BP Batam Dukung Proyek Pusat Data DayOne-PLN Batam

Yutelnews.com | Batam terus mempertegas posisinya sebagai destinasi utama investasi digital di Asia Tenggara.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan serangkaian perjanjian kerja sama strategis bersama PT. PLN Batam dan PT Digitalland Service One (DayOne), pada Jumat (17/4/2026) di Balairung Sari BP Batam.

Kegiatan ini menandai ekspansi besar dari platform infrastruktur digital guna mendukung pembangunan kampus pusat data (data center) hyperscale kedua di Kota Batam.

Langkah strategis ini dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) Pelanggan Data Center Terbesar di Indonesia dengan kapasitas 511 MVA atau setara 450 megawatt (MW).

Kesepakatan ini diproyeksikan untuk memasok kebutuhan energi bagi pengembangan pusat data DayOne di Kabil Industrial Tech Park (KITP) secara bertahap pada 2026-2027.

Hadir dalam kegiatan, Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad; Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Walikota Batam, Li Claudia Chandra; Chief Executive Officer DayOne, Jamie Khoo; Direktur Utama PT. PLN Batam, Kwin Fo; Anggota/Deputi Bidang BP Batam, jajaran Forkopimda Kota Batam, serta pimpinan asosiasi industri di Kota Batam beserta jajaran.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur dan kemudahan regulasi menjadi kunci utama dalam menarik minat investor global.

Menurutnya, integrasi antara ketersediaan lahan, kepastian hukum, dan keandalan energi di bawah naungan BP Batam menciptakan ekosistem yang kompetitif di tingkat regional.

“BP Batam berkomitmen menghadirkan iklim investasi yang kondusif melalui percepatan perizinan dan penyediaan infrastruktur pendukung yang terintegrasi. Masuknya proyek pusat data berskala besar ini membuktikan bahwa Batam siap menjadi hub digital dunia,” ujar Amsakar.

Transformasi Hub Digital

Ekspansi DayOne di kawasan Kabil menyusul kesuksesan proyek sebelumnya di Nongsa Digital Park (NDP).

Melalui dukungan BP Batam dan PT. PLN Batam, pengembangan ini dirancang sebagai platform berperforma tinggi untuk mendukung komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan layanan awan (cloud) bagi kawasan Asia-Pasifik.

Chief Executive Officer DayOne, Jamie Khoo, mengungkapkan bahwa kemudahan administrasi yang difasilitasi oleh BP Batam menjadi faktor krusial dalam keputusan ekspansi perusahaan.

“Ekspansi ini merupakan tonggak penting dalam strategi kami untuk membangun salah satu platform infrastruktur digital terkemuka di Asia, termasuk model Singapura-Johor-Batam (SIJORI) milik kami yang menghubungkan Singapura, Johor, dan Batam menjadi platform pusat data lintas batas pertama yang benar-benar terintegrasi di Asia Tenggara,” jelas Jamie.

Selain aspek kelistrikan, BP Batam juga mendorong pemanfaatan energi bersih demi keberlanjutan industri.

Hal ini diwujudkan melalui Nota Kesepahaman (MoU) antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT. PLN Batam terkait Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas di atas 200 MWp di Wilayah Kerja BP Batam.

Inisiatif energi hijau ini merupakan yang terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, dan diharapkan menjadi nilai tambah bagi para investor yang memprioritaskan standar keberlanjutan global.

Sinergi Berkelanjutan

Direktur Utama PT. PLN Batam, Kwin Fo, menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak lepas dari peran aktif BP Batam dalam menyinergikan regulator dengan penyedia infrastruktur.

“Kami meyakini bahwa sinergi antara PLN Batam dan DayOne dengan dukungan penuh dari BP Batam akan semakin memperkuat posisi Batam sebagai kawasan investasi unggulan dan pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara,” ujar Kwin Fo.

Selain pasokan listrik, juga dilaksanakan penandatanganan MoU Layanan Solusi Infrastruktur Terintegrasi Ekosistem Data Center yang mencakup kajian penyediaan jaringan fiber optik dan layanan pemeliharaan infrastruktur kritis.

Dengan sinergi yang dipimpin oleh BP Batam, kawasan ini kini bertransformasi menjadi bagian penting dari model SIJORI.

Keberadaan pusat data hyperscale ini diharapkan memberikan dampak pengganda (multiplier effect) bagi ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja sektor teknologi, serta memperkuat kedaulatan digital nasional.

“Kami berharap kerja sama yang ditandatangani hari ini memberikan manfaat bagi semua pihak serta berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan iklim investasi di Kota Batam,” pungkas Kwin Fo. (*)

Kinerja BP Batam Triwulan 1 2026: Sektor Logistik Menguat, Volume Peti Kemas Tembus 187 Ribu TEUs

Yutelnews.com | Kinerja logistik ini turut didukung oleh aktivitas bongkar muat general cargo yang mencapai 2,9 juta ton atau meningkat 8% dibandingkan periode yang sama sebesar 2,6 juta ton tahun lalu. Dimana, Terminal Curah Cair Kabil menjadi kontributor terbesar dengan volume 1,09 juta ton dan pertumbuhan sebesar 21%.

Di sisi kunjungan kapal, tercatat sebanyak 27.170 call atau meningkat 4% dibandingkan Triwulan I 2025 sebesar 26.138 call. Selain itu, ukuran kapal yang bersandar juga menunjukkan peningkatan, dengan total Gross Tonnage (GT) mencapai 19,6 juta GT atau naik 15% dari sebelumnya 16,9 GT. Angka ini, tentunya menjadi gambaran bahwa semakin banyaknya kapal berkapasitas besar yang beroperasi di perairan Batam.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa capaian ini sebagai bukti nyata, semakin kuatnya peran Batam sebagai simpul logistik strategis di kawasan.

“Pertumbuhan di sektor logistik ini menunjukkan bahwa Batam semakin dipercaya sebagai hub konektivitas regional. Kami akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi guna mendukung arus logistik, investasi, dan mobilitas secara berkelanjutan,” ujar Amsakar, Kamis (16/4/2026).

Selain kinerja logistik, sektor layanan penumpang juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Sepanjang Triwulan I 2026, jumlah penumpang di terminal ferry domestik dan internasional wilayah kerja BP Batam tercatat mencapai 2.507.630 orang atau meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Rute internasional masih mendominasi dengan 1.316.495 penumpang atau tumbuh 11%, khususnya menuju Singapura dan Malaysia. Sementara itu, penumpang domestik mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 20% menjadi 1.191.135 orang. Terminal Ferry Internasional Batam Centre dan Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur menjadi titik tersibuk dalam melayani mobilitas tersebut.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menambahkan, peningkatan kinerja harus diiringi dengan kualitas layanan yang semakin baik, sejalan dengan perluasan cakupan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.

“Kami mendorong layanan kepelabuhanan yang semakin adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa, terlebih dengan semakin luasnya wilayah kerja KPBPB Batam. Dengan dukungan regulasi tersebut, kami optimistis layanan akan semakin terintegrasi sehingga manfaat pertumbuhan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Li Claudia.

Anggota Deputi/Bidang Pengusahaan, Denny Tondano yang membawahi Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperkuat koordinasi antar-stakeholder serta mengoptimalkan layanan di seluruh pelabuhan guna menjaga konsistensi peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan.

“Ke depan, kami akan terus mendorong digitalisasi layanan, termasuk pembenahan e-ticketing dan integrasi sistem antar terminal, sehingga layanan menjadi lebih mudah, cepat, dan terintegrasi bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Denny.

RSBP Batam Segera Cetak Dokter Intervensi Jantung, Warga Tak Perlu Lagi Berobat ke Luar Negeri

Yutelnews.com | Berobat jantung ke luar negeri perlahan bisa jadi cerita lama bagi warga Batam. Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam (RSBP) bersiap naik kelas menjadi pusat pendidikan dokter subspesialis intervensi jantung, membuka akses layanan sekaligus mencetak tenaga ahli dari daerah sendiri.

Direktur RSBP Batam, Tanto Budiharto, mengungkapkan bahwa proses penetapan sebagai rumah sakit pendidikan fellowship intervensi jantung saat ini tengah berjalan dan mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Kita sudah bertemu dengan Wakil Menteri Kesehatan dan saat ini dalam tahap dokumentasi. Insyaallah ke depan, pendidikan subspesialis intervensi jantung bisa dilakukan di Batam,” ujarnya.

RSBP Batam dinilai layak mengemban peran strategis ini. Rumah sakit ini telah memiliki fasilitas modern dan tenaga medis berkompeten, mulai dari dokter jantung anak, spesialis aritmia, hingga neurointervensi.

Seluruh layanan tersebut terintegrasi dalam Cardiovascular Center yang menjadi unggulan RSBP. Dengan kekuatan ini, Batam diposisikan sebagai salah satu pusat layanan jantung terdepan di kawasan.

“Fasilitas dan SDM kami sudah siap. Ini yang menjadi pertimbangan Kemenkes menunjuk RSBP sebagai tempat pendidikan fellowship,” jelas dr. Tanto.

Tak berhenti di layanan medis, RSBP juga memperkuat perannya di bidang pendidikan. Kerja sama dengan Universitas Internasional Batam menjadi langkah awal dalam mencetak dokter spesialis dan subspesialis dari daerah sendiri.
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa kedokteran hingga dokter yang sedang menempuh pendidikan lanjutan akan menjalani praktik langsung di RSBP.

“Ke depan, kita tidak hanya fokus pada jantung. RSBP akan berkembang menjadi rumah sakit pendidikan dengan berbagai bidang spesialis,” tambahnya.

Sebagai rumah sakit pemerintah, RSBP Batam memastikan seluruh lapisan masyarakat bisa menikmati layanan yang tersedia. Baik pasien BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, asuransi swasta, hingga pasien umum, semuanya dilayani dengan standar rujukan nasional.

“Dengan fasilitas yang ada, masyarakat tidak perlu lagi ke luar negeri untuk berobat jantung. Semua bisa ditangani di Batam,” tegas dr. Tanto.

Didukung status Batam sebagai kawasan pengembangan kesehatan, RSBP juga terus berinovasi. Sistem layanan terpadu (One Service System) hingga pembayaran digital QRIS telah diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan pasien.

Langkah ini menjadi bagian dari visi besar menjadikan Batam sebagai pusat layanan kesehatan kelas dunia sekaligus hub pendidikan kedokteran di Indonesia bagian barat.

“Ini bukan sekadar peningkatan layanan, tapi lompatan besar. RSBP siap menjadi kebanggaan Batam di sektor kesehatan,” tutupnya.(*)

Pot Bougenville Jadi Sorotan, BP Batam Tegaskan Bukan Pakai Uang Negara

Yutelnews.com | Keberadaan pot tanaman bougenville yang terpasang di sejumlah ruas jalan Kota Batam belakangan menjadi perbincangan masyarakat, khususnya di media sosial. Puluhan pot tersebut terlihat tertata rapi di beberapa titik strategis, seperti ruas jalan protokol di kawasan Bundaran Punggur (Bundaran Hamidah) hingga area sekitar Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Menanggapi beragam pertanyaan publik, BP Batam melalui Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, memastikan bahwa kegiatan penataan tersebut tidak membebani keuangan negara maupun daerah. Seluruh pembiayaan berasal dari program atau dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Menurutnya, pemanfaatan dana CSR merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan kota. Dengan skema ini, penataan lingkungan tetap dapat dilakukan tanpa mengurangi alokasi anggaran untuk program prioritas lain yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Ini penting untuk kami sampaikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Program ini tidak menggunakan APBN maupun anggaran operasional BP Batam, melainkan berasal dari kontribusi pihak ketiga melalui skema CSR sehingga tidak membebani keuangan negara,” ujarnya Selasa (14/4).

Ia menjelaskan bahwa penataan pot bougenville tersebut merupakan bagian dari program penataan kawasan untuk menambah estetika kota. Pemilihan tanaman bougenville ini pun beralasan. Selain memiliki warna yang cerah dan menarik secara visual, tanaman tersebut juga tahan terhadap daerah yang beriklim tropis.

Bougenville juga mampu bertahan di lingkungan perkotaan yang panas dan minim air, sehingga relatif mudah dalam perawatan. Hal ini menjadi pertimbangan penting agar penataan tetap efisien.

“Penempatan pot bougenville ini merupakan langkah untuk memperkuat estetika kota agar lebih indah, asri, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengguna jalan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ariastuty menyampaikan bahwa BP Batam juga membuka ruang bagi partisipasi masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut agar tetap terawat. Ia menilai bahwa dukungan publik menjadi faktor penting untuk memastikan keindahan kota dapat dinikmati dalam jangka panjang.

Di samping itu, peletakan pot-pot tersebut akan dilakukan penyesuaian atau pengaturan ulang (adjustment) sembari menunggu tanaman yang saat ini dalam proses pengiriman dari Pulau Jawa.

“Terima kasih atas seluruh masukan masyarakat. Untuk peletakannya yang terlalu dekat dengan jalan, nantinya akan lebih dijauhkan kurang lebih 5 meter agar tetap tersedia bahu jalan untuk berhenti kendaraan dalam kendaraan darurat,” kata dia.(*)

Proyek Pembangunan Pipa Air Jalan, BP Batam Perkuat Distribusi ke Bengkong–Batuampar

Yutelnews.com |Upaya memperkuat distribusi air bersih di Kota Batam mulai memasuki babak baru. Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan proyek pembangunan jaringan pipa di sejumlah titik strategis telah resmi berjalan, setelah proses lelang rampung dan kontraktor ditetapkan.

‎Kepala Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan dua paket pekerjaan utama kini sudah memasuki tahap pelaksanaan di lapangan.

‎“Proses lelang sudah selesai dan saat ini pekerjaan sudah mulai berjalan sesuai kontrak yang ditandatangani,” ujarnya Selasa (14/4) siang.

‎Paket pertama mencakup pembangunan jaringan distribusi air minum segmen Central Sukajadi hingga M3G (Awal Bros), yang dikerjakan oleh PT Riden Jaya Konstruksi dengan nilai kontrak sebesar Rp29,28 miliar.

‎Kontrak proyek tersebut ditandatangani pada 13 April 2026, dengan masa pelaksanaan dimulai 14 April hingga 10 September 2026.

‎Sementara itu, paket kedua meliputi pembangunan jaringan distribusi air minum segmen Simpang Jam hingga Tangki Ozon dan Bukit Senyum. Proyek ini dikerjakan oleh PT Persada Nusantara Perdana dengan nilai kontrak mencapai Rp33,63 miliar.

‎Untuk paket ini, pekerjaan telah dimulai sejak 7 April 2026 dan dijadwalkan selesai pada 3 Oktober 2026.

‎Ariastuty menegaskan, proyek ini merupakan bagian dari langkah strategis BP Batam dalam meningkatkan kualitas layanan air bersih, khususnya untuk wilayah Bengkong hingga Batuampar yang selama ini masih menghadapi keterbatasan distribusi.

‎“Ini bagian dari upaya kita memperkuat jaringan distribusi agar pelayanan air ke masyarakat bisa lebih optimal,” katanya.

‎Namun demikian, terkait target awal penyelesaian proyek pada akhir Juli dan rencana distribusi air yang mulai mengalir pada Agustus, ia mengakui adanya potensi penyesuaian jadwal.

‎Dengan masa pelaksanaan proyek yang kini berlangsung hingga September dan Oktober, distribusi air kemungkinan baru dapat direalisasikan setelah seluruh pekerjaan selesai secara bertahap.

‎“Kita tentu menyesuaikan dengan progres pekerjaan di lapangan. Yang penting kualitas dan keberlanjutan layanan tetap menjadi prioritas,” kata dia.

‎Ia berharap, dengan rampungnya proyek ini, persoalan distribusi air yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dapat teratasi, sekaligus mendukung kebutuhan kawasan permukiman dan industri di Batam yang terus berkembang.(*)

Wakil Kepala BP Batam Turun Tangan Tindak Aktivitas Tambang Pasir Ilegal Kampung Jabi

Yutelnews.com  | Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, “turun tangan” menindak aktivitas tambang pasir ilegal yang berada di Kampung Jabi, Kecamatan Nongsa, Minggu (12/4/2026).

Langkah ini sebagai bentuk respons cepat dalam menjaga dampak lingkungan akibat aktivitas tersebut sekaligus mengawasi Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Dalam peninjauan tersebut, Li Claudia bersama tim gabungan dari Ditpam BP Batam dan Polda Kepri mendapati sedikitnya empat lokasi yang terindikasi melakukan aktivitas penambangan pasir tanpa izin.

“Setop tambang pasir ilegal yang ada. Aktivitas ini membahayakan dan menimbulkan dampak lingkungan. Selain itu, kegiatan ini jelas melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Li Claudia di lokasi penertiban.

Selain aspek hukum, Li Claudia juga menyoroti dampak lingkungan yang ditimbulkan. Menurutnya, aktivitas tambang ilegal berpotensi merusak ekosistem, mengganggu keseimbangan alam, serta meningkatkan risiko terhadap bencana seperti banjir dan longsor.

Dampak ini, lanjut Li Claudia, tidak hanya dirasakan saat ini tetapi juga membebani generasi mendatang.

“Penindakan harus langsung dan tegas. Jika terbukti melanggar, harus diproses secara pidana agar memberikan efek jera,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa BP Batam akan memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk memastikan proses penertiban berjalan efektif. Pengawasan di wilayah rawan juga akan ditingkatkan, termasuk melalui patroli rutin serta pelibatan masyarakat dalam pelaporan aktivitas ilegal.

Di sisi lain, Li Claudia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga lingkungan dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan. Ia menilai, partisipasi publik menjadi kunci penting dalam mencegah praktik ilegal yang merugikan banyak pihak.

“Langkah tegas yang diambil ini diharapkan tidak hanya menghentikan aktivitas tambang pasir ilegal di Kampung Jabi, tetapi juga menjadi peringatan bagi pelaku lain agar tidak melakukan pelanggaran serupa,” pungkasnya. (*)

Batam Jadi Rujukan, Wali Kota Kupang Kunjungi BP Batam

Yutelnews.com  Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kerja Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang didampingi Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis, di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Jumat (10/4/2026).

Kunjungan ini menegaskan posisi Batam sebagai percontohan (pilot project) pelayanan publik dan perizinan investasi berbasis digital di Indonesia.

Dalam pemaparannya, Amsakar memperkenalkan tiga inovasi utama BP Batam, yakni Dashboard Investasi sebagai command center untuk pemantauan real-time, MANTAB (Manajemen Talenta Batam) untuk integrasi tenaga kerja dengan kebutuhan industri berbasis teknologi, serta Duta Investasi sebagai penguat promosi dan daya tarik investasi Batam.

Kunjungan diawali dengan peninjauan Dashboard Investasi di ruang Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, yang memungkinkan pemantauan langsung serta percepatan penyelesaian kendala yang dihadapi pelaku usaha. Agenda kemudian dilanjutkan dengan peninjauan layanan PTSP di Mal Pelayanan Publik.

Amsakar menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran antardaerah dalam memperkuat daya saing.

“Substansinya, kunjungan ini menjadi komparasi yang baik bagi kedua belah pihak. Fokusnya adalah mendorong terobosan peningkatan daya saing daerah melalui simplifikasi, penyederhanaan standar, serta percepatan waktu pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan birokrasi harus berorientasi pada kemudahan layanan.

“Birokrasi yang kuat adalah birokrasi yang memudahkan masyarakat. Pertemuan ini diharapkan menjadi katalisator peningkatan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa Batam menjadi rujukan penting dalam membangun sistem pelayanan publik yang modern dan terukur.

“Kami datang untuk menjemput standar baru pelayanan publik. Praktik baik di Batam—transparan, akuntabel, efektif, dan efisien—akan kami adaptasi. Dashboard Investasi dan MANTAB menjadi contoh konkret yang akan kami terapkan di Kupang,” ujar Christian.

Ia menilai, Batam telah berhasil menjadi lokomotif kemajuan kawasan strategis sekaligus model pelayanan publik berbasis digital yang dapat direplikasi di daerah lain.

Kunjungan ini turut dihadiri Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan Sudirman Saad, serta sejumlah pejabat eselon II.

Melalui kolaborasi ini, Batam dan Kupang diharapkan dapat memperkuat sinergi sebagai kota jasa, termasuk membuka peluang kerja sama investasi, pengembangan SDM, dan pertukaran tenaga kerja di masa mendatang. (*)

Pelimpahan Izin Mulai Berdenyut, BP Batam Terbitkan 285 Izin dari 784 Permohonan

Yutelnews.com | Pelimpahan kewenangan perizinan dari pemerintah pusat kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai menunjukkan arah. Sejak efektif berjalan pada Juli 2025 hingga 10 April 2026, ratusan permohonan izin telah diproses, meski sebagian masih tersangkut pada tahapan administrasi dan penyesuaian sistem.

‎Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan dari total 784 permohonan perizinan yang masuk, sebanyak 285 telah berhasil diterbitkan. Sementara itu, 204 permohonan ditolak karena tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

‎“Selain itu, ada 188 permohonan yang kami kembalikan untuk diperbaiki, dan 107 permohonan saat ini masih dalam proses verifikasi,” ujarnya, Jumat (10/4) sore.

‎Data tersebut menjadi gambaran awal implementasi pelimpahan sekitar 1.400 jenis perizinan dari kementerian dan lembaga ke BP Batam.

‎Menurut Ariastuty, proses ini tidak sekadar memindahkan kewenangan, tetapi juga membutuhkan penyesuaian sistem, regulasi, hingga kesiapan teknis di lapangan.

‎Ia mengakui, sejumlah kendala masih dihadapi dalam proses tersebut. Salah satu yang cukup menonjol adalah perizinan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) darat, yang hingga kini masih diverifikasi di tingkat pusat melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

‎“Kondisi ini membuat proses menjadi lebih panjang karena belum sepenuhnya berada di daerah,” jelasnya.

‎Sebagai langkah antisipasi, BP Batam sementara menggunakan skema PKKPR melalui penilaian Pemerintah Kota Batam agar pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha tetap berjalan.

‎Selain itu, belum seluruh aplikasi perizinan dari Kementerian dan Lembaga dapat diakses dan digunakan oleh BP Batam. Hal ini menjadi kendala tersendiri dalam percepatan layanan.

‎Untuk mengatasi persoalan tersebut, telah dilakukan rapat trilateral antara BP Batam, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta 16 kementerian dan lembaga terkait. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa aplikasi perizinan akan diserahkan secara bertahap kepada BP Batam.

“Jadi memang tidak bisa sekaligus. Semua berjalan secara bertahap,” jelas Ariastuty

Di sisi lain, beberapa jenis perizinan usaha sebenarnya sudah dapat diterbitkan oleh BP Batam. Namun, dalam pelaksanaannya masih diperlukan pemahaman yang sama terkait norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) yang menjadi acuan dalam proses verifikasi.

‎Karena itu, Ariastuy menilai sosialisasi dari kementerian dan lembaga terkait masih sangat dibutuhkan agar tidak terjadi perbedaan tafsir dalam penerapan aturan.

‎Menurutnya, masa transisi ini merupakan fase penting untuk memastikan sistem perizinan di Batam dapat berjalan lebih efektif ke depan, sejalan dengan semangat kemudahan berusaha.

‎“Ini bagian dari proses. Kami terus berupaya agar pelayanan perizinan semakin cepat, transparan, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha,” kata dia.

‎Dengan capaian yang ada, BP Batam optimistis pelimpahan kewenangan ini akan memperkuat iklim investasi di Batam, meski diakui masih membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi yang sepenuhnya optimal. (*)

Musyawarah APEKKASI Kabupaten Sukabumi 2026–2029 Digelar, Perkuat Soliditas dan Sinergitas Perangkat Kecamatan Kabupaten

YUTELNEWS.com | Sukabumi  ,Asosiasi Perangkat Kecamatan Seluruh Indonesia (APEKKASI) Kabupaten Sukabumi menggelar musyawarah dalam rangka pemilihan Ketua APEKKASI masa bakti 2026–2029, Selasa (5/5). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat soliditas, sinergitas, serta arah kebijakan organisasi perangkat kecamatan dalam mendukung pembangunan daerah.

Musyawarah yang berlangsung dengan suasana tertib dan khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sukabumi, Wakil Bupati, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para camat dan perangkat kecamatan dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya peran APEKKASI sebagai wadah koordinasi dan komunikasi antar perangkat kecamatan.
Mengusung tema


“Memperkuat Soliditas dan Sinergitas dalam Mewujudkan Sukabumi Mubarokah”, kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan, doa bersama, serta sambutan dari sejumlah pejabat. Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi menekankan bahwa kecamatan memiliki posisi vital sebagai ujung tombak pelayanan publik dan pelaksanaan program pemerintah di tingkat wilayah.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari peran aktif perangkat kecamatan dalam mengimplementasikan kebijakan, menjaga stabilitas wilayah, serta menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat.

“APEKKASI harus menjadi organisasi yang solid, mampu menjembatani komunikasi antar kecamatan, serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan di lapangan,” ungkapnya.

Ia juga berharap, melalui musyawarah ini dapat terpilih pemimpin yang tidak hanya memiliki kapasitas manajerial yang baik, tetapi juga mampu membawa semangat inovasi, kolaborasi, dan profesionalisme dalam tubuh organisasi.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi dalam arahannya mengapresiasi kinerja para camat dan perangkat kecamatan yang selama ini dinilai telah bekerja maksimal dalam mendukung program pembangunan, mulai dari pelayanan administrasi, penanganan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Ke depan, tantangan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan sinergitas yang kuat, komunikasi yang efektif, serta kepemimpinan yang adaptif agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya.

Selain sambutan, agenda musyawarah juga diisi dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, evaluasi program kerja, serta forum diskusi yang memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan saran demi kemajuan organisasi.

Puncak kegiatan ditandai dengan proses pemilihan Ketua APEKKASI Kabupaten Sukabumi masa bakti 2026–2029 yang dilaksanakan secara musyawarah mufakat.
Proses ini berlangsung secara demokratis dengan mengedepankan asas kebersamaan dan kekeluargaan.

Ketua terpilih nantinya diharapkan mampu membawa APEKKASI menjadi organisasi yang lebih progresif, responsif terhadap perkembangan zaman, serta mampu meningkatkan kapasitas dan kompetensi perangkat kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.

Dengan terselenggaranya musyawarah ini, APEKKASI Kabupaten Sukabumi diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai wadah koordinasi yang efektif, sekaligus menjadi motor penggerak dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, pelayanan publik yang prima, serta pembangunan daerah yang merata dan berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen seluruh peserta untuk terus menjaga kekompakan serta meningkatkan sinergitas demi terwujudnya Sukabumi yang maju, unggul, dan penuh keberkahan.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Andalkan Teknologi Sterilwave Ramah Lingkungan, RSBP Batam Sulap Limbah Medis Jadi Paving Block

Yutelnews.com | Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) terus menunjukkan komitmennya dalam inovasi layanan kesehatan sekaligus pelestarian lingkungan. Terbaru, RSBP Batam mengoperasikan teknologi Sterilwave, sebuah sistem modern yang mampu menghancurkan dan mensterilkan limbah medis infeksius secara aman dan ramah lingkungan.

Teknologi ini bekerja dengan dua tahapan utama, yakni penghancuran (shredding) dan sterilisasi menggunakan gelombang mikro. Limbah medis seperti plastik bekas alat kesehatan, jarum suntik, hingga material infeksius lainnya diproses hingga menjadi material yang tidak lagi berbahaya.

Hasil pengolahan tersebut kemudian dimanfaatkan kembali, salah satunya sebagai bahan baku pembuatan paving block. Material limbah berbasis plastik yang telah disterilkan dicampur dengan bahan lain untuk menghasilkan paving block yang kuat dan layak digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti halaman, jalur pejalan kaki, hingga fasilitas umum.

Direktur Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam Kolonel Laut (K) dr. Tanto Budiharto mengatakan, inovasi ini tidak hanya mengedepankan aspek keselamatan dalam pengelolaan limbah medis, tetapi juga memberikan nilai tambah dari sisi keberlanjutan lingkungan.

“Kami berkomitmen menghadirkan pengelolaan limbah medis yang tidak hanya memenuhi standar kesehatan, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.

Langkah ini sekaligus menjadi implementasi nyata konsep circular economy, di mana limbah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan diolah menjadi produk yang bernilai guna. Selain mampu mengurangi volume limbah medis yang harus dimusnahkan secara konvensional, metode ini juga membantu menekan potensi pencemaran lingkungan.

Saat ini, RSBP Batam menjadi salah satu pelopor di Batam dan Kepulauan Riau dalam penerapan teknologi pengolahan limbah medis terpadu yang terintegrasi dengan pemanfaatan hasil olahannya.

Ke depan, pihak rumah sakit juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari fasilitas kesehatan, instansi pemerintah, hingga sektor swasta, untuk bersama-sama mengembangkan sistem pengelolaan limbah medis yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

Dengan hadirnya teknologi Sterilwave, RSBP Batam menegaskan posisinya sebagai rumah sakit yang tidak hanya unggul dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.(*)

RSBP Batam Raih ISO 9001:2015, Perkuat Layanan Unggulan Berbasis Teknologi

YUTELNEWS.com | Rumah Sakit BP Batam (RSBP) terus memperkuat transformasi layanan kesehatan dengan meraih sertifikasi ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen mutu pada sejumlah layanan strategis.

Selain itu, RSBP juga meluncurkan berbagai layanan unggulan berbasis teknologi modern guna meningkatkan kualitas pelayanan dan mengurangi rujukan pasien ke luar daerah maupun luar negeri.

Direktur RSBP Batam, Kolonel Laut (K) dr. Tanto Budiharto, mengatakan sertifikasi ini menjadi fondasi penting dalam peningkatan mutu layanan.

“Penerapan ISO 9001:2015 memastikan setiap proses pelayanan berjalan terstandarisasi, terukur, dan berkelanjutan sesuai standar internasional,” ujarnya, Rabu (8/4).

Layanan yang telah tersertifikasi meliputi Laboratorium Patologi Klinik, Patologi Anatomi, Instalasi Radiologi, Medical Check-Up (MCU), serta Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Sebagai penguatan layanan, RSBP menghadirkan sejumlah fasilitas unggulan, di antaranya layanan neurointervensi untuk penanganan stroke dan kelainan pembuluh darah otak secara minimal invasif, serta layanan jantung bawaan.

Pengembangan ini menjadi bagian dari Cardio-Neuro-Cerebrovascular Centre yang tengah dibangun sebagai layanan unggulan rumah sakit.

RSBP juga melengkapi fasilitas dengan teknologi medis mutakhir seperti IVUS dan Rotablator untuk tindakan jantung kompleks, imunohistokimia untuk diagnosis kanker, endoscopy dan colonoscopy untuk deteksi dini penyakit saluran cerna, serta CBCT dental untuk pencitraan gigi.

Penguatan tersebut turut mendukung pembentukan Oncology Centre dan Trauma Centre sebagai bagian dari pusat layanan unggulan (centre of excellence).

Dari sisi ekonomi, pengembangan layanan ini diproyeksikan menambah pendapatan sekitar Rp14,76 miliar per tahun, sekaligus meningkatkan kompleksitas layanan (case mix INA-CBG’s) dan menekan angka rujukan pasien ke luar daerah.

Saat ini, RSBP Batam mencatat lebih dari 120 ribu kunjungan pasien per tahun, dengan tren peningkatan pada layanan spesialistik dan subspesialistik.

Tak hanya fokus pada layanan klinis, RSBP juga menerapkan teknologi Sterilwave dalam pengolahan limbah medis ramah lingkungan, serta layanan pemeriksaan endotoksin untuk menjamin kualitas air pada hemodialisa.

Secara strategis, pengembangan ini diharapkan memperkuat posisi RSBP sebagai rumah sakit rujukan regional serta mengurangi kebocoran pasien ke luar negeri, khususnya ke Singapura dan Malaysia.

“Kami berkomitmen menjadikan Batam sebagai pusat layanan kesehatan regional yang berdaya saing global,” tegas Tanto.

Sementara itu, perwakilan lembaga sertifikasi ISO, Bagus Triatmoyo, menyebut sertifikasi tersebut menjadi pengakuan internasional atas mutu layanan rumah sakit.

Hal senada disampaikan Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuti Sirait, yang menegaskan capaian ini merupakan komitmen peningkatan layanan secara berkelanjutan.

Ke depan, RSBP Batam menargetkan penguatan layanan di bidang kardiovaskular, onkologi, dan trauma, sekaligus mendorong peran dalam pendidikan serta penelitian kesehatan. (*)

Revitalisasi Underpass Pelita, BP Batam Perkuat Kualitas Infrastruktur Publik

YUTELNEWS.com | BP Batam melalui Direktorat Pembangunan Infrastruktur melaksanakan proyek Revitalisasi Underpass Pelita sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas infrastruktur dan penataan wajah kota.

Underpass Pelita merupakan jalur strategis yang menghubungkan kawasan pemerintahan dan komersial Batam Center dengan pusat bisnis dan pariwisata di kawasan Nagoya.

Selain berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, underpass ini juga menjadi infrastruktur ikonik sebagai satu-satunya underpass di Kota Batam.

Seiring waktu, kondisi underpass mengalami penurunan dari sisi fungsi maupun estetika.

Coretan vandalisme, pencahayaan yang belum optimal, serta sistem drainase yang kurang berfungsi maksimal berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Menjawab kondisi tersebut, BP Batam melakukan revitalisasi menyeluruh dengan lingkup pekerjaan meliputi penataan lanskap melalui penanaman tanaman hias, pembersihan saluran drainase, pengecatan ulang dinding, marka jalan dan kanstin, pemasangan light box berisi visi pembangunan Kota Batam, serta perbaikan sistem penerangan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad mengatakan, proyek ini dilaksanakan pada April hingga Mei 2026 dengan durasi pekerjaan selama dua bulan.

Underpass ini nantinya direncanakan memiliki dimensi panjang ±90 meter, lebar ±18 meter, dan tinggi ±5 meter, dengan sumber pendanaan berasal dari anggaran pemeliharaan Direktorat Pembangunan Infrastruktur BP Batam dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemerintah Kota Batam.

Amsakar menyampaikan bahwa revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Revitalisasi Underpass Pelita merupakan langkah strategis untuk memastikan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat. Kami ingin menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya berfungsi optimal, tetapi juga memiliki nilai estetika sebagai representasi kemajuan Kota Batam,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa peningkatan kualitas pencahayaan dan sistem drainase menjadi prioritas guna meminimalkan risiko kecelakaan serta mencegah terjadinya genangan air yang dapat merusak badan jalan.

“Dengan perbaikan yang dilakukan secara menyeluruh, kami optimistis Underpass Pelita akan kembali menjadi jalur yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi masyarakat Batam,” tambahnya.

Saat ini, progres pekerjaan telah berjalan, meliputi proses penanaman tanaman hias, pembersihan saluran drainase, serta tahap pengukuran lapangan untuk pengecatan, pemasangan light box, dan perbaikan penerangan.

Melalui revitalisasi ini, Amsakar berharap dapat meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperkuat identitas kota.

“Tidak hanya underpass, secara bertahap, BP Batam juga akan melakukan revitalisasi di kawasan lainnya.” Pungkasnya.

Berkenaan dengan hal tersebut, masyarakat diimbau untuk turut menjaga fasilitas umum serta menghindari tindakan vandalisme demi keberlanjutan manfaat bersama. (*)

BP Batam Kumpulkan Pengusaha, Perizinan dan Tekanan Global Dibedah Terbuka

YUTELNEWS.com  Badan Pengusahaan (BP) Batam langsung menjemput bola. Pelaku usaha dan tokoh masyarakat dikumpulkan dalam forum “Mendengar Lebih Dekat, Bergerak Bersama Menuju 2026” di Balairungsari Lantai 3 BP Batam, Kamis (2/4) sore.

‎Dalam forum itu, BP Batam membaca langsung denyut persoalan di lapangan, mulai dari investasi, perizinan, hingga tekanan global yang kian terasa.

‎Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pertemuan ini menjadi ruang terbuka untuk menyerap suara pelaku industri sekaligus memetakan arah ekonomi Batam ke depan.

‎Sejumlah isu strategis mengemuka. Mulai dari iklim investasi, penyederhanaan perizinan, penguatan sumber daya manusia (SDM), hingga dinamika sosial dan politik yang ikut memengaruhi stabilitas daerah.

Amsakar mengungkapkan, pembahasan juga menyentuh kemungkinan kenaikan BBM, penguatan Batam sebagai kawasan logistik, hingga persoalan mendasar seperti kualitas SDM dan tingkat pengangguran terbuka.

‎”Semua kita perbincangkan. Pelaku usaha mengapresiasi yang sudah kita lakukan, tapi juga menyampaikan hal-hal yang menjadi atensi,” kata dia.

‎Ia menegaskan, persoalan utama yang mengemuka adalah perizinan, kualitas SDM, serta kondisi global yang belum stabil akibat konflik di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah.

‎”Termasuk juga soal BBM dan gas,” ujarnya.

‎Menurutnya, forum ini menjadi upaya menyatukan perspektif antara pemerintah dan pelaku usaha agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.

‎“Kami ingin ada konstruksi pemikiran bersama. Masukan dari pelaku usaha penting agar kebijakan menjawab kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

‎Amsakar optimistis, dengan dukungan Forkopimda, dunia usaha, dan masyarakat, Batam memiliki modal kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih agresif menuju 2026.

‎Ia juga memastikan forum serupa akan digelar secara berkala sebagai ruang membaca persoalan riil di lapangan.

‎“Dari sini kita tahu hambatan yang terjadi. Itu jadi dasar merumuskan kebijakan ke depan,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuy Sirait, mengungkapkan forum ini juga mengerucut pada kendala teknis, terutama soal perizinan.

‎”Perizinan sekarang mulai lancar, tapi masih ada yang harus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat,” ujarnya.

‎Ia menyebut masih ada sekitar sepuluh perizinan yang belum rampung dan sedang dalam proses penyelesaian.

‎Terkait RKKPL dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), sebagian besar telah diselesaikan dalam waktu sekitar 29 hari. Namun, untuk izin yang berdampak lingkungan, proses tetap dilakukan hati-hati dan membutuhkan koordinasi lanjutan.

‎”Makanya masih butuh waktu untuk koordinasi,” kata Ariastuy.

‎Tokoh masyarakat Kepri, Asman Abnur, menilai capaian Batam saat ini tidak lepas dari sinergi BP Batam dan Pemerintah Kota Batam.

‎“Kolaborasi kepemimpinan berhasil menjaga ritme pertumbuhan ekonomi Batam di tengah tekanan global,” ujarnya.

‎Ia juga menyoroti regulasi pusat seperti PP Nomor 25, 28, 4, dan 47 Tahun 2025 yang dinilai mampu memangkas birokrasi dan menyederhanakan perizinan.

‎“Dampaknya jelas, proses perizinan lebih sederhana dan mengurangi keraguan investor,” tambahnya.

‎Forum ini turut dihadiri sejumlah pelaku usaha dan tokoh industri seperti Kris Wiluan, Abidin Hasibuan, Harry Feri Manik, Peter Vincent, dan Saptana Tri Prasetiawan.

‎Mereka sepakat mendukung langkah BP Batam dalam menghadapi tekanan global, sekaligus optimistis penyatuan kepemimpinan BP Batam dan Pemko mampu mempercepat penyelesaian persoalan perizinan serta menjaga iklim investasi tetap kondusif.(*)

BP Batam Temukan Banyak Sambungan Air Ilegal, Distribusi Terancam Terganggu

YUTELNEWS.com | Badan Pengusahaan (BP) Batam mengungkap temuan maraknya sambungan air ilegal di sejumlah wilayah. Praktik ini dinilai berpotensi memicu kebocoran air dan mengganggu distribusi air bersih ke masyarakat.

‎Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menyebut, sambungan ilegal ditemukan di beberapa kecamatan, di antaranya Nongsa dan Sagulung. Namun, jumlah pasti titik sambungan ilegal masih dalam proses pendataan.

‎“Untuk detail jumlahnya saya belum bawa data,” kata Amsakar kepada Batam Pos, Kamis (2/3) sore.

‎Amsakar menegaskan, pihaknya akan segera mengambil langkah penertiban. Sebelum itu, BP Batam akan menyampaikan pemberitahuan kepada masyarakat agar proses penindakan tidak mengganggu suplai air bersih.

‎“Kalau jalur-jalur ilegal itu tidak diawasi, kebocoran air kita makin besar,” tegasnya.

‎Ia juga mengungkapkan, tim di lapangan sebenarnya telah mengantongi data awal terkait jumlah sambungan ilegal. Namun, pendataan masih terus dimatangkan sebelum dilakukan langkah lanjutan, termasuk penertiban dan penyesuaian status sambungan menjadi resmi melalui pemasangan meteran.

Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuy Sirait, mengatakan pihaknya masih melakukan penghitungan karena jumlah sambungan ilegal yang ditemukan cukup banyak dan tersebar di berbagai wilayah.

‎“Ilegal connection itu berpengaruh terhadap debit air kepada masyarakat,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, keberadaan sambungan ilegal kerap menjadi penyebab terganggunya aliran air di permukiman. Dalam beberapa kasus, suplai air terlihat normal di hulu, namun melemah atau terputus di hilir akibat adanya penyadapan di tengah jalur distribusi.

‎“Misalnya di rumah airnya lancar, tapi tiba-tiba mati. Setelah dicek di hulu tidak ada masalah, ternyata di tengah ada ilegal connection yang mengalihkan air ke tempat lain,” jelas Ariastuy.

‎Terkait lokasi sambungan ilegal tersebut, pihaknya belum memastikan apakah berada di kawasan permukiman resmi atau tidak. BP Batam masih akan melakukan verifikasi lebih lanjut di lapangan. “Kita belum pastikan apakah itu perumahan liar atau bukan. Nanti kita cek dulu,” katanya.

‎Ariastuy menambahkan, indikasi sambungan ilegal hampir ditemukan di berbagai kecamatan di Batam. Karena itu, pengawasan dan penertiban akan dilakukan secara bertahap.

‎BP Batam juga membuka ruang bagi masyarakat yang telah terlanjur menggunakan sambungan ilegal untuk beralih ke jalur resmi.

‎Masyarakat diminta segera melapor dan mengurus pemasangan legal, dengan sanksi denda yang disebut lebih ringan sebagai bentuk pendekatan persuasif.

‎“Kalau yang ingin membuat koneksi secara resmi, kami akan berikan denda yang lebih ringan karena sudah ada kesadaran,” ujarnya.

‎Namun, terkait besaran denda, pihaknya belum dapat memastikan karena masih dalam pembahasan. “Denda saja, nilainya saya juga belum tahu,” katanya.

‎Di sisi lain, Ariastuy juga mengungkapkan kondisi tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) di Batam. Saat ini, angka NRW berada di kisaran 19 persen, turun dari sebelumnya yang sempat mencapai 24 persen.

‎“Di awal itu sekitar 13 persen, kemudian naik sampai 24 persen. Dalam satu tahun terakhir berhasil kita turunkan menjadi 19 persen. Mudah-mudahan ke depan semakin baik,” pungkasnya.(*)

Kepala BP Batam Optimis Akselerasi Kemajuan Batam Mampu Beri Stimulus Ekonomi Daerah

YUTELNEWS.com | Sejak memimpin Kota Batam Februari 2025 lalu, Amsakar – Li Claudia Chandra kembali sukses menorehkan pencapaian positif terhadap gairah ekonomi daerah.

Selain mampu menjaga daya saing kawasan di tengah ketidakpastian ekonomi global, kolaborasi keduanya dalam menghasilkan beragam kebijakan akselerasi pembangunan yang mampu memberi stimulus terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam sepanjang tahun 2025.

Peningkatan signifikan ini tercatat mencapai Rp 2,36 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,78 triliun atau naik sekitar 32 persen.

Kenaikan tersebut sekaligus mendorong peningkatan total pendapatan daerah pada 2025 yang tercatat sebesar Rp 4,29 triliun dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 3,7 triliun atau naik sebesar Rp 331,24 miliar.

Angka-angka ini menunjukkan keberhasilan Amsakar – Li Claudia dalam mengelola penerimaan yang bersumber dari sumber ekonomi daerah itu sendiri. Baik dari retribusi daerah, pajak daerah, pengelolaan aset yang terpisah, serta penerimaan sah lainnya.

Sebagaimana diketahui, Pendapat Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu komponen penting dalam struktur keuangan daerah yang mencerminkan kemampuan daerah untuk membiayai berbagai kebutuhan pembangunan secara mandiri.

“Pencapaian-pencapaian positif ini tidak terlepas dari sinergi yang baik oleh seluruh komponen daerah dalam mempercepat daya saing Batam sebagai kota madani yang inovatif,” ujar Kepala BP Batam sekaligus Walikota Batam, Amsakar Achmad.

Tidak hanya itu, kolaborasi kepemimpinan Amsakar – Li Claudia mampu mempengaruhi kenaikan pertumbuhan ekonomi Batam tahun 2025 sebesar 6,76 persen (y-on-y) dari tahun sebelumnya yang hanya 6,69 persen. Tren ini sukses menjaga ritme peningkatan ekonomi dan posisi Batam sebagai lokomotif perekonomian Provinsi Kepulauan Riau selama lima tahun terakhir.

Bahkan, kepercayaan pelaku usaha terhadap kolaborasi kepemimpinan Amsakar – Li Claudia ikut memberikan rangsangan bagi struktur ekonomi Batam.

“Saya dan Bu Li Claudia optimis Batam akan terus tumbuh menjadi kota madani yang inovatif. Dinamika ekonomi global dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi membutuhkan inovasi dari seluruh pihak. Oleh sebab itu, masukan dan kritik konstruktif menjadi hal penting bagi kami untuk terus mempercepat akselerasi pembangunan,” pesan Amsakar. (*)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.