipertahankan dan berkelanjutan. Dukungan penuh dari masyarakat pun siap diberikan demi menjaga hasil kerja yang telah dicapai, agar saluran air tetap berfungsi maksimal dan lingkungan menjadi lebih aman dari ancaman bencana.

Yans.

HUT Ke-21 Desa Sukaharja Meriah, Semangat Gotong Royong dan Santunan Anak Yatim Warnai Perayaan Menulis

YUTELNEWS.com | Sukabumi ,Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial begitu terasa dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-21 Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, yang digelar meriah di Lapangan Bola Sukaharja, Sabtu (16/05/2026).

Dengan mengusung tema “Gotong Royong Membangun Desa”, acara berlangsung penuh antusias dan dihadiri ratusan warga dari berbagai kalangan. Kegiatan semakin hangat dengan adanya santunan bagi puluhan anak yatim piatu, gerak jalan santai, hingga pembagian doorprize yang menambah semarak suasana.

Kepala Desa Sukaharja, Asep Dedi Suryadi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan desa serta turut memeriahkan HUT Desa Sukaharja ke-21.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan sekolah-sekolah SD, MI, maupun IT yang telah memberikan dukungan dan doorprize pada kegiatan hari ini. Semoga kebersamaan ini terus terjalin demi kemajuan Desa Sukaharja,” ujarnya.

Selain menggelar hiburan rakyat dan jalan santai, momen HUT Desa Sukaharja juga diisi dengan santunan kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial dan rasa syukur atas perjalanan desa selama 21 tahun.

Dalam kesempatan itu, Asep juga menyampaikan pesan khusus kepada para sesepuh dan tokoh pemekaran Desa Sukaharja. Ia mengakui masih banyak kekurangan dalam menjalankan roda pemerintahan desa.

“Saya sebagai Kepala Desa memohon maaf apabila dalam kinerja kami masih banyak kekurangan. Mudah-mudahan para sesepuh, khususnya Bapak Giri Sugiri, terus membimbing dan memberikan support kepada kami,” ungkapnya.

Perayaan HUT Desa Sukaharja turut dihadiri Camat Warungkiara Toni Sugiarto, para kepala desa se-Kecamatan Warungkiara, Ketua RT/RW, Bhabinkamtibmas Polsek Warungkiara, tokoh masyarakat, anggota Linmas, BPD Sukaharja, serta masyarakat Desa Sukaharja.

Camat Warungkiara, Toni Sugiarto, mengapresiasi kemajuan pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Desa Sukaharja. Ia berharap desa tersebut terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya sangat mendukung program pembangunan yang telah dilaksanakan Desa Sukaharja. Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Kepala Desa Sukaharja, desa ini semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” katanya.

Menurut Toni, pembangunan di wilayah Warungkiara juga terus mengalami perkembangan, termasuk pembangunan kantor kecamatan yang disebutnya sebagai fasilitas penting bagi pelayanan masyarakat.

Sementara itu, penggagas Desa Sukaharja, Giri Sugiri, mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat dalam memeriahkan hari jadi desa tersebut. Ia berharap semangat gotong royong tetap menjadi jiwa masyarakat dalam membangun desa.

“Gotong royong harus benar-benar menjiwai masyarakat supaya semua tujuan pembangunan bisa tercapai. Saya bangga melihat kekompakan warga Sukaharja di usia desa yang ke-21 ini,” tuturnya.

Perayaan HUT ke-21 Desa Sukaharja bukan sekadar seremoni tahunan, namun menjadi bukti nyata kuatnya persatuan warga dalam membangun desa yang lebih maju, harmonis, dan peduli terhadap sesama.

Reporter :Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.