Dugaan Setoran kepada Oknum Wartawan Mencuat di Tengah Sorotan Bisnis BBM Subsidi di Pelalawan

YUTELNEWS.com | PELALAWAN – Dugaan adanya aliran dana kepada sejumlah oknum wartawan di Kabupaten Pelalawan kembali mencuat di tengah sorotan terhadap aktivitas penampungan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang diduga ilegal.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini pada Sabtu (2/8/2026), beredar isu bahwa puluhan oknum wartawan diduga menerima uang sebesar Rp200.000 per orang yang disebut-sebut berasal dari dua orang berinisial Kasno dan Imam. Dana tersebut diduga akan diberikan secara rutin setiap bulan.

Seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa penyaluran dana dilakukan melalui satu orang perantara yang kemudian membagikannya kepada sejumlah wartawan di Kabupaten Pelalawan.

“Kurang lebih ada sekitar 40 orang wartawan yang menerima pembagian uang tersebut. Tujuannya diduga agar pemberitaan terkait aktivitas bisnis BBM subsidi mereka tidak menjadi hambatan,” ujar sumber tersebut.

Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, informasi tersebut masih sebatas keterangan dari narasumber dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Media ini telah berupaya mengonfirmasi Kasno terkait dugaan pemberian uang kepada sejumlah wartawan. Panggilan telepon yang dilakukan tidak mendapat respons, sementara pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp juga belum dibalas.

Sebelumnya, aktivitas gudang yang diduga menjadi lokasi penampungan BBM subsidi di Jalan Koridor Road RAPP KM 3, Pangkalan Kerinci, sempat menjadi sorotan sejumlah media. Beberapa hari setelah pemberitaan tersebut mencuat, gudang itu disebut telah berpindah ke Jalan Sultan Syarif Kasim, tepat di depan SD Negeri 09 Pangkalan Kerinci.

Dalam konfirmasi sebelumnya kepada media ini, Kasno mengakui pernah memiliki gudang di Jalan Koridor Road RAPP KM 8. Ia juga mengakui bahwa gudang di KM 55 Pangkalan Kerinci merupakan miliknya, namun menurutnya lokasi tersebut sudah tidak lagi beroperasi.

Selain itu, Kasno juga mengakui pernah menggunakan gudang yang berada di kawasan SP 5. Namun, ia menegaskan gudang tersebut hanya digunakan saat dirinya masih tinggal di wilayah tersebut dan kini telah ditutup.

“Kalau yang di KM 55 itu memang milik saya, tapi sekarang sudah tidak beroperasi. Gudang di SP 5 juga memang pernah saya pakai waktu masih tinggal di sana, sekarang sudah tidak buka lagi,” ujar Kasno saat dikonfirmasi beberapa hari lalu.

Namun demikian, berdasarkan hasil investigasi tim media di lapangan, gudang yang berada di KM 55 masih tampak beraktivitas. Tim mendapati sebuah mobil pikap yang diduga mengangkut ribuan liter BBM subsidi jenis solar sedang melakukan proses bongkar muatan di lokasi tersebut.

Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum, guna memastikan kebenaran dugaan praktik penyalahgunaan BBM subsidi maupun informasi mengenai dugaan pemberian uang kepada oknum wartawan. Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan atau memiliki penjelasan atas pemberitaan ini, media membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

NEWS FEED